Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Keparawatan maternitas merupakan pelayanan perawatan profesional yg ditujukan


kepada wanita usia subur yang berkaitan dengan masa diluar kehamilan,masa kehamilan,masa
kehamilan, masa nifas sampai enam minggu,dan bayi yang dilahirkan sampai usia 40 hari
beserta keluarganya.pelayanan pemenuhan kebutuhan dasar dalam melakukan adaptasi fisik
dan psikososial dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan (CHS/KIKI,1993)

Asuhan keperawatan yang diberikan bersifat holistik yang selalu menghargai klien dan
keluarganya serta dan menyadari bahwa klien dan keluarganyaberhak menentukan
keperawatan yang sesuai untuk dirinya.kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan advokasi
dan mendidik WUS dan melakukan tindakan keperawatan dalam mengatasi
masalahkehamilan,persalinandan nifas,membantu mendeteksi penyimpangan-penyimpangan
secara dini dari keadaan normal selama kehamilan sampai persalinan dan masa diantara dua
kehamilan,memberikan konsultasi tentang perawatan kehamilan,mengatur
kehamilan,membantu daalm proses persalinan dan menolong persalinan normal,merawat
wanita masa nifas dan bayi baru lahir sampaiumur 40 hari menuju kemandirian,merujuk
kepada tim kesehatan lain untuk kondisi-kondisi yang membutukan penangan lebih lanjut.

1.2 Rumusan Masalah

1.Apa yang dimaksud dengan maternitas?

2. Apa yang dimaksud dengan trend dan isu dalam keperawatan maternitas?

3. Bagaimana masalah dalam trend dan isu dalam keperawatan maternitas tersebut?

1.3 Tujuan

1
a. Tujuan umum
 Terciptanya pengetahuan mahasiswa mengenai trend dan issu keperawatan
maternitas

b. Tujuan khusus
 Mahasiswa mampu mengenali dan menyebutkan berbagai tanda dan
macam-macam klasifikasi dalam issue dan trend keperawatan maternitas.
 Mahasiswa dapat mengetahui dan mendapatkan gambaran mengenai issue
dan trend keperawatan maternitas.
 Turut berpartisipasi dalam penanggulangan issue dan trend keperawatan
maternitas.

BAB II

2
PEMBAHASAN

2.1 Konsep Keperawatan Maternitas

1. Pengertian

Keperawatan Maternitas merupakan persiapan persalinan serta kwalitas pelayanan


kesehatan yang dilakukan dan difokuskan kepada kebutuhan bio-fisik dan psikososial dari
klien, keluarga , dan bayi baru lahir. (May & Mahlmeister, 1990)

Keperawatan Maternitas merupakan sub system dari pelayanan kesehatan dimana perawat
berkolaborasi dengan keluarga dan lainnya untuk membantu beradaptasi pada masa prenatal,
intranatal, postnatal, dan masa interpartal. (Auvenshine & Enriquez, 1990)

Keperawatan Maternitas merupakan pelayanan professional berkwalitas yang difokuskan


pada kebutuhan adaptasi fisik dan psikososial ibu selama proses konsepsi / kehamilan,
melahirkan, nifas, keluarga, dan bayi baru lahir dengan menekankan pada pendekatan keluarga
sebagai sentra pelayanan. (Reede, 1997)

Keperawatan Maternitas merupakan pelayanan yang sangat luas, dimulai dari konsepsi
sampai dengan enam minggu setelah melahirkan. (Shane,et.al.,1990)

2. Tujuan (Klegman ME:Annual summary of vital.statistick,1992)

Tujuan keperawatan maternitas adalah :

1. Membantu wanita usia subur & keluarga dalam masalah produksi & menghadapi
kehamilan
2. Membantu PUS untuk memahami kehamilan, persalinan, & nifas adalah normal
3. Memberi dukungan agar ibu memandang kehamilan, persalinan, & nifas adalah
pengalaman positif & menyenamgkan
4. Membantu mendeteksi penyimpangan secara dini
5. Memberi informasi tentang kebutuhan calon orang tua
6. Memahami keadaan social & ekonomi ibu

3
7. Membantu klien dalam mengatasi msalah reproduksi dalam mempersiapkan diri untuk
kehamilan

8. Memberi dukungan agar ibu hamil memandang kehamilan sebagai pengalaman yang
positif dan menyenangkan

9. Membantu memberikan informasi yang adekuat untuk calon orang tua

10. Memahami social budaya klien

11. Membantu mendeteksi secara dini penyimpangan abnormal pada klien

2.2 Trend Keperawatan Maternitas

Pada masyarakat yang menuju ke arah moderen, terjadi peningkatan kesempatan untuk
meningkatkan pendidikan yang lebih tinggi, peningkatan pendapatan dan meningkatnya
kesadaran masyarakat terhadap hukum dan menjadikan masyarakat lebih kritis. Kondisi itu
berpengaruh kepada pelayanan kesehatan dimana masyarakat yang kritis menghendaki
pelayanan yang bermutu dan diberikan oleh tenaga yang profesional. Keadaan ini memberikan
implikasi bahwa tenaga kesehatan khususnya keperawatan dapat memenuhi standart global
internasional dalam memberikan pelayanan kesehatan/keperawatan, memiliki kemampuan
professional, kemampuan intelektual dan teknik serta peka terhadap aspek social budaya,
memiliki wawasan yang luas dan menguasi perkembangan Iptek. .

Menyadari peran profesi keperawatan yang masih rendah dalam dunia kesehatan akan
berdampak negatif terhadap mutu pelayanan kesehatan bagi tercapainya tujuan kesehatan,
maka solusi yang harus ditempuh dalam keperawatan maternitas ditahun 2010 adalah:

1. Pengembangan Pendidikan Keperawatan

Sistem pendidikan tinggi keperawatan sangat penting dalam pengembangan perawatan


professional, pengembangan teknologi keperawatan, pembinaan profesi dan pendidikan
keperawatan berkelanjutan. Akademi Keperawatan merupakan pendidikan keperawatan yang
menghasilkan tenaga perawatan professional dibidang keperawatan. Sampai saat ini jenjang ini

4
masih terus ditata dalam hal SDM pengajar, lahan praktik dan sarana serta prasarana penunjang
pendidikan.

2. Memantapkan System Pelayanan Perawatan Professional

Depertemen Kesehatan RI sampai saat ini sedang menyusun registrasi, lisensi dan
sertifikasi praktik keperawatan. Selain itu semua penerapan model praktik keperawatan
professional dalam memberikan asuhan keperawatan harus segera di lakukan untuk menjamin
kepuasan konsumen/klien.

3. Penyempurnaan Organisasi Keperawatan

Organisasi profesi keperawatan memerlukan suatu perubahan cepat dan dinamis serta
kemampuan mengakomodasi setiap kepentingan individu menjadi kepentingan organisasi dan
mengintegrasikannya menjadi serangkaian kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya.
Restrukturisasi organisasi keperawatan merupakan pilihan tepat guna menciptakan suatu
organisasi profesi yang mandiri dan mampu menghidupi anggotanya melalui upaya jaminan
kualitas kinerja dan harapan akan masa depan yang lebih baik serta meningkat.

4. Peran Perawat

Peran perawat dalam keperawatan maternitas menurut Reeder (1997):

a. Pelaksana. Perawat yang bekerja member asuhan keperawatan di tempat pelayanan


kesehatan.

b. Pendidik. Pendidik disini dapat sebagai dosen bagi pasien maupun perawat memberikan
pendidikan kepada klien.

c. Konselor. Perawat sebagai seorang yang mempunyai keahlian dalam melakukan konseling
kepada klien, konselor bertanggung jawab memberikan layanan dan konseling

d. Role model bagi para ibu. Panutan bagi para ibu-ibu yang sedang menjalankan
keperawatan maternitas.

5
e. Role model bagi teman sejawat. Panutan sesama perawat atau saling bekerja sama antar
paerawat.

f. Perumus masalah. Mengetahui masalah-masalah yang muncul pada pasien dan


merumuskan masalah tersebut.

g. Ahli keperawatan. Perawat harus ahli dalam melaksanakan tugas keperawatan.

2.3 Paradigma Keperawatan Maternitas (Dasar Kep,Profesional H. Zaidin Ali)

1) Manusia

a) Memiliki karateristik biokimiawi, fisiologi interpersonal dan kebutuhan dasar hidup yang
selalu berkembang.

b) Perkembangan terjadi melalui interaksi dengan orang lain yang mampu memenuhi
kebutuhan dirinya / membagi pengalamannya.

c) Kebutuhan manusia di organisasikan meliputi perilaku serta berdasarkan pengalaman masa


lalu.

d) Memiliki kehidupan yang seimbang sebagai sarana pertahanan diri dan upaya mengurangi
kecemasan akibat kebutuhan yang tak terpenuhi.

2) Lingkungan

a. Merupakan faktor eksternal yang berpengaruh terhadap perkembangan manusia.

b. Lingkungan dapat membantu perawat dalam menjaga pola pertahanan tubuh terhadap
penyakit.

c. Perawat bertanggung jawab dalam tatanan pengobatan yang merupakan bagian dari
lingkungan fisik dan social.

6
d. Lingkungan di bagi dalam 2 aspek yaitu;

 Aspek tekstruktur

• Alat

• Terapi

• Aluran

 Aspek tidak tekstruktur. Intraksi antara perawat dengan klien dan dengan lingkungan
sekitar

3) Sehat

a) Merupakan symbol perkembangan kepribadian dan yang berlangsung secara terus-menerus


menuju kehidupan yang kreatif.

b) Perilaku sehat;perilaku pemenuhan kebutuhan kepuasan kesadaran diri dan integrasi


pengalaman , misalnya pengalaman sakit.

c) Manusia sehat berarti manusia yang tidak memiliki ansietas/ketegangan.

d) Intervensi keperawatan berfokus pada proses membina hubungan saling percaya guna
mengurangi ansietas.

4) Keperawatan Maternitas.

a) Keperawatan maternitas merupakan suatu instrumen pendidikan yang memfasilitasi


kebutuhan ibu hamil, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir.

b) Aktivitas keperawatan maternitas diserahkan untuk ibu hamil,dan bayi mencapai kesehatan
yang optimal.

7
c) Fokus aktivitas keperawatan maternitas adalah masalah yang mencerminkan ruang lingkup
aktivitas keperawatan dan kemandarian dlam proses diagnosis,tindakan ( terapi ) ,pendidikan
riset.

2.4 Model Konsep Keperawatan Maternitas

1. Melaksanakan kelas untuk pendidikan prenatal orang tua

2. Mengikut serta keluarga dalam perawatan kehamilan, persalinan, dan nifas

3. Mengikut sertakan keluarga dalam operasi

4. Mengatur kamar bersalin sepeti suasana rumah

5. Menjalankan system kunjungan tidak ketat

6. Pemulangan secepat mungkin

7. Karakteristik. Karakteristik keperawatan maternitas yaitu:

 Fokus kebutuhan dasar

 Pendekatan keluarga

 Tindakan khusus dengan peran perawat.

 Terjadi interaksi

 Kerja dalam Tim

8. Tatanan Pelayanan. Tatanan pelayanan keperawatan maternitas yaitu:

 Rumah Sakit

 Puskesmas

8
 Rumah bersalin

 Komunitas

 Polindes

 FCMC ( Family Centered Maternity Care ):


1. Melaksanakan kelas untuk pendidikan prenatal orang tua
2. Mengikut serta keluarga dalam perawatan kehamilan, persalinan, dan nifas
3. Mengikut sertakan keluarga dalam operasi
4. Mengatur kamar bersalin sepeti suasana rumah
5. Menetapkan peraturan yang flexible
6. Menjalankan system kunjungan tidak ketat
7. Mengadakan kontrak dini bayi dan orang tua
8. Menjalankan rooming-in (Ruang rawat gabung untuk ibu hamil)
9. Mengikut sertakan anak-anak dalam proses perawatan
10.Melibatkan keluarga dalam perawatan NICU
11. Pemulangan secepat mungkin dengan diikuti Follow-up

 Tradisional Care:
1. Memisahkan ibu dari keluarga selama proses persalinan
2. Memindahkan klien: dari ruang penerimaan ke ruang persalinan
3. Melarang ibu beraktifitas selama proses persalinan
4. Melakukan tindakan rutin: episitomi, obat-obatan
5. Tidak ada keluarga ikut dalam proses persalinan & operasi
6. Kontak orang tua & anak kurang
7. Pemberian susu bayi dibatasi
8. Waktu berkunjung dibatasi
9. Rooming-in dibatasi
10. Tidak ada Follow-up ke rumah
11. Kontrol postpartum rutin pada hari minggu ke enam

9
 Model Konsep “Self Care Orem” :
1. Penekanan pada aktifitas mandiri kemudian mencapai kesejahteraan ibu & bayi
2. Pada Maternal: mampu mandiri dalam perawatan diri
3. Melihat dari kemampuan
4. Berdasarkan kondisi

 Model Konsep “Adaptasi” :


1. Mempunyai kemampuan adaptasi dalam rangka mencapai kebutuhan
2. Manusia selalu konstan berinteraksi dengan lingkungan (selalu berubah)
3. Maternal sepanjang proses konsepsi sampai postpartum terjadi perubahan fisik,
psikologis, dan social

 Model Konsep “I King” :


1. Personal
2. Interpersonal
3. Social (dinamik, interaksi mudah diberikan informasi dan memberikan). (delissavay
G, feustle JA: advanced hame healt care, 1991)

 Pendekatan Pelayanan Keperawatan


Pendekatan pelayanan dalam keperawatan maternitas yaitu :
1. Holistik
2. Penghargaan terhadap pasien
3. Peningkatan kemampuan pasien kemandirian
4. Pemanfaatan dan peningkatan sumber daya yang diperlukan
5. Proses keperawatan
6. Berpusat pada keluarga =FCMC ( Family centered maternity care )
7. Caring siap dengan klien ; menghargai system nilai ; memenuhi kebutuhan dasar
klien; penyuluhan/konseling kesehatan

10
2.5 Trend Dan Issue Keperawatan Maternitas

a) Masalah

1. Penyebab Angka Kematian Bayi Masih Tinggi

Kematian pada bayi disebabkan oleh penyakit menular seperti radang paru-paru, diare
dan malaria, Penyakit yang merenggut paling banyak korban jiwa adalah radang paru-paru 18
persen, atau sebanyak 1,58 juta anak diare (15 persen, 1,34 juta) dan malaria 8 persen, 0.73 juta
anak.

2. Penyebab Angka Kelahiran Bayi Masih Tinggi

Penyebab angka kelahiran bayi masih tinggi adalah pelayanan kesehatan yang semakin
meningkat, kurangnya pengetahuan masyarakat progam KB.

3. Angka Kematian Ibu (AKI)

Angka Kematian Ibu (AKI) tiap tahun atau dua ibu tiap jam meninggal oleh sebab yang
berkaitan dengan kehamilan, persalinan dan nifas (Depkes RI,Dirjen Binkesmas, 2004).
Penyebab kematian ibu cukup kompleks, dapat digolongkan atas faktor- factor reproduksi,
komplikasi obstetrik, pelayanan kesehatan dan sosio-ekonomi. Penyebab komplikasi obstetrik
langsung telah banyak diketahui dan dapat ditangani, meskipun pencegahannya terbukti sulit.
Perdarahan sebagai penyebab kematian ibu terdiri atas perdarahan antepartum dan perdarahan
postpartum. Perdarahan antepartum merupakan kasus gawat darurat yang kejadiannya masih
banyak dari semua persalinan, penyebabnya antara lain plasenta previa, solusio plasenta, dan
perdarahan yang belum jelas sumbernya (Chalik TMA, 1997). Secara sempit, risiko
obstetrik diartikan sebagai probabilitas kematian dari seorang perempuan atau ibu apabila ia
hamil. Indikator yang lebih kompleks adalah adalah risiko seumur hidup (lifetime risk) yang
mengukur probabilitas kematian perempuan atau ibu sebagai akibat kehamilan dan persalinan
yang dialaminya selama hidup. Bila istilah pertama hanya mencantumkan kehamilan maka
yang kedua mempunyai dimensi yang lebih lebar yaitu kemampuan dan jumlah fertilitas.

Tingginya kematian ibu sebagian besar disebabkan oleh timbulnya penyulit persalinan
yang tidak dapat segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih mampu. Keterlambatan

11
merujuk disebabkan berbagai faktor seperti masalah keuangan, transportasi dsb. (Depkes RI,
Dirjen Yanmedik, 2005)

4. Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual, atau PMS adalah berbagai infeksi yang dapat menular dari satu
orang ke orang yang lain melalui kontak seksual.. Kelompok remaja dan dewasa muda (15-24
tahun) adalah kelompok umur yang memiliki risiko paling tinggi untuk tertular PMS, 3 juta
kasus baru tiap tahun adalah dari kelompok ini. Hampir seluruh PMS dapat diobati. Namun,
bahkan PMS yang mudah diobati seperti gonore telah menjadi resisten terhadap berbagai
antibiotik generasi lama. PMS lain, seperti herpes, AIDS, dan kutil kelamin, seluruhnya adalah
PMS yang disebabkan oleh virus, tidak dapat disembuhkan. Beberapa dari infeksi tersebut
sangat tidak mengenakkan, sementara yang lainnya bahkan dapat mematikan. Sifilis, AIDS,
kutil kelamin, herpes, hepatitis, dan bahkan gonore seluruhnya sudah pernah dikenal sebagai
penyebab kematian. Beberapa PMS dapat berlanjut pada berbagai kondisi seperti Penyakit
Radang Panggul (PRP), kanker serviks dan berbagai komplikasi kehamilan. Sehingga,
pendidikan mengenai penyakit ini dan upaya-upaya pencegahan penting untuk dilakukan.

5. Kehamilan Risiko Tinggi Meningkat

Hal ini berarti semakin banyak wanita hail berisiko memperoleh hasik kehamilan yang
buruk. Peningkatan penggunaan obat-obatan (antara 11% dan 27% wanita hamil, bergantung
pada lokasi geografi) telah mengakibatkan makin tingginya insiden kelahiran prematur, BLBR,
defek kongenital, ketidakmampuan belaja dan gejala putus obat pada janin (NCPM, 1990).
Penggunaan alkohol selama hamil dikaitkan dengan keguguran (aborsi spontan).

b) Penemuan Teknologi Terbaru

1. Alat Kontrasepsi Implan Terbaru

UGM erhasil menemukan alat kontrasepsi implant atau susuk KB generasi ke tiga
yang dinamakan Gestplan. Kelebihan alat kontresepsi ini bias bertahan hingga 7 tahun di
badingkan implant saat ini yang ber umur 5 tahun. Penemuan ini hasil dari penelitian dari
jurusan Farmatologi dan Toksikologi UGM.

12
2. Water Birth

Proses persalinan atau proses melahirkan yang dilakukan di dalam air, manfaaatnya ibu
akan merasakan lebih relaks karena semua otot yang berkaitan dengan proses persalinan
menjadi lebih elastic. Metode ini juga akan mempermudah proses mengejar sehingga rasa
nyeri selama persalinan tidak terlalu dirasakan, di dalam air proses proses pembukaan jalan
lahir akan lebih cepat.

3. USG ( Ultrasonografi ) 3D dan 4D

Alat USG ( Ultrasonografi ) 3D dan 4D adalah alat USG yang berkemampuan


menampilkan gambar 3 dan 4 dimensi di teknologi ini janin dapat terlihat utuh dan jelas seperti
layaknya bayi yang sesungguhnya ( DrJudi Januadi Endjun S.pog ).

Alat USG ini bahkan dapat memperlihatkan seluruh tubuh bayi berikut gerak- geriknya
teknologi 3 dan 4 dimensimenjadi pelengkap bila di duga janin dalam keadaan tidak normal
dan perlu di cari kelainan bawaannya seperti bibir sumbing, kelaina pada jantung dan
sebagainya. Secara lebih detail kelebihan USG ( Ultrasonografi ) 3D dan 4D ini pada janin
dapat terbaca secara lebih akurat, karena teknologi ini dikembangkan untuk meningkatkan
ketepatan diagnosa.

4. Pil KB Terbaru

Pil KB dengan dorspirenone merupakan pil KB terbaru yang memberikan perlindungan


kontrasepsi yang dapat diandalkan, dengan berbagai manfaat tambahan dalam suatu kombinasi
yang unik Pil Kb dengan dorspirenone adalah pil yang membuat seseorang merasa lebih
nyaman. Mengandung progestin baru dorspirenone yaitu homon yang sangat menyerupai
progesteron salah satu hormon dalam tubuh. Dorspirenone mempunyai profil farmakologis
yang sangat mirip dengan progesteron alami dengan karateristik memiliki efek
antimineralokortoid dan antiandrogenik tidak memiliki aktifitas ekstrogenik, androgenik,
glukortikoid dengan sifat antineralokortikoid. Pil KB dengan dorspirenone dapat memberikan
manfaat tambahan yaitu tidak menaikkan berat badan, mengurangi gejala kembung, Haid
menjadi teratur, mengurangi nyeri haid, dan mengatur keluarnya darah haid, tidak menaikan

13
tekanan darah dengan androgennya. Pil KB dengan dorspirenone dapat memberikan manfaat
tambahan yaitu mengurangi jerawat, dan mempercantik rambut dan kulit

5. Robot Akan Digunakan Untuk Mengobati Orang Sakit

Diagnostik ini robot akan menggunakan penelitian global untuk memberikan pendapat
ahli, beberapa dokter yang akan berani untuk diabaikan. Pelatihan medis akan beralih dari apa
yang orang tahu, untuk mendapatkan data yang akurat yang robot bisa membuat keputusan,
dan menyediakan “high-touch” dukungan emosional. Ahli bedah akan selalu berada pada
premium, bersama-sama dengan tangan-on wali yang akan semakin berbasis masyarakat,
dengan kualifikasi yang sangat khusus.

Operasi remote akan menjadi bagian rutin setiap pusat spesialis rutin. Batas antara
dokter dan perawat akan terus kabur sebagai perawat berwenang untuk membuat lebih banyak
keputusan. Akibatnya pelatihan perawat akan semakin panjang dan perawat kelas atas akan
lebih mahal.

c) Mengenal Lebih Dalam Aneka Alat Kontrasepsi

A. Kontrasepsi Mekanik

1) Alat Kontrasepsi Dalam Rahim

Alat Kontrasepsi dalam Rahim/AKDR/IUD lebih dikenal dengan nama spiral.


Berbentuk alat kecil dan banyak macamnya. Ada yang terbuat dari plastik seperti bentuk huruf
S (Lippes Loop). Ada pula yang terbuat dari logam tembaga berbentuk seperti angka tujuh
(Copper Seven) dan mirip huruf T (Copper T). Selain itu, ada berbentuk sepatu kuda
(Multiload).

“Yang paling terkenal Copper T dan Multiload. Kontrasepsi tersebut jadi pilihan
karena kenyamanannya. Modifikasi terbaru Copper T, yaitu Nova T memiliki keunggulan
lebih lembut,” jelas Andon.

Alat kontrasepsi ini dimasukkan ke dalam rahim oleh dokter dengan bantuan alat.
Benda asing dalam rahim ini akan menimbulkan reaksi yang dapat mencegah bersarangnya sel

14
telur yang telah dibuahi di dalam rahim. Alat ini bisa bertahan dalam rahim selama 2-5 tahun,
tergantung jenisnya dan dapat dibuka sebelum waktunya jika Anda ingin hamil lagi.

2) Spermisida

Kontrasepsi ini merupakan senyawa kimia yang dapat melumpuhkan sampai


membunuh sperma. Bentuknya bisa busa, jeli, krim, tablet vagina, tablet, atau aerosol. Cara
pemakaiannya, sebelum melakukan hubungan seksual, alat ini dimasukkan ke dalam vagina.
Setelah kira-kira 5-10 menit hubungan seksual dapat dilakukan. Penggunaan spermisida ini
kurang efektif bila tidak dikombinasi dengan alat lain, seperti kondom atau diafragma. “Dari
100 pasangan dalam setahun, ada 3 wanita yang hamil. Tapi karena sering salah dalam
pemakaiannya, bisa terjadi sampai 30 kehamilan,” jelas Andon.

Diakuinya, banyak wanita merasa tak nyaman menggunakan spermasida.


“Keluhannya, tidak enak dan timbul alergi,” ujar Andon kemudian. Selain itu, pemakaiannya
agak merepotkan menjelang hubungan senggama. Pasangan pun sulit mencapai kepuasan.

A. Kontrasepsi Hormonal

Kontrasepsi ini menggunakan hormon, dari progesteron sampai kombinasi estrogen


dan progesteron. Penggunaan kontrasepsi ini dilakukan dalam bentuk pil, suntikan, atau susuk.

Pada prinsipnya, mekanisme kerja hormon progesteron adalah mencegah pengeluaran


sel telur dari indung telur, mengentalkan cairan di leher rahim sehingga sulit ditembus sperma,
membuat lapisan dalam rahim menjadi tipis dan tidak layak untuk tumbuhnya hasil konsepsi,
saluran telur jalannya jadi lambat sehingga mengganggu saat bertemunya sperma dan sel telur.

Kontrasepsi Hormonal meliputi:

1) Pil atau Tablet

Pil bertujuan meningkatkan efektifitas, mengurangi efek samping, dan meminimalkan


keluhan. Sebagian besar wanita dapat menerima kontrasepsi ini tanpa kesulitan. Di Indonesia,
jenis ini menduduki jumlah kedua terbanyak dipakai setelah suntikan. Pil ini tersedia dalam

15
berbagai variasi. Ada yang hanya mengandung hormon progesteron saja, ada pula kombinasi
antara hormon progesteron dan estrogen.

Cara menggunakannya, diminum setiap hari secara teratur. Ada dua cara meminumnya
yaitu sistem 28 dan sistem 22/21. Untuk sistem 28, pil diminum terus tanpa pernah berhenti (21
tablet pil kombinasi dan 7 tablet plasebo). Sedangkan sistem 22/21, minum pil terus-menerus,
kemudian dihentikan selama 7-8 hari untuk mendapat kesempatan menstruasi. Jadi, dibuat
dengan pola pengaturan haid (sekuensial).

Pada setiap pil terdapat perbandingan kekuatan estrogenik atau progesterogenik,


melalui penilaian pola menstruasi. Wanita yang menstruasi kurang dari 4 hari memerlukan pil
KB dengan efek estrogen tinggi. Sedangkan wanita dengan haid lebih dari 6 hari memerlukan
pil dengan efek estrogen rendah.

Sifat khas kontrasepsi hormonal yang berkomponen estrogen menyebabkan mudah


tersinggung, tegang, berat badan bertambah, menimbulkan nyeri kepala, perdarahan banyak
saat menstruasi, Sedangkan yang berkomponen progesteron menyebabkan payudara tegang,
menstruasi berkurang, kaki dan tangan sering kram, liang senggama kering.

Penggunaan pil secara teratur dan dalam waktu panjang dapat menekan fungsi
ovarium. Kerugian lainnya, mungkin berat badan bertambah, juga rasa mual sampai muntah,
pusing, mudah lupa, dan ada bercak di kulit wajah seperti vlek hitam. Juga dapat
mempengaruhi fungsi hati dan ginjal. Kecuali itu, kandungan hormon estrogen dapat
mengganggu produksi ASI. Keuntungannya, pil ini dapat meningkatkan libido, sekaligus
untuk pengobatan penyakit endometriosis. Haid menjadi teratur, mengurangi nyeri haid, dan
mengatur keluarnya darah haid. Efektifitas penggunaan pil ini 95-98 persen. Jadi, ada sekitar 7
wanita yang hamil dari 1.000 pasangan dalam setahun.

 Trend dan Issue Keperawatan Maternitas Berbasis Komunitas


Banyaknya kita temui dimasyarakat ibu hamil maupun ibu nifas mengalami kesulitan
dalam merawat diri sendiri pada saat hamil maupun merawat bayi setelah melahirkan., sebagai
seorang perawat yang berkompeten dalam bidang meternitas kita wajib membantu kesulitan
yang dialami oleh ibu hamil maupun ibu nifas diantaranya:

16
a. Ketidak tahuan ibu hamil tentang makanan apa yang harus dikonsumsi pada saat
hamil.
langkah konkrit yang harus kita lakukan jika menemukan hak tersebut kita bisa
melakukan kegiatan pendidikan kesehatan mengenai makanan yang baik
dikonsumsi ibu pada saat hamil
b. Kebingungan ibu nifas jika ASI tidak keluar
Masalah ini sangat sering menimpa ibu dengan dengan kelahiran anak pertama, kita
disini sebagai perawat bisa membantu ibu tersebut mengeluarkan ASI nya salah
satu caranya yaitu dengan perawatan payudara dan pijat oksitosin.

 Trend dan Issue Keperawatan Maternitas Tentang Sistem Pembayaran dan


Asuransi

Di indonesia ada bermacam-macam asuransi yang yang disediakan oleh pemerintah


diantaranya :

a. Jampersal

Jaminan persalinan ( khusus untuk ibu melahirkan ), program jaminan persalinan (


jampersal ) adalah jaminan pembiayaan persalinan yang meliputi pemeriksaan kehamilan,
pertolongan persalinan, pelayanan nifas termasuk pelayanan KB pasca persalinan dan
pelayanan bayi baru lahir. Jampersal diperuntukan bagi seluruh ibu hamil yang belum memiliki
jaminan persalinan.

Sasaran yang dijamin jampersal antara lain :


1. Ibu hamil
2. Ibu bersalin
3. Ibu nifas ( sampai 42 hari setelah melahirkan )
4. Bayi baru lahir ( sampai dengan usia 28 hari, adapun jaminan pembiayaan
meliputi :
1. Pemeriksaan kesehatan
2. Pertolongan persalinan
3. Pelayanan nifas
4. Pelayanan KB pasca persalinan
5. Pelayan bayi baru lahir, peserta progran jampersal adalah saluran ibu hamil
yang belum memiliki jaminan persalinan ( tidak bertanggung didalam kepesertaan

17
ASKES, jamkesmas, jamkesda, jamsostek dan asuransi lainnya ). Pelayanan yang
didapat oleh peserta jampersal meliputi :
1. Pemeriksaan kehamilan ( ANC ) sekurang-kurangnya 4 kali ( 1 kali
ditrimester I, 1 kali di trimester 11, dan 2 kali di trimester 111 )
2. Persalinan normal
3. Pelayanan nifas normal
4. Pelayanan bayi baru lahir normal
5. Pemeriksaan kehamilan resiko tinggi
6. Pelayanan pasca keguguran
7. Persalinan per vaginam dengan tindakan emergensi dasar
8. Pelayanan bayi baru lahir dengan tindakan emergensi dasar
9. Pemeriksaan rujukan kehamilan pada kehamilan resiko tinggi
10. Pengananan rujukan pasca keguguran
11. Penanganan kehamilan ektopik terganggu 9 ( KET )
12. Persalinan dengan tindakan emergensi komprehensif
13. Pelayanan bayi baru lahir dengan tindakan emergensi
komprohensif
14. Pelayan KB pasca persalinan

Pelayanan jampersal tidak mengenal batas wilayah, artinya peserta berhak


mendapatkan pelayanan dimanapun berada dengan menunjukan kartu tanda penduduk ( KTP )
Identitas diri lainnya.

 Trend Keterlibatan Pasien Perawatan Diri dan Fokus Pada Perawatan


Kesehatan

Pasien maternitas biasanya datang ke sistem perawatan kesehatan dalam keadaan baik.
Akibatnya, fokus perawatan mereka ialah meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan, suatu
fokus yang secara khusus sesuai dengan konsep perawatan diri. Kunjungan ke tenaga
perawatan kesehatan memberi mereka kesempatan untuk membahas topik-topik, seperti
penyuluhan gizi, penatalaksanaan stress, upaya berhenti merokok, penanganan ketergantunga
obat dan alkohol, perbaikan dukungan sosial, dan penyuluhan menjadi orangtua.

18
 Trend Dalam Kesuburan Dan Angka Kelahiran

Tren dalam kesuburan dan angka kelahiran mencerminkan kebutuhan wanita akan
perawatan kesehatan. Data statistic terbaru yang tersedia berasal dari tahun 1991. Angka
kelahiran bervariasi menurut kelompok umur dan sebagai contoh, proporsi besar kelahiran
pada rashispanik adalah pada ibu remaja.

 Jumlah Bayi Berata Lahir Rendah

Bayi yang lahirdengan berat kurangdari 2500 gram diklasifikasikan sebagai bayi berat
lahir rendah ( BBLR) dan memiliki resi komortalitas dan morbiditas yang lebih tinggi .dengan
menurun kan jumlah BBLR ,kesehatan bayi akan membaik. proporsi BBLR berbeda menurut
umur dan ras.misalnya,5,8% bayi berkulit putih adalah BBLR,sedangkan pada bayi
amerika-afrika angka tersebut ialah 13,2%.peningkatan yang tetap pada jumlah kelahiran
premature, yakni kelahiran yang terjadi sebelum usia gestasi 38 minggu,menyebabkan angka
BBLR meningkat.walaupunteknik untuk menyelamatkan hidup bayi setelah lahir telah
disempurnakan dan memberikan bayi BBLR kesempatan hidup yang lebih baik,namun jumlah
bayi BBLR dan premature belum menurun.

 Mortalitas Bayi

Beberapa peneliti mengaitkan tingginya angka mortalitas bayi ini dengan terbatasnya
pendidikan ibu, usia ibu yang muda, status tidak menikah, kemiskinan, dan kurangnya
perawatan prenatal. Faktor yang meliputi perawatan prenatal yang kurang, nutrisi yang buruk,
merokok dan penggunaan alcohol, dan kondisi siibu, seperti kesehatan yang buruk dan tekanan
darah tinggi. Oleh karena itu, akses ke program perawatan kesehatan yang menekankan pada
prnyuluhan gizi dan pemberian dukungan, penyuluhan kesehatan dan penyuluhan acara
menjadi orang tua, program berhenti merokok, penanganan penyalagunaan alcohol dan
obat-obatan, perawatan pediatric, imunisasi dan penyuluhan tentang pencegahan kecelakaan
dapat membantu memperkecil kesenjangan angka mortalitas bayi.

 Trend Perawatan Bertehnologi Tinggi

Kemajuan ilmu pengetahuan dan dan angka kehamilan resiko tinggi yang meningkat
membuat sistem perawatan kesehatan menekankan pada perawatan bertekhnologi tinggi.
Namun hal tersebut juga menjadikan adanya kendala bahwa dengan adanya perawatan ini
maka biaya perawatan kesehatan menjadi lebih meningkat.

19
 Akses Perawatan Prenatal

Terdapat peningkatan jumlah wanita yang tidak mendapat perawatan antenatal, selain itu
masih banyak wanita yang mempunyai akses ini tapi terlambat dan hanya datang sesekali
akibatnya 1 dari 3 wanita hamil tidak memperoleh perawatan adekuat. Sehingga akses klien
menjangkau pelayanan kesehatan menurun.

 Trend Keterlibatan Pasien Dalam Perawatan Diri

Berdasarkan perkembangannya klien mulai menuntut informasi dan teknologi kesehatan


yang tinggi. Hal ini dikarenakan masyarakat memiliki kesadaran yang meningkat untuk dapat
menolong dirinya sendiri, sehingga klien akan menjadi lebih aktif untuk mencari bantuan
dalam mengatasi masalah kesehatan yang dihadapinya. Keadaan ini menjadi situasi bahwa
klien datang kearahnya untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan klien. Keadaan ini
sejalan dengan konsep yang ada yang telah dikembangkan oleh orem yaitu konsep self care.

 Perubahan Dalam Praktik Melahirkan

Keperawatan maternitas memainkan peran aktif dalam membentuk sistem perawatan


kesehatan, sehingga sistem tersebut dapat memenuhi kebutuhan klien. Serimg kali ibu hamil
memilih penolong persalinan sesuai dengan daya embang ekonominya. Tempat melahirkan
dapat berupa kamar bersalin dirumah sakit, klinik bersalin, atau dirumah. Melalui perawatan
yabg berpusat pada keluarga, suami, saudara kandung, teman-teman boleh hadir saat
persalinan.

Asuhan keperawatan berubah menjadi keperawatan maternitas kamar tunggal yang


memungkinkan ibu bersalin melahirkan dan menjalani masa pemulihan diruang yang sama.

 Trend Dimasa Depan

Trend terbaru mengidentifikasi bahwa suatu pendekatan baru terhadap kesehatan wanita
selam siklus usia subur sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayinya
secara menyeluruh. Hal tersebut terutama difokuskan pada perawatan preventif.

 Faktor Faktor Mal Praktik Dalam Perawatan Prinatal

Pendokumentasian, pengalaman menolong dan perkembangannya yang kurang jelas


sangat mendorong terjadinya kelalaian yang dilakukan oleh perawat maternitas hasilnya bisa
terjadi cedera pada klien.

20
 Isu etika

Ini merupakan hal unik karena ada 2 pasien yaitu ibu dan janinsehingga harus dilakukan
suatu pertimbangan yang lebih dalam bila akan memutuskan hal-hal yang bersifat etis dalam
hal ini saat berkembang dan mulai dipahami adalah wanita hamil dan melahirkan adalah
pengalaman yang sehat, bukan keadaan yang sakit. Terdapat 6 area yang sering menimbulkan
terjadinya konflik etika. Hal tersebut adalah conflik beetwen mother adn fetus, informed
konsent, confidentiality, cultural conflict, conflicts associated with managed care, conflicts in
childbirth education.

 Keluarga suatu unit kesehatan

Defenisi keluarga meliputi penjelasan tentang struktur, fungsi, unsur, dan ikatan kasih
dalam keluarga. Dikatakan sebgai keluarga apabila orang yang menempati sebuah unit rumah
membentuk suatu rumah tangga. Friedmen(1992) menekankan pentingnya keterlibatan emosi
sebagai karakteristik keluarga. Adapun keluarga tersebut memiliki yaitu fungsi biologis,
ekonomi pendidikan psikologis dan sosial budaya.

d) Temuan Teknologi Terbaru Terkait dengan Keperawatan Maternitas :


1. Biaya Perawatan Kesehatan

Kebutuhan biaya pengeluaran perawatan terus meningkat. Kebanyakan negara bagian


mempertimbangkan pilihan untuk mengekang pembayaran medicaid dengan cara yang sama.
Semua pembayaran swasta menjalankan berbagai cara pembatasan biaya, termasuk pengaturan
perawatan dan insentif khusus untuk konsumen dan pemberi layanan.

2. Alokasi Sumber – Sumber

Dampak dari sistem pembayaran prospektif KBD terhadap biaya rumah sakit untuk ibu dan
bayi risiko tinggi. Meskipun beberapa negara bagian telah memodifikasi struktur pembayaran
untuk pelayanan risiko tinggi.

3. Tidak Layak atau Diasuransikan

Sistem pemberian perawatan kesehatan saat ini telah mengakibatkan banyak masyarakat
yang terdiri dari individu tidak layak dan tidak di asuransikan.

21
4. Pertanggung Jawaban Masalah

Meningkatkan perhatian terhadap keamanan janin selama proses persalinan telah


meningkatkan penggunaan pemantauan janin invasiftes diagnostik bahkan melahirkan secara
sesaria. Meskipun kebutuhan terhadap pelayanan dan yang menyediakan meningkat namun
krisis pertanggung jawaban asuransi telah menyebabkan kemerosotan dalam ketersediaan
praktisi umum dan spesialis.

5. Kemajuan Teknologi

Kemajuan teknologi yang kompleks dan penemuan-penemuan ilmiah telah mengubah


lingkup perawatan maternitas.

6. Populasi Khusus

Kecenderungan imigrasi untuk tinggal dalam daerah kota khusus dan keinginan untuk
mempertahankan identitas etnik dan budayanya telah menciptakan banyak klien dan keluarga
dengan latar belakang dan kebutuhan yang berbeda. Masalah yang berhubungan dengan
keperawatan kesehatan pada polusi ini meliputi hambatan bahasa, kurangnya pengetahuan atau
pemahaman dan keunikan keyakinan kesehatan atau praktik-praktik yang mempengaruhi
perilaku yang diambil selama periode prenatal, intranatal, dan postnatal.

7. Partisipasi Konsumen

Konsumen mempunyai beberapa harapan untuk persalinan yang lebih spesifik, proses
persalinan, dan pengalaman postpartum khusus, seperti pendekatan yang berpusat pada
keluarga dalam proses kelahiran anak dan pengurangan intervensi medis.

8. Perluasan Peran untuk Profesional Perawatan Kesehatan

Kompleksitas teknologi baru dan pendekatan baru pada perawatan obstektrik telah
menempatkan kebutuhan yang sangat besar pada kebutuhan perawatan yang diberikan
perawat. Pendidikan berkelanjutan melalui kelas formal, workshop, seminar, dan bacaan
profesional adalah penting.

9. Masalah - Masalah Moral atau Etis

22
Kemajuan teknologi mengakibatkan terjadinya banyak dilema moral dan etis kepada
perawat obstetrik. Perluasan bidang genetik yang terdiri atas penelitian, skrining, teknik, dan
konseling, menimbulkan masalah moral, legal, dan etis terhadap individu dan masyarakat.

23
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Keperawatan maternitas merupakan salah satu bentuk pelayanan keperawatan profesional


yang ditujukan kepada wanita pada masa usia subur (WUS) berkaitan dengan system
reproduksi, kehamilan, melahirkan, nifas, antara dua kehamilan dan bayi baru lahir sampai
umur 40 hari, beserta keluarganya, berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dalam
beradaptasi secara fisik dan psikososial untuk mencapai kesejahteraan keluarga dengan
menggunakan pendekatan proses keperawatan.

Setiap individu mempunyai hak untuk lahir sehat maka setiap individu berhak
mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Keperawatan ibu menyakini bahwa
peristiwa kelahiran merupakan proses fisik dan psikis yang normal serta membutuhkan
adaptasi fisik dan psikososial dari individu dan keluarga. Keluarga perlu didukung untuk
memandang kehamilan sebagai pengalaman yang positif dan menyenangkan.

Upaya mempertahankan kesehatan ibu dan bayinya sangat membutuhkan partisipasi aktif
dari keluarganya dan masyarakat; merencanakan dan melaksanakan tindakan untuk mengatasi
masalah-maslah klien, keluarga dan masyarakat; serta memberikan dukungan pada potensi
yang dimiliki klien dengan tindakan keperawatan yang tepat. Keberhasilan penerapan asuhan
keperawatan memerlukan kerjasama tim yang terdiri dari pasien, keluarga, petugas kesehatan
dan masyarakat.

Dalam memberikan asuhan keperawatan diperlukan kebijakan umum


kesehatan(terintegrasi) yang mengatur praktek, SOP/standar operasi prosedur , etik dan
profesionaliame, keamanan, kerahasiaan pasien jaminan informasi yang diberikan. Perawat
memiliki komitmen menyeluruh tentang perlunya mempertahankan privasi dan kerahasiaan
pasien sesuai kode etik keperawatan.

Asuhan keperawatan yang diberikan bersifat holistik dengan selalu menghargai klien
dan keluarganya serta menyadari bahwa klien dan keluarganya berhak menentukan perawatan
yang sesuai untuk dirinya. Perawat mengadakan interaksi dengan klien untuk mengkaji

24
masalah kesehatan dan sumber-sumber yang ada pada klien, keluarga dan masyarakat;
merencanakan dan melaksanakan tindakan untuk mengatasi masalah-maslah klien, keluarga
dan masyarakat; serta memberikan dukungan pada potensi yang dimiliki klien dengan tindakan
keperawatan yang tepat. Keberhasilan penerapan asuhan keperawatan memerlukan kerjasama
tim yang terdiri dari pasien, keluarga, petugas kesehatan dan masyarakat.

25
DAFTAR PUSTAKA

Ali, Zaidin. 2002. Dasar- Dasar Keperawatan, Profesional. Widya Medika : Jakarta

Deitra Leonard Lowdermik, dkk. 1999. Maternity Nursing, fifth edition. St.Louis: Mosby

Emily Slone McKinney, dkk. 2000. Maternal-Child Nursing. W.B.Saunders Company.

https://tintahmerah.wordpress.com/2015/05/22/issue-dan-trens-keperawatan-maternitas/

Padila. 2014 . Keperawatan Maternitas . Yogyakarta: Nuha Medika

http://documents.tips/documents/trend-dan-issue-dalam-keperawatan-maternitas-docx.html

26