Anda di halaman 1dari 17

TUGAS FITOKIMIA

“GOLONGAN KETON”

Nama Dosen : Ika Maruya Kusuma, M.Si

Disusun Oleh
Ninda Aprilia ( 15330119 )

Aryati Mutmainnah ( 15330121 )

Jasmine Aulia ( 15330124 )

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS FARMASI

INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI NASIONAL

JAKARTA

2018
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahiim,

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan kekuatan
dan ketabahan bagi hamba-Nya.Serta memberi ilmu pengetahuan yang banyak agar kita tidak
merasa kesulitan. Salawat serta salam tidak lupa penulis sanjungkan kepada Nabi Besar
Muhammad SAW, yang telah menyampaikan wahyu-Nya kepada hamba-Nya yang setia
sampai akhir zaman.

Makalah yang berjudul “Senyawa Keton yang terdapat Dalam Daun Kesum” ini, disusun
sebagai salah satu tugas mata kuliah “Fitokimia” di Fakultas Farmasi Institut Sains dan
Teknologi Nasional. Dalam penyusunan makalah ini penulis banyak mendapat bantuan dan
sumbangan pemikiran, serta dorongan dari berbagai pihak, tetapi tidak luput dari kendala
yang begitu banyak.

Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua terutama bagi penulis,
Amin yarobbal ‘alamiin.

Jakarta, Maret 2018

Penulis
Daftar Pustaka
KATA PENGANTAR ............................................................................................................... 2
DAFTAR ISI............................................................................ Error! Bookmark not defined.
BAB I ....................................................................................... Error! Bookmark not defined.
PENDAHULUAN ................................................................... Error! Bookmark not defined.
A. Latar Belakang .............................................................. Error! Bookmark not defined.
B. Rumusan Masalah ......................................................... Error! Bookmark not defined.
C. Tujuan ........................................................................... Error! Bookmark not defined.
BAB II...................................................................................... Error! Bookmark not defined.
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Tumbuhan kesum dikenal secara luas oleh masyarakat kalimantan sebagai salah satu
kekayaan hayatin yang potensial. Dan daun dari tanaman ini dimanfaatkan sebagai bumbu
penyedap berbagai jenis masakan khas karena memberikan aroma yang sedap dan
memberikan rasa yang nikmat pada makanan dan aroma yang khas sehingga kandungan
memberikan karakteristik rasa dari aroma khas kesum.

Kesum digunakan untuk memperbaiki kerusakan paru dan kanker paru. Pengaruh
variasi waktu destilasi terhadap komponen minyak atsiri dari daun kesum belum pernah
dilakukan sehingga perlu dilakukan agar memperoleh informasi mengenai pengaruh variasi
destilasi dengan waktu 4 jam dan 8 jam.

Minyak atsiri merupakan salah satu jenis minyak nabati yang multimanfaat.
Karakteristik fisiknya berupa cairan kental yang dapat disimpan pada suhu ruang. Minyak
atsiri adalah metabolit sekunder yang digunakan sebagai alat pertahanan diri dari hewan
pemangsa dan serangan hama. tanaman kesum dapat dikembangbiakan dengan cara
stemcutting atau benih dan sering digunakan sebagai bumbu dalam memasak karena
memiliki aroma yang kuat. Selain digunakan dalam masakan, air rebusan dari daun kesum
dqapat digunakan untuk menyembuhkan sakit perut. Kandungan andungan senyawa minyak
atsiri kesum di Malaysia menggunakaninstrument GC-MS berupa senyawa mayornya terdiri
dari dodekanal ( 43,47% ), dekanal ( 16,263 ), dan 1-dekanol ( 12,68% ). Dekanal dan
dodekanal merupakan senyawa-senyawa turunan aldehida. Aldehida dan keton merupakan
senyawa yang mempunyai aroma kandungan senyawa yang khas.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah yang dibuat, yaitu mengenai :
1. Senyawa keton apa saja yang ada didalam minyak atsiri?
2. Tanaman yang mengandung minyak atsiri golongan keton?
3. Apa saja manfaat tanaman kesum?
4. Bagaimana cara membuat simplisia dari tanaman kesum?
5. Bagaimana pembuatan minyak atsiri dari daun kesum?

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu:

1. Mengetahui senyawa apa saja yang ada dalam minyak atsiri


2. Mengetahui tanaman apa saja yang mengandung minyak atsiri golongan keton
3. Mengetahui manfaat tanaman kesum
4. Mengetahui cara pembuatan simplisia dari tanaman kesum
5. Mengetahui cara pembuatan minyak atsiri dari daun kesum
BAB II
PEMBAHASAN

1. Minyak atsiri golongan keton

Minyak atsiri merupakan salah satu jenis minyak nabati yang multimanfaat.
Karateristik fisiknya berupa cairan kental yang dapat disimpan pada suhu ruang.
Secara biologis minyak atsiri adalah metabolit sekunder yang digunakan sebagai alat
pertahanan diri dari hewan pemangsa dan serangan hama

Minyak atsiri didefinisikan sebagai campuran kimiawi yang terdapat pada


berbagai tumbuhan dan mempunyai sifat mudah menguap.

Minyak Menguap Keton


Senyawa-senyawa keton yang terdapat di dalam minyak menguap yaitu terdiri dari:
 Keton terpen monosiklik seperti menton, karvo, piperito, pulegon dan
diosfenol.
 Keton bisiklik seperti kamfenon dan thuion.
 Keton non terpen seperti iron

1. Morfologi Daun Kesum

kesum (Polygonumminus) adalah sejenis tumbuhan herba dari


keluarga Polygonaceae. Kesum merupakan tanaman asli Asia Tenggara terutama di
Malaysia, Thailand, Vietnam dan Indonesia yang termasuk tanaman perdu dan
populer sebagai bumbu masak. Daun dari famili Polygonaceae ini disebut daun
kesom (Malaysia dan Singapura), phak Phai (Thailand), rau ram (Vietnam), daun
laksa, daun senahun, Knotweed, Vietnamese coriander dan Cambodian mint.

Tanaman ini tumbuh liar, terutama di kawasan lembap dan basah seperti di
rawa dan tepian sungai atau danau dengan mendapat cukup sinar matahari. Kesum
merupakan tanaman herba yang kecil, menjalar dan dapat tumbuh sampai 1,0 m di
dataran rendah dan 1,5 m di tanah tinggi. Daunnya panjang dan runcing berbentuk
anak panah, dengan panjang 5−7 cm dan lebar 0,5–2,0 cm. Daun tersusun secara
berselang pada batang, berwarna hijau tua dan sangat aromatik. Batangnya berbentuk
silinder, berwarna hijau dengan sedikit kemerah-merahan, mempunyai ruas yang
pendek dan mudah berakar. Bunga terdapat di pucuk, berbentuk kecil dan berwarna
putih keungu-unguan.

Tanaman Kesum dapat dikembang biakkan dengan cara stemcutting atau


benih dan sering digunakan sebagai bumbu dalam memasak karena yang memiliki
aroma yang kuat. Selain digunakan dalam masakan, air rebusan dari daun kesum
dapat untuk menyembuhkan sakit perut (Wasman, et al., 2010).

Baharum, dkk (2010) yang telah meneliti kandungan senyawa minyak atsiri
kesum di Malaysia menggunakan instrumen GC-MS berupa senyawa mayornya
terdiri dari dodekanal (43,47%), dekanal (16,263), dan 1-dekanol (12,68%). Dekanal
dan dodekanal merupakan senyawa-senyawa turunan aldehida. Aldehida dan keton
merupakan senyawa yang mempunyai aroma yang khas sehingga kandungan
dodekanal memberikan karakterisitik rasa dan aroma khas kesum.

Kandungan senyawa Dalam Minyak Atsiri Daun Kesum :

Dodekanal 43,47 %

Dekanal 12,68 %

Dekanol 12,68 %

Wibowo (2009) telah meneliti fraksinasi ekstrak daun kesum dan skrining
fitokimia daun kesum yang menunjukan bahwa dalam fraksi metanol terdapat
senyawa golongan fenolik, terpenoid-steroid, flavonoid dan alkaloid, sedangkan
dalam fraksi n-heksana terdapat senyawa golongan fenolik dan steroid.

Daun Kesum :
2. Manfaat tanaman kesum

Tanaman ini lazim digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional,


namun belum ada penelitian untuk meneliti potensi toksisitas akut daun kesum.
Tanaman ini mengandung senyawa alkaloid dan flavonoid.

Daun kesum yang memiliki bau khas yang aromatik, dan dapat
menghasilkan minyak sari pati yang mengandung bahan kimia aliphatic aldehyde
yang tinggi sampai 60 persen, dan unsur kimia utamanya ialah decanal dan dodecanal.
Minyak dari daun kesum juga dipercaya mempunyai potensi yang tinggi
untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang kurang baik, apalagi daunya yang cocok untuk
bahan makanan pokon dan dalam industri perisa dan wangi-wangian.

Daun kesum bisa menggantikan penggunaan daun kemangi atau daun salam
koja dalam masakan. Hidangan sup ikan asam pedas, laksa, kari ikan, dan kari ayam
lebih lezat jika menggunakan daun kesum sebagai salah satu campuran bumbunya
.
Aroma wangi daun kesum bisa mengurangi bau amis ikan atau daging.
Selain meningkatkan rasa masakan, daun kesum yang pedas ternyata banyak
manfaatnya untuk kesehatan, seperti menyuburkan dan menghitamkan rambut,
mencegah perut kembung, mengobati cacingan, merangsang haid, pengobati penyakit
kudis dan mempercepat pemulihan kesehatan paska melahirkan.

Penelitian tentang aktivitas antioksidan daun kesum telah dilaporkan oleh


Huda-Faujan et al. (2007) dan Vimala et al. (2008) yang melaporkan bahwa ekstrak
daun kesum memiliki aktivitas antioksidan yang sangat tinggi. Kesum berpotensi
digunakan untuk memperbaiki kerusakan paru dan kanker paru (Mackeen et al., 1997;
Wibowo et al., 2013) Salama dan Marraiki (2009) juga melakukan penelitian terhadap
aktivitas antimikroba dan analisis fitokimia terhadap Polygonum Aviculare L.

3. Cara pembuatan simplisia daun kesum

Berikut adalah tahapan pembuatan Simplisia dari Daun Kesum :


1) Pembuatan simplisia dimulai dengan memisahkan daun dari
tangkainya,batang, dan akar.
2) Daun kemudian dibersihkan dari sisa-sisa tanah dan kotoran kemudian
dicuci dengan air bersih yang mengalir.
3) Daun ditiriskan dan dikeringkan-anginkan selama 5 hari dan kemudian
dilanjutkan pengeringan dalam oven bersuhu 400C selama 5 hari. Dalam
penelitian ini pengeringan dilanjutkan dengan pengeringan dalam oven
untuk mencapai kadar air simplisia < 10 % agar memenuhi kriteria
simplisia yang baik.
4) Tahap selanjutnya adalah sortasi kering yang dilanjutkan dengan proses
pengecilan ukuran simplisia menggunakan saringan berukuran 60 mesh.
Simplisia kemudian disimpan dalam wadah yang bersih dan tertutup.

4. METODOLOGI PENELITIAN

Pada sumber Jurnal yang kami gunakan, di jelaskan Metode Penelitian yang
digunakan :

a. Alat dan Bahan


Alat-alat yang digunakan antara lain seperangkat alat destilasi uap, spektrometer GC-MS
Shimadzu QP 2010. Bahan-bahan yang digunakan adalah Na2SO4 anhidrat dan daun
kesum segar. Sampel daun kesum yang digunakan dari Desa Kuala II Kabupaten Kubu
Raya Kalimantan Barat yang telah dideterminasi di Herbarium

b. Prosedur Kerja
 Preparasi sampel
Sebanyak 1 kg daun kesum disiapkan dalam keadaan segar kemudian
dibersihkan, selanjutnya daun kesum dibiarkan utuh dan langsung didestilasi selama 4
jam. Kemudian disiapkan lagi sebanyak 1 kg daun kesum untuk didestilasi selama 8
jam. Setiap proses destilasi dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali.

 Isolasi minyak atsiri dengan destilasi uap


Penelitian ini menggunakan variasi waktu dengan sampel daun kesum segar.
Sampel 1 kg dimasukkan ke dalam ketel sampel. Air dipanaskan di dalam ketel air
hingga 100oC, ketel air dan ketel sampel berbeda namun dihubungkan dengan pipa
penghubung (Baskara, 2012). isolasi minyak atsiri melalui proses uap yang
menembus jaringan tanaman dan menguapkan semua senyawa yang mudah
menguap.Uap yang digunakan memiliki tekanan yang lebih besar dari pada tekanan
atmosfer (Sastrohamidjojo, 2004).
Air dipanaskan hingga menghasilkan uap panas lalu uap panas tersebut
mengalir ke dalam ketel sampel, lalu uap panas tersebut menembus pori-pori daun
kesum sehingga mampu membawa komponen minyak atsiri. Ketel sampel yang telah
penuh berisi uap air panas beserta komponen minyak atsiri selanjutnya dialirkan
menuju kondensor sehingga uap air serta minyak atsiri tersebut mengembun kembali
dan destilat ditampung kedalam corong pisah. Proses distilasi ini berlangsung selama
4 jam. Kemudian dengan cara yang sama dilakukan kembali destilasi dengan waktu
selama 8 jam dari setiap proses distilasi tersebut di lakukan sebanyak 3 kali
pengulangan. Setelah destilat diperoleh, kemudian ditambahkan dengan Na2SO4
anhidrat untuk mendapatkan minyak atsiri. minyak atsiri yang diperoleh dihitung
persen randemen kemudian dianalisis dengan menggunakan alat GC-MS.
c. HASIL DAN PEMBAHASAN

 Preparasi sampel
Sampel daun kesum yang digunakan dalam keadaan segar. Hasil
determinasi menunjukkan bahwa daun kesum termasuk dalam spesies Polygonum
minus Huds dari suku Polygonaceae. Pada penelitian ini dilakukan dua variasi
waktu 4 jam dan 8 jam pada daun kesum segar.
 Randemen minyak atsiri daun kesum dengan destilasi uap
Hasil distilasi uap memperlihatkan bahwa daun kesum mengandung
minyak atsiri dengan aroma yang spesifik. perbedaan distilasi waktu masing-
masing 4 jam dan 8 jam terlihat perbedaannya. Daun kesum segar seberat 1 kg
didistilasi selama 4 jam volume rata-rata 0,83 mL dan 8 jam ditilasi volume rata-
rata 1,006 mL, untuk Rendemen rata-rata terbesar dihasilkan dari distilasi 8 jam
yaitu 0,10 % sedangkan distilasi 4 jam yaitu 0,08 % dengan perbedaan yang tidak
signifikan. Sastromidjodjo (2004) menyatakan setiap tanaman memerlukan
metode dan waktu tertentu untuk mendapatkan rendemen minyak atsiri yang
paling optimal. Dari ketiga pengulangan tersebut dapat diketahui persen
randemen minyak atsiri kesum.

Tabel 1 menunjukkan nilai rerata dari daun segar 8 jam yang tertinggi. Perlakuan
daun utuh 4 jam tidak berbeda nyata terhadap daun utuh 8 jam dengan nilai
signifikan 0,193 (p>0,05).Hasil data randemen minyak atsiri di uji dengan
pengujian statistik menggunakan Uji One Way Anova menunjukkan bahwa nilai
F= 2,450 dan nilai p=0,193. Diperoleh hasil daun segar 4 jam tidak berbeda nyata
terhadap daun segar 8 jam
 Analisis kandungan minyak atsiri dengan GC-MS

Data hasil analisis dengan GC-MS yang berupa kromatogram dan spektra
massa pada daun utuh 4 jam dapat dilihat pada Gambar 2 dan Gambar 3.

Gambar 2. Kromatogram minyak atsiri daun kesum segar 4 jam

Dari kromatogram pada Gambar 2 terlihat bahwa senyawa minyak atsiri daun
kesum hasil dari GC pada daun segar 4 jam terdapat 46 senyawa. Dodekanal
terdapat pada waktu retensi 15,742 menit dengan luas area 31,18%, sedangkan
pada daun segar 8 jam terdapat 48 senyawa dan waktu retensi dodekanalnya
diperoleh pada menit ke 15,75 dengan luas area 18,3 %. Hal tersebut
kemungkinan dikarenakan faktor perbedaan lokasi atau tempat penanaman
sampel, suhu dan lingkungan tempat penyimpanan sampel daun kesum yang
berpengaruh terhadap komposisinya. Jumlah komponen senyawa yang diperoleh
terdapat juga senyawa mayor yang mempunyai luas area yang besar. Senyawa
mayor yang terdapat pada masing-masing perlakuan dapat dilihat pada Tabel 3.

Identifikasi senyawa minyak atsiri melalui GC MS menghasilkan jumlah


puncak yang berbeda, 46 senyawa untuk distilasi 4 jam dan 48 senyawa untuk
distilasi 8 jam. Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa daun kesum
mengandung minyak atsiri dengan aroma yang spesifik. Komponen aldehida dan
alkohol berpengaruh terhadap rasa dan aroma (Apriyantono,. 2001).
Pada Tabel 3 menunjukkan perlakuan daun kesum segar distilasi 4 jam
menghasilkan 10 komponen mayor pada destilat hasil. Kesepuluh senyawa
tersebut adalah Dodekanal, dekanal, driminol,1-dodekanal, driminol,Trans-
Caryophllene,8 Bromoneoisolongifolene, 1-Dekanol, oktadekanal, Borane, 1-
Undekanaol. Berdasarkan hasil analisis GC-MS terdapat golongan senyawa
aldehid (dodekanal, decanal, Octadecanal) dan alkohol alifatik (Undecanol, 1
dodekanol, 1-decanol). Komponen lainnya yang terkandung dalam minyak atsiri
daun kesum adalah caryophyllene yang merupakan bisiklik siskuiterpen, β-
caryophyllene memiliki aktifitas anti infalmasi yang baik. Eitan amies (2012)
telah melakukan penelitian mengenai aktivitas anti kanker terhadap sel tumor.

Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan kadar dodekanal dan dekanal.


Kandungan dodekanal dan dekanal yang tertinggi diperoleh pada waktu distilasi 8
jam dibandingkan dengan distilasi 4 jam Hal ini disebabkan karena secara umum
minyak atsiri merupakan campuran dari berbagai senyawa terpenoida terutama
monoterpenoida dan seskuiterpenoida dalam bentuk asiklik, monosiklik dan
bisiklik dan dapat berbentuk turunan alkohol, aldehida, keton, oksida dan
ester.Komponen-komponen kimia tersebut mempunyai titik didih yang sangat
bervariasi. Titik didih golongan hidrokarbon (berantai cabang), biasanya lebih
rendah daripada titik didih senyawa-senyawa berantai lurus. Menurunnya titik
didih karena rantai cabang mengimbangi kemungkinan naiknya titik didih oleh
ikatan rangkap. Pada sebagian besar terpenoida titik didih tersebut berkisar antara
155 - 185 ºC dan pada suhu yang lebih tinggi akan terjadi dekomposisi
(perusakan) dari senyawa hidrokarbon. Selain itu komponen-komponen penyusun
minyak atsiri ditentukan oleh bobot jenisnya, bobot jenis akan semakin tinggi bila
komponen penyusunnya banyak terdiri dari fraksi dengan titik didih tinggi dan
bobot molekul tinggi (Ketaren 1985; 1987, Guenter 1990). Kenaikan temperatur
pada interval waktu distilasi ini akan mempengaruhi penguapan komponen kimia
penyusun minyak atsiri daun kesum dengan senyawa yang mempunyai titik didih
rendah akan terdistilasi terlebih dahulu, selanjutnya disusul oleh komponen-
komponen yang mempunyai titik didih tinggi.

Spektra massa dari fragmen kromatogram dengan waktu retensi 15,740


menit mempunyai berat molekul (BM) 184. Spektra target bersesuaian dengan
spektra massa standar dodecanal dengan mempunyai kemiripan senyawa 97%
yang terlihat pada Gambar 3:

Gambar 3. Spektra massa senyawa pada waktu retensi 15,742 menit


Spektra massa pada Gambar 3 terlihat ion molekuler induk (M+) dengan m/z =
184 dodekanal mengalami fragmentasi. Terbentuk ion fragmen dengan m/z=156
yang kehilangan ion CH2CH2 menjadi m/z = 138 dan selanjutnya kehilangan ion
H2O (m/z=18) menjadi m/z=124. Pada m/z= 110 kehilangan ion CH2 (m/z=14).
Pada m/z= 96 kehilangan ion CH2. Pada m/z 82 kehilangan ion CH2 kembali dan
pada m/z = 57 kehilangan kembali ion CH2.

Puncak ion molekuler aldehid biasanya mucul walaupun intensitasnya


lemah. Pemutusan ikatan C–C dan C–H dari C karbonil atau yang lazim disebut
pemutusan α (α-cleavage) lazim terjadi menghasilkan puncak fragmen dengan
m/z [M-H]+ dan [M-R]+ atau [CHO]+. Selain, itu pemutusan β juga merupakan
model fragmentasi yang penting menghasilkan fragmen R+ atau senilai [M-43]+.

Aldehid rantai panjang dapat mengalami fragmentasi yang disebut dengan


penataan ulang McLafferty. Aldehida rantai lurus memiliki fitur unik tersendiri
yang membantu dalam identifikasi Senyawa ini akan memiliki [M-18] fragmen
dari hilangnya H2O, [M-28] dari hilangnya etilena, [M-43] hilangnya CH2=CH-
O dan [M-44] dari hilangnya CH2=CH-OH (Dunnivant, 2009).
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan dapat disimpulkan
sebagai berikut :
1. Hasil isolasi daun kesum menggunakan destilasi uap dengan perbedaan waktu
menghasilkan randemen paling tinggi 0,106667 pada daun utuh selama 8 jam.
2. Kandungan utama senyawa kimia minyak atsiri daun kesum pada daun segar 4 jam
yaitu dodekanol 31,18 %, dekanal 16,88 %, 1- dodekanol 6,12 %, drimenol 4,63%, dan
trans( ) caryophyllene 4,37 %.

B . Saran

Makalah ini kami buat untuk dipergunakan sebaik-baiknya. Bagi rekan mahasiswa/i,
semoga makalah ini banyak membantu kita dalam kegiatan perkuliahan, yakni mata
kuliah Fitokimia.
DAFTAR PUSTAKA

1. Baskara Katri Anandito, Yuliarto, Fuki Tri, Lia Umi Khasanah, R, 2012, Pengaruh Ukuran
Bahan Dan Metode Destilasi (Destilasi Air Dan Destilasi Uap-Air) Terhadap Kualitas Minyak
Atsiri Kulit Kayu Manis (Cinnamomum Burmannii), Jurnal Teknosains Pangan Vol 1 No 1.
2. Eitan Amiel , Ofir R, Dudai N, Soloway E, Rabinsky T, Rachmilevitch S, 2012 β-Caryophyllene,
a Compound Isolated from the Biblical Balm of Gilead (Commiphora gileadensis), Is a
Selective Apoptosis Inducer for Tumor Cell Lines, Evid Based Complement. Volume 2012,
page 1- 8.
3. Guenther, E., A.J.H. Smit, E.E. Langenau and G-Urdang, 1987, Minyak Atsiri Vol.1, terjemahan
oleh Kataren, S.,Penerbit Universitas Indonesia., 23-60.
4. Huda-Faujan, N., A. Noriham, A.S.Norrakiah, and A.S. Babji. 2007. Antioxidative activities of
water extracts of some Malaysian herbs. Asean Food Journal. 14(1):61-68.
5. Mackeen, M.M., A.M. Ali, S.H. El-Sharkawy, M.Y. Manap, K.M. Salleh, N.H. Lajis, and K.
Kawazu. 1997. Antimicrobial and cytotoxic properties of some Malaysian traditional
vegetables (Ulam). Pharmaceutical Biology. 35(3):174-178.
6. Rusli, S., 2010, Teknologi Penyulingan dan Penanganan Minyak Bermutu Tinggi, Booklet
Badan Litbang Pertanian Balitro, Bogor.
7. Sastrohamidjojo, 2004. Kimia Minyak atsiri.Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
8. Vimala, S., Adenan, M.L., Ahmad, A.R. and Shahdan, R. 2003. Nature’s choice to wellness:
antioxidant, vegetables/ulam. Malaysia. Forest Research Institute
9. Yu-Tang Tung, Meng-Thong Chua, Sheng-Yang Wang, Shang-Tzen Chang, 2007, Anti-
inflammation activities of essential oil and its constituents from indigenous cinnamon.
10. Wasman, S.Q., Mahmood, A.A., Lee Suan Chua and Hamdan,S., 2012. Potential bioactive
property of Polygonum minus Huds (kesum) :Department of Biological Science, Faculty of
Biosciences and Bioengineering, Universiti Teknologi Malaysia.Scientific Research and Essays
Vol. 7(2), pp. 90-93
11. Wibowo, M.A., Anwari, M.S.,, Aulanni’am, Rahman, F., 2009. Skrining Fitokimia Fraksi
Metanol, DietiEter dan n-Heksana ekstrak Daun Kesum. Daun Kesum (Polygonum minus),
Jurnal Penelitian Universitas Tanjungpura, Volume XVI No. 4. 410-411.
12. Wibowo, M.A., Purnomo, B.B., Widodo M.A., dan Aulanni’am. 2013. Ekstrak Daun Kesum
(Polygonum Minus) Memperbaiki Kerusakan Paru Melalui Ditekannya Produksi Reactive
Oxygen Species (Ros), Vol. 7. Jurnal Kedokteran Hewan 5(1):1-4.