Anda di halaman 1dari 60

Edisi XXX Januari - April 2018 1

2 Edisi XXX Januari - April 2018


daftar isi

Farmasi Klinik
w Biomarker Dalam Penegakan Diagnosis
Dan Terapi Antibiotik 54

5
Kosmetik

12
w Kojic Acid Bahan Aktif
Kosmetika Penghambat
Pigmentasi 57

Daftar Isi 3 w PMK NO. 7 Tahun 2018


Dari Redaksi 4 Tentang Narkotika 31

Digital Farmasi Wawasan


w Endorse Produk Kesehatan di w Program Eradikasi Polio Global:
Media Sosial oleh Selebritis 5 Indonesia sebagai pahlawan,
w Model Apotek Masa Depan 7 tapi juga sebagai korban 34
w Tips Aman Membeli Obat

23
Melalui Internet 10
w Jejak Langkah Apotek Online Opini
Di Amerika Serikat 12 w Apoteker Kesehatan Masyarakat
w 7 Tren Media Sosial di Industri Kenapa Tidak? 38
Farmasi 15 w Pendidikan Profesi Farmasi di
w Pemanfaatan Teknologi informasi Indonesia: Kegamangan atau
dalam Pelayanan Kefarmasian Ambiguitas 41
di Rumah Sakit 19 w Sentuhan Ilmu Pemasaran Bagi
Calon Farmasis 43
Wawancara
w Nurul Falah: Sistem dan Program Kampus
untuk Memajukan Apoteker w Farmasi USU Dalam
Indonesia 23 Keunggulan Akademik 45

Berita Jejak Profesi


w Menuju Era Obat Bersertifikat w Lifelong Learning as Pharmacist 51
Halal 26
w UI Halal Center 28 Info Medis
w Tiga Profesor Farmasi UNAIR w Penemuan Antibiotik Baru 53 Kulit muka :
di Ujung 2017 29 Lusyana Noviani, Apt
Praktisi Farmasi RS dan Pegiat
Organisasi

Bagi anggota IAI yang berminat untuk mendapatkan Majalah MEDISINA


dapat memesan langsung ke PT. ISFI Penerbitan melalui Fax. 021-56943842
atau e-mail: ptisfipenerbitan@yahoo.com dengan mengirimkan bukti
pembayaran + ongkos kirim, atau bisa juga melalui Pengurus Daerah IAI
masing-masing secara kolektif.

Edisi XXX Januari - April 2018 3


DARI REDAKSI

D a r i R e d a k s i
Media Informasi Farmasi Indonesia

T
Ikatan Apoteker Indonesia
anpa terasa sudah 30 nomor Medisina beredar sejak
Majalah MEDISINA Media Infor­m asi pertama kali diterbitkan tahun 2006. Medisina nomor
Farmasi Indonesia merupakan media perdana itu diterbitkan pertama kali pada September
komunikasi yang diterbitkan oleh Pengurus
Pusat IAI (Ikatan Apoteker Indonesia)
2006, dengan gambar sampul Haryanto Dhanutirto,
melalui PT. ISFI Penerbitan. ketua ISFI saat itu.
Dalam sambutan atas terbitnya Medisina, Haryanto menyebutkan
MEDISINA terbit setiap tiga bulan sekali
pada minggu pertama. maksud penerbitan Medisina sebagai sarana informasi, edukasi,
dan hiburan bagi sarjana farmasi di Indonesia. Penerbitan Medisina
Pelindung : sesungguhnya merupakan salah satu program kerja ISFI yang dihasilkan
Drs. Nurul Falah E. Pariang, Apt.,
saat Kongres ISFI di Denpasar tahun 1993 untuk membuat media
Redaktur Kehormatan: komunikasi bagi anggota tingkat nasional yang baru terlaksana di era
Drs. Saleh Rustandi, Apt. kepengurusan Haryanto Dhanutirto 13 tahun kemudian. Sesungguhnya,
Noffendri, S.Si., Apt
Dra, Aluwi Nirwana Sani, M.Pharm, Apt pada tahun 1955 hingga 1964 Ikatan Apoteker Indonesia pernah
Dra. Mayagustina Andarini, M. Sc., Apt memiliki media komunikasi bernama Suara Farmasi yang dipimpin
Dra. R. Detty Yuliati, Apt Prof. Pow Seng Bouw, yang bentuknya cukup bagus untuk
Liliek Yusuf Indrajaya, S.Si, S.E., MBA, Apt
Dra. Ellen Wijaya, Apt, MS, MM zamannya. Dari informasi-informasi yang dimuat Suara Farmasi
Dra. Evie Yulin, Apt yang terbit sekitar 10 nomor itulah kita di zaman now dapat
Kombes Pol. Drs. Sutrisno Untoro, Apt memperoleh sedikit sejarah dan kiprah Ikatan Apoteker Indonesia
Pemimpin Umum: antara tahun 1955 – 1964. Sayangnya karena tidak adanya penerbitan
Noffendri, SSi, Apoteker, media yang dibuat oleh ISFI antara tahun 1964 - 2006, menyulitkan
generasi saat ini untuk mengetahui apa-apa yang telah dilaksanakan
Pemimpin Redaksi:
Drs. Azril Kimin, Sp.FRS, Apt organisasi dan profesi apoteker di rentang waktu tersebut.
Dengan terbitnya Medisina sejak 2006, informasi mengenai
Sidang Redaksi: organisasi apoteker di tanah air menyangkut kegiatan, program dan
Dra. Sus Maryati, Apt, MM
Drs. Ibrahim Arifin, Apt. isyu-isyu untuk kemajuan organisasi, maupun kiprah sejawat
apoteker dalam mengembangkan ilmu dan organisasi terekam
Staf Redaksi: kembali lewat terbitan Medisina yang tersebar di banyak
Mittha Lusianti, S Farm, Apt.
Dra. Tresnawati, Apt perpustakaan fakultas farmasi di tanah air. Sejak 2 tahun terakhir
terbitan Medisina juga dikirim ke perpustakaan nasional, untuk
Keuangan: memudahkan generasi apoteker kelak bila ingin mengetahui kiprah
Dra. Eddyningsih, Apt.,
pendahulunya jika diperlukan.
Staf Khusus: Dalam mengelola majalah komunitas farmasi ini, masalah
Drs. Husni Junus, Apt. cukupnya naskah berkualitas yang disuplai sejawat merupakan
Desain & Layout: hambatan utama bagi kami agar bisa terbit tepat waktu. Tapi
Ramli Badrudin untunglah belakangan ini sudah banyak para sejawat yang tergerak
hatinya untuk menuangkan tulisan dan pikirannya lewat Medisina,
Alamat Redaksi :
Jl. Wijaya Kusuma No. 17 Tomang sehingga dalam 2 tahun terakhir Medisina bisa terbit 4 kali dalam
Jakarta Barat, satu tahun. Terima kasih kami ucapkan untuk sejawat Prof. Maksum,
Ika Puspitasari, Djoharsjah, Yulia, Evita, Feby Christina, dan
Telp./Fax.: 021-56943842,
e-mail: ptisfipenerbitan@yahoo.com. beberapa sejawat lainnya yang tak pernah menolak kalau kami
minta untuk menulis topik-topik tertentu. n
No. Rekening:
a/n. PT. ISFI Penerbitan,
BCA KC. Tomang : 310 300 9860.

4 Edisi XXX Januari - April 2018


DIGITAL fARMASI

Endorse Produk Kesehatan di


Media Sosial Oleh Selebritis
Menjadi selebritis saat ini semakin
mudah. Dengan munculnya
media sosial, insan kreatif bisa
memanfaatkannya untuk menarik
follower ke media sosial miliknya.
Sebut saja Ria Ricis, Agung Hapsah,
Gen Halilintar, dll, yang saat
ini sibuk berwara-wiri melalui
media sosial, guna mengenalkan
beragam macam aksi menarik. Yang
menariknya, munculnya selebriti-
selebriti media sosial ini juga
diiringi meningkatnya kreativitas
anak muda, sehingga produk yang
mereka hasilnya sangat komersil.
konsep yang jelas. Tentu tidak masalah jika produk yang
diiklankan bukan produk kesehatan, namun, jika produk

D
tersebut adalah produk kesehatan, yang notabenenya
engan mengandalkan followers yang berpengaruh pada kondisi fisik penggunanya, maka cara
besar di media sosial, mereka tidak hanya mengiklankannya pun perlu kehati-hatian.
menjadi terkenal, tetapi juga bisa meraup Memang, saat ini beberapa selebriti internet mulai
banyak rupiah dari sana. Tak jarang banyak yang terikat kontrak dengan beberapa perusahaan
mereka mendapatkan tawaran untuk mengendorse atau farmasi. Dalam perbincangan-perbincangan di media
mempromosikan berbagai macam produk, di media sosial sosial mereka, terkadang secara tidak langsung, mereka
mereka. Jika dahulu, produk yang ditawarkan para selebriti memasukan konten produk kesehatan, dimana mereka
berkisar di produk perlengkapan rumah tangga, otomotif, tengah diendorse.
properti atau kecantikan, sekarang jenisnya semakin Di Amerika, hal ini menjadi perhatian khusus,
beragam. Salah satu produk yang sering kita lihat diendorse setelah sebelumnya seorang selebriti terkenal, yaitu
melalui selebriti di media sosial adalah produk kesehatan. Kim Kardashian, menuliskan sebuah postingan panjang
Bisa berupa alat kesehatan, fasilitas penyedia layanan di Instagrmnya mengenai salah satu obat keras untuk
kesehatan atau pun obat-obatan. mengatasi morning sickness, yang harus dibeli dengan resep
Mengiklankan sebuah produk melalui perantara dokter. Kim mengatakan bahwa ia telah mengonsumsi
selebriti memang tidak ada salahnya, bahkan sejak dulu obat tersebut untuk beberapa waktu lamanya, dan tidak
sudah dilakukan, dengan fasilitas tayangan iklan di televisi. membahayakan bayinya. Saat itu, FDA langsung mengambil
Tapi, di zaman dimana teknologi internet semakin maju, tindakan tegas terhadap produsen obat, dan meminta untuk
maka produsen semakin mudah mengiklankan produknya menghapus postingan tersebut.
melalui media sosial dan iklan-iklan ini pun semakin mudah Di India, dalam sebuah Jurnal India J. Urol yang terbit
diakses. Beberapa iklan bahkan terkadang ditampilkan tanpa di tahun 2016, mereka sudah mulai mewacanakan agar

Edisi XXX Januari - April 2018 5


DIGITAL fARMASI

setiap selebriti yang menerima endorse produk kesehatan perusahaan yang membuat vaksin, edukasilah masyarakat
apalagi obat-obatan, harus dibebankan tanggung jawab tentang mengapa seseorang harus divaksin, vaksin apa yang
tentang kualitas produk yang diendorse tersebut, dan mau diwajibkan, atau tentang penyakit yang sedang mewabah,
bertanggung jawab jika ada sesuatu dan lain hal terkait yang solusinya adalah dengan pemberian vaksin.
obat yang dipromosikannya, jika terdapat banyak keluhan. Untuk para produsen obat herbal, ini menjadi penting
Hal ini untuk mengantisipasi agar selebriti tau bagaimana sekali. Saat ini endorse produk herbal melalui bantuan
batasan dalam mempromosikan sebuah produk kesehatan di selebriti media sosial termasuk banyak. Terkadang caption
dalam media sosial. yang dituliskan di sosial media tidak tepat atau bahkan
Sepertinya Indonesia pun harus berpikir hal yang berlebihan. Padahal untuk obat herbal ada syarat tertentu
sama. Saat ini memang yang lebih banyak terlihat adalah untuk mengklaim khasiat produknya. Ada baiknya
selebriti media sosial yang diendorse untuk produk herbal produsenlah yang membuatkan konsep apa yang harus
dan OTC atau pun kosmetik. Kita bisa ingat, bagaimana diceritakan si selebriti instagram, agar promosi obat herbal
produk Viostin DS yang ternyata bermasalah, selama ini yang dilakukan sesuai dengan aturan yang ditetapkan di
banyak didapati testimoninya melalui media sosial, dan Kemenkes.
juga disampaikan oleh seorang publik figur. Hal ini menjadi
salah satu kenyataan bahwa, publik figur memiliki peranan Saatnya Apoteker Layak Menjadi Selebritis Media
dalam mempengaruhi banyak orang merubah kebiasaan Sosial
mereka, untuk menggunakan sebuah produk. Namun,
ketika terjadi masalah dengan produk tersebut, maka Sempat disebutkan bahwa, di beberapa negara maju,
publik figur tidak diberikan tanggung jawab moral apapun. masyarakat sangat antusias jika Apotekernya aktif di
Fenomena endorse obat-obatan keras yang harus dibeli media sosial. Fungsi Apoteker di media sosial ini adalah
dengan resep dokter melalui selebriti internet memang menjembatani masyarakat akan informasi tentang obat.
belum terlihat nyata di Indonesia, tapi bukan berarti tidak Namun, Apoteker bukan berfungsi sebagai promotor sebuah
mungkin ada. produk.
Perlu diingat, Apoteker adalah barisan terdepan sebagai
Merangkul Selebriti Sosial Media profesional kesehatan yang paling dekat dengan obat.
Mengkampanyekan Cara Pakai Obat yang Benar Setiap pemikiran, asumsi, masukan yang keluar dari mulut
Apoteker, bisa langsung dipercaya oleh masyarakat awam.
Bicara tentang obat, tentu tidak semua orang layak Karenanya, jika memang Apoteker diminta aktif di media
menyampaikan informasinya. Apalagi jika informasi itu sosial, Apoteker benar-benar harus memiliki bekal yang
disampaikan melalui media sosial, yang sangat mudah memadai untuk menjadi seorang konsultan obat. Dan tetap,
diakses masyarakat. Sebenarnya, dibandingkan sebuah apapun bentuk konsultasinya, Apoteker tidak dizinkan
perusahaan melakukan promosi obat dengan menggandeng untuk menyebutkan merek obat atau pun menegakan
selebriti media sosial, alangkah baik jika mereka diagnosa di media sosial.
menggandeng selebriti media sosial dalam mengedukasi Dengan terjunnya Apoteker menjadi seorang
masyarakat tentang cara pakai obat yang benar. Seperti yang Selebgram, Youtuber, Blogger, diharapkan bisa menambah
kita ketahui, masyarakat masih seringkali dihadapkan pada referensi dan masukan pada banyak orang tentang
kenyataan bahwa mereka kekurangan ilmu tentang cara bagaimana cara untuk mengonsumsi obat dengan benar.
pakai obat. Khususnya pada obat-obatan antibiotik. Karena bagaimanapun, masyarakat Indonesia masih sering
Dengan melibatkan selebriti di media sosial, seharusnya terpengaruh dan meniru orang-orang yang dia anggap
perusahaan yang membuat obat, bisa melakukan edukasi memiliki daya tarik secara sosial. Jika Anda adalah seorang
yang lebih bermanfaat. Misalnya, ketika produsen ingin Apoteker yang juga seorang selebriti di media sosial, selamat
mengendorse selebriti sosial media untuk mempromosikan Anda sudah pasti bisa menggerakan masyarakat untuk lebih
produk obat sakit maag, maka yang disampaikan adalah bergaya hidup sehat, melalui kemampuan Anda sebagai
tentang bagaimana cara menjaga gaya hidup agar maag seorang tenaga kesehatan dan pengaruh Anda sebagai
tidak sering kambuh. seorang selebriti media sosial.
Untuk produsen yang memproduksi antibiotik, Siap menjadi Apoteker yang juga selebriti media sosial,
edukasilah tentang cara pakai antibiotik dan bahaya yuk sign up ke platform yang ada!n Vita
penggunaan antibiotik yang salah bisa menjadi materi
edukasi yang bermanfaat untuk semua orang. Begitu pun

6 Edisi XXX Januari - April 2018


DIGITAL fARMASI

Model Apotek Masa Depan


Pesatnya perkembangan
teknologi medis dan
farmasi mempengaruhi
setiap aspek pengobatan
dan perawatan
kesehatan. Institusi
yang tampaknya jauh
dan mirip menara
gading, tidak bisa
lepas dari kekuatan
transformatifnya.

(sharing economy) yang berbasis masa depan mencakup ahli pengobatan


Oleh : Nofa, S.Si., Apt
masyarakat. kuno dikombinasikan dengan pakar
Royal Pharmaceutical Society teknologi dan profesional ilmiah abad
menerbitkan sebuah laporan ke-21. Petugas medis yang memiliki
mengenai model perawatan tempat khusus di komunitas tertentu,
masa depan melalui apotek dan mengetahui riwayat pasiennya dan

M
mereka merumuskan beberapa memberikan perawatan dasar untuk
eskipun apotek rekomendasi yang benar-benar layak penyakit mereka dengan obat yang
memainkan peran dipertimbangkan. Menurut mereka, tepat (atau di usia pertengahan:
kunci dalam proses apoteker : tumbuh-tumbuhan atau infus).
penyembuhan, - harus mengalihkan fokus mereka Seorang guru teknik yang tahu
seringkali kesan pasien tentang dari distribusi obat-obatan ke arah cara menguraikan data dari pelacak
apoteker dan apotek adalah penyediaan layanan yang lebih kesehatan dan perangkat keras dan
menawarkan jenis layanan komersial / luas mampu memberikan perawatan yang
bisnis. Dokter meresepkan obat yang - harus melihat membantu orang diperlukan berdasarkan data, dan tentu
sesuai dengan petunjuk yang tepat, mendapatkan hasil maksimal dari saja seorang profesional sains sejati
dan apoteker menyediakannya dengan obat-obatan mereka dan menjaga yang mengetahui dasar-dasar serta
imbalan uang. mereka tetap sehat sebagai tujuan perkembangan terakhir dalam farmasi
Revolusi teknologi medis akhir mereka dan obat-obatan di umum.
meruntuhkan peran aktor tunggal - harus mengambil inisiatif dan Guru teknik menengah semacam
yang jelas dalam sistem perawatan mendorong perubahan di tingkat itu akan berguna di masyarakat
kesehatan melalui pemberdayaan lokal - tidak menunggu solusi pedesaan, terpencil atau lebih
pasien. Awalnya keseimbangan nasional kecil yang secara signifikan kurang
asimetris mendasari hubungan - harus berkolaborasi satu sama lain mengakses apotek. Fenomena
dokter-pasien. Apotek juga harus di seluruh perawatan masyarakat, ini berdampak bahkan pada data
mendefinisikan ulang tempat mereka sosial, sekunder dan tersier dan penerimaan kembali rumah sakit.
dalam pengobatan. Dengan demikian, dengan profesi kesehatan lainnya Di daerah pedesaan, di mana orang
pemberian obat sederhana tidak tidak dapat menemukan apotek
akan cukup dalam ekonomi bersama Singkatnya, konsep dasar apoteker terbuka sesering yang diperlukan,

Edisi XXX Januari - April 2018 7


DIGITAL fARMASI
periset menemukan bahwa data apotek dapat berkonsentrasi pada dapat dilakukan oleh beberapa
penerimaan lebih tinggi daripada tugas pengelolaan kesehatan daripada anggota tim farmasi yang terlatih
di daerah perkotaan. Jika tujuan distribusi obat. secara khusus, dan di mana kombinasi
utamanya adalah peningkatan kualitas Teknologi seperti sistem komputer keterampilan digunakan secara
penyembuhan, fenomena ini juga untuk pelabelan dan pengendalian efektif di samping inovasi teknis. Ini
harus diubah. Dan teknologi ada di stok, dan paket pasien otomatis berpotensi memberikan waktu kepada
tangan kita untuk membantu. Jadi dan penyisihan dosis yang sudah apoteker untuk menyediakan layanan
mari kita lihat skenario dan teknologi digunakan di rumah sakit AS dan lain, misalnya pemberian informasi
potensial di masa depan yang bisa Inggris selama beberapa dekade harus obat untuk pasien.
berdampak besar pada apotek. digunakan lebih luas, sehingga jam
kerja yang ditujukan untuk memilih
dan menuangkan obat dengan hati- 2) Konsultan Kesehatan dan
1) Pusat Manajemen Kesehatan hati dapat dijatuhkan secara signifikan Bukan Mesin Distribusi obat
Bukan Mesin Distribusi Obat Dengan banyaknya sensor yang
dapat dipakai dan pelacak kesehatan, Apakah Anda pernah masuk ke
Apotek pasca modern tidak dapat apotek dapat menjalankan tugas jalur antrian yang sangat banyak di
hanya bertindak sebagai institusi untuk pengelolaan kesehatan lainnya apotek? Anda menyerahkan resep
distribusi obat-obatan , karena dengan daripada menangani pemberian obat, kepada petugas yang tampaknya
bantuan teknologi mereka akan membantu pasien dalam menafsirkan apoteker atau asisten yang kewalahan,
memiliki lebih banyak waktu, dan data mereka dari perangkat yang dapat dan menunggu sampai obat Anda
akan lebih mementingkan penyaringan dipakai, yang menurut pengalaman siap dibawa, dibayar dan pergi . Anda
pasien. Mereka akan bertindak sebagai saya sangat menuntut, dan mungkin diam meskipun memiliki
manajer kesehatan untuk membantu merekomendasikan koreksi kesehatan beberapa pertanyaan tentang obat itu
pasien yang sehat serta pasien dengan tertentu atau pengobatan berdasarkan sendiri? Namun, Anda memutuskan
kondisi medis tertentu. Mereka akan masukan. untuk tidak bertanya dan lebih suka
mengelola obat-obatan untuk orang- Pengelolaan distribusi beban kerja pergi karena jalurnya begitu banyak
orang yang memakai banyak obat, berbasis keterampilan yang sesuai juga dan apoteker tidak punya waktu lagi?
memberikan saran untuk penyakit dapat membantu mengubah apotek Sudah saatnya apotek beralih
ringan, dan memberikan layanan kuno menjadi fasilitas manajemen sebagai konsultan kesehatan
kesehatan masyarakat. kesehatan abad ke-21. Misalnya, dan bukan mesin distribusi obat
Organisasi dan juga kemajuan penyaluran obat secara teknis atau sederhana. Karena jadwal teknologi
teknologi harus dilakukan, untuk penguraian data sensor dan pelacak dan organisasi memungkinkannya,
dapat sampai pada skenario dimana apoteker akan memiliki kesempatan
untuk memberikan perawatan dasar
kepada pasien dengan masalah
sederhana dan atau memberikan
konsultasi manajemen kesehatan.
Dengan cara ini apotek naik ke
tingkat praktik perawatan primer.
Salah satu faktor terpenting
untuk pengembangan ini adalah
pendekatan akar rumput terhadap
perawatan kesehatan, yang berarti
profesional layanan kesehatan seperti
apoteker juga, harus memberikan
perawatan pasien proaktif. di lokasi
yang paling nyaman untuk pasien.
Bila kehadiran apoteker sebenarnya
tidak memungkinkan, solusi seperti
telemedicine akan terjadi. Misalnya,
Intouch Health dan pasien jaringan
telehealth di daerah terpencil di
AS memiliki akses ke konsultasi

8 Edisi XXX Januari - April 2018


DIGITAL fARMASI
mereka bahkan dapat mencetak obat
sesuai permintaan. Mungkin bahkan
menjalankan uji klinis. Bukan tidak
mungkin! Tahun lalu, FDA baru
saja menyetujui obat epilepsi yang
disebut Spritam yang dibuat dengan
printer 3D. Ini mencetak lapisan
demi lapisan serbuk obat agar larut
lebih cepat dibandingkan tablet
umumnya. Bayangkan seberapa cepat
distribusi obat bisa dilakukan dengan
printer 3D di setiap apotek kedua
atau ketiga.

Selain itu, dengan bantuan


kecerdasan buatan (AI), uji klinis
memerlukan waktu yang jauh lebih
sedikit dan mereka mungkin dibawa
lebih dekat ke apotek dan pasien
itu sendiri. Perusahaan Atomwise
menggunakan superkomputer yang
menyusun terapi dari database
struktur molekul. Tahun lalu,
Atomwise meluncurkan pencarian
virtual untuk obat-obatan aman
dan ada yang dapat didesain ulang
untuk mengobati virus Ebola.
Mereka menemukan dua obat
darurat berkualitas tinggi untuk signifikan membantu profesional
yang diprediksi oleh teknologi AI
layanan stroke, kardiovaskular, kesehatan untuk mendiagnosis
perusahaan yang secara signifikan
dan pembakaran pada saat mereka penyakit dengan lebih tepat dan
dapat mengurangi infektivitas Ebola.
membutuhkannya. Selain itu dengan mudah - misalnya di apotek.
Analisis ini, yang biasanya akan
telehealth, profesional medis di kota- memakan waktu berbulan-bulan atau
kota seperti itu dan daerah pedesaan bertahun-tahun, selesai dalam waktu
juga memiliki akses terhadap layanan 3) Terapi Personal dan Pencetakan
kurang dari satu hari. Bayangkan
khusus dan pasien dapat diobati di Obat Sesuai Permintaan
bagaimana pembuatan obat yang
komunitas mereka sendiri. efisien akan terjadi jika uji coba
Ini adalah bagian dari diagnosis Mari mengambil satu langkah
klinis semacam itu dapat dijalankan
perawatan khusus yang disebut, yang lebih jauh dalam membayangkan
di tingkat kesehatan “ground zero”,
memungkinkan diagnosis pasien di masa depan apotek: institusi usang
yaitu di apotek.
kantor dokter. , ambulans, rumah, berhasil diubah menjadi pusat
Semoga apoteker Indonesia
lapangan, atau di rumah sakit. manajemen kesehatan dan konsultan
diberdayakan melalui inovasi
Hasil perawatan tepat waktu, dan kesehatan dengan bantuan teknologi
disrupsi dan membawa teknologi ke
memungkinkan penanganan cepat dan organisasi. Bagaimana apotek
praktik mereka untuk meningkatkan
kepada pasien. Sensor kesehatan mengambil peran yang lebih efektif
kemampuan mereka. Contoh bagus
seperti Scanadu Scout yang mengukur dalam penyembuhan?
di Amerika telah menunjukkan
antara lain denyut jantung, laju Saya percaya apotek mungkin
bagaimana hal ini dapat menurunkan
pernapasan, persentase oksigenasi mendapatkan kebebasan total dalam
biaya dan meningkatkan kualitas dan
darah, dan suhu tubuh atau Viatom terapi personalisasi. Dengan memiliki
meningkatkan jangkauan layanan
Checkme yang mengukur EKG, akses ke algoritma berbasis cloud dan
apotek kepada masyarakat.n
denyut nadi, saturasi oksigen, tekanan solusi kesehatan digital, mereka bisa
darah, suhu tubuh, kualitas tidur, mendapatkan jumlah dan kualitas
dan aktivitas sehari-hari, dapat secara informasi medis yang sama, dan juga

Edisi XXX Januari - April 2018 9


DIGITAL fARMASI

Tips Aman Membeli Obat


Melalui Internet
Pernah tergoda
membeli obat di apotek
online?
Jika ya, Anda
tidak sendiri. Ada
banyak orang yang
memanfaatkan
kemudahan transaksi
jual beli melalui
internet. Termasuk
berbelanja produk
kesehatan di apotek
online.

M
emang benar, salah untuk masyarakat awam menilai, pemerintah. Masyarakat umum pun
satu sisi positif dari mana apotek online yang beroperasi harus terlibat, khususnya dalam
menjamurnya apotek secara legal, yang dapat menawarkan memberikan informasi kepada
online di Indonesia, keamanan dalam pembelian BPOM atau pun KEMENKES, jika
baik yang berupa website atau pun obat, sekaligus juga memberikan dirasa dalam transaksi jual beli obat
aplikasi online adalah, memberikan perlindungan kepada konsumennya. terdapat pelanggaran-pelanggaran, atau
kemudahan dalam bertransaksi, Menariknya lagi, fenomena apotek ditemukan obat-obatan yang tidak
khususnya dalam jual beli obat dan online saat ini pun dikemas dengan layak konsumsi.
alat-alat kesehatan. Terlebih untuk lebih beragam, dimana orang bisa Tidak salah memang jika kita
anda di kota-kota besar, yang seringkali menebus resep secara online, hanya mengikuti tren teknologi yang sedang
dilanda rasa malas keluar rumah untuk dengan mengirimkan foto resep, berkembang, dengan memanfaatkan
pergi ke apotek, dikarenakan lokasinya juga bisa melakukan konsultasi obat layanan aplikasi apotek online sebagai
yang cukup jauh, atau karena malas resep secara online, dan semuanya tempat membeli obat atau menebus
mengantri. dilakukan hanya dengan duduk diam resep. Nah, untuk amanya, ada
Tapi, hati-hati, kemudahan manis di rumah. Semua menjanjikan beberapa hal yang perlu diperhatikan
yang ditawarkan saat Anda membeli kemudahan. Bagaimana mungkin dalam memilih apotek online tersebut,
produk kesehatan, yang dalam hal Anda yang begitu sibuk tidak tertarik? agar kita tidak salah membeli obat, dan
ini adalah obat, tentu memiliki risiko Badan POM, selaku lembaga obat yang dibeli aman dan berkhasiat
tersendiri. Karena obat merupakan yang bertanggung jawab dalam hal saat dikonsumsi. Berikut adalah tips
produk kesehatan, yang penggunaanya pengawasan distribusi obat dan aman dari kami, untuk Anda yang
haruslah aman, maka masyarakat perlu makanan tentu harus lebih waspada ingin melakukan transaksi pembelian
cerdas dalam membelinya. saat ini. Banyaknya produk kesehatan obat melalui internet:
Saat ini, membuat website atau yang beredar secara online, membuat
pun aplikasi online bukan hal yang mereka harus bekerja keras guna 1. Cari tahu, apakah apotek
sulit. Hal ini menjadikan banyak menjamin bahwa obat-obatan memiliki apoteker
sekali bermunculan apotek online, yang didistribusikan secara online Untuk Anda yang ingin
yang memfasilitasi jual beli obat, baik ini aman dikonsumsi. Sebenarnya melakukan pembelian obat keras
resep atau pun non resep, herbal atau pengawasan terhadap distribusi ini melalui resep di apotek konvensional,
pun kimiawi. Tapi, tentu sangat sulit tak lantas hanya menjadi pekerjaan tentu saja Anda harus bisa bertatap

10 Edisi XXX Januari - April 2018


DIGITAL fARMASI
muka dengan apotekernya. Apoteker yang menjual produk obat keras tanpa obat yang diterima telah rusak selama
akan memberikan Anda informasi perlu resep dokter, sebaiknya anda perjalanan.
tentang cara pakai obat, efek samping, black list dari pilihan Anda.
dan lain-lain. Nah, di apotek online 7. Jangan tergiur testimoni atau
ini, konsultasi bisa dilakukan melalui 4. Jangan memberikan data rahasia endorse dari publik figur
telepon. Anda bisa memastikan pribadi Bagi yang ingin membeli obat-
layanan aplikasi apotek online Anda Hindari membeli obat di apotek obatan herbal atau obat-obatan
menyediakan layanan konsultasi online, yang meminta data personal bebas, banyak sekali produsen yang
dengan apoteker. Atau, jika apotek detail Anda, seperti nomor info detai menawarkan obat disertai dengan
online tersebut bekerjasama dengan tentang kartu kredit Anda, nama orang beragam testimoni. Beberapa produsen
apotek lainnya, pastikan Anda bisa tua kandung Anda, dan data riwayat meminta publik figur untuk endorse
berbicara dengan apoteker yang kesehatan pribadi Anda. produknya, atau bahkan mengangkat
bekerjasama dengan apotek online publik figur untuk ambasador.
tersebut, guna mendapatkan edukasi 5. Survei harga obat Maka, cerdaslah menganalisa, apakah
tentang obat yang Anda beli. Sebaiknya anda mengetahui testimoni tersebut merupakan bagian
terlebih dahulu harga pasaran obat dari strategi pemasaran atau memang
2. Cari tahu tentang jaringan yang akan Anda beli. Beberapa apotek benar-benar pengalaman pengguna.
apotek yang bekerja sama memang menawarkan diskon untuk Perlu diingat, tidak ada obat herbal
dengan apotek online tersebut beberapa item obat, khususnya obat yang memberikan khasiat secara
Apotek online pada umumnya OTC. Tapi, apotek yang terlalu langsung. Jika ada yang menjanjikan,
tidak menyetok barang berupa banyak menawarkan diskon bahkan justru Anda bisa mencurigainya
obat-obatan keras, narkotika dan nominalnya sangat tinggi, boleh Anda sebagai obat herbal yang mengandung
psikotropika, dll, yang harus hindari. Terlebih jika sebelumnya zat kimia obat.
ditebus dengan resep dokter. Mereka Anda sudah tau bahwa harga obat
biasanya akan bekerjasama dengan yang ditawarkan jauh lebih rendah Nah, bagaimana dengan
apotek sekitarnya, untuk melakukan dibanding harga obat pada umumnya. tips singkat di atas. Karena obat
penebusan obat-obat dengan resep. Anda boleh menaruh kekhawatiran adalah produk kesehatan yang bisa
Anda bisa mencari tahu apotek mana pada diskon yang berlebihan, menyembuhkan saat digunakan
saja yang bekerjasama dengan apotek mengingat saat ini banyak sekali dengan tepat, tapi bisa menjadi racun
online tersebut. Ingat, jika Apotek obat yang dipalsukan dijual melalui saat salah dalam penggunaanya, maka
online tidak memiliki tenaga kerja internet. tetaplah berhati-hati. Mengikuti
apoteker untuk berkonsultasi, maka tren teknologi dengan memanfaatkan
pastikan Anda bisa berhubungan 6. Pastikan Anda tahu berapa lama apotek online sebagai sarana untuk
dengan apoteker di apotek, tempat obat tersebut bisa Anda terima membeli obat tidaklah salah, asal Anda
apotek online anda menebuskan resep di tangan Anda. berhati-hati. Ada baiknya juga jika
Anda nantinya. Mengingat anda harus Anda selalu detail melihat obat yang
mengonsumsi obat tersebut segera, sudah sampai di tangan Anda. Jika
3. Pastikan apotek online hanya Anda pun harus bisa memprediksi obat tersebut tidak sesuai permintaan
melayani pembelian obat keras berapa lama kira-kira obat tersebut dan keadaannya rusak, Anda bisa
dengan resep. Tanpa resep maka sampai di tangan Anda, termasuk melakukan pelaporan ke apotek online
mereka tidak akan melayani. transportasi apa yang digunakan. tempat Anda membeli. Jika Anda
Jangankan apotek online, Untuk obat-obatan tertentu, ada yang menemukan pelanggaran pada apotek
terkadang masih banyak apotek membutuhkan penyimpanan dan tersebut, jangan segan juga untuk
konvensional yang mau melakukan penanganan yang khusus, ada obat- melaporkannya ke Dinas Kesehatan
penjualan obat keras tanpa resep. Di obat yang rusak pada suhu panas atau atau pun Kementerian Kesehatan.
apotek online, hal ini menjadi lebih meleleh di simpan di suhu ruang.
mungkin terjadi. Walau pun bagi anda Untuk obat-obat demikian, alangkah Itu dia 7 tips agar aman membeli
penawaran bisa menebus obat tanpa baik jika anda pergi ke apotek obat melalui internet. Jadilah
resep ini menjadi lebih mudah, namun langsung. Dikhawatirkan kurir apotek pengguna aplikasi Apotek online
ini tidak menjadi lebih aman. Anda online akan lama sampai di rumah sekaligus pengawas peredaan obat yang
tetap membutuhkan resep dokter, anda, yang menyebabkan jadwal bijak!.n Vita
sekalipun Anda membeli di Apotek Anda meminum obat menjadi lebih
online. Dan, sebaliknya, Apotek online lama, atau justru dikhawatirkan jika

Edisi XXX Januari - April 2018 11


DIGITAL fARMASI

JEJAK LANGKAH APOTEK


ONLINE DI AMERIKA SERIKAT
Apotek online sudah ada di amerika serikat
Oleh : Feby Christina, S.Farm., Apt. sebelum tahun 2000
Consumer Value Store (CVS), apotek online pertama
di Amerika Serikat pertama kali meluncurkan penjualan
Di awal tahun 2018, U.S Food and di internet pada tahun 1999 yang dikenal dengan CVS.
com. Berawal dari tahun 1963, dua bersaudara Stanley
Drug Administration (FDA) masih saja
dan Sidney Goldstein mendirikan CVS bersama Ralph
mempublikasikan kepada publik artikel terkait Hoagland di Lowell, Massachusetts. CVS awalnya bukanlah
bagaimana membeli obat pada apotek online apotek, melainkan toko yang menjual barang kesehatan
dan kecantikan. Kemudian pada tahun 1967, perusahaan
dengan jaminan keamanan. Ini bukanlah
ini mengembangkan departemen farmasi di dalamnya, dan
kali pertama FDA menginformasikan kepada dengan munculnya dunia internet maka CVS tidak menyia-
konsumen terkait kewaspadaan terhadap nyiakan kesempatan untuk meluncurkan CVS.com di tahun
1999. Ini menjadi apotek online pertama yang terintegrasi
apotek online ilegal. Peringatan yang
penuh di Amerika Serikat.
berkesinambungan ini seolah menggambarkan
bahwa apotek ilegal masih memanfaatkan Peredaran obat palsu tetap menjadi perhatian
internet untuk meraup keuntungan tanpa utama pada apotek online, mesin pencari online
menetapkan verifikator untuk memastikan
mempertimbangkan bahaya besar yang keabsahan apotek online
menanti bagi konsumen. Kerentanan penjualan obat di internet terhadap
kejahatan memang tak terelakkan. Pada tahun 2004
kongres di Amerika Serikat menaruh perhatian khusus
terhadap obat palsu yang diperdagangkan oleh apotek

12 Edisi XXX Januari - April 2018


DIGITAL fARMASI
online tak berizin resmi. Sebagai bentuk dari keprihatinan apotek online untuk menjual obat-obatan golongan
Kongres, maka search engine atau mesin pencari online controlled substances (penggunaan serta peredarannya
utama memilih pharmacychecker.com untuk memverifikasi dikendalikan secara ketat) berdasarkan konsultasi
keabsahan apotek online. Pharmacychecker.com tidak hanya online semata. Lahirnya UU ini didesak oleh semakin
memverifikasi apotek online yang ada di Amerika Serikat, meningkatnya penggunaan obat resep controlled substance
namun juga di Kanada. terutama pada remaja untuk tujuan non-medis. Hal ini
semakin diperparah oleh perdagangan obat melalui internet.
Sekalipun ada verifikator, FDA memperlihatkan
adanya kejanggalan pada apotek online Drug Enforcement Administration (DEA), lembaga
Pada tahun 2005, FDA mengungkap banyaknya penegak hukum di Amerika Serikat yang khusus menangani
obat yang dipromosikan secara online sebagai obat yang penggunaan dan penyelundupan narkoba, menerima data
berasal dari Kanada tetapi nyatanya adalah obat palsu dan pada tahun 2006 yakni sebanyak 34 apotek yang beroperasi
asalnya dari negara-negara lain. Untuk melindungi warga di Amerika Serikat ternyata melakukan dispensi obat
Amerika Serikat dari obat palsu, pada tahun 2006 FDA hydrocodone sebesar 98 juta unit dosis melalui internet.
mengumumkan standar baru yang menekankan pada Berarti apotek ini masing-masing menjual rata-rata sekitar
tindakan yang perlu dilakukan terkait peraturan tertentu 2,9 juta unit dosis hydrocodone per apotek setiap tahunnya.
serta penggunaan teknologi baru untuk melindungi Dengan kata lain, rata-rata apotek di Amerika Serikat
distribusi obat di Amerika Serikat. Salah satu contohnya menjual sekitar 88 ribu unit dosis hydrocodone setiap
adalah dengan menetapkan pertauran bagi distributor tahun.
obat agar mencantumkan dokumen rantai perlindungan Nama Ryan Haight pun kemudian mencuat, ia
keamanan obat yang disebut “pedigree” pada seluruh sistem adalah seorang pelajar SMA di California sekaligus seorang
distribusi. FDA lalu memberikan peringatan kepada atlet yang akhirnya meninggal pada tahun 2001 akibat
konsumen untuk tidak membeli atau menggunakan obat overdosis controlled substance yang dibelinya dari apotek
resep dari berbagai website Kanada yang terbukti menjual online abal-abal. Namanya kemudian digunakan pada UU
produk palsu. penjualan obat secara online di Amerika serikat. Laporan
senat di Amerika Serikat menyebutkan bahwa kemudahan
Ryan Haight, nama seorang pelajar di California dalam mengakses internet, yang disertai dengan kurangnya
yang disematkan pada nama Undang-Undang supervisi medis telah menyebabkan konsekuensi tragis pada
tentang penjualan obat secara online di penjualan obat resep controlled substance secara online.
Amerika Serikat
Sebagai bentuk tindakan tegas dari pemerintah, maka Obat ilegal tetap diiklankan, Google
pada tahun 2008 presiden Amerika Serikat menandatangani mengambil keputusan untuk mengeliminasi
Undang-Undang (UU) yang diberi nama Ryan Haight pharmacychecker.com sebagai verifikator
Online Consumer Protection Act of 2008 yang melarang apotek online
Pada tahun 2009,
LegitScript, suatu perusahaan
yang bergerak dalam layanan
pemantauan apotek online dan
diakui oleh National Association
of Boards of Pharmacy di Amerika
Serikat menemukan bahwa 80-
90% iklan obat apotek online
yang disponsori oleh mesin
pencari di internet (diverifikasi
oleh pharmacychecker.com)
ternyata melanggar UU federal
dan negara bagian di Amerika
Serikat. Selain itu, The
Partnership for Safe Medicines
(PSM), suatu lembaga kesehatan
masyarakat non-profit yang
bergerak di area keamanan obat

Edisi XXX Januari - April 2018 13


DIGITAL fARMASI
resep dan perlindungan konsumen, mencermati mesin Memberikan obat resep tanpa konsultasi tatap muka dengan
pencari di internet seperti Google, Yahoo, Bing dengan dokter hampir selalu dinyatakan ilegal. Kecuali, untuk
seksama karena mesin pencari ini dinilai mendukung Negara bagian Utah, hal tersebut mendapat pengecualian
penjualan obat ilegal secara online. Kemudian di hanya jika apotek, dokter, dan pasien berlokasi di Utah, dan
tahun 2010, Google mengumumkan kebijakan terkini terbatas hanya untuk obat tertentu saja.
terkait apotek di Amerika Serikat dan mengeliminasi
pharmacychecker.com sebagai verifikator apotek online. Apa yang diinformasikan oleh FDA kepada
pasien untuk membantu melindungi mereka
Lalu sebenarnya apakah keberadaan apotek dari apotek online yang tidak bertanggung
online diizinkan di Amerika Serikat? jawab?
Ya, apotek yang berada di Amerika Serikat dapat FDA menginformasikan dalam bahasa yang sangat
memenuhi pesanan secara online, namun tentunya dengan sederhana bagi pasien dalam membeli obat di apotek online,
batasan tertentu. Apotek tersebut harus secara fisik berlokasi mulai dari alasan mengapa mereka harus membeli obat di
di Amerika serikat. Melakukan impor obat resep sifatnya apotek online yang tersertifikasi, apa kerugian jika mereka
ilegal, oleh karena itu apotek yang melakukan penyerahan mengabaikan hal tersebut, apa ciri-ciri apotek online ilegal
obat haruslah berlokasi di Amerika Serikat, dan sebagian dan yang dinyatakan aman, dll.
besar negara bagian pun mensyaratkan hal ini. Apotek juga
harus berlisensi di Amerika Serikat. Lisensi apotek tidak Berikut ini adalah beberapa cara yang ditawarkan
diberikan di tingkat federal, melainkan di tingkat negara oleh FDA kepada pasien di Amerika Serikat agar dapat
bagian masing-masing. Secara umum, jika apotek online mengidentifikasi apotek online yang aman.
menawarkan untuk mengirimkan obat ke negara bagian 1. Mensyaratkan resep yang valid dari seorang dokter atau
tertentu, maka apotek tersebut haruslah terlebih dahulu profesi kesehatan lain yang berlisensi
mendapatkan lisensi dari negara bagian tujuan, sekalipun 2. Mendapatkan lisensi dari board of pharmacy di Negara
tidak harus berada di sana secara fisik. bagian yangbersangkutan
3. Tidak ada dalam daftar website yang tidak
Apakah apotek online yang tidak berasal dari direkomendasikan oleh National Association of Boards of
Amerika Serikat dapat menyalurkan obat resep Pharmacy (NABP)
kepada pasien yang berada di Amerika Serikat? 4. Memiliki apoteker dengan lisensi Amerika Serikat yang
Tidak. Hal ini dianggap ilegal. FDA dengan jelas dapat menjawab pertanyaan anda
mengatakan bahwa melakukan impor obat resep adalah 5. Berada di Amerika Serikat, dan menyediakan alamat
ilegal. lokasinya.
6. Memiliki National Association of Boards of Pharmacy’s
Apakah apotek online dapat mengijinkan (NABP) Verified Internet Pharmacy Practice SitesTM Seal
pasien membeli obat resep tanpa berkonsultasi (VIPPS® Seal), dimana seal atau tanda ini memberikan
tatap muka dengan dokter? makna bahwa apotek online tersebut aman karena
Tidak, dengan pengecualian yang sangat jarang. telah memenuhi persyaratan lisensi Negara bagian dan
kriteria NABP lainnya. Apotek online
yang terakreditasi VIPPS saat ini wajib
untuk memiliki domain aktif .pharmacy
(dot pharmacy). Domain ini seperti
halnya .com, .net, namun hanya website
apotek dan website terkait farmasi
yang telah terverifikasi oleh NABP yang
diijinkan untuk menggunakan domain
tersebut. Contoh, apotek online yang
bernama BioPlus Specialty Pharmacy
Services telah terakreditasi VIPPS
dan memiliki alamat website www.
bioplusspecialty.pharmacy n

14 Edisi XXX Januari - April 2018


DIGITAL fARMASI

7 Tren Media Sosial di Industri Farmasi


* Analisis 105 profil merek, 200.000 keping konten dan 15 juta interaksi

oleh: Nofa, S.Si., Apt

Banyak perusahaan farmasi sangat


berhati-hati dengan kehadiran
media sosial mereka. Hal itu tidak
mengherankan mengingat pembatasan
iklan dan ladang ranjau potensial
membahas obat resep di lingkungan
yang tidak terkendali. Laporan ini
melihat bagaimana 16 perusahaan telah
menggunakan media sosial dan tren
yang telah muncul di industri ini selama
Semua data dan grafik diambil dari sumber
lima tahun terakhir.
Unmetric Analyze Social Intelligence Platform.

P
erusahaan yang dianalisis dalam laporan ini di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, LinkedIn dan
Pinterest adalah: Abbot, Abbvie, Allergan, Roche, AstraZeneca, Bayer, Boehringer Ingelheim, BMS, Lilly,
Johnson&Johnson, GSK, Merck, Novartis, Novo nordisk, Pfizer, Sanofi.

Lansekap Farmasi di Media Sosial

Karena pembatasan yang diberlakukan oleh industri oleh FDA, kami menemukan bahwa perusahaan farmasi telah
membagi kehadiran media sosial mereka menjadi empat silo independen:

Edisi XXX Januari - April 2018 15


DIGITAL fARMASI
Dimana Pertumbuhannya?

Di Facebook, perusahaan farmasi terlihat


pertumbuhan dari halaman korporat dan halaman
Karir. Tingginya pertumbuhan halaman Karir
mungkin merupakan indikator jumlah penggemar
total yang dimiliki halaman-halaman ini.
Sedangkan untuk halaman Perusahaan, tingkat
pertumbuhan yang tinggi menunjukkan bahwa
media ini adalah saluran yang sangat penting bagi
merek farmasi pada tahun 2016.
Di Twitter, perusahaan farmasi berjuang untuk
meningkatkan pertumbuhan Follower sepanjang
tahun 2016. Yang menangani portal merk adalah
pendorong terbesar pertumbuhan Follower
terutama karena jumlah Pengikut yang relatif
rendah. Sama seperti di Facebook, merek OTC
tidak mencatat pertumbuhan yang signifikan. Ini
bisa jadi karena perusahaan memfokuskan kembali
usaha mereka ke media lainnya.

Dimana Upaya dan Pengembalian?

Unmetric Discover, database yang dapat dicari


lebih dari 500.000.000 keping konten merek, topik
berikut muncul sebagai poin pembicaraan paling
populer untuk perusahaan farmasi.

KESEHATAN : 113,000 Tulisan, Tweets & Pins

Tulisan yang dipromosikan GSK tentang penyakit


meningokokus adalah tulisan terkait kesehatan yang
paling banyak dibagikan dari antara 16 perusahaan
farmasi dalam laporan ini.

NUTRISI : 95,500 Posting, Tweets & Pins

Tulisan yang dipromosikan Merck tentang sarapan


sehat salad adalah tulisan terkait nutrisi yang paling
banyak dibagikan.

16 Edisi XXX Januari - April 2018


DIGITAL fARMASI
Tren : Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Industri Farmasi 3. Facebook Engagement sedang Meningkat
di Media Sosial

1. Perusahaan Farmasi Memproduksi Lebih Sedikit Konten

Meskipun volume konten yang diterbitkan oleh perusahaan


farmasi di Facebook telah menurun dari tahun ke tahun,
rata-rata interaksi per pos semakin meningkat. Penggerak
Di seluruh jaringan sosial, perusahaan farmasi telah terbesar pertumbuhan ini berasal dari Likes, yang
menerbitkan lebih sedikit konten media sosial. Sejak tahun menunjukkan bahwa promosi berbayar sebagian besar
2014, telah terjadi penurunan sebesar 36% dari jumlah bertanggung jawab atas kenaikan tersebut.
konten yang dipublikasikan. Catatan - Analisis ini tidak termasuk posting gelap.
1. Portal Karir Farmasi melawan tren tersebut dan Hanya posting yang dapat dilihat secara publik yang
menerbitkan 37% konten lebih banyak di tahun dipertimbangkan untuk penelitian ini.
2016 dibandingkan tahun 2013 1. Tidak ada korelasi antara lebih banyak posting
2. Pfizer menerbitkan 332% konten lebih banyak di dan keterlibatan yang lebih tinggi. Novo Nordisk
halaman Facebook Perusahaan-nya di tahun 2016 mencatat jumlah posting paling sedikit kedua namun
jika dibandingkan dengan tahun 2013 memiliki total interaksi tertinggi kedua.
2. Pfizer menerbitkan lebih dari dua kali jumlah
konten di Facebook daripada semua perusahaan
farmasi lainnya di tahun 2016 namun memiliki total
2. Konten Video sedang Naik interaksi yang lebih rendah daripada kebanyakan
perusahaan lain.

4. Konten Lebih Banyak Dipromosikan di Facebook

Akun Video sekarang mencakup 16% dari semua konten


yang diterbitkan oleh perusahaan farmasi di Facebook.
Transisi ini mencerminkan apa yang terjadi di industri lain
di Facebook, Twitter dan Instagram. Karena merek bersaing
untuk mendapatkan perhatian, video menyediakan sarana Persentase posting Facebook yang dipromosikan oleh
untuk menangkapnya. perusahaan farmasi meningkat dari 10% menjadi 14%
1. Boehringer Ingelheim menerbitkan video terbanyak dari Q1 sampai Q4 pada tahun 2016. Hal ini, selain
di tahun 2016 di Facebook, total sebanyak 134. meningkatnya jumlah video yang dipublikasikan, telah
2. Laman Facebook merek OTC menyumbang membantu industri farmasi menghasilkan keterlibatan yang
persentase tertinggi konten video sebanyak 20% lebih tinggi dari lebih sedikit posting.
posting video. 1. Novo Nordisk adalah yang paling mempromosikan
kontennya - 36% tulisannya dipromosikan. Pfizer

Edisi XXX Januari - April 2018 17


DIGITAL fARMASI
mempromosikan kurang dari 1% konten mereka. Perusahaan farmasi tampaknya lebih enggan daripada
2. Portal bermerek cenderung mempromosikan konten sebelumnya untuk terlibat dalam percakapan di Twitter.
mereka dengan rata-rata 40% konten dipromosikan. Penurunan terbesar berasal dari penanggung jawab merek
Profil karir cenderung tidak mempromosikan konten OTC yang biasanya sangat membalas tweet pengguna.
1. Eli Lilly tetap menjadi satu-satunya merek yang secara
aktif melibatkan pendengarnya dengan lebih dari
dua kali lipat jumlah balasan dibandingkan dengan
5. Profil Merek OTC menurun merek lain
2. Allergan dan Sanofi adalah yang paling sedikit
membalas tweet apapun, Allergan hanya membalas
dua tweet di keseluruhan tahun 2016

7. Perusahaan-perusahaan yang aktif di seluruh jaringan


sosial

Pada tahun 2013 dan 2014, perusahaan farmasi tampaknya


menyematkan harapan mereka akan kehadiran media sosial
yang kuat pada merek OTC. Namun, pada tahun 2016,
terjadi penurunan tajam dalam jumlah konten publik yang
dihasilkan oleh profil ini bersamaan dengan penurunan
keterlibatan serupa.
Penurunan konten bisa terjadi karena adanya peningkatan
‘postingan gelap’ yang bisa dipublikasikan oleh merek di
Facebook. Pos ini tidak muncul di halaman Facebook merek
dan tidak dipertimbangkan untuk analisis ini. Perusahaan farmasi aktif di lima dari enam jaringan
1. Beberapa merek OTC yang melawan tren adalah sosial dengan sebagian besar perusahaan memilih Twitter,
Tums (GSK), Flonase (GSK) dan NEXIUM LinkedIn, Facebook dan YouTube. Twitter dan LinkedIn
(AstraZeneca). Bersama-sama merek ini adalah jaringan sosial yang paling disukai dengan kehadiran
menyumbang 72% dari semua interaksi Merek OTC 100%. Hanya tujuh dari 16 perusahaan yang hadir di
2. Motrin (J & J) yang diterbitkan kurang dari satu Instagram, menjadikannya jaringan sosial yang paling tidak
posting per bulan rata-rata pada tahun 2016 namun disukai.
masih berhasil menghasilkan 13 kali pertunangan 1. Bayer & Boehringer Ingelheim adalah perusahaan
lebih banyak daripada Midol (Bayer) farmasi paling sosial dengan kehadiran aktif di semua
enam jaringan sosial.
2. Allergan adalah perusahaan farmasi paling aktif di
media sosial dengan kehadiran terbatas hanya pada
6. Perusahaan Membalas Tweet Lebih Sedikit daripada Twitter dan LinkedIn. n
Sebelumnya

18 Edisi XXX Januari - April 2018


DIGITAL fARMASI
Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam
Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit
Agil Bredly Musa, S. Farm., Apt. penyiapan dan pemberian merupakan
Instalasi Farmasi RSUN Dr. Cipto Mangunkusumo fase paling kritis dalam munculnya
kesalahan obat.
Menurut Institute for Safe
Medication Practice (ISMP), tiga
strategi yang paling efektif dalam
mengurangi kesalahan obat adalah:
(a) Fail-safes and constraints (sistem
pengaman yang dapat mencegah
kesalahan berlanjut menjadi cedera;
(b) Forcing functions (mengharuskan
user untuk melakukan tahapan
tertentu sebelum berlanjut pada proses
yang dimaksud), dan (c) Automation
and computerization (automasi dan
komputerisasi). Ketiga strategi tersebut
dapat dijalankan dengan optimal
apabila farmasi rumah sakit didukung
oleh teknologi informasi.
Teknologi informasi (TI) yang
mendukung pelayanan kefarmasian
telah digunakan sejak awal 80-an.
Seiring berjalannya waktu, teknologi
yang berkembang pesat bahkan
“Teknologi informasi dan bisnis menjadi dua jalinan yang tidak menyebabkan pelayanan kefarmasian
terpisahkan. Tak seorang pun dapat membicarakan tentang yang dapat terganggu bila tidak didukung
oleh sistem informasi yang memadai.
satu secara berarti tanpa membicarakan tentang yang lainnya”. Beberapa peranan TI dalam pelayanan
- Bill Gates - kefarmasian, antara lain:
• Menyediakan informasi yang cepat
dan akurat

P
erkembangan teknologi tersebut harus dijadikan kesempatan • Meningkatkan kolaborasi antar
tak dapat dibendung untuk menghasilkan pelayanan yang tenaga kesehatan
di era digital saat ini. lebih bermutu dan terjangkau oleh • Mengurangi human error pada
Mungkin dulu kita masyarakat, agar terwujud derajat titik-titik pelayanan melalui
semua masih mengenal “disket”, kesehatan yang setinggi-tingginya. Clinical Decision Support System
cakram berkapasitas 1,44 megabytes Salah satu bentuk pelayanan di • Memperbaiki automatisasi alur kerja
untuk penyimpanan data. Saat ini, rumah sakit yang senantiasa menjadi • Pemberian obat dengan prinsip “5
kita sudah tak asing lagi dengan perhatian, karena sifatnya yang tepat” (tepat pasien, obat, dosis,
hard disk drive (HDD) eksternal high-volume,high-risk dan high cost rute, waktu).
berkapasitas 1 terrabytes (satu juta adalah pelayanan kefarmasian. Alur
megabytes). Bahkan, terdengar berita manajemen dan penggunaan obat Pemanfaatan TI dalam alur
bahwa sedang dikembangkan media yang kompleks, serta berbagai profesi pengelolaan dan penggunaan obat
penyimpanan berbasis DNA dengan yang terlibat di dalamnya menjadi antara lain:
kapasitas ratusan ribu kali lebih besar penyebab munculnya risiko kesalahan a. Peresepan Elektronik
dibandingkan dengan HDD eksternal. obat (medication error), baik no harm Kesalahan peresepan merupakan
Rumah sakit juga tak lepas (tidak menimbulkan cedera), maupun kesalahan obat yang tersering di
dari pengaruh perkembangan harm (menimbulkan cedera). Risiko banyak rumah sakit. Berbagai
ilmu pengetahuan kesehatan dan ini muncul pada setiap tahapan kesalahan yang mungkin terjadi antara
kemajuan teknologi. Pengaruh penggunaan obat. Fase peresepan, lain, nama obat yang membingungkan,

Edisi XXX Januari - April 2018 19


DIGITAL fARMASI
tulisan tidak dapat dibaca, penggunaan
istilah dan singkatan yang tidak lazim,
serta kesalahan penulisan angka dan
satuan. Kesalahan-kesalahan tersebut
dapat dicegah secara sistematis dengan
menggunakan peresepan elektronik.
Beberapa manfaat yang dapat
diperoleh dari peresepan elektronik:
• Menghilangkan masalah tulisan
tidak dapat dibaca
• Mempercepat pelayanan
• Meningkatkan akurasi dan
kelengkapan resep
• Meningkatkan koordinasi antara
dokter dan apoteker/asisten
apoteker
• Mencegah kesalahan dengan
“alert system”: dosis, alergi,
kontraindikasi, interaksi obat

Sistem yang lebih kompleks juga


telah dikembangkan di beberapa
rumah sakit untuk mengompilasi
berbagai data, sehingga secara
proaktif dapat membantu dokter dan
apoteker dalam memantau kondisi
pasien (misalnya, penerapan kriteria frekuensi jumlah), satelit farmasi yang
obat yang dianjurkan dan yang b. Sistem Informasi Farmasi menyiapkan, apoteker dan tenaga
tidak pada peresepan pasien geriatri Pada awalnya, TI farmasi teknis kefarmasian yang bertanggung
atau mengaitkan kadar kalium yang dikembangkan hanya untuk jawab untuk mengkaji dan menyiapkan
tinggi dengan peresepan suplemen memenuhi kebutuhan operasional, obat, unit perawatan pasien serta data
kalium). Namun, peresepan elektronik finansial dan manajemen data. demografi pasien.
tidak serta merta menghilangkan Dengan hadirnya sistem operasi Sistem informasi farmasi terkini
risiko kesalahan obat dalam fase ini. seperti Microsoft® Windows, graphical juga memungkinkan apoteker
Beberapa contoh kesalahan yang user interfaces mengalami kemajuan, mendokumentasikan kegiatan
mungkin terjadi dalam peresepan sehingga memudahkan teknologi pelayanan farmasi kliniknya dengan
elektronik antara lain: komputer tergabung dalam praktik mudah ke dalam sistem. Berbagai studi
• Duplikasi: dokter meresepkan kefarmasian. Perkembangan teknologi telah menunjukkan bagaimana farmasi
obat yang sama, karena tidak lainnya, seperti evolusi personal klinik berperan dalam pencegahan
mengecek riwayat pengobatan computer (PC), konektivitas jaringan kesalahan obat. Sebagai contoh,
pasien. berkecepatan tinggi (ethernet, kabel ketika apoteker merekomendasikan
• Salah dosis: dokter tidak fiber optik, LAN) serta kemajuan penurunan dosis warfarin untuk
mengganti dosis/satuan default teknologi prosesor, telah meningkatkan mencegah perdarahan yang berlebihan,
obat atau memang tidak kapabilitas sistem informasi farmasi ini tidak sekadar intervensi klinis,
mengetahui dosis yang tepat. secara signifikan. melainkan juga berdampak kepada
• Salah obat: dokter memilih obat Saat ini, sistem informasi farmasi pencegahan terjadinya kejadian tidak
yang salah, karena kemiripan digunakan untuk mengelola banyak diharapkan pada pasien. Farmasi
tulisan di komputer. tugas dasar selain pengelolaan perbekalan dapat menggunakan dokumen
• Salah bentuk sediaan: dokter farmasi, seperti pengkajian obat secara tersebut untuk kemudian dilaporkan
keliru dalam memilih bentuk elektronik, penyiapan serta pelabelan sebagai jumlah kesalahan yang dapat
sediaan obat. obat. Sistem yang dikembangkan juga dicegah. Dengan menggunakan
Oleh karena itu, peresepan mampu melacak riwayat penyiapan teknologi dalam pendokumentasian,
elektronik di rumah sakit perlu terus (dispensing) obat pasien, beserta data- apoteker dapat dengan lebih mudah
menerus dikaji, ditingkatkan dan data yang menyertai, seperti nama menunjukkan kinerjanya kepada
didesain sedemikian rupa agar kesalahan- dokter, nomor surat izin praktik, pimpinan rumah sakit dan tenaga
kesalahan tersebut dapat dikurangi. tanggal peresepan, obat (nama, dosis, kesehatan lain.

20 Edisi XXX Januari - April 2018


DIGITAL fARMASI
c. Sistem Dukungan Pengambilan
Keputusan (CDSS= Clinical Decision
Support System)
Praktik farmasi klinik telah
berkembang pesat sejak menggunakan
sistem informasi farmasi. Saat ini,
sistem yang ada telah melakukan
berbagai fungsi CDSS, seperti
pengecekan dosis, interaksi obat-
obat, obat-makanan serta obat-hasil
uji laboratorium. Identifikasi dosis
yang tidak sesuai (terlalu tinggi atau
terlalu rendah) membantu apoteker
dalam mengoptimalkan terapi obat.
Meskipun demikian, masih banyak
faktor lain yang menjadi dasar
pertimbangan dosis yang belum
dikaitkan ke dalam sistem, misalnya:
kondisi penyakit, klirens kreatinin
dan jenis kelamin. Pengecekan dosis
secara otomatis tentu tidak dapat
menggantikan clinical judgement dan membantu mengidentifikasi signifikan antara onset kejadian kritis
berdasarkan pengalaman praktik skenario-skenario yang kompleks. hingga penanganan insiden. Namun,
farmasi klinik. Aturan ini digunakan untuk peningkatan jumlah alert berbanding
Pengecekan interaksi obat-obat meningkatkan outcome pasien dengan terbalik dengan produktivitas dan
akan menghasilkan sejumlah alert cara mencegah situasi yang dapat kemampuan untuk merespons alert
tergantung jumlah dan jenis obat menyebabkan harm bagi pasien. tersebut. Oleh karena itu, perlu
yang diresepkan. Mayoritas alert ini Sebagai contoh, suatu pengaturan dilakukan penilaian lebih lanjut, agar
sebenarnya menunjukan interaksi yang dirancang untuk membandingkan hanya alert yang penting dan relevan
tidak signifikan atau positif palsu. hasil kultur dan data sensitivitas secara klinis yang dimunculkan pada
Oleh karena itu, perusahaan database dengan rejimen antibiotik pasien. proses perawatan pasien. Fungsi alert
mengklasifikasikan interaksi menjadi Contoh lainnya, kombinasi obat bekerja dalam kerangka binary (ya atau
beberapa level, seperti moderate, pada pasien geriatri yang dapat tidak). Meskipun demikian, apoteker
moderately severe, severe. Meskipun menyebabkan hipotensi oversedasi harus menggunakan pengetahuan
demikian, lagi-lagi clinical judgement dipantau secara otomatis. Pada farmakoterapi, kondisi penyakit
seorang klinisi tetap diandalkan dalam suatu rumah sakit, sistem ini dapat dan literatur yang up-to-date untuk
mengambil keputusan akhir. menunjukan 36.640 alert pada 14.740 menetapkan rekomendasi yang terbaik
Kombinasi informasi obat-hasil pasien dan menghasilkan 5.776 bagi pasien. Apoteker harus memilih
laboratorium dapat mencegah banyak rekomendasi pengobatan dalam 1 untuk menerima atau menolak alert
kesalahan. Kesalahan obat terkait dosis tahun. tersebut. Sistem farmasi juga harus dapat
dan pemilihan obat seringkali terkait Tanpa bantuan CDSS, apoteker menangkap data penerimaan/penolakan
dengan parameter laboratorium. Suatu perlu mengandalkan kemampuan dan tersebut, sehingga instalasi farmasi dapat
studi menunjukan bahwa 13,9% ingatannya untuk menyerap informasi menilai kembali ketajaman alert-alert
dari kesalahan dosis terkait dengan dalam jumlah besar ketika mengkaji yang ada.
gangguan hati dan ginjal. Oleh karena data pasien, hasil laboratorium, catatan
itu, kombinasi data ini dapat menjadi perkembangan dan informasi penting d. Lemari Penyiapan Obat Otomatis
dasar pertimbangan dalam pemilihan, lainnya. Suatu studi menunjukan (Automated Dispensing Cabinet)
penetapan dosis dan pemantauan efek hanya 27,5% intervensi farmasi yang terintegrasi dengan Sistem
terapi obat. yang dihasilkan setelah 12 jam resep Informasi Farmasi
“Aturan mesin” (rules engines) dibuat, bahkan beberapa outcome yang Secara tradisional, farmasi
menjadi area yang paling menarik berpotensi serius memerlukan rerata menyiapkan obat untuk pasien dengan
dalam pengembangan sistem waktu hingga 23,9 jam. Sejumlah mengisi wadah khusus secara unit dose
informasi. Aturan-aturan dirancang studi melaporkan bahwa penggunaan yang kemudian diserahkan ke ruang
untuk dijalankan secara otomatis, komputer yang menampilkan alert rawat dan disimpan dalam lemari
menggabungkan berbagai informasi dapat mengurangi waktu secara obat pasien. Di banyak negara sudah

Edisi XXX Januari - April 2018 21


DIGITAL fARMASI

mengurangi perbedaan (discrepancies)


dalam penyalinan daftar obat. Saat ini,
FPO berbasis komputer yang lebih
maju memungkinkan pencatatan
pemberian obat secara elektronik dengan
teknologi layar sentuh (touch screen)
atau pembacaan barcode pada gelang
pasien dan kemasan obat. Hal ini dapat
memberikan alert seketika kepada
perawat, jika obat yang diberikan tidak
sesuai.
digunakan Automated dispensing cabinet perawatan dengan berpedoman pada Penulis yakin bahwa dalam beberapa
(ADC), yaitu lemari penyimpanan obat formularium, dan diisi ulang secara tahun ke depan akan semakin banyak
terkomputerisasi yang memungkinkan teratur. Selain itu, analisa terkait mutasi lagi proses dalam pelayanan kefarmasian
obat disimpan dan disiapkan untuk obat juga harus dilakukan secara rutin yang memanfaatkan teknologi informasi
pasien secara otomatis, sehingga sangat oleh apoteker. mengingat perkembangannya yang
mengurangi pekerjaan secara manual. Proses untuk mengurangi risiko sangat pesat. Untuk itu para pengelola
Manfaat utama dari penggunaan ADC terkait kesalahan obat, dosis, rute atau rumah sakit hendaknya secara bijaksana
adalah mengurangi waktu pengiriman frekuensi akibat kesalahan pengambilan dapat menerapkannya dalam upaya
obat dari farmasi ke ruang rawat. Selain obat harus dikembangkan, misalnya, meningkatkan mutu pelayanan,
itu, penggunaan ADC yang dilengkapi obat dapat diambil hanya jika telah keselamatan pasien, dan efisiensi.
dengan barcode dapat mengurangi diverifikasi oleh apoteker. Isi (variasi,
kesalahan saat pengisian kembali obat. konsentrasi, dan volume) serta Referensi:
ISMP merekomendasikan beberapa konfigurasi ADC juga menjadi hal yang - Brown, Thomas R. 2006. Handbook
proses yang harus ada jika menggunakan harus diperhatikan untuk memasukkan of Institutional Pharmacy Practice 4th
ADC di rumah sakit, beberapa di atau mengambil obat dari ADC. Selain Edition. American Society of Health
antaranya mencakup proses penyediaan itu, pengambilan obat hanya boleh System Pharmacists.
lingkungan yang ideal, keamanan dilakukan untuk satu pasien dalam - Chih-Yuan Wu1, et al. 2016. Impact
sistem, pengelolaan inventori, prosedur satu waktu, sehingga dapat mengurangi of Computerized Physician Order
pengambilan obat yang akurat, serta kemungkinan salah obat. Entry Warning System on Prescribing
edukasi pegawai. Semua pengguna ADC, baik Patterns in Elderly. Bangkok. FAPA
Lingkungan fisik di mana ADC apoteker, tenaga teknis kefarmasian, Congress.
ditempatkan harus dapat menjamin perawat maupun dokter harus - ISMP. Institute for Safe Medication
stabilitas obat. Penyediaan kondisi memperoleh pelatihan yang memadai Practices (ISMP) Guidance on
lingkungan yang ideal untuk ADC serta menjalani validasi kompetensi the Interdisciplinary Safe Use of
menjadi proses yang cukup menantang terkait penggunaan alat secara aman. Automated Dispensing Cabinets.
dalam penerapannya di negara tropis Pengguna yang tidak mendapat orientasi Diakses pada tanggal 15 Februari 2018
seperti Indonesia, karena kondisi yang yang cukup dapat mengakibatkan pukul 15:00. https://www.ismp.org/
lembab dan suhu yang tinggi dapat kebiasaan praktik penggunaan yang tools/guidelines/ADC/default.asp
berkontribusi terhadap kerusakan obat. tidak benar. - Trisna. Y., Musa, AB. 2015.
Proses keamanan pun harus Prescribing Errors After
ditetapkan untuk memastikan e. Pencatatan Pemberian Obat Secara Implementation of Computerized
bahwa obat selalu terkontrol dan Elektronik (Electronic Medication Physician Order Entry System at
mengurangi potensi penyimpangan Administration) a Teaching Hospital. Dusseldorf,
dari ADC, misalnya, terkait proses Formulir Pemberian Obat (FPO) Germany. International
untuk mendapatkan password dan merupakan kesatuan dokumen perawat Pharmaceutical Federation (FIP)
memperbaharuinya, serta larangan untuk dan farmasi dalam keamanan pemberian Congress.
berbagi password. Pemusnahan sisa obat obat. Formulir ini berisi riwayat - Trisna. Y. Pengembangan Sistem
juga harus dapat didokumentasikan alergi pasien, nama obat dan waktu Informasi Untuk Mengurangi Potensi
di ADC, untuk kemudian dapat pemberian obat. Secara historis, FPO Medication Error, Presentasi pada
dicocokkan dengan selisih dosis obat dibuat dan dijalankan oleh perawat. Annual Scientific Meeting (ASM)
yang diresepkan dengan yang diberikan. Dengan kemajuan komputer, farmasi 2017 yang diselenggarakan oleh
Persediaan dalam ADC harus dapat menyediakan FPO yang tercetak Pokja Informatika Biomedis Fakultas
ditentukan berdasarkan kebutuhan untuk satu kurun waktu tertentu (8 Kedokteran Universitas Gadjah Mada,
pasien serta pola peresepan di setiap area jam, 12 jam, 24 jam). Hal ini dapat 23 Maret 2017 n

22 Edisi XXX Januari - April 2018


WAWANCARA

Nurul falah, Ketua PP IaI 2014-2018,


diwawancarai MEdISINa 26 Maret 2018. Ia
berbicara banyak mengenai masalah yang
menjadi perhatiannya dalam memimpin
IaI. artikel ini merupakan rangkaian narasi
Nurul falah pada wawancara tersebut,
yang dituliskan sejawat azril Kimin.

Nurul Falah :
Sistem dan Program
untuk Memajukan
Apoteker Indonesia

B
erbeda denga ketua- ketua IAI sebelumnya, saya
bukan tokoh sentral yang berasal dari birokrat,
dimana saya tidak memiliki kekuasaan yang memadai
seperti mereka, yang memudahkan memimpin
organisasi. Sebelum ini para ketua IAI yang terpilih berasal
dari orang-orang hebat, seperti Sukaryo yang menjadi Direktur
Kimia Farma dan Sekjen Depkes, Haryanto Dhanutirto yang
akademisi dan mantan menteri. Pak Darojatun, Marzuki
Abdulah dan Dani Pratomo yang berasal dari Dirut BUMN,
dan Ahaditomo pimpinan Meiji.

Menyadari hal tersebut, setelah terpilih saya menyusun


kepengurusan yang mencerminkan “Kabinet Keja Pelangi”,
dalam arti sebagian pengurus adalah aktifis, akademisi, birokrat
dari Depkes, BPOM dan instansi pemerintah lainnya, dan
sebagian lagi CEO perusahaan farmasi. Ternyata komposisi
kepengurusan ini mewarnai dan menginspirasi banyak hal
dimana apoteker dipandang dari view yang berbeda beda.

Dengan potensi tersebut, kita membangun sinergi dan


memantapkan kepengurusan dengan membangun sistem,
bukan lagi berdasar sinten. Kalau berdasar sistem, organisasi
akan berjalan baik, dan tetap jalan walau sinten nya berubah.
Kepengurusan mesti bekerja sesuai sistem, bukannya tergantung
sinten yang berjalan menurut apa kata ketuanya. Selanjutnya
IAI harus memiliki program dalam bentuk rencana kerja dalam
Renstra yg terukur dan terstruktur.

Edisi XXX Januari - April 2018 23


WAWANCARA
Renstra yang kita bangun terdiri apoteknya tapi siapa apoteker yg ada dan menyerahkan obat. Mereka
dari 5 pilar, yang saya anggap sebagai disitu, karena apoteker praktek langsung tidak berwenang sebenarnya, namun
pondasi untuk menjadikan profesi berhadapan dan melayani pasien. Dan seandainya apoteker tidak praktek di
apoteker di tanah air menjadi lebih baik. berkontribusi langsung meningkatkan apotek , mereka merasa lebih berhak
kesehatan masyarakat dalam bentuk karena merupakan tenaga kesehatan
Pilar pertama dimulai dengan praktek kefarmasian. yang sehari-hari praktek.
perenungan untuk mencari jawaban Walau yang diterangkan apoteker
atas pertanyaan, apakah apoteker itu kepada pasien kelihatannya hal-hal Peran apoteker bisa tak tergantikan
profesi atau bukan? Apakah kita hanya sederhana, seperti cara penggunaan bila melakukan praktik profesi ber-
lulusan perguruan tinggi farmasi yang obat sebelum atau sesudah makan, atau komunikasi langsung dengan pasien,
diberi gelar apoteker. Jika merupakan jangan hentikan pemakaian antibiotika sebagaimana peran dokter tak pernah
profesi haruslah apoteker melaksanakan sebelum obatnya habis, manfaat kontak tergantikan karena bertatap muka
profesionalitas sebagai apoteker langsung apoteker dengan pasien dengan pasien ketika melakukan
Profesionalitasnya seperti apa? Jika tersebut sangat terasa manfaatnya. diagnose dan menulis resep. Dan tidak
mengutip definisi dari American Pharmacy Belum lagi bila apoteker memberikan juga tergantikan oleh teknologi digital
Association, apoteker itu merupakan informasi efek samping dan interaksi farmasi yang banyak melenyapkan
profesi yang memberikan garansi obat. Sesungguhnya informasi tentang beberapa profesi lain selama apoteker
pelayanan kefarmasian kepada masyarakat penggunaan obat sangat dibutuhkan praktik langsung di apotek. Karena itu
secara langsung. Sementara yang kita masyarakat sangat berbahaya kalau praktik apoteker
lihat di Indonesia, dalam kenyataannya, Pasien akan merasakan manfaat bertanggung jawab tidak kita gelorakan
apoteker tidak pernah menggaransi obat yang diberikan apoteker dalam dan tidak kita gemakan.
pelayanan secara langsung. Sebagian mempercepat kesembuhannya. Di sisi Pilar utama tentang praktik
apoteker menggunakan legalitasnya lain apoteker mulai dikenal dan diingat apoteker bertanggung jawab ini sangat
karena memiliki ijazah apoteker, sertifikat pasien karena manfaat positif nasehat penting, karena kalau pilar ini runtuh
kompeten, surat tanda registrasi, dan yang diberikan apoteker. tidak akan ada lagi profesi apoteker di
akhirnya menjadi penanggung jawab di Kalau masyarakat sudah merasa Indonesia karena tergantikan.
sebuah apotek atau instalasi farmasi lebih manfaatnya berhubungan langsung Perlu saya nyatakan apoteker yang
lebih karena legalitasnya. dengan apoteker, masyarakat akan tidak melakukan praktik langsung
addicted kepada apoteker sehinga kalau di apotek, hanya menjadi apoteker
Padahal PP 51 tahun 2009 tentang ke apotek mereka akan ke apotek yang penampakan, hanya ijazahnya saja yang
Pekerjaan Kefarmasian sudah menyebut ada apotekernya yang sudah ia kenal. terpampang di apotek sesungguhnya
pelayanan kefarmasian adalah pelayanan Sehingga apoteker menjadi masyhur merusak citra apoteker, against soul of
langsung kepada masyarakat. dan punya “umat” sebagaimana dokter pharmacy . Mereka itu hanya lulusan
Dipertegas lagi Surat Edaran punya “umat”. Semua itu terjadi karena apoteker tapi pada dasarnya bukan
Menkes RI no HK 021 tentang petunjuk apoteker punya kontribusi positip apoteker karena secara substansi tidak
pelaksanaan Permenkes no 31 tahun terhadap perkembangan kesehatan melakukan pelayanan langsung ke
2016 yang memuat kalimat: Fasilitas masyarakat dan keluarga. Dan itu masyarakat. Jika masih ada apoteker
pelayanan kefarmasian hanya dapat dapat dikembangkan menjadi apoteker demikian saya usul agar mereka mencari
memberikan pelayanan kefarmasian keluarga, apalagi dalam pelayanan mencari pekerjaan lain saja.
sepanjang apoteker berada di tempat kefarmasian ada istilah apoteker
dan memberikan pelayanan langsung homecare. Dalam kepengurusan kita jabarkan
kepada pasien. Jika apoteker hanya meneruskan siapa saja yang patut untuk menjadikan
Setelah melihat das Sein dengan das kebiasaan lama, apotik dibuka tanpa praktek apoteker, dalam bidang apoteker
solen tentang pelayanan farmasi di tanah ada apoteker yang melayani pasien, bertanggung jawab. Berkaitan dengan
air sangat jauh rentangnya, atau antara apoteker hanya menyerahkan STR dan hal tersebut, kita mengharapkan ada
kenyataan dengan teori sangat besar izinnya saja sedang pelayanan di apotek sistem akreditasi apotek sehingga apotek
perbedaannya maka pilar pertama yang merupakan kegiatan jual beli oleh kasir, tersebut memiliki dan menjalankan
kita canangkan adalah apoteker praktek niscaya akan ada ancaman terhadap standar-standar, sebagaimana puskesmas
bertanggung jawab. Kata-kata ini juga profesi apoteker, yaitu peran apoteker dan industri apotek memiliki standar-
tercantum dalam AD ART IAI. akan tergantikan. Peran apoteker akan standar yang dijalankan. Walau saat ini
Sebagai Ketua PP IAI saya bercita- tergantikan oleh tenaga lain yang sehari- masih jauh dari harapan tapi hal tersebut
cita apoteker itu melaksanakan praktek hari berada di apotek yang sesungguhnya sudah kita canangkan dan sudah ada
yang dikenal masyarakat. Saya ingin tidak berwenang melakukan pelayanan capaian-capaian seperti peraturan
jika orang memerlukan dan membeli kefarmasian. organisasi mengenai papani-sasi praktek
obat, yang diingatnya pertama kali Bila apoteker tak berada di apotek apoteker dan jas praktek apoteker.
adalah apoteker. Apoteker diingat melakukan pelayanan langsung Capaian itu kini telah diakomodasi
karena,profesionalitasnya serta layanan maka sebagian fungsi apoteker untuk dalam Permenkes.
kefarmasiannya. menyimpan dan menyerahkan juga Agar kompetensi apoteker
Bila membeli obat di apotek akan diminta oleh profesi dokter yang bertambah, organisasi juga memiliki
hendaknya orang ingat bukan nama juga meminta hak untuk menyimpan Bidang CPD. Apoteker bisa melaku-

24 Edisi XXX Januari - April 2018


WAWANCARA
kan praktek bertanggung jawab bila organisasi, jika diperlukan dapat dibuat driven untuk kurikulum dan telah
kompetensi pengetahuannya bertambah. rekomendasi sistim on line agar anggota bersifat sumatif (syarat kelulusan) bagi
Cara menambah pengetahuan ada IAI mudah meminta rekomendasi ke calon apoteker sejak 30 Januari 2017.
bermacam-macam caranya, di antaranya pengurus cabang. Urusan anggota ke Setiap soal dalam uji kompetensi tersebut
lewat CPD on line. Hal ini sebenarnya IAI harus dipermudah agar IAI dicintai berkhidmat kepada Standar Kompetensi
sudah dimulai sejak 2016, tapi karena anggotanya. Jika ini tidak dilakukan, IAI Apoteker Indonesia. Ujian dilaksanakan
menggunakan fasilitas pihak ke tiga akan ditinggalkan anggotanya.Malah dengan metode CBT (Computer Base
sejawat harus mengeluarkan biaya yang bisa-bisa anggota mendirikan IAI baru Test) dengan 10 station di tambah 1
terasa berat. Tapi sejak tahun 1918 IAI yang menurut mereka lebih modern dan station istirahat. Saat ini OSCE untuk
bekerja sama dengan pembuat aplikasi dinamis. Jangan sampai anggota tidak calon apoteker baru sedang diuji coba
m-Clinica dan cyber Korea, sehingga puas sehingga IAI akan pecah seperti dan akan bersifat sumatif pula pada
untuk selanjutnya CPD on line dapat yang pernah terjadi pada beberapa tahun 2020.
kita laksanakan tanpa mengeluarkan ikatan profesi. Selain itu IAI mendorong
biaya sama sekali sehingga meringankan pemerintah agar apoteker baru
anggota. Pilar ke tiga adalah Branding dapat mengikuti program internship
Dalam hal resertifikasi untuk Apoteker karena apoteker tidak dikenal sebagaimana yang telah diberlakukan
memperbarui Sertifikat Kompetensi, kita masyarakat. bagi lulusan Fakultas Kedokteran.
mengikuti pedoman yg telah diterbitkan Kondisi ini disebabkan masyarakat Saat ini, lewat Kolegium Ilmu
KFN yang menggunakan portofolio. belum mendapat manfaat yg cukup dan Farmasi Indonesia (KIFI) yang bekerja-
Bagi yang tidak bisa mengikuti sistim ini tidak terkesan atas pelayanan apoteker sama dengan perguruan tinggi Farmasi
seperti halnya apoteker yang selama ini sebagai tenaga kesehatan karena kita sedang merancang program Spesialis
tidak praktek dan ingin melaksanakan dianggap tidak ada kontribusinya. Prof. Farmasi Klinik. Di samping itu dijajaki
praktik kefarmasian kita fasilitasi lewat Hasbullah Thabrani dalam suatu acara juga program advanced pharmacy.
program OSCE yang prosentasinya rakernas di IAI pernah menyatakan,
hanya 5% dari seluruh apoteker yang mainstream apoteker praktek tak Pilar ke 5 adalah perundang-
memperoleh sertifikat kompetensi. dikenal. Malangnya apoteker malah undangan dimana didalamnya ada
dikenal sebagai pembantu penjual advokasi dan perlindungan bagi
PILAR 2, Pilar ini menyangkut obat. Lagi pula masyarakat tidak bisa anggota IAI dalam menjalankan praktik
Kualitas organisasi Sudahkah IAI membedakan mana apoteker dan kefarmasian.
dicintai apoteker? mana asisten apoteker. Untuk itu Setelah terjadi kasus vaksin palsu
IAI melakukan branding apoteker : terasa negara sebesar ini tidak memiliki
Kalau melihat lambang IAI apakah melakukan promosi, marketing, sosial UU Kefarmasian padahal farmasi
yg tertanam dibenak sejawat apoteker? marketing, dan positioning agar apoteker merupakan unsur ketahanan bangsa.
Apakah tentang kemudahan, kesuksesan, lebih dikenal masyarakat. Namun sarana Kita berusaha untuk lahirnya UU
keruwetan, kesulitan atau ada yang branding terbaik adalah apoteker praktek Kefarmasian, dan pada tahun 2017
lain? Malangnya, sebagian apoteker bertanggung jawab yang membuat sebenarnya sudah masuk prolegnas
mengatakan sulit bila berurusan dg masyarakat terkesan dengan peran dan Dalam perkembangannya Depkes
IAI, khususnya bila meminta surat manfaatnya bagi kesehatan mereka. mengajukan UU Sediaan farmasi
rekomendasi. Hal ini terjadi karena Tujuannya agar apoteker di Indonesia dan BPOM mengajukan pula UU
masih ada pengurus cabang yang tidak sejajar dengan apoteker di USA atau Pengawasan obat dan Makanan. Dan
melayani anggota dengan baik. Padahal Eropa, yang menurut masyarakat di sana tampaknya karena lebih urgen UU yang
peraturan organisasi tentang pemberian apoteker merupakan profesi yang paling diajukan BPOM yang akan dibahas
rekomendasi yang dikeluarkan PP dipercaya.. DPR lebih dahulu.
IAI mengatur jelas persyaratannya
hanya legalitas formal saja dan dibatasi Pilar ke 4 adalah meningkatkan Apa yang diuraikan di atas yang
paling lama 1 minggu sudah selesai kualitas calon-calon lulusan apoteker. saya sebut sistem, beserta program yang
dengan biaya paling tinggi seratus ribu Dalam hal ini IAI bukan sudah dirintis dapat diteruskan oleh
rupiah. Sayangnya masih ada pengurus mengintervensi tapi berkolaborasi pengurus selanjutnya, siapapun yang
cabang mempersulit anggota dan tidak dengan Asosiasi Perguruan Tinggi akan terpilih. Jangan sampai seperti
menjalani peraturan organisasi. Saya Farmasi Indonesia (APTFI) agar kita yang biasa terjadi pada setiap pergantian
tegaskan saya akan memerangi mereka memperoleh lulusan yang berkualitas kepengurusan, cenderung membuat
yg mempersulit anggota. Perlu disadari tinggi. Lewat proses yang semula visi dan misi baru yang tidak jelas ,
pemilik IAI itu bukan pengurus tetapi difasilitasi program HPEQ ( Health tidak melanjutkan apa yang dikerjakan
anggota, pengurus itu adalah pelayan Professional Education Quality, kita pengurus sebelumnya dan cenderung
anggota. Ketua umum IAI adalah bekerja-sama dengan perguruan tinggi seperti pom bensin, mulai dari nol.
pelayan atau jongosnya anggota. menyusun naskah akademik Pendidikan Sistem yang sudah ada bila dilanjutkan
SeharusnyaIAI itu bermanfaat untuk Apoteker. Juga telah dirancang uji akan memberi memberi manfat bagi
kemudahan menjalankan profesi dan kompetensi untuk menguji calon masyarakat Indonesia, bukan hanya
mendapat tambahan ilmu. apoteker. Uji Kompetensi Apoteker untuk apoteker saja.n
Untuk meningkatkan kualitas Indonesia (UKAI) kini menjadi change

Edisi XXX Januari - April 2018 25


BERITA

Foto: Azril Kimin


Belakangan ini, banyak pelaku industri
farmasi mempelajari buku Sistem
Jaminan Halal, buku panduan untuk
memperoleh sertifikat halal yang
diterbitkan LPPOM MUI.

Dubes Italia di Seminar Halal Italian Trade Agency

Menuju Era Obat


bersertifikat Halal
T
erpukulnya dua industri pemasok, dan untuk menghindari mulai berlaku 5 tahun terhitung sejak
farmasi di tanah air karena kekosongan produk di pasar, pabrik UU ini diundangkan (UU tersebut
produk andalannya terendus terkait membeli bahan baku dari diundangkan 17 Oktober 2014).
DNA babi oleh BPOM, pemasok baru. Malangnya, walau Pihak industri makanan dan obat di
sehingga ditarik dari peredaran akhir spesifikasi farmakope bahan baku luar negeri seperti dari AS, Eropa,
Januari 2018 (enzyplex dan Viostin terpenuhi, bahan baku dari pemasok Jepang dan Korea juga memantau
DS), dan disusul 12 produk lagi baru tersebut tercemar barang yang perkembangan menjelang
sebulan kemudian (Excelase E, Gasflat, diharamkan. dilaksanakannya UU Jaminan Produk
Enzymfort, Bernozym, Tripanzym, Kejadian tersebut akan sulit halal . Kamar Dagang negara asing yang
Elsazym, Decazym, Primperan terjadi jika Sistem Manajemen Halal difasilitasi masing- masing kedutaannya,
Compositum, Enzycomb, Vitazym, sudah diterapkan pada pabrik terkait. sudah banyak yang berkunjung ke
Librozym, dan Flazymec), membuat Pabrik yang telah menerapkan Sistem Indonesia untuk menjalin kerja-sama
banyak pelaku industri farmasi di Jaminan Halal akan sangat berhati-hati dengan otoritas halal dan industri halal
tanah air gamang dan mulai menyikapi mengganti sumber bahan baku karena di tanah air, yang menyiratkan bahwa
masalah kehalalan produk lebih serius prosedur penggantian pemasok sangat ada peluang besar pasar yang dilihat
kalau tidak ingin kehilangan pangsa ketat, seperti meminta persetujuan mereka: pasar produk halal, yang dari
pasar di tanah air. Apalagi sertifikat halal terlebih dahulu kepada otoritas pemberi waktu ke waktu semakin besar.
untuk obat yang saat ini masih bersifat sertifikat halal untuk memastikan bahan Italian Trade Agency misalnya,
sukarela akan bersifat keharusan saat baku pengganti tersebut tidak diragukan bersama Gabungan Pengusaha Makanan
Undang Undang Jaminan Produk halal kehalalannya . dan Minuman Indonesia (GAPMMI)
diterapkan tahun 2019 nanti. menyelenggarakan Seminar Halal yang
Banyak spekulasi yang muncul Keharusan obat berlabel diadakan di Jakarta, 8 Pebruari 2018.
mengapa produk-produk yang ditarik halal Seminar yang dihadiri Dubes Italia
dari peredaran di atas terlacak DNA Minat untuk memproduksi produk Vittorio Sandali tersebut juga
babi, padahal pada awal berproduksi yang bersertifikat halal kini juga menguat mendengarkan presentasi dari
mereka telah memeriksakan sample dikalangan sebagian pabrik farmasi, Ka. BPOM Penny Lukito tentang
bahan bakunya ke LPPOM MUI mengingat tenggat waktu berlakunya UU Penyelenggaraan Keamanan Pangan
dan juga menyatakan produk mereka No. 33 tahun 2014 Tentang Jaminan secara Holistik , dan Kepala BPJPH
tidak mengandung unsur babi saat Produk Halal sudah semakin dekat. Prof. Sukoso tentang Persyaratan dan
mengajukan permintaan izin edar ke Pasal 67 dari UU tersebut menyebutkan Regulasi Produk Halal dan langkah-
BPOM. Kuat dugaan, setelah bertahun- kewajiban bersertifikat halal bagi produk langkah yang akan dilakukan BPJPH
tahun berproduksi, karena terhentinya yang beredar dan diperdagangkan di menjelang dilaksanakannya UU
kontinuitas pasokan bahan baku dari wilayah Indonesia (termasuk obat) Jaminan Produk Halal.

26 Edisi XXX Januari - April 2018


BERITA
Siklus penerbitan Sertifikat Halal dapat dilihat dari gambar di bawah:
tahap pembahasan lintas kementerian
Business/ Halal Audit dan lembaga terkait. Pemerintah
Company Institution (LPH)
tampaknya sangat berhati-hati menyusun
3 Rencana PP tersebut. Lambatnya PP
2 4 5 tersebut dikeluarkan karena pemerintah
1 menginginkan PP harus bersih dari
Halal Products Assurance MUI
Agency (BPJPH) (Ulama Council) berbagai persoalan, baik teknis maupun
6 substansi, dan tidak menimbulkan
1. Perusahaan membuat permohonan
masalah pada saat diterapkan, serta tidak
untuk mendapatkan sertifikat Halal merugikan banyak pihak.
ke BPJPH Salah satu masalah yang
2. BPJPH menunjuk LPH untuk
7 mengaudit perusahaan dianggap krusial adalah bagaimana
3. LPH mengaudit perusahaan mencantumkan keterangan tidak halal
4. LPH memberikan laporan ke BPJPH
5. BPJPH menanyakan hasil kepada pada produk yang memang mengandung
MUI barang haram seperti bunyi Pasal 26 ayat
6. MUI menerbitkan Fatwa Halal ke
BPJPH 1 dari UU tersebut: Pelaku Usaha yang
7. BPJPH menerbitkan Sertifikat Halal memproduksi Produk dari Bahan yang
dan Label kepada Perusahaan
berasal dari bahan yang diharamkan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal
Turut berbicara di seminar tersebut Kementerian Agama berdasarkan 18 dan Pasal 20 dikecualikan dari
Annamaria Tiozo, Presiden WHAD Peraturan Menteri Agama (PMA) No mengajukan permohonan Sertifikat
world halal development yang bermarkas 42 Tahun 2016 tentang Organisasi Halal. (2) Pelaku Usaha sebagaimana
di Roma. WHAD adalah pemberi Tata Kerja Kemenag. Sebagai Kepala dimaksud pada ayat (1) wajib
sertifikat halal resmi yang pertama BPJPH telah ditunjuk Prof. Sukoso mencantumkan keterangan tidak halal
di Italia (berdiri Desember 2007). yang sebelumnya Direktur Halal Science pada Produk.
Menurut Annamaria, di Italia sudah Center Universitas Brawijaya. Masalah krusial lain terkait
banyak produsen dan bahan baku yang Dalam penyelenggaraan Jaminan dengan first saving drug, obat obat
bersertifikat halal. Produk Halal, BPJPH memiliki 10 yang keberadaannya diperlukan bagi
wewenang, yakni 1. Merumuskan dan kelangsungan hidup pasien, apakah
PERKEMBaNgaN UU PRODUK menetapkan kebijakan JPH (Jaminan akan mendapat perkecualian mengingat
haLaL Produk Halal. 2. Menetapkan norma, akan banyak kasus penolakan pasien
Fasal 4 UU no 33 tahun 2014 standar, prosedur, dan kriteria JPH. 3. atau keluarga pasien bila tercantum
tentang Jaminan Produk Halal berbunyi Menerbitkan dan mencabut Sertifikat pernyataan tidak halal pada obat tersebut.
: Produk yang masuk, beredar, dan Halal dan Label Halal pada Produk. 4. Sementara menunggu PP turun,
diperdagangkan diwilayah Indonesia Melakukan registrasi Sertifikat Halal BPJPH bersama Lembaga Studi Halal
wajib bersertifikat halal. Pengertian pada Produk luar negeri. 5. Melakukan dari berbagai perguruan tinggi di
produk berdasarkan Ketentuan Umum sosialisasi, edukasi, dan publikasi Produk Indonesia saat ini menggodok konsep
UU ini (Bab I ayat1) berbunyi: Produk Halal. 6. melakukan akreditasi terhadap ketentuan tentang Sistem Jaminan
adalah barang dan/atau jasa yang terkait LPH. 7. Melakukan registrasi Auditor Halal, label halal, biaya dan sertifikat
dengan makanan, minuman, obat, Halal. 8. Melakukan pengawasan halal, Daftar Bahan Tidak Kritis (Haram
kosmetik,produk kimiawi, produk terhadap JPH. 9. Melakukan pembinaan Positip list), lembaga pemeriksa halal,
biologi,produk rekayasa genetik, serta Auditor Halal. dan 10. Melakukan kerja auditor halal, sanksi, kerjasama, sistem
barang gunaan yang dipakai, digunakan, sama dengan lembaga dalam dan luar keuangan, dan peran serta masyarakat.
atau dimanfaatkan oleh masyarakat. negeri di bidang penyelenggaraan JPH. Masih menjadi pertanyaan apakah
Ada 3 perangkat yang akan terlibat Walau sudah terbentuk, BPJPH saat sistem yang akan dilaksanakan nanti
dalam pemberian sertifikat halal kelak, ini tampaknya belum bisa menjalankan memakai rujukan sistem yang sudah
yakni BPJPH, Lembaga Pemeriksa Halal penuh wewenangnya , mengingat belum lama diterapkan di LPPOM MUI yang
dan Majelis Ulama Indonesia. diterbitkannya Peraturan Pemerintah selama ini sudah mengeluarkan sertifikat
yang menjadi turunan dari UU No 33 halal yang bersifat voluntary.
BPJPh tahun 2014 tentang Jaminan Produk Hal segera yang juga mesti dilakukan
BPJPH (Badan Pelaksana Jaminan Halal. RPP atau Rencana peraturan BPJPH setelah PP turun adalah
Produk Halal) saat ini telah terbentuk. Pemerintah saat ini sudah memasuki melakukan akreditasi terhadap Lembaga
BPJPH masuk ke dalam struktur
Edisi XXX Januari - April 2018 27
BERITA
Pemeriksa Halal, memproduksi auditor halal

UI Halal Center
yang dibentuk setelah Peraturan Pemerintah
terbit agar bisa melakukan audit terhadap
pemohon sertifikat halal.

P
Lembaga Pemeriksa Halal usat Studi Halal kini bermunculan
di banyak kampus terkemuka tanah
LPH adalah lembaga yang melakukan air. Salah satunya adalah UI Halal
kegiatan pemeriksaan dan/atau pengujian Center yang berlokasi di Kampus
terhadap kehalalan Produk. Dengan UI Depok. Lembaga Halal dari Universitas
diberlakukannya UU produk halal kelak, Indonesia ini merupakan gabungan dari beberapa
LPPOM yang selama ini berperan sentral Pusat Studi Halal dari beberapa fakultas di UI
dalam penerbitan sertifikat halal akan yang sudah ada sebelumnya. Sebagai Kepala
tereduksi perannya menjadi Lembaga Laboratorium UI Halal Center (ex Pusat Studi
Pemeriksa Halal saja. Halal Fakultas Farmasi UI) adalah Profesor Dr. Prof. Dr. Amarila Malik MSi. Apt
Lembaga Pemeriksa Halal baru Amarila Malik MSi. Apt, yang juga guru besar
tampaknya banyak yang akan berdiri. Bioteknologi Fakultas Farmasi UI.
Pasal 12 UU No. 33 tahun 2014 Kepada Medisina Prof. Amarila menyatakan, UI Halal Center
menyebutkan.: Pemerintah dan masyarakat insya Allah siap melakukan kegiatan layanan uji produk, konsultasi
dapat membentuk LPH. Dalam hal LPH dan advokasi jasa halal, edukasi produk halal serta pelatihan uji halal
didirikan oleh masyarakat, LPH harus kepada masyarakat dan pengusaha/industri, berpartisipasi dalam
diajukan oleh lembaga keagamaanIslam pengembangan industri halal, serta program-program pemberdayaan
berbadan hukum. konsumen maupun produsen produk dan jasa halal lainnya.
Untuk mendirikan LPH sebagaimana Menurut Prof. Amarila, UI Halal Center siap membantu
dimaksud Persyaratan untuk mendirikan LPH pemerintah dalam mempersiapkan pelaksanaan UU No. 33 tahun
sebagai berikut: 2014 Tentang Jaminan Produk Halal. Saat ini UI Halal Center beserta
a. Memiliki kantor sendiri Pusat Studi Halal dari IPB, ITB, Unibraw (UB), UGM, Unair (UA),
danperlengkapannya; ITS, Undip, Yarsi, Untad, Unma, Untan, telah dilibatkan oleh BPPJH
b. Memiliki akreditasi dari BPJPH; sejak Oktober 2017 untuk mengkaji dan mempersiapkan kurikulum
c. Memiliki Auditor Halal palingsedikit 3 auditor dan sertifikasi Lembaga Pemeriksa Halal agar sertifikasi halal
(tiga) orang; dan nanti bisa diperoleh dengan lebih cepat, murah, tidak menyulitkan
d. Memiliki laboratorium ataukesepakatan masyarakat dan tak merepotkan produsen produk halal.
kerja sama denganlembaga lain yang UI Halal Center juga akan membentuk Lembaga Pemeriksa
memilikilaboratorium Halal (LPH) sesuai UU no. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk
Halal, untuk memeriksa kehalalan produk, khususnya produk farmasi.
Menurut pengamatan Medisina, banyak Laboratorium dan kantor UI Halal Center berlokasi di gedung
universitas di tanah air kini bersiap-siap Integrated Laboratory Research Center dan di Fakultas Farmasi di
mendirikan Lembaga Pemeriksa Halal Kampus UI Depok. Berkaitan dengan hal ini UI Halal Center kini
dengan mengandeng lembaga keagamaan. bekerja-sama dengan The Management & Science University (MSU)
Tak kurang dari 20 calon LPH kini siap sebuah universitas di Malaysia yang memiliki The International
beroperasi begitu permohonan mereka Centre of Halal Studies (IcHlaS), yang berpengalaman memeriksa dan
menjadi LPH disetujui. LPH baru tersebut meneliti kehalalan produk di Malaysia. Kerja-sama dua Pusat Studi
akan bersaing dengan LPH ex LPPOM yang halal antar negara ini niscaya akan berjalan mulus mengingat Ketua
memiliki banyak cabang di seluruh tanah air Halal Centre MSU dari Malaysia itu merupakan alumni Fakultas
dan telah memiliki 1500 auditor halal. Dalam farmasi UI, yang juga menjabat Dekan Fakultas Farmasi MSU, Prof.
menata diri menjelang dilaksanakannya UU Dr. Eddy Yusuf, MSc.
no 33 tahun 2014, LPPOM MUI telah Selain itu UI Halal Center juga sedang dalam proses kerjasama
memiliki sertifikat Akreditasi SNI ISO/IEC dengan Universitas Matla'ul Anwar, Pandeglang, Banten dalam
17025:2008 untuk Laboratorium Halal dan pembinaan UMKM sadar halal, dan bekerja sama dengan
SNI ISO/ IEC 17065: 2012 dan DPLS 21 Perhimpunan Al Irsyad. Sebagaimana dikandung dalam UU Jaminan
untuk Lembaga Sertifikasi Halal dari Komite Produk Halal, kerja-sama dengan lembaga keagamaan juga disarankan
Akreditasi Nasional (KAN) n Azril Kimin bagi institusi yang akan mendirikan Lembaga Pemeriksa Halal. n AK

28 Edisi XXX Januari - April 2018


BERITA

Tiga hari sebelum tahun 2017


berakhir, pada Kamis 28
Desember, Universitas
Airlangga mengukuhkan tiga
guru besar baru dari Fakultas
Farmasi. Mereka adalah Prof.
Dr. Suharjono, M.S., Apt.; Prof.
Dr. Suko Hardjono, M.S., Apt.;
dan Prof. Dr. Ahmad Fu’ad,
M.S., Apt. Acara pengukuhan
dilangsungkan di gedung Garuda
Multi, kampus C Unair.
Foto: Azril Kimin

TIGA PROFESOR FARMASI


UNAIR DI UJUNG 2017
S
ecara berurutan, mereka Prof. Dr. Suharjono, M.S. : dengan komorbid penyakit lainnya
merupakan guru besar Guru Besar dalam bidang (multi disease), sehingga diperlukan
Fakultas Farmasi yang ke- Ilmu Farmakologi dan terapi polifarmasi. Polifarmasi
20, 21, dan 22, sekaligus Farmasi Klinik. dikehendaki dokter penulis resep
guru besar ke-469, 470, dan 471 yang agar mendapatkan efek sinergisme,
dihasilkan Universitas Airlangga sejak Dalam orasi ilmiahnya, Prof. aditif, atau untuk mengurangi atau
berdiri pada 1954. Berikut ringkasan Dr. Suharjono membawakan pidato mencegah efek samping dari salah
orasi dari masing-masing guru besar yang berjudul Kajian Polifarmasi satu obat yang digunakan pasien.
yang dikukuhkan tersebut. Dari Aspek Interaksi, Efektivitas Peresepan polifarmasi yang tidak
dan Keamanan Obat. Terapi poli bijak akan menyebabkan kerugian
farmasi banyak terdapat pada bagi keselamatan pasien dengan
******** kelompok orang tua dengan penyakit munculnya efek samping akibat
degeneratif seperti diabetes, tekanan terjadinya interaksi obat. Makin
darah tinggi, jantung yang disertai banyak obat yang digunakan bersama,

Edisi XXX Januari - April 2018 29


BERITA

makin banyak kemungkinan terjadinya meningkatkan kepatuhan pasien ********


interaksi obat menggunakan obat. Misalnya FDC
Dikenal 2 type polifarmasi, (Fixed Dose Combination obat TBC. Prof. Dr. Achmad Fu’ad, M.S., Apt.
yaitu minor polifarmasi bila obat Polifarmasi harus tetap Guru Besar dalam bidang
yang digunakan bersamaan 2 -4 obat memperhatikan manfaat untuk patient Ilmu Biologi Farmasi.
dan mayor polifarmasi bila obat safety. Adalah tugas seorang farmasi
yang digunakan 5 atau lebih. Ada klinik untuk memberikan saran dan Dalam orasinya Prof. Achmad
pula yang menggunakan istilah non- kolaborasi yang baik dalam memilih, Fu’ad menyebut perkembangan di
polypharmacy bila obat yang digunakan menyiapkan obat polifarmasi yang bidang sains dan teknologi yang
5 atau kurang, dan hyperpolypharmacy terbaik, berkualitas, efektif dan aman mendukung penemuan obat baru
atau excessive multimedication bila bagi pasien. yang berasal dari tanaman. Saat ini
digunakan 10 atau lebih obat. perkembangan sains dan teknologi
Polypharmacy akan bermanfaat ******** yang mendukung penemuan obat
untuk obat yang bersifat aditif/ sinergis baru dari tanaman sudah demikian
kerjanya, mengurangi efek samping Prof. Dr. Suko Hardjono, M.S., Apt. mengemuka. Bahan obat alami selain
salah satu obat, untuk perbaikan Guru Besar dalam bidang diperoleh dari tanaman yang hingga
kondisi klinik, mengurangi dosis salah Ilmu Kimia Medisinal. kini mendominasi dalam kuantitas dan
satu obat, juga untuk kepatuhan pasien frekuensi riset yang telah dilakukan,
bila obat dalam bentuk satu sediaan Dalam orasi ilmiahnya, Prof. juga diperoleh dari mikroba dan biota
obat dan mengurangi biaya obat. Dr. Suko Hardjono menyatakan laut. Mikroorganisme sebagai sumber
Hal tak menyenangkan dari pentingnya kimia medisinal bagi bahan alami menunjukkan peran yang
polifarmasi di antaranya munculnya seorang apoteker. Kimia medisinal penting dalam penemuan bahan obat
interaksi obat yang bisa merugikan. merupakan cabang dari ilmu kimia alami karena mampu menghasilkan
Faktor resikonya akan meningkat dan biologi yang dipergunakan senyawa-senyawa yang tidak hanya
tergantung usia pasien, jenis kelamin, untuk memahami serta menjelaskan unik sifat biokimia dan strukturnya,
etnik, adanya gangguan fungsi hati mekanisme kerja obat. Kimia tetapi juga menunjukkan mode aksi
serta adanya komorbid penyakit yang medicinal melibatkan isolasi, baru yang mampu mendorong ke arah
dapat meningkatkan resiko interaksi karakterisasi dan sintesis senyawa yang pengembangan obat generasi baru.
obat, serta faktor jenis obatnya (obat digunakan dalam bidang kedokteran, Sebagai tindakan lanjut setelah
yang memiliki indeks terapi sempit, untuk mencegah dan mengobati didapatkannya senyawa obat baru
misalnya). Polifarmasi juga akan penyakit serta memelihara kesehatan. yang bersumber dari bahan obat alami.
menimbulkan resiko ketidak patuhan Ruang lingkup Kimia Dilakukanlah berbagai uji bioaktivitas
karena kompleksitas rejimen dosis, Medisinal meliputi isolasi senyawa berawal dari in vitro, in vivo serta uji
kesalahan menggunakan obat, dan dari alam atau sintesis molekul baru; klinis untuk sampai pada keputusan
biaya obat yang tinggi. investigasi hubungan structural bahwa penemuan telah mencapai
Polifarmasi yang efektif adalah senyawa dari alam atau senyawa tahap pemanfaatan terapi untuk
bila obat yang digunakan memiliki sintetik dengan aktifitas biologisnya; masuk ke skala industri.
efek aditif, sinergis dan efek samping menjelaskan proses interaksi senyawa Metode riset yang terkesan
minimal atau tidak ada interaksi dari dengan reseptor dari berbagai klasik tetapi masih relevan saat ini
polifarmasi tersebut. Hal tersebut akan variasi, termasuk enzim dan DNA; adalah metode “bioactivity guided
memungkinkan dosis masing-masing menentukan sifat-sifat absorpsi, fractionation/ isolation”, dimana
obat bisa dikurangi, efek samping transportasi, dan distribusi senyawa pada setiap tahap sejak ekstraksi,
masing-masing obat bisa dicegah dan obat; studi perubahan transformik fraksi, sub-fraksi hingga senyawa hasil
memungkinkan obatnya dibuat dalam metabolik, ekskresi dan toksisitas dari isolasi harus lulus uji bioaktifitas yang
satu sediaan kombinasi tetap maupun senyawa obat; serta studi rancangan dikehendaki. nAK
tidak tetap yang akan membantu obat yang rasional

30 Edisi XXX Januari - April 2018


BERITA

pmk no 7 tahun 2018 Tentang


perubahan penggolongan Narkotika
Pada 9 Maret 2018, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia telah mengundangkan Peraturan Menteri Kesehatan
No. 7 tahun 2018 Tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. Salah satu pertimbangan dikeluarkannya PMK ini
ialah terdapatnya peningkatan penyalahgunaan zat psikoaktif yang memiliki potensi sangat tinggi, mengakibatkan
ketergantungan dan membahayakan kesehatan masyarakat yang belum termasuk dalam golongan narkotika
terdahulu. Dibandingkan PMK No.2 tahun 2017, PMK No. 7 tahun 2018 memasukkan 147 nama dalam Daftar
Narkotika Golongan I (PMK sebelumnya hanya memuat 114 nama)
Berikut adalah Narkotika dan penggolongannya yang terdapat pada Lampiran PMK No. 7 tahun 2018.
DAFTAR NARKOTIKA GOLONGAN I 13. ALFA-METILFENTANIL: N-[1(α- 2-Amino-4-metil-5-fenil-2- oksazolina
Metilfenetil)-4-piperidil] propionanilida 41. MMDA : 5-Metoksi-α-metil-3,4-
1. Tanaman Papaver Somniferum L dan 14. ALFAMETILTIOFENTANIL : N-[1- (metilendioksi) fenetilamina
semua bagian-bagiannya termasuk buah dan ]1-Metil-2-(2-tienil)etil]-4- piperidil] 42. N-ETIL MDA : (±)-N-Etil- α-metil-3,4-
jeraminya, kecuali bijinya. propionanilida (metilendioksi) fenetilamina
2. Opium mentah, yaitu getah yang membeku 15. BETAHIDROKSIFENTANIL: N-[1-(beta- 43. N-HIDROKSI MDA : (±)-N-[α-Metil-3,4-
sendiri, diperoleh dari buah tanaman Hidroksifenetil)-4-piperidil] propionanilida (metilendioksi) fenetil]hidroksilamina
Papaver Somniferum L dengan atau tanpa 16. BETA-HIDROKSI-3- METIL-FENTANIL 44. PARAHEKSIL : 3-Heksil-7,8,9,10-
mengalami pengolahan sekedarnya untuk : N-[1-(beta-Hidroksifenetil)-3-metil-4- tetrahidro-6,6,9- trimetil-6H-dibenzo[b,d]
pembungkus dan pengangkutan tanpa piperidil]propionanilida piran-1-ol
memperhatikan kadar morfinnya. 17. DESOMORFINA : Dihidrodesoksimorfina 45. PMA : p-Metoksi-α–metilfenetilamina
3. Opium masak terdiri dari : 18. ETORFINA : Tetrahidro-7α-(1-hidroksi-1- 46. PSILOSINA, PSILOTSIN :
a. candu, hasil yang diperoleh dari metilbutil)-6,14-endo-etenooripavina 3-[2-(Dimetilamino)etil]indol-4-ol
opium mentah melalui suatu rentetan 19. HEROINA : Diasetilmorfina 47. PSILOSIBINA : 3-[2-(Dimetilamino)etil]
pengolahan khususnya dengan pelarutan, 20. KETOBEMIDONA : 4-Meta-hidroksi- indol-4-il dihidrogen fosfat
pemanasan dan peragian dengan atau fenil-1-metil-4- propionilpiperidina 21. 48. ROLISIKLIDINA, nama lain PHP,
tanpa penambahan bahan-bahan 3-METILFENTANIL : N-(3-Metil-1- PCPY: 1-(1-Fenilsikloheksil)pirolidina
lain, dengan maksud mengubahnya fenetil-4-piperidil) propionanilida 49. STP, DOM: 2,5-Dimetoksi-α,4-
menjadi suatu ekstrak yang cocok untuk 22. 3-METILTIOFENTANIL : N-[3-Metil-1- dimetilfenetilamina
pemadatan. [2-(2-tienil)etil]-4- piperidil] propionanilida 50. TENAMFETAMINA, nama lain MDA :
b. jicing, sisa-sisa dari candu setelah 23. MPPP : 1-Metil-4-fenil-4- α-Metil-3,4- (metilendioksi)fenetilamina
dihisap, tanpa memperhatikan apakah piperidinolpropianat (ester) 51. TENOSIKLIDINA, nama lain TCP :
candu itu dicampur dengan daun atau 24. PARA-FLUOROFENTANIL: 4‘-Fluoro-N- 1- [1-(2-Tienil) sikloheksil]piperidina
bahan lain. (1-fenetil-4-piperidil) propionanilida 52. TMA : (±)-3,4,5-Trimetoksi-α–
c. jicingko, hasil yang diperoleh dari 25. PEPAP : 1-Fenetil-4-fenil-4-piperidinol metilfenetilamina
pengolahan jicing. asetat (ester) 53. AMFETAMINA:(±)-α-Metilfenetilamina
4. Tanaman koka, tanaman dari semua genus 26. TIOFENTANIL : N-[1-[2-(2-Tienil)etil]-4- 54. DEKSAMFETAMINA :
Erythroxylon dari keluarga Erythroxylaceae piperidil] propionanilida (+)-α-Metilfenetilamina
termasuk buah dan bijinya. 27. BROLAMFETAMINA, nama lain 55. FENETILINA : 7-[2-[(α- Metilfenetil)
5. Daun koka, daun yang belum atau sudah DOB : (±)-4-Bromo-2,5-dimetoksi-α- amino]etil]teofilina
dikeringkan atau dalam bentuk serbuk metilfenetilamina 56. FENMETRAZINA:3-Metil-2-fenilmorfolin
dari semua tanaman genus Erythroxylon 28. DET : 3-[2-(Dietilamino )etil] indol 57. FENSIKLIDINA, nama lain PCP :
dari keluarga Erythroxylaceae yang 29. DMA : (+)-2,5-Dimetoksi-α- 1-(1-Fenilsikloheksil)piperidina
menghasilkan kokain secara langsung atau metilfenetilamina 58. LEVAMFETAMINA : (-)-(R)-α-
melalui perubahan kimia. 30. DMHP : 3-(1,2-Dimetilheptil) -7,8,9,10- Metilfenetilamina
6. Kokain mentah, semua hasil-hasil yang tetrahidro-6,6,9-trimetil-6H-dibenzo [b,d] 59. LEVOMETAMFETAMINA : (-)-N,α-
diperoleh dari daun koka yang dapat piran-1-ol Dimetilfenetilamina
diolah secara langsung untuk mendapatkan 31. DMT : 3-[2-(Dimetilamino)etil]indol 60. MEKLOKUALON : 3-(o-klorofenil)-2-
kokaina. 32. DOET: (±)-4-Etil-2,5-dimetoksi- α - metil-4(3H)- kuinazolinon
7. Kokaina, metil ester-1-bensoil ekgonina. metilfenetilamina 61. METAMFETAMINA : (+ )-(S)-N,α–
8. Tanaman ganja, semua tanaman genus 33. ETISIKLIDINA, nama lain PCE : N-Etil- Dimetilfenetilamina
genus cannabis dan semua bagian dari 1-fenilsikloheksilamina 62. METAKUALON : 2-Metil-3-o-tolil-4(3H)-
tanaman termasuk biji, buah, jerami, hasil 34. ETRIPTAMINA : 3-(2-Aminobutil) indol kuinazolinon
olahan tanaman ganja atau bagian tanaman 35. KATINONA : (-)-(S)-2-Aminopropiofenon 63. ZIPEPROL : α-(α-Metoksibenzil)-4-(β-
ganja termasuk damar ganja dan hasis. 36. (+)-LISERGIDA, nama lain LSD, metoksifenetil)-1-piperazinetanol
9. Tetrahydrocannabinol, dan semua isomer LSD-25 : 9,10-Didehidro-N,N-dietil-6- 64. Sediaan opium dan/atau campuran dengan
serta semua bentuk stereo kimianya. metilergolina-8β-karboksamida bahan lain bukan Narkotika
10. Delta 9 tetrahydrocannabinol, dan semua 37. MDMA : (±)-N,α-Dimetil-3,4- 65. 5-APB : 1-(1-Benzofuran-5-il)propan-2-
bentuk stereo kimianya (metilendioksi) fenetilamina amina
11. ASETORFINA: 3-O-Asetiltetrahidro- 38. MESKALINA: 66. 6-APB : 1-(1-Benzofuran-6-il)propan-2-
7α-(1-hidroksi-1- metilbutil)-6,14-endo- 3,4,5-Trimetoksifenetilamina amina
etenooripavina 39. METKATINONA: 2-(Metilamino)- 67. 25B-NBOMe : 2-(4-Bromo-2,5-dimetoksi
12. ASETIL-ALFAMETILFENTANIL: N-[1- 1-fenilpropan-1-on fenil)-N-[(2- metoksifenil)metil]etanamina
(α-Metilfenetil)-4-piperidil] asetanilida 40. 4- METILAMINOREKS : (±)-sis- 68. 2-CB : 2-(4-Bromo-2,5-dimetoksifenil)

Edisi XXX Januari - April 2018 31


BERITA
etanamina fluorobenzil)-1H-indazol-3- karboksamida amino]-3,3-dimetilbutanoat
69. 25C-NBOMe, nama lain 2C-C-NBOMe 94. MDMB-CHMICA, nama lain 122. 2C-I, nama lain 4-IODO-2,5-DMPEA :
: 2-(4-Kloro-2,5-dimetoksifenil)-N-[(2- MMBCHMINACA : Metil 2-{[1- 2-(4-Iodo-2,5-dimetoksifenil)etanamina
metoksifenil)metil]etanamina (sikloheksilmetil)indol-3- karbonil] 123. 2C-C, nama lain 2,5-DIMETOKSI-4
70. DIMETILAMFETAMINA, nama lain amino}-3,3- dimetilbutanoat KLOROFENETILAMINA : 2-(4-Kloro-
DMA 95. 5-FLUORO-ADB: Metil 2,5-dimetoksifenil)etanamina
71. DOC : 1-(4-Kloro-2,5-dimetoksifenil) 2-{[1-(5-fluoropentil)-1Hindazol-3- 124. 2C-H : 2-(2,5-Dimetoksifenil)etanamina
propan- 2-amina karbonil]amino}-3,3- dimetilbutanoat 125. PMEA; p-METOKSIETILAMFETAMINA,
72. ETKATINONA, nama lain N-etilkatinona 96. AKB-48, nama lain APINACA: nama lain PARA-METOKSIETILAMFE
: 2-(Etilamino)-1-fenilpropan-1-on N-(Adamantan-1-il)-1-pentil-1Hindazol-3- TAMINA : N-Etil-1-(4-metoksifenil)
73. JWH-018 : Naftalen-1-il(1-pentil-1H- karboksamida propan-2-amina
indol-3- il)metanona 97. 4-APB : 1-(1-Benzofuran-4-il) propan-2- 126. MEXEDRON : 3-Metoksi-2-(metilamino)-
74. MDPV, nama lain 3,4- METILENDIOKSI amina 1-(4-metilfenil)propan-1-on
PIROVA LERON : (R/S)-1-(Benzo[d][1,3] 98. ETILON, nama lain bk-MDEA, MDEC 127. PENTILON, nama lain bk-METIL-K,
dioksol-5-il)-2- (pirrolidin-1-il)pentan-1- on : (RS)-1-(1,3-Benzodioksol-5-il)-2- bk-MBDP : 1-(1,3-Benzodioksol-5-il)-2-
75. MEFEDRON, nama lain 4-MMC: (RS)-2- (etilamino)propan-1-on (metilamino)pentan-1-on
Metilamino-1-(4-metilfenil) propan-1-on 99. TFMPP : 1-(3-(Trifluorometil)fenil) 128. EPILON, nama lain N-ETILPENTILON
76. METILON, nama lain MDMC: (RS)-2- piperazin :1-(2H-1,3-Benzodioksol-5-il)-2- (etilamino)
Metilamino-1-(3,4- metilendioksifenil) 100. ALFA-METILTRIPTAMINA: pentan-1-on
propan-1-on 2-(1H-Indol-3-il)-1-metil-etilamina 129. 4-CEC, nama lain 4-KLOROETKATINON
77. 4-METILETKATINONA, nama lain 101. 5-MeO-MiPT : N-[2-(5-Metoksi-1H-indol- :1-(4-Klorofenil) -2-(etilamino) propan-1-on
4-MEC : (R/S)-2-Etilamino-1-(4-metilfenil) 3-il)etil]-Nmetilpropan-2-amina 130. BENZEDRON, nama lain 4-MBC: (±)-1-
propan-1-on 102. METOKSETAMINA, nama lain MXE (4-Metilfenil)-2-(benzilamino)propan-1-on
78. MPHP : 1-(4-Metilfenil)-2-(pirrolidin-1-il) : (RS)2-(3-Metoksifenil)-2-(etilamino) 131. U-47700: 3,4-Dikloro-N-[(1R,2R)-
heksan-1-on sikloheksanona 2-(dimetilamino)sikloheksil]-N-
79. 25I-NBOMe, nama lain 2C-I-NBOMe: 103. BUFEDRON, nama lain METILAMINO- metilbenzamida
2-(4-Iodo-2,5-dimetoksifenil) -N-(2- BUTIROFENON (MABP) : 132. METIOPROPAMINA, nama lain MPA
metoksibenzil)etanamina 2-(Metilamino)-1-fenilbutan-1-on 104. 1-(Tiofen-2-il)-2metilaminopropana
80. PENTEDRON : (±)-2-(Metilamino)-1- 4-KLOROMETKATINONA, nama lain 133. 4-FLUORO-ALFA-PVP,nama lain
fenilpentan-1-on 4-CMC, KLEFEDRON: 1-(4-Klorofenil)- 4-FLUORO-PVP: 1-(4-Fluorofenil)-2-
81. PMMA; pMETOKSIMETAMFETAMI 2-(metilamino) propan-1-on (pirrolidin-1-il)pentan-1-on
NA, nama lain PARAMETOKSIMETILA- 105. AH-7921 : 3,4-Dikloro-N-{[1- 134. 4-KLORO-ALFA-PVP: 1-(4-Klorofenil)-
MFETA MIN, 4-MMA : 1-(4-Metoksifenil) (dimetilamino) sikloheksil]metil}benzamida 2(pirrolidin-1-il)pentan-1-on
-N-metil-2- propanamina 106. 4-MTA : 1-[4-(Metilsulfanil)fenil]propan-2- 135. 4-BROMO-ALFA-PVP: 1-(4-Bromofenil)-2
82. XLR-11, nama lain 5-FLUORO-UR-144 : amina (pirrolidin-1-il)pentan-1-on
(1-(5-Fluoropentil)-1H-indol-3- il)2,2,3,3- 107. AM-2201, nama lain JWH-2201 : 136. N-ETILHEKSEDRON, nama lain HEX-
tetrametilsiklopropil)- metanona 1-[(5-Fluoropentil)-1H-indol-3-il]- EN: 2-(Etilamino)-1-fenilheksan-1- on
83. 5-FLUORO AKB 48, nama lain (naftalen-1-il)metanona 137. PB-22: Quinolin-8-il-1-pentil-1H-indol-3-
5F-APINACA : N-(Adamantan-1-il)-1-(5- 108. ASETILFENTANIL : N-[1-(2-Feniletil)-4- 138. 5-FLUORO-PB-22,nama lain 5F-PB-22,
fluoropentil)- 1H-indazol-3-karboksamida piperidil]-Nfenilasetamida QUPIC: Quinolin-8-il-1-(5-fluoropentil)-
84. MAM-2201 : [1-(5-Fluoropentil)-1H- 109. MT-45 : 1-Sikloheksil-4-(1,2-difeniletil) 1H- indol-3-karboksilat
indol-3-il](4- metilnaftalen-1-il)-metanona piperazin 139. FDU-PB-22:1-Naftil-1-(4-fluorobenzil)-1H-
85. FUB-144, nama lain FUB-UR-144: 110. ALFA-PVP : 1-Fenil-2-(pirrolidin-1-il) indol-3-karboksilat
(1-(4-Fluorobenzil)-1H-indol-3-il(2,2,3,3- pentan-1-on 140. FUB-PB-22:Quinolin-8-il-1-(4-fluorobenzil)-
tetrametilsiklopropil) metanona 111. 4,4’-DMAR, nama lain 4,4’- DIMETI 141. Tanaman KHAT (Catha edulis)
86. AB-CHMINACA : N-[(1S)-1- LAMINOREKS : 4-Metil-5-(4-metilfenil)- 142. Tanaman Banisteriopsis caapi dan Psychotria
(Aminokarbonil)-2- metilpropil]- 4,5-dihidro- 1,3-oksazol-2-amina viridis, nama lain AYAHUASCA
1-(sikloheksilmetil)-1Hindazol-3- 112. METAMFETAMINA RASEMAT: 143. Tanaman Mimosa Tenuiflora
karboksamida (±)-N,α-Dimetilfenetilamina 144. BUTIRFENTANIL, nama lain BUTIRIL
87. AB-FUBINACA : N-(1-Amino-3-metil- 113. JWH-073 : (1-Butil-1H-indol-3-il)(naftalen- FENTANIL: N-(1-Fenetilpiperidin-4-il)-N-
1-oksobutan-2- il)-1-(4-fluorobenzil)-1H- 1-il)metanona fenilbutiramida
indazol-3- karboksamida 114. Tanaman KHAT (Catha edulis). 145. KARFENTANIL,nama lain
88. FUB-AMB, nama lain AMBFUBINACA 115. JWH-122 : (4-Metilnaftalen-1-il)(1-pentil- 4-METOKSIKARBONILFENTANIL:
: Metil 2-({1-[(4-fluorofenil) metil]- 1H-indol-3- il) metanona Metil1-(2-feniletil)-4- [fenil(propanoil)
1Hindazol-3-karbonil} amino)-3- 116. 5-KLORO AKB 48, nama lain 5-Cl- amino] piperidina- 4-karboksilat
metilbutanoat APINACA : N-(Adamantan-1-il)-1-(5- 146. KARISOPRODOL, nama lain
89. AB-PINACA : N-(1-Amino-3-metil-1- kloropentil)-1H-indazol-3-karboksamida ISOMEPROBAMAT, SOMA,
oksobutan-2- il)-1-pentil-1H-indazol-3- 117. 5-FLUORO-AMB, nama lain 5-FLUORO- ISOBAMAT:[2-(Karbamoiloksimetil)-2-
karboksamida AMP, 5F-AMB-PINACA : Metil metilpentil] N-propan-2-ilkarbamat
90. THJ-2201 : [1-(5-Fluoropentil)-1H- 2-({[1-(5-fluoropentil)-1H-indazol-3-il] 147. Garam-garam dari Narkotika dalam
indazol-3-il] (naftalen-1-il) metanona karbonil}amino)-3-metilbutanoat golongan tersebut di atas.
91. THJ-018 : 1-Naftalenil(1-pentil-1H- 118. SDB-005 : Naftalen-1-il 1-pentil-1H-
indazol-3-il) metanona indazol-3-karboksilat DAFTAR NARKOTIKA GOLONGAN II
92. MAB-CHMINACA, nama lain 119. 5-FLUORO-ADBICA : N-(1-Amino-3,3-
ADBCHMINACA : N-(1-Amino- dimetil-1-oksobutan-2-il)-1-(5-fluoropentil)- 1. ALFASETILMETADOL : Alfa-3-asetoksi-
3,3-dimetil-1-oksobutan- 2-il)- 1H-indol-3-karboksamida 6-dimetil amino- 4,4difenilheptana
1-(sikloheksilmetil)-1H-indazol- 120. EMB-FUBINACA :Etil 2-(1- (4-fluorobenzil)- 2. ALFAMEPRODINA : Alfa-3-etil-1-metil-
3-karboksamida 1H-indazol-3-karboksamida)-3-metilbutanoat 4-fenil- 4propionoksipiperidina
93. ADB-FUBINACA : N-(1-Amino- 121. MMB-CHMICA : Metil 3. ALFAMETADOL : Alfa-6-dimetilamino-
3,3-dimetil-1-oksobutan- 2-il)-1-(4- 2-[[1-(sikloheksilmetil)indol-3-karbonil] 4,4-difenil-3- heptanol

32 Edisi XXX Januari - April 2018


BERITA
4. ALFAPRODINA : Alfa-l, 3-dimetil-4-fenil-4- 38. FENADOKSONA: 6-Morfolino-4,4- 1-Metil-4-fenilpiperidina-4- karboksilat
propionoksipiperidina difenil-3-heptanona 73. PETIDINA : Asam 1-Metil-4-
5. ALFENTANIL : N-[1-[2-(4-etil-4,5- 39. FENAMPROMIDA : N-(1-metil-2- fenilpiperidina-4- karboksilat etil ester
dihidro-5-okso-l Htetrazol-1il)etil]- piperidinoetil) propionanilida 74. PIMINODINA : Asam 4-Fenil-1- (3- fenila
4-(metoksimetil)-4- piperidinil]-N- 40. FENAZOSINA : 2’-Hidroksi-5,9-dimetil- minopropil)-piperidina-4- karboksilat etil ester
fenilpropanamida 2-fenetil-6,7- benzomorfan 75. PIRITRAMIDA : Asam 1-(3-Siano-3,3-
6. ALLILPRODINA : 3-Allil-1-metil-4-fenil-4- 41. FENOMORFAN : 3-Hidroksi-N– difenilpropil)- 4(1piperidino)-piperdina-4-
propionoksipiperidina fenetilmorfinan karboksilat amida
7. ANILERIDINA : Asam 1-para-aminofenetil 42. FENOPERIDINA : Asam 1-(3-Hidroksi-3- 76. PROHEPTASINA : 1,3-Dimetil-4-fenil-4-
-4- fenilpiperidina)-4-karboksilatetil ester fenilpropil)-4- fenilpiperidina-4-karboksilat propionoksiazasikloheptana
8. ASETILMETADOL : 3-Asetoksi-6- etil ester 77. PROPERIDINA : Asam 1-Metil-4-
dimetilamino-4,4- difenilheptana 43. FENTANIL : 1-Fenetil-4-Npropionilanilino fenilpiperidina-4- karboksilat isopropil ester
9. BENZETIDIN : Asam 1-(2-benziloksietil)-4- piperidina 78. RASEMETORFAN : (±)-3-metoksi-N-
fenilpiperidina-4-karboksilat etil ester 44. KLONITAZENA : 2-(Para-klorbenzil)-1- metilmorfinan
10. BENZILMORFINA : 3-benzilmorfina dietilaminoetil- 5-nitrobenzimidazol 79 RASEMORAMIDA : (±)-4-[2-Metil-
11. BETAMEPRODINA : Beta-3-etil-1-metil-4- 45. KODOKSIMA : Dihidrokodeinona-6- 4-okso-3, 3-difenil-4- (1-pirolidinil)butil]-
fenil-4- propionoksipiperidina karboksimetiloksima morfolina
12. BETAMETADOL : Beta-6-dimetilamino- 46. LEVOFENASILMORFAN : 80. RASEMORFAN : (±)-3-Hidroksi-N-
4,4-difenil-3– heptanol (-)-3-Hidroksi-N-fenasilmorfinan metilmorfinan
13. BETAPRODINA: Beta-1,3-dimetil-4-fenil-4- 47. LEVOMORAMIDA : (-)-4-[2-Metil-4- 81. SUFENTANIL : N-[4-(metoksimetil)-1-[2-
propionoksipiperidina okso-3,3-difenil-4-(1- pirolidinil)butil] (2-tienil)- etil -4-piperidil] propionanilida
14. BETASETILMETADOL: Beta-3-asetoksi-6- morfolina 82. TEBAINA
dimetilamino-4,4- difenilheptana 48. LEVOMETORFAN : (-)-3-Metoksi-N- 83. TEBAKON : Asetildihidrokodeinona
15. BEZITRAMIDA : 1-(3-siano-3,3-difenilpropil)- metilmorfinan 84. TILIDINA : (±)-Etil-trans-2-(dimetilamino)-1-
4-(2-okso-3-propionil- 1-benzimidazolinil) 49. LEVORFANOL : (-)-3-Hidroksi-N- fenil-3-sikloheksena-1-karboksilat
piperidina 16. DEKSTROMORAMIDA metilmorfinan 85. TRIMEPERIDINA : 1,2,5-Trimetil-4-
: (+)-4-[2-metil-4-okso-3,3-difenil-4- 50. METADONA : 6-Dimetilamino-4,4- fenil-4- propionoksipiperidina
(1-pirolidinil)butil]morfolina difenil-3- heptanona 86. BENZILPIPERAZIN (BZP),
17. DIAMPROMIDA : N-[2-(metilfenetila 51. METADONA INTERMEDIATE: 4-Siano- N-BENZILPIPERAZIN : 1-Benzilpiperazin
mino)-propil] propionanilida 2-dimetilamino-4,4- difenilbutana 87. METAKLOROFENILPIPERAZIN
18. DIETILTIAMBUTENA : 3-dietilamino-1,1- 52. METAZOSINA : 2-Hidroksi-2,5,9- (MCPP) : 1-(3-Klorofenil)piperazin
di-(2’-tienil)-1- butena trimetil-6, 7- benzomorfan 88. DIHIDROETORFIN : 7,8-Dihidro-
19. DIFENOKSILAT : asam 1-(3-siano-3,3- 53. METILDESORFINA : 6-Metil-delta-6- 7α-[1-(R)-hidroksi-1- metilbutil]-6,14-
difenilpropil)-4- fenilpiperidina-4-karboksilat deoksimorfina endoetanotetrahidrooripavina
etil ester 54. METILDIHIDROMORFINA : 89. ORIPAVIN : 3-O-Demetiltebain
20. DIFENOKSIN : Asam 1-(3-siano-3,3- 6-Metildihidromorfina 90. REMIFENTANIL : Asam1-
difenilpropil)-4- fenilisonipekotik 55. METOPON : 5-Metildihidromorfinona (2-Metoksikarboniletil)-4-
21. DIHIDROMORFINA 56. MIROFINA : Miristilbenzilmorfina (fenilpropionilamino)-piperidina-4-
22. DIMEFHEPTANOL : 6-dimetilamino-4,4- 57. MORAMIDA INTERMEDIAT : Asam karboksilat metil ester
difenil-3-heptanol 2-Metil-3-morfolino-1, 91. Garam-garam dari Narkotika dalam
23. DIMENOKSADOL : 2-dimetilaminoetil-1- 1- difenilpropana karboksilat golongan tersebut di atas.
etoksi-1,1- difenilasetat 58. MORFERIDINA : Asam
24. DIMETILTIAMBUTENA : 3-dimetilamino- 1-(2-Morfolinoetil)-4- fenilpiperidina-4- DAFTAR NARKOTIKA GOLONGAN III
1,1-di-(2’-tienil)-1- butena karboksilat etil ester
25. DIOKSAFETIL BUTIRAT : etil-4- 59. MORFINA-N-OKSIDA 1. ASETILDIHIDROKODEINA
morfolino-2, 2-difenilbutirat 60. Morfin metobromida dan turunan morfina 2. DEKSTROPROPOKSIFENA: Alfa-(+)-4-
26. DIPIPANONA: 4, 4-difenil-6-piperidina-3- nitrogen pentafalent lainnya termasuk dimetilamino-1,2-difenil-3- metil-2-butanol
heptanona bagian turunan morfina-N-oksida, salah propionat
27. DROTEBANOL: 3,4-dimetoksi-17- satunya kodeina-Noksida 3. DIHIDROKODEINA
metilmorfinan- 6ß,14-diol 61. Morfina 4. ETILMORFINA: 3-Etilmorfina
28. Ekgonina, termasuk ester dan derivatnya yang 62. NIKOMORFINA : 3,6-Dinikotinilmorfina 5. KODEINA: 3-Metilmorfina
setara dengan ekgonina dan kokaina. 63. NORASIMETADOL : (±)-Alfa-3-asetoksi- 6. NIKODIKODINA:
29. ETILMETILTIAMBUTENA: 6-metilamino- 4,4-difenilheptana 6-Nikotinildihidrokodeina
3-Etilmetilamino-1,1-di-(2’-tienil)-1- butena 64. NORLEVORFANOL 7. NIKOKODINA: 6-Nikotinilkodeina
30. ETOKSERIDINA : Asam 1-[2- :(-)-3-Hidroksimorfinan 8. NORKODEINA: N-Demetilkodeina
(2-Hidroksietoksi)-etil]-4- fenilpiperidina-4- 65. NORMETADONA : 6-Dimetilamino-4,4- 9. POLKODINA: Morfoliniletilmorfina
karboksilat etil ester difenil-3- heksanona 10. PROPIRAM: N-(1-Metil-2-
31. ETONITAZENA : 1-Dietilaminoetil-2- 66. NORMORFINA : Dimetilmorfina atau piperidinoetil)-N-2- piridilpropionamida
paraetoksibenzil-5-nitrobenzimedazol Ndemetilatedmorfina 11. BUPRENORFINA : 21-Siklopropil-7-α-
32. FURETIDINA : Asam 1-(2- Tetrahidro 67. NORPIPANONA : 4,4-Difenil-6- [(S)-1-hidroksi-1,2,2-trimetilpropil]-6,14-
furfuriloksietil)-4- fenilpiperidina-4- piperidino-3- heksanona endoentano-6,7,8,14-tetrahidrooripavina
karboksilat etil ester) 68. OKSIKODONA : 12. CB 13, nama lain CRA 13 atau SAB-378
33. HIDROKODONA : Dihidrokodeinona 14-Hidroksidihidrokodeinona : Naftalen-1-il[4-(pentiloksi)naftalen- 1-il]
34. HIDROKSIPETIDINA : Asam 4-Meta- 69. OKSIMORFONA : etanona
hidroksifenil-1- metilpiperidina-4-karboksilat 14-Hidroksidihidromorfinona 13. Garam-garam dari Narkotika dalam
etil ester 70. PETIDINA INTERMEDIAT A : 4-Siano- golongan tersebut diatas
35. HIDROMORFINOL:14-Hidroksidihidromorfina 1-metil-4-fenilpiperidina 14. Campuran atau sediaan difenoksin dengan
36. HIDROMORFONA : Dihidrimorfinona 71. PETIDINA INTERMEDIAT B: Asam bahan lain bukan narkotika
37. ISOMETADONA : 6-Dimetilamino-5- 4-Fenilpiperidina-4- karboksilat etil ester 15. Campuran atau sediaan difenoksilat dengan
metil-4, 4-difenil- 3-heksanona 72. PETIDINA INTERMEDIAT C : Asam bahan lain bukan narkotika.n

Edisi XXX Januari - April 2018 33


WAWASAN

Program Eradikasi Polio Global :


Indonesia sebagai pahlawan, tapi juga sebagai korban
Oleh : Drs. Djoharsjah Apt (*)

Program Eradikasi Polio


Bermula di tahun 1979,
sebuah organisasi nirlaba,
Rotary International,
meluncurkan program
imunisasi polio di Filipina.
Kemudian pada tahun
1985, Rotary meningkatkan
program ini menjadi lebih
besar, dengan nama
Program Polio Plus. Dananya
berasal dari sumbangan
para anggota Rotary di
Salah satu tahap awal produksi vaksin polio
seluruh dunia. Pelaksanaan
program ini kemudian
memicu berbagai pihak secara teoritis sangat mungkin tombak ke lima.
untuk berkordinasi, dan diberantas tuntas dari muka bumi. Pada awal dicanangkan,
Untuk itu, para pakar kesehatan ditargetkan, penyakit polio akan
meningkatkan program
dunia, dibantu dengan berbagai pakar punah dari muka bumi pada tahun
imunisasi polio menjadi lintas disiplin, menyiapkan pedoman 2000. Dalam pelaksanaannya, program
sebuah program global yang langkah-langkah nyata yang harus ini sangat sukses menekan jumlah
diikuti oleh seluruh dunia. dilakukan oleh berbagai pihak di kasus polio lebih dari 99 %, tetapi
seluruh dunia . Kunci utama adalah sayangnya, itu masih belum cukup.
memutus rantai penularan virus polio Target eradikasi adalah pengurangan
dengan program imunisasi polio yang kasus 100 %. Tidak bisa ditawar!. Ini
sangat massif dan harus diikuti oleh berarti, target eradikasi di tahun 2000

U
seluruh dunia. Tentu saja dibutuhkan belum tercapai. Target kemudian
ntuk itu, pada jumlah dana yang sangat besar, untuk direvisi menjadi tahun 2005, lalu
tahun 1988, WHO tidak dikatakan dahsyat . Maka di tahun 2015. Itupun tidak tercapai.
mencanangkan sebuah tahap awal program ERAPO ini, Dalam program ERAPO ini definisi
program besar-besaran, tampillah 4 organisasi besar yaitu bebas polio sangat tegas, dan tidak bisa
yang melibatkan seluruh dunia, yang WHO, UNICEF , US CDC , dan ditawar sedikitpun : yaitu harus nol
disebut Program Global Eradikasi Rotary International sebagai ujung temuan kasus baru polio liar, 3 tahun
Polio, yang selanjutnya kita singkat tombak. Kemudian, program ini berturut turut. Target terbaru untuk
saja sebagai ERAPO. Belajar dari berhasil menarik partisipasi aktif dunia bebas polio: Tahun 2020.
pengalaman dunia menghapus berbagai negara maju sebagai donor
penyakit cacar dari muka bumi di tetap. Belakangan muncul Yayasan Mengapa target tahun 2000, dan
tahun 1974, para pakar kesehatan Bill & Melinda Gates, yang ikut direvisi menjadi tahun 2005 dan tahun
dunia percaya bahwa penyakit polio menggelontorkan dana yang sangat 2015 tidak bisa tercapai ?
adalah jenis penyakit menular yang besar, sehingga disebut sebagai ujung Berbagai faktor yang menjadi

34 Edisi XXX Januari - April 2018


WAWASAN
hambatan besar dalam perjuangan ini, polio, melihat beberapa celah yang internasional, yang merupakan
antara lain : memungkinkan mereka mengambil prasyarat untuk bisa menjadi pemasok
• Buruknya infra struktur, sangat inisiatif mengembangkan berbagai vaksin kepada badan-badan PBB
menghambat pelaksanaan bentuk inovasi dalam beberapa titik seperti WHO dan UNICEF. Dengan
imunisasi ke daerah2 terpencil proses produksi, yang bisa membuat keberadaan fasilitas produksi dan
• Adanya perang saudara kapasitas produksi melonjak dengan pengawasan mutu vaksin polio dan
• Sikap anti vaksin di berbagai tajam. Penerapan berbagai inovasi campak yang dibangun secara modern
kelompok sekte keagamaan tersebut, hanya sedikit membutuhkan dan mengikuti standar GMP terbaru,
akibat fanatisme ataupun karena tambahan investasi. Dalam periode serta didukung oleh keberadaan badan
pengaruh politik global kira kira 5 tahun, Bio Farma mampu pengawas obat yang dianggap andal
• Buruknya kondisi sanitasi di mencapai produksi dalam bentuk bulk (pada waktu itu Ditjen POM ), maka
beberapa negara berkembang sebanyak 100 juta dosis, yang berarti 5 Bio Farma dinyatakan memenuhi
tertentu. kali lipat dari rancangan awal. syarat prakualifikasi WHO.
Peningkatan yang mencolok
Dari sisi kebutuhan vaksin polio ini, mendapat perhatian khusus Kesempatan emas ini tentu harus
global, dapat terpenuhi dengan dari pemerintah Jepang. Untuk dimanfaatkan secara maksimal. Bio
produksi dari beberapa negara yang memastikan bahwa pelonjakan Farma terus melanjutkan berbagai
kualitasnya diawasi dengan sangat kapasitas ini tidak memberi inovasi . Pada ujungnya semakin
ketat oleh WHO, didukung oleh pengaruh negatif pada kualitas, maka melonjakkan kapasitas produksi vaksin
Badan Pengawasan Obat setempat. pemerintah Jepang lalu membentuk polio. Pernah mencapai 800 juta
sebuah tim audit, yang melibatkan dosis, dalam bentuk bulk. Ini berarti
wakil pemerintah dan pakar dari 40 kali lipat dibanding kapasitas yang
Peran Indonesia JPRI selaku pemberi alih teknologi. dirancang pada awal proyek. Dengan
Kesimpulannya, perubahan dan kapasitas sebesar itu , Bio Farma
Pada tahun 1990, Bio Farma produksi vaksin polio setelah mampu memasok sekitar sepertiga
mulai membangun fasilitas produksi mendapat beberapa inovasi dari Bio kebutuhan dunia. Dengan berbagai
dan pengawasan mutu vaksin polio Farma, tetap berada dalam koridor pertimbangan dan perhitungan
dan vaksin campak di Bandung. standar kualitas yang berlaku. efisiensi, serta kebutuhan pasar, dari
Proyek ini merupakan hibah dari Sejalan dengan itu, Bio Farma seluruh bulk vaksin polio tersebut
pemerintah Jepang, didukung dengan mengajukan permohonan kepada hanya sebagian yang diolah menjadi
program alih teknologi dari Japanese WHO untuk dapat mengikuti asesmen vaksin siap pakai, terutama sejumlah
Polio Research Institute (JPRI) untuk
vaksin polio, dan dari Biken Institute
untuk vaksin campak.
Fasilitas produksi vaksin polio
di Bio Farma ini dirancang untuk
kapasitas 20 juta dosis pertahun,
sesuai dengan tingkat kebutuhan
dalam negeri Indonesia pada
waktu itu. Proses Pembangunan
berlangsung dengan sangat lancar,
berkat perencanaan dan tata kelola
pembangunan yang sangat rapi,
didukung dengan kerja sama yang
sangat apik antara Bio Farma, pihak
JIC yang mewakili pemerintah Jepang
selaku donor, kontraktor , pengawas,
dan pihak pendukung alih teknologi,
dalam hal ini JPRI dan Biken Institute.
Setelah fasilitas produksi ini
mulai beroperasi, teman-teman
para staff Bio Farma yang terlibat Proses pengisian vaksin ke dalam vial.
langsung dalam produksi vaksin

Edisi XXX Januari - April 2018 35


WAWASAN
kebutuhan dalam negeri, dan sejumlah terganggu. Dana pengadaan vaksin media cetak terkemuka disana, dan
optimal yang masih bisa diproses dan untuk operasional imunisasi sejumlah pejabat penting.
pada fasilitas produksi yang ada, sangat terbatas. Belum lagi ditambah Kunjungan tersebut terlaksana
untuk selanjutnya diekspor sebagai masalah ketidak stabilan politik. pada bulan Februari 2004. Seluruh
vaksin jadi. Selebihnya, diekpor dalam Akibatnya cakupan imunisasi sangat anggota Direksi dihadirkan
bentuk bulk, terbanyak ke India, yang menurun, ke tingkat di bawah standar. menyambut tamu-tamu penting ini,
selanjutnya diproses di sana menjadi Ini berbahaya. Membuat Indonesia dan semua diperkenalkan, lengkap
vaksin polio siap pakai. sangat rentan terhadap masuknya virus dengan titel haji. Para tamu diberikan
Yang berupa vaksin polio jadi, polio dari negara luar. presentasi rinci tentang proses
kebanyakan dipasok ke UNICEF, yang Kontribusi Indonesia produksi vaksin polio di Bio Farma,
selanjutnya disalurkan ke berbagai Pada tahun 2003, di belahan dilengkapi dengan melihat langsung
negara berkembang . Negara-negara dunia lain, nun jauh di Afrika Barat, fasilitas produksi , tentunya dengan
yang dianggap kurang mampu untuk yaitu di Nigeria, terutama di beberapa menerapkan SOP yang berlaku.
sepenuhnya membiayai sendiri negara bagian yang penduduknya Alhamdulillah, kunjungan ini
pengadaan vaksin akan menerima mayoritas Muslim, terjadi aksi boikot hasilnya luar biasa. Sekembalinya
vaksin tersebut sebagai sumbangan. vaksin polio, yang diserukan oleh rombongan ini, pemerintah Nigeria
pemuka-pemuka agama Islam disana. menghubungi WHO menyatakan
Pekan Imunisasi Nasional Alasannya, karena mereka curiga bahwa vaksinasi polio untuk seluruh
(PIN Polio) di Indonesia. vaksin polio asal negara barat yang Nigeria dapat dilanjutkan kembali,
digunakan disana “diboncengi” dengan syarat : VAKSINNYA HARUS
Pemerintah Indonesia sudah dengan zat anti fertilitas, yang bisa PRODUKSI INDONESIA.
sejak lama melaksanakan imunisasi menghambat angka kelahiran disana, Setelah itu, program imunisasi
rutin untuk beberapa jenis vaksin, Selain itu dicurigai juga adanya polio di Nigeria mulai menunjukkan
termasuk polio. Untuk vaksinasi polio cemaran virus HIV dan bahan-bahan kemajuan nyata,
rutin, sasarannya adalah bayi dengan karsinogenik. Berbagai penjelasan
umur sampai 1 tahun, dan waktunya bahwa kualitas vaksin polio dapat Indonesia kebobolan
tidak serentak. Tetapi, khusus untuk dijamin, dan diproduksi dengan
program ERAPO, imunisasi dilakukan standar yang tinggi, sama sekali tidak Untuk mengawasi apakah suatu
serentak, pada hari yang sama , bisa merubah sikap boikot mereka. negara betul-betul bebas dari polio,
untuk anak balita usia s/d 60 bulan. Aksi boikot ini tentu saja harus dilakukan proses pengawasan
Imunisasi serentak ini diulangi lagi membuat banyak anak disana tidak laboratoris yang ketat, mengacu
sebulan kemudian. Ini belum selesai. terlindung, sehingga temuan kasus- kepada standar yang sudah di tetapkan
Karena tahun kedua dan tahun kasus baru polio liar tetap banyak. oleh WHO.
ketiga harus diulangi lagi vaksinasi Pada hal Nigeria adalah satu dari 3 Untuk Indonesia, ada 3
massal tersebut masing masing dua negara yang sedang menjadi perhatian laboratorium yaitu di Jakarta dan
kali. Sehingga selengkapnya 6 kali dunia, selain Afganistan dan Pakistan, Surabaya , di bawah naungan Depkes,
dalam tiga tahun.Pelaksanaan PIN di yang masih belum bebas polio, dan dan di Bio Farma , Bandung. Ketiga
Indonesia tahun 95-96-97 , dianggap bisa terus menjadi ancaman serius laboratorium ini hampir setiap hari
sangat berhasil oleh para pakar bagi negara2 lain yang tadinya sudah menerima dan memeriksa specimen
kesehatan dunia. Sejak itu Indonesia, bebas polio. Pakar kesehatan dunia, tinja yang dikirim dari berbagai
sudah bebas dari kasus baru polio liar. UNICEF dan WHO terhenyak dan daerah, Dari sekian ribu specimen
Tapi harus tetap waspada. Selama sangat resah dengan situasi ini. yang masuk ke tiga laboratorium
masih ada di tempat lain di muka Akhirnya mereka berpikir, bahwa tersebut , harus ditemukan minimal
bumi ini kasus-kasus baru dari virus Indonesia, selaku produsen besar ( dengan angka rasio tertentu) kasus
polio liar, maka tetap ada ancaman vaksin polio, dengan penduduk lumpuh layu (acute flaccid paralysis,
polio ini muncul kembali. Karena itu mayoritas muslim, tentu bisa memberi yang selanjutnya diuji dan dipastikan
program imunisasi rutin dan regular solusi tuntas. Maka diaturlah bahwa kelumpuhan itu bukan karena
harus tetap berjalan dengan tingkat kunjungan sebuah delegasi besar dari virus polio liar.
cakupan maksimal. Nigeria mengunjungi Bio Farma Laboratorium surveillance ini di
Pada tahun 1998 , Indonesia di Bandung. Delegasi ini meliputi Bio Farma saat itu, dipimpin oleh dr.
di landa krisis moneter. Nilai tukar menteri dari negara bagian, organisasi Lina Sumara, seorang staff senior di
rupiah terjun bebas. Negara tiba-tiba kewanitaan muslim, anggota majelis Bio Farma, yang sangat menguasai
jadi miskin. Program imunisasi sangat ulama, awak media elektronik dan aspek detil surveillance polio.

36 Edisi XXX Januari - April 2018


WAWASAN

Seorang anak sedang menerima vaksin polio Gedung kantor Bio Farma di Bandung

Sekitar bulan Mei 2005, ketika menjadi rapat darurat. Informasi ini samping tetap memasok vaksin polio
sedang berlangsung rapat direksi Bio langsung di sampaikan ke Depkes dan untuk imunisasi regular.
Farma. Tiba-tiba terdengar suara juga ke WHO. Tidak hanya Indonesia, Suatu hal yang sangat menarik
ketukan agak keras di pintu, lalu tapi seluruh dunia ikut terhenyak, untuk ditambahkan disini adalah
dr.Lina langsung masuk, membawa karena kejadian ini merupakan setback bahwa virus polio yang muncul
beberapa lembar kertas. Terlihat yang sangat besar dalam perjuangan kembali di Indonesia kali ini, setelah
wajahnya tegang. Ketika ditanya dunia membasmi polio (ERAPO). diteliti secara laboratoris, memberi
ada apa, beliau tidak bisa segera Pihak Depkes langsung terjun petunjuk kuat bahwa virus tersebut
menjawab, malah menangis. Lalu melaksanakan langkah-langkah berasal dari kawasan Afrika Barat,
setelah agak tenang, dengan terbata darurat , dengan melakukan imunisasi tepatnya Nigeria, yang masuk ke
bata dia sampaikan : “Kita kebobolan wajib dari rumah kerumah di desa Indonesia mungkin melalui Sudan
pak ! Kami baru saja menemukan Cidahu dan sekitarnya. Untuk tahap atau melalui Saudi Arabia.
satu specimen yang POSITIF VIRUS selanjutnya disiapkan program Artinya, baru saja di tahun 2004
POLIO LIAR “. Specimen ini berasal imunisasi yang lebih luas. Belakangan Indonesia bisa membantu memberi
seorang anak lakilaki berusia 20 bulan, diputuskan untuk melaksanakan solusi untuk kelanjutan imunisasi
dari desa Cidahu, Sukabumi. imunisasi serentak secara nasional polio di Nigeria, maka di tahun 2005
Seluruh direksi ikut terhenyak. (PIN) sebanyak 5 x dan beberapa kali ini, kita kebobolan infeksi polio liar,
Semua faham betul, ditemukannya pada level regional dalam periode yang secara tidak langsung merupakan
satu specimen positif polio liar sudah tahun 2005-2006. akibat dari sangat terhambatnya
telak membuktikan bahwa seluruh imunisasi di Nigeria.
negeri kita baru saja kebobolan. Disamping kesigapan dan kerja Kita boleh bersyukur, bahwa
Terbukti kemudian, dalam tempo yang keras dari teman-teman kita di upaya kerja keras semua pihak,
sangat singkat, ditemukan kasus positif Depkes, salah satu faktor yang sangat Indonesia berhasil menghentikan
sampai sekitar 300 spesimen. Pada mendukung keberhasilan mengatasi terjadinya kasus2 polio baru.
hal sudah sepuluh tahun terakhir kita kebobolan ulang ini adalah keberadaan Pada tahun 2014, WHO dengan
sudah tidak lagi kasus positif polio Bio Farma. resmi menjatakan bahwa di seluruh
liar. Sebagai sebuah perusahaan negara2 di wilayah kerja WHO Asia
Kejadian ini tidak bisa terlepas produsen vaksin yang sepenuhnya Tenggara, (termasuk Indonesia dan
dari kondisi krisis moneneter dan krisis milik pemerintah, langsung siap India) , sudah terbebas dari polio. n
politik yang terjadi Indonesia beberapa mengerahkan persediaan vaksin
tahun sebelumnya, yang akibat polio yang ada, untuk program
langsungnya disini adalah terdapatnya vaksinasi darurat, dan mempersiapkan
sejumlah cukup besar anak-anak dukungan vaksin polio untuk
yang tidak terlindung karena tidak penyelenggaraan imunisasi berikutnya, (*) Anggota Direksi Bio Farma 1988
mendapat imunisasi polio. berupa 5 kali program PIN ditambah - 2007
Rapat direksi langsung dirubah beberapa kali imunisasi regional, di

Edisi XXX Januari - April 2018 37


OPINI

APOTEKER KESEHATAN MASYARAKAT,


KENAPA TIDAK?
Kita perlu bersyukur dengan hadirnya kebijakan baru pemerintah dalam bidang kesehatan yaitu
Permenkes Nomor 46 Tahun 2015 tentang akreditasi Puskesmas, Klinik pratama, Tempat Praktek Mandiri
dokter dan dokter gigi yang telah memberikan gebrakan baru dalam sistem pelayanan kesehatan
tingkat pertama.

Oleh : Indri Mulyani Bunyamin,S.Farm,Apt

K
ewajiban bahwa Puskesmas harus farmasi klinis dibutuhkan tenaga kesehatan yang
terakreditasi sebagai syarat kerjasama kompeten. Siapa lagi kalau bukan apoteker. Pada
dengan BPJS juga menjadi perhatian kenyataannya saat ini menurut data Kemenkes RI
penting karena terkait erat dengan dari 9000an jumlah Puskesmas di Indonesia, baru
dana kapitasi yang akan diterima oleh Puskesmas. sebanyak 20% yang memiliki apoteker. Sebuah
Dana kapitasi ini dapat dialokasikan 40% untuk perjuangan panjang bagi profesi kita.
operasional kerja dan 60% untuk tunjangan Pelayanan kefarmasian di Puskesmas harus
kinerja atau remunerasi pegawai. Hal inilah yang membuat dijalankan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi
semua Puskesmas termotivasi agar dapat menyandang dan kewenangan untuk melakukan pekerjaan kefarmasian.
status “terakreditasi”. Untuk memenuhi standar akreditasi Amanat ini termaktub dalam pasal 18 Permenkes Nomor 75
Puskesmas banyak sekali elemen penilaian yang harus Tahun 2014 tentang Puskesmas. Unit farmasi merupakan
dipenuhi mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM) sampai unit penunjang yang sangat penting dalam suatu siklus
dengan sistem manajemen mutu yang berkesinambungan. pelayanan kesehatan. Bisa dibayangkan jika di Puskesmas
Berbicara tentang SDM, profesi apoteker mulai dilirik tidak tersedia obat ? Hampir 90% kunjungan pasien ke
dan dicari sebagai salah satu profesi ahli dalam pelayanan Puskesmas berakhir dengan pemberian obat. Bukan hanya
kefarmasian. Bagaimana tidak, standar pelayanan ketersediaan obat yang harus memadai akan tetapi bagaimana
kefarmasian di Puskesmas yang diatur dalam permenkes agar obat tersebut dapat digunakan dengan tepat, adalah
Nomor 74 Tahun 2016 jelas menyebutkan bahwa tantangan berat untuk apoteker di Puskesmas. Belum lagi
Puskesmas wajib mempunyai apoteker minimal 1 orang tugas pokok dan fungsi Puskesmas yang harus mengutamakan
sebagai penanggung jawab kefarmasian. Dalam prakteknya, upaya kesehatan promotif dan preventif disamping upaya
apoteker dapat dibantu oleh tenaga teknis kefarmasian kuratif. Tentunya peran apoteker juga harus selaras dengan
(TTK). Rasio kebutuhan tenaga farmasi adalah 1:50 atau tupoksi Puskesmas tersebut. Apoteker harus mulai aktif
1 orang melayani 50 resep untuk Puskesmas non perawatan berkontribusi secara aktif dalam upaya kesehatan selain
dan 1:30 untuk Puskesmas perawatan. kuratif. Bagaimana caranya? Setidaknya ada 3 aspek yang
Apoteker kesehatan masyarakat atau yang identik dengan harus menjadi perhatian seorang apoteker di Puskesmas jika
apoteker yang bekerja di Puskesmas, telah menyibak tirai ingin mengoptimalkan perannya untuk masyarakat.
gelap praktik kefarmasian di puskesmas zaman old. Sebelum
ada apoteker, banyak sekali kasus pengelolaan obat yang 1. ADVOKASI untuk pemenuhan tenaga kefarmasian
tidak sesuai standar, pemberian obat yang minim informasi, yang memadai
pelayanan yang lama, kesalahan penggunaan obat, obat
kadaluarsa, obat out of stock maupun obat over stock yang Aspek yang pertama ini merupakan permasalahan
menjadi wajah suram profil kefarmasian di Puskesmas. klasik yang susah-susah gampang. Kebutuhan sumber daya
Salah satu faktor penyebab dominannya adalah belum manusia, sarana dan juga prasarana untuk menopang
adanya tenaga apoteker di Puskesmas. Kenapa apoteker? pelayanan kefarmasian di Puskesmas berbeda-beda di
Karena untuk menjalankan semua pekerjaan kefarmasian setiap daerah. Kebijakan otonomi daerah terkadang lebih
di puskesmas mulai dari perencanaan, pengadaan, kuat dibandingkan dengan peraturan yang ditetapkan oleh
pengendalian, monitoring dan evaluasi serta pelayanan pemerintah pusat. Sehingga terjadi ketidakselarasan antara

38 Edisi XXX Januari - April 2018


OPINI

peraturan dan pelaksanaan. Jangankan tenaga apoteker,


TTK saja masih jarang ada. Peran tenaga farmasi masih
digantikan oleh tenaga kesehatan lain yang tidak kompeten.
Sebenarnya akreditasi Puskesmas merupakan pintu masuk
yang mudah untuk perekrutan tenaga apoteker dan TTK
di Puskesmas. Namun diperlukan pendekatan dan advokasi
yang tepat dari Dinas Kesehatan kepada pemegang kebijakan
di daerah. Untuk mendukung advokasi, para apoteker di
Puskesmas mulailah membuat analisa beban kerja, identifikasi
resiko pekerjaan kefarmasian, kajian medication errors yang
mengancam masyarakat, serta telaahan-telaahan lain terkait
pentingnya peran apoteker di Puskesmas. Kemudian laporkan
hasil evaluasi ini kepada Kepala Puskesmas untuk menjadi
bahan pertimbangan.
Selama ini farmasi di Puskesmas identik dengan kegiatan
UKP (Upaya Kesehatan Perorangan) di dalam gedung,
persepsi yang terbentuk masih pada drug oriented. Padahal
orientasi kepada pasien atau patient oriented tidak kalah
pentingnya. Era sekarang, belum cukup sampai disitu, peran
apoteker yang berorientasi kepada masyarakat atau community
oriented sudah menjadi satu tuntutan baru. Oleh karena
itu, penting bagi kita sebagai apoteker untuk melakukan Puskesmas Kecamatan Kembangan, Jakarta
kegiatan di luar gedung atau UKM (Upaya Kesehatan
Masyarakat) seperti kegiatan edukasi obat kepada kader dan
masyarakat, pembinaan TOGA (Taman Obat Keluarga), harus lihai dalam membuat job description untuk masing-
Home Pharmacy Care dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan masing anggota tim agar kegiatan yang sudah direncanakan
lain dalam penguatan program pemerintah. Mungkin pada dapat terlaksana. Seringkali pembagian tugas yang tidak
tahap awal kita melakukan kegiatan tersebut atas inisiatif efektif membuat pekerjaan menjadi tidak efisien, sehingga
sendiri namun jika konsisten akan memberi dampak yang SDM yang ada masih saja terasa kurang. Apoteker harus
berarti untuk derajat kesehatan masyarakat. Dengan begitu, mempunyai keahlian dalam melakukan identifikasi
pimpinan akan lebih yakin dalam membuat kebijakan yang permasalahan, mencari faktor-faktor penyebab baik dari
melibatkan peran apoteker dan memberi dukungan penuh. faktor Man, Material, Methode, Machine, dan Envirointment
Bahkan bagi Puskesmas yang sudah berstatus BLUD (Badan agar tercipta siklus kerja yang dinamis dan menuju ke
Layanan Umum Daerah) dapat mengolah pendapatannya arah perbaikan mutu pelayanan kefarmasian. Kegiatan
untuk pemenuhan sumber daya kefarmasian, bukan hanya perbaikan dan peningkatan pelayanan kefarmasian yang
SDM namun sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Sebagai dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan akan
contoh di DKI Jakarta, dari 44 Puskesmas Kecamatan, melahirkan kreativitas bahkan inovasi yang bermanfaat baik
semua sudah mempunyai apoteker minimal 2 (dua) orang bagi tenaga farmasi maupun masyarakat.
per puskesmas. Begitu pula di beberapa daerah di Pulau Sebagai contoh sederhana misalnya sistem penomoran
Jawa yang sudah BLUD. Saat ini semua Puskesmas didorong resep, penulisan etiket obat yang lengkap, penulisan expired
untuk bisa mandiri sehingga alokasi anggaran lebih fleksibel date dan nomor batch pada kartu stok,pembuatan label
dan sesuai dengan kebutuhan. kendali kadaluarsa, leaflet penggunaan obat-obat khusus
seperti tetes mata, tetes telinga dan suppositoria dan
2. SMART dalam peningkatan mutu pelayanan melakukan penyuluhan obat di ruang tunggu pasien adalah
kefarmasian hal yang mudah dan sudah mulai dilakukan di banyak
Puskesmas di Indonesia. Dari hal yang sederhana tersebut,
Setelah sumber daya kefarmasian terpenuhi, aspek akan berkembang menjadi inovasi lainnya sesuai dengan
kedua yang harus diperhatikan adalah melakukan perkembangan informasi dan teknologi. Contoh inovasi
peningkatan mutu pelayanan kefarmasian secara SMART yang sudah dilakukan oleh apoteker di Puskesmas adalah
(Spesific, Measurable, Achievable, Reasonable,Time table) pembuatan sistem e-resep, aplikasi stok obat, alat reminder
dengan menerapkan konsep PDCA atau Plan, Do, Check minum obat, konsultasi obat online, inovasi TAS OBAT
dan Action. Apoteker harus mempunyai keahlian dalam untuk skrining obat di rumah tangga (inovasi Apt Indri,
hal perencanaan kegiatan farmasi. Buatlah POA (Plan Of PKM Kembangan Jakarta Barat), PIO terapung (Apt Dewi
Action) setiap tahun dengan didasari oleh latar belakang Yulida, PKM Danau Panggang Kalsel) dan Buku saku
kebutuhan, tujuan, target, sasaran, waktu, kebutuhan Interaksi Obat (Apt Eki Naldi, PKM Sungai Apit Riau).
anggaran serta penanggung jawab kegiatan. Apoteker Siapa sangka apoteker Puskesmas bisa se-kreatif ini, bukan?

Edisi XXX Januari - April 2018 39


OPINI
3. KOLABORASI lintas program dan lintas sektor

Ini adalah tren baru dalam peningkatan pelayanan


kefarmasian di puskesmas. Penguatan kolaborasi baik
lintas program dan lintas sektor merupakan faktor penting
dalam meningkatkan eksistensi apoteker dalam upaya
promotif dan preventif di kesehatan masyarakat. Tidak
dapat dipungkiri bahwa hampir sebagian besar program di
puskesmas membutuhkan peran farmasi. Contoh program
pemerintah yang masih hangat adalah ORI (Outbreak Response
Immunization) yang diadakan di beberapa daerah seperti Jakarta
Barat dan Tangerang untuk menanggulangi merebaknya kasus
difteri di masyarakat. Terlihat bagaimana peran farmasi sangat
krusial dalam pengelolaan vaksin dan obat yang dibutuhkan memerlukan peran apoteker untuk turun ke masyarakat dalam
untuk mencakup sasaran imunisasi difteri pada bayi dan anak memantau pengobatan pasien Hipertensi, Diabetes, TB Paru
sampai dengan usia 19 tahun tanpa melihat status imunisasi dan Gangguan Jiwa dilakuan secara berkesinambungan.
sebelumnya. Peran apoteker dalam program KIA (Kesehatan Selain program-program di atas, terdapat satu program
Ibu dan Anak) untuk penyediaan kapsul vitamin A dan tablet khusus untuk farmasi yang telah dicanangkan secara resmi
penambah darah. Program HIV-AIDS untuk penyediaan obat oleh Menteri Kesehatan pada tahun 2015 yaitu Gema
dan konseling pasien ARV. Program Kesehatan Peduli Remaja Cermat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat).
(PKPR) untuk penyuluhan NAPZA. Program Posbindu- Dengan program ini seorang apoteker dapat lebih leluasa
PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) menunjukkan eksistensinya di masyarakat untuk melakukan
untuk memantau masalah prilaku lansia terhadap kepatuhan edukasi sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya dan sepuas-
pengobatan, Program Asuhan Kemandirian untuk pembinaan puasnya. Kerjasama lintas sektor dalam Gema Cermat sangat
TOGA (Taman Obat Keluarga) dan tidak lupa PIS-PK diperlukan untuk memperluas cakupan seperti kerjasama
(Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga) yang dengan Kecamatan dan Kelurahan, Tokoh Masyarakat,
Organisasi Profesi, Komunitas Masyarakat dan juga Lembaga
Swadaya Masyarakat (LSM). Apapun metode yang dipakai
selama selaras dengan tujuan Gema Cermat yaitu membangun
kesadaran, pengetahuan, keterampilan dan prilaku masyarakat
dalam penggunaan obat yang rasional, semua diperbolehkan.
Tidak heran, Gema Cermat menjadi idola baru bagi apoteker
di Puskesmas. Lihat saja apoteker yang kreatif memberikan
penyuluhan DAGUSIBU pada saat Car Free Day bersama IAI
(Apt Medindia, PKM Penjaringan Jakarta Utara), siaran radio
(Apt Iis, PKM Ibrahim Aji, Bandung), talkshow di televisi (Apt
Pandu, Kalbar), penyuluhan kepada anak sekolah/Saka Bakti
Husada (Apt Maria, PKM Alalak Selatan Banjarmasin), ibu
rumah tangga (Apt Hellen, PKM Kurai Taji, Sumbar), skrining
warung penjual obat (Apt Melly PKM Nawangsasi Sumsel) dan
pembinaan TOGA (Apt Mardawiyah, PKM Sungai Nyamuk
Tarakan).
Melihat besarnya peluang dan potensi ini kemudian
IAI menyetujui pembentukan sebuah seminat baru
untuk mewadahi para apoteker di Puskesmas yang telah
terlebih dahulu diinisiasi oleh PD IAI Sumbar yaitu
Himpunan Seminat Farmasi Kesehatan Masyarakat
(HISFARKESMAS) yang ditetapkan dalam Rapat
Kerja Nasional IAI pada tanggal 6 September 2017
di Tangerang Selatan, Banten. Selang beberapa bulan
kemudian pengurus PP HISFARKESMAS terbentuk yang
diketuai oleh Apoteker Indri Mulyani Bunyamin,Apt.
Dengan mengusung visi “ Apoteker Puskesmas Ada dan
Terpercaya untuk Setiap Upaya Kesehatan di Masyarakat
” maka lahirnya apoteker spesialis kesehatan masyarakat,
Penyuluhan Apoteker Puskesmas di Sekolah kenapa tidak?.n

40 Edisi XXX Januari - April 2018


OPINI

Pendidikan Profesi Farmasi di Indonesia:


Kegamangan atau ambiguitas?
Oleh: Mahdi Jufri
Dekan Fakultas Farmasi UI
Perubahan paradigma
dari bank dunia pada tahun 2012,
profesi farmasi di mulai
bersama dengan fakultas fakultas
di AS sejak awal 1990an. yang tergabung dalam rumpun ilmu
Kelompok ilmuwan dari kesehatan (Kedokteran, Kedokteran
berbagai kampus besar Gigi, Keperawatan dan Kesehatan
di AS saat itu menelurkan masyarakat dan Farmasi ). Juga
dalam rumpun ilmu kesehatan
konsep Pharmaceutical dibentuk lembaga akreditasi mandiri
care untuk profesi farmasi LAMPETEKES.
yang bekerja di sektor Sejak saat itu dimulailah
pelayanan kesehatan dan pembuatan naskah akademik standar
kompetensi pekerjaan kefarmasian.
mereka menuliskannnya
Disepakati bersama oleh tiga organ
dalam jurnal bergengsi yakni IAI, APTFI dan KFN bahwa
American Journal of lulusan program profesi apoteker
Hospital Pharmacy. harus melalui ujian UKAI Sejak akhir
kefarmasian dilakukan berdasarkan tahun 2013 dimulai uji coba (try out)
pada nilai ilmiah, keadilan, ujian kompetensi apoteker (UKAI)
kemanusiaan, keseimbangan dan kemudian dilanjutkan dengan ujian
perlindungan serta keselamatan pasien formatif dan sumatif dan terakhir pada
awal tahun 2018 dilakukan pertama

P
atau masyarakat yang berkaitan dengan
erubahan paradigma ini sediaan farmasi yang memenuhi kali Exit Exam pada calon apoteker
tentu tidak semudah standard dan persyaratan keamanan, dalam rangka untuk memperoleh
membalik telapak tangan. mutu dan kemanfaatan. sertifikat kompetensi. Untuk
Mereka sejak lama Kemudian setelah itu keluarlah PP meningkatkan ketrampilan kompetensi
melakukan kajian yang mendalam 51 tahun 2009 yang menetapan asuhan calon apoteker maka mulai bulan Mei
tentang perlunya peran farmasis kefarmasian dalam menjalankan 2018 nanti akan dilakukan try out
dalam pelayanan kesehatan. Artinya pekerjaan profesi apoteker di OSCE (Objective Structure Clinical
sederet kurikulum mereka siapkan Indonesia. Semangat ini disambut Evaluation ).
untuk mengubah paradigma tersebut. dengan baik. Perkumpulan apoteker Dengan adanya kesepakatan
Gaung konsep Pharmaceutical Care yang tergabung dalam wadah ISFI pada bersama ini bahwa seluruh calon
akhirnya masuk juga ke Indonesia. Di tahun 2009 berubah dan kembali ke apoteker harus melalui ujian UKAI
mulai dengan pentingnya sertifikat khitahnya seperti tahun 1955 menjadi dan OSCE diharapkan akan diperoleh
kompetensi para sarjana farmasi mulai IAI (Ikatan Apoteker Indonesia ). lulusan profesi apoteker yang
tahun 2007 yang dipelopori oleh Semenjak itu penataan dilakukan terstandarisasi di seluruh Indonesia
almarhum Dr Haryanto Dhanutirto terhadap seluruh anggota yang dalam rangka mengantisipasi
Apt. Lalu dua tahun kemudian tergabung dalam profesi Apoteker. persaingan di era MEA ( 2015 dan
keluarlah UU No 108 tahun 2009 Dengan adanya project HPEQ AFTA pada tahun 2020 nanti dimana
yang menetapkan bahwa pekerjaan ( Health Professional Education lulusan profesi farmasis dari luar
Quality ) yang mendapat pinjaman negeri dapat bekerja di Indonesia

Edisi XXX Januari - April 2018 41


OPINI
dengan syarat mengikuti aturan yang teregistrasi (Register Pharmacist atau Di negara negara maju seperti AS,
ditetapkan oleh pemerintah republik seperti STRA di Indonesia). sebagai Eropa dan Jepang sistem pendidikan
Indonesia. farmasis dan mempunyai kewajiban mereka sudah terpisah sejak awal yaitu
Ditengah kesibukan dan hingar untuk melakukan 1 tahun lagi Sains Farmasi dan Pelayanan farmasi.
bingar adanya ketentuan UKAI dan attachment (magang) di rumah sakit. Pendidikan profesi farmasi hanya ada
OSCE, mungkin kita perlu merenung Sekarang coba kita kondisi di dalam prodi Pelayanan farmasi
sejenak, apakah kegiatan yang dibuat pendidikan farmasi di Indonesia. hingga mereka harus menempuh ujian
ini terlihat terburu buru dalam Indonesia dengan jumlah penduduk CBT dan OSCE. Jadi untuk mereka
mengantisipasi adanya program MEA lebih dari 250 juta hingga awal tahun yang ingin berkarir dalam bidang Sains
2015 dan AFTA 2020. 2018 memiliki jumlah prodi S1 Farmasi atau Industri calon sarjana
Coba kita lihat pengalaman farmasi sebanyak 176 prodi dengan pada tingkat akhir tidak menempuh
Thailand bagaimana mereka jumlah prodi apoteker sebanyak 38. ujian CBT dan OSCE karena mereka
menyiapkan SDM yang berkualitas di tidak memerlukan hal tersebut, mereka
perguruan tinggi dalam bidang farmasi banyak melanjutkan ke jenjang S2
klinis dan pharmaceutical care. Sejak dan S3 bidang Sains Farmasi sehingga
Di negara negara maju
awal tahun 2000 pemerintah Thailand struktur SDM di negara negara maju
mengirimkan secara bergelombang
seperti AS, Eropa dan dalam bidang industri farmasi begitu
sebanyak 140 orang dosen ke AS untuk Jepang sistem pendidikan kuat untuk melakukan riset di Industri
menuntut ilmu di bidang klinis dan mereka sudah terpisah farmasi. Hasilnya terbukti mereka
pharmaceutical care agar meraih gelar sejak awal yaitu Sains sangat unggul dalam bidang penemuan
S3 dalam jangka waktu 10 tahun. Farmasi dan Pelayanan senyawa untuk calon obat baru dan
Artinya mereka sadar bahwa bila ingin farmasi. Pendidikan dalam bidang teknologi farmasi (drug
mengadakan perubahan pertama kali profesi farmasi hanya ada delivery syastem).
adalah disiapkan bidang SDM yang di dalam prodi Pelayanan Coba kita lihat struktur SDM di
berkualitas. Apa hasilnya, Thailand farmasi hingga mereka industri farmasi. Hampir tidak ada
sudah berubah, sistem pendidikan harus menempuh ujian perubahan selama 50 tahun terakhir
farmasi mereka untuk S1 ditempuh CBT dan OSCE. sejak dibukanya industri PMA dan
selama 4 tahun dan pendidikan profesi PMDN oleh pemerintahan orde baru
selama 2 tahun artinya total waktu mengantisipasi UU PMA di Indonesia.
yang ditempuh untuk menjadi farmasis Jumlah tenaga kerja di Industri farmasi
(apoteker) itu memerlukan waktu 6 yang bergelar S2 dan S3 bisa dihitung
tahun. Lalu apakah kita dalam mengantisipasi dengan jari. Baru Industri besar seperti
Lalu coba kita tengok kondisi perubahan pendidikan dari product grup Kalbe farma dan Dexa Medika
di negara jiran Malaysia. Mereka oriented menjadi patient oriented sudah yang serius mengembangkan program
sejak lama telah menerapkan sistem menyiapkan SDM yang berkualitas? riset dan Development.
kurikulum farmasi klinis dalam dalam bidang farmasi klinis dan Untuk itu dalam rangka
mendidik calon farmasis (apoteker) pharmaceutical care ?. Mungkin inilah menyongsong Indonesia menjadi
dengan masa tempuh 4 tahun di yang perlu dipikirkan kembali oleh negara maju dalam bidang kesehatan
tingkat S1 di tambah 1 + 1 di tingkat ketiga organ dalam organisasi farmasi khususnya bidang farmasi dalam
profesi. Begitu pula kesiapan SDM di Indonesia (IAI, APTFI dan KFN). rangka program kemandirian dalam
dengan strata S3 mereka kebanyakan Kondisi profesi farmasi di bidang BBO dan BBOT serta SDM
mengirim dosennya ke negara Inggris Indonesia belum juga terangkat dan profesi apoteker dibidang pelayanan
karena mereka tergabung dalam dikenal oleh masyarakat. Sistem yang berkualitas rasanya kita perlu
negara common wealth. Setelah pendidikan kita masih kuat dalam duduk bersama mendesain ulang
mahasiswa lulus dari fakultas farmasi bidang sains farmasi ketimbang dalam program pendidikan farmasi di negara
mereka masuk ke rumah sakit dengan bidang farmasi klinis. Dan ini terlihat kita.n
kewajiban attachment selama 1 tahun, dalam struktur kurikulum pendidikan
barulah mereka mendapat sertifikat farmasi yang dianut oleh APTFI.

42 Edisi XXX Januari - April 2018


OPINI

SENTUHAN ILMU PEMASARAN


BAGI CALON FARMASIS
Oleh : TONNY SUMARSONO *

Dunia farmasi adalah sebuah bidang atau lahan usaha yang unik dan
kompleks. Dunia farmasi adalah pertemuan dua kutub yag sebenarnya
bertolak belakang. Kutub pertama adalah kutub keilmuan kefarmasian
dengan segala aspeknya mulai dari penelitian yang sangat “jlimet“,
seleksi bahan baku obat, pengolahan menjadi bahan setengah jadi dan
akhirnya menjadi bahan jadi (finished good ), yang tentunya dengan
banyak permasalahan yang ada di dalamnya. Sedangkan kutub kedua
yang tak kalah pentingnya adalah aspek pemasarannya.

S
eorang calon farmasis hendaknya tidak hanya ahli dengan dunia pemasaran farmasi. Kita harus sadari bersama,
dalam proses produksi obat namun juga paham sehebat-hebatnya prosuk hasil riset pabrikan tersohor dunia
dengan permasalahan pemasaran, sehingga akan seperti Pfizer, Novartis, Glaxo, Eli Lily dan sebagainya,
mengetahui “peta kekuatan“ ataupun posisi tetap saja mereka ada di pihak yang “ lemah“, karena yang
perusahaannya. membuat produk-produk tu laku di pasaran adalah para
Beberapa tahun yang silam, ketika penulis masih tenaga medis ( dokter ), yang akan meresepkannya.
aktif bekerja pada sebuah perusahaan farmasi asing, Dalam era persaingan yang kian mengglobal ini, para
mendapat tugas untuk merekrut farmasis yang akan industriawan farmasi dihadapkan pada masalah yang tidak
ditempatkan pada divisi Product Development / Product enteng atau kalau tidak mau dikatakan cukup pelik. Para
Management. Seharusnya seorang calon pekerja mengerti pimpinan perusahaan baik yang besar ataupun yang kecil,
posisi yang akan dilamarnya, dan sudah mempersiapkan harus bisa membuat strategi dan konsep yang brilyan supaya
diri sebelum datang untuk melakukan wawancara. Ketika perusahaannya tetap kokoh berdiri dan tetap eksis, bahkan
wawancara berlangsung, lebih dari 70% pelamar tidak menjadi kampiun, sehingga akan dipandang hebat oleh
bisa mendeskripsikan tugas apa yang akan diembannya semua stakeholders.
nanti, apalagi harus menjelaskan posisi perusahaan yang Era profit taking yang menjadi kisah sukses
dilamarnya serta produk-produk yang dipasarkannya. Rata- pabrikan-pabrikan farmasi pada era tahun 70-80 an,
rata mereka “gagap“ dengan hal-hal yang barkaitan dengan sekarang sudah tinggal cerita saja. Eranya sudah berubah
masalah pemasaran farmasi yang sebenarnya sangat menarik sesuai dengan perkembangan jaman dan peradaban.
dan menantang ini. Pada saat itu, para pabrikan produsen antibiotika bisa
Bekal ilmu yang didapat para calon farmasis di bangku “mengeduk” untung yang cukup bermakna , kerena
kuliah, seyogyanya tidak hanya melulu masalah teknis kebutuhannya meningkat dengan deras di hampir seluruh
keilmuan farmasi dan aneka produk regulasi saja, namun dunia, termasuk Indonesia. Seiring dengan berjalannya
mestinya disisipkan juga hal-hal yang berhubungan waktu, maka pada era 90-an sampai sekarang, pola

Edisi XXX Januari - April 2018 43


OPINI
penyakit sudah mulai bergeser dari penyakit infeksi ke dengan pihak prisipal harus terus dilakukan.
penyakit-penyakit degeneratif, bahkan di negara yang 2. Menyusun detailing plan dan detailing presentation serta
sedang berkembang sekalipun. Otomastis, banyak memastikan bahwa field force dapat mengikuti dan
perusahaan berbasis riset terutama dari Amerika Serikat, melaksanakan pola komunikasi ( dengan dokter ) , sesai
yang mulai mengalihkan produksinya ke obat-obatan dengan strategi yang telah ditetapkan.
berteknologi tinggi seperti rekayasa genetika. Di tengah 3. Memberikan pembinaan/ training dalam rangka
puluhan perusaahn farmasi berbasis riset itu terutama dari peningkatan keterampilan para field force yang
Amerika serikat, pastilah akan terbentang persaingan yang mencakup product knowledge, competitor knowledge,
kian hebat untuk bisa mengambil pangsa pasar setinggi- medical aspect yang berkaitan dengan produk yang
tingginya dalam upaya perusahaan tersebut tetap eksis. dipromosikan.
Menurut prediksi, maka para produsen untuk dua atau 4. Bekerjasama dengan Sales Manager untuk melakukan
tiga tahun mendatang, masih tetap akan berkutat dengan analisis dan evalusai atas pengaruh program promosi
produksi obat obat baru untuk penyakit seperti hipertensi, yang telah ditetapkan terhadap angka penjualan
kardiovaskuler, anti hiperlipidemia, ataupun penyakit 5. Menganaliis respon para dokter maupun kompetitor
kanker yang lebih spesifik. Dipredisikan pula, bahwa peta melalui informasi yang diperoleh dari kunjungan para
persaingan akan semakin ketat, karena para produsen field force, untuk dilakukan perubahan strategi promosi
berbasis riset tersebut akan segera meluncurkan produk – apabila diperlukan.
produk barunya pada tahun 2018 in. 6. Bekerjasama dengan Sales Manager dalam membantu
para field force dalam rangka mempersiapkan jawaban
yang ilmiah dan tepatsi untuk para dokter yang
Eranya Product Executive ( PE ) menaruh perhatian terhadap produk-produk yang
dipromosikan.
Menyambung bahasan di atas mengenai masalah 7. Membina dan menjaga hubungan baik dengan para
pemasaran farmasi ini, kini terbuka lebar bagi para farmasis opinion leader, decision maker / fakultas kedokteran
yang ingin berkarir dalam bidang marketing sebagai seorang / rumah sakit ataupun organisasi kedokteran untuk
product executive pada perusahaan farmasi besar. Jika sukses, tujuan kerjasama ilmiah yang berkaitan dengan produk
seorang PE, akan diangkat menjadi Product Manager ( PM ). yang dipromosikan.
Tugas pokok seorang PE adalah bertanggungjawab 8. Melakukan market survey untuk produk-produk
terhadap keberhasilan promosi dengan biaya yang telah yang dipasarkan yang meliputi market size, market
ditetapkan, yang sekanjutnya diperlukan oleh Sales competition, jumlah kompwttor, market share competitor
Department dalam upaya tercapainya target penjualan dan SWOT analysis. Untuk semua kegiatan ini, perlu
serta bertanggungjawab atas perencanaan, perumusan dan mengadakan koordinasi dengan selurh field force
pengaturan program promosi produk-produknya disamping 9. Mempersiapkan, menyusun dan mengajukan
bertangungjawab pula terhadap strategi rencana dan permohonan pendaftaran produk baru serta mengkuti
pelaksanan launching produk-produk baru. Seorang PE , perjalanan proses registrasi tersebut sampai nomor
bertanggung jawan kepada Marketing Manager. registrasinya keluar.
10. Menjalin komunikasi yang baik dengan pihak prinsipal
Tanggung Jawab dan Lingkup Pekerjaan dalam kaitan kelengkapan data yang dibutuhkan dalam
proses registrasi.
1. Mempersiapkan seluruh sarana dan prasarana promosi 11. Membina hubungan yang baik dengan personal BPOM
yang diperlukan seperti leaflet, brosur, gimmick, 12. Bekerjasama dengan bagian tertentu / departemen
paper, literature, penyelangaraan seminar, worshop, di fakultas Kedokteran atau rumah sakit untuk
simposium, eksebisi. Pada penyelengaraan event-event melaksananakn seeding trial ataupun clinical trial, bila
tersebut terutama yang berada di daerah atau kantor hal ini diperlukan.n
cabang ( biasanya kantor pusat ada di Jakarta ) , maka
seorang PE , melalui sub –ordinatnya di kantor cabang
harus memberikan bantuan teknos dan non teknis
untuk kesuksesan event tersebut.
Selain itu, dalam upaya menjaga kualitas setiap sarana * Staf pengajar FKK Sekolah Tinggi Farmasi Bandung
promosi yang akan dipersiapkan , maka komunikasi

44 Edisi XXX Januari - April 2018


KAMPUS

Gedung Fakultas Farmasi USU

FARMASI USU DALAM


KEUNGGULAN AKADEMIK
Rektor USU (Prof. Chairuddin P. Lubis,
Jurusan Farmasi di lingkungan USU dibuka pada 1969 di bawah DTM&H., Sp.A(K), agar Jurusan
naungan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Pengetahuan Alam (FIPIA) USU Farmasi ditingkatkan statusnya menjadi
berdasarkan kenyataan bahwa sangat dibutuhkannya tenaga Apoteker Fakultas Farmasi. Untuk itu, Jurusan
di Sumatera, ketika itu untuk wilayah Sumatera hanya ada satu Jurusan Farmasi membentuk Tim Pekerja yang
diketuai Dr. M. Pandapotan Nasution,
Farmasi yaitu di Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat.
MPS., Apt., (Ketua Jurusan Farmasi);
Sekretaris Tim Pekerja Dr. Sumadio

S
etelah dibukanya Program
Studi Sarjana (S1) Farmasi
pada tahun 1969, kemudian
Jurusan Farmasi membuka
beberapa Program Studi sebagai
berikut: Tahun 1969 dibuka Program
Pendidikan Profesi Apoteker (sejalan
dengan Program Studi Sarjana Farmasi ),
kemudian pada tahun 1999 ditetapkan
bahwa Program Pendidikan Profesi
Apoteker telah terpisah dari Program
Studi Sarjana Farmasi (S1); Tahun
1994 dibuka Program Studi Diploma
III Analis Farmasi; tahun 2000 dibuka
Program Studi (S2) Magister Farmasi
dan Tahun 2009 dibuka Program Studi
Doktor (S3) Ilmu Farmasi.
Pada tahun 2000, atas masukan
Gedung Fakultas Farmasi USU

Edisi XXX Januari - April 2018 45


KAMPUS
Hadisahputra, Apt. untuk membuat tanggal 11 November 2003, tentang Utara, terhitung mulai hari Selasa,
Proposal Perubahan Status Jurusan Penetapan Universitas Sumatera Utara tanggal 8 Agustus 2006. Maka sejak saat
Farmasi menjadi Fakultas Farmasi USU. Sebagai Badan Hukum Milik Negara; itu Departemen Farmasi telah berubah
Proposal selesai pada bulan Desember dan Keputusan Majelis Wali Amanat menjadi Fakultas Farmasi USU, yaitu
2000, dan selanjutnya disampaikan No. 1/SK/MWA/I/2005, tanggal 8 Fakultas yang ke-11 di lingkungan
kepada Rektor melalui Dekan FMIPA Januari 2005, tentang Anggaran Rumah Universitas Sumatera Utara.
USU. Dalam perkembangan tahun Tangga Universitas Sumatera Utara, Pada Tahun 2007, sesuai dengan Surat
berikutnya Proposal Perubahan ini membenarkan perubahan ini. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan
tidak dapat diproses oleh karena adanya Persetujuan Prinsip perubahan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional
surat edaran dari Dirjen Dikti bahwa Status Departemen Farmasi menjadi Republik Indonesia Nomor: 163/DIKTI/
pembukaan Fakultas baru di Indonesia Fakultas Farmasi akhirnya diperoleh KEP/2007, tanggal 29 November 2007,
tidak dapat dilakukan. melalui surat Rektor USU No. 2395/ tentang Penataan dan Kodifikasi Program
Setelah USU menjadi Perguruan J05/TU/2001, tanggal 17 Juni 2005. Studi pada Perguruan Tinggi, terjadi
Tinggi Badan Hukum Milik Negara Langkah selanjutnya adalah pada tanggal penyesuaian nama-nama Program Studi
(BHMN) berdasarkan Peraturan 4 Juli 2005 diterbitkan Surat Keputusan di lingkungan Fakultas Farmasi USU
Pemerintah No. 56/2003, tanggal 11 Rektor USU No. 822/J05/SK/KP/2005, yang mengacu kepada lampiran surat
November 2003, maka di seluruh USU tentang Pembentukan Panitia Persiapan keputusan Ditjen Dikti tersebut, yaitu
terjadi perubahan sebutan dari Jurusan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas menjadi:
menjadi Departemen. Seiring dengan Sumatera Utara. Pembukaan Fakultas 1. Program Studi Diploma-3 Analis
itu pula, peluang Departemen menjadi Farmasi USU akhirnya disetujui melalui Farmasi dan Makanan (D-3);
Fakultas terbuka kembali karena pasal- SK Rektor USU No. 1050/J05/SK/ Program Studi Sarjana Farmasi (S-1)
pasal dalam Peraturan Pemerintah KP/2006, tentang Pembukaan Fakultas dan Program Studi Magister Farmasi
Republik Indonesia No. 56/2003, Farmasi pada Universitas Sumatera (S-2) (SK Ditjen Dikti 80/DIKTI/
Kep/2007 tanggal 02 April 2007)
2. Program Studi Doktor Ilmu Farmasi
(S-3) (SK. Ditjen Dikti 939/
H5.1.R/SK/PRS/2009 tanggal 11
Mei 2009)
3. Program Studi Pendidikan Profesi
Apoteker (P3A) (SK. Ditjen Dikti
26/D/O/2011 tanggal 26 Januari
2011)

Pimpinan farmasi dari masa ke masa


sejak berdirinya pada tahun 1969 – 2006
(Masa Jurusan/Departemen Farmasi
FIPIA/FMIPA USU) yaitu:
1. Drs. R.A. Soekemi, Apt. (1969-
1971)
2. Drs. M. Ch. Nasution, Apt. (1971-
1974)
3. Drs. M. Iskandar Lubis, Apt. (1974-
1976)
4. Drs. Arsil Alamsyah, Apt. (1976-
1978)
5. Drs. Mudjitahid, Apt. (1978-1982)
6. Dra. Meizoni Mian, Apt. (1982-
1985)
7. Drs. Syafruddin, M.S., Apt. (1985-
1990)
8. Dra. Hayati Lubis, M.Si., Apt.
(1990-1996)
9. DR. M. Pandapotan Nasution,
MPS., Apt. (1996-2000)

46 Edisi XXX Januari - April 2018


KAMPUS
10. Drs. Fathur Rahman Harun, M.Si.,
Apt. (2000-2005)
11. Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra,
Apt. (2005-2006)

Sejak tahun 2006 setelah Fakultas


Farmasi USU berdiri, Pimpinan
Fakultas Farmasi dijabat pertama
sekali dan selama 2 periode (2006-
2010 dan 2010-2015) oleh Prof. Dr.
Sumadio Hadisahputra, Apt. yang
telah memberikan kontribusi dalam
pembangunan gedung dan fasilitas di
Fakultas Farmasi USU serta memperoleh
Akreditasi Program Studi Sarjana
Farmasi tertinggi “A” untuk pertama
kalinya. Periode 2016-2021 pimpinan
Fakultas Farmasi dijabat oleh Prof. Dr.
Masfria, MS., Apt. Saat ini seluruh
program studi di Fakultas Farmasi telah Gambar 4. Dekan Pertama Fakultas Gambar 5. Dekan Fakultas Farmasi
terakreditasi (Program Studi Sarjana Farmasi (Periode 2006-2010 dan Periode 2016-2021
Farmasi terakreditasi “A”, Program Studi 2010-2015)
Diploma-3 Analis Farmasi dan Makanan
terakreditasi “A”, Program Studi Profesi
Apoteker terakreditasi “A”, Program NO DEPARTEMEN LABORATORIUM
Studi Magister Farmasi terakreditasi “B”, 1 Departemen Kimia Farmasi 1. Lab. Kimia Farmasi Kuantitatif.
Program Studi Doktor Ilmu Farmasi 2. Lab. Kimia Farmasi Kualitatif.
terakreditasi “B”). Selain akreditasi, 3. Lab. Kimia Bahan Makanan
Fakultas Farmasi telah tersertifikasi ISO 4. Lab. Kimia Organik /Sintesis Bahan Obat.
9001:2015 yaitu Program Studi Sarjana 2 Departemen Teknologi Farmasi 1. Lab. Biofarmasi & Farmakodinamika.
Farmasi dan Program Studi Profesi 2. Lab. Farmasetika Dasar.
Apoteker sejak tahun 2016. 3. Lab. Farmasi Fisik.
4. Lab. Teknologi Sediaan Formulasi I.
VISI, MISI DAN TUJUAN 5. Lab. Teknologi Sediaan Formulasi II.
Visi dari Fakultas Farmasi USU 6. Lab. Teknologi Sediaan Formulasi III.
menjadi salah satu Institusi Pendidikan 7. Lab. Kosmetologi.
Tinggi Farmasi unggulan di Indonesia 3 Departemen Biologi Farmasi 1. Lab. Biologi Farmasi.
pada tahun 2020; “Menjadi salah satu 4 Departemen Farmakologi Farmasi 1. Lab. Farmakologi Farmasi.
Institusi Pendidikan Tinggi Farmasi 2. Lab. Farmasi Komunitas.
unggulan di Indonesia dan bertaraf 5 Unit Laboratorium Penunjang 1. Lab. Statistika Farmasi.
internasional pada tahun 2020”. 2. Lab. Penelitian

Misi dari Fakultas Farmasi adalah


Mengembangkan sumber daya manusia
yang unggul di bidang farmasi serta yang inovatif, kompetitif, dan d. Menerapkan hasil penelitian ilmu
mengembangkan dan menerapkan ilmu berkesinambungan dalam bidang kefarmasian terkini dan berwawasan
kefarmasian yang lebih bermakna di kefarmasian yang bermanfaat bagi kedepan melalui pengabdian kepada
masyarakat. masyarakat dan pengembangan ilmu masyarakat.
pengetahuan dan teknologi bidang
Tujuan dari Fakultas Farmasi adalah farmasi. DEPARTEMEN DAN
a. Menyelenggarakan pendidikan c. Mempublikasikan hasil penelitian LABORATORIUM
tinggi farmasi yang berkualitas dan dalam jurnal ilmiah internasional Fakultas Farmasi USU memiliki
berkarakter. bereputasi dan jurnal ilmiah 16 laboratorium yang terkoordinasi
b. Menyelenggarakan penelitian nasional terakreditasi. dibawah 4 (empat) Departemen sebagai

Edisi XXX Januari - April 2018 47


KAMPUS
1995 yang ditandatangani oleh Bambang
Suhendro. Dengan demikian, maka
Prodi D III Anafarma secara resmi
dinobatkan sebagai program studi
diploma keenam di Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam USU.
Prodi D III Anafarma merupakan
GCMS HPLC penyelenggara pendidikan vokasi satu-
satunya di Fakultas Farmasi USU dan
telah berhasil meraih peringkat akreditasi
“A” berdasarkan Surat Keputusan Badan
Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi
(BAN-PT) Nomor 481/SK/BAN-PT/
Akred/Dpl-III/XII/2014 tertanggal
29 Desember 2014. Penyelenggaraan
pendidikan akan menghasilkan lulusan
dengan gelar Ahli Madya Kesehatan
LCMS IT TOFF TLC-Densitometri
(Amd.Kes.) yang memiliki sikap,
keterampilan, dan pengetahuan sesuai
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
(KKNI) serta bertindak profesional
sebagai Tenaga Teknis Kefarmasian.

VISI
Menjadi program pendidikan vokasi
farmasi nasional menuju pengakuan
Spektrofotometer AAS NMR 300 MHz internasional dalam bidang keunggulan
kompetitif Sains Teknologi Farmasi dan
Gambar 6. Fasilitas Laboratorium Penelitian Fakultas Farmasi USU Makanan (SAINTEKFARMA)

MISI
• Menyelenggarakan pendidikan
tinggi vokasi farmasi berstandar
nasional dan internasional secara
profesional, bermoral, dan beretika
berdasarkan tata nilai BINTANG
(Bertakwa, INovatif, TANGguh,
dan arif ).
• Melaksanakan penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat
melalui bidang keunggulan
kompetitif SAINTEKFARMA
(SAINs TEKnologi FARmasi dan
MAkanan) yang diakui secara
Gambar 7. Ruang Simulasi Pelayanan Kefarmasian
nasional dan internasional.
• Menjalin kerjasama dengan institusi
pengelola bidang keilmuan di Fakultas USU, yang selanjutnya disingkat menjadi dalam dan luar negeri berlandaskan
Farmasi. Departemen dan laboratorium Prodi D III Anafarma, dibuka atau mulai prinsip keadilan, kesetaraan, dan
dapat dilihat dalam tabel berikut: menerima mahasiswa baru sejak Agustus keberkelanjutan (DIRAJUT).
1994. Prodi D III Anafarma memperoleh
PROGRAM STUDI DIPLOMA III izin pendirian dari Direktorat Jenderal  TUJUAN
ANALIS FARMASI Pendidikan Tinggi melalui Surat • Meningkatkan mutu pengelolaan
Program Studi Diploma III Analis Keputusan Dirjen Dikti Nomor 493/ organisasi secara berkesinambungan
Farmasi dan Makanan Fakultas Farmasi Dikti/Kep/1995 tertanggal 6 Desember untuk mencapai keunggulan

48 Edisi XXX Januari - April 2018


KAMPUS
nasional tertinggi dan merintis Fakultas Farmasi adalah “Menjadi Pada tanggal 9 Januari 1999
pengakuan internasional. program studi farmasi yang memiliki Apoteker ditetapkan menjadi program
• Menghasilkan lulusan yang keunggulan dalam bidang farmasi yang berdiri sendiri di bawah Jurusan
berkualitas, berkarakter, dan berdaya sains dan teknologi serta farmasi klinis Farmasi dengan nama Program
saing tinggi pada skala nasional dan dan komunitas yang berwawasan Pendidikan Profesi Apoteker (P3A)
internasional sesuai dengan tata nilai internasional tahun 2020”. melalui rapat jurusan. Dengan
BINTANG. perubahan ini, lulusan S-1 Farmasi
• Menghasilkan penelitian dan MISI harus mendaftarkan diri terlebih dahulu
pengabdian kepada masyarakat 1. Menyelenggarakan pendidikan untuk menjadi mahasiswa P3A, dengan
yang inovatif, kompetitif, serta sarjana farmasi yang memiliki memenuhi persyaratan administrasi
diakui secara nasional dan keunggulan dalam bidang farmasi yang telah ditentukan. P3A menerima
internasional dalam bidang sains dan teknologi serta farmasi pendaftaran dua kali dalam satu tahun,
unggulan SAINTEKFARMA yang klinis dan komunitas yang mampu yakni pada awal semester gasal dan awal
berkontribusi pada peningkatan a. Mengkaji mutu obat, obat semester genap.
mutu pendidikan, kesehatan, dan bahan alam kosmetika dan P3A merupakan salah satu program
kesejahteraan masyarakat. makanan, studi di antara program-program studi
• Memanfaatkan kerjasama kemitraan b. Merespon dan melaksanakan yang lain di lingkungan Fakultas Farmasi
dengan institusi dalam dan luar setiap perkembangan ilmu dan USU, meskipun izin masih menyatu
negeri untuk meningkatkan mutu teknologi mutakhir di bidang dengan izin S1 Farmasi sebagaimana
program pendidikan, penelitian, farmasi sains dan teknologi P3A di Perguruan Tinggi lain di
dan pengabdian kepada masyarakat serta farmasi klinis dan Indonesia. Selanjutnya pada tanggal
menuju pengakuan internasional. komunitas, 26 Januari 2011 P3A Fakultas Farmasi
c. Mengaplikasikan ilmu farmasi USU mendapatkan izin operasional
PROGRAM STUDI SARJANA dalam upaya preventif dan dari Kementerian Pendidikan
FARMASI promotif kesehatan masyarakat. Nasional melalui Surat Keputusan No.
2. Melaksanakan penelitian dalam 26/D/O/2011 tentang Penyelenggaraan
Program studi S1 Farmasi (PSSF) bidang farmasi sains dan teknologi Program Studi Pendidikan Profesi
merupakan suatu lembaga pendidikan serta farmasi klinis dan komunitas Apoteker pada Universitas Sumatera
farmasi yang didirikan pada tahun 1969. untuk menopang riset dan Utara di Medan, dan sejak saat itu P3A
Pada awal pendiriannya, prodi ini berada teknologi serta penerapannya di berubah nama menjadi Program Studi
di bawah naungan FIPIA (sekarang masyarakat Pendidikan Profesi Apoteker disingkat
FMIPA) USU. Sejak tahun 2007, PSSF 3. Melaksanakan pengabdian kepada PSPA.
berada di bawah Fakultas Farmasi USU. masyarakat yang bertujuan untuk Pada tanggal 03 Februari 2012
Sebagai bagian dari USU, lembaga meningkatkan kesejahteraan dan Program Studi Profesi Apoteker
pendidikan ini berkeinginan untuk kesehatan masyarakat Memperoleh Akreditasi “ A” Berdasarkan
menjadi perguruan tinggi yang memiliki keputusan Direktorat Jenderal
keunggulan akademik dan mampu PROGRAM STUDI PROFESI pendidikan Tinggi Departemen Nasional
bersaing dalam tataran dunia global. APOTEKER RI Nomor 001/BAN-PT/Ak-I/PSPA/
Di dalam pelaksanaan Tri Dharma II/2012.
Perguruan Tinggi, Fakultas bertujuan Keberadaan PSPA FF USU
untuk menghasilkan lulusan yang unggul diawali dengan dibukanya Jurusan VISI
dalam bidang farmasi sains dan teknologi Farmasi di Fakultas Ilmu Pasti dan Menjadi institusi pendidikan
serta farmasi klinis dan komunitas yang Ilmu Pengetahuan Alam (FIPIA) profesi Apoteker yang unggul dalam
berwawasan internasional. Lulusan PSSF USU. Selanjutnya FIPIA USU diubah bidang farmasi sains teknologi serta
Fakultas Farmasi USU bukan merupakan menjadi Fakultas Matematika dan Ilmu klinik komunitas yang berwawasan
akhir dari pendidikan tinggi farmasi, Pengetahuan Alam (FMIPA) USU. internasional pada tahun 2020
tetapi ada pendidikan lanjutan berupa Pada saat itu tidak ada pemisahan
Program Pendidikan Profesi Apoteker antara Program Pendidikan S-1 Farmasi  MISI
untuk menghasilkan lulusan yang dan Program Studi Pendidikan Profesi 1. Menyelenggarakan pendidikan
kompetitif dalam bidang farmasi. Apoteker. Setelah mendapatkan gelar profesi apoteker yang unggul dalam
Sarjana Farmasi (Drs/ Dra, kini S. bidang farmasi yang berwawasan
VISI Farm), Mahasiswa dapat ke Tingkat Internasional;
Berdasarkan visi Fakultas Farmasi, Apoteker dengan tetap memakai Nomor 2. Melaksanakan penelitian dalam
maka visi Program Studi Sarjana Farmasi Induk Mahasiswa (NIM) yang sama. bidang farmasi untuk menopang

Edisi XXX Januari - April 2018 49


KAMPUS

riset dan teknologi serta (value), dalam rangka memajukan ilmu dan teknologi mutakhir dalam
penerapannya di masyarakat; dan meningkatkan kesehatan dan bidang Ilmu Farmasi.
3. Melaksanakan pengabdian di bidang kesejahteraan masyarakat. Oleh karena
kefarmasian yang bertujuan untuk itulah Program Studi Magister Farmasi Visi Program Studi Doktor Ilmu
meningkatkan kesejahteraan dan dan Doktor Ilmu Farmasi melaksanakan Farmasi
kesehatan masyarakat; funsi Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Menjadi Program Studi
4. Melaksanakan dan mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian Doktor Ilmu Farmasi unggulan dalam
kerjasama dan jaringan program kepada ,masyrakat. pengembangan potensi bahan alam
studi di bidang pendidikan, dalam bidang sains teknologi yang
penelitian dan pengabdian kepada Untuk mendukung dedikasi berwawasan Internasional tahun 2021.
masyarakat tersebut, maka Program Studi Magister
Farmasi dan Doktor Ilmu Farmasi secara Misi Program Studi Doktor Ilmu
PROGRAM STUDI MAGISTER terus menerus meningkatkan kinerjanya Farmasi
FARMASI DAN DOKTOR ILMU agar bias menjamin mutu baik proses 1. Menyelenggarakan pendidikan
FARMASI manajemen maupun belajar mengajar, Program Studi Doktor Ilmu
sehingga luarannya berkualitas tinggi Farmasi berbasis penelitian bahan
Program Studi Magister Farmasi maupun di lingkungan tempatnya alam yang inivatif serta berkualitas
Fakultas Farmasi Universitas Sumatera bekerja. dlaam rangka mencerdaskan
Utara didirikan pada tahun 2000, dan memberdayakan bangsa di
berdasarkan surat Keputusan Direktur Visi Program Studi Magister bidang kefarmasian, menjaga
Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Farmasi integritas nasional dan berwawasan
Pendidikan Nasional No. 272/DIKTI/ Visi Program Studi Magister internasional.
Kep/2000, tertanggal 16 Oktober 2000. Farmasi adalah menjadi salah satu 2. Melakukan peningkatan kuantitas,
Program Studi ini secara operasional Program Studi Magister farmasi yang kualitas dan keragaman penelitian
berada di bawah Sekolah Pasca Sarjana unggul pada bidang Sains Farmasi bahan alam dalam Bidang
USU dan untuk pertama kalinya dan Teknologi, serta Farmasi Klinis di SainsFarmasi dan Teknologi, serta
Program Studi Magister Farmasi mulai Indonesia pada Tahun 2020. Farmasi Klinis sehingga layak
menerima mahasiswa baru pada bulan dipublikasikan di jurnal bereputasi
Agustus tahun 2001. Misi Program Studi Magister internasional yang berindeks
Farmasi scopus dan Thomson Reuter serta
Pada tahun 2009 berdasarkan Surat Menyelenggarakan Pendidikan, dapar diterapkan di tengah-tengah
Keputusan Rektor Univeristas Sumatera Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat.
Utara No. 17013/H5.1.R/SK/2009 Masyarakat dengan kualitas yang mampu 3. Melaksanakan pengabdian
Tentang Pengalihan Pengelolaan bersaing secara regional dalam rangka : masyarakat yang bertujuan untuk
Program Studi Magister Farmasi dari 1. Meneyelenggarakan pendidikan meningatkan kesejahteraan dan
Sekolah Pascasarjana USU ke Fakultas Program Magister Farmasi berbasis kesehatan masyarakat.
Farmasi USU, maka secara operasional penelitian dalam bidang Sains 4. Memperluas kesempatan bagi
seluruh proses dan pengelolaan Farmasi dan Teknologi, serta masyarakat Indonesia dan memberi
administrasi akademik, proses Farmasi Klinis yang berkualitas, kesempatan bagi masyarakat
pembelajaran dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencerdaskan internasional untuk belajar pada
dialihkan dan dilaksanakan oleh Fakultas dan memberdayakan bangsa, Program Studi Doktor Ilmu Farmasi
Farmasi Universitas Sumatera Utara. memelihara integritas nasional dan 5. Merespon setiap perkembangan
Program Studi Magister farmasi dan berwawasan Internasional. ilmu dan teknologi terkini dalam
Doktor Ilmu Farmasi adalah program 2. Meningkatkan kualitas penelitian bidang ilmu Farmasi
yang mendedikasikan dirinya untuk dalam bidang Sains Farmasi dan 6. Melaksanakan kerja sama dengan
meningkatkan dan pengembangan Teknologi, serta Farmasi Klinis yang berbagai pihak yang dapat
pengetahuan masyarakat luas untuk menopang pengembangan riset dan meningkatkan kualitas di bidang
menguasai, mengembangkan dan teknologi serta penerapannya di pendidikan, penelitian dan
mendesiminasikan ilmu pengetahuan masyarakat. pengabdian.n Imam Bagus
khususnya dalam bidang farmasi dan 3. Memperluas kesempatan belajar
umumnya bidang kesehatan masyarakat, pada Program Magister Fakultas
sehingga memiliki ilmu pengetahuan Farmasi bagi masyarakat Indonesia.
yang mumpuni dan mempunyai nilai 4. Merespons setiap perkembangan

50 Edisi XXX Januari - April 2018


JEJAK pROFESI
Mulai nomor ini, Medisina
menampilkan rubrik baru,
pengalaman sejawat selama
menjalani profesi apoteker.
Artikel human interest ini
dimulai dari pengalaman
sejawat Lusy Noviani, yang
diharapkan menggugah sejawat
lain menuliskan pengalamannya
selama menjalani profesi apoteker
(Red)

Oleh : Lusy Noviani Kegiatan Implementasi Good Pharmacy Practice di Bekasi

lIFELONG LEARNING AS PHARMACIST

N
ama saya Lusy Noviani. bisa mendapatkan pekerjaan dengan seindah harapan. Masalah terus datang
Saya lahir dan dibesarkan di cepat. Saya sempat melamar di sebuah silih berganti. Mulai dari keluhan pasien
Yogyakarta. Namun jangan retail apotek besar di Jakarta, namun dan dokter, permasalahan obat yang
kaget jika bertemu dengan karena belum mempunyai pengalaman kosong, stok opname yang tidak sesuai,
saya, baik gaya bicara dan tingkah laku bekerja di apotek, akhirnya saya tidak obat expired, obat dead stok, pengajuan
jauh dari kesan kalem dan halus.. diterima. Dan saat ditawari kerja di obat baru dan lain lain. Tidak cukup
Setelah lulus dari Fakultas Farmasi sebuah rumah sakit, tanpa berpikir di jam kerja, bahkan dimalam hari dan
UGM, di tahun 1998, saya bekerja panjang saya langsung menerimanya. hari liburpun, saya harus bekerja untuk
sebagai Manager Produksi di Industri Tahun tahun pertama bekerja mencarikan stok obat yang kosong atau
Jamu PT Trihasta Ambarawa. Ternyata sebagai kepala Instalasi adalah tahun yang mengatasi keluhan bagian lain. Saya
ini adalah satu satunya pengalaman berat untuk saya. Dengan pengalaman benar benar tidak bahagia dan berpikir “
kerja saya di bidang industri. Sungguh kerja yang nol, bukanlah hal yang saya salah jurusan, seharusnya saya tidak
pengalaman yang sangat berkesan dan mudah untuk saya. Bekerja dengan sekolah Farmasi“. I am not happy as a
berharga dalam hidup saya. tim kesehatan yang lain, membaca pharmacist..
Sejak tahun 1999 sampai saat ini resep, mengelola sediaan farmasi yang Waktu terus berjalan, saya menjalani
saya telah bekerja di 5 rumah sakit, baik hampir sebagian besar tidak familiar, hari demi hari sebagai rutinitas, dan
sebagai Kepala instalasi Farmasi maupun dan menjadi leader dari tim di farmasi. kewajiban sebagai pekerja. Tidak ada
sebagai Kepala bagian pembelian. Saat Benar benar tahun pertama yang saya passion menjalani pekerjaan kefarmasian
ini saya bekerja di RS Atma Jaya, tempat lalui sangat sulit. Ada satu moment yang yang bagi sebagian orang mengangap
yang saya mimpikan selama ini, karena tidak pernah saya lupakan hingga saat bahwa menjadi Kepala Instalasi adalah
merupakan rumah sakit Pendidikan ini, yaitu ketika kepala perawat meminta posisi yang keren. Sampai pada satu
utama, dimana akademisi dan praktisi menyiapkan alkes 3 way catheter, saya waktu, Rumah sakit harus menghadapi
dapat berkolaborasi dengan indah untuk terdiam lama digudang, tidak terbayang akreditasi sebagai persyaratan
pelayanan yang lebih baik bagi pasien. bentuknya seperti apa, dan beberapa perpanjangan izin. Saya mulai
Tidak ada hal yang luar biasa dalam menit berlalu datang asisten farmasi diperkenalkan dengan standar pelayanan
perjalanan karir saya sebagai Kepala membantu mengambilkan alkes tersebut. kefarmasian. Awalnya saya menganggap
Instalasi Farmasi. Sebagian aktivitas Kejadian itu membuat malu namun akreditasi hanya sebagai tambahan
dihabiskan untuk pelayanan resep dan menjadi pemicu untuk belajar dan belajar beban kerja saja. Saya harus menyiapkan
pengelolaan perbekalan farmasi. Saya lagi. Sejak saat itu setiap ada waktu dokumen yang diminta, merubah
tidak pernah bercita cita ingin menjadi kosong, saya selalu ke gudang untuk prosedur dan kebijakan dan merubah
kepala Instalasi Farmasi di rumah sakit. menghafal jenis alkes dan kemudian kegiatan rutin yang saya lakukan, belum
Keputusan untuk pindah dari Industri ke ruang perawatan untuk melihat juga selesai masalah dengan inventory,
dan akhirnya bekerja di rumah sakit bagaimana mereka memasangnya, saya diharuskan memberikan pelayanan
terjadi begitu saja. Saat itu saya harus berharap permasalahan yang saya hadapi langsung ke pasien sebagai bagian dari
pindah kota mengikuti suami yang cepat teratasi, dan membuat saya menjadi pelayanan farmasi klinis di rumah sakit.
bekerja di Jakarta. Yang ada didalam lebih baik dalam bekerja. Awalnya canggung bertemu dengan
pikiran saat itu hanya bagaimana saya Namun ternyata kenyataan tidak dokter dan berdiskusi dengan tenaga

Edisi XXX Januari - April 2018 51


JEJAK pROFESI
medis, namun perlahan lahan saya mulai saya banyak belajar dari mereka yang Waktu berlalu, saya terus
menikmati peran baru saya. Belajar sudah terbiasa melakukan pelayanan menghadapi banyak hal baru dalam
dari tim medis terkait perkembangan Farmasi Klinis, dilengkapi dengan fasilitas pelayanan kefarmasian. Tantangan
pasien, berinteraksi langsung dengan yang sangat memadai untuk menunjang yang datang silih berganti membuat
pasien, mendengar cerita mereka, melihat pekerjaan kefarmasian. Pengalaman ini saya semakit kuat dan terus mengejar
mereka menangis dan tersenyum, membuat saya kembali merasa kecil. ketinggalan yang ada. Saat ini mata saya
ah.. saya mulai merasakan dunia saya Mata saya baru benar-benar terbuka. memandang beda dalam setiap masalah
mulai berwarna. Saya mulai menikmati Ternyata, walaupun sudah lebih dari 10 yang datang. Setiap masalah memberikan
peran kecil saya sebagai apoteker tahun bekerja sebagai Ka. Instalasi saya peluang kepada saya untuk belajar dan
Saat itu saya baru tersadar, bahwa betapa belum bekerja dengan benar. belajar lagi. Setiap masalah memberikan
besarnya cakupan pelayanan kefarmasian. Sekembalinya dari Phillipina saya pengalaman yang berharga. Dan
Standard dan elemen yang tercantum berusaha untuk berubah. Dengan memberikan kebahagian pada akhirnya,
dalam akreditasi merupakan hal penting jumlah apoteker yang ada kami mulai saat saya berhasil memecahkan masalah
yang selama ini tidak dilaksanakan, memberikan pelayanan farmasi klinis ke tersebut.
dan sebenarnya merupakan hal penting pasien, walaupun saat itu apoteker klinis Perubahan tidak akan pernah
untuk keselamatan pasien. Saya mulai belum ada di tim kami. Ternyata tidak terjadi bila dari kita sendiri tidak pernah
bangkit kembali, menyusun satu per mudah menjalani pelayanan kefarmasian berubah.Mencintai pekerjaan yang kita
satu prosedur dan kebijakan seperti yang berorientasi pada pasien. Hambatan lakukan juga bukan suatu hal yang
yang diminta dalam standar. Sungguh internal dan eksternal yang harus dihadapi mudah. Dia tidak datang sekonyong
tidak mudah memenuhi standar yang membuat kami terus bergandeng tangan konyong. Perlu waktu panjang untuk
diminta, dengan keterbatasan tenaga untuk saling menguatkan satu sama lain mengenal siapa kita, apa profesi kita, dan
yang ada dan pengetahuan yang belum agar komitmen ini tidak surut diterpa bagaimana profesi kita bisa bermanfaat
memadai,. Tanpa saya sadari, ternyata masalah yang menghadang. Berinteraksi untuk orang lain. Saya bersyukur
panduan akreditasi menuntun saya untuk dengan tenaga medis lainnya, berinteraksi akhirnya diujung usia saya, saya mulai
memberikan pelayanan kefarmasian dengan pasien, menyadarkan saya masih mencintai profesi ini. Saya mulai
yang benar. Dan ketika segala upaya banyak ketinggalan kami sebagai apoteker menyadari betapa mulianya profesi ini
yang dilakukan membuahkan hasil, saya klinisi. Saya sering menghadapi kesulitan bila kita melakukan pekerjaan kita dengan
merasa bahagia. Ini pertama kali saya bila dalam diskusi kasus dengan tim benar. Dan betapa besar perubahan yang
merasakan betapa indahnya dunia saya. medis terkait pengkajian terapi. Dan ini bisa kita lakukan untuk pasien, bila kita
Saya mulai sedikit mencintai profesi membuat saya harus kembali belajar dan melakukan pekerjaan tersebut dengan
ini… belajar lagi.. profesional dan dengan hati yang tulus.
Di Tahun 2013, saya diberikan Pada Februari 2016, saya Saat ini, setiap ada waktu, keinginan
kesempatan untuk melihat “dunia lain”. diberikan kesempatan oleh Ikatan saya adalah menulis dan menulis. Saya
Saya berkesempatan mengikuti program Apoteker Indonesia untuk mengikuti ingin menuliskan semua pengalaman dan
Fellowship Immersion di Phillipina selama Good Pharmacy Practice Program di ilmu yang saya dapat selama menjalani
hampir 3 minggu disana. Pengalaman Taipei. Satu pengalaman berharga profesi ini. Saya ingin teman teman
yang sangat berharga dalam perjalanan yang membuat saya kembali terbuka, sejawat dapat belajar dari kesulitan demi
hidup saya. Selama magang dan betapa masih jauh tertinggal pelayanan kesulitan yang saya alami selama 20
berinteraksi dengan Apoteker Philipina kefarmasian di tempat saya bekerja. tahun bekerja tanpa perlu mengalaminya
sendiri.
Kedepan tentunya tantangan akan
semakin besar. Tuntutan akan standar
pelayanan kefarmasian juga pasti lebih
tinggi. Bukan hal yang mudah untuk
dilalui dan juga bukan hal yang sulit
untuk bisa dicapai. Tetap semangat ya
dalam situasi sekeras apapun. Tetap
bergandeng tangan untuk saling
menguatkan dan berbagi pengetahuan..
Dan jangan pernah berhenti untuk
belajar dan terus belajar.. Life long learner
as Pharmacist

Salam sukses selalu..n

Bersama Tim IAI di Taipei Veterans General Hospital, Taiwan

52 Edisi XXX Januari - April 2018


INFO MEDIS

Penemuan Antibiotik Baru

Journal terkemuka *Nature Microbiology*, pada tanggal Mekanisme kerja: Malacidin,


12 Februari 2018 mempublikasikan temuan Antibiotik baru mengalami konformasi aktif setelah
yang diberi nama malacidin yang memiliki kemampuan terikat pada kalsium. Molekul
membunuh pelbagai strain multidrug-resistant bacterial malacidin yg terikat pada kalsium ini
kemudian dapat terikat pada lipid II,
Senyawa ini ditemukan dan Walaupun saat ini malacidin belum yaitu molekul prekursor dinding sel
diisolasi dari sekitar 2.000 sampel diujikan pada manusia, namun bakteri, yang dapat  menyebabkan
tanah yg dikumpulkan dan diteliti dari penemuan baru antibiotik ini kerusakan dinding sel dan kematian
berbagai lokasi di Amerika Serikat.  dianggap sebagai suatu terobosan baru bakteri. Oleh karena itu, malacidin
Menariknya senyawa ini ditemukan dalam upaya penemuan antibiotik. ini akan menjadi anggota baru dari
melalui teknik baru yang disebut kelas antibiotik calcium-dependent
culture-independent NP. artinya Struktur Kimia  antibiotics.
tidak dikultur melalui teknik Malacidin merupakan senyawa Penemuan malacidin
fermentasi konvensional, akan macrocycle lipopeptides.  mendukung asumsi bahwa
tetap melaui teknik metagenomik, Inti peptida nya memiliki 4 non- calcium-dependent antibiotics
memanfaatkan bioinformatics proteinogenic amino acids.  ini lebih besar daripada yang
analysis dan heterologous expression Nama malacidin  berasal dari diperkirakan sebelumnya. Menurut
of biosynthetic gene cluster untuk singkatan _metagenomic acidic Sean Brady,  dalam publikasi
mengekstraksi e-DNA dari sample lipopeptide antibiotic dan nya, disebutkan bahwa  malacidin
tanah/environment. akhiran  -cidin. mampu membunuh hanya bakteri
Antibiotik Malacidin ini Gram-positive bacteria dan tidak
ditemukan oleh Tim  peneliti dari bisa menghambat bakteri  Gram-
Rockefeller University, yang dipimpin negative. Antibiotik ini dapat
oleh Brad Hover and Sean Brady.  membunuh multidrug-resistant
Senyawa tersebut mampu menghambat pathogens, termasuk  bacteri yang 
pertumbuhan bakteri yang telah resistant terhadap vancomycin dan  
menjadi resisten terhadap kebanyakan methicillin-resistant Staphylococcus
antiobiotik yang ada saat ini, antara aureus_ (MRSA), pada percobaan
lain, MRSA ( Methicilin-resistant in vitro dan in vivo terhadap infeksi
Staphylococcus aureus), dan bakteri kulit pada binatang percobaan.n
Gram positif lainnya.

Edisi XXX Januari - April 2018 53


FARMASI kLINIK

BIOMARKER DALAM PENEGAKAN DIAGNOSIS


DAN TERAPI ANTIBIOTIK
Ika Puspita Sari, MSi, PhD, Apt
Departemen Farmakologi & Farmasi Klinik, Farmasi UGM
Salah satu hal penting Anggota PPRA RSUP.dr. Sardjito, Yogyakarta
dalam penegakan diagnosis
infeksi adalah kebutuhan
akan biomarker yang dapat
terdeteksi secara cepat
dan akurat, agar mampu
mempercepat pemberian
antibiotik.

B
eberapa penelitian
menyebutkan bahwa saat
pemberian antibiotik
merupakan hal yang
penting karena segera setelah penyakit
infeksi dapat ditegakkan maka secepat
mungkin dapat diberikan antibiotik.
Pemberian antibiotik sesegera
mungkin dapat menurunkan secara
bermakna angka kematian pasien.
Kebutuhan akan biomarker dalam
terapi infeksi tidak hanya terkait
dengan saat pemberian antibiotik
yang tepat, namun juga diinginkan Gambar 1. Peran beberapa biomarker dalam proses infeksi bakteri dengan infeksi virus
agar biomarker juga berperan dalam (Oved dkk, 2015)
menentukan kapan pemberian
antibiotik dapat dihentikan mengingat
banyaknya bukti yang menunjukkan 2. Dapat ditentukan dalam waktu Ada beberapa biomarker yang
bahwa semakin panjang pemberian yang cepat digunakan oleh klinisi antara lain
antibiotik, maka kemungkinan 3. Murah Presepsin, ProADM, SuPAR,
terjadinya resistensi bakteri akan 4. Memiliki sensitivitas dan STREM-1, Prokalsitonin, IP-10,
meningkat ditambah dengan makin spesifisitas yang tinggi TRAIL serta CRP. Biomarker yang
besarnya gangguan keseimbangan pada 5. Dinamis diinginkan adalah yang dapat
flora normal tubuh pasien. Biomarker 6. Berkorelasi secara linier dengan membedakan antara infeksi bakteri
yang diinginkan oleh para klinisi respon klinis pasien dengan infeksi lainnya antara lain virus
antara lain memenuhi syarat : 7. Memungkinkan untuk memu- atau jamur.
1. Mudah digunakan dan mudah tuskan terapi antibiotik yang aman
dalam interpretasinya

54 Edisi XXX Januari - April 2018


FARMASI kLINIK
Tabel 1. Perbandingan prokalsitonin dengan CRP
infeksi, jika digunakan nilai kadar
Prokalsitonin C RP
prokalsitonin 0,505 ng/mL ditemukan
Onset 2 jam 4-6 jam
nilai sensitivitas dan spesifitas di atas
Kadar puncak Pada 6-12 jam Pada 24-48 jam
80%, yang mampu membedakan
T1/2 25-30 jam 19 jam
infeksi bacterial dengan infeksi virus
Respon Kadar menurun dengan Kadarnya bervariasi tergantung
cepat setelah terapi intensitas stimulus
(Husada dkk, 2016).
Perhatian Pada pasien dengan Pada pasien dengan gangguan
gangguan ginjal terjadi hepar dan pemberian Penggunaan prokalsitonin lebih
perpanjangan t1/2 kortikosteroid terjadi disukai dengan melihat data-data table
penurunan kadar CRP yang 1. Penelitian yang dilakukan oleh
bermakna Schuetz dkk (2012) menggunakan
Sensitivitas 88% 75% prokalsitonin untuk inisiasi dan
Spesifisitas 81% 67% penghentian antibiotik yang dilakukan
pada pasien infeksi saluran pernafasan
(pneumonia CAP, HAP, VAP, serta
eksaserbasi PPOK/asma) menunjukkan
bahwa tidak terdapat perbedaan yang
bermakna dalam hal kegagalan terapi
pasien serta mortalitasnya, namun
terdapat perbedaan bermakna pada
lamanya antibiotik diberikan pada
pasien. Pada pasien yang dilakukan
pemeriksaan prokalsitonin, lama
pemberian antibiotik 0-8 hari (rata-
rata 4 hari), sedangkan pasien yang
tidak dilakukan pemeriksaan kadar
prokalsitonin diberikan antibiotik
selama 5-12 hari (rata-rata 8 hari).
Seperti yang sudah diduga, tampaknya
kadar prokalsitonin mampu
memperkirakan kapan pemberian
antibiotik harus dilakukan dan kapan
harus dihentikan berdasarkan data
kadar prokalsitonin pasien. Sedangkan
mortalitas pasien lebih ditentukan
Gambar 2. Prokalsitonin dalam proses infeksi bakteri (Christ-Crain dkk, 2005) oleh keparahan pasien serta penyakit
komorbid lainnya yang diderita pasien.

Berikut (gambar 4) ini adalah


Penelitian yang dilakukan untuk jauh dengan prokalsitonin) (Gibot
guideline pemberian antibiotik
membandingkan 3 biomarker pada dkk, 2012). Penelitian yang pernah
berdasarkan algoritma kadar
penegakan diagnosis sepsis di beberapa dilakukan di Manado pada pasien
prikalsitonin pasien.
rumah sakit di Perancis, memberikan sepsis anak ditemukan nilai sensitivitas
Prokalsitonin biasanya diukur
hasil antara lain prokalsitonin prokalsitonin yang tinggi yaitu 80%
pada hari ke 0 (sebelum pemberian
menunjukkan nilai sensitivitas dan namun spesifisitasnya rendah hanya
antibiotik) serta setidaknya pada hari
spesifisitas cukup tinggi di atas berkisar 11,54% (Runtunuwu dkk,
ke 4 (setelah antibiotik diberikan
80%, sementara STREM-1 hanya 2008). Sementara itu penelitian terbaru
72 jam dan menampakkan respon
menunjukkan sensitivitas 50% di RSUD.dr.Soetomo yang dilakukan
antibiotik).
(walaupun spesifisitasnya tidak berbeda pada pasien anak yang didiagnosis

Edisi XXX Januari - April 2018 55


FARMASI kLINIK

Jika diperlukan maka


prokalsitonin dapat diukur kembali
menjelang antibiotik diperkirakan
akan dihentikan atau di saat terjadi
tanda-tanda vital dan respon pasien
yang menunjukkan adanya infeksi
yang belum membaik. Prokalsitonin
tidak menggantikan parameter yang
penting dalam diagnosis infeksi
antara lain suhu, angka lekosit
serta parameter pendukung lainnya
tergantung jenis infeksinya.
Kadar prokalsitonin yang
terkait dengan infeksi bacterial jika
ditemukan lebih dari 0,5 ug/L. Jika
ditemukan kadar prokalsitonin
<0,25 ug/L namun kondisi pasien
menunjukkan ada infeksi missal
Gambar 3. Perbandingan beberapa biomarker pada diagnosis sepsis (Gibot suhu masih tinggi dan angka lekosit
dkk, 2012) di atas normal, maka disarankan
untuk melakukan pengukuran
kadar prokalsitonin kembali 6 jam
kemudian untuk memastikan infeksi
bakterialnya.
Pada kasus di unit intensive
care, kadar prokalsitonin <0,5
ug/L pada hari ke 4 (atau adanya
penurunan 80% kadar prokalsitonin
pada hari ke 4 dibandingkan pada
hari sebelum mendapat antibiotik)
maka penggunaan antibiotik dapat
dihentikan atau digenapkan menjadi
5 hari (Quenot dkk, 2013).
Pada beberapa kasus terdapat
kadar prokalsitonin yang sangat
tinggi melebihi 20 ug/L, yang
ternyata tidak berkorelasi dengan
infeksi, namun ditemukan pada
pasien dengan keganasan dan
pasien dengan system imun yang
rendah. Namun hal ini masih perlu
ditegaskan dengan penelitian lebih
lanjut apakah kadar prokalsitonin
yang sangat tinggi lebih
menggambarkan adanya inflamasi
sistemik dibandingkan dengan
Gambar 4. Algoritma penggunaan prokalsitonin dalam terapi infeksi infeksi.n
(Biomerieux)

56 Edisi XXX Januari - April 2018


KOSMETIK

KOJIC ACID BAHAN AKTIF


KOSMETIKA PENGHAMBAT
PIGMENTASI

Warna apapun kulit


manusia, bila merata
dan tampak terawat
tak perlu lagi menjadi
problema yang serius.
Namun bila warna
coklat pada kulit tidak
merata atau terlokasir
dibagian tertentu
yang mudah terlihat,
tentunya dapat menjadi
masalah.

B
eberapa pendekatan pencoklatan kulit tidak berlanjut
kosmetik telah dilakukan menjadi makin parah. Melanin
untuk mengatasi adalah suatu zat warna coklat yang
problema tersebut, dihasilkan oleh melanosit yang berada
diantaranya dengan menggunakan tabir di lapisan basal kulit. Melanin dapat
surya untuk melindungi kulit dari sinar dikurangi pembentukannya dengan
matahari, mengurangi pembentukan menggunakan bahan aktif tertentu
Oleh : Christina Avanti
melanin, dan menekan pembentukan seperti hidroquinon. Meski hidroquinon
atau menghambat aktivitas enzim yang dengan kadar yang rendah (2%) masih
berperan dalam proses pembentukan diijinkan di Indonesia sebagai bahan
melanin.. aktif kosmetika, hidroquinon ini banyak
Sinar matahari merupakan salah sekali menimbulkan efek samping,
satu penyebab pencoklatan kulit. terutama bila digunakan dalam jangka
Penggunaan tabir surya merupakan panjang, karena dapat meningkatkan
tindakan pencegahan agar proses kepekaan kulit terhadap cahaya, sehingga

Edisi XXX Januari - April 2018 57


KOSMETIK
tidak perlu heran bila pengggunaan krim kojic acid dalam mengatasi pencoklatan pendapat yang menyatakan bahwa
yang mengandung hidroquinon dalam kulit. Hanya saja kojic acid ini perlu keadaan kelebihan pigmen yang tidak
jangka panjang tanpa pengawasan dokter digunakan dalam jangka waktu yang merata adalah merupakan kondisi
justru memperparah pencoklatan kulit cukup lama, yaitu sekitar 6 bulan, dan abnormal atau penyakit sehingga bahan
bila kita melakukan aktivitas di bawah biasanya kosmetika yang mengandung yang digunakan untuk mengatasinya
sinar matahari. bahan ini harganya cukup mahal. Seperti dapat dikategorikan sebagai obat,
Pencoklatan kulit dapat diatasi kebanyakan bahan aktif kosmetika namun ada pula pendapat lain bahwa
dengan mencegah pembentukan atau penghambat pigmentasi lainnya, kojic kosmetika penghambat pigmentasi
menghambat aktivitas tirosinase, enzim acid tidak dapat mencegah timbulnya merupakan kosmetika yang berfungsi
yang bertanggung jawab dalam proses pigmentasi kembali terutama apabila untuk mengubah penampakan kulit
pembentukan melanin. Bahan aktif yang kita sering beraktivitas di bawah sinar dari bercak coklat yang tidak merata
bekerja dengan mekanisme menjadi lebih cerah dan merata,
ini diantaranya adalah Kojic sehingga dapat masuk dalam
acid. kategori kosmetik. Di Indonesia
Kojic acid adalah telah beredar beberapa produk
senyawa yang dihasilkan dengan merek ternama yang
oleh beberapa spesies dari mengandung kojic acid, tentu
Aspergillus dan Penicillium saja masuk dalam kategori
dalam proses aerobik dari kosmetika. Kojic acid ini
berbagai sumber karbon. biasanya diformulasikan dalam
Kojic acid murni dapat bentuk kombinasi dengan
diproduksi dari glucose bahan lain seper ti AHA,
ataupun karbohidrat BHA dan tabir surya untuk
lain dengan fermentasi meningkatkan efeknya, atau
(pemeraman). Di Jepang dikombinasi dengan bahan
kojic berarti ragi, biasa kosmetika pelembab untuk
digunakan untuk membuat meningkatkan penyerapannya.
Sake (minuman Jepang) Hal ini diperlukan karena organ
yang dibuat dari beras. yang menjadi target kojic acid
Kojic acid telah seringkali digunakan matahari, seperti bermain tennis, golf, adalah lapisan basal kulit yang terdapat
sebagai bahan kosmetik dengan efek berenang, naik gunung dan sebagainya. di kulit bagian dalam.
hambatan pigmentasi yang baik. Dari Untuk mengatasi hal tersebut, selain Bila penghambat pigmentasi
uji klinis diketahui bahwa krim yang kita gunakan produk penghambat memang diperlukan, beberapa hal di
mengandung Kojic acid dengan kadar pigmentasi, kosmetika tabir surya masih bawah ini perlu menjadi perhatian:
1% cukup efektif dalam mengatasi sangat diperlukan. 4 Tidak dioleskan di area sekitar mata
pencoklatan kulit akibat sinar matahari, Di Jepang, Kojic acid ini tidak dan mulut
namun pada kadar yang lebih besar dimasukkan dalam kategori kosmetika, 4 Tidak dioleskan pada bagian kulit
(2,3%), tidak menunjukkan hasil tetapi masuk dalam kategori quasidrug yang terluka
yang lebih baik. Hal ini disebabkan atau di Eropa dikenal dengan istilah 4 Gunakan tabir surya bila beraktivitas
kojic acid pada kadar yang lebih besar cosmeceuticals. Mengapa bukan di bawah sinar matahari
dalam krim akan mencapai kadar kosmetik? Hal ini dilandasi oleh ketidak 4 Apabila iritasi kulit terjadi, sebaiknya
jenuhnya, yang kemudian akan memicu cocokan fungsi kojic acid dengan segera hentikan penggunaan
timbulnya kristal yang tidak dapat fungsi kosmetika. Kosmetika tidak 4 Apabila iritasi kulit masih terjadi
diserap oleh kulit. Beberapa laporan dimaksudkan untuk mengobati atau setelah penghentian, segera hubungi
klinis telah membuktikan kemanjuran menyembuhkan suatu penyakit. Ada dokter kulit.n

58 Edisi XXX Januari - April 2018


Edisi XXX Januari - April 2018 59
60 Edisi XXX Januari - April 2018