Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PENDAHULUAN

I. Konsep Kebutuhan
1.1 Defenisi Penyakit
Kista ovarium adalah pertumbuhan sel yang berlebihan / abnormal
pada ovarium yang membentuk seperti kantong.

Kista ovarium merupakan tumor jinak berupa kantong abnormal


berisi cairan atau setengah cair yang tumbuh dalam (indung telur)
ovarium.

1.2 Defenisi Kebutuhan


Kenyamanan/rasa nyaman adalah suatu keadaan telah terpenuhinya
kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan akan ketentraman (suatu
kepuasan yang meningkatkan penampilan sehari-hari), kelegaan
(kebutuhan telah terpenuhi), dan transenden (keadaan tentang sesuatu
yang melebihi masalah dan nyeri). Kenyamanan mesti dipandang secara
holistik yang mencakup empat aspek yaitu:
a. Fisik, berhubungan dengan sensasi tubuh.
b. Sosial, berhubungan dengan hubungan interpersonal, keluarga, dan
sosial.
c. Psikospiritual, berhubungan dengan kewaspadaan internal dalam diri
sendiri yang meliputi harga diri, seksualitas, dan makna kehidupan.
d. Lingkungan, berhubungan dengan latar belakang pengalaman
eksternal manusia seperti cahaya, bunyi, temperatur, warna, dan
unsur alamiah lainnya.
Meningkatkan kebutuhan rasa nyaman (bebas nyeri) diartikan
perawat telah memberikan kekuatan, harapan, hiburan, dukungan,
dorongan, dan bantuan.
Nyeri adalah sensori yang tidak menyenangkan dan penagalaman
emosional yang muncul secara aktual atau potensial kerusakan jaringan
atau menggambarkan adanya kerusakan.
1.3 Fisiologi Sistem
Ovarium adalah gonad atau organ seks wanita ovarium terletak di
dalam rongga peritoneal, pada cekungan dinding posterior ligamentum
latum dikedua sisi iterus, dekat fimbria tuba uterina.
Ovarium berwarna keputihan dan berbentuk seperti kacang almond
dan permukaannya irreguler. Setelah pubertas ovarium memiliki ukuran
panjang sekitar 3cm, lebar 2 cm, dan tebal 1cm. Berat ovarium sekitar 5-
8 g.
Secara mikroskopis ovarium dilapisi oleh lapisan peritonium, epital
germinal, berupa membran jaringan fibrosa padat, tunika albuginea
padat. Ovarium terdii atas lapisan dalam medula dan bagian luarnya
adalah korteks. Medula berisi pembuluh darah dan pembuluh limfe yang
disokong oleh jaringan ikat. Korteks berisi volikel ovarium dalam
berbagai tahap perkembangan, yang dibungkus oleh jaringan fibrosa.
Pada janin perempuan, folikel primordinal (primitif) dibentuk pada
bulan ke 6 kehamilan. Pada saat ini, terdapat sekitar lima juta folikel
primitif. Kebanyak folikel ini ber degenerasi selama masa hamil,
menyisahkan sekitar 2 juta saat lahir. Kebanyakan folikel ini kemudian
juga bergenersi sebelum pubertas, dan hanya 400-500 yang akhirnya
berkembang menjadi ovulasi dan berpotensi dibuahi. Setiap kerusakan
folikel primordial akan mempengaruhi kesuburan wanita, karna folikel
ini sudah tidak diproduksi lagi sejak usian 6 bulan kehidupan janin.
Folikel ovarium menjalani beberapa tahap perkembangan selama
28 hari rata-rata siklus reproduksi. Dari hari ke 5 siklus reproduksi
beberapa folikel primordial mulai menjadi matur akibat pengaruh
follicle-stimulating hormone dari kelenjar hipofisis. Folikel ini kini
disebut folikel sekunder , yang tersusun atas lapisan sel di bagian luar
yang membungus cairan dan lapisan dalamnya merupakan lapisan sel
granulosa yang mengelilingi ovum. Pematangan berikutnya akan
membentuk folikel de graaf, yang bermigrasi ke korteks ovarium lalu
mencapai permukaan. Peningkatan jumlah esterogen juga akan
melepaskan folikel de graaf matur ini. Semakin banyak cairan yang
disekresikan ke dalam folikel de Graaf, meningkatkan tekanan dalam
folikel, membuat lapisan dan pembungkusnya semakin tipis dan akhirnya
pecah sehingga melepaskan ovum ke rongga peritonal yang dekat dengan
fimbria tuba uterina. Kejadian ini disebut ovulasi dan diperkirakan
terjadi akibat perubahan hormonal . kadang ovulasi disertai nyeri
panggul, yang disebut sebagai mittle-schmerz atau nyeri ovulasi.
Ovulasi terjadi sekitar sekali dalam sebulan dari ovarium secara
bergantian. Kadang dilepaskan lebih dari satu ovum, meningkatkan
kemungkinan terjadinya kehamilan multiple. Rupturnya folikel de Graaf
masuk ke dalam rongga melepaskan ovum. Sel granulose membelah
dengan cepat menghasilkan masa padat. Folikel de Graaf berubah
menjadi korpus luteum yang berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang
memproduksi esterogen selama 14 hari, lalu berdegenerasi jika fertilisasi
tidak terjadi. Setelah degenerasi, korpus luteum meninggalkan daerah
parut putih dalam ovarium, dan disebut korpus albikans.
Suplai darah ovarium berasal dari arteri ovariaka dan aliran
baliknya dibawa oleh vena ovariaka. Aliran limfe dibawa ke nodus limfe
abdominal posterior. Ovarium dipertahankan posisinya dengan lemah
oleh ligamentum latum. Struktur penyokong lainnya yaitu ligament
ovarika, yang melekatkan ovarium ke kornu uterus. Sebela lateral
ovarium ditopang oleh ligament infundibulopelvik, yang melekatkan
uterus ke dinding lateral rongga panggul.
1.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perubahan Fungsi
1. Gaya hidup tidak sehat. Diantaranya :
a) Konsumsi makanan yang tinggi lemak dan kurang serat.
b) Zat tambahan pada makanan.
c) Kurang olah raga.
d) Merokok dan konsumsi alcohol.
e) Terpapar dengan polusi dan agen infeksius.
f) Sering stress.
g) Zat polutan
2. Faktor genetik
Dalam tubuh kita terdapat gen gen yang berpotensi memicu
kanker, yaitu yang disebut protoonkogen, karena suatu sebab tertentu,
misalnya karena makanan yang bersifat karsinogen, polusi, atau
terpapar zat kimia tertentuatau karena radiasi, protoonkogen ini dapat
berubah menjadi onkogen, yaitu gen pemicu kanker.
1.5 Macam-macam Gangguan yang Mungkin Terjadi
Gangguan yang mungkin terjadi, antara lain:
a. Perdarahan ke dalam kista yang terjadi sedikit-sedikit, sehingga
berangsur-angsur menyebabkan pembesaran kista, dan hanya
menimbulkan gejala-gejala klinik yang minimal. Akan tetapi jika
perdarahan terjadi dalam jumlah yang banyak akan terjadi distensi
yang cepat dari kista yang menimbulkan nyeri perut yang mendadak.
b. Torsio. Putaran tangkai dapat terjadi pada ksta yang berukuran
diameter 5 cm atau lebih. Putaran tangkai menyebabkan gangguan
sirkulasi meskipun gangguan ini jarang bersifat total.
c. Kista ovarium yang besar dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada
perut dan dapat menekan vesica urinaria sehingga terjadi
ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih secara
sempurna.
d. Massa kista ovarium berkembang setelah masa menopouse sehingga
besar kemungkinan untuk berubah menjadi kanker (maligna). Faktor
inilah yang menyebabkan pemeriksaan pelvic menjadi penting.
e. Infertilitas akibat tidak adanya ovulasi.
f. Peningkatan resiko pembentukan tumor – tumor dependen – estrogen
di payudara dan endometrium
II. Rencana Asuhan Klien dengan Gangguan Kebutuhan
2.1 Pengkajian
2.1.1 Riwayat Keperawatan
1. Data demografi
Nama
Usia
Jenis kelamin : tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin
Jenis pekerjaan : tidak dipengaruhi jenis pekerjaan
Alamat
Suku/bangsa
Agama
Tingkat pendidikan : bagi orang yang tingkat pendidikan
rendah/minim mendapatkan pengetahuan tentang kista ovarium,
maka akan menganggap remeh penyakit ini.
2. Riwayat sakit dan kesehatan
a. Keluhan utama
b. Riwayat penyakit saat ini
c. Riwayat penyakit dahulu
2.1.2 Pemeriksaan fisik
1. Inspeksi
- Kepala : Rambut rontok, mudah tercabut, warna
rambut.
- Mata : Konjungtiva tampak anemis, icterus pada
sklera.
- Leher : Tampak adanya pembesaran kelenjar limfe dan
bendungan vena jugularis.
- Payudara: Kesimetrisan bentuk, adanya massa.
- Dada : Kesimetrisan, ekspansi dada, tarikan dinding dada
pada inspirasi, frekuensi per-nafasan.
- Perut : Terdapat luka operasi, bentuk, warna kulit,
pelebaran vena-vena abdomen, tampak pembesaran striae.
- Genitalia : Sekret, keputihan, peradangan, perdarahan,
lesi.
- Ekstremitas : Oedem, atrofi, hipertrofi, tonus dan kekuatan
otot.
2. Palpasi
- Leher : Pembesaran kelenjar limfe dan kelenjar
submandibularis.
- Ketiak : Pembesaran kelenjar limfe aksiler dan nyeri
tekan.
- Payudara : Teraba massa abnormal, nyeri tekan.
- Abdomen : Teraba massa, ukuran dan konsistensi massa,
nyeri tekan, perabaan hepar, ginjal dan hati.
3. Perkusi
- Abdomen : Hipertympani, tympani, redup, pekak, batas-
batas hepar.
- Refleks : Fisiologis dan patologis
4. Auskultasi
- Abdomen meliputi peristaltik usus, bising usus, aorta
abdominalis arteri renalis dan arteri iliaca.
2.1.3 Pemeriksaan Penunjang
a. Ultrasonografi (USG)
Tindakan ini tidak menyakitkan, alat peraba (transducer)
digunakan untuk mengirim dan menerima gelombang suara
frekuensi tinggi (ultrasound) yang menembus bagian panggul,
dan menampilkan gambaran rahim dan ovarium di layar
monitor. Gambaran ini dapat dicetak dan dianalisis oleh dokter
untuk memastikan keberadaan kista, membantu mengenali
lokasinya dan menentukan apakah isi kista cairan atau padat.
Kista berisi cairan cenderung lebih jinak, kista berisi material
padat memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
b. Laparoskopi
Dengan laparoskopi (alat teropong ringan dan tipis
dimasukkan melalui pembedahan kecil di bawah pusar) dokter
dapat melihat ovarium, menghisap cairan dari kista atau
mengambil bahan percontoh untuk biopsi.
c. Hitung darah lengkap
Penurunan Hb dapat menunjukkan anemia kronis.
2.2 Diagnosa Keperawatan
 Diagnosa 1: Nyeri akut
Nomor : 00132
Domain : 12
Class : 1
 Defenisi
Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional tidak
menyenangkan yang muncul akibat kerusakan jaringan aktual
atau potensial atau yang digambarkan sebagai kerusakan.
(NANDA NIC-NOC 2015-2017).
 Batasan Karakteristik
 Bukti nyeri dengan menggunakan standar daftar periksa nyeri
untuk pasien yang tidak dapat mengungkapkan.
 Diaphoresis
 Dilatasi pupil
 Ekspresi wajah nyeri (mis., mata kurang bercahaya, tampak
kacau, gerakan mata berpencar atau tetap pada satu focus,
meringis)
 Fokus menyempit (mis., persepsi waktu, proses berpikir,
interaksi dengan orang dan lingkungan)
 Fokus pada diri sendiri
 Keluhan tentang intensitas menggunakan standar skala nyeri.
 Keluhan tentang karakteristik nyeri dengan menggunakan
standar instrument nyeri
 Laporan tentang perilaku nyeri/perubahan aktivitas (mis.,
anggota keluarga, pemberi asuhan)
 Mengekspresikan perilaku (mis., gelisah, merengek,
menangis, waspada)
 Perilaku distraksi
 Perubahan pada parameter fisiologi (mis., tekanan darah,
frekuensi jantung, frekuensi pernafasan, saturasi oksigen,
end-tidal karbondioksida)
 Perubahan posisi untuk menghindari nyeri
 Perubahan selera makan
 Putus asa
 Sikap melindungi area nyeri
 Sikap tubuh melindungi
 Faktor yang Berhubungan
 Agen cedera biologis (mis., infeksi, iskemia, neoplasma)
 Agen cedera fisik (mis., abses, amputasi, luka bakar,
terpotong, mengangkat berat, prosedur bedah, trauma,
olahraga berlebihan)
 Agen cedera kimiawi (mis., luka bakar, kapsaisin, metilen
klorida, agens mustard)
 Diagnosa 2: Hambatan mobilitas fisik
Nomor : 00085
Domain : 4
Class : 1
 Defenisi
Hambatan mobilitas fisik adalah keterbatasan dalam
gerakan fisik atau satu atau lebih ekstremitas secara mandiri dan
terarah.
 Batasan Karakteristik
 Dispnea setelah beraktivitas
 Gangguan sikap berjalan
 Gerakan lambat
 Gerakan spastik
 Gerakan tidak terkoordinasi
 Instabilitas postur
 Kesulitan membolak-balik posisi
 Keterbatasan rentang gerak
 Ketidaknyamanan
 Melakukan aktivitas lain sebagai pengganti pergerakan (mis.,
meningkatkan perhatian pada aktivitas orang lain,
mengendalikan perilaku, fokus terhadap aktivitas sebelum
sakit)
 Penurunan kemampuan melakukan keterampilan motorik
halus
 Penurunan kemampuan melakukan keterampilan motorik
kasar
 Penurunan waktu reaksi
 Tremor akibat bergerak
 Faktor yang Berhubungan
 Agens farmaseutikal
 Ansietas
 Depresi
 Disuse
 Fisik tidak bugar
 Gangguan fungsi kognitif
 Gangguan metabolism
 Gangguan musculoskeletal
 Gangguan neuromuscular
 Gangguan sensoriperseptual
 Gaya hidup kurang gerak
 Indeks massa tubuh diatas persentil ke-75 sesuai usia
 Intoleran aktivitas
 Kaku sendi
 Keengganan memulai pergerakan
 Kepercayaan budaya tentang aktivitas yang tepat
 Kerusakan integritas struktur tulang
 Keterlambatan perkembangan
 Kontraktur
 Kurang dukungan lingkungan (mis., fisik atau social)
 Kurang pengetahuan tentang nilai aktivitas fisik
 Malnutrisi
 Nyeri
 Penurunan kekuatan otot
 Penurunan kendali otot
 Penurunan ketahanan tubuh
 Penurunan massa otot
 Program pembatasan gerak
 Diagnosa 3: Resiko infeksi
Nomor : 00240
Domain : 4
Class : 4
 Defenisi
Resiko infeksi adalah rentan mengalami invasi dan
multiplikasi organisme patogenik yang dapat mengganggu
kesehatan.
 Faktor yang Berhubungan
 Kurang pengetahuan untuk menghindari pemajanan pathogen
 Malnutrisi
 Obesitas
 Penyakit kronik (mis., diabetes mellitus)
 Prosedur invasive
Pertahanan tubuh primer tidak adekuat
 Gangguan integritas kulit
 Gangguan peristalsis
 Merokok
 Pecah ketuban dini
 Pecah ketuban lambat
 Penurunan kerja siliaris
 Perubahan pH sekresi
 Stasis cairan tubuh
Pertahanan tubuh sekunder tidak adekuat
 Imunosupresi
 Leukopenia
 Penurunan hemoglobin
 Supresi respons inflamasi
 Vaksinasi tidak adekuat
Pemajanan terhadap patogen lingkungan meningkat
 Terpajan pada wabah
 Diagnosa 4: Ansietas
Nomor : 00146
Domain : 9
Class : 2
 Defenisi
Ansietas adalah perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran
yang samar disertai respons otonom (sumber sering kali tidak
spesifik atau tidak diketahui oleh individu); perasaan takut yang
disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya.
 Batasan karakteristik
Perilaku
 Agitasi
 Gelisah
 Gerakan ekstra
 Insomnia
 Kontak mata yang buruk
 Melihat sepintas
 Mengekspresikan kekhawatiran karena perubahan dalam
peristiwa hidup
 Penurunan produktivitas
 Perilaku mengintai
 Tampak waspada
Afektif
 Berfokus pada diri sendiri
 Distress
 Gelisah
 Gugup
 Kesedihan yang mendalam
 Ketakutan
 Menggemerutukkan gigi
 Menyesal
 Peka
 Perasaan tidak adekuat
 Putus asa
 Ragu
 Sangat khawatir
 Senang berlebihan
Fisiologis
 Gemetar
 Peningkatan keringat
 Peningkatan ketegangan
 Suara bergetar
 Tremor
 Tremor tangan
 Wajah tegang
Simpatis
 Anoreksia
 Diare
 Dilatasi pupil
 Eksitasi kardiovaskular
 Gangguan pernafasan
 Jantung berdebar-debar
 Kedutan otot
 Lemah
 Mulut kering
 Peningkatan denyut nadi
 Peningkatan frekuensi pernafasan
 Peningkatan refleks
 Peningkatan TD
 Vasokontriksi superficial
 Wajah memerah
Parasimpatis
 Anyang-anyangan
 Diare
 Dorongan segera berkemih
 Gangguan pola tidur
 Kesemutan pada ekstremitas
 Letih
 Mual
 Nyeri abdomen
 Penurunan denyut nadi
 Penurunan TD
 Pusing
 Sering berkemih
Kognitif
 Bloking pikiran
 Cenderung menyalahkan orang lain
 Gangguan konsentrasi
 Gangguan perhatian
 Konfusi
 Lupa
 Melamun
 Menyadari gejala fisiologis
 Penurunan kemampuan untuk belajar
 Penurunan kemampuan untuk memecahkan masalah
 Penurunan lapang persepsi
 Preokupasi
 Faktor yang Berhubungan
 Ancaman kematian
 Ancaman pada status terkini
 Hereditas
 Hubungan interpersonal
 Kebutuhan yang tidak dipenuhi
 Konflik nilai
 Konflik tentang tujuan hidup
 Krisis maturasi
 Krisis situasi
 Pajanan pada toksin
 Penularan interpersonal
 Penyalahgunaan zat
 Perubahan besar (mis., status ekonomi, lingkungan, status
kesehatan, fungsi peran, status peran)
 Riwayat keluarga tentang ansietas
 Stressor
DAFTAR PUSTAKA

Bulechek, Gloria M. 2013. Nursing Interventions Classifications (NIC) 6th


Edition. Missouri : Mosby Elsevier.

International NANDA. 2012. Diagnosis Keperawatan : Defenisi Dan


Klasifikasi 2012-2014. Editor, T.Heather Herdman; Alih Bahasa,
Made Sumarwati, Dan Nike Budi Subekti ; Editor Edisi Bahasa
Indonesia, Barrah Bariid, Monica Ester, Dan Wuri Praptiani. Jakarta ;
EGC.

Moorhed, (et al). 2013. Nursing Outcomes Classifications (NOC) 5th


Edition. Missouri: Mosby Elsevier.

http://atmeyvriska.blogspot.com/2013/05/askep-kista-ovarium.html
diakses pada tanggal 21 jini 2014

http://putri-yohana.blogspot.com/2013/02/kista-ovarium.html diakses pada


tanggal 21 juni 2014

http://d3keperawatanperintis.blogspot.com/2011/01/asuhan-keperawatan-
kista-ovarium.html diakses pada tanggal 21 juni 2014

http://jerryns-ilmukeperawatanj-ry.blogspot.com/2013/10/askep-kista-
ovarium_31.html diakses pada tanggal 21 juni 2014