Anda di halaman 1dari 1

HOUSTON, KOMPAS.

com - Rencana untuk membuka sebuah rumah bordil robot di Amerika


Serikat memicu kemarahan kelompok-kelompok agama di negeri itu. Di rumah bordil
yang akan dibuka pertama kali di Houston, Texas itu pelanggan bisa "menyewa" sebuah
robot di dalam kamar pribadi sebelum memutuskan untuk membelinya. Robot yang amat
mirip dengan manusia itu dihargai mulai 2.500 dollar AS atau hampir Rp 49 juta per
unitnya. Tak hanya amat mirip manusia, robot-robot ini juga akan bereaksi saat
disentuh. Sementara versi dengan harga lebih mahal bahkan bisa diajak mengobrol.
Baca juga: Robot Seks Pintar untuk Jomblo dan Orang Tua Hadir di China Di
perusahaan utamanya yang berada di Toronto, Kanada, pelanggan bisa membayar 91
dollar AS atau sekitar Rp 1,3 juta untuk satu jam menyewa robot ini. Awal bulan
ini, pemilik Kinku S Dolls berencana membuka 10 toko robot seks di Amerika Serikat
pada 2020. Kepada harian The Washington Examiner, Yuval Gabriel mengatakan di masuk
ke pasar AS karena sejauh ini belum ada regulasi untuk bisnis yang akan dijalaninya
itu. Namun, rencana ini ditentang berbagai kelompok keagamaan dan kelompok
penentang perdagangan seks di Amerika Serikat. Micah Gamboa dari organisasi Elijah
Rising yang fokus pada upaya untuk mengakhiri bisnis seks di AS adalah salah satu
yang menentang. "Keprihatinan terbesar kami adalah rumah bordil robot ini akan
mengajari para pria untuk menjadi pemerkosa?" kata Elijah kepada stasiun televisi
ABC13. "Setelah robot perempuan lalu apa? Robot anak-anak? Di mana batasannya?"
tambah Elijah. Micah Gamboa dan kelompoknya kemudian menggagas sebuah petisi untuk
melarang dibukanya rumah bordil robot itu di Texas. Sejauh ini, petisi yang
digalang Elijah Rising sudah mendapatkan 5.800 tanda tangan dukungan. Kelompok lain
yang menentang rencana pembukaan rumah bordil robot ini adalah Love People Not
Pixel yang fokus melawan kecanduan konten seksual di dunia maya. "Kita saat ini
membicarakan robot, lalu besok kemungkinan virtual reality," ujar Joe Madison, dari
Love People Not Pixel. Sebagian warga kota Houston juga tidak menyambut rencana
kontroversial itu. "Ada banyak sekolah dan permukiman warga di sini. Memiliki
tempat seperti itu di sekitar kami sungguh menjijikkan," ujar Andrea Paul, seorang
warga. Baca juga: Robot Seks Masa Depan Diklaim Bisa Jalan dan Punya Anak Di sisi
lain, meski tentangan datang dari berbagai penjuru secara hukum bisnis semacam ini
sama sekali tidak melanggar undang-undang di AS. Lanjutkan membaca artikel di bawah
Video Pilihan Pacu Interaksi Sosial Anak Autisme dengan Robot Tempat ini tidak
masuk dalam katagori bisnis berorientasi seksual sehingga satu-satunya yang harus
didapatkan pemilik usaha adala izin menggunakan bangunan. Demikian disampaikan
pemerintah kota Houston.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kelompok Keagamaan di AS Tolak
Pembukaan Rumah Bordil Robot",
https://internasional.kompas.com/read/2018/09/25/13123821/kelompok-keagamaan-di-as-
tolak-pembukaan-rumah-bordil-robot.
Penulis : Ervan Hardoko
Editor : Ervan Hardoko