Anda di halaman 1dari 18

DIREKTUR RUMAH SAKIT MITRA MEDIKA BONDOWOSO

KEPUTUSAN DIREKTUR
NOMOR :
RUMAH SAKIT MITRA MEDIKA BONDOWOSO
TENTANG
PERATURAN INTERNAL STAF KEPERAWATAN
RUMAH SAKIT MITRA MEDIKA BONDOWOSO

DIREKTUR RUMAH SAKIT MITRA MEDIKA BONDOWOSO

Menimbang : a. Bahwa untuk menyelenggarakan kegiatan rumah sakit agar


dapat memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara
paripurna sesuai standar, aman, dan berkualitas serta untuk
menjamin mutu pelayanan keperawatan dan melindungi
keselamatan pasien maka diperlukan suatu Peraturan
Internal Staf Keperawatan (Nursing Staff By Laws)di Rumah
Sakit Mitra Medika Bondowoso.
b. Bahwa untuk melaksanakan kegiatan dalam diktum (a)
sebagaimana tersebut perlu ditetapkan Kebijakan tentang
Peraturan Internal Staf Keperawatan (NursingStaff By Laws)
Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso dengan Keputusan
Direktur.

Mengingat : 1. Undang–undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan


(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor
144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5063);
2. Undang–undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor
153, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5072);
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 tahun 2014
tentang Keperawatan
(Lembaran Negara RI Tahun 2014 Nomor 307 Tambahan
Lembaran Negara RI Nomor 5612);
4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 77 Tahun
2015 tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit
5. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2014 tentang Tenaga
Kesehatan;
6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 49 tahun 2013 Tentang
Komite Keperawatan Rumah Sakit
7. Keputusan Direktur Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso
Nomor : /RSMMB/DIR/X/2017 tentang Pembentukan Komite
Keperawatan Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso.

MEMUTUSKAN
Menetapkan :

PERATURAN INTERNAL STAF KEPERAWATAN


RUMAH SAKIT MITRA MEDIKA BONDOWOSO

KESATU : Menyusun dan menetapkan Peraturan Internal Staf


KeperawatanRumah Sakit Mitra Medika Bondowoso
sebagaimana tercantum dalam Lampiran dan
merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan
Peraturan Direktur ini;

KEDUA : Peraturan Internal Staf KeperawatanRumah Sakit Mitra


Medika Bondowoso sebagaimana yang dimaksud dalam
diktum KESATU Peraturan Direktur ini dijadikan
pedoman dalam mengorganisasi staf medis, dan
membentuk komite keperawatan serta mengatur
mekanisme tata kerja komite keperawatan di Rumah
Sakit Mitra Medika Bondowoso.

KETIGA : Biaya yang timbul akibat pelaksanaan Peraturan


Direktur ini dibebankan pada anggaran Rumah Sakit
Mitra Medika Bondowoso.

KEEMPAT : Peraturan Direktur ini mulai berlaku sejak tanggal


ditetapkan dengan ketentuan apabila dikemudian hari
ternyata terdapat kekeliruan dan atau perubahan
Peraturan Perundangan yang berlaku dalam Peraturan
Direktur ini, akan diadakan pembetulan dan
penyesuaian sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Bondowoso
Pada Tanggal :

DIREKTUR RUMAH SAKIT


MITRA MEDIKA BONDOWOSO

dr.MUNIF AMAR
NIK.005.01.2011

Lampiran : Keputusan Direktur


Nomor :
Tanggal :
PERATURAN INTERNAL STAF KEPERAWATAN
RUMAH SAKIT MITRA MEDIKA BONDOWOSO

PENDAHULUAN

Pelayanan keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan


mempunyai dampak yang besar dalam mencapai tujuan pembangunan bidang
kesehatan. Keperawatan sebagai profesi dan perawat sebagai tenaga profesional
bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan keperawatan sesuai kompetensi
dan kewewenangan yang dimiliki secara mandiri maupun bekerjasama dengan
anggota tim kesehatan lain. Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Mitra Medika
Bondowoso terdiri dari beberapa jenis pelayanan, salah satunya adalah pelayanan
keperawatan dalam bentuk pelayanan holistik meliputi bio-psiko-sosial-kultural.
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 tahun 2014 tentang
Keperawatan dinyatakan bahwa penyelenggaraan pembangunan kesehatan
diwujudkan melalui penyelenggaraan pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan
keperawatan.Penyelenggaraan pelayanan keperawatan harus dilakukan secara
bertanggung jawab, akuntabel, bermutu, aman, dan terjangkau oleh perawat yang
memiliki kompetensi, kewenangan, etik dan moral tinggi. Penyelenggaraan
pelayanan keperawatan dan kebidanan di rumah sakit ditentukan oleh 3 komponen
utama yaitu: jenis pelayanan keperawatan dan kebidanan yang diberikan, sumber
daya manusia tenaga keperawatan sebagai pemberian pelayanan, dan manajemen
sebagai tata kelola pemberi pelayanan.
Sumber daya manusia tenaga keperawatan di Rumah Sakit Mitra Medika
Bondowoso merupakan jenis tenaga kesehatan dengan persentase sebanyak 35,2%
dari total tenaga yang berada di rumah sakit, memiliki jam kerja 24 jam melalui
penugasan shift serta merupakan tenaga kesehatan yang paling dekat dengan
pasien melalui hubungan profesional pasien-tenaga keperawatan. Tenaga
Keperawatan memiliki tanggung jawab dan tanggung gugat sesuai kewenangan
klinis (clinical previleges) yang dimiliki dalam memberikan asuhan keperawatan dan
kebidanan kepada pasien dan keluarganya. Dalam pengorganisasianya perlu diatur
secara khusus dalam peraturan internal staf keperawatan Rumah Sakit Mitra
Medika Bondowoso
Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan adanya pedoman komite
keperawatan di rumah sakit yang diatur dengan peraturan internal staf
keperawatan sehingga dapat diimplementasikan, berkontribusi meningkatkan
kinerja pengelolaan klinik bagi tenaga keperawatan yang akhirnya dapat menjamin
kepuasan dan keselamatan pasien.

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Dalam Peraturan Internal Staf Keperawatan yang dimaksud dengan:
(1) Peraturan Internal Staf Keperawatan (Nursing Staf By Laws) adalah peraturan
penyelenggaraan profesi keperawatan dan mekanisme tata kerja Komite
Keperawatan di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowosodan merupakan bagian
integral dari Peraturan Internal Rumah Sakit (Hospital By Laws).
(2) Komite Keperawatan adalah wadah non struktural di rumah sakit yang
mempunyai fungsi utama mempertahankan dan meningkatkan
profesionalisme tenaga keperawatan melalui mekanisme kredensial,
penjagaan mutu profesi dan pemeliharaan etika dan disiplin profesi.
(3) Staf Keperawatan adalah kelompok staf perawat fungsional yang
dikelompokkan berdasarkan empat kelompok besar pasien di Rumah Sakit
Mitra Medika Bondowoso yaitu Medikal Bedah, Anak, Maternitas, dan
Perawatan Kritis.
(4) Staf Keperawatan adalah seluruh perawat dan bidan di Rumah Sakit Mitra
Medika Bondowoso
(5) Kewenangan Klinis / Clinical Previledge adalah uraian intervensi keperawatan
dan kebidanan yang dilakukan oleh tenaga keperawatan sesuai dengan area
prakteknya.
(6) Surat Penugasan Klinis / Clinical Appointment adalah penugasan yang
diberikan oleh Direktur Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso kepada staf
keperawatan untuk melakukan asuhan keperawatan dan asuhan kebidanan di
Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso berdasarkan daftar kewenangan klinis
yang diperoleh melalui proses kredensial.
(7) Kredensial adalah proses evaluasi terhadap staf keperawatan untuk
menentukan kelayakan pemberian kewenangan klinis.
(8) Panitia Ad Hoc adalah panitia yang dibentuk oleh Komite Keperawatan untuk
membantu melaksanakan tugas Komite Keperawatan.
(9) Panitia Ad Hoc / Mitra Bestari / (Peer Group) Keperawatan adalah sekelompok
tenaga keperawatan dengan reputasi dan kompetensi yang baik untuk
menelaah segala hal yang terkait dengan tenaga keperawatan di Rumah Sakit
Mitra Medika Bondowoso.
(10) Audit Keperawatan adalah upaya evaluasi secara profesional terhadap mutu
pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien dengan menggunakan
rekam medis yang dilaksanakan oleh perawat dan bidan.
(11) Buku Putih adalah dokumen yang berisi syarat-syarat yang harus dipenuhi
oleh tenaga keperawatan yang digunakan untuk menentukan kewenangan
(12) Rapat Rutin yaitu rapat yang dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali
dalam sebulan yang membahas harian keperawatan.
(13) Rapat Kerja, yaitu rapat yang dilaksanakan minimal satu kali dalam satu
periode kepengurusan yang diikuti oleh pengurus Komite Keperawatan dan
Bidang Keperawatan untuk membahas rencana kerja keperawatan.
(14) Rapat Pleno, yaitu rapat koordinasi yang dihadiri oleh seluruh komponen
keperawatan (Komite Keperawatan, Bidang Keperawatan, dan staf
keperawatan) yang bertujuan untuk mengeluarkan rekomendasi keperawatan.
(15) Sidang Tahunan, yaitu sidang yang dilakukan setahun sekali oleh
Keperawatan untuk melakukan evaluasi terhadap program kerja yang telah
dilaksanakan.

BAB II
MAKSUD DAN TUJUAN

Pasal 2
(1) Maksud dibuatnya Peraturan Internal Staf Keperawatan adalah agar Komite
Keperawatan dapat menyelenggarakan tata kelola klinis yang baik melalui
mekanisme kredensial, peningkatan mutu profesi dan penegakan disiplin
profesi keperawatan di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso
(2) Tujuan dari Peraturan Internal Staf Keperawatan adalah:
a) Mewujudkan profesionalisme perawat di Rumah Sakit Mitra Medika
Bondowoso
b) Mengembangkan dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di
Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso
c) Menegakkan etika dan disiplin profesi perawat di Rumah Sakit Mitra
Medika Bondowoso
d) Memberikan dasar hukum bagi mitra bestari dalam pengambilan keputusan
profesi melalui Komite Keperawatan.

BAB III
KEWENANGAN KLINIS

Pasal 3
(1) Dalam profesi tenaga keperawatan meliputi tindakan keperawatan yang bersifat
mandiri dan tindakan keperawatan yang bersifat delegasi/kolaborasi.
(2) Asuhan Keperawatan hanya boleh dilakukan oleh staf keperawatan yang
kompeten yang telah ditetapkan dalam Daftar Kewenangan Klinisnya melalui
proses kredensial.

Pasal 4
Kewenangan klinis yang diberikan kepada staf keperawatan disesuaikan dengan
kategori jenjang karir perawat klinis dan bidan klinis.

Pasal 5
(1) Jenis perawat terdiri dari :
a. Perawat Profesi; dan
b. Perawat Vokasi
(2) Perawat profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri atas :
a. Ners; dan
b. Ners spesialis.
(3) Perawat vokasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b adalah : ahli
madya keperawatan.
(4) Jenjang Karir Perawat Klinis terdiri dari:
a. Perawat Klinik I.
b. Perawat Klinik II.
c. Perawat Klinik III.
d. Perawat Klinik IV.
e. Perawat Klinik V.

Pasal 6
Dalam keadaan tertentu kewenangan klinis dapat diberikan kepada staf
keperawatan dengan melihat kondisi berupa:
(1) Kewenangan klinis sementara.
(2) Kewenangan klinis dalam keadaan darurat.
(3) Kewenangan klinis bersyarat .

Pasal 7
Penjabaran kewenangan klinis seperti tersebut dalam pasal 5 dan pasal 6 diatur
dalam Buku Putih.

Pasal 8
Penyusunan Buku Putih Keperawatan dilakukan oleh Komite Keperawatan dengan
melibatkan Panitia Ad Hoc / Mitra Bestari (Peer Group) Keperawatan yang dibentuk
oleh Direktur berdasarkan usulan Komite Keperawatan Rumah Sakit Mitra Medika
Bondowoso

Pasal 9
Dalam rangka mendapatkan Kewenangan Klinis, staf keperawatan mengajukan
secara tertulis kepada Komite Keperawatan Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso
dengan melampirkan syarat-syarat yang telah ditentukan dalam Buku Putih.

Pasal 10
Komite Keperawatan menugaskan kepada Sub Komite Kredensial untuk melakukan
proses kredensial kepada staf keperawatan sebagai dasar mengeluarkan
rekomendasi Kewenangan Klinis staf keperawatan.
Pasal 11
(1) Dalam hal proses kredensial, Sub Komite Kredensial mengajukan kepada Ketua
Komite Keperawatan agar dibentuk Panitia Ad Hoc / Mitra Bestari (Peer Group)
Keperawatan untuk melakukan proses kredensial staf keperawatan.
(2) Dalam hal kelengkapan administrasi dan tehnis pelaksanaan, Sub Komite
Kredensial bekerja sama dengan Sub Bagian Kepegawaian.

Pasal 12
Sub Komite Kredensial menyampaikan rekomendasi tentang hasil proses kredensial
yang telah dilaksanakan kepada Direktur Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso
melalui Komite Keperawatan untuk diterbitkan surat penugasan klinik.

Pasal 13
Rekomendasi Sub Komite Kredensial dapat berupa:
(1) Direkomendasikan untuk diberi kewenangan klinis.
(2) Tidak direkomendasikan untuk diberi kewenangan klinis.
(3) Direkomendasikan untuk diberi kewenangan klinis dengan syarat/dengan
supervisi.
Pasal 14
Komite Keperawatan menetapkan kewenangan klinis staf keperawatan atas dasar
rekomendasi dari Sub Komite Kredensial.

BAB IV
PENUGASAN KLINIS

Pasal 15
(1) Komite Keperawatan mengusulkan kepada Direktur Rumah Sakit Mitra Medika
Bondowoso agar dikeluarkan Surat Penugasan Klinis (Clinical Appointment) staf
keperawatan sesuai dengan Kewenangan Klinis (Clinical Previledge) berdasarkan
hasil kredensial.
(2) Dalam hal tehnis pengajuan dan penerbitan Surat Penugasan Klinis, Komite
Keperawatan dibantu oleh manajemen Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso.
Pasal 16
Direktur Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso mengeluarkan Surat Penugasan
Klinis kepada staf keperawatan untuk jangka waktu tiga tahun.

Pasal 17
(1) Dalam kondisi tertentu, Direktur RS. Mitra Medika Bondowosoberhak
mengeluarkan Surat Pencabutan Penugasan Klinis kepada staf keperawatan
atas rekomendasi Sub Komite Etik dan Disiplin Profesi melalui Komite
Keperawatan.
(2) Kondisi tertentu sebagaimana yang dimaksud pada pasal 17 ayat 1, terdiri dari:
a. Hambatan atau keterbatasan fisik maupun psikologis yang dapat
mengganggu pelayanan seperti sakit.
b. Melakukan pelanggaran etik dan disiplin.
BAB V
KOMITE KEPERAWATAN
Pasal 18
(1) Susunan organisasi Komite Keperawatan terdiri dari:
a. Ketua.
b. Sekretaris.
c. Sub Komite.
(2) Sub Komite sebagaimana dimaksud pada Pasal 18 Ayat 1 huruf d, terdiri dari:
a. Sub Komite Kredensial.
b. Sub Komite Mutu Profesi.
c. Sub Komite Etik dan Disiplin Profesi.
(3) Bagan Struktur Organisasi Komite Keperawatan adalah sebagai berikut :

Direktur

Ketua Kabid
Komite Keperawatan Keperawatan

Sekretaris

Sub Komite Sub Komite Sub Komite


Kredensial Mutu Profesi Etik dan Disiplin Profesi

(4) Ketua Komite Keperawatan ditetapkan oleh Direktur RS. Mitra Medika
Bondowosodengan memperhatikan masukan dari tenaga keperawatan RS. Mitra
Medika Bondowoso
(5) Pengurus Komite Keperawatan diusulkan oleh Ketua Komite Keperawatan
dengan memperhatikan masukan dari tenaga keperawatan di RS. Mitra Medika
Bondowosokemudian ditetapkan oleh Direktur RS. Mitra Medika Bondowoso.
(6) Masa bakti kepengurusan Komite Keperawatan adalah 3 (tiga ) tahun untuk
satu kali periode kepengurusan.
Pasal 19
Pengurus Komite Keperawatan dan mitra bestari adalah tenaga keperawatan yang
kompeten, mempunyai semangat profesionalisme yang tinggi, serta reputasi yang
baik.

Pasal 20
Komite Keperawatan memberikan jaminan kepada Direktur RS. Mitra Medika
Bondowoso bahwa tenaga keperawatan memiliki kompetensi kerja yang tinggi
sesuai standar pelayanan dan berperilaku baik sesuai etika profesinya serta
mengutamakan keselamatan pasien melalui penerapan standar pelayanan
keperawatan, pedoman etik dan disiplin, serta proses kredensial.

Pasal 21
Komite Keperawatan mempunyai tugas pokok membantu Direktur RS. Mitra Medika
Bondowosodalam melakukan kredensial, pembinaan disiplin dan etika profesi
tenaga keperawatan, pengembangan profesional berkelanjutan / Continuing
Profesional Development (CPD), serta memastikan mutu pelayanan keperawatan.
(1) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam ayat (1),
Komite Keperawatan mempunyai fungsi:
a. Penyelenggaraan konsultasi keperawatan.
b. Penyelenggaraan tukar pendapat, kebijakan, dan pelaksanaan pelayanan.
c. Pemberian motivasi dalam pemecahan masalah profesi keperawatan melalui
pembelajaran.
d. Penggalian inovasi dan ide-ide yang membangun dan pembaharuan ke arah
perbaikan mutu pelayanan keperawatan.
e. Penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran kepada tenaga keperawatan
sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki.
f. Penyelenggaraan advokasi dengan memberikan perlindungan dan dukungan
kepada tenaga keperawatan dalam pemenuhan hak-haknya termasuk
masalah hukum.
Pasal 22
(1) Tanggung jawab Komite Keperawatan.
a. Komite Keperawatan bertanggung jawab langsung kepada Direktur RS. Mitra
Medika Bondowoso.
b. Menjaga citra dan nama baik Komite Keperawatan pada khususnya dan
seluruh pelayanan keperawatan di RS. Mitra Medika Bondowosopada
umumnya.
(2) Wewenang Komite Keperawatan.
a. Membentuk dan membubarkan panitia kegiatan keperawatan (Panitia Ad
Hoc) secara mandiri maupun bersama Bidang Keperawatan.
b. Memberikan pertimbangan rencana kebutuhan tenaga keperawatan dan
proses penempatan tenaga keperawatan berdasar tinjauan profesi.
c. Memberikan pertimbangan pengadaan dan pemeliharaan sarana dan
prasarana keperawatan.
d. Membimbing perawat dalam kesuksesan kerja dan karir.
e. Memberikan pertimbangan tentang bimbingan dan konseling keperawatan.

Pasal 23
Dalam melaksanakan fungsinya, Komite Keperawatan dibantu oleh Panitia Ad Hoc
Mitra Bestari / Peer Group Keperawatan sesuai dengan disiplin/area praktik dan
peminatan tenaga keperawatan berdasarkan kebutuhan rumah sakit.

Pasal 24
Kedudukan Komite Keperawatan dengan Bidang Keperawatan adalah mitra kerja
melalui jalur koordinasi.

Pasal 25
Komite Keperawatan bekerja sama dan melakukan koordinasi dengan Kepala
Bidang Keperawatan serta saling memberikan masukan tentang perkembangan
profesi keperawatan dan kebidanan di rumah sakit.
BAB VI
RAPAT

Pasal 26
(1) Komite Keperawatan dan Bidang Keperawatan melaksanakan kerja dan
koordinasi secara berkala dan berkesinambungan melalui rapat koordinasi
keperawatan.
(2) Rapat yang dilaksanakan oleh Komite Keperawatan dengan Bidang
Keperawatan: rapat kerja, rapat pleno, dan rapat tahunan.
(3) Rapat yang dilakukan oleh Komite Keperawatan meliputi rapat rutin.
(4) Rapat Kerja.
a. Rapat Kerja Keperawatan dilaksanakan minimal sekali dalam satu periode
kepengurusan.
b. Rapat Kerja Keperawatan dipimpin oleh Ketua Komite Keperawatan dan
dihadiri oleh Kepala Bidang Keperawatan, seluruh anggota Komite
Keperawatan, Kasi Pengembangan Sumber Daya Manusia Bidang
Keperawatan, Kepala Ruang/Koordinator Keperawatan.
c. Agenda rapat kerja adalah membuat rencana kerja keperawatan dalam 3
(tiga) tahun, peninjauan ulang terhadap Nursing Staf By Laws.
(5) Rapat Pleno.
a. Rapat Pleno Keperawatan diadakan sewaktu-waktu bila dibutuhkan.
b. Rapat Pleno dipimpin oleh Kepala Bidang Keperawatan dan dihadiri oleh
Ketua beserta seluruh Pengurus Komite Keperawatan, Kasi Pengembangan
Sumber Daya Manusia Bidang Keperawatan, serta panitia Ad Hoc Komite
Keperawatan.
c. Agenda rapat pleno adalah membahas persoalan-persoalan yang terjadi di
bidang keperawatan untuk menghasilkan rekomendasi dalam pengambilan
keputusan.
(6) Rapat Tahunan.
a. Rapat Tahunan Keperawatan diadakan satu kali dalam setahun.
b. Rapat Tahunan dipimpin oleh Ketua Komite Keperawatan dan dihadiri oleh
seluruh Pengurus Komite Keperawatan, Kepala Bidang Keperawatan, Kasi
Pengembangan Sumber Daya Manusia Bidang Keperawatan, Panitia Ad
HodKeperawatan dan Kepala Ruang/Koordinator Keperawatan.
c. Agenda rapat tahunan adalah mengevaluasi hasil kerja selama satu tahun.
d. Keputusan yang diambil harus disetujui sekurang-kurangnya oleh 2/3
peserta yang hadir.
(7) Rapat Rutin.
a. Rapat Rutin Keperawatan dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali
dalam sebulan diikuti oleh seluruh pengurus Komite Keperawatan.
b. Agenda rapat rutin adalah membahas masalah-masalah harian
keperawatan.
e. Rapat rutin keperawatan dipimpin Ketua Komite Keperawatan.

BAB VII
SUB KOMITE KREDENSIAL, MUTU PROFESI, ETIKA
DAN DISIPLIN PROFESI

Pasal 27
(1) Sub Komite Kredensial sebagaimana dimaksud dalam pasal 18 ayat (2) huruf a
bertugas:
a. Menyusun daftar rincian kewenangan klinis.
b. Menyusun buku putih.
c. Menerima hasil verifikasi persyaratan kredensial.
Merekomendasikan tahapan proses kredensial
d. Merekomendasikan pemulihan kewenangan klinis bagi setiap tenaga
keperawatan.
e. Melakukan kredensial ulang secara berkala setiap tiga tahun.
f. Membuat laporan seluruh proses kredensial kepada Ketua Komite
keperawatan untuk diteruskan kepada Direktur RS. Mitra Medika
Bondowoso.

(2) Dalam menjalankan tugasnya sebagaimana tersebut dalam pasal 27 ayat (1),
Sub Komite Kredensial bekerjasama dengan Panitia Ad Hoc / Mitra Bestari
(Peer Group) Keperawatan yang bertanggungjawab langsung kepada ketua
komite keperawatan.
Pasal 28
(1) Sub Komite Mutu Profesi sebagaimana dimaksud dalam pasal 18 ayat (2) huruf
b bertugas:
a. Menyusun data dasar profil tenaga keperawatan sesuai area praktek.
b. Merekomendasikan perencanaan pengembangan profesional berkelanjutan
berkelanjutan / Continuing Profesional Development (CPD) tenaga
keperawatan.
c. Melakukan audit mutu asuhan keperawatan dan asuhan kebidanan.
d. Memfasilitasi proses pendampingan tenaga keperawatan sesuai kebutuhan.
(2) Dalam menjalankan tugasnya sebagaimana tersebut dalam pasal 28 ayat (1),
Sub Komite Mutu profesi dapat mengusulkan dibentuknya Panitia Ad Hoc
kepada Ketua Komite Keperawatan.

Pasal 29
(1) Sub Komite Etik dan Disiplin Profesi sebagaimana dimaksud dalam pasal 18
ayat (2) huruf c bertugas:
a. Menyusun Pedoman Etika dan Disiplin Staf Keperawatan.
b. Melakukan sosialisasi kode etik profesi tenaga keperawatan.
c. Melakukan pembinaan etika dan disiplin tenaga keperawatan.
d. Melakukan penegakan disiplin tenaga keperawatan.
e. Merekomendasikan penyelesaian masalah-masalah pelanggaran disiplin
dan masalah-masalah etika dalam kehidupan profesi, asuhan keperawatan
dan asuhan kebidanan.
f. Merekomendasikan pencabutan kewenangan klinis dan/atau surat
penugasan klinis.
g. Memberikan pertimbangan dalam mengambil keputusan etis dalam asuhan
keperawatan dan asuhan kebidanan.
(2) Guna menindaklanjuti rekomendasi dari Sub Komite Etik dan Disiplin
sebagaimana tersebut dalam pasal 29 ayat (1), komite keperawatan membentuk
panitia Ad Hoc.
(3) Hasil kerja Panitia Add Hoc sebagaimana tersebut dalam Pasal 29 ayat (2)
dibawa dalam rapat pleno sebagaimana tersebut dalam Pasal 26 ayat (4).
BAB VIII
PERATURAN PELAKSANAAN TATA KELOLA KLINIS

Pasal 30
(1) Dalam memberikan pelayanan keperawatan dan kebidanan diperlukan standar
profesi, standar pelayanan, standar prosedur operasional terhadap kebutuhan
dasar pasien.
(2) Memenuhi kebutuhan sebagaimana tersebut dalam pasal 30 ayat (1), Komite
Keperawatan bersama-sama Bidang Keperawatan berkewajiban menyusun:
a. Standar asuhan keperawatan dan kebidanan.
b. Standar prosedur operasional keperawatan dan kebidanan.
c. Standar kebutuhan dasar pasien.
(3) Dalam keadaan dimana staf keperawatan kurang kompeten dalam memberikan
pelayanan maka staf keperawatan berkewajiban melakukan konsultasi
dan/atau merujuk pasien kepada tenaga keperawatan lain yang dianggap lebih
mampu.

BAB IX
TATA CARA DAN REVIEW PERBAIKAN
PERATURAN INTERNAL STAF KEPERAWATAN
Pasal 31
(1) Segala sesuatu yang belum diatur dalam aturan ini akan diatur dikemudian
hari melalui Rapat Pleno Keperawatan.
(2) Apabila ada pasal dan/atau ayat dalam Peraturan Internal Staf Keperawatan ini
yang dikemudian hari dianggap tidak sesuai, dapat ditinjau ulang melalui rapat
kerja keperawatan.

Pasal 32
Mekanisme peninjauan ulang Peraturan Internal Staf Keperawatan sebagaimana
dimaksud pada pasal 31 ayat (1) dan (2) adalah berdasarkan usulan-usulan
anggota rapat, untuk kemudian dilakukan pembahasan dan rekomendasi hasil
pembahasan serta penetapanperubahan.
BAB X
PENUTUP

Pasal 33
Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan Peraturan Internal Staf
Keperawatan dilaksanakan dengan berpedoman pada lampiran yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari peraturan ini.

Pasal 34
Peraturan Internal Staf Keperawatan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Bondowoso
Pada Tanggal :

DIREKTUR RUMAH SAKIT


MITRA MEDIKA BONDOWOSO

dr.MUNIF AMAR
NIK.005.01.2011