Anda di halaman 1dari 7

BAB 15 : MODE ENTRI

KOMPAS.com - Pada tahun 2006, Kraft China ibarat tengah berada di ruang angkasa tanpa perlengkapan.
Bisnis perusahaan mengambang tanpa arah dan profitabilitas tak kunjung menunjukkan perbaikan. Saat
itu, Kraft telah menghabiskan dua dekade di negeri Tirai Bambu dan menggelontorkan uang yang tak
terhitung jumlahnya untuk memonetisasi pasar China yang disesaki miliaran orang.

Dibandingkan dengan kinerjanya di pasar Amerika Serikat, Kraft China bisa dibilang terpuruk. Di Paman
Sam, Kraft Foods menjadi perusahaan makanan terbesar dengan merek-merek yang populer, salah
satunya Oreo. Merek ini pun sayangnya tidak menunjukkan penetrasi menggembirakan di tengah
masyarakat China.

“Saat itu, bisnis kami bisa dibilang berada di tengah lingkaran setan,” ujar Lorna Davis yang mengambil
alih Kraft China pada 2007.

Parahnya, situasi tersebut tidak hanya terjadi di China. Bisnis-bisnis Kraft yang tersebar di berbagai
belahan dunia juga menunjukkan gejala yang sama. Kraft memang cukup gencar melakukan ekspansi dan
menancapkan bendera di banyak negara. Sepintas, hal ini menunjukkan gairah bisnis yang besar dan
pertumbuhan yang menjanjikan. Meski begitu, cabang-cabang tersebut terlihat terpisah dari induknya
dan memiliki kelemahaan dalam koordinasi.

Di tahun 2007, Kraft kedatangan Sanjay Khosla yang menjabat CEO hingga tahun 2013. Pertama kali
menjejakkan kakinya, Sanjay berpikir harus ada langkah radikal yang harus dilakukan. Focused-growth
adalah pendekatan yang ia gunakan untuk mendorong kinerja Kraft.

Do Less adalah prinsip pertama yang digunakan Kraft. Perusahaan merampingkan fokusnya pada bisnis
yang paling menguntungkan dan bertaruh lebih besar untuk hal tersebut.

Prinsip kedua adalah Be Bold. Kraft mengambil langkah berani dengan mengalokasikan lebih banyak
sumber daya untuk menyokong inisiatif paling potensial.

Ketiga, Simplify and Keep Cost Low. Perusahaan berusaha mereduksi berbagai kompleksitas, baik dalam
perencanaan, struktur organisasi, serta proses operasional.

Selanjutnya, Execute adalah prinsip keempat di mana Kraft terus mencoba, belajar, serta menyesuaikan
diri. Dengan terus belajar, perusahaan menjadi lebih dinamis dan fleksibel. Hal yang penting dari prinsip
keempat ini adalah keberanian untuk mengeksekusi serta learning by doing.

Prinsip terakhir yang dilakukan Kraft adalah Unleash People. Kraft melakukan pendekatan tidak lazim
dengan memberikan sumber daya dan otoritas tak terbatas (blank check) bagi bisnis yang sangat
potensial.

Untuk menjalankan prinsip-prinsip tersebut, Kraft menggelar sebuah workshop bagi orang-orang
pentingnya di berbagai negara. Forum ini berhasil melahirkan sebuah strategi yang disebut formula 5-
10-10.
Intinya, portofolio Kraft yang sebelumnya terdiri dari belasan kategori produk, lebih dari 150 merek, dan
beroperasi di lebih dari 60 negara disederhanakan menjadi 5 kategori produk yang paling kuat, 10 merek
paling unggul, serta 10 pasar paling potensial.

Ternyata, simplifikasi yang dilakukan Kraft memberikan hasil signifikan. Dalam enam tahun, divisi Kraft
untuk pasar berkembang berhasil melipattigakan pendapatan per tahun yang semula 5 miliar dollar AS
menjadi 16 miliar dollar AS dengan pertumbuhan organik mencapai dua digit.

Pada akhir 2012, Kraft China yang sebelumnya hanya membukukan pendapatan 150 juta dollar AS
berhasil melewati 1 miliar dollar AS.

Lalu bagaimana dengan merek Oreo? Pada perumusan strategi, Oreo masuk dalam 10 merek yang
diunggulkan. Strategi penajaman fokus berhasil membuat nilai bisnis Oreo yang pada tahun 2006
sebesar 200 juta dollar AS (di luar Amerika Utara) menembus angka 1 milliar dollar AS pada tahun 2012.
Oreo bahkan diklaim sebagai biskuit nomor satu di China.

Kisah Kraft dan Oreo adalah satu dari sekian banyak cerita yang dimuat dalam buku Fewer, Bigger, Bolder
yang ditulis Sanjay Khosla dan Mohanbir Sawhney. Buku setebal 253 halaman ini membagikan kisah para
penulisnya dalam menangani berbagai isu strategis dalam perusahaan dengan menggunakan
pendekatan focused-growth. Sawhney pun akan berkunjung ke Jakarta pada tanggal 16 Oktober 2014
nanti. Jangan lewatkan! (Moh. Darus Salam, Marketeers)

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/09/16/080000426/Belajar.Keberanian.Bisnis.dari.Kraft.da
n.Oreo

\\
BAB 16 : PRAKTIK EKSPOR DAN IMPOR
BAB 17 : PEMASARAN INTERNASIONAL

Strategi Sukses Pemasaran Kraft

Sejumlah profesional yang terlibat dalam pemasaran berhasil membuktikan bahwa dengan
memahami keinginan konsumen, perusahaan bisa mendapatkan keuntungan besar. Salah satu
perusahaan yang sukses dekat dengan konsumen adalah Kraft Foods. Perusahaan yang didirikan James
Lewis Kraft ini merupakan perusahaan yang memimpin di kelasnya. Sejumlah produk yang dihasilkan
banyak mendapatkan tempat bagi konsumen mereka di seluruh dunia.Hal ini tidak lepas dari strategi
yang sudah mereka rintis sejak lama. Salah satu cara yang mereka lakukan dengan menyajikan iklan yang
tepat sasaran.

Kraft Foods telah menjadi perintis dalam ruang penerbitan online dan konten. Mereka
menawarkan konten bermerek online melalui kegiatan customer relationship management (CRM)
mereka sejak awal era 1990-an. Mereka telah meluncurkan kraftfoods.com pada 1992 dan menyajikan
majalah makanan dan keluarga pada 2011.

Mereka juga memiliki saluran YouTube sejak 2005 dan sejak itu diperluas platform mereka ke
telepon seluler, media sosial, dan aplikasi gadget. Menurut Director dan CRM Content Strategy &
Integration Kraft Foods Julie Fleischer, pihaknya sangat serius dan berkesinambungan membangun
komunikasi dengan para pelanggan. Hal ini terlihat pada kraftrecipes.com yang merupakan situs bagi
komunitas pelanggan Kraft Foods.

Sekitar sepertiga dari resep diciptakan tim kuliner, mereka memiliki pengalaman dan
pemahaman yang luas tentang bagaimana konsumen suka memasak dan makan. “Sekitar dua pertiga
dari resep kami berasal dari anggota komunitas kami. Kami senang bahwa mereka berbagi resep terbaik
dengan kami dan mereka melihat situs kami sebagai komunitas makanan mereka sendiri,” kata Fleischer,
sebagaimana diungkapkan dalam wawancaranya dengan majalah Forbes beberapa waktu lalu.

Fleischer percaya bahwa kunci keberhasilan terletak dalam memahami apa yang konsumen
benar-benar inginkan dan butuhkan. Pihaknya berkonsentrasi pada keterlibatan konsumen melalui
kraftrecipes.com. Di samping itu, pihaknya juga melibatkan para anggota komunitas melalui surat
elektronik dan majalah. Perusahaannya bahkan terlibat langsung dengan konsumen melalui
pemanfaatan media sosial dan merangsang budaya partisipatif.
Sementara konten pemasaran yang dipergunakan dalam berinteraksi, menganalisis tentang
apa,dan bagaimana hasil pengalaman didapatkan bersama konsumen. “Terus terang, karena “lomoso”
(local/mobile/social) semua begitu dekat dengan konsumen. Mereka sangat penting untuk memandu
konten dan mereka harus mendistribusikannya,” ungkap Fleischer. Fleischer menambahkan, yang paling
menarik adalah tentang penemuan konten dan bagaimana mengaplikasikannya.

Pihaknya memperhatikan teknologi dan platform konsumen. Kemudian dicarikan waktu untuk
mempergunakan teknologi tersebut. Fleischer mencontohkan penggunaan Pinterest, sebuah situs untuk
berbagi berbagai hal. Dia mengaku telah memantau situs itu hampir satu tahun untuk menentukan apa
yang beresonansi dengan konsumen. Dia melihat konsumen berbagi sejumlah besar resep pada situs
Pinterest.

Dia kemudian mengikuti dan memimpin konsumen dan bergabung dalam percakapan. Situs
tersebut membuat konsumen lebih mudah berbagi resep kepada perusahaan, dan perusahaan berbagi
dalam percakapan. Ketika Fleischer ditanya tentang resep untuk menentukan konten pemasaran yang
tepat dan bagaimana harus memulainya, dia menyatakan bahwa pertanyaan yang paling penting untuk
dijawab:

“Apa dasar Anda dalam percakapan?” Perusahaan juga perlu memiliki pertanyaan: “Apa hal
penting yang akan ditawarkan kepada konsumen, serta apa yang akan diberikan sehingga konsumen
ingin datang kembali?”

“Untuk sukses dalam konten pemasaran, Anda harus meluangkan waktu mengenal konsumen.
Apa yang mereka butuhkan dan bagaimana Anda dapat melayani dengan unik dan otentik. Setelah Anda
memahami peran Anda, semua elemen lainnya dapat mengikuti,” ungkap Fleischer. (*/Harian Seputar
Indonesia)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/penjualan-dan-pemasaran/mengintip-strategi-sukses-
pemasaran-kraft

Produk produk kraft food yang merajai pasar makanan di dunia :

§ Toblerone

§ Oreo

§ Ritz

§ Cadbury

§ Chips Ahoy!

§ Belvita

§ Kraft Singles Cheese

§ Kraft Cheddar Cheese


§ Kraft Philadelphia Cream Cheese

§ Maxwell

§ Milka

§ Planters

§ Tang

§ Vegemite

§ Biskuat

§ Legenda

§ All Time

§ Jacob's

§ Top One

Dari beberapa produk diatas PT Kraft Foods Grup dapat menghasilkan keuntungan lebih dari 1miliar
dollar AS dari 9 produk unggulannya yaitu dari Oreo, Kraft Cheese, Jacobs, LU biskuit, Philadhelpia
Cheese, Maxwell House Coffe, Nabisco, Mika Chocolate.

Dalam pemasaran PT Kraft Foods Grup memiliki beberapa cara untuk memikat hati konsumen di
beberapa negara,strategi strategi itu antara lain :

a) Rewire the Organitation Growth

PT Kraft Foods Grup berusaha menguatkan pola pikir kejujuran, keberanian dan tindakan dalam
perusahaan. Kraft Foods Grup berusaha menyeimbangkan antara pengambilan keputusan serentak
dalam melakukan bisnisnya, karena kraft berusaha menjadi yang terdekat dengan konsumen mereka.

b) Reframe our Categories

PT Kraft Foods Grup membuat produk-produk perusahaan mereka lebih relevan kepada konsumen
dengan cara melihat tren yang sedang terjadi di kalangan komsumen sehingga dapat menjadi kunci yang
dapat memberikan dampak yang besar bagi perusahaan. Sebagai contohnya hal ini di lakukan oleh Oreo
di Indonesia dengan membuat beberapa varian rasa,memberikan kemasan yang beda terhadap produk
oreo serta yang terbaru adalah Oreo menyediakan bentuk bola yang diinginkan oleh para konsumen di
Indonesia.

c) Exploit our sale capabilities


PT Kraft Foods Grup mempunyai salah satu tenaga penjualan terkuat di dunia dan yang terbesar di dunia
dan yang terbesar di industri makanan. Kraft Foods sekarang telah memperluas jaringan penyebaran
produk mereka ke berbagai negara berkembang yang dapat menciptakan permintaan terhadap produk
dari Kraft Foods dengan cepat. Sebagai contohnya adalah pasar Oreo di Cina yang mengalami
peningkatan yang sangat signifikan. Hal ini disebabkan karena di awal kemunculan oreo di Cina pihak
Kraft Foods mengumpulkan 6000 pelajar untuk di jadikan brand ambassador dari Kraft. Pelajar yang
dijadikan brand ambassador bertugas untuk mempromosikan produk oreo kepada orang yang mereka
temui. Cara ini sangat efektif karena setelah beberapa tahun berjalan oreo menjadi produk yang sangat
digemari oleh masyarakat Cina.

d) Drive Down Costs without Compromising Quality

PT Kraft Foods Grup mengawasi dan memelihara biaya-biaya produksi secara efisien tanpa mengurangi
muu produk yang dihasilkan. Salah satu caranya yaitu dengan membuat pabrik-oabrik baru termasuk
pabrik biskuit Oreo di negara-negara berkembang yang dimana bahan baku dan tenaga kerjanya lebih
murah.

Selain beberapa strategi diatas PT Kraft Foods Grup juga melakukan strategi dalam media online.Kraft
Foods telah menjadi perintis dalam ruang penerbitan online dan konten. Mereka menawarkan konten
bermerek online melalui kegiatan customer relationship management (CRM) mereka sejak awal era
1990-an. Mereka telah meluncurkan kraftfoods.com pada 1992 dan menyajikan majalah makanan dan
keluarga pada 2011.

Dari strategi-strategi diatas lah yang menyebabkan Kraft Food Grup tetap mepmpunyai pelanggan setia
dan menjadikan Kraft Foods Grup menjadi produsen makanan terbesar di dunia saat ini.

http://fadel1234.blogspot.in/2014/12/dijilat-diputer-dicelupin_29.html