Anda di halaman 1dari 8

PEMERINTAH KABUPATEN BATANGHARI

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS RAWAT INAP JANGGA BARU
Alamat :Jalan Poros Desa Jangga Baru ( 36656 )
Email: JBpuskesmas@gmail.com

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS RAWAT INAP JANGGA BARU


NOMOR TAHUN 2018

TENTANG
PELAYANAN OBAT
PUSKESMAS RAWAT INAP JANGGA BARU

Menimbang : a. bahwa Untuk memenuhi kebutuhan pasien, harus ditetapkan jenis obat yang
harus tersedia untuk diresepkan dan dipesan oleh praktisi pelayanan
kesehatan. Perlu disusun suatu daftar (formularium) dari semua obat yang
ada di stok atau sudah tersedia, dari sumber luar. Pemberian obat untuk
mengobati seorang pasien membutuhkan pengetahuan dan pengalaman yang
spesifik. Dalam situasi emergensi, perlu di identifikasi petugas tambahan
yang diizinkan untuk memberikan obat;
b. bahwa untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian yang berorientasi
kepada pasien maka pelayanan selama hari kerja harus diatur tentang
peresepan, pemesanan dan pengelolaan obat yang meliputi persyaratan
petugas yang berhak memberi resep dan meresepkan obat narkotik dan
psikotropik, ketentuan tentang rekonsilasi obat, pencatatan dan pelaporan
ESO dan KTD, penanganan dan pelaporan obat kadaluarsa serta ketentuan
tentang penggunaan obat yang dibawa sendiri oleh pasien;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a dan b perlu menetapkan
Keputusan Kepala Puskesmas tentang Pelayanan Obat di Puskesmas Rawat
Inap Jangga Baru;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang psikotropika ( Lembaran


Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 10, Tambahan lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 3671 );
2. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika ( Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 143, Tambahan lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5062 );

3. Undang-Undang Nomor 36 ........


-2-

3. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan;


4. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009, tentang Pekerjaan
Kefarmasian;
5. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 889/Menkes/Per/V/2011 Tahun
2011 tentang Registrasi, Ijin Praktek dan Ijin Kerja Tenaga Kefarmasian;
6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 30 Tahun 2014
tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas;
7. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 128/Men.Kes/SK/II/2004 tentang
Kebijakan Dasar Puskesmas;

MEMUTUSKAN:
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS JANGGA TENTANG PELAYANAN
OBAT DI PUSKESMAS RAWAT INAP JANGGA BARU;
KESATU : Pelayanan Farmasi di Puskesmas Rawat Inap Jangga Baru meliputi:
1. Penyediaan obat yang menjamin ketersediaan obat.
2. Pelayanan farmasi selama hari kerja.
3. Peresepan, pemesanan dan pengelolaan obat.
4. Persyaratan petugas yang berhak menyediakan obat.
5. Ketentuan petugas yang diberi kewenangan dalam penyediaan obat jika
petugas yang memenuhi syarat tidak ada.
6. Persyaratan petugas yang berhak memberi resep.
7. Ketentuan tentang petugas yang berhak meresepkan obat – obat
psikotropika dan narkotika.
8. Ketentuan tentang rekonsilasi obat.
9. Penggunaan obat yang dibawa sendiri oleh pasien.
10. Persyaratan penyimpanan obat.
11. Menjaga tidak terjadinya pemberian obat kadaluarsa.
12. Penanganan dan pelaporan obat kadaluarsa.
13. Pencatatan dan pemantauan efek samping obat dan kejadian tidak
diinginkan.
Adapun penjelasan dari pelayanan farmasi diatas sebagaimana terlampir dan
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini;

KEDUA........
-3-

KEDUA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian hari
terdapat kekeliruan dalam penetapannya, akan diadakan pembetulan
sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Jangga Baru
Tanggal : 2018
Plt. KEPALA PUSKESMAS
RAWAT INAP JANGGA BARU

MULYANAH
-4-

LAMPIRAN : SURAT KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS


RAWAT INAP JANGGA BARU
NOMOR : TAHUN 2018
TANGGAL : TAHUN 2018

PELAYANAN FARMASI

1. Penyediaan obat yang menjamin ketersediaan bagi keperluan Puskesmas Rawat Inap Jangga
Baru harus mengikuti Standard Operasional Prosedur Penyediaan Obat yang menjamin
ketersediaan obat untuk Puskesmas Rawat Inap Jangga Baru.

2. Puskesmas Rawat Inap Jangga Baru memberikan pelayanan obat selama 24 jam kepada
pasien yang datang di Puskesmas Rawat Inap Jangga Baru.

3. Peresepan, pemesanan dan pengelolaan obat.


TUJUAN :
a. Menjamin kelangsungan ketersediaan dan keterjangkauan Obat dan Bahan Medis
Habis Pakai yang efisien, efektif dan rasional.
b. Meningkatkan kompetensi /kemampuan tenaga kefarmasian.
c. Mewujudkan system informasi manajemen.
d. Melaksanakan pengendalian mutu pelayanan.
SASARAN :
a. Puskesmas
b. Poskesdes
c. Posyandu
BENTUK KEGIATAN :
a. Peresepan Obat
1) Obat diresepkan sesuai terapi atas diagnosis pasien.
2) Pemberian resep dilakukan oleh petugas farmasi atau petugas lain yang diberi
kewenangan.
b. Pemesanan Obat
1) Pemesanan obat untuk kebutuhan puskesmas dilakukan oleh petugas Farmasi atau
gudang obat puskesmas.
2) Pemesanan obat untuk kebutuhan pelayanan dilakukan oleh petugas unit
Pelayanan terkait kepada petugas farmasi gudang obat puskesmas.
c. Pengelolaan Obat
Pengelolaan obat di gudang obat dilakukan oleh petugas farmasi meliputi kegiatan
perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian,pengendalian,
pencatatan, pelaporan dan pengarsipan, Pemantauan dan evaluasi.
4. Persyaratan petugas........
-5-

4. Persyaratan petugas yang berhak menyediakan obat bagi pelanggan / pasien di Puskesmas
Rawat Inap Jangga Baru yaitu tenaga non tekhnis kefarmasian terlatih. Ketentuan tentang
petugas yang berhak menyediakan obat ini berlaku untuk semua pelayanan obat kepada
pelanggan di Puskesmas Rawat Inap Jangga Baru.

5. Pelatihan petugas yang diberi kewenangan menyediakan obat apabila tidak tersedia tenaga
yang berkompetensi dilakukan secara eksternal Puskesmas Rawat Inap Jangga Baru yang
dilakukan Oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari.

6. Persyaratan petugas yang berhak memberi resep bagi pelanggan di Puskesmas Rawat Inap
Jangga Baru antara lain :
a. Dokter umum yang telah memiliki izin praktek dokter di Puskesmas Rawat Inap Jangga
Baru.
b. Dokter gigi yang telah memiliki izin praktek dokter gigi di Puskesmas Rawat Inap Jangga
Baru.
c. Perawat umum yang telah memiliki izin praktek keperawatan di Puskesmas Rawat Inap
Jangga Baru
d. Perawat gigi yang telah memiliki izin praktek perawat gigi di Puskesmas Rawat Inap
Jangga Baru
e. Bidan yang telah memiliki izin praktek bidan di Puskesmas Rawat Inap Jangga Baru.

7. Peresepan Narkotika dan Psikotropika bagi pasien antara lain:


a. PERESEPAN NARKOTIKA :
1) Dokter penulis resep adalah dokter/ dokter gigi yang telah memiliki izin praktek
dokter di Puskesmas Rawat Inap Jangga Baru.
2) Resep Narkotika ditulis dengan jelas dan dapat dibaca tanpa menimbulkan
kemungkinan salah tafsir.
3) Setiap resep dilengkapi dengan; kekuatan takaran, jumlah yang harus diberikan, dosis
pemakaian, cara pemakaian, dan dibubuhi tanda tangan penuh oleh dokter/ dokter gigi
penulis resep.
b. PERESEPAN PSIKOTROPIKA :
1) Dokter penulis resep adalah dokter / dokter gigi yang telah memiliki izin praktek
dokter di Puskesmas Rawat Inap Jangga Baru.
2) Resep Psikotropika ditulis dengan jelas dan dapat dibaca tanpa menimbulkan
kemungkinan salah tafsir.
3) Setiap Resep dilengkapi dengan; kekuatan takaran, jumlah yang harus diberikan, dosis
pemakaian, cara pemakaian, dan dibubuhi tanda tangan penuh oleh dokter penulis
resep.

8. Ketentuan tentang..........
-6-

8. Tidak ada ketentuan yang mengikat mengenai rekonsiliasi obat.

9. Ketentuan tentang penggunaan obat yang dibawa sendiri oleh pasien/ keluarganya antara lain:
a. bahwa obat yang dibawa sendiri oleh pasien/keluarga harus diketahui oleh dokter
pemeriksa pasien.
b. bahwa obat yang dibawa sendiri oleh pasien/keluarga telah mendapat persetujuan dari
dokter di Puskesmas Rawat Inap Jangga Baru.
c. bahwa obat yang dibawa sendiri oleh pasien/keluarga tidak mempunyai kontraindikasi
dengan kondisi fisik pasien.
d. bahwa obat yang dibawa sendiri oleh pasien tidak mempunyai efek bertentangan dengan
obat yang dipergunakan dalam proses pengobatan oleh dokter di Puskesmas Rawat Inap
Jangga Baru.
e. bahwa obat yang dibawa sendiri oleh pasien/keluarga tidak menimbulkan efek ganda
dengan obat yang dipergunakan dalam pengobatan pelanggan.
f. bahwa obat yang dibawa sendiri oleh pasien/keluarga tidak menimbulkan interaksi obat
dan berdampak negatif terhadap pengobatan pasien.

10. Persyaratan Penyimpanan Obat:


a. Petugas obat menerima obat dari Gudang farmasi dengan memeriksa keadaan obat yang
diterima antara lain : kesesuaian jenis, jumlah, tanggal kadaluarsa serta kondisi fisik obat.
b. Petugas obat menyusun obat kedalam rak obat secara alfabetis untuk setiap bentuk
sediaan.
c. Petugas obat mengendalikan sirkulasi obat mengikuti sistem FIFO dan FEFO.
d. Petugas obat menyimpan obat Narkotika dan Psikotropika dalam lemari khusus.
e. Petugas obat menyimpan sediaan cair dipisahkan dari sedian padat.
f. Petugas obat menyimpan vaksin, dan suppositoria dalam lemari pendingin dan
melakukan control suhu setiap hari.
g. Petugas obat mencatat semua obat ke dalam Buku Penerimaan Puskesmas dan Buku
Pengeluaran obat.
h. Petugas Obat mencatat semua obat yang diterima dan dikeluarkan kedalam kartu stok
obat sebagai kartu kendali persediaan.
i. Petugas obat membuat laporan persediaan obat melalui LPLPO setiap bulannya.
j. Petugas obat melaporkan LPLPO kepada Kepala Puskesmas dan Gudang Farmasi Dinas
Kesehatan Kabupaten Batang Hari.

11. Menjaga tidak terjadinya pemberian obat yang kadaluarsa.


a. Petugas obat memeriksa semua obat yang diterima termasuk tanggal kadaluwarsa dan
keadaan fisik barang.

b. Petugas obat........
-7-

b. Petugas obat memasukkan obat ke dalam gudang penyimpanan obat Puskesmas Rawat
Inap Jangga Baru.
c. Petugas obat menyimpan obat dalam rak dan menyusun sesuai jenis obat dengan
mengikuti system FIFO dan FEFO.
d. Petugas obat melakukan pencatatan obat yang disimpan ke dalam Kartu Stock Obat
sebagai kartu kendali.
e. Petugas obat mendistribusikan obat dari dalam gudang mengikuti system FIFO dan
memperhatikan FEFO nya.
f. Petugas obat melakukan control rutin terhadap kualitas obat termasuk tanggal
kadaluwarsa.
g. Petugas obat memilah obat yang telah kadaluwarsa dan menyimpan di tempat terpisah
dari obat lain.
h. Petugas obat membuat daftar obat yang telah kadaluwarsa.
i. Petugas obat melaporkan obat kadaluwarsa kepada Kepala Puskesmas.
j. Petugas obat mengambil obat kadaluwarsa dengan membuat Berita Acara Serah Terima
Obat Kadaluwarsa kepada Gudang Farmasi.

12. Pencatatan, Pemantauan dan Pelaporan Efek Samping Obat dan Kejadian Tidak Diinginkan
a. Petugas obat menyampaikan formulir Monitoring efek samping obat (MESO) kepada
petugas kesehatan pemeriksa pasien.
b. Petugas kesehatan melakukan pemantauan terhadap kemungkinan timbulnya efek
samping obat yang dipergunakan dalam terapi terhadap pelanggan.
c. Petugas kesehatan mencatat kejadian efek samping obat dalam formulir MESO.
d. Petugas kesehatan menyerahkan laporan MESO kepada petugas obat.
e. Petugas obat memberikan kompilasi data hasil monitoring efek samping obat yang
diterima dari petugas kesehatan.
f. Petugas obat membuat laporan monitoring efek samping obat Puskesmas Rawat Inap
Jangga Baru..
g. Kepala puskesmas memeriksa dan menandatangani laporan Monitoring Efek Samping
Obat.
h. Petugas tata usaha membubuhkan nomor surat keluar Laporan Monitoring Efek Samping
Obat.

i. Petugas obat........
-8-

i. Petugas obat mengirimkan Laporan Monitoring Efek Samping Obat ke Dinas Kesehatan
Kabupaten Batang Hari.
j. Petugas obat mendokumentasikan arsip Laporan Monitoring Efek Samping Obat.

Ditetapkan di : Jangga Baru


Tanggal : 2018
Plt. KEPALA PUSKESMAS
RAWAT INAP JANGGA BARU

MULYANAH