Anda di halaman 1dari 3

A.

Definisi
Virus papiloma manusia (HPV) adalah suatu patogen DNA yangmenyebabkan timbulnya
berbagai tumor jinak (kutil) dan beberapa lesipramaligma dan maligna. Sampai saat ini
sudah diketahui lebih dari 100 subtipe HPV, dengan 33 diantaranya diketahui menginfeksi
saluran genital. Infeksi HPVd a p a t m e n y e b a b k a n k a n k e r s e r v i k s , p e n i s d a n a n u s .
Penularan HPV genitalhampir semata-mata melalui hubungan kelamin,
walaupun autoinokulasi danpenularan melalui fomite juga dapat terjadi.
I n f e k s i d a p a t d i t u l a r k a n k e p a d a neonatus saat persalinan. Faktor resiko terbesar
untuk timbulnya HPV adalahjumlah pasangan seks. Merokok, pemakaian kontrasepsi oral
(KO), dan kehamilantampaknya meningkatkan kerentanan terhadap infeksi HPV.
B. Etiologi
Human Papillomavirus (HPV) diidentifikasi sebagai penyebab kondiloma akuminata.
Kondiloma adalah kutil yang berlokasi di area genital (uretra, genitaldan rektum). Kondiloma
merupakan penyakit menular seksual dan berpengaruhburuk bagi kedua pasangan.
Masa inkubasi dapat terjadi sampai beberapa bulantanpa tanda dan gejala penyakit.
Biasanya lebih banyak selama masa kehamilan d a n k e t i k a t e r j a d i p e n g e l u a r a n
cairan yang berlebihan dari vagina. Meskipunsedikit, kumpulan bunga kol
b i s a b e r k e m b a n g d a n s e b a g a i a k i b a t n y a a d a l a h akumulasi bahan-bahan purulen
pada belahan-belahan, biasanya berbau tidak sedap warnanya abu-abu, kuning pucat atau
merah muda.Kondiloma akuminata merupakan tonjolan-tonjolan yang berbentuk
bungakol atau kutil yang meruncing kecil yang bertumbuh kembang sampai
membentuk kelompok yang berkembang terus ditularkan secara seksual.
Kondilomaakuminata dijumpai pada berbagai bagian penis atau biasanya didapatkan
melaluihubungan seksual melewati liang rectal disekitar anus, pada wanita dijumpai
padapermukaan mukosa pada vulva, serviks, pada perineum atau disekitar anus

Kondiloma sering kali tampak rapuh atau mudah terpecah, bisa terssebar multifocal
dan multisentris yang bervariasi baik dalam jumlah maupun ukurannya.Lesinya bisa sangat
meluas sehingga dapat menguasai penampakan normal dan anatomi pada genitalia.
Daerah tubuh yang paling umum adalah frenulum, korona,glans pada pria dan daerah introitus
posterior pada wanita.
C. Manifestasi Klinis
Kondiloma akuminata sering muncul disaerah yang lembab, biasanya padapenis, vulva,
dinding vagina dan dinding serviks dan dapat menyebar sampaidaerah perianal,
berbau busuk, warts/kutil memberi gambaran merah muda, flat, gambaran bunga
kolPada pria dapat menyerang penis, uretra dan daerah rektal. Infeksi dapatdormant
atau tidak dapat dideteksi, karena sebagian lesi tersembunyi didalam folikel rambut
atau dalam lingkaran dalam penis yang tidak disirkumsisi.Pada wanita condiloma akuminata
menyerang daerah yang lembab dari labiaminora dan vagina. Sebagian besar lesi timbul
tanpa simptom. Pada sebagiankasus biasanya terjadi perdarah setelah coitus, gatal atau
vaginal dischargeUkuran tiap kutil biasanya 1-2 mm, namun bila berkumpul
sampaiberdiameter 10, 2 cm dan bertangkai. Dan biasanya ada yang sangat kecil sampaitidak
diperhatikan. Terkadang muncul lebih dari satu daerah. Pada kasus yang jarang,
perdarahan dan obstruksi saluran kemih jika virus mencapai saluran uretra.Memiliki riwayat
kehidupan seksual aktif dengan banyak pasangan.
D. Patofisiologi
HPV merupakan kelompok virus DNA double-strand. Sekitar 30 jenis HPVdapat menginfeksi
traktus anogenital. Virus ini menyebabkan lokal infeksi dan m u n c u l s e b a g a i l e s i
k o n d i l o m a p a p i l o m a t o u s . I n f e k s i H P V m e n u l a r m e l a l u i aktivitas seksual.

HPV yang berhubungan dengan traktus genital dibagi dalam


k e l o m p o k resiko rendah dan resiko tinggi yang didasarkana atas genotipe masing-
masing.S e b a g i a n b e s a r k o n d i l o m a g e n i t a l d i i n f e k s i o l e h t i p e H P V- 6 a t a u
H P V- 11 . Sementara tipe 16, 18, 31, 33, 45, 51, 52, 56, 68, 89 merupakan resiko
tinggi.Papiloma virus bersifat epiteliotropik dan reflikasinya tergantung dariadanya epitel
skuamosa yang berdeferensisasi. DNA virus dapat ditemui pada lapisan bawah epitel,
namun struktur protein virus tidak ditemukan. Lapisan basalsel yang terkena ditandai
dengan batas yang jelas pada dermis. Lapisan menjadi hiperplasia (akantosis), pars
papilare pada dermis memanjang. Gambaranhiperkeratosis tidak selalu ada, kecuali
bila kutil telah ditemui pada waktu yang l a m a a t a u p e n g o b a t a n y a n g t i d a k
b e r h a s i l , d i m a n a s t r a t u m k o r n e u m h a n y a mengandung 2 lapisan sel yang
parakeratosis. Koibeytes terpancar – pencar keluar dari lapisan terluar dari kutil genialia.
Merupakan sel skuamosa yang zona matureperinuclear yang luas dibatasi dari peripheral
sitoplasma. Intinya bisa diperluas dan hyperchromasi, 2 atau lebih nuclei / inti bisa terlihat.
Penelitian ultrastrukturalmenunjukkan adanya partikel-partikel virus pada suatu bagian
nuclei sel.Koilositosis muncul untuk menunjukkan kembali suatu efek cytopathic
spesifik dari HPV.
E. Patogenesis
Papillomavirus menyerang epitel gepeng (daerah yang peka infeksi) pada kulitdan
mukosa

inokulasi virus pada sel basal

diferensiasi sel menjadi selkeratinosit

kepekaan sel berubah

memungkinkan virus berkembang secaravegetatif sehingga infeksi menjadi produktif

perubahan morfologi danhiperplasia akibat percepatan proliferasi dan terhambatnya diferensiasi
sel

sifatkelainan yang ada tetap jinak dan ditandai oleh batas yang tegas dengan jaringannormal. Ada
pula yang menjadi displastik dan ditandai oleh atipi inti sel, mitosistak terkontrol dan perubahan
kromosom. Beberapa diantaranya berlanjut menjadikarsinoma dan ditandai oleh invasi sel
ke jaringan sekitarnya ataupun metastase jauh ke organ lain.

Daftar Pustaka
1.
Jawetz, dkk. 1996.
Mikrobiologi Kedokteran Edisi 20
. J a k a r t a : B u k u Kedokteran EGC
2.
Staf Pengajar FK UI. 1994.
Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran
. Jakarta :FK UI
3.
Price, Sylvia A. 2006.
Patofisiologi “ Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit” Jilid II
. Jakarta : Buku Kedokteran EG