Anda di halaman 1dari 2

INJEKSI DENGAN METODE INFILTRASI

No. Dokumen : SOP/UGD/029/2016


No. Revisi :0
SOP
Tanggal Terbit : 02 Januari 2016
Halaman : 1/2

UPT PUSKESMAS dr. Rini Sulistyoasih


BALONGPANGGANG NIP: 19760301 200604 2013

1. Pengertian Injeksi dengan metode infiltrasi adalah suatu teknik penyuntikan obat
anastesi dengan menyuntikkannya ke permukaan tulang pada regio yang
akan dianastesi secara local
2. Tujuan Sebagai acuan dalam proses anestesi lokal, sehingga bisa dilakukan dengan
baik dan benar
3. Kebijakan Keputusan Kepala Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Balongpanggang
Nomor 445/1094/437.52.21/2015 Tentang Pelayanan Klinis Di Puskesmas
4. Referensi Buku standar pelayanan medis kedokteran gigi indonesia
Departemen Kesehatan Republik Indonesia 2002
5. Prosedur A.Pasien datang , petugas memastikan identitas pasien
B.Petugas melakukan anamnesa
C.Petugas melakukan pemeriksaan gigi
D.Petugas menentukan diagnosa
E.Petugas menentukan rencana tindakan pencabutan
F.PROSEDUR PELAKSANAAN INJEKSI INFLTRASI:
1. Petugas menyiapkan Obat anestesi 2 cc dalam spuit
2. Mukosa daerah yang akan disuntik diulas dengan povidone iodine
10%.
3. Memakai kapas kecil dengan pinset
4. Jarum spuit disuntikkan pada daerah mukobukal/mukolabial, lingual,
atau palatal sampai menyentuh tulang
5. Setelah disuntikkan Dilakukan aspirasi, jika tidak didapatkan darah,
maka cairan anastesi dideponir sebanyak 1 - 1,5 cc pada daerah
mucobukal atau mucolabial fold, dan 0,5 cc kebagian lingual/palatal.
Kemudian jarum dikeluarkan
6. Setelah proses anestesi selesai, pasien berkumur dan ditunggu sampai
efek dari obat anestesi yaitu rasa tebal dan tidak adanya nyeri saat
dilakukan rangsang nyeri pada daerah yang dianestesi.
6. Diagram Alir
Pasien Datang

Anamnesa

Periksa

Siapkan alat & bahan ( obat+spuit)

Masukkan obat anestesi dalam spuit

Olesi pada daerah pencabutan

Penyuntikan sampai menyentuh tulang

Aspirasi

Deponir 1-1,5 cc mucobucal/mucolabial


dan 0,5 cc pada lingual/palatal

Keluarkan Jarum

7. Unit Terkait Poli Gigi