Anda di halaman 1dari 9

Nama : Yuliana

Nim : 101151010092

Kelas : VII/C

Latar Belakang Masalah

Berdasarkan Peraturan Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No 33

Tahun 2011 Tentang Pedoman Anaalisa Jabatan. Dimana analisa Jabatan adalah Proses,

Metode dan Tekhnik Informasi untuk memperoleh data, jabatan yang diolah, menjadi

Informasi Jabatan dan disajikan untuk kepentingan program kepegawaian serta

memberikan umpan balik bagi organisasi, tata laksana, Pengawasan dan akuntabilitas.

Menurut Marihot ( 2012:48) analisis Jabatan adalah usaha untuk mencari tahu

tentang jabatan atau pekerjaan yang berkaitan dengan tugas – tugas yang dilakukan dalam

jabatan tersebut. Data yang dikumpulkan secara rinci melitiputi tugas ( duties), tanggung

jawab ( Responsibility), Kemampuan Manusia ( Human ability) dan standar untuk kerja (

Performance standard).

Pada zaman Tekhnologi dan era globalisasi ini kebutuhan masyarakat akan

Pelayanan Kesehatan sangat mempengaruhi Kualitas Pelayanan Jasa Kesehatan

Masyarakat yang ada di Tembilahan Indragiri Hilir.

Salah satu aspek yang penting dalam mengelola sumber daya manusia adalah analisa

jabatan dan penempatan . Penempatan Pegawai merupakan serangkaian langkah kegiatan

yang dilaksanakan untuk memutuskan apakah tepat atau tidaknya seorang pegawai

ditempatkan pada posisinya tertentu yang ada didalam organisasi atau lembaga.

Penempatan Pegawai yang tepat merupakan salah satu cara untuk mengoptimalkan
pengetahuan, keterampilan, keahlian dan sikap menuju prestasi kerja bagi pegawai itu

sendiri.

Hal ini sangat penting karena bagi suatu lembaga pemerintahan / organisasi Penempatan

Pegawai pada posisi yang tepat merupakan suatu hal yang utama karena erat hubungannya

dengan Kinerja pegawai dalam memberikan manfaat yang besar bagi Lembaga

Pemerintahan/ organisai, atau lembaga tersebut.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 11 Tahun 2017 Tentang manajemen Pegawai

Negeri Sipil yang meliputi nama jabatan, jumlah lowongan, jabatan, unit kerja dan

Penempatan pegawai. Sedangkan Menurut Hasibuan ( 2007:71) “Penempatan Pegawai

tepat merupakan salah satu kunci untuk memperoleh kerja yang optimal untuk memperoleh

prestasi kerja pegawai yang optimal dari setiap pegawai, baik kreativitas dan prakrsanya

akan berkembang”.

Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan merupakan Lembaga Pemerintah yang cukup

menyerap banyak Tenaga Kerja/Pegawai yang menganggap bahwa masalah penempatan

Pegawai merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhatikan, antara lain dalam

rangka mengoptimalisasi kemampuan SDM yang ada demi mencetak pegawai yang

berprestasi sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan yang dimilikinya.

Beberapa Permasalahan yang Penulis amati dan terjadi pada Rumah Sakit umum

daerah Puri husada Tembilahan saat ini yang berkaitan dengan analisa jabatan dan

penempatan adalah sebagai berikut :

1. karena belum ada dan belum diterapkannya analisa Jabatan Pada pelaksanaan

Penempatan Pegawai Khususnya Pegawai Non ASN sehingga terjadi ketidak sesuaian

antara latar belakang pendidikan pegawau pada unit kerja yang ditempatkan.

2. Pegawai Non ASN yang bertugas di Rumah sakit Umum Puri Husada saat ini masih

belum bisa memahami tentang tugas pokok dan Fungsi ( Tupoksi)


3. Pegawai Non ASN yang ada diRumah sakit Puri husada Jumlahnya sudah melebihi

kapasitas kerja pegawai dan standar Rumah sakit dengan Type C.

Kinerja suatu organisasi tidak lepas dari prestasi setiap individu yang terlibat

didalamnya. Jika faktor manusia kurang aktif berperan atau tidak bersemangat dalam

kegiatan organisasi, maka dapat menghambat atau menganggu kelancaran operasional

organisasi atau perusahaan tersebut. Kinerja Pegawai dapat dicapai secara maksimal jika

Lembaga atau organisasi mau memperhatikan dan mengembangkan kemampuan dan pola

pikir serta perilaku dari setiap pegawai.

Oleh karena itu, Kinerja sumber daya manusia (SDM) merupakan hal yang sangat

penting di dalam usaha memperbaiki pelayanan kepada masyarakat, sehingga perlu

diupayakan secara terus menerus dan berkesinambungan dalam menghadapi tuntutan

masyarakat. Sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya yang paling

menentukan sukses tidaknya suatu organisasi, karena sumber daya manusia merupakan

faktor produksi yang independent, sedangkan faktor lainnya (non manusia) merupakan

faktor produksi yang dependen. Dikatakan independent karena manusia mempunyai

pengaruh yang dominan terhadap faktor produksi yang lain, oleh karena itu organisasi

dituntut untuk mengelola sumber daya manusia yang dimiliki dengan baik demi

kelangsungan hidup dan kemajuan organisasi.

Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara No. 20 tahun 2011

Pedoman penghitungan tunjangan Kinerja Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Pemerintah

RI No 46 Tahun 2011 Tentang penilaian Prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil. sedangkan

Menurut sedarmayanti (2011:260) Kinerja merupakan Hasil Kerja seorang pekerja, sebuah

proses manajemen atau suatu organisasi secara keseluruhan, dimana hasil kerja tersebut

harus dapat ditunjukkan buktinya secara konkrit dan dapat diukur ( dibandingkan dengan

standar yang telah ditentukan )” dengan indikator yang harus diperhatikan dalam Kinerja
Pegawai dilihat dari Kualitas Kerja, Tingkat Kehadiran, Inisiatif, Kemampuan, dan

Komunikasi.

Sebagai aparatur Pemerintahan Pegawai Rumah Sakit selalu dituntut untuk

bekerja dengan baik dan melayani masyarakat semaksimal mungkin agar pekerjaan yang

diberikan dapat dikerjakan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dalam upaya mewujudkan

tugas, fungsi dan wewenangnya pimpinan selaku penyusun proses kerja harus mampu

menjadi tanggung jawab yang besar pada Pegawainya, sehingga secara keseluruhan

kualitas hasil dari suatu perencanaan harus maksimal, walaupun kegiatan-kegiatan dari

pelaksanaan itu sendiri bisa dikatakan belum dapat maksimal terlaksana sesuai dengan

keinginan dan tujuan yang diharapkan.

Berikut ini penulis sajikan data Jumlah Pegawai dan Tingkat Pendidikan pada

Pegawai Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan sehubungan dengan variabel analisa

jabatan sebagai berikut :

Tabel 1 : Latar Belakang Pendidikan Pegawai Non ASN Rumah Sakit Puri Umum Daerah

Husada Tembilahan

Pendidikan Umum
Unit Kerja Jumlah
SD SMP SMA D3 D4 S1 S2
Umum dan
1 24 1 3 29
Kepegawaian
Keuangan &
11 4 12 27
Perlengkapan
Keperawatan 11 132 6 28 177
Pelayanan dan
2 7 42 35 2 88
Penunjang Medis
Pelayanan non
11 5 48 18 1 21 104
Medis

JUMLAH 14 5 101 197 7 99 2 425


Sumber : Data Pegawai Non ASN Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan 2018
Dari tabel tersebut dapat dilihat dari tingkat Pendidikan baik pendidikan umum

maupun Pendidikan Profesi serta Jumlah Pegawai Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan

Disini terlihat Pegawai berasal dari berbagai tingkat pendidikan mulai dari SMP – S2 dan

Pendidikan Profesi Khusus Tenaga Kesehatan. Hal ini sangat mempengaruhi Analisa

Jabatan dan Penempatan yang ada pada Pegawai Non ASN Rumah Sakit Umum Puri

Husada Tembilahan Di tinjau dari jumlah Pegawai Rumah Sakit saat ini menurut penulis

sudah Melebihi dari Kapasitas Kerja dan Standar Rumah sakit Type C.

Tabel 2 : Data Perkembangan Pegawai Non ASN Rumah Sakit Puri Husada
Tembilahan

Nama Unit
Tahun
Kerja

2013 2014 2015 2016 2017


Umum dan
10 15 23 23 24
Kepegawaian
Keuangan &
6 9 15 14 16
Perlengkapan

Keperawatan 53 80 95 110 132

Pelayanan dan
Penunjang 23 25 32 52 74
Medis
Pelayanan non
21 25 31 49 69
Medis
Sumber : Data Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan

Berikut ini penulis sajikan Data Penyelesaian Pekerjaan Pegawai Rumah Sakit

Umum Puri Husada Tembilahan sehubungan dengan penelitian yaitu sebagai berikut :
Tabel 3 : Data Kinerja dalam bentuk Data Penyelesaian Pekerjaan/Tugas.

Jenis Pekerjaan Waktu Target Persentase


Penyelesaian Penyelesain Penyelesaian
Pekerjaan Pekerjaan Tugas
Umum dan Kepegawian
Melaksanakan 12 bulan 4900 82,95%
distrisbusi surat masuk
Melaksanakan Tata 12 Bulan 6500 83,72%
Usaha Surat Keluar
Memeriksa absensi 12 Bulan 12 100 %
Menyelenggarakan 12 Bulan 23 83,3%
Rapat Intern
Memeriksa Usulan 12 Bulan 65 82,77 %
Kenaikan Pangkat
Memeriksa Usulan 12 Bulan 152 82,35%
LP2P
Memeriksa Usulan 12 Bulan 12 80,89%
Karis/Karsu
Memeriksa Usulan 12 Bulan 270 84,35%
Prestasi Kerja Pegawai
Memeriksa Usulan 12 Bulan 230 83,30%
Cuti
Memeriksa SK-SK 12 Bulan 360 84,41%
Memeriksa Usulan 12 Bulan 28 78,67%
satya lencana, PNS
Teladan,Karpeg/KPE
Memeriksa Usulan 12 Bulan 130 84,31%
Kenaikan gaji Berkala

Perencanaan dan Pengendalian


Menghimpun bahan 12 Bulan 7 90.33 %
perumusan kebijakan
pemerintah daerah,
bahan juknis, bahan
juklak urusan
perencanaan dan
pengendalian
Menyiapkan bahan 12 Bulan 12 85 %
rapat-rapat koordinasi
Mengkoordinasikan 12 Bulan 1 90 %
Penyusunan dan
pambahasan RKA
Mengkoordinasikan 12 Bulan 1 83 %
penyusunan dan
pembahasan revisi
DPA
Penyusunan dan 12 Bulan 1 88 %
pembahasan laporan
akuntabilitas dan
kinerja instansi
pemerintah (LAKIP)

Keuangan dan Perlengkapan


Merencakanan 12 Bulan 2 95 %
program kegiatan
bagian keuangan dan
perlengkapan
Mengadministrasi 12 Bulan 1000 83 %
surat masuk dan surat
keluar bagian
keuangan dan
perlengkapan
Membuat surat tindak 12 Bulan 34 80.24 %
lanjut LHP
Membuat laporan 12 Bulan 7 82.84 %
keuangan, barang dan
asset
Memeriksa 12 Bulan 235 81.5 %
administrasi SPJ, SPP
dan SPM
Memeriksa pendapatan 12 Bulan 15 78,67 %
RSUD

Pelayanan dan Penunjang Medis


Merencanakan 12 Bulan 1 100 %
kegiatan dibagian
pelayanan dan
penunjang medis
Membuat perencanaan 12 Bulan 50 85.33%
kebutuhan obat,
peralatan dan bahan
kesehatan
Melaksanakan 12 Bulan 30 80 %
pemantauan dan
pengawasan fasilitas
pelayanan penunjang
medis
Mengkoordinis 12 Bulan 25 60 %
pengembangan karir
tenaga medis dan
penunjang medis
Menyusun standar 12 Bulan 250 50%
operasional prosedur
(SOP)
Pelayanan Keperawatan
Menyusun rencana 12 Bulan 2 100%
kebutuhan tenaga
keperawatan
Merencanakan 12 Bulan 24 86,33%
kebutuhan bahan-
bahan logistik
keperawatan
menyiapkan usulan 12 Bulan 24 85 %
distribusi peralatan
keperawatan
Membuat SPO 12 Bulan 300 65,5%
pelayanan
keperawatan
Membuat rencana 12 Bulan 150 51%
kebutuhan pendidikan
dan pelatihan
keperawatan

Pelayanan Penunjang Non Medis


Merencanakan 12 Bulan 2 95 %
program kegiatan
Pelayanan Non Medik
Menghimpun data, 12 Bulan 54 82.25 %
informasi dan
permasalahan Bidang
Non Medik
Pengadministrasi Surat 12 Bulan 1500 76.35 %
masuk dan keluar
dibidang Pelayanan
Non Medis
Membuat laporan 12 Bulan 17 95 %
harian, bulanan,
triwulan, tahunan serta
mengirim laporan
rekam medis ke dinas
dan instansi terkait
Mengontrol dan 12 Bulan 300 78 %
melaksanakan
penyajian data rumah
sakit
Pengadministrasian 12 Bulan 3000 85 %
surat menyurat di
rekam medis meliputi,
rujukan pasien,
legistrasi KIR
kesehatan, Visum Et
Repertum.
Dari tebel 3 diatas dapat dilihat bahwa Penyelesaian Pekerjaan yang dilakukan oleh

Pegawai Non ASN pada Rumah sakit Puri Husada Tembilahan belum bisa memenuhi

target Kerja yang telah ditentukan/ditetapkan penyelesai pekerjaannya oleh Rumah Sakit

umum Daerah Puri Husada Tembilahan

Berdasarkan latar belakang masalah dan uraian diatas, penulis tertarik untuk

menganalisa lebih lanjut tentang Analisa jabatan, penempatan dan Kinerja pegawai dengan

judul “ PENGARUH ANALISA JABATAN DAN PENEMPATAN TERHADAP

KINERJA PEGAWAI NON ASN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PURI

HUSADA TEMBILAHAN “.