Anda di halaman 1dari 15

Kelas A Psikologi Kepribadian II

Kamis, 20 September 2018

Pendekatan Humanistik
Abraham Maslow

D
I
S
U
S
U
N
OLEH :

Kelompok 6

Kinanti Arisandi 171301031


Dwi Tri Saprianti 171301032
Ika Febri Khairawan 171301033
Rizka Hadiyani Putri 171301034
Siti Samsidar Lubis 171301036

Fakultas Psikologi
Universitas Sumatera Utara
Ganjil 2018/2019
i
Kata pengantar

Puji syukur kami penjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang atas rahmat-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Pendekatan Humanisitk
Abraham Maslow”. Dalam Penulisan makalah in, kami merasa masih banyak kekurangan baik
pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan, pengetahuan yang kami miliki
serta kurangnya referensi yang kami gunakan. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat
kami harapkan agar untuk kedepannya kami dapat membuat makalah yang lebih baik lagi.
Kami para penulis (kelompok 6) menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada Dosen
kami yang telah memberikan arahan kepada kami, sehingga kami dapat memberikan hasil diskusi
kami mengenai Pendekatan Humanistik Abraham Maslow pada makalah ini.

Medan,September 2018

Penulis

ii
Daftar Isi
Kata pengantar ........................................................................................................................................ii
A. SEJARAH TOKOH.................................................................................................................... 1
Inferiority feelings and compensation ............................................................................................ 1
From Monkeys to Self-Actualization ............................................................................................. 1
B. DEFINISI KEPRIBADIAN ....................................................................................................... 2
C. STRUKTUR KEPRIBADIAN ................................................................................................... 2
Characteristic of Needs................................................................................................................... 3
Psychological needs........................................................................................................................ 4
Safety needs .................................................................................................................................... 4
Belongingness and love needs ........................................................................................................ 5
Self esteem needs ........................................................................................................................... 6
Self actualization needs .................................................................................................................. 6
Cognitive needs .............................................................................................................................. 6
D. THE STUDY OF SELF-ACTUALIZERS ................................................................................. 7
E. PSIKOPATOLOGI..................................................................................................................... 9
F. QUESTIONS OF HUMAN NATURE..................................................................................... 10
G. ASSESMENT ........................................................................................................................... 11
Daftar Pustaka ...................................................................................................................................... 12

iii
A. SEJARAH TOKOH

Inferiority feelings and compensation


Abraham Maslow lahir di Brooklyn pada tahun 1908, merupakan anak paling tua dari tujuh
bersaudara. Orang tuanya merupakan imigran yang berasal dari Rusia. Masa kecil Maslow
kurang bahagia. Keluarganya miskin, dan ibunya adalah sosok yang mengerikan baginya.
Terisolasi dan merasa tidak bahagia, ia hidup tanpa teman dan kasih sayang dari orang tua.
Maslow mempunyai hubungan yang buruk dengan ibunya, karena ibunya sering
memarahi dan menghukumnya. Bahkan ketika ibunya meninggal, ia menolak untuk hadir
dalam pemakaman ibunya. Maslow merasa berbeda dengan anak-anak lainnya. Ia mempunyai
fisik yang kurus dan hidung yang besar, dan ketika remaja ia mengalami inferiority complex.
Ia berusaha mengkompensasi kekurangan fisiknya itu dengan mengembangkan
kemampuan atletiknya. Namun ketika ia tidak sukses dalam bidang atletik tersebut, ia
mengalihkannya terhadap buku. Perpustakaan menjadi latar belakang di masa kecil dan masa
remajanya, dengan membaca membuatnya merasa puas dan tidak lagi merasa kesepian. Ia pergi
ke perpustakaan yang ada di dekat rumahnya pada pagi hari saat perpustakaan tersebut masih
tutup, dan menunggu di depan pintu perpustakaan itu sampai buka. Ia juga datang ke sekolah
satu jam sebelum kelas dimulai, dan gurunya melihatnya duduk di ruangan kosong sambil
membaca buku sendirian.
Ia masuk ke City College of New York, dan memulainya dengan jurusan Hukum seperti
yang diinginkan oleh ayahnya, tetapi ia tidak menyukai jurusan tersebut karena tidak sesuai
dengan keinginannya.

From Monkeys to Self-Actualization


Maslow semangat untuk belajar dikarenakan dukungan dari Bertha, sepupunya. Dia
segera meninggalkan rumah, dengan alasan pertama untuk Cornell University dan kemudian
untuk University of Wisconsin, dimana Bertha bergabung dengannya. Mereka menikah ketika
Maslow berusia 20 dan Bertha 19. Pernikahan memberinya perasaan memiliki dan arah. Dia
kemudian mengatakan bahwa kehidupan memiliki sedikit makna baginya sampai ia menikah
dan mulai membuat studinya di Wisconsin.

Maslow menerima gelar Ph.D. dari University of Wisconsin pada tahun 1934 dan
kembali ke New York, untuk sebuah tingkat doktoralnya di bawah EL Thorndike di Universitas
Kolombia, dan kemudian mengajar di Brooklyn College, dan ia tinggal di sana

1
sampai tahun 1951. Ia Mengajar di New York pada tahun 1930-an dan awal 1940-an, Maslow
telah berkesempatan untuk bertemu gelombang emigran yang cerdik yang melarikan diri dari
Nazi Jerman, termasuk Erich Fromm, Karen Horney,dan Alfred Adler.

Pada tahun 1941, ketika Amerika Serikat memasuki Perang Dunia II, Maslow
menyaksikan parade sesaat setelah serangan terhadap Pearl Harbor. Pengalaman itu mengubah
hidupnya. Dia memutuskan untuk mengabdikan dirinya untuk mengembangkan psikologi yang
akan berurusan dengan cita-cita manusia tertinggi.Dia akan meningkatkan kepribadian
manusia dan menunjukkan bahwa kita dapat menampilkan perilaku yang lebih mulia dari
kebencian, prasangka dan perang.

Dari tahun 1951 sampai 1969, Maslow mengajar di Universitas Brandies,


Massachusetts. Dasar kemungkinan dia pindah ke California untuk mempengaruhi filosofi dari
politik, ekonomi, dan etika, yang akan dihasilkan oleh psikologi humanistik. Pada akhir
hidupnya, Maslow telah menjadi tokoh yang sangat populer baik dalam psikologi dan kalangan
masyarakat umum. Dia menerima banyak penghargaan dan gelar kehormatan dan terpilih
presiden dari American Psychological Association pada tahun 1967. Maslow meninggal pada
tahun 1970 karena serangan jantung, yang dideritanya saat jogging di sekitar kolam renang
nya, latihan yang telah direkomendasikan oleh ahli jantungnya.

B. DEFINISI KEPRIBADIAN

Maslow berpendapat bahwa motivasi manusia disusun ke dalam sebuah hirarki kebutuhan
yaitu suatu susunan kebutuhan yang sistematis. Kebutuhan dasar harus dipenuhi sebelum
kebutuhan dasar lainnya dipenuhi. Kebutuhan ini bersifat instinktif yang mengakibatkan atau
mengarahkan perilaku manusia. Meskipun kebutuhan itu bersifat instinktif, namun perilaku
yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan tersebut sifatnya dapat dipelajari, sehingga
terjadi variasi perilaku dari setiap orang dalam cara memuaskannya.

C. STRUKTUR KEPRIBADIAN

Maslow mengusulkan suatu hierarchy of five innate needs (hirarki akan lima
kebutuhan intrinsik) yang mengaktifkan dan melangsungkan perilaku manusia (Maslow,
1968, 1970b). Hierarchy of five innate needs adalah suatu susunan dari kebutuhan intrinsik,
dari yang terkuat ke yang terlemah, yang mengaktifkan dan melangsungkan perilaku.
Kelimanya merupakan psychological needs, safety needs, belongingness and love needs,
esteem needs, dan self actualization needs.
2
Need for self -
actualization

Esteem needs (from


self and others)

Belongingness and love needs

Safety needs: security, order, and stability

Psychological needs: food, water, and sex

Maslow menjelaskan kebutuhan-kebutuhan tersebut sebagai instinctoid (istilah


Maslow untuk kebutuhan intrinsik di dalam teori hirarkinya akan kebutuhan), yang mana
artinya mereka memiliki komponen hereditas. Bagaimanapun, kebutuhan-kebutuhan tersebut
dapat terpengaruh atau digantikan dengan pembelajaran, ekspektasi sosial, dan ketakutan
akan penolakan. Walaupun kita dilengkapi dengan kebutuhan tersebut sejak lahir, perilaku
yang kita gunakan untuk memuaskan kebutuhan dipelajari dan terdapat beragam subjek dari
satu orang ke orang yang lainnya. Kebutuhan tersebut diatur dalam urutan dari yang terkuat
ke yang terlemah. Kebutuhan yang rendah setidaknya harus dipuaskan sebagian sebelum
kebutuhan yang tertinggi muncul. Misalnya, orang yang lapar tidak memikirkan kebutuhan
mereka untuk menjaga harga diri. Mereka menjadi sibuk dengan memuaskan psychological
needs dengan makanan, tidak dengan memperoleh izin dan harga diri dari orang lain. Itu
hanya berlaku saat orang-orang memiliki makanan yang seimbang dan memiliki
perlindungan, dan saat istirahat, sisa dari kebutuhan terendah akan terpuaskan, bahwa mereka
dimotivasi oleh peringkat tertinggi dalam hirarki.

Pada umumnya, hanya satu kebutuhan yang akan mendominasi kepribadian


seseorang. Orang akan bergantung pada bagian mana mereka yang akan merasa puas. Orang
yang bergantung pada karier mereka dan tidak lagi memiliki dorongan dalam jangka waktu
yang lama, atau bahkan khawatir akan kondisi psikologikal mereka dan keinginan untuk
safety. Orang-orang sukses lebih suka untuk menjadi termotivasi oleh kebutuhan untuk harga
diri atau perubahan. Mundurnya kegiatan ekonomi menyebabkan beberapa orang kehilangan
pekerjaan mereka, rasa aman mereka dan psychological needs-nya yang mungkin akan
memunculkan prioritas kebutuhan yang diutamakan.

Characteristic of Needs

3
Maslow menjelaskan beberapa karakterisik dari kebutuhan:

 Semakin rendah kebutuhan di dalam hirarki, semakin besar pula kekuatan, potensi,
dan prioritasnya. Kebutuhan tertinggi adalah kebutuhan yang terlemah.
 Kebutuhan yang lebih tinggi muncul di kemudian hari. Kebutuhan fisiologis dan
keamanan muncul di masa bayi. Belongingness dan self esteem muncul saat masa
remaja. Self actualization needs tidak muncul sampai masa paru baya.
 Karena kebutuhan yang lebih tinggi kurang diperlukan untuk kelangsungan hidup
aktual, sehingga kepuasan mereka dapat ditunda.
 Meskipun kebutuhan yang lebih tinggi kurang diperlukan untuk bertahan hidup, tetapi
mereka berkontribusi terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan. Kepuasan
terhadap kebutuhan yang lebih tinggi akan meningkatkan kesehatan dan umur
panjang.
 Kepuasan terhadap kebutuhan yang lebih tinggi juga bermanfaat secara psikologis
yaitu dapat menyebabkan kebahagiaan dan kepuasan.
 Kepuasan akan kebutuhan yang lebih tinggi membutuhkan keadaan eksternal yang
lebih baik (sosial, ekonomi, dan politik) daripada kepuasan akan kebutuhan yang
rendah.
 Suatu kebutuhan tidak harus dipenuhi sepenuhnya sebelum kebutuhan berikutnya
dalam hirarki menjadi penting. Maslow mengusulkan persentase kepuasan menurun
untuk setiap kebutuhan.

Psychological needs

Bila kebutuhan dasar akan makanan dan tempat berlindung tidak terpenuhi, maka
kebutuhan yang lebih tinggi, seperti penghargaan dan aktualisasi diri akan menjadi kurang
penting. Kebutuhan fisiologis memiliki dampak pribadi yang lebih besar sebagai kekuatan
yang memotivasi dalam budaya di mana kelangsungan hidup dasar tetap menjadi perhatian
sehari-hari. Karena kebutuhan yang telah memuaskan tidak lagi berfungsi untuk memotivasi
perilaku, setidaknya kebutuhan fisiologis memainkan peran bagi kebanyakan orang.

Safety needs
Maslow percaya bahwa kebutuhan rasa aman biasanya merupakan dorongan penting
bagi bayi dan orang dewasa yang neurotik. Orang dewasa yang sehat secara emosional

4
biasanya kebutuhan rasa amannya terpenuhi yaitu sebuah kondisi yang membutuhkan
stabilitas, keamanan, dan kebebasan dari rasa takut dan cemas. Orang dewasa telah
mempelajari bagaimana cara mencegah rasa takut.

Indikasi lain yang terlihat dari kebutuhan rasa aman pada anak-anak yaitu preferensi
mereka terhadap rutinitas, untuk hidup yang tertib dan dapat diprediksi. Terlalu banyak
kebebasan dan sikap yang permisif menyebabkan tidak adanya struktur dan ketertiban.
Situasi ini cenderung menimbulkan kegelisahan dan ketidakamanan pada anak-anak karena
mengancam keamanan mereka. Beberapa ukuran kebebasan harus diberikan kepada anak-
anak, namun hanya dalam batas kemampuan mereka untuk mengatasinya. Kebebasan ini
harus ditawarkan dengan bimbingan karena anak-anak belum mampu mengarahkan tingkah
lakunya sendiri dan menerima konsekuensinya.

Orang dewasa yang neurotik dan gelisah juga membutuhkan struktur dan ketertiban
karena kebutuhan rasa aman mereka masih mendominasi kepribadian mereka. Orang yang
neurotik secara kompulsif menghindari pengalaman baru. Mereka mengatur dunianya agar
bisa diprediksi, menganggarkan waktu dan mengatur harta milik mereka.

Maslow menunjukkan bahwa walaupun kebanyakan orang dewasa yang normal telah
memenuhi kebutuhan rasa aman, kebutuhan tersebut mungkin masih berdampak pada
perilaku. Banyak dari kita memilih hal yang bisa diprediksi untuk hal yang tidak diketahui.
Itulah sebabnya kita menabung untuk masa depan, membeli asuransi, dan memilih untuk
tetap dalam pekerjaan yang aman daripada mengambil risiko usaha baru. Namun, kebutuhan
rasa aman tidak terlalu menjadi motiv bagi orang dewasa yang sehat.

Belongingness and love needs

Setelah kebutuhan fisiologis dan rasa aman kita cukup memuaskan, maka muncul lah
kebutuhan akan rasa memiliki dan dicinta. Kebutuhan belongingness and love needs dapat
diekspresikan melalui hubungan dekat dengan teman, kekasih, atau pasangan, atau melalui
hubungan sosial dalam suatu kelompok. Tidak terpenuhinya love needs dapat menyebabkan
ketidakstabilan emosional. Setiap orang ingin mempunyai hubungan yang hangat dan akrab,
bahkan mesra dengan orang lain. Ia ingin mencintai dan dicintai. Setiap orang butuh menjadi
bagian dalam sebuah keluarga, sebuah kampung, suatu marga, dll. Setiap orang yang tidak
mempunyai keluarga akan merasa sebatang kara, sedangkan orang yang tidak sekolah dan

5
tidak bekerja merasa dirinya pengangguran yang tidak berharga. Kondisi seperti ini akan
menurunkan harga diri orang tersebut.

Self esteem needs

Manusia membutuhkan penghargaan dan penghormatan dari orang di sekelilingnya,


seperti rasa harga diri ataupun pengakuan sosial. Ada dua macam kebutuhan akan harga diri.
Pertama, adalah kebutuhan akan kekuatan, penguasaan, kompetensi, percaya diri,
dan kemandirian. Sedangkan yang kedua adalah kebutuhan akan penghargaan dari orang lain.
Orang yang terpenuhi kebutuhannya akan harga diri akan tampil sebagai orang yang percaya
diri, tidak tergantung pada orang lain dan selalu siap untuk berkembang terus untuk
selanjutnya meraih kebutuhan yang tertinggi yaitu aktualisasi diri (self actualization).

Self actualization needs


Kebutuhan tertinggi dalam hierarki Maslow adalah aktualisasi diri. Berkaitan dengan
realisasi penuh terhadap potensi, talenta, dan kemampuan. Meskipun seseorang telah
memenuhi semua kebutuhan lain dalam hierarki, tetapi jika dia tidak mengaktualisasikan
dirinya sendiri, maka dia akan merasa resah, frustrasi, dan tidak puas.

Proses pengaktualisasi diri terjadi ketika seseorang mampu memaksimalkan


kemampuan pribadi dan mencapai perkembangan kepribadian sepenuhnya. Aktualisasi diri
tidak terbatas pada kreatif dan intelektual yang super seperti musisi, seniman, dan
astrofisikawan. Yang penting ialah memenuhi potensi diri sendiri pada tingkat tertinggi,
apapun usaha yang dipilih seseorang.

Kondisi berikut diperlukan agar kita dapat memenuhi kebutuhan aktualisasi diri:
■ Kita harus bebas dari hambatan yang dipaksakan oleh masyarakat dan oleh diri kita sendiri.
■ Kita tidak boleh terganggu oleh kebutuhan yang lebih rendah.
■ Kita harus aman dalam citra diri kita dan dalam hubungan kita dengan orang lain; kita
harus bisa mencintai dan dicintai sebagai gantinya.
■ Kita harus memiliki pengetahuan yang realistis tentang kekuatan dan kelemahan kita,
kebajikan dan keburukan kita.

Cognitive needs
Cognitive needs merupakan kebutuhan bawaan lahir untuk tahu dan mengerti dimana
kebutuhan untuk tahu lebih besar daripada untuk mengerti.

6
Kebutuhan untuk mengetahui dan memahami muncul pada akhir masa bayi dan
kanak-kanak awal hal ini diungkapkan oleh anak-anak sebagai rasa ingin tahu alami. Karena
kebutuhan itu bawaan, mereka tidak harus diajar, tapi tindakan orang tua dan guru bisa
menghambat rasa penasaran spontan anak. Gagal memuaskan cognitive needs berbahaya dan
menghambat perkembangan dan fungsi kepribadian.
Hirarki kebutuhan kedua ini tumpang tindih dengan lima hierarki kebutuhan.
Mengetahui dan memahami adalah dasar untuk berinteraksi dengan lingkungan itu dengan
cara yang sehat secara emosional, matang untuk memenuhi kebutuhan fisiologis,
keselamatan, cinta, penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri. Tidak mungkin untuk
menjadi aktualisasi diri jika kita gagal memenuhi kebutuhan untuk mengetahui dan
memahami.

D. THE STUDY OF SELF-ACTUALIZERS

Perbedaan antara self-actualizers dengan orang lain pada umumnya terletak pada
motivasi dasarnya. Maslow mengungkapkan tipe yang berbeda dari motivasi untuk
pengaktualisasian diri yang disebut metamotivation (B-Motivation atau Being). Penambahan
awalan “meta” yang berarti “melampaui atau di luar jangkauan” mengindikasikan bahwa
metamotivation merupakan motivasi yang berbeda dari pengertian motivasi yang selama ini
dipahami dalam psikologi.

 Metamotivation
Metamotivation adalah motivasi pengaktualisasian diri, yang mana melibatkan
pemaksimalan potensi individu daripada berjuang untuk objek tujuan tertentu. Maslow
menggambarkan orang-orang yang bukan pengaktualisasi diri sebagai orang-orang dalam
kondisi D-Motivation atau Deficiency. D-Motivation melibatkan usaha untuk sesuatu yang
spesifik untuk menutupi sesuatu yang kurang dalam diri kita. D-Motivation digunakan dalam
kebutuhan fisiologis (physiological needs) seperti rasa lapar, kebutuhan atas rasa aman (needs
for safety), rasa memiliki, cinta dan dihargai (esteem).

Self-actualizers berfokus untuk memenuhi potensinya dan dengan mengenali serta


mengerti lingkungannya. Dalam keadaan metamotivation-nya, mereka bertujuan untuk
memperkaya hidup mereka dengan bertindak untuk meningkatkan ketegangan untuk
mengalami berbagai peristiwa yang menstimulasi dan penuh tantangan. Mereka berada dalam

7
keadaan "sedang", secara spontan, alami, dan sukacita mengekspresikan kemanusiaan mereka
sepenuhnya.

Maslow mengajukan daftar metaneeds yang merupakan arah dari perkembangan self-
actualizers. Metaneeds adalah keadaan suatu perkembangan atau proses menjadi, bukan
merupakan suatu objek tujuan yang spesifik. Kegagalan dalam memuaskan metaneeds dapat
membahayakan dan menghasilkan metapathology, yang dapat menggagalkan perkembangan
kepribadian sepenuhnya. Metapathology mencegah self-actualizers dalam mengekspresikan,
menggunakan dan memenuhi potensinya. Mereka mungkin akan merasa tak berdaya dan
tertekan, tidak dapat menentukan darimana perasaan ini bersumber, serta tidak dapat
mengidentifikasi hal yang bisa meringankan penderitaannya.

Karakteristik Orang yang Mengaktualisasikan Diri (Self-Actualizers)

1. An efficient perception of reality


Para pelaku aktualisasi diri menganggap diri mereka, termasuk orang lain secara jelas
dan objektif, dan tidak berisi prasangka dan praduga.
2. An accceptance of themselves, other, and nature
Para pelaku aktualisasi diri menerima kelebihan dan kekurangan mereka. Mereka juga
meneriman kelemahan dari orang lain dan masyarakat pada umumnya.
3. A spontaneity, simplicity, and naturalness
Perilaku dari para pelaku aktualisasi diri itu terbuka, jujur, dan alami. Pelaku
pengaktualisasi diri biasanya bersifat individualistik dalam pola pikir mereka dan merea
merasa cukup nyaman dengan diri mereka.
4. A focus on problems outside themselves
Para pelaku pengaktualisasi diri memiliki suatu rasa keharusan, komitmen, dimana
mereka mendedikasikan tenaga mereka. Dedikasi ini merupakan persyaratan untuk
aktualisasi diri.
5. A sense of detachment and the need for privacy
Para pelaku pengaktualisasi diri memiliki kualitas pemisahan diri dan mampu
menyendiri tanpa merasa sendirian dan justru merasa relaks dan nyaman ketika sedang
bersama orang lain atau sendirian.
6. A freshness of appreciation

8
Para pelaku aktualisasi diri memiliki kemampuan untuk mempersepsikan dan
merasakan lingkungan sekitar mereka dengan suatu rasa kesegaran, kekaguman dan
keajaiban. Mereka mengapresiasi apa yang mereka miliki dan mensyukurinya.
7. Mytiscal or peak experiences
Para pelaku aktualisasi diri mengetahui kejadian dengan perasaan sukacita yang besar,
bagaikan pengalaman religius yang mendalam yang dapat terjadi dengan aktivitas-aktivitas
yang benar-benar terjadi
8. Social interest
Walaupun mereka sering terganggu oleh perilaku orang lain, para pelaku aktualisasi
diri merasa adanya hubungan saling mengerti terhadap orang lain yang muncul bersamaan
dengan keinginan untuk menolong orang-orang tersebut.
9. Profound interpersonal relations
Walaupun lingkaran pertemanan mereka tidak besar, para pelaku aktualisasi diri
memiliki pertemanan yang mendalam dan tahan lama. Mereka cenderung berteman dengan
orang-orang yang punya kualitas diri yang menyerupai diri mereka.
10. A democratic character structure
Para pelaku aktualisasi diri memiliki sifat toleran dan mampu menerima kepribadian
dan perilaku dari orang lain.
11. Creativeness
Para pelaku aktualisasi diri adalah orang-orang yang kreatif dan memiliki daya temu
yang tinggi, dan memiliki originalitas dalam pekerjaan mereka dan hal-hal lainnya dalam
hidup mereka.
12. Resistance to enculturation
Para pelaku aktualisasi diri memiliki sifat berdiri sendiri, independen, dan percaya
diri. Mereka merasa bebas untuk menolak tekanan-tekanan sosial, maupun kultural yang
menuntut mereka untuk berpikir dan berperilaku dengan cara-cara tertentu.

E. PSIKOPATOLOGI

Kegagalan Mengaktualisasikan Diri

Sebagai need tertinggi pada hierarki, aktualisasi diri merupakan potensi yang terakhir.
Need ini dapat dengan mudah dicampuri atau dihalangi. Pada tingkatan yang lebih bawah,

9
kondisi ekonomi juga akan dapat membuat sulitnya memenuhi kebutuhan fisiologis dan
keamanan, sehingga aktualisasi diri dapat dikatakan tidak terlalu penting.

Kecukupan akan kasih sayang pada masa kanak-kanak merupakan prasyarat untuk
aktualisasi diri. Jika anak-anak merasa aman dan nyaman pada masa awal kehidupan, mereka
akan mengingatnya atau merasakannya pada masa dewasa. Tanpa cukupnya kasih sayang
orang tua, keamanan dan harga diri pada masa kanak-kanak, maka akan sulit untuk mencapai
aktualisasi diri pada masa dewasa. Jonah Complex, yaitu ketakutan yang memaksimalkan
potensi kita yang akan menunjukkan kita pada situasi dimana kita tidak bisa mengatasinya.

Proses aktualisasi memerlukan usaha, disiplin, dan kontrol diri. Self-actualizer mencoba
dan menantang diri mereka secara kostan dengan cara meninggalkan rutinitas yang aman dan
sikap dan kelakuan yang sudah biasa.

F. QUESTIONS OF HUMAN NATURE

Pandangan Maslow tentang kepribadian humanistik adalah ia memusatkan perhatian


pada kesehatan psikologis daripada penyakit, pertumbuhan bukan stagnasi, kebajikan dan
potensi . Dia memiliki rasa percaya diri yang kuat terhadap kemampuan untuk membentuk
kehidupan dan masyarakat.

Dari beberapa bayi yang lahir sehat dan yang lainnya tidak sehat, ada yang pintar dan
ada yang bodoh, ada yang cantik ada juga yang jelek .itu bukan sesuatu yang bisa kita
rencanakan, semua sudah ditentukan. Itu adalah pembatasan kehendak, tanggung jawab, dan
menjadi agen aktif dalam kehidupan. Kita memiliki kemauan bebas untuk memilih cara

10
terbaik untuk memenuhi kebutuhan dan mengaktualisasikan potensi diri. Kita bisa
menciptakan aktualisasi diri atau menahan diri untuk tidak mencapai keadaan pencapaian
tertinggi itu. Dengan demikian, kita bertanggung jawab atas tingkat perkembangan
kepribadian yang kita capai.

Meskipun kebutuhan Hierarki Maslow bersifat bawaan, perilaku yang dengannya kita
puas untuk mempelajarinya. Oleh karena itu, kepribadian ditentukan oleh interaksi hereditas
dan lingkungan, variabel personal dan situasional.

Maslow memberatkan keunikan dari kepribadian manusia. Kebutuhan dan motivasi


kita adalah universal, akan tetapi cara dimana kebutuhan dipuaskan bervariasi dari orang ke
orang karena tingkah laku tersebut dipelajari.

Maslow menyadari pentingnya pengalaman masa kanak-kanak awal dalam dalam


membina atau menghambat perkembangan masa dewasa, tapi dia tidak mempercayai bahwa
kita adalah korban dari pengalaman. Kita punya potensi lebih daripada yang kita sadari untuk
mengatur hidup dan kehidupan sosial untuk menjadi bahagia dan produktif.

Dia membantah bahwa nature kita pada dasarnya baik, sopan, dan ramah, akan tetapi dia
tidak menyangkal adanya kejahatan. Maslow berpikir bahwa kejahatan bukan bagian
keturunan dan nature manusia tetapi hasil dari lingkungan yang tidak layak. Keoptimisannya
diekspresikan dalam kepercayaan bahwa masing-masing kita bisa memenuhi potensi diri kita
yang sangat banyak.

G. ASSESMENT

Personal Orientation Inventory (POI), sebuah kuesioner self-report yang terdiri dari 150
pasang pernyataan, dikembangkan oleh psikolog Everett Shostrom untuk mengukur
aktualisasi diri (Shostrom, 1964, 1974). Orang yang mengikuti tes harus menunjukkan
pasangan masing-masing mana yang lebih sesuai untuk mereka.

POI dinilai untuk dua skala besar dan 10 subskala. Skala utama adalah kompetensi waktu,
yang mengukur sejauh mana kita hidup di masa sekarang, dan inner directedness, yang
menilai seberapa banyak kita bergantung pada diri kita sendiri daripada orang lain untuk
penilaian dan nilai.

(Schultz & Schultz, 2005)

11
Daftar Pustaka

Schultz & Schultz. (2005). Theories of Personality. USA: Thomson : Wadsworth.

12