Anda di halaman 1dari 2

TUGAS MADZHAB LINGUSITIK

Nama : Fitri Rosidah Desi

Kelas : Lingustik 09

NIM : 0907252

Bahasa merupakan milik manusia yang tidak pernah lepas dari segala kegiatan manusia selama
manusia itu ada. Karena keterikatan bahasa dengan manusia sedangkan dalam kehidupan
manusia dalam bermasyarakat tidak pernah tetap dan selalu berubah maka, bahasa itu menjadi
berubah, tidak tetap dan tidak statis sehingga bahasa selalu dinamis.

Untuk mengenal teori kebahasaan tersebut secara garis besar tersebut secara kebahasaan terbagai
menjadi tiga golongan yaitu aliran tradisional, aliran structural , dan aliran transformasi. Tetapi
penulis akan membahas tentang aliran struktual karena saya salah satu penganut aliran tersebut.

Penulis memilih aliran struktural karena kriteria kegramatikalan berdasarkan keumuman


sehingga mudah diterima masyarakat awam, sebagai masyarakat awam saya akan lebih faham
mengenai aliran ini, berikut ini adalah ciri-ciri aliran struktural:

1. Berlandaskan pada faham behaviorisme yaitu proses berbahasa merupakan rangsang-tanggap


(stimulus-response).
2. Bahasa berupa ujaran maksudnya cirri ini menunjukkan hanya ujaran saja yang termasuk
dalam bahasa. Dalam pengajaran bahasa teori struktural melahirkan metode langsung dengan
pendekatan oral. Tulisan statusnya sejajar dengan gersture.
3. Bahasa merupakan sisitem tanda (signifie dan signifiant) yang arbitrer dan konvesional.
Maksudnya berdasarkan cirri tanda, bahasa pada dasarnya merupakan paduan dua unsure
yaitu signified an signifiant. Signifie adalah unsur bahasa yang berada dibalik tanda yang
berupa konsep dinalik sang penutur atau disebut juga makna. Sedangkan significant adalah
wujud fisik atau hanya yang berupa bunyi ujar.
4. Bahasa merupakan kebiasaan. Berdasarkan system habit, pengajaran bahasa diterapkan
metode drill and practice yakni suatu bentuk latihan yang terus-menerus dan berulang-ulang
membentuk kebiasaan.
5. Kegramatikalan berdasarkan keumuman.
6. Level-level gramatikal ditegakkan secara rapih. Jadi level gramatikal mulai ditegakkan dari
level terndah yaitu morfem sampai level tertinggi berupa kalimat. Urutan tataran
gramatikalnya adalah morfem, kata, frase, klausa, dan kalimat.
7. Analisis dimulai dari bidang morfologi.
8. Bahasa merupakan deret sintakmatik dan paradigmatik.
9. Analisis bahasa secara deskriptif.
10. Analisis bahasa berdasarkan unsure langsung. Unsur langsung adalah unsure yang secara
langsung membentuk struktur tersebut.
Ada beberapa keunggulan dalam aliran ini yang membuat saya menjadi salah satu penganut
pada aliran structural ini yaitu:
a. Aliran ini sukses membedakan grafem dan fonem.
b. Metode drill and practice membentuk keterampilan berbahasa berdasarkan kebiasaan.
c. Kriteria kegramatikalan berdasarkan keumuman sehingga mudah diterima masyarakat
awam.
d. Level kegramatikalan mulai rapih.
e. Berpijak pada fakta sehingga tida mereka-reka data.
Selain itu ada beberapa kelamahan yang terdapat pada aliran ini, yaitu:
a. Bidang morfologi dan sintaksis dipisahkan secara tegas.
b. Metode drill and practice sangat memerlukan ketekunan, kesabaran, dan sangat
menjemukan.
c. Proses berbahasa meupakan proses rangsang-tanggap berlangsung secara fisis dan
mekanisme padahal bukan mesin.
d. Kegramatikalan berdasarkan kriteria keumuman, suatu kaidah yang salah pun bisa
menjadi benar jika dianggap umum.
e. Faktor historis sama sekali tidak diperhitungkan dalam anilisis bahasa.
f. Objek kajian terbatas sampai level kalimat, tidak menyentuh aspek komunikatif.

Dalam menganalisis nanti penulis akan membahas tentang frasa, kalimat dalam segi
morfologi sintaksis yang berjudul “ struktur bahasa dalam aliran struktural”