Anda di halaman 1dari 9

Tugas Ujian Tengah Semester Kapita Selekta

Pembuatan Usaha Semen Eceran

Dosen Pembimbing:
Yongki W. Alamsyah

Disusun oleh:

Mohammad Anantya Risanji (051001400059)

JURUSAN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

UNIVERSITAS TRISAKTI

JAKARTA

2018
Pendahuluan

1.1. Latar Belakang


Kewirausahaan (entrepreneur) merupakan persoalan penting di dalam
perekonomian suatu bangsa yang sedang berkembang. Kemajuan atau kemunduran
ekonomi suatu bangsa sangat ditentukan oleh keberadaan dan peranan dari kelompok
wirausahawan ini. Tidak ada satu bangsa di dunia ini yang mampu menjadi negara maju
tanpa ditopang oleh sejumlah pemuda dan masyarakat yang berwirausaha. Di negara-
negara maju baik di Benua Eropa maupun Amerika Serikat, setiap sepuluh menit lahir
wirausahawan baru (Saiman, 2009: 22). Pertumbuhan wirausaha ini membawa
peningkatan perekonomian yang luar biasa bagi suatu negara, sehingga semakin banyak
suatu negara memiliki wirausaha maka semakin meningkat perekonomiannya.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014 jumlah
pengangguran di Indonesia pada bulan Agustus 2014 mencapai 7,2 juta orang dengan
tingkat pengangguran terbuka (TPT) cenderung meningkat dimana TPT Pada 2 bulan
Agustus sebesar 5.94% naik dari TPT bulan Februari sebesar 5.70(data dari website
bps.go.id). Tingginya angka pengangguran terdidik ini salah satunya disebabkan karena
sebagian besar lulusan perguruan tinggi lebih memilih untuk mencari pekerjaan bukan
sebagai pencipta lapangan pekerjaan. Fakta tingginya angka pengangguran terdidik dari
kalangan perguruan tinggi membuat pemerintah harus segera mengambil kebijakan.
Niat dan keberanian dalam mengambil risiko adalah modal utama dalam
membuka usaha baru. Namun keberanian tanpa disertai dengan kemampuan
berwirausaha seringkali menjerumuskan kedalam situasi kegagalan yang
berkepanjangan. Sistem permodal yang sulit sebagai faktor dalam munculnya wirausaha
baru.
Sebagai lulusan teknik sipil memiliki lingkup yang sangat luas dalam melakukan
usaha baru. Tetapi harus mengetahui celah dan peluang yang harus kita lakukan. Karena
tidak dapat di pungkiri sudah banyak pengusaha besar dalam dunia teknik sipil. Dengan
mengikuti filosofi pedagang klontong yang menjual rokok secara eceran bisa digunakan
untuk membuat usaha baru. Berlum terdapatnya penjual semen eceran yang berada
dipasaran.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan penjabaran dari latar belakang. Maka dari itu, makalah akan dititik
beratkan untuk menjawab rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa itu semen ?
2. Bagaimana mekanisme dalam membangun usaha dari semen eceran?
3. Bagaimana pengembangan bisnin semen eceran kedepannya?

1.3. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan, maka tujuan penelitian yang
diharapkan dapat tercapai adalah:
1. Mengetahui tentang semen
2. Mengetahui mekanisme wirausaha semen eceran
3. Mengetahui berkembangnya bisnis kedepannya
Pembahasan

3.1. Wirausaha (entrepreneur)


Wirausaha adalah mereka yang bisa menciptakan kerja bagi orang lain. Definisi
ini mengandung asumsi bahwa setiap orang yang mempunyai kemampuan normal dapat
menjadi wirausaha dengan syarat mau dan mempunyai kesempatan untuk belajar dan
berusaha. Berwirausaha melibatkan dua unsur pokok, yaitu peluang dan kemampuan
menanggapi peluang. Dimana ornag yang berusaha disebut entrepreneurship.

3.2. Semen (Portland)

2.2.1 Pengertian Semen


Semen berasal dari bahasa latin caementum yang berarti bahan perekat. Semen
adalah perekat atau lem , yang bisa merekatkan bahan-bahan material lain seperti batu
bata dan batu koral hingga bisa membentuk sebuah bangunan. Sedangkan pengertian
secara umum semen diartikan sebgai bahan perekat yang memiliki sifat mampu
mengikat bahan-bahan padat menjadi satu kesatuan yang kompak dan kuat.

2.2.2 Kandungan Kimia Semen


Bahan kimia utama penyusun semen adalah kalsium silikat (xCaO.SiO2),
kalsium sulfat (CaSO4.xH2O) dan bahan tambahan lain (Mineral in component) yang
akan berperan sebagai cement filler. Dimana mineral kalsium silikat (xCaO.SiO2)
bersifat sangat hidrolis, di dalam industri semen mineral – mineral penyusun semen
diistilahkan sebagai C3S, C2S, C3A dan C4AF yang berarti :
C3S = 3CaO.SiO2
C2S = 2CaO.SiO2
C3A = 3CaO.Al2O3
C4AF = 4CaO.Al2O3.Fe2O3
Inilah yang membuat industri semen berbeda dengan industri kimia pada umumnya,
dimana pada industri kimia lain C dipakai untuk Carbon, S untuk Sulfur, dan F untuk
Fluoro sedangkan pada industri semen diapaki hanya untuk kemudahan dalam
pelafalan.
Setiap mineral penyusun semen tersebut, memiliki peran dan fungsi masing – masing
terhadap sifat semen. Berikut fungsi dari masing – masing material,

Tentu saja persentase untuk tiap material tersebut akan berbeda tergantung dari jenis
semen yang di produksi dan kondisi operasi tiap – tiap pabrik semen yang berbeda –
beda, tetapi secara umum range persentase untuk tiap material diberikan sebagai
berikut,

Sedangkan bila kita amati dengan menggunakan mikroskop, maka perbedaan fisis antar
mineral pada semen akan terlihat seperti berikut,

4.

5.
2.3.1 Jenis Semen Campur
1. Portland Composite Cement (PCC)
Kegunaan Portland Composite (PCC) ini secara luas adalah bahan pengikat untuk
konstruksi beton umum, pasangan batu bata, beton pra cetak, beton pra tekan, paving
block, plesteran dan acian, dan sebagainya.
2. Super Portland Pozzolan Composite Cement (PPC)
Kegunaan super portland pozzolan composite cement diantaranya adalah sebagai
konstruksi beton massa, konstruksi di tepi pantai dan tanah rawa yang harus memiliki
ketahanan terhadap sulfat, tahan hidrasi panas sedang, pekerjaan pasangan dan
plesteran.
3. Semen Putih ( white portland cement)
Kegunaan semen putih diaplikasikan untung lapisan keramik hingga dekorasi
interior dan eksterior bangunan. Merek yang beredar dipasaran adalah Semen Tiga
Roda, Plamur Kingkong, Semen Putuh Cap Gajah dan Semen Putih Panda.
4. Semen Acian Putih/Mortar TR30
Katarekteristik semen acian putih atau mortar TR30 ialah memiliki daya rekat yang
tinggi dan dapat menghasilkan permukaan acian yang lebih halus.

2.3. Wirausaha Semen Eceran


Usaha ini mengambil filosofi toko kelontong yang berjualan rokok. Dimana
banyak supermarket juga yang menjual rokok tetapi kelebihan toko kelontong ini dapat
membeli secara ecer sesuai dengan kebutuhan dari pembeli ini sendiri. Sehingga muncul
untuk membuat sebuah kemasan semen yang bisa untuk di ecer. Diharapkan pembeli
tidak terdapat sisa yang menumpuk saat proses konstruk suatu bangunan

2.3.1 Mekanisme Usaha


2.3.1.1. Produk Semen
Pertama kita bisa dapatkan produk semen dari yang dijual dipasaran. Semisal
kita membeli semen dengan merek tiga roda ata semen padang dengan jumlah yang
banyak dan langsung ke distributornya. Dengan tujuan kita mendaptkan harga yang
lebih murah di pasaran. Kita juga harus memiliki kemasan yang berukuran 2 kg, 4kg
dan 8kg,. Dikarenakan yang dijual dipasaran semen dengan 1 sack 40 kg.

2.3.1.2. Pemasaran Semen


Semen yang di kemas secara rapih sudah siap untuk dipasarkan. Pasar yang
dituju yaitu proyek konstruksi menengah kebawah, seperti pembangunan atau perbaikan
rumah dan ruko. Untuk barangnya sendiripun bisa kita titipkan ke toko bangunan yang
terdapat daerah jabodetabek terlebih dahulu. Selain itu dimana zaman sekarang sudah
memasuki zaman digital atau serba terhubung dengan internet. Kita bisa juga
memasarkan lewat e-commerce seperti tokopedia dan bukalapak. Kaerena pola manusia
zaman sekarang berubah ingin apapun secara simple

2.3.1.3. Harga Semen


Untuk semen dengan 1 sackdengan berat 40 Kg biasanya harga dipasaran itu
sekitaran ± Rp 57.000,- sehingga dapat diambil harga ± Rp 1.425,- /kg. Sehingga kita
bisa menjual Rp 2.500,- /kg.. karena dalam menjual secara eceran bisa dibilang
harganya lebih mahal akan tetapi dapat memesan secara kebutuhan, sehingga
menimalisir semen yang tidak kepake.
2.3.2 Permodalan
Dalam dunia usaha adalah faktor kunci. Karena tidak ada modal usahapun tidak
akan berjalan. Seperti produk, kemasan dan pemasaran membutuhkan uang untuk
menjalan roda usaha tersebut. Terdapat banyak mekanisme untuk melakukan
permodalan, yaitu: bisa modal orang tua, modal dengan temen dan modal pinjaman dari
bank. Semua permodalan memiliki kelebihan dan kekurangan.
a. Modal orang tua
Dimana memiliki orang tua yang sudah mapan memiliki anugrah sendiri dalam
hidup ini. Modalpun bisa didaptak karena ikatan darah. Permodalan yang berasal
dari orang tua ini belum bisa digunakan untuk semua kalangan pengusaha baru.
b. Modal sharing dengan teman
Dimana ini banyak mekanisme untuk mengakses modal ini. Karena harus
terdapat sebuah perjanjian yang tertera diatas materi agar bersifat legal. Dimana
bisa dengan sistem sharing profit dengan presentase yang sudah di sepakati oleh
kedua belah pihak atau bisa dengan modal pinjaman yang memiliki suku bunga
atau metode yang ringan
c. Modal Pinjaman Bank
Modal pinjaman dibank kita lebih mudah mendapatkannya, akan tetap kita akan
di bebankan bungan setiap bulannya dan pada setiap bulan untuk membayarkan
angsurannya. Untuk bunganya sendiri mengikuti suku bunga internasional.
Sehingga kita dipacu untuk lebih kerja keras, apabila ada suatu bulan tidak dapat
membayarkan akan dilakukan pengambilan aset secara paksa lalu di lelang dan
itulah sangat merugikan
2.4. Pengembangan Usaha Semen Eceran
Pengembangan ini yang langkah selanjutnya untuk mengembangkan bisnis
semen eceran:
a. Membuat Mesin Produksi
Dengan semakin luasnya semen eceran yang dijual dimasyarakat maka perlu
dibuknya pabrik semen baru atau dengan cara melakukan kerja sama dengan
produksi semen yang sudah ada lalu di kemas yang berbeda
b. Membuat Packet Bundling
Dengan melakukan sebuah terobosan membuat sebuah Packet Bundling.
Dimana packetnya terdiri dari 2, yaitu: paket cor dan paket adukan. Didalam
ini paket ini sudah terdapat bahan material yang dibutuhkan seperti semen,
kerikil dan pasir. Sehingga pengguna tidak perlu membeli pasir semen atau
kerikil secara terpisah
Daftar Pustaka

https://bobiandikaputra.wordpress.com/2013/01/08/definisi-semen-secara-umum/

http://www.lamudi.co.id/journal/macam-jenis-semen-dan-fungsi/