Anda di halaman 1dari 4

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Otitis Media Akut (OMA) merupakan penyakit yang sering
dijumpai pada masa anak-anak (Vernacchio et al, 2010). Di Amerika
Serikat, diperkirakan bahwa sekitar 9,3 juta anak-anak mengalami
serangan OMA pada 2 tahun pertama kehidupannya (Berman, 1995).
Insidens tertinggi kasus OMA yang dilaporkan di Amerika Serikat adalah
pada umur 6 sampai dengan 20 bulan (Kerschner, 2009). Menurut Teele
(1991) dalam Commisso et al. (2000), 33% anak akan mengalami
sekurang-kurangnya satu episode OMA pada usia 3 tahun pertama.
Terdapat 70% anak usia kurang dari 15 tahun pernah mengalami satu
episode OMA (Bluestone, 1996).
Faktanya, ditemukan bahwa otitis media menjadi penyebab 22,7%
anak-anak pada usia dibawah 1 tahun dan 40% anak-anak pada usia 4
sampai dengan 5 tahun yang datang berkunjung ke dokter anak. Selain itu,
sekitar sepertiga kunjungan ke dokter didiagnosa sebagai OMA dan sekitar
75% kunjungan balik ke dokter adalah untuk follow-up penyakit otitis
media tersebut (Teele etal., 1989).
Menurut Casselbrant (1999) dalam Titisari (2005), menunjukkan
bahwa 19%hingga 62% anak-anak mengalami sekurang-kurangnya satu
episode OMA dalam tahun pertama kehidupannya dan sekitar 50-84%
anak-anak mengalami paling sedikit satu episode OMA ketika ia mencapai
usia 3 tahun. Di Amerika Serikat, insidens OMA tertinggi dicapai pada
usia 0 sampai dengan 2 tahun, diikuti dengan anak-anak pada usia 5 tahun.
Di Amerika Serikat, antibakteri paling sering dianjurkan sebagai
pengobatan OMA (American Academy of Pediatrics and America
Academy of Family Physicians, 2004). Menurut Stool (1989) yang dikutip
oleh Buchman et al. (2003), efek OMA terhadap keadaan sosioekonomis
juga besar, dengan miliaran dolar dihabiskan setiap tahunnya untuk

1
pengobatan otitis media baik secara obat-obatan maupun bedah. Menurut
Gates (1996) dalam Buchman et al. (2003), diestimasi bahwa OMA
bertanggung jawab atas anggaran sekitar 3,15 miliar dolar setiap tahun,
dimana 1,4 miliar dolar dihabiskan untuk pengobatan kesehatan, dan 1,75
miliar dolar dihabiskan sebagai anggaran keluarga yang berhubungan
dengan penyakit.
Di Indonesia, dari penelitian yang dilakukan di Poli THT sub-
bagian Otologi THT RSCM dan Poli THT RSAB Harapan Kita pada
Agustus 2004 sampai dengan Februari 2005, terhadap 43 orang pasien
yang didiagnosis dengan OMA, sebanyak 30,2% dijumpai pada anak-anak
yang berumur kurang dari 2 tahun. Anak-anak yang berumur 2 sampai
dengan 5 tahun adalah sebanyak 23,3%. Golongan umur 5 sampai dengan
12 tahun adalah paling tinggi yaitu 32,6%. Anak-anak yang berumur 12
sampai dengan 18 tahun adalah 4,7% dan bagi yang berumur 18 tahun ke
atas adalah 9,2% (Titisari, 2005).
Berdasarkan survei awal, tahun 2016 frekuensi pendengaran
khususnya OMA pada usia 1 hari sampai 18 tahun sebanyak 20% dari
seluruh pasien yang berobat ke Poli THT Rumah Sakit Tk II Putri Hijau
Medan. Dari latar belakang tersebut, penulis berminat untuk mengkaji
karakteristik penderita otitis media akut pada anak yang berobat ke Poli
THT Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan pada tahun 2016.

1.2 Rumusan Masalah


Uraian dalam latar belakang masalah di atas memberikan dasar
bagi peneliti untuk merumuskan pertanyaan penelitian yaitu bagaimana
karakteristik penderita OMA pada anak yang berobat ke Poli THT
Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan pada tahun 2016.

2
1.3. Tujuan Penelitian
1.3.1. Tujuan umum
Dari penelitian ini dapat diketahui karakteristik penderita otitis
media akut (OMA) pada anak yang berobat ke Poli THT Rumah Sakit
Tk II Putri Hijau Medan pada tahun 2016.

1.3.2. Tujuan khusus :


1. Untuk mengetahui distribusi frekuensi penderita OMA pada anak
berdasarkan umur 1 hari sampai dengan 18 tahun.
2. Untuk mengetahui distribusi frekuensi penderita OMA pada anak
berdasarkan jenis kelamin.
3. Untuk mengetahui distribusi frekuensi penderita OMA pada anak
berdasarkan stadium OMA.
4. Untuk mengetahui distribusi frekuensi penderita OMA pada anak
berdasarkan sisi telinga yang terkena OMA.

1.4. Manfaat Penelitian


1.4.1. Bagi peneliti
1. Memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan
penelitian.
2. Meningkatkan kemampuan dalam mengaplikasikan pengetahuan
statistik kedokteran ke dalam penelitian.
3. Menerapkan ilmu kedokteran yang dimiliki dan didapat selama
pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera
Utara.
4. Mengembangkan minat dan kemampuan meneliti dalam bidang
penelitian.

3
1.4.2. Bagi masyarakat
1. Sebagai masukan bagi Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan untuk
mengetahui gambaran karakteristik penderita otitis media akut di
kalangan anak.
2. Sebagai masukan bagi Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan, dan
bidang pelayanan kesehatan masyarakat lain, untuk
mengoptimalkan penanganan otitis media akut pada anak.
3. Sebagai masukan bagi orang tua anak-anak penderita OMA, untuk
menjalankan konsultansi dan pengobatan awal terhadap anak-anak,
supaya tidak membawa efek samping buruk.
4. Sebagai masukan bagi penelitian lain dan bahan referensi bagi
perpustakaan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera
Utara, Medan.