Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH ENTREPRENEUR

Bapak Reza Nurhilman


Pengusaha Keripik “Maicih”
Di
Bandung Jawa Barat

Disusun Oleh
Gian Mardhiansyah NIM.141424015
Raden Ahmad Fadhilah NIM.141424025

Kelas 4-D4 Teknik Kimia Kimia Produksi Bersih

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang dengan rahmat serta
karunia-Nya Laporan Wawancara Entrepreneur ini dapat diselesaikan dengan tepat
waktu. Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah agar para pembaca lebih memahami
tentang Berwirausaha.
Dalam pembuatan laporan ini tentu banyak hambatan dan rintangan, diantaranya
adalah pada pencarian interviewee serta waktu yang sangat terbatas dalam menyusun
laporan, dan hal-hal lainnya yang mungkin tidak perlu disebutkan. Ucapan terima kasih
penulis untuk pihak-pihak yang telah membantu dalam pembuatan laporan, terutama
kepada teman-teman yang membantu dalam proses penyelesaian laporan ini, selanjutnya
terima kasih kepada dosen yang telah membimbing.
Kritik dan saran yang bersifat membangun penulis perlukan demi kesempurnaan
laporan ini. Mudah-mudahan laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Bandung, Mei 2017

Penulis

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada setiap tahun, diperkirakan tumbuh 750 ribu lulusan pendidikan tinggi baru dari
berbagai tingkatan di Indonesia. Banyaknya lulusan pendidikan tinggi di Indonesia ini
tidak diimbangi dengan meningkatnya lapangan pekerjaan sehingga menyebabkan
banyaknya pengangguran yang sebenarnya adalah lulusan pendidikan tinggi. Untuk
mempersiapkan mahasiswanya agar mampu memiliki jiwa kewirausahaan (tidak
bergantung ketika lulus harus selalu memperoleh pekerjaan) maka Jurusan Teknik Kimia
Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) mengadakan mata kuliah Pendidikan
Kewirausahaan.
Mata kuliah kewirausahaan bertujuan untuk melatih mahasiswa jurusan teknik
kimia agar siap dalam mengelola dan menciptakan lapangan pekerjaan baru melalui cara
berwirausaha. Melalui mata kuliah kewirausahaan, diharapkan mahasiswa jurusan teknik
kimia mampu memiliki pilihan alternatif agar menjadi lulusan yang produktif selain
dengan melalui bekerja pada suatu instansi / perusahaan.
Untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada setiap mahasiswa, maka diadakan
kegiatan bertajuk Studi Literatur Tokoh Entrepreneur.

1.2 Tujuan
Tujuan dari studi literatur entrepreneur yaitu :
1. Memperluas ilmu pengetahuan dalam bidang kewirausahaan
2. Mengetahui kiat-kiat sukses menjadi entrepreneur

4
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Entrepreneur
Entrepreneurship mempunyai lingkup yang cukup luas dan dinamis sifatnya. Adapun yang
menjadi titik berat dari definisi kewirausahaan yang telah disebutkan di atas, ialah adanya
proses dan sesuatu yang baru sebagai hasil kreatifitas yang disertai dengan risiko tertentu.

Dengan demikian sebenarnya aktivitas kewirausahaan tidak hanya berada dalam


tataran micro economy, melainkan masuk juga sebagai pemain ekonomi makro. Dominasi
aspek ekonomi yang melekat pada aktivitas kewirausahaan nampaknya menjadi salah satu
penyebab beberapa pakar yang senantiasa mengaitkan kewirausahaan dengan kegiatan usaha
secara praktis dan pragmatis.

Sejauh ini, juga telah terdapat definisi mengenai entrepreneurship yang


mepertimbangkan perspektif bisnis manajerial dan personal. Stevenson, Roberts, dan
Grousbeck (1994) memandang entrepreneurship sebagai suatu pendekatan manajemen dan
mendefinisikannya sebagai “pengejaran peluang tanpa memperhatikan sumber daya yang
dikendalikan saat ini”. Schraam (2006) mendefinisikan entrepreneurship sebagai proses
seseorang atau sekelompok orang memikul resiko ekonomi untuk menciptakan organisasi baru
yang akan mengeksploitasi teknologi baru atau proses inovasi yang menghasilkan nilai untuk
orang lain. Baringer&Ireland (2008) medefinisikan entrepreneurship sebagai proses seorang
individu mengejar peluang tanpa memperhatikan sumber daya yang dimiliki saat ini.

2.2 Pengertian Human Capital

Menurut Becker, human capital adalah bahwa manusia bukan sekedar sumber daya namun
merupakan modal (capital) yang menghasilkan pengembalian (return) dan setiap pengeluaran
yang dilakukan dalam rangka mengembangkan kualitas dan kuantitas modal tersebut
merupakan kegiatan investasi.

Menurut Davenport, human capital sebagai seluruh usaha yang dibawa tenaga kerja untuk
diinvestasikan dalam pekerjaan mereka. Termasuk juga di dalamnya kemampuan, tingkah
laku, semangat dan waktu.

5
Menurut Stewart, human capital merupakan lifeblood dalam modal intelektual, sumber dari
innovation dan improvement, tetapi merupakan komponen yang sulit untuk diukur. Human
capital mencerminkan kemampuan kolektif perusahaan untuk menghasilkan solusi terbaik
berdasarkan pengetahuan yang dimiliki oleh orang-orang yang ada dalam perusahaan tersebut,
di mana akan meningkat jika perusahaan mampu menggunakan pengetahuan yang dimiliki oleh
karyawannya.

Menurut James Hatch (Enterprise Magazines, 15 Novermber 1999) mendefinisikan human


capital sebagai segala sesuatu mengenai manusia (tenaga kerja), intelektual, pengetahuan, dan
pengalaman mereka. Tenaga kerja adalah usaha fisik atau mental yang dikeluarkan karyawan
untuk mengolah produk dan menyediakan jasa.

Menurut Fitzens, (2000) pengertian human capital dapat dijelaskan sebagai suatu kombinasi
dari faktor-faktor sebagai berikut:

1. Sifat-sifat seseorang yang dibawanya sejak lahir ke dalam pekerjaan, inteligensi,


energi, sikap yang secara umum positif, reabilitas, dan komitmen.
2. Kemampuan seseorang untuk belajar, bakat, imajinasi, kreativitas, dan apa yang sering
disebut sebagai street smart (akal kecerdasan).
3. Motivasi seseorang untuk berbagi informasi dan pengetahuan, semangat tim dan
orientasi tujuan.

2.3 Social Capital

Modal sosial atau social capital merupakan satu terminologi baru yang dikembangkan oleh
ahli-ahli sosial untuk memperkaya pemahaman kita tentang masyarakat dan komunitas. Modal
sosial menjadi khasanah perdebatan yang menarik bagi ahli-ahli sosial dan pembangunan
khususnya awal tahun 1990-an. Teori tentang modal sosial ini pada awalnya dikembangkan
oleh seorang sosiolog Perancis bernama Pierre Bourdieu, dan oleh seorang sosiolog Amerika
Serikat bernama James Coleman. Bourdieu menyatakan ada tiga macam modal, yaitu modal
uang, modal sosial, dan modal budaya, dan akan lebih efektif digunakan jika diantara ketiganya
ada interaksi sosial atau hubungan sosial. Modal sosial dapat digunakan untuk segala
kepentingan, namun tanpa ada sumber daya fisik dan pengetahuan budaya yang dimiliki, maka
akan sulit bagi individu-individu untuk membangun sebuah hubungan sosial. Hubungan sosial
hanya akan kuat jika ketiga unsur diatas eksis (Hasbullah, 2004:9).

6
Dalam modal sosial selalu tidak terlepas pada tiga elemen pokok yang ada pada modal sosial
yang mencakup :

a) Kepercayaan/Trust (kejujuran, kewajaran, sikap egaliter, toleransi, dan kemurahan hati)

b) Jaringan Sosial/Social Networks (parisipasi, resiprositas, solidaritas, kerjasama)

c) Norma/norms (nilai-nilai bersama, norma dan sanksi, aturan-aturan)

2.4 Financial Capital

7
BAB III
REZA NURHILMAN (FOUNDER MAICIH)
3.1 Human Capital
a) Profil umum

Tokoh yang Sukses memanfaatkan marketing melalui media Jejaring Sosial

Biodata Owner Maicih :


Nama : Reza Nurhilman
Tempat Lahir : Bandung
Tanggal Lahir : 29 September 1987
Pendidikan Terakhir : Manajemen Universitas Kristen Maranatha

Profil Produk :
1. Keripik singkong pedas ( level 3,5,10)
2. Baso Goreng
3. Gurilem
4. Seblak

Profil Bisnis :
Dengan Tagline : “ For Ichiher With Love “ maicih ingin tampul dekat dengan para
penggemarnya, selalu memanjakan penggemarnya di seantero nusantara dengan cita rasa
yang berkualitas.

Kondisi masa lalu Reza sesuai dengan teori Wirausaha Kirznerian, di mana ada unsur
ekonomi, sosiologi, psikologi, dan perilaku berdasarkan pengalaman masa lalu dan
kondisinya saat itu. Kondisi Reza pasca SMA yang bekerja serabutan pun menjadi faktor
seseorang memliki motif wirausaha. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Hendro &
Chandra W.W (2006, p103-106), yakni ada beberapa aspek yang mempengaruhi keinginan
seseorang untuk memilih jalur wirausaha sebagai jalan hidupnya, salah satunya, merupakan
pengaruh pengalaman hidup dari kecil hingga dewasa, baik oleh lingkungan ataupun
keluarga.

8
Kerja keras dan inovasinya yang luar biasa menjadikan produknya sangat fenomenal di
Indonesia. Pasar marketing yang dibidikpun unik dan inovatif, mengikuti perkembangan
zaman yang memanfaatkan jejaring sosial twitter untuk media informasi keberadaan
produknya. Reza mengetahui betul bagaimana cara mengemas dan memasarkan produk
yang sebetulnya umum di masyarakat agar lebih bernilai dan kemudian dinikmati banyak
orang. Sesuai dengan apa dikemukakan oleh Hendro dan Chandra dalam bukunya Be a
Smart and Good Entrepreneur (2006,p.21) mengenai wirausahawan, Reza menggunakan
segala pengetahuan, kemampuan, pengalaman, jaringan, informasi yang didapat, sumber–
sumber yang ada (uang, bakat, lingkungan, keluarga, dan lain–lain), waktu, masa depan,
dan kesempatan. Meskipun usianya baru berumur 26 tahun, namun dia mampu
memaksimalkan sumber daya yang dimilikinya, sebagaimana motto dalam judul bukunya:
sikap, keyakinan, dan totalitas

3.2 Social Capital


Jiwa wirausaha yang tidak hanya menciptakan kesejahteraan bagi dirinya tapi juga lingkungan
sekitarnya, dijalankan oleh Reza dan Republik Maicih yakni bekerja sama dengan warga
setempat di sebuah kampong di Bandung, Jawa Barat untuk memproduksi Maicih. Hasilnya,
warga merasakan perubahan yang signifikan dan taraf hidup yang lebih baik karena jika dulu
penjualan sehari hanya 100 buah, sekarang setelah bermitra, penjualan sehari dapat mencapai
2.000 buah. Motto tersebut dia maksudkan adalah bahwa dia berharap kepercayaan pelanggan
terjaga dan kekompakan tim pemasaran tetap berlangsung. Loyalitas terhadap keripik Maicih
ini mendorong mereka membentuk satu komunitas yang bernama Icihers.

Tidak berhenti di sana saja, Reza juga menulis sebuah buku berjudul “Revolusi Pedas
Sang Presiden Maicih”. Melalui buku tersebut, Reza ingin mengubah paradigma seseorang
dalam mencapai kesuksesan. Dia ingin menginspirasi semua anak muda Indonesia untuk
berjuang meraih impian. Hal tersebut tidak bisa dilepas dari kondisi dulu keluarga Reza yang
merupakan bungsu dari tiga bersaudara di mana hingga SMP, Reza dibesarkan oleh orangtua
angkatnya di Cimahi. Reza tidak memiliki figur seorang ayah dan hanya ibu sebagai tulang
punggung keluarga untuk mencukupi kebutuhan tiga orang anaknya. Masa-masa mencari jati
diri semasa SMA-lah yang mengubahnya menjadi sosok yang memiliki visi yang besar dan
impian yang tinggi.

9
3.3 Financial Capital

Awal Usaha :
 Dimulai pada pertengahan 2010
 Dengan modal 15 juta
 Produksi 50 bungkus per hari
 Varian awal yang keluar keripik dan gurilem
 Memproduksi level 1 sampai level 5
 Dipasarkan dengan cara keliling

Maicih Masa Kini :


 Membuat varian sampai level 10
 Demand konsumen sangat tinggi
 Kapasitas produksi hingga kini 2000 bungkus / hari
 Omset per bulan 800 – 900 Juta ( ± 30 jt / day )
 Memiliki 20-an jenderal as a marketer
 Pemasaran di Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya, dll melalui jenderal
 Pegawai Produksi yang dimiliki 40-an

10
BAB IV
PEMBAHASAN

Usaha keripik yang dimulai pada pertengahan 2010 sudah banyak menuai sukses
dikalangan masyarakat. Hal tersebut diketahui oleh permintaan pasar yang sangat tinggi.
Dengan modal 15 juta, seorang Reza Nurhilman mencari peruntungan dengan
memproduksi skala kecil keripik yang belum dikenal oleh masyarakat. Produksi awal yang
hanya 50 bungkus per hari menunjukkan bahwa usaha ini dirintis dari sangat bawah
sehingga pasti sudah banyak yang dilalui apabila melihat pencapaiannya sekarang ini.
Dengan strategi pemasaran yang tepat dengan memanfaatkan media social yang sedang
naik daun, keripik maicih pun seketika terkenal di masayarakat. Awalnya dengan kapasitas
produksi yang masih minim, pelanggan masih banyak yang kurang terpuaskan karena
membutuhkan usaha yang lebih untuk mendapatkannya. Bahkan terkadang harus order
secara inline terlebih dahulu untuk mendapatkan keripik tersebut. Dulu pada saat produksi
awal keripik maicih hanya memiliki varian level 1-5, namun seiring dengan permintaan
konsumen, sekarang terdapat level 1-10. Selain melalui media social, keripik maicih ini
dipasarkan secara keliling dengan menggunakan mobil pribadi yang kemudian diparkir di
pinggir jalan untuk memikat pelanggan.

Maicih Masa Kini :


 Membuat varian sampai level 10
 Demand konsumen sangat tinggi
 Kapasitas produksi hingga kini 2000 bungkus / hari
 Omset per bulan 800 – 900 Juta ( ± 30 jt / day )
 Memiliki 20-an jenderal as a marketer
 Pemasaran di Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya, dll melalui jenderal
 Pegawai Produksi yang dimiliki 40-an

11
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Memulai suatu usaha hal yang paling dasar adalah niat dan kerja keras. Sifat optimis harus
senantiasa hadir dalam diri, meskipun sekarang ini teknologi semakin canggih yang
membuat persaingan semakin banyak, namun dengan keyakinan diri takkan ada rasa
pesimis dalam berusaha. Dalam setiap hal tentunya pasti ada rintangannya atau ujiannya,
dan terkadang itu merupakan musuh terberat. Namun jika kita terus berusaha dan yakin
maka itu akan menguatkan kita. Kemudian jika usaha yang kita jalani sukses, maka kita
jangan pernah melupakan orang-orang disekitar kita khususnya yang telah membantu kita
dalam usaha kita. Harus selalu bersyukur dengan apa yang didapatkan dan jangan lupa
berdo’a.

5.2 Saran
Untuk memulai suatu usaha tentunya harus melihat apa yang sekarang tengah dibutuhkan
oleh oarang banyak dengan sedikit dimodifikasi ataupun disentuh dengan kreativitas kita
agar produk yang kita tawarkan membuat orang tertarik untuk membelinya. Karena
sekarang ini orang lebih tertarik membeli suatu produk dengan pengemasan yang baik dan
menarik meskipun itu bukan produk baru, hanya saja dimodifikasi sedikit.

Selain itu, harus pandai mengelola akun media sosial yang kita miliki, karena sekarang
orang lebih sering membuka media sosialnya masing-masing, nah disitulah kita bisa
memanfaatkan untuk menawarkan barang yang kita tawarkan lewat media sosial.

12
DAFTAR PUSTAKA

http://mrizkiadi.blogspot.co.id/2015/10/makalah-5-pengusaha-tersukses-di.html
Roshmah, Widiyani.2016. Jumlah Pengangguran Sarjana Meningkat.
http://m.harnas.co/2016/11/17/kemenaker-jumlah-pengangguran-sarjana-meningkat [online :
13 Desember 2017]

13