Anda di halaman 1dari 11

A.

PENGKAJIAN
1. IDENTITAS KLIEN :
Nama : Tn. J
Umur : 30 th
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status : Belum menikah
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Swasta
Suku Bangsa : Indonesia
Alamat : Jl. Lingkar Tanggap rt.7 no 13 A Tapin
Tanggal masuk : 05/09/2017, pukul 10:00 WITA
Tanggal pengkajian : 05/09/2017, pukul 10:30 WITA
No.RM : 064704
Dx Medis : HIV-AIDS

2. RIWAYAT PENYAKIT
a. Keluhan Utama
Klien mengeluh demam
b. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke Rumah Sakit dengan keluhan badan demam, badan
terasa lemah, berkeringat dan pusing, Pasien mengatakan nyeri pada
saat berkencing. Sebelumnya pasien belum berobat ke klinik lain,
pasien datang langsung ke rumah sakit.
c. Riwayat Penyakit Terdahulu
Klien mengatakan tidak pernah mengalami penyakit yang di alaminya
saat ini.
d. Riwayat Kesehatan Keluarga
Menurut pengakuan keluarga, ayah pasien meninggal karena penyakit
AIDS
3. PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan Umum
Kualitatif, Kesadaran Umum Compos Mentis
Kuantitatif, GCS : E4V5M6
b. Tanda-Tanda Vital
TD : 130/80 mmHg
N : 80x/menit
S : 390 C
RR : 26x/menit
c. Antropometri
Tinggi Badan : 167 cm
BB : 54 kg
d. Aktivitas / istirahat
Gejala:
1) Mudah lelah, berkurangnya toleransi terhadap aktivitas biasanya,
progresi kelelahan / malaise
2) Perubahan pola tidur
Tanda:
1) Kelemahan otot, menurunnya massa otot
2) Respon fisiologis terhadap aktivitas seperti perubahan dalam TD,
frekuensi jantung, pernapasan
e. Sirkulasi
Gejala:
Proses penyembuhan luka yang lambat (bila anemia); perdarahan lama
pada cedera (jarang terjadi)
Tanda:
1) Takikardia, perubahan TD postural
2) Menurunnya volume nadi perifer
3) Pucat atau sianosis: perpanjangan kapiler
f. Integritas ego
Gejala:
1) Faktor stres yang berhubungan dengan kehilangan, mis: dukungan
keluarga, hubungan dengan orang lain
2) Penghasilan, gaya hidup tertentu dan stres spiritual
3) Mengkuatirkan penampilan: alopesia, lesi cacat dan menurunnya
BB
4) Mengingkari diagnosa, merasa tidak berdaya, putus asa, tidak
berguna, rasa bersalah
5) Kehilangan kontrol diri dan depresi
Tanda:
1) Mengingkari, cemas, defresi, takut, menarik diri
2) Perilaku marah, postur tubuh mengelak, menangis, dan kontak mata
kurang
3) Gagal menepati janji atau banyak janji untuk periksa dengan gejala
yang sama
g. Eliminasi
Gejala:
1) BAB 1x sehari, setiap pagi
Tanda:
1) Feces padat
2) Tidak ada nyeri tekan abdominal
3) Tidak ada lesi atau abses rectal, personal
h. Makanan / cairan
Gejala:
1) Anoreksia, perubahan dalam kemampuan mengenali makanan /
mual / muntah
2) Disfagia, nyeri retrostenal saat menelan
3) Penurunan berat badan: perawakan kurus, menurunnya lemak
subkutan / massa otot
4) Turgor kulit buruk
5) Lesi pada rongga mulut, adanya selaputnya putih dan perubahan
warna
6) Kesehatan gigi / gusi yang buruk, adanya gigi yang tanggal
7) Edema (umum, dependen)
i. Higiene
Gejala:
Tidak dapat menyelesaikan aktivitas
Tanda:
1) Memperlihatkan penampilan yang kurang rapi
2) Kekurangan dalam banyak atau perawatan diri, aktivitas perawatan
diri
j. Neurosensori
Gejala:
1) Pusing, pening / sakit kepala, perubahan status mental
2) Kehilangan ketajaman atau kemampuan diri untuk mengatasi
masalah, tidak mampu mengingat dan konsentrasi menurun
3) Kerusakan sensasi atau indera posisi dan getaran
4) Kelemahan otot, tremor dan perubahan ketajaman penglihatan
5) Kebas, kesemutan pada ekstremitas (kaki tampak menunjukkan
perubahan paling awal)
Tanda:
1) Perubahan status mental dan rentang antara kacau mental sampai
dimensia, lupa, konsentrasi buruk, tingkat kesadaran menurun, apatis,
retardasi psikomotor / respon melambat
2) Ide paranoid, ansietas yang berkembang bebas, harapan yang tidak
realistis
3) Timbul refleksi tidak normal, menurunnya kekuatan otot dan gaya
berjalan ataksia
4) Tremor pada motorik kasar / halus, menurunnya motoric
5) Vocalis: hemi paresis; kejang
6) Hemoragic retina dan eksudat
k. Nyeri / kenyamanan
Gejala:
1) Nyeri umum atau local, sakit, rasa terbakar pada kaki
2) Sakit kepala (keterlibatan ssp)
3) Nyeri dada pleuritis
Tanda:
1) Pembengkakan pada sendi, nyeri pada kelenjar, nyeri tekan
2) Penurunan rentang gerak, perubahan gaya berjalan / pincang
3) Gerak otot melindungi bagian yang sakit
l. Pernapasan
Gejala:
1) Isksering, menetap
2) Napas pendek yang progresif
3) Batuk (sedang sampai parah), produktif / non produktif sputum
(tanda awal dari adanya PCP mungkin batuk spasmodic saat napas
dalam)
4) Bendungan atau sesak dada
Tanda:
1) Takipnea, distres pernapasan
2) Perubahan pada bunyi napas / bunyi napas adventisius
3) Sputum: kuning (pada pneumonia yang menghasilkan sputum)
m. Keamanan
Gejala:
1) Riwayat jatuh, terbakar, pingsan, luka yang lambat proses
penyembuhannya
2) Riwayat menjalani transfusi darah yang sering atau berulang (mis:
hemofilia, operasi vaskuler mayor, insiden traumatis)
3) Riwayat penyakit defisiensi imun, yakni kanker tahap lanjut
4) Riwayat / berulangnya infeksi dengan PHS
5) Demam berulang; suhu rendah, peningkatan suhu intermitten /
memuncak; berkeringat malam
Tanda:
1) Perubahan integritas kulit: terpotong, ruam mis: ekzema, eksantem,
psoriasis, perubahan warna / ukuran mola; mudah terjadi memar
yang tidak dapat dijelaskan sebabnya
2) Rektum, luka-luka perianal atau abses
3) Timbulnya nodul-nodul, pelebaran kelenjar limfe pada 2 area tubuh
atau lebih (mis: leher, ketiak, paha)
4) Menurunnya kekuatan umum, tekanan otot, perubahan pada gaya
berjalan
n. Seksualitas
Gejala:
1) Riwayat perilaku beresiko tinggi yakni mengadakan hubungan
seksual dengan pasangan yang positif HIV, pasangan seksual
multipel, aktivitas seksual yang tidak terlindung dan seks anal
2) Menurunnya libido, terlalu sakit untuk melakukan hubungan seks
3) Penggunaan kondom yang tidak konsisten
4) Menggunakan pil pencegah kehamilan (meningkatkan kerentanan
terhadap virus pada wanita yang diperkirakan dapat karena
peningkatan kekurangan (pribilitas vagina)
Tanda:
1) Muncul rasa sakit di bagian anus, alat kelamin/ mulut pada sekitar
3-12 minggu setelah berhubungan seks dengan orang yang
terinfeksi.
o. Interaksi sosial
Gejala:
1) Masalah yang ditimbulkan oleh diagnosis, mis: kehilangan kerabat /
orang terdekat, teman, pendukung, rasa takut untuk
mengungkapkannya pada orang lain, takut akan penolakan /
kehilangan pendapatan
2) Isolasi, kesepian, teman dekat ataupun pasangan seksual yang
meninggal akibat AIDS
3) Mempertanyakan kemampuan untuk tetap mandiri, tidak mampu
membuat rencana
Tanda:
1) Perubahan pada interaksi keluarga / orang terdekat
2) Aktivitas yang tidak terorganisasi, perubahan penyusunan tujuan
p. Penyuluhan / pembelajaran
Gejala:
1) Kegagalan untuk mengikuti perawatan, melanjutkan perilaku
beresiko tinggi (mis: seksual ataupun penggunaan obat-obatan IV)
2) Penggunaan / penyalahgunaan obat-obatan IV, saat ini merokok,
penyalahgunaan alcohol
B. ANALISA DATA
NO DATA FOKUS PROBLEM ETIOLOGI
1 DS : Proses infeksi Hypertermi
Pasien mengatakan demam

DO :
TTV : TD: 130/80
N: 80x/menit
S: 390 C
RR : 27x/menit
Pasien terlihat lemah
Pasien tampak berkeringat

2 DS : Infeksi oleh Neisseria


Pasien mengatakan nyeri pada Bakteri pada Gonococcus
saat berkencing Uretra

DO :
Pasien terlihat meringis
Pasien terlihat menahan rasa
sakit

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
NO DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Hypertermi b.d Proses Infeksi
2. Neisseria Gonococcus b.d infeksi oleh bakteri pada uretra
D. INTERVENSI
TUJUAN DAN KRITERIA INTERVENSI
DIAGNOSA
HASIL KEPERAWATAN
Hypertermi b.d Setelah dilakukan tindakan 1. Pantau suhu klien
Proses Infeksi keperawatan selama 2 x 24 jam 2. Pantau suhu lingkungan
diharapkan : 3. Berikan kompres hangat
- Demam (-) hindari penggunaan
- Pasien tidak mudah lelah alkohol
- Pasien tidak berkeringat 4. Kolaborasi untuk
malam hari pemberian antipiretik
- TTV : (parasetamol)
TD : 120/80
N : 80x/menit
S : 360 C
RR : 20x/menit
Berat badan pasien naik dari 54
kg menjadi 60 kg.
Neisseria Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji secara komprehensif
Gonococcus keperawatan selama 2 x 24 tentang nyeri meliputi;
b.d infeksi jam, diharapkan : lokasi, karakteristik, dan
oleh bakteri - Pasien tidak merasa nyeri frekuensi
pada uretra lagi pada saat berkencing. 2. Gunakan metode
- Pasien tidak meringis lagi pencegahan non
analgetik untuk
mengurangi nyeri
3. Berikan dukungan
terhadap klien dan
keluarga
F. IMPLEMENTASI
TANGGAL DX IMPLEMENTASI
05/09/2017 1 1. Memantau suhu klien
2. Memantau suhu lingkungan
3. Memberikan kompres hangat hindari penggunaan
alcohol
4. Mengkolaborasi untuk pemberian antipiretik
(parasetamol)
05/09/2017 2 1. Mengkaji secara komprehensif tentang nyeri meliputi;
lokasi, karakteristik, dan frekuensi
2. Menggunakan metode pencegahan non analgetik untuk
mengurangi nyeri
3. Memberikan dukungan terhadap klien dan keluarga

G. EVALUASI

TANGGAL DX S.O.A.P

05/09/2017 1 S : Pasien mengatakan demam


O : TTV : TD: 130/80
N: 80x/menit
S: 390C
RR : 27x/menit
- Pasien terlihat lemah
- Pasien tampak berkeringat
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan.
05/09/2017 2 S : Pasien mengatakan nyeri pada saat berkencing
O : Pasien terlihat meringis
Pasien terlihat menahan rasa sakit
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan
06/09/2017 1 S : pasien mengatakan suhu badannya bertambah tinggi
O : - pasien tampak pucat
- pasien tampak gelisah
- pasien tampak berkeringat banyak
TTV : TD : 120/80
N : 80x/menit
S : 400 C
RR : 30x/menit
- Benjolan di daerah leher (+)
- Takipnea (+)
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan
06/09/2017 2 S : Pasien mengatakan nyerinya bertambah sakit
O : Pasien terlihat meringis kesakitan
Pasien terlihat lemah ditempat tidur
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dihentikan (Pasien Meninggal)