Anda di halaman 1dari 4

PANDUAN PENGOPERASIAN CCTV

BAB I
DEFINISI
CCTV adalah singkatan dari Closed Circuit Television. Fungsi CCTV ini bisa untuk
memantau dan mengambil gambar berupa video atau berarti merekam dalam bentuk video.
CCTV membutuhkan DVR, LCD monitor, dan kabel cctv coaxical untuk bekerja secara
sinergi.
CCTV merupakan sebuah perangkat kamera video digital yang digunakan untuk
mengirim sinyal ke layar monitor di suatu ruang atau tempat tertentu. Hal tersebut
memiliki tujuan untuk dapat memantau situasi dan kondisi tempat tertentu, sehingga dapat
mencegah terjadinya kejahatan atau dapat dijadikan sebagai bukti tindak kejahatan yang
telah terjadi. Pada umumnya CCTV seringkali digunakan untuk mengawasi area public.
BNC (Bayonet Neill Concelman) connector adalah tipe konektor RF yang pada
umumnya dipasang pada ujung kabel coaxial, sebagai penghubung
dengan kamera CCTV dan alat perekam (DVR) maupun secara langsung ke monitor
CCTV.
Kehilangan adalah suatu keadaan individu yang berpisah dengan sesuatu yang
sebelumnya ada, kemudian menjadi tidak ada, baik terjadi sebagian atau keseluruhan
(Lambert dan Lambert,1985,h.35).
BAB II
RUANG LINGKUP
a. Panduan ini diterapkan dalam pengoperasian CCTV di Rumah Sakit.
b. Pelaksana panduan ini untuk meningkatkan keamanan di Rumah Sakit.
c. Pemasangan kamera CCTV dengan tujuan untuk memonitor kejadian yang ada di
rumah sakit, baik pada saat terjadinya kejadian maupun kejadian yang lalu.
d. Penempatan kamera CCTV ditempatkan pada tempat-tempat yang rawan terjadinya
permasalahan.
e. Proses pemantauan CCTV diantaranya memonitor, memutar kembali rekaman, dan
menyimpan rekaman tersebut sebagai data penting Rumah Sakit.

BAB III
TATA LAKSANA
A. Pemasangan CCTV di Rumah Sakit diantaranya, Ruang Rawat inap, Ruang Bayi,
Pintu Masuk Ruang bersalin, Pintu Masuk Rumah Sakit, Poliklinik, IGD, Ruang
Intensiv, Ruang penunggu pasien, Ruang tunggu, Gizi.
B. Pemantauan CCTV di Ruang yang terdapat monitor dimonitor oleh pemilik ruang dan
koordinasi dengan petugas keamanan apabila terjadi kejadian.
C. Monitoring CCTV di Pos Satpam aktif selama 24 jam dan penyimpanan data apabila
terjadi kejadian di Rumah Sakit.
D. Inspeksi terhadap CCTV setiap bulan dengan tujuan apabila terjadi permasalahan pada
CCTV untuk diperbaiki oleh pihak IPFNM

BAB IV
DOKUMENTASI
a. Pendokumentasian kejadian terekam CCTV pada buku kejadian terekam CCTV.
b. Pendokumentasian kerusakan CCTV pada laporan Inspeksi CCTV.

RSKIA ANNISA
DIREKTUR,

Dr. Rahmat Sauqi