Anda di halaman 1dari 7

KONSEP DASAR EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Kamis, 20 September 2018

Oleh : Andi Danu Setiawan


(20700116064)

Sebagai seorang calon pengajar, evaluasi pembelajaran merupakan salah satu


kompetensi yang wajib di miliki. Dengan evaluasi pembelajaran guru dapat
mengetahui sampai sejauh mana penyampaian materi atau tujuan dapat dicapai.
Namun banyak yang tidak mampu mengetahui sejauh mana pemahaman
peserta didik terhadap materi dikarenakan pengajar tidak memahami konsep dasar
evaluasi pembelajaran terkhusus pada ilmu matematika.
Oleh karena itu dalam tulisan ini, akan dibahas mengenai konsep dasar evaluasi
pembelajaran matematika (pengertian, tujuan dan fungsi, ruang lingkup dan
penilaian), agar tidak terjadi kesalahpahaman akan evaluasi pembelajaran itu
sendiri.
1. Pengertian Evaluasi Pembelajaran Matematika
Dalam prosesnya, banyak yang mengartikan evaluasi, pengukuran dan
penilaian dalam satu artian yang sama. Walaupun dalam prosesnya evaluasi
tidak dapat terlepas dari pengukuran serta penilaian dan harus dilakukan
secara berurutan.
Pengukuran adalah suatu proses atau kegiatan untuk menentukan
kuantitas daripada sesuatu. Kata “sesuatu” bisa berarti peserta didik, guru,
gedung sekolah, meja belajar, white board, dan sebagainya. Dalam proses
pengukuran, tentu guru harus menggunakan alat ukur (tes atau non-tes).
Alat ukur tersebut harus standar, yaitu memiliki derajat validitas dan
reliabilitas yang tinggi. Dalam bidang pendidikan, psikologi, maupun
variabel-variabel sosial lainnya, kegiatan pengukuran biasanya
menggunakan tes. Dalam sejarah perkembangannya, aturan mengenai
pemberian angka ini didasarkan pada teori pengukuran psikologi yang
dinamakan psychometric. Namun demikian, boleh saja suatu kegiatan
evaluasi dilakukan tanpa melalui proses pengukuran.1
Istilah penilaian merupakan alih bahasa dari istilah assessment, bukan
dari istilah evaluation. Dalam proses pembelajaran, penilaian sering
dilakukan guru untuk memberikan berbagai informasi secara
berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil yang telah
dicapai peserta didik. Artinya, penilaian tidak hanya ditujukan pada
penguasaan salah satu bidang tertentu saja, tetapi bersifat menyeluruh yang
mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai.
Sementara itu, Anthony J.Nitko (1996 : 4).2
Selanjutnya, tentang istilah evaluasi. Secara harfiah, evaluasi berasal
dari Bahasa Inggris, yaitu “evaluation”. Sedangkan dalam Bahasa Arab
yakni “at- taqdir” yang berarti penilaian atau penaksiran.
Berikut ini beberapa pengertian evaluasi dari para ahli:
a. Stufflebeam, dkk (1971) mendefinisikan evaluasi sebagai proses
menggambarkan, memperoleh, dan meyajikan informasi yang berguna
untuk merumuskan suatu alternatif keputusan.3
b. Menurut Gronlund (1985), evaluasi adalah suatu proses yang sistematis
untuk menentukan atau membuat keputusan, sampai sejauh mana
tujuan program telah tercapai.4
c. Menurut Cronbach (1982) evaluasi adalah menyediakan informasi
untuk pembuatan keputusan.5
d. Evaluasi menurut Griffin & Nix (1991) adalah judgment terhadap nilai
atau implikasi dari hasil pengukuran.6

1
Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran (Jakarta: Direktorat Pendidikan Tinggi Islam, 2012), h. 7.
2
Ibid.
3
Misykat Malik Ibrahim, Evaluasi Program Bidang Pendidikan (Makassar: UIN Alauddin Makassar,
2013), h. 1.
4
Ibid.
5
Ibid.
6
Ibid, h. 2.
Jika dikaitkan dalam konteks pendidikan maka evaluasi merupakan
langkah yang disusun secara sistematis untuk mengambil keputusan yang
merujuk kepada pembuatan standar proses pembelajaran. Sedangkan
apabila dikaitkan dalam proses pembelajaran maka evaluasi dapat diartikan
sebagai proses membandingkan kegiatan di lapangan dengan rencana yang
telah ditetapkan untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran dapat
dicapai.

Dari uraian di atas dapat diketahui perbedaan evaluasi, penilaian dan


pengukuran dalam pembelajaran terkhusus matematika. Evaluasi
pembelajaran dalam matematika adalah proses menentukan nilai, kriteria
atau tindakan dalam pembelajaran matematika. Penilaian adalah suatu
kegiatan mendapatkan informasi dalam proses dan hasil dalam
pembelajaran matematika, sementara pengukuran ialah suatu kegiatan
dalam menentukan kuantitas dalam bentuk numerik pada hasil belajar
matematika.

2. Tujuan dan Fungsi Evaluasi Pembelajaran Matematika


Evaluasi merupakan suatu kegiatan yang disengaja dan tentunya
mempunyai tujuan serta fungsi. Tujuan pelaksanaan evaluasi pembelajaran
matematika sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tujuan evaluasi dalam
bidang pendidikan lain.
Diantaranya, tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk memperoleh
dasar bagi pertimbangan akhir suatu periode kerja, apa yang telah dicapai,
apa yang belum dicapai, dan apa yang perlu mendapat perhatian khusus.
Untuk menjamin cara kerja yang efektif dan efisien yang membawa
organisasi pada penggunaan sumber daya yang dimiliki secara efisien dan
ekonomis. Untuk memperoleh fakta tentang kesulitan, hambatan,
penyimpangan dilihat dari aspek-aspek tertentu.7
Dengan demikian dapat dikatakan tujuan evaluasi pembelajaran
matematika adalah untuk memperbaiki cara, pembelajaran, mengadakan

7
Ibid, hal. 12.
perbaikan dan pengayaan bagi siswa, serta menempatkan siswa pada situasi
pembelajaran yang lebih tepat sesuai dengan tingkat kemampuan yang
dimilikinya. Tujuan lainnya adalah untuk memperbaiki dan mendalami dan
memperluas pelajaran.
Fungsi evaluasi juga tidak dapat dipisahkan dari tujuan evaluasi itu
sendiri. Secara umum fungsi evaluasi pembelajaran matematika yakni
mengukur kemajuan hasil belajar, menunjang penyusunan rencana belajar,
serta merevisi proses pembelajaran matematika itu sendiri.
3. Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran Matematika
Evaluasi memiliki ruang lingkup dan tergantung objek evaluasi itu
sendiri. Jika objek evaluasi itu tentang pembelajaran matematika, maka
semua hal yang berkaitan dengan pembelajaran matematika menjadi ruang
lingkup evaluasi, seperti tujuan pembelajaran/kompetensi matematika,
program pembelajaran matematika, pelaksanaan pembelajaran, dan hasil
pembelajaran matematika. Zainal Arifin (2010) membagi ruang lingkup
evaluasi pembelajaran ke dalam empat perspektif, yaitu:
a. Ruang lingkup evaluasi pembelajaran dalam perspektif domain hasil
belajar yang meliputi domain kognitif, afektif dan psikomotorik.
b. Ruang lingkup evaluasi pembelajaran dalam perspektif sistem
pembelajaran yang meliputi program pembelajaran, proses
pembelajaran dan hasil pembelajaran.
c. Ruang lingkup evaluasi pembelajaran dalam perspektif penilaian proses
dan hasil belajar yang meliputi sikap, pengetahuan dan pemahaman
peserta didik terhada bahan ajaran, kecerdasan peserta didik,
perkembangan jasmani dan kesehatan dan keterampilan.
d. Ruang lingkup evaluasi pembelajaran dalam perspektif penilaian
berbasis kelas yang meliputi kompetensi dasar mata pelajaran,
kompetensi rumpun pelajaran, kompetensi lintas kurikulum,
kompetensi tamatan dan pencapaian keterampilan hidup.
4. Penilaian Evaluasi Pembelajaran Matematika
Banyak jenis penilaian evaluasi, diantaranya :
a. Penilaian Formatif
Penilaian formatif adalah penilaian yang dilakukan pada saat
berlangsungnya proses belajar mengajar atau setiap akhir
pembahasan suatu pokok bahasan/ topik agar siswa dan guru
memperoleh informasi (feedback) mengenai kemajuan yang telah
dicapai. Fungsi utama dari penilaian formatif adalah untuk
mengetahui keberhasilan dan kegagalan proses belajar mengajar,
dengan demikian dapat dipakai untuk memperbaiki dan
menyempurnakannya.
b. Penilaian Sumatif
Penilaian sumatif adalah penilaian yang dilakukan pada setiap akhir
satu satuan waktu yang didalamnya tercakup lebih dari satu pokok
bahasan, dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana peserta
didik telah dapat berpindah dari suatu unit ke unit berikutnya.
Fungsi dari penilain sumatif yaitu untuk mengetahui angka atau
nilai murid setelah mengikuti program belajar dalam satu semester.
Tujuan penilaian sumatif yaitu untuk mengetahui taraf hasil belajar
yang dicapai oleh peserta didik setelah melakukan program
pembeljaran dalam satu semester, akhir tahun atau akhir program
pembelajaran pada suatu unit pendidikan tertentu.
c. Penilaian Diagnostik
Penilaian diagnostik adalah penilaian yang bertujuan untuk
mengetahui kelemahan-kelemahan siswa serta faktor-faktor
penyebabnya. Pelaksanaan penilaian semacam ini biasanya
bertujuan untuk keperluan bimbingan belajar, pengajaran remedial,
menemukan kasus-dasus dan lain-lain. Soal-soalnya disusun
sedemikian rupa agar dapat ditemukan jenis kesulitan belajar yang
dihadapi oleh para siswa. Fungsi Penilaian Diagnostik yaitu Untuk
mengetahui masalah-masalah yang diderita atau mengganggu
peserta didik, sehingga peserta didik mengalami kesulitan,
hambatan, atau gangguan ketika mengikuti program pembelajaran
dalam suatu bidang study. Kesulitan peserta didik tersebut
diusahakan pemecahannya.
Tujuan Penilaian Diagnostik yaitu Untuk membantu kesulitan atau
mengatasi hambatan yang dialami peserta didik waktu mengikuti
kegiatan pembelajaran pada suatu bidang study atau keseluruhan
program pembelajaran.
d. Penilaian Penempatan
Penilaian penempatan adalah penilaian yang ditujukan untuk
mengetahui keterampilan prasyarat yang diperlukan bagi suatu
program belajar dan penguasaan belajar seperti yang diprogramkan
sebelum memulai kegiatan belajar untuk program itu. Fungsi
Penilaian Penempatan yaitu Untuk mengetahui keadaan peserta
didik sepintas lalu termasuk keadaan seluruh pribadinya., peserta
didik tersebut ditempatkan pada posisinya. Umapamanya peserta
didik berbadan kecil jangan di tempatkan di belakang, tapi
sebaiknya di depan agar tidak mengalami kesulitan dalam PBM.
Tujuan Penilaian Penempatan yaitu Untuk menempatkan peserta
didik pada tempatnya yang sebenar-benarnya berdasarkan bakat,
minat, kemampuan, kesanggupan, serta keadaan diri peserta didik
sehingga peserta didik tidak mengalami hambatan dalam mengikuti
pelajaran atau setap program bahan yang disajikan guru. Serta
memahami kemampuan belajar murid, sehingga dengan
pemahaman itu guru dapat menempatkan murid dalam situasi
belajar mengajar yang tepat baginya.

Dalam proses evaluasi pembelajaran matematika, penilaian dapat


dilakukan dengan menggunakan jenis-jenis penilaian di atas tergantung
kebutuhan pengajar.
Referensi :

Arifin, Zainal. (2012). Evaluasi Pembelajaran. Jakarta : Direktorat Pendidikan


Tinggi Islam.

Arifin, Zainal. (2013). Evaluasi Pembelajaran. Bumi Siliwangi : PT Remaja


Rosdakarya.

Hamzah, Ali. (2014). Evaluasi Pembelajaran Matematika. Jakarta : PT Raja


Grafindo.

Ibrahim, Misykat Malik. (2013). Evaluasi Program Bidang Pendidikan. Makassar


: UIN Alauddin Makassar.

Anda mungkin juga menyukai