Anda di halaman 1dari 10

Makalah BKTK dan Korosi

Korosi Pada Rantai Roll O’Pack

Disusun oleh :

Septian Bagus Prasetyo (2016710450041)

Rifda Maugi Kurniawan (201671


PENDAHULUAN

Dalam bahasa sehari-hari korosi dikenal dengan perkaratan yakni sesuatu yang hampir dianggap
sebagai musuh umum masyarakat. Karat adalah sebutan bagi korosi pada besi, padahal korosi merupakan
gejala destruktif yang mempengaruhi hampir semua logam.
Baja merupakan logam paduan, dimana logam besi sebagai unsur dasar yang kemudian
dipadukan dengan beberapa elemen lainnya. Besi adalah salah satu dari banyak jenis logam yang sering
kita temui mengalami korosi, dan perlu diketahui bahwa logam itu paling awal menimbulkan korosi
serius. Karena itu tidak mengherankan bila istilah korosi dan karat hampir dianggap sama. Korosi dikenal
merugikan karena bersifat merusak logam dan membahayakan. Oleh karena itu, pada makalah ini saya
akan mencoba menjelaskan penyebab terjadinya korosi pada rantai roll o’pact di pabrik saya, serta
bagaimana cara mencegahnya.
Pengertian Besi dan Korosi

 Besi
Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak digunakan untuk
kehidupan manusia sehari-hari dari yang bermanfaat sampai dengan yang merusakkan. Dalam tabel
periodik, besi mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26. Besi juga mempunyai nilai ekonomis yang
tinggi.
Besi adalah logam yang paling banyak dan paling beragam penggunaannya

Hal itu karena beberapa hal, diantaranya:

 Kelimpahan besi di kulit bumi cukup besar.


 Pengolahannya relatif mudah dan murah, dan
 Besi mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan dan mudah dimodifikasi.

Salah satu kelemahan besi adalah mudah mengalami korosi. Korosi menimbulkan banyak
kerugian karena mengurangi umur pakai berbagai barang atau bangunan yang menggunakan besi atau
baja. Sebenarnya korosi dapat dicegah dengan mengubah besi menjadi baja tahan karat (stainless steel),
akan tetapi proses ini terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan besi.
Korosi besi memerlukan oksigen dan air. Berbagai jenis logam contohnya Zink dan Magnesium dapat
melindungi besi dari korosi.

 Korosi
Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan
berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Dalam
bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi.
Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. Karat
logam umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3.nH2O, suatu
zat padat yang berwarna coklat-merah.

Korosi merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi itu berlaku
sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi.

Fe(s) <--> Fe2+(aq) + 2e-

Elektron yang dibebaskan di anode mengalir ke bagian lain dari besi itu yang bertindak sebagai katode, di
mana oksigen tereduksi :
O2(g) + 4H+(aq) + 4e- <--> 2H2O(l)
Atau
O2(g) + 2H2O(l) + 4e- <--> 4OH-(aq)

Ion besi(II) yang terbentuk pada anode selanjutnya teroksidasi membentuk ion besi(III) yang
kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi, yaitu karat besi. Mengenai bagian mana dari besi itu
yang bertindak sebagai anode dan bagian mana yang bertindak sebagai katode, bergantung pada berbagai
faktor, misalnya zat pengotor, atau perbedaan rapatan logam itu.
Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena logam bereaksi secara kimia
atau elektrokimia dengan lingkungan. Ada definisi lain yang mengatakan bahwa korosi adalah kebalikan
dari proses ekstraksi logam dari bijih mineralnya. Contohnya, bijih mineral logam besi di alam bebas ada
dalam bentuk senyawa besi oksida atau besi sulfida, setelah diekstraksi dan diolah, akan dihasilkan besi
yang digunakan untuk pembuatan baja atau baja paduan. Selama pemakaian, baja tersebut akan bereaksi
dengan lingkungan yang menyebabkan korosi (kembali menjadi senyawa besi oksida).
Deret Volta dan hukum Nernst akan membantu untuk dapat mengetahui kemungkinan terjadinya korosi.
Kecepatan korosi sangat tergantung pada banyak faktor, seperti ada atau tidaknya lapisan oksida, karena
lapisan oksida dapat menghalangi beda potensial terhadap elektroda lainnya yang akan sangat berbeda
bila masih bersih dari oksida.
Penyebab korosi dan Pengendalian korosi

 Penyebab korosi
Faktor yang berpengaruh terhadap korosi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang berasal dari
bahan itu sendiri dan dari lingkungan.
Faktor dari bahan meliputi :

- Kemurnian bahan. - Struktur bahan.


- Bentuk kristal. - Teknik pencampuran bahan dan sebagainya.
- Unsur – unsur kelumit yang ada dalam bahan.

Faktor dari lingkungan meliputi :

- Tingkat pencemaran udara. - Suhu.


- Kelembaban. - Keberadaan zat – zat kimia yang bersifat korosif.
- Metalurgi (efek galvanic coupling dan perbedaan permukaan), dan sebagainya.

Bahan-bahan korosif (yang dapat menyebabkan korosi) terdiri atas asam, basa serta garam, baik
dalam bentuk senyawa an-organik maupun organic. Penguapan dan pelepasan bahan-bahan korosif ke
udara dapat mempercepat proses korosi. Udara dalam ruangan yang terlalu asam atau basa dapat
memeprcepat proses korosi peralatan elektronik yang ada dalam ruangan tersebut. Flour, hidrogen
fluorida beserta persenyawaan-persenyawaannya dikenal sebagai bahan korosif. Dalam industri, bahan ini
umumnya dipakai untuk sintesa bahan-bahan organik. Ammoniak (NH3) merupakan bahan kimia yang
cukup banyak digunakan dalam kegiatan industri. Pada suhu dan tekanan normal, bahan ini berada dalam
bentuk gas dan sangat mudah terlepas ke udara.

 Pengendalian korosi
Korosi besi memerlukan oksigen dan air. Kemudian, kita ketahui bahwa berbagai jenis senyawa
dan logam lain dapat melindungi besi terhadap korosi.
Cara-cara pencegahan korosi besi:

- Mengecat. - Tin plating (pelapisan dengan timah)


- Melumuri dengan oli atau gemuk. - Galvanasi (pelapisan dengan zink)
- Dibalut dengan plastik. - Cromium plating (pelapisan dengan krom)
- Sacrificial protection (pengorbanan anode).
Lemari Roll O’Pack

Lemari roll o’pack adalah lemari yang bisa digeser, yang berisikan susunan rak – rak
sebagai tempat penyimpanan. Lemari roll o’pack biasa digunakan dalam industri sebagai tempat
penyimpanan dokumen. Lemari roll o’pack merupakan lemari yang terbuat dari baja pilihan.
Lemari arsip roll o pack atau mobile file ini terdiri dari 2 tipe yaitu tipe mekanik dan tipe
manual. Roll o pack Tipe manual digerakan dengan roda mekanik yang terletak pada dasar
lemari dengan menggunakan pelindung sehingga anti slip dan dilengkapi dengan handle yang
terbuat dari stainless steel sehingga memudahkan untuk menggerak - gerakan lemari. Lemari ini
menggunakan sistem perlindungan ganda sehingga tidak mudah untuk lepas dari rel. Tipe
mekanik menggunakan sistem dengan tuas handle putar yang terbuat dari baja sehingga proses
pemindahan lemari sangatlah mudah dan nyaman. Sistem roda dilengkapi dengan pengaman
sehingga pada proses penggerakan lemari tidak terjadi slip atau anti slip. Dengan menggunakan
sistem pengecatan powder coating dan menggunakan kimia anti karat pada proses pre treatment,
lemari arsip ini sangatlah tahan terhadap serangan karat. Akan tetapi, rantai pada bagian bawah
lemari yang berfungsi sebagai penggeser sering sekali mengalami korosi/karat. Seperti kasus
yang terjadi di perusahaan saya, dimana rantai roll o’pack mulai berkarat.
Pembahasan dan Kesimpulan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya mengenai korosi, pada kasus korosi rantai lemari
ini,terjadi akibat adanya reaksi antar ion – ion dan juga antar elektron. Anoda yang merupakan bagian dari
permukaan logam (rantai) , dimana besi akan terlarut. Reaksinya :
Fe 2Fe2+ + 4e-
Dengan kata lain, ion – ion besi Fe2+ akan melarut dan elektron – elektron e- akan tetap tinggal
pada logam. Katoda adalah bagian permukaan logam, dimana elektron – elektron 4e- akan bereaksi
dengan O2 dan H2O.
O2 + H2O + 4e- 4OH-
Ion – ion 4OH- di anoda akan bergabung dengan ion 2Fe2+ dan membentuk 2Fe(OH)2. Oleh
kehadiran zat asam dan air, maka terbentuk karat Fe2O3.
Reaksi korosinya :

a. Anoda : Fe(s) 2Fe2+ + 4e-


Katoda : 2H+ + 2e- H2
2H2O + O2 + 2e- 4OH-
b. 2H+ + 2H2O + O2 + 3Fe 3Fe2+ + 4OH- + H2
Fe(OH)2 oleh O2 di udara dioksidasi menjadi Fe2O3.nH2O.
Faktor yang mempengaruhinya :
1. Temperatur
Pada lingkungan temperatur tinggi, laju korosi yang terjadi lebih tinggi dibandingkan dengan
temperatur rendah, karena pada temperatur tinggi kinetika reaksi kimia akan meningkat. Gambar berikut
menunjukkan pengaruh temperatur terhadap laju korosi pada Fe. Semakin tinggi temperatur, maka laju
korosi akan semakin meningkat, namun menurunkan kelarutan oksigen. Sehingga pada suatu sistem
terbuka, diatas suhu 800C, laju korosi akan mengalami penurunan karena oksigen akan keluar sedangkan
pada suatu sistem tertutup, laju korosi akan terus menigkat karena adanya oksigen yang terlarut.

2. Kelembaban
Apabila kelembaban relatif tinggi, sel-sel aerasi diferensial mini dapat terbentuk di bawah debu
atau partikel-partikel kasar yang menempel pada permukaan logam. Akibatnya, permukaan logam akan
dipenuhi dengan produk korosi yang menutupi lubang-lubang korosi

3. Metalurgi
Faktor metalurgi adalah pada material itu sendiri. Apakah suatu logam dapat tahan terhadap
korosi, berapa kecepatan korosi yang dapat terjadi pada suatu kondisi, jenis korosi apa yang paling mudah
terjadi, dan lingkungan apa yang dapat menyebabkan terkorosi, ditentukan dari faktor metalurgi tersebut.
Faktor metalurgi sendiri terdiri dari :
 Permukaan logam
Permukaan logam yang lebih kasar akan menimbulkan beda potensial dan memiliki kecenderungan
untuk menjadi anode yang terkorosi.
 Efek Galvanic Coupling
Kemurnian logam yang rendah mengindikasikan banyaknya atom-atom unsur lain yang terdapat pada
logam tersebut sehingga memicu terjadinya efek Galvanic Coupling , yakni timbulnya perbedaan
potensial pada permukaan logam akibat perbedaan E° antara atom-atom unsur logam yang berbeda dan
terdapat pada permukaan logam dengan kemurnian rendah. Efek ini memicu korosi pada permukaan
logam melalui peningkatan reaksi oksidasi pada daerah anode.

Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk memperlambat proses terjadinya korosi pada rantai ini
adalah dengan cara melumuri oli atau gemuk. Dengan adanya lapisan oli pada rantai, dapat mengurangi
gesekan yang terjadi pada permukaan rantai, serta dapat mencegah baik oksigen maupun air bereaksi
langsung terhadap rantai.
Daftar Pustaka

https://fitransyah.wordpress.com/2013/07/25/korosi-udara/

http://www.agungfirdausi.my.id/2012/04/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-korosi.html

http://www.rollopack.com/

http://premordiya19.blogspot.co.id/2014/12/korosi.html#.WNfmKdJ97Mw

http://www.academia.edu/8316389/MAKALAH_KOROSI

http://www.google.com