Anda di halaman 1dari 13

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO

MAKALAH
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Dosen Pengampu: Agi Ahmad Ginanjar, M.Pd.

Oleh,
Herlina Oktaparida Saragi
177002011
B

TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SILIWANGI
TASIKMALAYA
2017

i
KATA PENGANTAR

Salam Sejahtera,
Puji syukur kehadirat Tuhan, karena atas rahmat dan hidayah-Nya makalah ini
dapat diselesaikan tepat waktu. penulis berharap dengan selesainya makalah ini, para
pembaca dapat mengaplikasikan informasi yang ada dalam makalah ini ke dalam
kehidupan sehari-hari, dan dapat menginformasikan kepada khalayak umum yang belum
mengetahui mengenai masalah yang dijelaskan pada makalah ini.
Makalah ini menjelaskan beberapa penelitian oleh para ilmuwan yang
berkompeten dalam bidang ilmu terkait. Melalui penelitiannya, penulis merangkum
beberapa kesimpulan yang dapat menegaskan aspek positif maupun negatif dari
permasalahan yang akan dibahas. Sehingga permasalahan dan kesimpangsiuran dapat
terjawab.Pada akhirnya, semua masalah dapat teratasi.
Dalam karya ilmiah ini, penulis tidak melakukan observasi maupun
penelitian.Data yang penulis dapat merupakan hasil penelitian oleh para ilmuwan yang
penulis rangkum. penulissepenuhnya mengetahui bahwa makalah ini belum sempurna.
Masih banyak perlu diadakan perbaikan dalam proses penyajiannya. Oleh karena itu,
penulis sangat mengharapkan kritik dan saran bagi pembaca sekalian. Semoga dengan
kritikan dari para pembaca sekalian, kedepan kami bias lebih baik dalam proses
pembuatan sebuah tulisan.
Salam Sejahtera.

Tasikmalaya, oktober 2017

Penulis,
DAFTAR ISI

Halaman judul .................................................. I


Halaman Pengesahan .................................................. Ii
Kata Pengantar .................................................. iii
Daftar isi .................................................. iv
Bab I Pendahuluan ..................................................
1.1 Latar Belakang Masalah .................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................. 2
1.3 Tujuan Masalah .................................................. 2
1.4 Kegunaan Makalah .................................................. 2
1.5 Prosedur Makalah .................................................. 2
Bab II Pembahasan ..................................................
A. Kajian Pustaka .................................................. 3
2.1 Definisi Pembangkit Listrik
Tenaga Mikrohidro. ..................................................
2.2 Prinsip Kerja PLTMH .................................................. 4
2.3 Bagian-bagian PLTH .................................................. 5
2.4 2.4 Pemilihan Generator dan .................................................. 7
Sistem Kontrol

Bab III Penutup ..................................................


3.1 Kesimpulan .................................................. 8
3.4 Saran .................................................. 8
Daftar Pustaka .................................................. 9
LEMBAR PENGESAHAN

Makalah yang berjudul “PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO


HIDRO” telah disetujui atau disahkan pada hari Jumat tanggal 27 Oktober 2017

Oleh

Dosen Pengampu Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Agi Ahmad Ginanjar, M.Pd.

NIDK 882505001
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Konsumsi listrik Indonesia setiap tahunnya terus meningkat sejalan dengan
peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan kebutuhan listrik
diperkirakan dapat tumbuh rata-rata 6,5% per tahun hingga tahun 2020 (Muchlis,
2003). Selain itu di era digital ini semakin banyak aktivitas masyarakat yang
dibantu dengan barang elektronik. Komsumsi listrik Indonesia yang begitu besar
akan menjadi suatu masalah bila dalam penyediaannya tidak sejalan dengan
kebutuhan. Kebijakan-kebijakan yang diambil PLN (Perusahaan Listrik Nasional)
sebagai BUMN (Badan Usaha Milik Negara) penyedia energi listrik semakin
menunjukkan bahwa PLN sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan listrik
nasional.
Apabila permasalahan penyediaan listrik tidak segera diatasi maka sistem
perekonomian bangsa Indonesia akan tergangu. Karena pada sektor rumah tangga
dan industri banyak menggunakan mesin dengan tenaga listrik.Krisis energy
listrik ini juga dapat memunculkan kebijakan pemadaman bergilir, dimana
pemadaman bergilir tersebut dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan
menyebabkan peralatan elektronik cepat rusak.
Dengan keterbatasan energy ini menuntut kita harus bisa memanfaatkan
energy mikro yang ada, karena energy mikro tersebut dapat membuat masyarakat
menjadi masyarakat yang mandiri energy.Dari sekian banyak energy mikro kami
memilih energy mikro hidro.Mikro hidro dipilih karena sesuai dengan kondisi
lingkungan di Indonesia yang mempunyai banyak bukit dan sungai. Dalam
makalah ini kami akan membahas pemanfaatan sungai di daerah bukit dengan
teknologi pembangkit tenaga mikro hidro.

3
1.2 Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan pembangkit listrik tenaga mikro hidro…?
Bagaimana prinsip kerja dari pembangkit listrik tenaga mikro hidro…?
Apa saja bagian-bagian dari pembangkit listrik tenaga mikro hidro…?

1.3 Tujuan Masalah


Menjelaskan pengertian dari mikro hidro.
Mendeskripsikan prinsip kerja pembangkit listrik tenaga mikro hidro.
Menjelaskan bagian-bagian pembangkit listrik tenaga mikro hidro.

1.4 Kegunaan Makalah


Sebagai salah satu bentuk informasi bagi pembaca untuk dapat mengatasi
permasalahan penyediaan listrik yang terdapat pada sektor rumah tangga dan
industri banyak. Dengan mendapatkan listrik, maka masyarakat yang
mendapatkan listrik akan dengan sungguh-sungguh mengelola hutan di sekitar
sumber mata air yang digunakan untuk pembangkit tenaga listrik, sehingga debit
air yang mengalir di wilayah hutan yang digunakan untuk pembangkit listrik
tersebut relatif stabil.

1.5 Prosedur Makalah


Makalah ini tergolong makalah deskriptif yang disusun dengan cara
mengumpulkan data-data dari berbagai sumber, baik itu melalui media cetak
berupa buku-buku tentang PLTMH(Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro)
yang berasal dari buku bacaan teknik elektro dan media online berupa hasil
penelitian yang berasal dari jurnal online dan artikel.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).


Menurut kamus besar bahasa Indonesia mikro adalah kecil, sedangkan
hidro adalah bentuk terikat air. Sehingga dapat diartikan mikro hidro adalah air
dengan debit yang kecil. PLTMH adalah istilah yang digunakan untuk instalasi
pembangkit listrik yang mengunakan energi air dengan debit air yang kecil.
Kondisi air yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya (resources) penghasil
listrik adalah yang memiliki kapasitas aliran dan ketinggian tertentu serta instalasi.
Pembangkit listrik kecil yang dapat menggunakan tenaga air pada saluran irigasi
dan sungai atau air terjun alam, dengan cara memanfaatkan tinggi terjunan (head,
dalam m) dan kapasitas mengacu kepada jumlah volume aliran air persatuan
waktu (flow capacity). Semakin besar kapasitas aliran maupun ketinggiannya dari
istalasi maka semakin besar energi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan
energi listrik.Air dialirkan ke power house (rumah pembangkit) yang biasanya
dibangun dipinggir sungai. Air akan memutar turbin (runner), kemudian air
tersebut dikembalikan ke sungai asalnya. Energi mekanik dari putaran poros
turbin akan diubah menjadi energi listrik oleh sebuah generator. Pembangkit
listrik tenaga air dibawah 200 kW digolongkan sebagai PLTMH.
Potensi sumber daya air yang melimpah di Indonesia karena banyak
terdapatnya hutan hujan tropis, membuat kita harus bisa mengembangkan potensi
ini, karena air adalah sebagai sumber energy yang dapat terbarukan dan alami.
Bila hal ini dapat terus dieksplorasi, konversi air menjadi energy listrik sangat
menguntungkan bagi negeri ini.Di Indonesia telah terdapat banyak sekali PLTMH
dan waduk untuk menampung air, tinggal bagaimana kita dapat mengembangkan
PLTMH menjadi lebih baik lagi dan lebih efisien.
Peningkatan kebutuhan suplai daya ke daerah-daerah pedesaan di sejumlah
negara, sebagian untuk mendukung industri-industri dan sebagian untuk
menyediakan penerangan di malam hari.Kemampuan pemerintah yang terhalang
oleh biaya yang tinggi untuk perluasan jaringan listrik, dapat membuat
Mikrohidro memberikan sebuah sebuah alternatif ekonomi ke dalam jaringan.Hal
ini dikarenakan Skema Mikrohidro yang mandiri dapat menghemat dari jaringan
transmisi, karena skema perluasan jaringan tersebut biasanya memerlukan biaya
peralatan dan pegawai yang mahal.Dalam kontrak, Skema Mikro Hidro dapat
didisain dan dibangun oleh pegawai lokal, dan organisasi yang lebih kecil, dengan
mengikuti peraturan yang lebih longgar dan menggunakan teknologi lokal, seperti
untuk pekerjaan irigasi tradisional atau mesin-mesin buatan lokal.
2.2 Prinsip Kerja PLTMH
PLTMH pada prinsipnya memanfaatkan beda ketinggian dan jumlah air
yang jatuh (debit) perdetik yang ada pada saluran air yang dikondisikan dengan
pipa. Air yang mengalir selanjutnya menggerakkan turbin, kemudian turbin kita
hubungkan dengan generator. Generator inilah yang akan menghasilkan listrik.
Hubungan antara turbin dengan generator dapat menggunakan jenis sambungan
sabuk (belt) ataupun sistem gear box. Jenis sabuk yang biasa digunakan untuk
PLTMH skala besar adalah jenis flat belt sedangkan V-belt digunakan untuk skala
di bawah 20 kW. Selanjutnya listrik yang dihasilkan oleh generator ini akan
melalui trafo guna mendapat tegangan yang di sesuaikan kebutuhan. Kemudian
listrik akan melewati jaringan transmisi rendah (JTR) untuk dialirkan ke rumah-
rumah dengan memasang pengaman (sekring). Yang perlu diperhatikan dalam
merancang sebuah PLTMH adalah menyesuaikan antara debit air yang tersedia
dengan besarnya generator yang digunakan. Jangan sampai generator yang
dipakai terlalu besar atau terlalu kecil dari debit air yang ada. Generator yang
tidak sesuai juga akan menyebabkan tingkat efisiensi rendah.
Potensi daya mikrohidro dapat dihitung dengan persamaan:
Daya (P) = 9,8 x Q x Hn x h ;
dimana: Q = debit aliran ( m3/s ), Hn = Head net/ tinggi jatuhair ( m ); 9,8=
konstanta gravitasi bumi, h = efisiensi keseluruhan. Misalnya diketahui data di
suatu lokasi adalah sebagai berikut: Q = 100 m3/s, Hn = 2 m dan h = 0,5. Maka
besarnya potensi daya (P) adalah
P = 9,8 x Q x Hn x h
P = 9,8 x 100 x 2 x 0,5 = 980 watt
2.3 Bagian-bagian PLTH
1. Waduk (reservoir)
Waduk adalah danau yang dibuat untuk membendung sungai guna memperoleh
air sebanyak mungkin sehingga mencapai elevasi. Semakin tinggi debit air maka
akan semakin kuat tekanan air saat melewati pipa. Waduk juga berfungsi untuk
mengendapkan lumpur dari air.Sehingga perlu adanya kegiatan pembersihan
secara berkala untuk mengurangi endapan lumpur.
2. Bendungan (dam)
Dam berfungsi menutup aliran sungai – sungai sehingga terbentuk waduk. Tipe
bendungan harus memenuhi syarat topografi, geologi dan syarat lain seperti
bentuk serta model bendungan. Bendungan mempunyai dua keluaran saluran air
dimana mengalir pada pipa pesat dan mengalir pada terasering persawahan.

3. Saringan (Sand trap)


Saringan ini dipasang didepan pintu pengambilan air, berguna untuk menyaring
kotoran – kotoran atau sampah yang terbawa sehingga air menjadi bersih dan
tidak mengganggu operasi mesin PLTMH.
4. Pintu pengambilan air (Intake)
Pintu Pengambilan Air adalah pintu yang dipasang diujung pipa dan hanya
digunakan saat pipa pesat dikosongkan untuk melaksanakn pembersihan pipa
atau perbaikan. Selain itu intake juga berfungsi untuk mengendalikan aliran air
ketika debit air kecil. Intake ditutup untuk mengalirkan air ke persawahan
terasering, setelah persawahan cukup air maka intake kembali dibuka sehingga
dapat kembali menggerakkan turbin dan generator untuk memproduksi listrik.
5. Pipa pesat (penstok)
Fungsinya untuk mengalirkan air dari waduk atau dam menuju turbin.Pipa pesat
mempunyai posisi kemiringan yang tajam dengan maksud agar diperoleh
kecepatan dan tekanan air yang tinggi untuk memutar turbin.Konstruksinya harus
diperhitungkan agar dapat menerima tekanan besar yang timbul termasuk tekanan
dari pukulan air.Pipa pesat merupakan bagian yang cukup mahal, untuk itu
pemilihan pipa yang tepat sangat penting.
6. Katub utama (main valve atau inlet valve)
Katub utama dipasang didepan turbin berfungsi untuk membuka aliran air,
Menstart turbin atau menutup aliran (menghentikan turbin).Katup utama ditutup
saat perbaikan turbin atau perbaikan mesin dalam rumah pembangkit.Pengaturan
tekanan air pada katup utama digunakan pompa hidrolik.Katub ini juga berfungsi
untuk menghindari benturan yang keras dari air ketika intake dibuka.
7. Power House
Gedung Sentral merupakan tempat instalasi turbin air,generator, peralatan
Bantu, ruang pemasangan, ruang pemeliharaan dan ruang control.
Beberapa instalasi PLTMH dalam rumah pembangkit adalah :
a. Turbin, merupakan salah satu bagian penting dalam PLTMH yang menerima
energi potensial air dan mengubahnya menjadi putaran (energi mekanis). Putaran
turbin dihubungkan dengan generator untuk menghasilkan listrik. Desain dari
turbin harus mempunyai kemampuan untuk menahan dorongan dari air.
b. Generator, generator yang digunakan adalah generator pembangkit listrik AC.
Untuk memilih kemampuan generator dalam menghasilkan energi listrik
disesuaikan dengan perhitungan daya dari data hasil survei. Kemampuan
generator dalam menghasilkan listrik biasanya dinyatakan dalam VoltAmpere
(VA) atau dalam kilo volt Ampere (kVA).
c. Penghubung turbin dengan generator, penghubung turbin dengan generator atau
sistem transmisi energi mekanik ini dapat digunakan sabuk atau puli, roda gerigi
atau dihubungkan langsung pada porosnya.
1) Sabuk atau puli digunakan jika putaran per menit (rpm) turbin belum memenuhi
putaran rotor pada generator, jadi puli berfungsi untuk menurunkan atau
menaikan rpm motor generator.
2) Roda gerigi mempunyai sifat yang sama dengan puli
3) Penghubung langsung pada poros turbin dan generator, jika putaran turbin sudah
lama dengan putaran rotor pada generator.
2.4 Pemilihan Generator dan Sistem Kontrol
Generator adalah suatu peralatan yang berfungsi mengubah energi mekanik
menjadi energi listrik. Jenis generator yang digunakan pada perencanaan PLTMH
ini adalah:
· Generator sinkron, sistem eksitasi tanpa sikat (brushless exitation) dengan
penggunaan dua tumpuan bantalan (two bearing).
· Induction Motor sebagai Generator (IMAG) sumbu vertikal, pada perencanaan
turbin propeller open flume.
Spesifikasi generator adalah putaran 1500 rpm, 50 Hz, 3 phasa dengan keluaran
tegangan 220 V/380 V. Efisiensi generator secara umum adalah
· Aplikasi < 10 KVA efisiensi 0.7 - 0.8
· Aplikasi 10 - 20 KVA efisiensi 0.8 - 0.85
· Aplikasi 20 - 50 KVA efisiensi 0.85
· Aplikasi 50 - 100 KVA efisiensi 0.85 - 0.9
· Aplikasi >. - 100 KVA efisiensi 0.9 - 0.95
Sistem kontrol yang digunakan pada perencanaan PLTMH ini menggunakan
pengaturan beban sehingga jumlah output daya generator selalu sama dengan
beban. Apabila terjadi penurunan beban di konsumen, maka beban tersebut akan
dialihkan ke sistem pemanas udara (air heater) yang dikenal sebagai ballast
load/dumy load.
Sistem pengaturan beban yang digunakan pada perencanaan ini adalah
· Electronic Load Controller (ELC) untuk penggunaan generator sinkron
· Induction Generator Controller (IGC) untuk penggunaan IMA
Sistem kontrol tersebut telah dapat dipabrikasi secara lokal, dan terbukti handal
pada penggunaan di banyak PLTMH.Sistem kontrol ini terintegrasi pada panel
kontrol (switch gear). Fasillitas operasi panel kontrol minimum terdiri dari:
· Kontrol start/stop, baik otomatis, semi otomatis, maupun manual
· Stop/berhenti secara otomatis.
· Trip stop (berhenti pada keadaan gangguan: over-under voltage, over-under
frekuensi.
· Emergency shutdown, bila terjadi gangguan listrik (misal arus lebih)
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Penggunaan energi mikrohidro dapat digunakan sebagai salah satu
alternatif energi baru terbarukan untuk mengatasi permasalahan komsumsi listrik
yang besar serta penyediaan energi listrik yang belum merata terutama di daerah
pedesaan.Penggunaan mikrohidro ini sesuai dengan kondisi lingkungan di
Indonesia yang mempunyai banyak bukit dan sungai.Kondisi geografis seperti
inilah yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan PLTMH.Daya yang dihasilkan
oleh PLTMH berkisar antara 10-200 KW. Walaupun daya tersebut tergolong kecil
untuk suatu pembangkin, akan tetapi hal ini sangat membantu masyarakat
terutama yang berada di daerah terpencil yang belum mendapatkan listrik dari
PLN. Pertimbangan mengapa PLN belum dapat memberikan listrik pada daerah-
daerah pedesaan mungkin dikarenakan faktor ekonomis, teknis dan lain-lain.
Prinsip kerja PLTMH adalah memanfaatkan beda ketinggian dan jumlah
air yang jatuh (debit) perdetik yang ada pada saluran air yang dikondisikan
dengan pipa. Air tersebut selanjutnya menggerakkan turbin yang terhubung
dengan generator. Generator inilah yang akan menghasilkan listrik. Daya yang
dihasilkan oleh suatu PLTMH tergantung dari spesifikasi generator yang
digunakan. Semakin besar generator yang digunakan maka akan semakin besar
pula daya yang dihasilkan.

3.2. Saran
Sebaiknya sebelum membuat suatu Pembangkit Listrik Tenaga
Mikrohidro, kita perlu mengetahui terlebih dahulu berapa debit air yang mengalir.
Sehigga dapat mengetahui seberapa besar potensi dari aliran air
tersebut.Kemudian menentukan jenis dan spesifikasi dari generatornya. Besar
debit air dan kemampuan dari generator harus seimbang agar didapatkan tingkat
efisiensi yang tinggi.
DAFTAR PUSTAKA

Kamus Besar Bahasa Indonesia


Sami, D. 2010.”PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO
(PLTMH)”,(Online), (http://sami-dedy.blogspot.co.id/2010/06/pembangkit-listrik-
tenaga-mikro-hidro.html), di akses 10 Desember 2015
Hunggul Y.S.H.N dan Sallata,M.K. (2015).PLTHM(Pembangkit Listrik Tenaga
Mikro Hidro).Yogyakarta: CV. Andi Offset.