Anda di halaman 1dari 19

ANALISIS BISNIS BUDIDAYA AYAM KAMPUNG PEDAGING

DI DESA SALO BANGKINANG

DISUSUN OLEH:

RACHMANITYA KHADIFAH

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI BANGKINANG

2018
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT serta shalawat dan salam kami
sampaikan hanya bagi tokoh dan teladan kita Nabi Muhammad SAW. Diantara sekian banyak
nikmat Allah SWT yang membawa kita dari kegelapan ke dimensi terang yang memberi hikmah
dan yang paling bermanfaat bagi seluruh umat manusia, sehingga oleh karenanya kami dapat
menyelesaikan tugas kewirausahaan ini dengan baik dan tepat waktu.

Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan proposal ini adalah untuk memenuhi salah satu
tugas yang diberikan oleh Dosen pada mata kuliah kewirausahaan.

Magang ini dilaksanakan di tempat sang narasumber peternak ayam kampung pedaging di kota
bangkinang yaitu Ibu Kamaria. Pelaksanaan magang ini dalam rangka untuk mengetahui seluk
beluk dunia usaha yang ada di bangkinang yang merupakan pemenuhan dari mata kuliah
kewirausahaan di STIE Bangkinang.

Ucapan terimakasih sedalam dalamnya kami haturkan kepada tuhan yang maha esa , orang tua
kami , dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan , pemilik usaha peternakan ayam kampung
pedaging serta teman teman yang turut andil dalam proses penulisan makalah laporan magang
ini.

Dalam proses penyusunan tugas ini kami menjumpai hambatan, namun berkat dukungan materil
dari berbagai pihak, akhirnya kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan cukup baik, oleh
karena itu melalui kesempatan ini kami menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-
tingginya kepada semua pihak terkait yang telah membantu terselesaikannya tugas ini.

Segala sesuatu yang salah datangnya hanya dari manusia dan seluruh hal yang benar datangnya
hanya dari agama berkat adanya nikmat iman dari Allah SWT, meski begitu tentu tugas ini masih
jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu segala saran dan kritik yang membangun dari semua
pihak sangat kami harapkan demi perbaikan pada tugas selanjutnya. Harapan kami semoga tugas
ini bermanfaat khususnya bagi kami dan bagi pembaca lain pada umumnya.

Bangkinang, 25 mei 2018

penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………………………...…2

Daftar Isi……………………..……………………...……………………………………….….3

Bab I PENDAHULUAN………………….……………………………………………………4

A. Latar Belakang…………………………………….........……………………………….4
B. Tujuan……………………………………………...........………………………………4
C. Profil narasumber……………………………………........……………………………..5
Bab II PELAKSANAAN………….…………………………………………………………6

A. Budidaya Ayam Kampung…………………........….............……………………..…….6


B. proses tahapan Budidaya ayam kampung..........................................................................8
C. Analisa Usaha………………………………………........………………………..….....14

Bab III PENUTUP…………………………………………………………………….……15

A. Kesimpulan…………………………………........………………………………15
B. Saran……………………………………….........……………………………….15
C. Lampiran foto...........................................................................................................16
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ayam kampung sudah mulai banyak digemari oleh masyarakat, Mulai dari telurnya
hingga dagingnya, Karena ayam kampung dipercaya mempunyai banyak kelebihan
dibanding ayam lainya, Yaitu mulai dari manfaat telurnya sampai rasa dagingnya yang
menggugah selera. Berbagai masakan Indonesia banyak yang tetap menggunakan ayam
kampung karena dagingnya tahan pengolahan (tidak hancur dalam pengolahan).

Selain itu daging ayam kampung memiliki keunggulan dibandingkan daging ayam
broiler, karena kandungan nutrisi yang lebih tinggi. Dipasaran harga ayam kampung
jauh lebih tinggi sehingga usaha ternak ayam kampung jauh lebih menjanjikan
keuntungan. Sayangnya, belum banyak masyarakat yang memanfaatkan peluang
tersebut.

Belakangan ini usaha ternak ayam kampung semakin digemari. Seriring meningkatnya
permintaan ayam kampung baik daging maupun telurnya, ternak ayam kampung kini
banyak diusahakan secara semi intensif dan intensif. Ternak ayam kampung pun tidak
hanya diambil dagingnya, melainkan banyak yang berorientasi pada telur. Tidak hanya
itu, masyarakat sepertinya sudah mulai bosan mengkonsumsi ayam pedaging / ayam
potong. Mereka lebih memilih ayam kampung untuk dijadikan santapan. Hal ini
terbukti dengan semakin meningkatnya permintaan daging ayam kampung, terutama
menjelang hari-hari tertentu, misalnya menjelang bulan puasa dan lebaran.

B. TUJUAN

Mengenalkan kepada pembaca mengenai seluk beluk dunia peternakan ayam kampung
seperti bagaimana cara budidaya ayam kampung yang benar, pakan dan vitamin serta
ramuan yang cocok untuk ayam kampung, dan tak lupa mengenai analisa usaha rincian
biaya serta cara perawatan ayam kampung yang baik sehingga dapat menarik minat
pembaca dan menjadikan bahan acuan bagi pembaca yang ingin memulai berwirusaha
ternak ayam kampung
C. PROFIL NARASUMBER

Disini kami mewawancarai salah satu unit usaha peternakan ayam kampung yang ada di
bangkinang tepatnya yang berada di salo , yaitu ibu kamaria sebagai pemilik dari usaha
ini.

Nama unit usaha: -

Nama Pemilik: kamaria

Alamat: Desa Salo

Komoditas yang diternakkan: ayam kampung

Lokasi kandang ayam : Dibelakang dan samping rumahnya.

Jumlah ayam yang diternakkan : 1.800 ekor ayam

Jumlah kandang: 8 kandang

Jenis kandang : litter

Jumlah pekerja saat ini : 1 orang. Namun keluarga ibu kamaria juga ikut dalam
perternakan ayam kampng ini

Rencana narasumber kedepannya : menambah kandang ayam dengan cakupan lebih luas
BAB II
PELAKSANAAN

A. Budidaya ayam kampung


Berawal dari kunjungan kami ke tempat wirausaha peternakan ayam kampung pedaging
yang berada di desa salo tersebut, kami mendapati pembahsan yang menarik tentang
ayam kampung. Memang terdengar sepele karena pada umumnya ayam ini hidup dengan
bebas dialam , namun hingga saat sekarang ini, komoditi usaha ayam kampung ini mulai
menunjukkan pesonanya sebagai komoditas usaha yang memiliki keuntungan yang
banyak namun tidak terlalu memakan banyak modal dan juga tidak terlalu merepotkan
untuk dilaksanakan seperti halnya ayam broiler membuat banyak orang termasuk Ibu
Kamaria terpincut akan usaha ini.
Pada masa lalu ayam kampung umumnya dipelihara secara tradisional dengan
kemampuan produksi dan reproduksi yang relatif rendah dibanding ayam ras. Penelitian
dan pengembangan yang kami lakukan beberapa tahun terakhir ini menghasilkan ayam
kampung super (ayam kampus) merupakan hasil penyilangan pejantan dan induk ayam
yang unggul (super) baik super dalam produksi telur atapun dalam pertumbuhannya yang
lebih cepat dengan ukuran tubuh yang besar. Sehingga dihasilkan keturunan yang
mempunyai keunggulan kecepatan dalam pertumbuhan dan kualitas daging yang sebaik
ayam kampung asli.
Daya dukung lingkungan, masyarakat dan pemerintah terhadap pengembangan ayam
kampung pun sangat besar.
Seperti yang kami ketahui dari hasil perbincangan kami dengan ibu kamaria ada dua
manfaat yang bisa didapatkan dari usaha beternak ayam kampung baik secara rumahan
maupun intensif. Yaitu daging ayam kampung dan telur ayam kampung yang bisa dijual
dengan harga tinggi. Kita bisa berfokus pada satu jenis usaha ayam kampung yakni usaha
produksi telor ayam kampung atau usaha jual daging ayam kampung. Bahkan bisa
menggeluti kedua usaha tersebut asalkan masih bisa dikelola dengan baik.
Bukan hanya manusia , ayam pun juga tentunya harus diberikan makanan agar tumbuh
dengan baik dan sehat. Berikut beberapa jenis pakan yang kami ketahui yaitu:
1. Pakan Dedak
Jenis pakan ini hampir sama dengan bekatul, hanya saja dedak sedikit lebih kasar
dibanding dengan bekatul. Akan tetapi pakan dedak juga mudah dicerna bagi anakan
ayam yang sudah berumur 2 bulanan

2.pakan Jagung
Jagung merupakan biji-bijian yang umumnya disenangi oleh ayam, jagung menjadi salah
satu jenis pakan yang berasal dari biji-bijian yang sudah menjadi pakan ayam sejak dulu.
pakan ini banyak mengandung karbohidrat. Sesuai dengan usia ayam, jagung bisa
diberikan berbentuk butiran utuh, jagung giling kasar dan jagung giling halus. Pakan
jagung yang berbentuk butiran utuh tepat diberikan untuk ayam kampung super indukan.

3.pakan BR
Jenis pakan ini bisa didapatkan dari pabrikan. BR diberikan sejak ayam masih DOC yaitu
umur 2 atau 3 hari sampai siap panen. Jika menggunakan full BR, sudah tidak dicampur
dengan pakan lain. sehingga penggunaan BR ini full tanpa campuran apapun.

4.pakan Konsentrat
Ayam kampung super yang masih DOC sangat membutuhkan pakan jenis konsentrat, hal
ini dikarenakan konsentrat memiliki tekstur yang halus, sehingga jenis pakan ini mudah
dicerna oleh DOC
5.pakan Bekatul
Ketika usia ayam sudah berumur 6 minggu, pakan jenis bekatul tepat diberikan untuk
ayam. Bekatul juga memiliki tekstur yang halus sehingga mudah dicerna untuk ayam
kampung super yang masih anakan.

Selain makanan tentu ayam juga membutuhkan yang namanya minuman. Dalam hal
minuman diberikan secara tidak terbatas. Jangan lupa untuk menyediakan wadah minuman
didalam kandang , jika tidak habis dalam jangka waktu sehari maka air minum bisa
dibuang dan diganti dengan yg baru. Selain itu juga membutuhkan yang namanya vitamin
dan jamu untuk meningkatkan kualitas,kuantitas dan efektivitas hasil ternak.
Dan berikut adalah proses tahapan budidaya ayam kampung yang tepat:

Tahapan Budidaya Ayam Kampung

1. Persiapan Pemeliharaan Ayam Kampung


Suatu program pemeliharaan ayam yang menyeluruh, sangat diajurkan. Persiapan
yang perlu dilakukan sebelum kedatangan anak ayam (DOC) antara lain:
a. Melakukan sanitasi semua peralatan yang terdapat dalam kandang anak ayam,
termasuk lantai, dinding, langit-langit kandang, tempat makanan, minuman serta
pemanas. Sanitasi adalah pembersihan menggunakan desinfektan. Pelaksanaan
dilakukan sebelum mendatangkan anak ayam. Sanitasi dengan desinfektan dapat
dilakukan dengan alat penyemprot (sprayer). Dengan demikian, kandang dan
peralataan bebas dari kuman-kuman penyakit. Pengapuran lantai akan
menyempurnakan sanitasi ini karena kapur merupakan disenfectan yang paling
murah.
b. Brooder merupakan alat pemanas sebagai pengganti induk ayam untuk menjaga

suhu tetap hangat (29-32˚C) selama 3 mingggu, brooder bisa menggunakan gas

(gasolec), minyak tanah (semawar), batubara (kompor), sekam kayu (kompor),


listrik (kotak indukan / box brooder) dll. Dari berbagai jenis indukan di atas
untuk skala kecil lebih mudah, lebih murah, lebih irit, lebih aman menggunakan
box brooder.Lantai diberi alas sekam padi / serbuk gergaji setebal 5 cm
kemudian ditutup koran sebagai alas. Box indukan menyesuaikan dengan jumlah
bibit yang mau kita pelihara. Box bisa dibuat dengan dinding papan kayu
setinggi 40-50 cm panjang dan lebar menyesuaikan. Semakin besar anak ayam
yang dipelihara, tempat makanan harus di tinggikan sehingga bagian yang
terendah dari tempat makanan setinggi punggung anak ayam.
c. Tempat air minum, dianjurkan harus berdekatan dengan tempat makanan, dan
usahakan terletak setinggi punggung anak ayam. Sediakan 2 tempat air minum
yang berkapasitas 2,5 liter selama 3 minggu pertama. Tempat minum bisa diberi
alas papan agar alas koran tidak cepat basah dan rusak.
d. Sumber pemanas (boghlamp) befungsi sebagai induk pengganti. Usahakan alat
pemanas yang memadai, sehingga udara panas dapat memberi kehangatan ideal
selama bulu anak ayam masih lembut. Alat pemanas bisa diaktifkan 2 jam lebih
awal dalam box, sehingga anak ayam menempati box sudah dalam keadaan yang
nyaman bagi anak ayam

2. Pemeliharaan Periode Awal 1-3 Minggu (Brooder)

Pemeliharaan periode awal, merupakan tahapan pemeliharaan yang memerlukan


perhatian ekstra.Sebelum umur 3 minggu bulu primer ayam belum tumbuh sempurna
sehingga belum mampu melindungi dari perubahan suhu udara dingin di
lingkungannya, maka masih perlu bantuan panas dalam kotak indukan
(brooder).Penggunaan pemanas pada tahap ini beberapa peternakan ada yang
menggunakan gas, semawar dengan minyak tanah, kompor batubara, kompor grajen,
listrik, dll.Berdasarkan pengalaman dan pengamatan yang paling efisien adalah
pemanas dengan sumber listrik. Box indukan dapat dibuat dari bahan yang murah
misalnya dengan papan cor dan ditutup dengan triplek. Box ukuran 120 cm x 240 cm

bisa menampung DOC 300 – 400 ekor.Pada tahap ini merupakan langkah utama yang

menentukan keberhasilan dalam periode selanjutnya.

Sebelum bibit ayam dimasukkan dalam box harus disiapkan pakan dan minum.Dalam
air minum dianjurkan dicampur gula untuk memulihkan energi dan mencegah
dehidrasi selama DOC diperjalanan. Kemudian diikuti pemberian antibiotik. Pakan
diberikan dalam nampan (feeder chick) dan sedikit ditebar merata pada lantai koran
agar anak ayam mudah mencapai pakan pertama kali masuk box. Pada minggu
pertama, usahakan kehangatan ruangan box cukup bagi anak ayam, secara teori suhu
berkisar pada temperatur 32 oC, dan semakin menurun sedikit demi sedikit sejalan
bertambahnya usia ayam. Agar dapat mengontrol secara akurat lengkapilah box
dengan termometer. Pengontrolan kecukupan panas yang paling bagus dan akurat
adalah dengan memantau dari tingkah laku anak ayam.Bila bergerompol, berarti
kurang hangat.

Jika mengumpul di suatu tempat, berarti kehangatan tidak merata. Jika menyebar di
pinggir box dan mulut terbuka berarti terlalu panas. Jika menyebar merata, berarti
cukup ideal. Agar lebih praktis box dibuat dengan mengguanakan 3 titik lampu,
masing-masing diberi boghlamp 25 watt. Pada 1 minggu pertama 3 lampu dinyalakan
karena periode ini dibutuhkan suhu yang lebih panas, pada minggu ke 2 digunakan 2
lampu, dan masuk minggu 3 cukup menggunakan 1 lampu. Pada umur 3 hari pertama
box ditutup rapat dengan triplek, mulai hari ke 4 bisa diberikan ventilasi dengan cara
menggeser sedikit tutup triplek agar anak ayam tidak kepanasan terutama pada siang
hari.

Untuk mencegah penyakit serta usaha meningkatkan kekebalan terhadap penyakit ND


(tetelo) dengan jenis vaksin NDB1, pada hari pertama / keempat dapat dilakukaan
vaksinasi melalui tetes mata/hidung/mulut. Pemberian antibiotik berguna untuk
mencegah penyakit bakterial. Pada umur 10 hari berikan vaksin Gumboro, untuk
mencegah penyakit gumboro yang menyerang bursa fabricus, sehingga lebih tahan
terhadap berbagai jenis penyakit. Tempat air minum dianjurkan setiap hari dicuci dan
air minum diganti.

3. Pemeliharaan lepas brooder sampai panen


Pemeliharaan anak ayam mulai usia 4 minggu, merupakan pemeliharaan yang telah
melewati periode kritis, sehingga relatif lebih aman, meski masih diperlukan
pengawasan. Induk buatan atau pemanas, sudah tidak diperlukan lagi. Kecuali lampu
penerangan yang digunakan di malam hari. Tempat makanan bisa diganti dengan
bentuk tabung, dan diperlukan sebanyak 2 buah untuk 100 ekor anak ayam.Tempat

minuman cukup 2 – 3 buah. Berilah probiotik GB#1 Profeed dalam air minum atau

lewat pakan setiap hari. Selanjutnya dapat dilakukan vaksinisasi ND (tetelo) yang
kedua. Bila di wilayah peternakan pernah terjangkit penyakit cacar ayam, bisa
dilakukan vaksinisasi NCD (tetelo) bersama-sama.Pelaksanaan vaksin NCD dapat
dilakukan dengan tetes mata/hidung atau lewat air minum. Tiga hari sesudah
vaksinasi berikan vitamin dalam air minumnya, sehingga cekaman akibat vaksinasi
dapat dihindari. Selanjutnya penggunaan antibiotika yang dicampurkan lewat air
minum bisa diberikan seminggu sekali.
Catatan :
- Laksanakan vaksinasi dengan cara tetes mata/hidung /mulut atau lewat air minum
dan semua ayam harus betul-betul tervaksin.
- Bila penggunaan air untuk vaksin diambil dari air sumur, dianjurkan air jangan
sampai tercemar chlorine, bisa ditambahkan skim susu.

- Penimbangan berat anak ayam dengan jumlah 5 – 10% dari total anak ayam yang

ada, sangat dianjurkan. Catat semua berat ayam yang ditimbang, lalu dijumlahkan
dan dibagi dengan jumlah ayam yang ditimbang. Bila terjadi perbedaan yang
mencolok, perlu diteliti kesalahan yang mungkin terjadi. Bila uniformity
(keseragaman) kurang dari 60% maka harus dilihat apakah tempat pakan / minum
kurang, kepadatan, sebaiknya segera dilakukan pengelompokan.
- Jangan menyimpan makanan terlalu lama. Jika menyimpan makanan di gudang,
letakkan lebih tinggi dari lantai gudang.
- Dalam pemberian makanan, usahakan jangan terlalu banyak yang terbuang dan
tertumpah.
- Pada waktu memberi obat-obatan, ikuti petunjuk-petunjuk yang diberikan pada label
obat tersebut. Jangan mencampur obat dengan dosis yang kurang atau berlebih
karena tidak ada hasilnya.
- Bila berat rata-rata ayam yang ditimbang kurang atau di bawah standar yang
dianjurkan, dapat dilakukan penambahan pakannya dari standar yang dianjurkan.
Bila sudah dapat dicapai, hentikan penambahan makanan.

Menanggulangi Kanibalisme.
Kanibalisme sering terjadi pada peternak ayam kampung super, sehingga menjadi
problema tersendiri yang perlu diusahakan pencegahannya.Kerugian yang bersifat
ekonomi akibat kanibalisme, tidak kecil. Pada hakikatnya, besar-kecilnya tingkat
kanibalisme akan bergantung pada faktor lingkungan. Lingkungan yang kurang
menguntungkan, juga akan mengganggu kesempatan ayam untuk memenuhi
kebutuhannya.
Beberapa faktor yang merangsang terjadinya kanibalisme pada ayam kampong dalam
pengelolaan sehari-hari yang paling umum dijumpai disebabkan antara lain:
1. Pemberian pakan dan minum yang tidak mencukupi dengan kebutuhan bagi ayam
2. Kekuatan cahaya matahari yang masuk dalam kandang
3. Kekurangan mineral dalam pakan, merupakan hal yang cenderung lebih gawat
dalam merangsang kanibalisme dan yang jadi sasara utama adalah bulu ayam
temannya.
4. Kepadatan ayam yang terlalu berlebihan karena terbatasnya kandang. Kepadatan
yang melampaui batas yang dianjurkan, akan meningkatkan kanibalisme, Bila ada
ayam yang terluka, ayam tersebut akan menjadi sasaran ramai-ramai.
5. Sirkulasi udara ayang buruk. Hal ini merupakan kejadian yang diakibatkan dari
lingkungan kandang yang pengap dan tidak didukung pertukaran udara yang
kontinu. Dalam kondisi lingkungan yang demikian buruk, ayam akan
melampiaskan kompensasinya dengan kanibalisme.
6. Adanya ektoparasit, yang diakibatkan oleh banyaknya kutu yang bersarang dalam
bulu ayam. Akibatnya gangguan itu, ayam terbatas dalam mengkonsumsi makanan
dan kekurangan makanan akan menyebabkan ayam kekurangan nutrisi. Dari sebab
defisiensi nutrisi ini ayam menjadi kanibal.

Pencegahan dan penanggulangan terhadap kanibalisme dapat diusahakan dengan


pengelolaan, antara lain:

1. Usahakan temperatur lingkungan kandang yang ideal, ada cukup lobang ventilasi
sehingga udara bisa terus berganti.
2. Pemberian pakandan minum yang teratur, baik waktu, jumlah, maupun kualitasnya untuk
pembesaran sebaiknya diberikan secara full feed tapi jangan sampai tumpah.
3. Teritis atap kandang usahakan cukup lebar, dinding kandang diberi tirai sehingga sinar
dan kekuatan cahaya matahari langsung ke kandang dapat dikurangi.
4. Bila ada ayam yang terluka segera dipisahkan dan diobati.
5. Ayam yang memiliki sifat kanibal tinggi ditempatkan dikandang tersendiri atau
dilakukan potong paruh.
6. Dalam satu kelompok, usahakan dipelihara ayam yang seusia.

Masa Panen
Pada umur 50-60 hari ayam kampung dapat dipanen sebagai ayam kampung
pedaging. Keseragaman (uniformity) ukuran dan berat badan menjadi parameter
keberhasilan pada masa pemeliharaan dari saat pertama ayam datang. Kualitas pakan,
kecukupan tempat pakan dan minum, managemen pemeliharaan akan menentukan
semuanya. Panen bisa dilakukan seluruhnya atau sebagian.Pada pemanenan sebagian
sebaiknya dilakukan pada malam hari (kondisi gelap) agar ayam mudah ditangkap
dan tidak stress). Bobot0,8 kg-1,2 kg merupakan ukuran yang paling banyak
dibutuhkan konsumen.
B. Analisis usaha

Tujuan perkiraan analisis usaha ternak ayam kampung untuk menentukan rincian biaya
yang dibutuhkan agar modal yang dikeluarkan dapat kembali dengan baik dan tidak
meleset dari perkiraan sebelumnya. Meski rincian modal ini tidak menjadi salah satu
kepastian yang mutlak, tapi setidaknya Ada gambaran sebelum memulai usaha.

Gambaran modal tersebut ialah sebagai berikut:

A. MODAL AWAL

Pembuatan kandang ayam : Rp 3.000.000

bibit 1000 ekor : Rp 4.400.000


Jumlah : Rp 7.700.000

B. MODAL OPERASIONAL

Terpal : Rp 200.000
Tempat makan dan minum : Rp 200.000
Lampu ( penerangan ) : Rp 250.000
Pakan 250.000X16 : Rp 4.000.000
Vaksin dan vitamin : Rp 500.000
Desinfektan : Rp 100.000
Jumlah : Rp 5.250.000

TOTAL : Rp 12.950.000
Asumsi bahwa kematian pada ayam adalah sekitar 2%. Maka dari 1000 ekor , jumlah
ayam yang mati adalah 20 ekor. Ayam siap jual sekitar 980 ekor. Berat rata rata ayam
adalah 1.5 kg sehingga dapat diperhitungkan sebagai berikut:

penjualan Ayam : 980 x 50.000/ kg : Rp 49.000.000

pendapatan bersih : pemasukan – pengeluaran

49.000.000-12.950.000 : Rp 36.050.000

Angka yang lumayan besar bukan untuk didapatkan selama 12 bulan? Usaha ini cocok
untuk anda jadikan bisnis sampingan atau peluang bisnis utama jika berminat menggeluti usaha
kewirausahaan.
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan
1. Ayam kampung merupakan jenis ayam asli Indonesia yang sering dipelihara oleh
masyarakat desa dan merupakan salah satu hewan ternak yang bermanfaat bagi manusia
karena daging dan telur ayam kampung mengandung gizi yang tinggi. Yang harus
diperhatikan dalam beternak ayam kampung diantaranya faktor kandang, pakan, serta
penetasan telur ayam kampung. Penetasan telur ayam kampung dapat dilakukan dengan
dua cara yaitu secara alami dan dengan menggunakan mesin tetas. Beternak ayam
kampung mempunyai beberapa kendala diantara kendala dari sisi ternak dan kendala dari
sisi peternak.

B. Saran
Jika ingin beternak ayam kampung, sebaiknya mengetahui pedoman-pedoman beternak
ayam kampung agar dapat menghasilkan produksi yang lebih optimal.
Apabila ingin menetaskan telur ayam kampung, sebaiknya pilih telur ayam kampung
yang tidak retak, kulitnya tidak terlalu tipis, halus dan tidak kasar,dan bentuknya normal.
Pada penetasan telur ayam kampung dengan mesin tetas, sebaiknya anak ayam kampung
yang baru menetas jangan langsung diambil dari mesin tetas, tetapi tunggu hingga
bulunya kering. Peternak harus sering memeriksa keadaan ternaknya. Salah satu aspek
yang perlu diperhatikan dalam usaha beternak ayam kampung yang cepat berhasil dan
mudah dijalankan adalah pemilihan lokasi usaha. Pilihlah lokasi usaha ternak ayam
kampung yang mendukung ketersediaan makan dan air. Pastikan pula kandang ayam jauh
dari permukiman penduduk dan terkena sinar matahari pagi yang berguna bagi kesehatan
ayam kampung.
Foto foto mengenai tempat pembudidaya ayam kampung:

Kandang ayam

Ayam ayam setelah diberi makan.


Induk ayam yang tengah mengerami telurnya

Telur telur ayam yang telah dierami


Pemisahan bibit ayam yang sakit agar tidak menulari bibit lainnya

Indukan ayam yang telah dewasa