Anda di halaman 1dari 6

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELANCARAN ASI

PADA IBU POST PARTUM DI RSKD IBU DAN ANAK


SITI FATIMAH MAKASSAR

Try Muliani Saputri1, Arisna Kadir2, Ernawati3


1STIKES Nani Hasanuddin Makassar
2STIKES Nani Hasanuddin Makassar
3STIKES Nani Hasanuddin Makassar

(Alamat Korespondensi :Muliani.Try@yahoo.com/082396229592)

ABSTRAK

ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik yang dapat diberikan oleh seseorang ibu pada anak
yang baru dilahirkan dan hanya 39 persen semua bayi di dunia yang mendapatkan ASI ekslusif.Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh antara perawatan payudara dan nutrisi pada ibu post
partum. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional,
yaitu rancangan penelitian dengan melakukan pengukuran atau pengamatan pada saat bersamaan
(sekali waktu) antara faktor yang berpengaruh dengan penyakit. populasi dalam Penelitian ini adalah
semua ibu post partum di RSKD ibu dan anak Siti Fatimah Makassar sebanyak 281 orang.
Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, didapatkan 49 responden sesuai
dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data yang telah
terkumpul kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan komputer program microsoft excel
dan program statistik (SPSS) 16.0. Analisis data mencakup analisis univariat dengan mencari distribusi
frekuensi, analisis bivariat dengan uji Chi-square (p<0,1) untuk mengetahui pengaruh antara variabel.
Hasil analisis di dapatkan ada pengaruh antara perawatan payudara dengan kelancaran ASI pada ibu
post partum (p=0,002), terdapat pengaruh antara nutrisi dengan kelancaran ASI pada ibu post partum
(p<0,008). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh perawatan payudara dan nutrisi
terhadap kelancaran ASI pada Ibu post partum, dimana perawatan payudara dan nutrisi mempunyai
pengaruh yang dominan terhadap kelancaran ASI pada ibu post partum.

Kata kunci : Perawatan payudara, Nutrisi, Kelancaran ASI pada Ibu post partum

PENDAHULUAN sampai anak berusia dua tahun (Yuli Yantina,


ASI (Air Susu Ibu) sebagai makanan dkk, 2015). tahun 2011 hanya 35,5% bayi
alamiah adalah makanan terbaik yang dapat berusia kurang dari 6 bulan di dunia
diberikan oleh seseorang ibu pada anak yang mendapatkan ASI ekslusif, pada sidang
baru dilahirkan.ASI merupakan satu-satunya kesehatan dunia ke-65 negara-negara anggota
makan terbaik bayi sampai 6 bulan karena WHO menetapkan target di tahun 2025 bahwa
mempunyai komposisi gizi yang paling lengkap sekurang-kurangnya 50% dari jumlah bayi
dan ideal untuk pertumbuhan dan dibawah usia enam bulan diberi ASI ekslusif
perkembangan bayi yang dapat memenuhi (Yuli Yantina, 2015).
kebutuhan gizi bayi selama 6 bulan pertama. Suatu hasil penelitian di Ghana yang
Sayangnya hanya 39 persen dari semua bayi di diterbitkan oleh jurnal Pediatrics menunjukan
dunia yang mendapatkan ASI ekslusif (Kontu bahwa 16% kematian bayi dapat dicegah
Lusje, 2014 ). melalui pemberian ASI pada bayi sejak hari
Berdasarkan data dari world Health pertama kelahirannya. Angka ini naik menjasi
Organization (WHO), diperkirakan 130 juta bayi 22% jika pemberian ASI dimulai dalam 1 jam
dilahirkan di dunia setiap tahun dan 4 juta bayi pertama setelah kelahiran. Hasil dari 42 negara
meninggal dalam 28 hari pertama menunjukkan bahwa ASI ekslusif memiliki
kehidupannya. Menurunkan angka kesakitan dampak terbesar terhadap penurunan angka
WHO merekomendasikan agar bayi baru lahir kematian balita, yaitu 13% disbanding
mendapat ASI ekslusif (tanpa tambahan intervensi kesehatan masyarakat lainnya
makanan) paling sedikit enam bulan.Makanan (Syamsinar, 2013).
padat seharusnya di berikan setelah Dari survey yang dilaksanakan pada
enambulan, dan pemberian ASI dilanjutkan tahun 2002 oleh nutrition & Health Surveillance

60 Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 10 Nomor 1 Tahun 2017 ● ISSN : 2302-1721
System (NSS) kerja sama dengan Balitbangkes penelitian mengenai kelancaran ASI pada Ibu
dan Helen Keller International di 4 perkotaan Post partum di RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah
(Jakarta, Surabaya, Semarang, Makassar) dan Makassar.
8 pedeesaan (Sumbar, Lampung, Banten,
Jabar, Jateng, Jatim, NTB, Sulsel), menun BAHAN DAN METODE
jukkan bahwa cakupan ASI ekslusif 4-5 bulan di Lokasi, Populasi, dan Sampel
perkotaan antara 4%-12%, sedangkan jenis penelitian yang digunakan dalam
dipedesaan 4%-25%. Pencapaian ASI ekslusif penelitian ini adalah penelitian survei analitik
5-5 bulan di perkotaan berkisar 1%-13% dengan pendekatan Cross Sectional yaitu
sedangkan dipedesaan 2%-13% (Lilin Turlina, rancangan penelitian dengan melakukan
2015). pengukuran atau pengamatan pada saat
Menyusui bayi di Indonesia sudah bersamaan antara faktor yang berpengaruh
menjadi budaya namun praktik pemberian ASI dengan penyakit (Sugiyono, 2014). Misalnya
masih jauh dari yang diharapkan. Menurut faktor perawatan payudara, dan nutrisi, yang
survey Demografi kesehatan Indonesia 2010 berhubungan dengan kelancaran ASI pada ibu
hanya 10% bayi yang memperoleh ASI pada post partum di RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah
hari pertama, yang diberikan ASI kurang dari 2 Makassar.Telah dilaksanakan di RSKD Ibu dan
bulan sebanyak 73% yang diberikan ASI 2 anak Siti Fatimah Makassar pada tanggal 15 –
sampai 3 bulan sebanyak 53% yang diberikan 26 juni 2016. Populasi dalam penelitian ini
ASI 4 sampai 5 bulan sebanyak 20% dan adalah seluruh ibu post partum di RSKD Ibu
menyusui ekslusif sampai usia 6 bulan dan Anak Siti Fatimah Makassar. Pada 3 bulan
sebanyak 49% (Lilin Turlina, 2015). terakhir sebanyak 281 orang dengan jumlah
Data survey demografi dan kesehatan sampel pada penelitian ini adalah 49 orang.
Indonesia, cakupan ASI ekslusif pada bayi 0-6 Adapun kriteria dari sampel sebagai berikut :
bulan pada tahun 2002 sebesar 40,0%, tahun 1. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah :
2007 terjadi penurunan menjadi 32,0%, pada a. Ibu post partum yang bersedia menjadi
tahun 2012 menjadi 42,0%, dan hasil analisi responden.
menunjukkan secara nasional, ASI ekslusif b. Ibu post partum yang menyusui di
sebesar 54,3% pada tahun 2013 dari jumlah RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah
total bayi yang lahir sebesar 2.483.484 dan bayi Makassar.
0-6 bulan yang diberikan ASI ekslusif sebesar c. Ibu post partum hari ke-2 di RSKD Ibu
52,8% yang tidak ASI ekslusif sebesar 48,2% dan Anak Siti Fatimah Makassar
bayi (Yuli Yantina, 2015). 2. Kriteria ekslusi
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan a. Ibu hamil yang tidak kooperatif (tidak
Dasar (Riskesdes) tahun 2010, cakupan mengalami kelancaran pengeluaran
pemberian ASI ekslusif bayi 0-5 bulan sebesar ASI).
27,2%. Jika dilihat lebih detail, pemberian ASI b. Ibu hamil yang mempunyai komplikasi
ekslusif pada bayi 5 bulan bahkan hanya lain di RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah
15,3%. Berdasarkan Riset 2010, jenis makanan Makassar.
prelaktal yana paling banyak adalah susu
formula 71,3% (Mukhoirotin, 2015). Pengumpulan Data
Berdasarkan Data yang ada di RSKD 1. Editing
Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar pada ibu Editing adalah upaya untuk
menyusui ASI ekslusif dari tahun 2014 memeriksa kembali kebenaran data yang
sebanyak 2.725 orang, pada tahun 2015 diperoleh atau dikumpulkan.Editing dapat
mengalami penurunan dengan jumlah ibu dilakukan pada tahap pengumpulan data
menyusui ASI ekslusif sebanyak 2.016 orang, atau setelah data terkumpul.
dan pada tahun 2016 pada bulan Januari 2. Coding
sebanyak 83 orang, pada bulan 2 sebanyak 92 Coding merupakan kegiatan
orang, pada bulan 3 sebanyak 106 orang dan pemberian kode numerik (angka) terhadap
ibu post partum dari bulan Januari – Mei pada data yang terdiri atas beberapa
tahun 2016 sebanyak 316 orang. Maka data kategori.Pemberian kode ini sangat penting
yang diperoleh dari 3 bulan terakhir pada tahun bila pengolahan dan analisis data
2016 ibu yang menyusui ASI ekslusif sebanyak menggunakan computer.Biasanya dalam
281 orang sedangkan yang tidak memberikan pemberian kode dibuat juga daftar kode dan
ASI eklusif sebanyak 35 orang (Laporan RSKD artinya dalam satu buku (code book) untuk
Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar, 2014- memudakan kembali melihat lokasi dan arti
2016). suatu kode dari suatu variabel.
Dari uarain tersebut melatar belakangi
peneliti sehingga tertarik untuk melakukan

Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 10 Nomor 1 Tahun 2017 ● ISSN : 2302-1721 61
3. Entri data Tabel 3 Berdasarkan Pendidikan
Data entri adalah kegiatan Responden di RSKD Ibu dan Anak Siti
memasukkan data yang telah dikumpulkan Fatimah Makassar Tahun 2016.
kedalam master table atau database Pendidikan n %
computer, kemudian membuat distribusi SD 2 4.1
frekuensi sederhana atau bisa juga dengan SMP 8 16.3
membuat table kontigensi. SMA 36 73.5
Diploma/Sarjana 3 6.1
Analisis data Total 49 100
Dalam melakukan analisis, khususnya
terhadap data penelitian akan menggunakan Diketahui (n) sebanyak 49
ilmu statistik terapan yang disesuaikan dengan responden, didapatkan bahwa tingkat
tujuan yang hendak dianalisis. Apabila pendidikan pada ibu hamil atau post partum
penelitiannya deskriftif, maka akan kebanyak pada tingkat pendidikan SMA di
menggunakan statistik deskriftif. Sedangkan bandingkan ibu post partum yang
analisis analitik akan menggunakan statistika berpendidikan lebih tinggi (sarjana/
inferensial. diploma).
HASIL PENELITIAN Tabel 4 Berdasarkan Pekerjaan
1. Analisis Univariat Responden di RSKD Ibu dan Anak Siti
Tabel 1 Berdasarkan Umur Responden di Fatimah Makassar Tahun 2016.
RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar Pekerjaan n %
Tahun 2016. Tidak bekerja 43 87.8
Umur Responden n % PNS 1 2
17 – 21 8 16.3 Wiraswasta 5 10.2
22 – 35 38 77.6 Total 49 100
36 – 45 3 6.1
Total 49 100.0 Didapatkan (n) sebanyak 49
responden (100%), dimana di dapatkan ibu
Diketahui (n) sebanyak 49 masa nifas atau ibu post partum rata-rata
responden yang dimana, di dapatkan hasil tidak memiliki pekerjaan ini di karena
yaitu umur ibu hamil atau ibu post partum sulitnya lapangan pekerjaan bagi meraka
lebih dominan antara 22 sampai 35 tahun. sebagai IRT.
Tabel 2 Berdasarkan Umur Kehamilan Tabel 5 Berdasarkan Kelancaraan ASI
Responden di RSKD Ibu dan Anak Siti Responden di RSKD Ibu dan Anak Siti
Fatimah Makassar Tahun 2016. Fatimah Makassar Tahun 2016.
Umur Kehamilan n % Kelancaran ASI n %
6bulan 1 2.0 Lancar 39 79.6
7 Bulan 2 4.1 Tidak lancar 10 20.4
8 Bulan 7 14.2 Total 49 100
9 Bulan 33 65.3
10 Bulan 6 12.2 Didapatkan ibu post partum di RSKD
Total 49 100 siti Fatimah makassar memiliki ASI yang
lancar dimana ini didukung oleh beberapa
Diketahui (n) 49 responden (100%), factor, salah satu factor adalah dari
yang dimana terdapat responden yang kenutuhan nutrisinya.
partus di bawah dari 9 bulan atau disebut
dengan kelahiran premature dan adapun Tabel 6 Berdasarkan Perawatan Payudara
responden yang mempunyai umur Responden di RSKD Ibu dan Anak Siti
kandungan lebih dari 9 bulan. Fatimah Makassar Tahun 2016.
Perawatan payudara n %
Cukup 21 42.9
Kurang 28 57.1
Total 49 100

Didapatkan hasil bahwa hanya


sebagain ibu post partum yang melakukan
perawatan payudara dimana ini karena

62 Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 10 Nomor 1 Tahun 2017 ● ISSN : 2302-1721
kurangnya pemahaman dan pengetahuan Tabel 9 Berdasarkan Nutrisi terhadap
ibu akan pentingnya dan manfaat dari Kelancaran ASI pada Pasien RSKD Ibu
perawatan payudara. dan Anak Siti Fatimah Makassar Tahun
2016.
Tabel 7 Berdasarkan Nutrisi Responden di Kelancaran ASI
RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar Tidak Total
Nutrisi Lancar
Tahun 2016. Lancar
Nutrisi n % n % n % n %
Cukup 28 57.1 Cukup 26 53.1 13 26.5 39 79.6
Kurang 2 4.1 8 16.3 10 20.4
Kurang 21 42.9
Total 27 57.2 21 42.8 49 100
Total 49 100 p = 0,008

Didapatkan ibu nifas yang memiliki Hasil Tabel 9 di dapatkan nutrisi ibu
nutrisi yang cukup lebih besar di yang cukup mempunyai ASI yang lancar
bandingkan dengan ibu nifas yang memiliki lebih banyak akan tetapi walaupun
nutrisi yang kurang , ini karena ibu mempunyai nutrisi yang cukup adapun juga
memahami akan kabutuhan yang yang mempunyai ASI yang tidak lancar ini
dibutuhkan pada saat hamil dan setelah sama dengan nutrisi ibu yang kurang
melahirkan nanti. mempunyai ASI yang tidak lancar.
2. Analisis Bivariat PEMBAHASAN
Tabel 8 Perawatan payudara terhadap 1. Hubungan Perawatan Payudara terhadap
Kelancaran ASI di RSKD Ibu dan Anak Siti Kelancaran ASI pada Ibu Post Partum di
Fatimah Makassar Tahun 2016. RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar.
Kelancaran ASI Hasil penelitian diperoleh data
Perawatan Tidak Total
Lancar bahwa didapatkan (n) 49 responden
Payudara Lancar
n % n % n %
(100%),39 responden (79.6) yang
Cukup 21 42.9 18 36.7 39 79.6 melakukan perawatan payudara, 21
Kurang 0 0 10 20.4 10 20.4 responden (42.9%) yang melakukan
Total 21 42.9 28 57.1 49 100 perawatan payudara yang cukup dan
p = 0,002 mempunyai ASI yang lancar sedangkan 18
responden (36.7%) yang melakukan
Hasil dari table 8 di dapatkan perawatan payudara yang cukup akan
responden yang cukup melakukan tetapi mempunyai ASI yang tidak lancar, 10
perawatan payudara mempunyai ASI yang responden (20.4%) yang kurang
lancar lebih banyak di bandingkan dengan melakukan perawatan payudara.
responden yang mempunyai ASI tidak Hasil Chi-Square diatas menunjukan
lancar dan kurang melakukan perawatan adanya hubungan antara perawatan
payudara tidak mempunyai ASI yang payudara terhadap kelancaran ASI pada
lancar. Maka Hasil diatas menunjukan Ibu post partum, yang dimana nilaip (0.002)
adanya hubungan antara perawatan dimana nilai signifikansi lebih kecil dari 1%
payudara terhadap kelancaran ASI pada (p = 0,002 < α = 0.1)
Ibu post partum, yang dimana nilai p makadidapatkanbahwa Ha diterimadan Ho
(0.002) dimana nilai signifikansi lebih kecil ditolak, artiny aadanya Hubungan yang
( p = 0,002 <α = 0.1) maka didapatkan bermakna (siknifikansi) antara perawatan
bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, artinya payudara dengan Kelancaran ASI pada Ibu
adanya. Hubungan yang bermakna Post Partum di RSKD Ibu dan Anak Siti
(siknifikansi) antara perawatanpayudara Fatimah Makassar.
dengan Kelancaran ASI pada Ibu Post Penelitian ini didukung oleh
Partum di RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah penelitian Syamsinar ( 2013 ) yang
Makassar. memperoleh hasil adanya hubungan yang
bermakna antara perawatan payudara
dengan Kelancaran ASI pada Ibu Post
Partum Di Rumah Sakit TK.II Pelamonia
Makassar dengan p = 0,001.
Teori yang mendukung penelitian ini
dikemukakan oleh Saryono, dkk
2014.Yang menyatakan perawatan
payudara merupakan suatu kebutuhan
hidup yang baru saja melahirkan dan ibu

Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 10 Nomor 1 Tahun 2017 ● ISSN : 2302-1721 63
hamil ini suatu timdakan yang sangat khusus, sehingga ibu menyusui
penting untuk memperlancar pengeluaran memerlukan tambahan nutrisi yang banyak
ASI. untuk mendukung Kelancaran ASI.
2. Hubungan Kebutuhan Nutrisi terhadap Pada saat melakukan wawancara,
Kelancaran ASI pada Ibu Post Partum di sebagian responden sedang melakukan
RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar. perawatan payudara yang diberikan oleh
Dari hasil penelitian diperoleh perawat RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah
terdapat 39 responden (79,6%) yang dan pada saat ibu adapun pasien yang
mempunyai kebutuhan nutrisi yang cukup sedang memberikan ASI pada Anaknya
diantaranya 26 responden (53.1%) nutrisi ASI yang keluar sangat baik dan lancar.
cukup dan ASI yang lancar, 13 responden Sehingga dapat disimpulkan bahwa
(26,5%) nutrisi yang cukup akan tetapi terdapat hubungan anatara perawatan
mempunyai ASI tidak lancar,10 responden payudara dengan Kelancaran ASI pada Ibu
(20,4% ) yang mempunyai kebutuhan post partum di RSKD Ibu dan Anak Siti
nutrisi yang kurang diantaranya, 2 Fatimah Makassar.
responden (4.1%) mempunyai ASI lancar,
8 responden (16.3%) mempunyai ASI tidak KESIMPULAN
lancar. 1. Terdapat hubungan yang bermakna
Hasil Uji Chi-Square memperlihatkan (signifikan) antara Perawatan Payudara
bahwa ada hubungan yang bermakna dengan Kelancaran ASI pada Ibu Post
(signifikan) antara kebutuhan Nutrisi Partum di RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah
dengan Kelancaran ASI pada Ibu Post Makassar tahun 2016.
Partum di RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah 2. Terdapat hubungan yang bermakna
Makassar dengan nilai signifikansi lebih (signifikan) antara Kebutuhan Nutrisi
kecil dari 1% (p = 0,008 < α = 0,1). dengan Kelancaran ASI pada Ibu dan Anak
penelitian ini didukung dengan Siti Fatimah Makassar tahun 2016.
penelitian Ika Nurhayati (2013)
mengatakan adanya hubungan nutrisi SARAN
dengan kelancaran ASI pada ibu menyusui 1. Bagi Responden
yaitu semakin baik nutrisi ibu hamil dan Kepada responden yaitu ibu
menyusui semakin baik pula kelancaran menyusui hendaknya melakukan
ASI pada ibu, dengan nilai p = 0,00 <α = perawatan payudara dan memenuhi
0,05. kebutuhan nutrisi untuk meningkatkan
Teori yang mendukung hasil kelancaran pengeluaran ASI dan
penelitian ini dikemukakan olehEsvandriari mengikuti penyuluhan serta anjuran dari
sant, 2014. menyatakan Nutrisi merupakan tenaga kesehatan.
satu factor yang ikut berpengaruh terhadap 2. Bagi Tenaga Kesehatan
hasil kehamilan. Status nutrisi dipengaruhi Untuk mempersiapkan ibu nifas pada
oleh banyak factor sehingga membuat ibu saat menyusui diperlukan suatu usaha
hamil beresiko misalnya; kemiskinan, yang baik, diharapkan tenaga kesehatan
kekurangan pengetahuan tentang nutrisi agar ikut serta meningkatkan kesadaran
yang diperlukan, lingkungan yang kurang masyarakat mengenai pentingnya
menguntungkan, kebiasaan tentang nutrisi perawatan payudara dan kebutuhan nutrisi
yang diperlukan lingkungan yang kurang bagi ibu menyusui dengan cara
menguntungkan, kebiasaan makann yang memberikan motivasi melalui penyuluhan
tidak lazim, serta kesehatan yang buruk kepada ibu nifas saat hamil sampai masa
akan berpengaruh terhadap status gizi nifas.
buruk perlu mendapatkan perawatan

DAFTAR PUSTAKA

Ai Yeyeh Rukiyah. 2012. Asuhan Kebidanan III (Nifas), Jakarta;TIM,2011.

Arland, 2015.Makanan Pelancar ASI I. jurnal bidanku, (http://arlandmakananpelancarasi.pdf)

Dewi Martialia, 2012. Ahusan Kebidanan Nifas dan Menyusui, Pustaka Belajar, Celeban Timur UH III/548
Yogyakarta 55167.

Esvandiari Sant, 2014. Buku Pintar ASI ekslusif, Pustaka Alkautsar Group, Jakarta Timur.

Elisabeth Siwi Walyani. 2015. Asuhan Kebidanan Masa Nifas Dan Menyusui, Pustaka Baru Press, Yogyakarta.

64 Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 10 Nomor 1 Tahun 2017 ● ISSN : 2302-1721
Hidayat A,A,A, 2014. Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data, Salemba Medika, Jakarta.

Ika Nurhayati, 2013. “Hubungan Pola Nutrisi Pada Ibu Nifas Dengan Kecukupan ASI Pada Bayi Di Desa Mejasen.
(http;//www.Siklus_Jurnalresearhmidwiferypolitekniktegal.com).

Kontu Lusje. 2014. “hubungan rawat gabung dengan kelancaran produksi ASI pada ibu post partum normal di Irina
D Bawah BLU RSUP Prof. DR. R. D.Kandou Manado”.Jurnal ilmiah bidan (JIDAN), Volume 2 nomor 1 tahun
2014, (http;//www.218-430-1-sm.pdf).

Kelana Kusuma Dharma, 2011.Metode Penelitian Keperawatan (panduan melaksanakan dan menerapkan hasil
penelitian), TIM, Jakarta Timur.

Lilin Turlina. 2015. “pengaruh pemberian serbuk daun papaya terhadap kelancaran ASI pada ibu nifas di BPM Ny.
Hank Dasiyem,Amd.Keb di Kedungpring Kabupaten Lamongan”. Volume 07 no 01, April 2015,
(http;//www.15-23 jurnal april 2015 Lilin.pdf).

Mangku Sitepoe, 2013. ASI ekslusif ; Artipenting bagi kehidupan, Permata Putri Media, Jakarta Barat.

Mukhoirotin, 2015. “hubungan pengetahuan ibu tentang ASI ekslusif dengan perilaku pemberian ASI ekslusif di
BPM Hj. Umi Salamah Peterongan Jombang”. Jurnal Edu Health,Volume 5 no 2 tahun 2015,
(http;//www.428.pdf).

Mardila Ayu Nilamsari. 2014. “pengaruh perawatan payudara terhadap kelancaran eksresi ASI pada ibu post
partum di Rumah Bersalin Masrdi Rahayu Semarang”. Jurnal ilmu keperawatan dan kebidanan (JIKK),
(http;//www.271-569-1-SM.pdf).

Marmi, 2012. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas “Peurperium care”,Pustaka Belajar, Celeban Timur UH III/548
Yogyakarta 55167.

Nurul Jannah, 2013. Asuhan Kebidanan Ibu Nifas, AR-Ruzz Media, Jogjakarta.

Nursalam, 2016.Metedologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Salemba Medika Jakarta Selatan

Ria Riksani, 2012. Keajaiban ASI (air susu ibu), Dunia Sehat, Jakarta Timur.

Syamsinar s. 2013. “factor-factor yang berhubungan dengan kelancaran pengeluaran ASI pada ibu post partum di
ruangan nifas Rumah Sakit TK.II Pelamonia Makassar”. Volume 2 nomor 5 tahun 2013, (http;//www.e-
library stikes nani hasanuddin—syamsinars-276-1-25131351-1.pdf) .

Sri Astuti, 2015. Asuhan Kebidanan Nifas & Menyusui, Erlangga, Jakarta 13740.

Saryono. 2014. Perawatan Payudara, Nuha Medika, Yogyakarta.

Sugiyono, 2014.Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D, Alfabeta, Bandung.

Yuli Yantina. 2015. “pengaruh oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum di wilayah kerja Puskesmas
Raja Basa Indah Bandar Lampung Tahun 2015”. Jurnal kebidanan, Volume 1 no 2, juli 2015:98-102,
(http;//www.20-62-1-PB.pdf).

Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 10 Nomor 1 Tahun 2017 ● ISSN : 2302-1721 65