Anda di halaman 1dari 1

Nama : Aulia Normasari

NIM : 1608010116
Buah Jeruk ( Citrus reticulata )

Buah jeruk merupakan tanaman asli Melayu tetapi sekarang penyebarannya sangat
luas hampir disemua daerah tropis dan subtropis di dunia. Buah jeruk memiliki berbagai
manfaat seperti menurunkan risiko stroke, menurunkan tekanan darah, mencegah kerusakan
kulit, melancarkan pencernaan, mengobati sariawan, serta dapat mencegah kanker. Kanker
dapat dicegah dengan kemoterapi, namun efek dari kemoterapi dapat semakin merusak sel
normal pada jaringan yang normal sehingga peneliti mencari alternatif terapi seperti ekstrak
kulit jeruk keprok yang memiliki fungsi sebagai anti karsinogenik, anti tumor, anti
invasif dan anti metastasis. Kandungan yang ada pada kulit jeruk, seperti Tangeraxanthin,
Tangeritin, Terpinen-4-ol, Terpineolene, Tetradecanal, Threonine, Thymol, Thymyl- methyl-
ether, Tryptophan, Tyrosine, Nobiletin, Cis-3-hexenol, Cis-carveol, Citric-acid, Citronellal,
Citronellic-acid, Citronellyl-acetate, Cystine, Decanal, Decanoic- acid, dan Decanol.
Senyawa dalam kulit jeruk Keprok (Citrus reticulata) yang telah dilakukan penelitian
mengenai aktivitas anti kankernya adalah tangeritin dan nobiletin. Tangeritin merupakan
senyawa methoxyflavone yang mempunyai potensi sebagai agen antikanker. Berdasarkan
jurnal Efek Pemberian Ekstrak Kulit Jeruk Keprok (Citrus Reticulata) terhadap Cell-
Cycle G1 Arrest dan Apoptosis pada sel kultur Retinoblastoma menunjukkan peniadaan
terhadap sel kanker dengan menginduksi apoptosis pada sel kultur retinoblastoma. Metode
penelitiannya yaitu sel kultur retinoblastoma dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok
kontrol, kultur+ekstrak kulit jeruk keprok dosis 10mg/mL, kultur+ekstrak kulit jeruk keprok
dosis 20mg/mL dan kultur+ekstrak kulit jeruk keprok dosis 40mg/mL. Diinkubasi selama 72
jam lalu dilakukan pengecatan dengan propidium iodide untuk diperiksa menggunakan
flowcitometry. Hasil pemeriksaan dengan flowcitometry berupa gambaran histogram dari
siklus sel dan apoptosis. Sel kultur retinoblastoma pada fase G1/S, kelompok kontrol
(15,03±3,03), kelompok ekstrak kulit jeruk keprok dosis 10mg/mL (12,47±2,51), 20mg/mL
(12,30±1,33) dan 40mg/mL (10,80±1,52) (p=0,027) menunjukkan bahwa ekstrak kulit jeruk
keprok tidak menginduksi G1 arrest. Pada data apoptosis, kelompok kontrol (35,0±3,96),
kelompok ekstrak kulit jeruk keprok dosis 10mg/mL (33,63±0,88), 20mg/mL
(38,48±8,96) dan 40mg/mL (64,42±2,09) (p=0,000) menunjukkan bahwa pemberian ekstrak
kulit jeruk keprok menginduksi apoptosis pada sel kultur retinoblastoma. Tangeritin dapat
menghambat aktivitas sel kanker pada fase G1 sehingga siklus selnya terhambat. Polimetoksi
flavonoid (tangeretin) yang terdapat pada kulit jeruk, dapat menginduksi G1 arrest dengan
adanya peningkatan ekspresi CDK inhibitors seperti p27, p21 pada colon cancer cell line
(COLO 205). Nobiletin merupakan senyawa polymethoxyflavon yang pertama kali di uji
aktivitas antikanker secara in vivo. Nobiletin dapat menghambat kerja COX-2 dengan cara
inhibisi pada murine macrophage dan dapat menghambat induksi kanker kulit oleh
dimethylbenz[a]antracen. Nobiletin juga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker prostate
dengan nilai IC50 100 μM. Nobiletin dan menginduksi Cells arrest. Pada sel kanker payudara
dan colorectal carcinoma, Tangeretin memiliki IC50 37 uM dan IC50 100 uM sedangkan
Nobiletin, efek antiproliferatif pada sel kanker yang sama menunjukan aktivitas yang lebih
tinggi dengan IC50 30 uM dan IC50 40 uM.