Anda di halaman 1dari 24

Panel Distribusi

PRAKTIKUM LISTRIK
PANEL DISTRIBUSI

4 TUJUAN
Kemampuan yang akan dimiliki mahasiswa setelah memahami isi modul ini
adalah sebagai berikut :
 Mahasiswa mampu merancang, memasamg, dan memperbaiki panel
diatribusi dan instalasi tegangan rendah.
 Mahasiswa diharapkan mampu melakukan perhitungan beban listrik.
 Mahasiswa mampu memahami peralatan/komponen panel dan mengetahui
fungsi masing-masing komponen.

4 DASAR TEORI
Panel distribusi tenaga listrik berfungsi sebagai sistem distribusian tenaga
listrik yang dihasilkan oleh sumber PLN dan diesel generator set. Panel distribusi
terdiri dari berbagai peralatan listrik yang difabrikasikan/diinstalasi menjadi
rangkaian kontrol dan proteksi terhadap sumber tegangan dan beban dangan
komponen peralatan listrik sebagai berikut :
4 Box Panel atau Almari Panel
Rumah panel yaitu tempat/almari panel distribusi listrik yang di
dalamnya terpasang peralatan listrik. Berdasarkan lokasi instalasi dan
kondisi lingkungan sekitar almari panel ini harus di desain agar dapat
memberikan perlindungan terhadap benda asing/debu, dan air, dengan
menentukan tungkat perlindungannya IP (DIN 40 050. IEC publ. 144).
Kode IP disertai dua angka, angka pertama menunjukkan perlindungan
terhadap sentuhan dan benda padat, angka kedua menunjukkan
perlindungan terhadap benda cair.
Panel Distribusi

Gambar Almari Panel AMF

1. Indikator dan Metering


Pada panel ini di butuhkan peralatan/ instrumentasi yang dipasang
untuk melakukan monitoring kelistrikan yang ada. Suatu panel distribusi
listrik umumnya dipasang metering yang standart yaitu: ampere meter, volt
meter, kW meter, frekuensi meter, cos phi meter, dan untuk panel generator
set yang bekerja paralel igunakan zero volt meter, double volt meter, dan
synkronoskop, dan juga dilengkapi dengan indikator lampu (pilot lamp).
Dengan pemasangan Kw meter, ampere meter, cos phi meter
dibutuhkan current transformer (CT) yang beekerja dengan perbandingan
arus sekunder 5 A. Untuk penggunaan volt meter digunakan VSS (volt
selector switsh). Untuk mengatur pembacaan sesuai kebutuhan (misal:
phase-netral atau phase-phase).

2. Circuit Breaker
Panel distribusi membutuhkan peralatan listrik yang berfungsi
sebagai pengaman terhadap terjadinya gangguan yang diseebabkan oleh
hubungan singkat (short circuit) dan pembebenan yang melebihi kapasitas
arus yang terjadi secara cepat (over loading), keandalan suatu breaker
ditetukan dari kecepatan memutus jika terjadi gangguan dan kemampuan
untuk manahan arus hubungan singkat secara cepat. Dalam panel distribusi
tegangan rendah terdiri dari bermacam-macam breaker sesuai dengan
kapasitasnya, ayaitu antara lain: miniatur circuit breaker (MCB), moulded
case circuit breaker (MCCB), no fuse breaker (NFB), NT, fuse, air balast
Panel Distribusi

circuit breaker (ACB) yang mempunyai berbagai kutub dari satu kutub
sampai empat kutub.

 Dalam memilih circuit breaker hal-hal yang perlu


dipertimbangkan adalah :
 Karakteristik sistem dimana circuit breaker dipasang.
 Kebutuhan akan kontinuitas pelayanan sumber daya listrik.
 Aturan dan standart proteksi yang berlaku.

 Karakteristik sistem
1. Sistem tegangan
Teganganoperassional dari CB harus lebih besar atau minimum
sama dengan tegangan sistem.
2. Frekuensi sistem
Frekuensi pengenal CB harus sesuai dengan frekuensi sistem.
3. Arus pengenal
Arus pegenal CB harus disesuaikan dengan arus bebab yang di
lewatkan oleh kabel dan harus dari arus ambang yang diijinkan
pada kabel.
4. Kapasitas pemutusan
Kapasitas pemutusan CB paling sedikit sama dengan arus
hubungan singkat prospektif yang mingkin terjadi.
5. Jumlah Pole
Jumlah pole dari CB tergantung dari sistem pembumiannya.

 Kebutuhan Kontinuitas Sumber Daya


Dalam memilih CB harus diperhatikan:
1. Diskriminasi total dari CB yang ditempatkan secara seri.
2. Diskriminasi terbatas (sebagian) diskriminasi hanya dijamin
sampai tingkat arus gangguan tertentu.
Panel Distribusi

Aturan dan Standart Proteksi:


Aturan instalasi listrik yang berlaku seperti PUIL, BKI, harus diikuti
standart yang diacu baik lokal maupun internasional seperti SPLN, IEC 60947-2
harus diperhatikan.
Penamaan tipe MCB beragam tergantung pada pabrik pembuat, dalam
pemakaian yang perlu diperhatikan adalah karakteristik tiap MCB untuk
disesuaikan dengan kebutuhan sistem. Berikut ini contoh lkasifikasi MCB (instalasi
listrik II- muhaimin) :
1. MCB tipe Z (rating dan breaking capacity kecil) digunakan untuk pengaman
rangkaian semikonduktor dan trafo-trafo tegangan yang peka.
2. MCB tipe K (rating dan breaking capacity kecil) digunakan untuk pengaman
alat-alat rumah tangga (home appliance).
3. MCB tipe G (rating besar) untuk pengaman motor.
4. MCB tipe I (rating besar) untuk pengaman kabel atau jaringan.
5. MCB tipe H untuk pengaman instalasi penerangan bangunan.

Gambar MCB dan MCCB

ELCB
Prinsip pengamanan ini didasarkan pada arus bocor yang terjadi, arus bocor
berdasarkan standart, umumnya tidak lebih dari 30 mA, alasan penetapan ini
didasarkan pada resistansi tubuh manusia bila dikenai tegangan. Komponen ini
tidak mempunyai pengaman thermal dan magnetis, sehingga ELCB harus
diamankan dari hubungan singkat dan beban lebih oleh MCB disisi arusnya. ELCB
mempunyai mekanisme trip tersendiri dan juga dapat dioperasikan secara manual
seperti saklar. Alat ini digunakan jika pengaman arus bocor dibutuhkan pada
sekelompok sirkuit yang maksimum terdiri dari 4 sirkuit.
Panel Distribusi

Gambar ELCB

Pengaman lain DPNa Vigi (MG) merupakan kombunasi MCB dan ELCB
dipakai ketika pengaman penuh terhadap hubungan singkat, beban lebih dan arus
bocor dibutuhkan pada sirkuit tunggal.
Modul Vigi (MG) merupakan pendeteksi arus bocor sebagai alat bantu
MCB atau disebut juga relay arus bocor. Alat ini tidak memiliki mekanisme trip
namun mengirimkna operintah secara mekanis ke MCB. Digunakan pada bangunan
komersian dan aplikasi industri jika hubugan singkat tinggi dan MCB harus
dipasang dengan baik.

Push Botton
Push Botton adalah peralatan listrik
yang berfungsi sebagai saklar impuls yang
berfungsi dalam rangkaian linstrik. Push botton
ada 2 macam, yaitu push button on dengan
warna hijau yang bekerja dengan normally
open dan push button off yang berwarna merah
dan bekerja dengan normally close pada
Gambar Push Button
rangkaian kontrol.
Panel Distribusi

Kontaktor
Kontaktor adalah peralatan listrik yang berfungsi untuk memutus atau
menghubungkan suatu rangkaian listrik. Kontaktor terdiri dari 3 bagian yang pokok
yaitu: kontak utama, kontak bantu, dan koil magnet. Prinsip kerja kontaktor
berdasarkan induksi elektromagnet, dimana koil magnet kontaktor tersebut disuplai
sumber tegangan listrik AC/DC, pada kumparan tembaga tersebut terjadi induksi
elektromagnet sehingga dapat menarik bahan fero magnetik yang ada didekatnya
(prinsip magnet buatan). Kapasitas penghubung dan pemutus suatu kontaktor dapat
dilihat dari data teknik dari suatu kontaktor itu sendiri, jika suatu kontaktor
menghubungkan arus listrik yang melebihi kemampuan hantar arusnya (KHA),
maka kontataktor akan leleh dan mengakibatka hubungan singkat.

Gambar Kontaktor

Rell Tembaga/Busbar
Rell Tembaga/Busbar adalah tembaga batangan yang berfungsi untuk
memberikan sistem distribusi listrik yang ada pada panel, sebelum menentukan
penampang busbar/ rell tembaga maka harus diperhitungkan/ ditentukan berapa
kemampuan hantar aras (KHA) yang mengalir pada rell tembaga tersebut. Maka
setelah itu ditentukan penampangnya busbar dapat mempunyai KHA yang lebih
besar dari minimalnya jika busbar tersebut dicat atau diberi warna, sehingga
dilapisi dengan cat, ataupun warna standart yang dipakai sistem PLN yaitu :
 Warna merah = adalah fasa L1
 Warna kuning = adalah fasa L2
 Warna hitam = adalah fasa L3
 Warna biru = adalah netral (N)
 Warna kuning-hijau = adalah grounding (PE)

Kabel Daya/Kontrol Panel


Panel Distribusi

Kabel daya/kontrol panel adalah peralatan listrik yang berfungsi untuk


penghantar/ konduktor listrik dan berfungsi untuk mendistribusikan listrik dari
suatu sumber ke suatu beban. Kabel mempunyai luas penampang yang berbeda-
beda tergantung dari kemampuan hantar arus (KHA) yang digunakan. Perencanaan
pemasangan power kabel/ kontrol kabel harus mempertimbangkan terhadap suhu
ruang dan pemasaangan di udara atau di dalam tanah (underground), jenis
penghantar yang selama inu sipakai untuk kabel tegangan rendah/ kabel dibawah
tegangan kerja 1 Kv dengan isolasi PVC.
Jenis kabel yang digunakan antara lain sebaagai berikut :
1. NYY, jenis kabel ini dapat digunakan sebagai kabel tenaga untuk intalasi
industri dn dalam panel hubung bagi. Apabila diperkirakan tidak
adahgangguan mekanis, kabel ini dapat juga ditanam dalam tanah asaal
diberi pelindung secukupnya.
2. NYM, jenis kabel ini untuk instalasi penerangab dimana dalam
pemasangannya tidak merusak isolasi PVCnya, tapi kabel jenis ini tidak
boleh ditanam dalam tanah karena alasan keamanan dimana isolasinya
tidak untuk kabel tanam.
3. NYA, kabel inti tunggal dengan kawat tembaga berisolasi PVC seperti
NYY.
4. NYAF, berupa kabel inti tunggal dengan kawat tembaga berisolasi PVC
fleksibel.
5. BC (Bore Copper) digunakan untuk pentanahan berupa kabel tanpa isolasi
biasanya disambung dengan elektroda yang ditanam dalam tanah.

Tabel Data Teknik BCC Keras

Luas
Konstruksi Diameter hantar Berat Tahanan DC 20
Penampang
hantar kira-kira hantaran °C maksimum
Nominal Nyata
mm2 mm2 - mm Kg/km Ohm/km
6 re 2,81/ 2,8 54,7 2,95
10 re 1/3,50 3,5 85,5 1,89
16 rm 7/1,2 5,1 144 1,17
25 rm 7/2,1 6,3 219,8 0,766
35 rm 7/2,5 7,5 312 0,54
50 rm 19/1,8 9,0 438,4 0,384
70 rm 19/2,1 10,5 596,7 0,282
95 rm 19/2,5 12,5 845,7 0,20
120 rm 19/2,8 14,0 1060,8 0,159
Panel Distribusi

150 rm 37/2,25 15,8 1334 0,126


185 rm 37/2,5 17,5 1647 0,102
240 rm 61/2,25 20,3 2199,3 0,0766
300 rm 61/2,5 22,5 2715,2 0,062
400 rm 61/2,89 26,0 3628,4 0,046
500 rm 61/3,23 29,0 4532,4 0,037

Perhitungan & Perencanaan Penentuan Spesifikasi Komponen Panel


Instalasi yang aman harus memenuhi ketentuan:
1. KHA pengaman > 1 beban nominal
2. KHA peralatan instalasi dan penghantar > KHA pengaman

Penentuan KHA penghantar dan pengaman (dengan mengabaikan voltage drop)

1 fasa : In =

3 fasa : In =

 Dengan perolehan nilai In diatas dapat ditentukan nilai Isn sehingga


diperoleh nilai KHA pengaman yang digunakan.
 Jenis pengaman disesuaikan dengan beban yang terpasang.

Penentuan 1 max beban tergantung faktor pengali,


Misal : - beban penerangan : 2
- Beban motor : 5
(umumnya tertera pada name plate peralatan)
Tipe-tipe MCB juga memiliki faktor pengali, misal: - Tipe L : 3,1
- Tipe G : 7,5
- Tipe H : 8

(Perhatikan kurva karakteristik MCB dari brosur, lihat lampiran)


Misal beban penarangan digunakan tipe MCB L, maka terpenuhi : Isn x 3,1 > In x
2
 Pemilihan penghantar dilakukan dengan acuan KHA dan kondisi lingkungan
atau tempat pemasangan. Besarnya diameter kabel harus memberikan nilai
KHA yang lebih besar dari KHA pengaman.
Panel Distribusi

 Panel daya maupun panel distribusi daya merupakan keharusan, hal tersebut
akan memudahkan:
a) Pembagian energi listrik seara merata dan tepat.
b) Pengamanan instalasi dan pemakaian listrik.
c) Pemeriksaan, perbaikan atau pemeliharaan.
 Untuk itu di dalam pembuatan panel harus diperhatikan hal-hal yang penting
agar:
a) Mudah dilayani dan aman
b) Dipasang pada tempat yang mudah dicapai
c) Di depan panel ruangannua harus bebas
d) Panel tidak boleh ditempatkan pada tempat yang lembab

Gambar Diagram Satu Garis Panel Daya dan Panel Distribusi Listrik

4 PERALATAN DAN KOMPONEN

Peralatan dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai
berikut :
Tabel Peralatan

No. Nama Spesifikasi Jumlah Keterangan


1. Tang potong 1 buah MEKANIK
2. Tang kombinasi 1 buah MEKANIK

3. Tang cable schoon 1 buah MEKANIK

4. Tang kerucut 1 buah MEKANIK


Panel Distribusi

Pisau potong
5. 1 buah MEKANIK
(cutter)
6. Obeng +, - 1 buah MEKANIK
7. Multitester 1 buah MEKANIK
8. Insulation tester 1 buah MEKANIK
9. Tespen 1 buah MEKANIK

Tabel Bahan

No. Nama Spesifikasi Jumlah Keterangan


1. MCB 3P, 6 A 1 buah MG
1P, 6 A 1 buah MG
2. ELCB 3P, 25A, coil 220 V 1 buah TM
50 Hz
3. Kontaktor 3P, 25 A, coil: 220 1 buah TM
V
50 Hz
4. Auxiliary
contact 2 NO, 2 NC 1 buah TM
5. Termal
Overload 1 buah TM
6. Push Botton NC (Stop) 1 buah TM
NP (Start) 1 buah
7. Indicator Lamp Merah 1 buah TM
Hijau 1 buah
8. Terminal Block Krem 20 buah LEGRAND
Biru 8 buah
Kuning-Hijau 8 buah
9. Mounting rail 1m TM
10. Cable Schoon 2,5 mmsq 2 pak TM
11. Spiral Kabel 1 pak
12. PG 16, PG 21, PG
Cable Gland 6 buah
29 TM
13. Kabel NYY 5x2,5 mmsq 4m JEMBO
NYAF 1,5 mmsq
(ht) 10 m
14. Baut + Mur M3, M4 4 pak
15. Box Panel 600x500x200 1buah
16. Avometer 1 buah

III. PROSEDUR KESELAMATAN


Panel Distribusi

Adapun prosedur keselamatan yang dapat dilakukan pada praktikum ini


adalah sebagai berikut :
1. Perhatikan setiap langkah kerja yang akan saudara kerjakan, semua harus
sesuai dengan SOP (standart operation procedur).
2. Sebelum merangkai pastikan power dalam keadaan off atau mati.
3. Periksa semua peralatan dan komponen dalam keadaan aman digunakan.
4. Dalam melakukan pekerjaan rangkaian dilarang bercanda dan bercakap
yang tidak ada hubungannya dengan modul praktikum.
5. Sebelum mencoba pastikan dicek terlebih dahulu dengan menghubungi
instruktur bengkel/laboratorium.

IV. LANGKAH KERJA


Sebelum melaksanakan pekerjaan maka harus mengikuti prosedur kerja
sebagai berikut :
1. Buat single line diagram (diagram garis tunggal), yang meliputi: diagram PHB
lengkap dengan keterangan mengenai ukuran dan besar nominal dari hasil
perhitungan beban listrik yang akan dipasang.
2. Buat keterangan mengenai jenis dan beban listrik yang terpasang dan
pembagiannya pada beban tiga/ satu fasanya pada single line diagram.
3. Tentukan jenis penghantar yang dipakai dan kemudian periksakan kepada
instruktur untuk mendapatkan tanda persetujuan dan buat gambar perlengkapan
panel distribusi, yaitu:
a) Gambar susunan komponen-komponen listrik dan busbar.
b) Gambar konstruksi panel dengan rail, isolator-isolator, terminal untuk
kabel.
c) Gambar detail untuk satu lokasi (gambar dengan pengawatan panel).
d) Gambar susunan komponen-komponen untuk pintu panel.
e) Gambar untuk sambungan kawat dengan pintu (wiring diagram pintu panel)
f) Gambar konstruksi pintu panel dan rencanakan pengukurannya.
g) Gambar konstruksi tutup (PVC 3 mm pertina x5 mm) atau plexi 3mm
(akryl) yaitu 3 atau 3 buah untuk tiap panel (gunakan diameter bor 6,5 mm).
h) Gambar lubang-lubang water mur dan bushing panel.
i) Gambar konstruksi detail dan mounting plate dengan semua lokasi titik
pengeboran, ukuran baut, dan ulir.
j) Fabrikasi panel (lakukan pekerjaan pengawatan) dengansemua detai gambar
dan cara pemasangannya dan memakai standddart warnasebagai berikut:
 Warna merah = adalah fasa L1
 Warna kuning = adalah fasa L2
 Warna hitam = adalah fasa L3
Panel Distribusi

 Warna biru = adalah hantaran netral (N)


 Warna kuning-hijau = adalah protection eart/ grounding (PE)

VI. GAMBAR KERJA

Gambar Rangkaian
Panel Distribusi

Gambar Rangkaian pada tutup box panel bagian depan


Panel Distribusi

Gambar Rangkaian pada tutup box panel bagian belakang


Panel Distribusi

Gambar Rangkaian didalam box panel


Panel Distribusi

4 TABEL HASIL PERCOBAAN

Tabel Hasil Perhitungan


Daya Arus
No. Beban Penghantar Pengaman
(kW) Nominal
MCB dengan nomor
NYM 4 x 25 katalog 18350, 18367
1 Water Heater 37 87,84
mm2 dan 18388.

MCB dengan nomor

2 Electric Cooler 12,5 27,6 NYM 4 x 4 mm2 katalog 18348, 18364


dan 18386.

MCB dengan nomor

3 Dish Water 5,5 37,65 NYM 3 x 6 mm2 katalog 18340, 18356


dan 18378.

MCB dengan nomor


NYM 3 x 1,5 katalog 18340, 18356
4 Dashing Machine 2,5 18,21 2
mm dan 18378.

MCB dengan nomor


NYM 3 x 1,5 katalog 18340, 18356
5 Air Conditioning 1,25 9,02 2
mm dan 18378.

Tabel Hasil Pengukuran Tegangan


Lokasi Tegangan (V) Tegangan Rata-rata (V)
Pada Voltmeter
RS 390
-
ST 390
TR 390
Pada MCB 1, 3 Phase 391,8
392,1 392,7
394,2
Pada MCB 2, 3 Phase 392,5
392,7 393,3
394,8
Pada MCB 3, 3 Phase 391,5 392,7
Panel Distribusi

392,4
394,3
Pada MCB 4, 1 Phase 229,5 -
Pada MCB 5, 1 Phase 226,5 -
Pada MCB 6, 1 Phase 224,4 -
Pada MCB 7, 1 Phase 229,6 -
Pada MCB 8, 1 Phase 227,8 -
Pada MCB 9, 1 Phase 225 -

VII. ANALISA DATA


Pada percobaan ini, kami mengukur besar masing-masing tegangan yang
ada pada voltmeter dan MCB dan hasilnya dapat diketahui seperti yang ada pada
tabel hasil pengukuran diatas. Selain itu, kami juga menghitung arus nominal (In)
pada beban yang diberikan pada instalasi panel distribusi. Dimana, arus nominal
(In) ini dapat digunakan untuk mengetahui kabel serta pengaman yang bisa
digunakan pada suatu instalasi. Hal ini merupakan suatu bentuk tindakan
preventive yang dapat diaplikasikan pada saat memasang instalasi listrik.
Dan dari hasil percobaan diatas, dapat diketahui bahwa semua hubungan
instalasi menunjukan tidak ada hubungan, hal ini berarti semua instalasi telah
terpasang dengan baik dan tidak ada yang terjadi hubungan singkat antar instalasi
sehingga instalasi aman untuk di gunakan.

VIII. KESIMPULAN
Untuk membuat panel distribusi terlebih dahulu yang dilakukan yaitu
membuat perencanaannya yang meliputi, perhitungan beban yang terpasang ,
pemilihan MCB sesuai dengan beban, pembuatan diagram garis tunggal, serta
pembuatan diagram pengawatannya, jika semua instalasi sudah terpasang maka
yang harus dilakukan adalah melakukan pengujian terhadap instalasi apakah ada
instalasi yang tidak terpasang dengan baik atau terjadi trouble shooting, yang dapat
menyebabkan terjadinya hubungan singkat (short).

IX. PERTANYAAN DAN TUGAS


Rancanglah dan buatkan suatu panel distribusi tegangan rendah beserta
pengawatannya dengan tegangan suplai incoming 220/380 volt, frekwensi 50 Hz
untuk sebuah apartement mewah, juga tentukan estimasi harga dari panel distribusi
dengan beban beban listrik sebagai berikut :
Panel Distribusi

 Water Heater 3 fasa, 37 kW, effisiensi 0,8 jarak dari panel 8 meter
 Electric Cooler 3 fasa 12,5 kW effisiensi 0, 86 jarak dari panel 7 meter
 Dish Washer 1 fasa 5,5 kW effisiensi 0, 83 cos θ 0,8 jarak dari panel 7,5
meter
 Washing machine 1 fasa 2,5 kW cos θ 0, 78 jarak dari panel 12 meter
 Air Conditioning 1 fasa 1,25 kW effisiensi 0, 75 cos θ 0,84 dari panel 15
meter
Jawaban :
1. Water heater 3 fasa, 37 kW, efisiensi 0.8, jarak dari panel 8 m
Diket : 3 Fasa
P = 37 kW = 37000 W
μ = 0.8
cos θ = 0.8
Un = 380 V
Ditanya : In ?
Jawab :
Panel Distribusi

Menggunakan kabel NYM 4 x 25 mm2 pada suhu 40oC, MCB dengan nomor katalog
18350, 18367 dan 18388.

2. Electric cooker 3 fasa, 12,5 kW, efisiensi 0.86, jarak dari panel 7 m
Diket : 3 Fasa
P = 12,5 KW = 12500 W
μ = 0.86
cos θ = 0.8
Un = 380 V
Ditanya : In ?
Jawab :
Panel Distribusi

Menggunakan kabel NYM 4 x 4 mm2 pada suhu 40oC, MCB dengan nomor katalog
18348, 18364 dan 18386.

3. Dish Water 1 fasa, 5,5 kW, efisiensi 0.83, cos θ= 0.8 jarak dari panel 7.5 m
Diket : 1 Fasa
P = 5,5 kW = 5500 W
μ = 0.83
cos θ = 0.8
Un = 220 V
Ditanya : In ?
Jawab :
Panel Distribusi

Menggunakan kabel NYM 3 x 6 mm2 pada suhu 40oC, MCB dengan nomor katalog
18340, 18356 dan 18378.

4. Washing machine 1 fasa, 2,5 kW, cos θ= 0.78 , jarak dari panel 12 m
Diket : 1 Fasa
P = 2,5 kW = 2500 W
μ = 0.8
cos θ = 0.78
Un = 220 V
Ditanya : In ?
Jawab :
Panel Distribusi

Menggunakan kabel NYM 3 x 1,5 mm2 pada suhu 30oC, MCB dengan nomor katalog
18340, 18356 dan 18378.

5. Air conditioning 1 fasa, 1,25 kW, efisiensi 0,75, jarak dari panel 15 m
Diket : 1 Fasa
P = 1,25 kW = 1250 W
μ = 0,75
cos θ = 0.84
Un = 220 V
Ditanya : In ?
Jawab :
Panel Distribusi

Menggunakan kabel NYM 3 x 1,5 mm2 pada suhu 40oC, MCB dengan nomor katalog
18340, 18356 dan 18378.

VI. PUSTAKA

Antonius Lipsmeir, Adolf Teml.1989.Friedrich Tabellenbuch Elektrotechnik


Elektronik.Germany: Bronner and Daentler K. G
Horst Dieter Tolle-Erhard Vop.1984.Technical Drawing for Electrical
Engineering.Germany:GTZ GmbH
Michael Neidle, Ir. Sahat Pakpahan.1998.Teknologi Instalasi Listrik, Lembaga
Penerbangan dan Amerika Nasional (LAPAN).Jakarta:Erlangga
P. Van Harten, E Setiawan.1985.Instalasi Listrik Arus Kuat 2.Bandung:Bina Cipta
Tim revisi PUIL 2000.Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia 2000.LIPI
Jakarta
Panel Distribusi