Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

BUKTI-BUKTI EVOLUSI

OLEH

KELOMPOK 1

1. ELISABETH WENDE
2. MARIA GISELA MEY S. I. WALE
3. STEFANY SENDA
4. PASCALIS KIIK

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

KUPANG

2018
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengeritan Bukti Evolusi

Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu
populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Evolusi terjadi ketika
perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.
Bukti evolusi merupakan sekumpulan penemuan atau hasil penelitian panjang untuk
membuktikan ataupun mendukung teori evolusi. Evolusi biologi meninggalkan tanda-tanda
yang dapat diamati, yang merupakan bukti pengaruh pada kehidupan di masa lalu dan
sekarang.

Kecaman dari berbagai pihak tentang teori evolusi, mendorong para pendukung teori
evolusi membuktikan kebenaran teori evolusi. Hal-hal yang perlu dibuktikan dalam teori
evolusi sebenarnya sudah dibahas dalam buku Drawin ”The Origin of Species by Means
Natural Selection”. Upaya untuk mencari bukti sampai sekarang lebih mengarah pada
petunjuk adanya evolusi daripada bukti adanya evolusi. Pemaparan bukti evolusi harus
dilakukan dengan pendekatan multidisipliner.

1.2 Bukti-Bukti Evolusi

Berbagai teori evolusi yang dikemukan para ahli harus disertakan dengan berbagai
bukti yang mendukung teoi evolusi tersebut. Adapun bukti evolusi yang sering dipakai adalah
fosil, anatomi komparatif, struktur sisa, embriologi komparatif, biokimia komparatif dan
biogeografi.

 Bukti dari Paleontologi


Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari fosil. Fosil adalah replika atau
peningkatan bersejarah organisme dari masa lalu, yang mengalami mineralisasi di
dalam batuan (Campbell, 2003). Kita tahu bahwa fosil telah menimbulkan
keingintahuan manusia paling tidak sejak zaman Yunani kuno. Kecuali beberapa saja,
fosil bukan merupakan sisa-sisa organisasi yang masih hidup sekarang di bumi ini.

Charles Darwin yang menyatakan bahwa fosil adalah bukti perkembangan


makhluk hidup masa lampau, yang menujukkan suatu perkembangan yang terus
menerus secara evolutif. Perkembangan evolusi kuda sering digunakan sebagai contoh
perkembangan makhluk hidup dari segi paleontologik.

Perkembangan kuda dimulai dari apa yang disebut Hyracotherium, termasuk


kelompok Eohippus, yang muncul dari Eocene awal di Amerika Utara dan Eropa.
Nenek moyang kuda ini hanya sekitar 11 inci, berleher pendek dan mempunyai kaki
depan yang berbeda dengan kaki belakang, kaki depan jumlah jari kakinya empat dan
kaki belakang jumlah jarinya hanya tiga; jari keempat dan kelima masih ada tapi kecil
sekali. Pada oligocene muncul Mesohippus yang lebih besar daripada Eohippus, yakni
sekitar 24 inci. Kaki depan dan kaki belakang semua berjari 3. Pada Miocene dijumpai
adanya Parahippus dan Merychippus, yang pertama adalah pemakan daun dan yang
kemudian adalah pemakan rumput. Baru pada Pleiocene muncul apa yang disebut
Pliohippus yang jari sampingnya sudah mereduksi. Pada akhir Pleiocene akhir sudah
muncul nenek moyang kuda yang berjari satu, yang menyebar ke seluruh dunia
kecuali Australia.

Kalau diikuti uraian tersebut di atas seakan-akan perkembangan kuda secara


evolusi seperti garis lurus. Dalam kenyataannya perkembangan tersebut bercabang-
cabang. Sebagai contoh adalah pada Miocene selain terdapat Parahippus dan
Merychippus seperti disebut di atas, juga ada Hypohippus, namun kemudian tidak
berkembang dan akhirnya punah.

Pada beberapa tahun belakangan ini, para peneliti telah menemukan paus yang
telah menjadi fosil yang menghubungkan mamalia air ini dengan leluhurnya yang
hidup di daratan. Paus berkembang dari nenek moyang yang di darat, suatu transisi
evolusioner yang meninggalkan banyak tanda, termasuk bukti-bukti fosil. Para ahli
paleontologi yang melakukan penggalian di Mesir dan Pakistan berhasil
mengidentifikasi paus yang sudah punah yang memiliki tungkai belakang.
Ditunjukkan di sini adalah tulang kaki Basilosaurus yang sudah menjadi fosil, salah
satu dari paus kuno itu. Paus tersebut sudah menjadi hewan air yang tidak lagi
menggunakan kakinya untuk menyokong badannya dan untuk berjalan. Tulang kaki
fosil paus yang lebih tua yang bernama Ambulocetuslebih kuat dan kokoh.
Ambulocetus mungkin merupakan hewan amfibia,yang hidup di darat dan di air
(Campbell, 2003)

 Petunjuk adanya Evolsi berupa Anatomi Komparatif


Pewarisan dengan modifikasi sangat jelas terlihat pada kemiripan anatomi
antara spesies yang dikelompokkan ke dalam kategori taksonomiyang sama. Dikenal
adanya keadaan yang disebut homologi dan analogi. Homologi adalah adanya fungsi
yang berbeda berbagai hewan yang bila dianalisa secara cermat ternyata mempunyai
bentuk dasar yang sama, sedangkan analogi adalah adanya fungsi yang sama pada
beberapa makhluk hidup yang secara anatomik organ yang mengemban fungsi
tersebut tidak mempunyai struktur dasar yang sama. Para ahli berpendapat bahwa
peristiwa analogi ini adalah merupakan proses perkembangan evolusi konvergen.
Suatu peristiwa yang bertolak dari adaptasi anggota makhluk hidup dari beberapa
bentuk berbeda namun berada dalam lingkungan yang sama untuk jangka waktu
yang sangat lama. Contoh yang biasa dipakai petunjuk evolusi adalah homologi
struktur ekstrimitas anterior beberapa hewan vertebrata
 Bukti dari Embriologi Perbandingan
Organisme yang memiliki hubungan kekerabatan yang dekat akan mengalami
tahapan yang sama dalam perkembangan embrionya. Sebagai contoh, semua embrio
vertebrata akan mengalami suatu tahapan di mana mereka memiliki kantung insang
dan rongga tulang belakang. Pada tahapan perkembangan ini, ikan, salamander kura-
kura, ayam, babi, sapi, kelinci, manusia dan semua vertebrata lain lebih banyak
kesamaannya dari perbedaannya. Pada perkembangan selanjutnya menjadi semakin
bervariasi, akhirnya akan memiliki ciri khas dari kelasnya. Pada ikan misalnya,
kantung insang berkembang menjadi insang; pada vertebrata darat, struktur embrio
tersebut akan dimodifikasi untuk fungsi-fungsi lain, seperti saluran eustachius yang
menghubungkan telinga tengah dengan tenggorokan pada manusia. Embriologi
perbandingan sering kali membentuk homologi pada beberapa struktur, seperti
kantung insang, yang menjadi sedemikian berubah pada perkembangan selanjutnya
sehingga asal mulanya yang sama tidak lagi terlihat dengan jelas saat membandingkan
dengan bentuknya yang telah berkembang secara lengkap.
 Bukti dari Biokimia dan Serologi Perbandingan
Studi anatomi perbandingan memperlihatkan adanya homologi anatomi,
demikian pula studi biokimia dari macam-macam organisme telah mengungkapkan
homologi biokimia. Persamaan biokimia organisme hidup adalah satu ciri yang
mencolok dari kehidupan. Hubungan evolusi di antara spesies dicerminkan dalam
DNA dan proteinnya (gen dan produk gen). Jika dua spesies memiliki pustaka gen
dan protein dengan urutan monomer yang sangat bersesuaian, urutan itu disalin pasti
dari nenek moyang yang sama.
Pada reaksi adalah antibodi manusia, apabila kita menyuntikkan protein serum
manusia pada kelinci (kelinci contoh hewan yang mudah digunakan, tetapi pakai
hewan lain pun bisa), kelinci akan membuat berbagai molekul antibodi yang sangat
bervariasi terhadap semua determinan antigen yang asing baginya. Bila serum darah
kelinci yang mengandung antigen manusia ini dicampur dengan serum manusia dalam
tabung reaksi, terbentuklah kompleks antigen antibodi yang tak larut yang terdapat
sebagai endapan. Jumlah endapan yang terbentuk dapat diukur dengan mudah.
Ternyata antibodi manusia ini juga akan bereaksi dengan serum darah mamalia
lainnya.

 Petunjuk dari Alat Tubuh yang tersisa


Rudimentasi organ merupakan petunjuk adanya evolusi. Organ yang berguna
pada suatu makhluk hidup, pada makhluk hidup lain mungkin kurang berfungsi.
Contoh tulang ekor pada manusia kurang berfungsi sehingga mengalami rudimenter.
Organ yang mengalami rudimenter akan membuang waktu saja untuk terus-menerus
menyediakan darah, zat makanan, dan ruangan bagi organ yang tidak lagi memiliki
fungsi penting. seleksi alam cenderung menguntungkan individu yang memiliki
organ dalam bentuk tereduksi, dan dengan demikian cenderung akan menghilangkan
struktur yang tidak berfungsi lagi. Namun pada kelompok mamalia lain, ekor sangat
berkembang dan berfungsi sebagai ekor, begitu juga pada kelompok Vertebrata
lainnya.
Alat-alat sisa digunakan sebagai petunjuk adanya evolusi. Kenyataanya
meskipun alat tersebut tidak lagi menunjukkan suatu fungsi nyata tapi tetap dijumpai
secara nyata dan jumlahnya boleh dikatakan cukup banyak. Penganut faham evolusi
melihat adanya kelemahan dari penganut faham ciptaan khusus, bertolak dari alat-alat
tersisa yang tidak lagi ada gunanya itu. Adapun organ-organ sisa antara lain:
apendiks, selaput mata sebelah dalam, otot-otot penggerak telinga, tulang ekor, gigi
taring yang runcing, geraham ketiga, rambut didada, mammae pada laki-laki,
musculus piramidalis dan masih banyak lagi .Sisa-sisa organ tubuh pada hewan yang
masih ditemukan antara lain sisa kaki belakang pada ular piton yang mirip benjolan
kuku, dan sisa bangunan sayap pada burung kiwi.
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan pada tersebut di atas, kesimpulan yang dapat diambil yaitu
bukti evolusi merupakan sekumpulan penemuan atau hasil penelitian panjang untuk
membuktikan ataupun mendukung teori evolusi. Beberapa bukti evolusi yaitu bukti
paleontologi, adanya organ vestigial, perbandingan embriologi kooperatif, pserbandingan
struktur anatomi kooperatif dan bukti dari biokimia dan serologi perbandingan.