Anda di halaman 1dari 14

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PENCEGAHAN DIABETES MELITUS ( DM )

Pokok bahasan : Reumatik


Sasaran : Masyarakat yang berada disekitar Puskesmas Nanggalo
Waktu : 30 menit
Hari/ Tanggal : 2016
Tempat : Puskesmas Nanggalo

A. Latar Belakang

Perubahan – perubahan akan terjadi pada tubuh manusia sejalan dengan makin
meningkatnya usia. Perubahan tubuh terjadi sejak awal kehidupan hingga usia lanjut pada
semua organ dan jaringan tubuh.
Keadaan demikian itu tampak pula pada semua sistem muskuloskeletal dan jaringan
lain yang ada kaitannya dengan kemungkinan timbulnya beberapa golongan reumatik.
Salah satu golongan penyakit reumatik yang sering menyertai usia lanjut yang
menimbulkan gangguan muskuloskeletal terutama adalah osteoartritis. Kejadian penyakit
tersebut akan makin meningkat sejalan dengan meningkatnya usia manusia.
Reumatik dapat mengakibatkan perubahan otot, hingga fungsinya dapat menurun
bila otot pada bagian yang menderita tidak dilatih guna mengaktifkan fungsi otot. Dengan
meningkatnya usia menjadi tua fungsi otot dapat dilatih dengan baik. Namun usia lanjut
tidak selalu mengalami atau menderita reumatik. Bagaimana timbulnya kejadian reumatik
ini, sampai sekarang belum sepenuhnya dapat dimengerti.
Reumatik bukan merupakan suatu penyakit, tapi merupakan suatu sindrom
dan.golongan penyakit yang menampilkan perwujudan sindroma reumatik cukup banyak,
namun semuanya menunjukkan adanya persamaan ciri. Menurut kesepakatan para ahli di
bidang rematologi, reumatik dapat terungkap sebagai keluhan dan/atau tanda. Dari
kesepakatan, dinyatakan ada tiga keluhan utama pada sistem muskuloskeletal yaitu: nyeri,
kekakuan (rasa kaku) dan kelemahan, serta adanya tiga tanda utama yaitu: pembengkakan
sendi., kelemahan otot, dan gangguan gerak. (Soenarto, 1982)
Reumatik dapat terjadi pada semua umur dari kanak – kanak sampai usia lanjut,
atau sebagai kelanjutan sebelum usia lanjut. Dan gangguan reumatik akan meningkat
dengan meningkatnya umur. (Felson, 1993, Soenarto dan Wardoyo, 1994)
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan ini, diharapkan masyarakat dapat mengerti dan
memahami cara pencegahan reumatik
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan peserta/audiens dapat :
a. Masyarakat dapat mengetahui apa pengertian dari reumatik
b. Masyarakat dapat mengetahui penyebab terjadinya reumatik
c. Masyarakat dapat mengetahuitanda dan gejala dari reumatik
d. Masyarakat dapat mengetahui komplikasi dari reumatik
e. Masyarakat mengetahui cara pencegahan reumatik

C. Pelaksanaan Kegiatan
1. Topik
Pendidikan kesehatan tentang pencegahan reumatik

2. Metode
 Ceramah
 Tanya jawab

3. Media dan Alat


 Leaflet
 LCD
 Laptop
 Mikrophone

4. Waktu dan Tempat


Hari/ tanggal : Sabtu/ 12 Maret 2016
Jam : 10.00-10.30 WIB
Tempat : Di Puskesmas Nanggalo

5. Pengorganisasian dan Fungsinya


1. Moderator : Nusrat Ahmatul Isra
 Membuka acara
 Memperkenalkan mahasiswa
 Menjelaskan tujuan dan topik yang disampaikan
 menjelaskan kontrak dan waktu presentasi

2. Presenter : Ressy Rahmadani


 Menyampaikan materi penyuluhan tentang pencegahan penyakit
reumatik
3. Observer : Hesti Wulandari
 Mengamati hasil penyuluhan tentang pencegahan reumatik
 Mencatat hasil pelaksanaan penyuluhan
 Membuat laporan hasil penyuluhan yang telah dilaksanakan

4. Fasilitator : - Chintya Dwi Rizal


- Annisa Fitri Balqis
- Monalisa
- Febri Muthia
- Dian Restuti
- Fadhilah Zikri
 Memotivasi peserta untuk berperan aktif selama jalannya
kegiatan
 Memfasilitasi pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir
 Membuat absensi penyuluhan
 Membagikan leaflet
5. Setting Tempat

Keterangan :

: Fasilitator : Peserta : Moderator

: Observer : Presenter

6. Susunan Acara

No Waktu KegiatanPenyuluhan KegiatanPeserta


1 5 Menit Pembukaan :
 Mengucapkan salam.  Menjawab salam
 Menjelaskan topic dan tujuan.  Memperhatikan
 Menjelaskankontrakwaktu.  Memperhatikan
2 20Menit Pelaksanaan :
 Menggali pengetahuan audien  Mengemukakan
tentang defenisi reumatik pendapat.
 Memberi reinforcement positif.  Mendengarkan.
 Menjelaskan defenisi reumatik  Memperhatikan.
 Menggali pengetahuan audien  Mengemukakan
tentang penyebab reumatik pendapat.
 Memberi reinforcement positif.  Mendengarkan.
 Menjelaskan penyebab Penyakit  Memperhatikan.
reumatik
 Menggali pengetahuan audien  Mengemukakan
tentang tanda dan gejala reumatik pendapat
 Memberi reinforcement positif.
 Menjelaskan tentang tanda dan  Mendengarkan.
gejala reumatik  Memperhatikan
 Menggali pengetahuan audien
tentang akibat atau komplikasi  Mengemukakan
dari reumatik pendapat
 Memberi reinforcement positif
 Menjelaskan tentang akibat atau  Mendengarkan.
komplikasi reumatik  Memperhatikan
 Menggali pengetahuan audiens
tentang cara pencegahan reumatik  Mengemukakan
 Memberi reinforcement positif pendapat
 Menjelaskan tentang cara
pencegahan reumatik  Mendengarkan
 Memperhatikan

3 5 Menit Penutup
 Memberikan kepada audien untuk  Bertanya
bertanya
 Menjawab pertanyaan audien  mendengarkan
 Mengevaluasi bersama-sama audien  Mengevaluasi.
atas materi yang telah dibahas.
 Menyimpulkan materi penyuluhan  Mendengarkan dan
yang telah dibahas. memperhatikan.
 Mengucapkan salam.  Menjawabsalam

7. Kriteria hasil

1. Evaluasi Struktur
a) Pengaturan tempat teratur, berbentuk persegi panjang.
b) Suasana tenang, tidak ada penghalang selama penyuluhan.
c) Tempat dan media penyuluhan dapat digunakan sesuai rencana.
d) Audien memperhatikan dan mendengarkan dengan baik

2. Evaluasi Proses
a) Selama proses berlangsung diharapkan audien dapat mengikuti seluruh
kegiatan penyuluhan.
b) Selama kegiatan berlangsung diharakan audien berperan aktif.
c) Selama kegiatan berlangsung diharakan audien mengajukan pertanyaan.
d) Peran perawat sebagai pemberi penyuluhan terlaksana sesuai tujuan.

3. Evaluasi Hasil
a. Mengetahui apa pengertian dari reumatik
b. Mengetahui penyebab terjadinya reumatik
c. Mengetahui tanda dan gejala dari reumatik
d. Mengetahui akibat atau komplikasi dari reumatik
e. Mengetahui cara pencegahan dari reumatik
MATERI

REUMATIK

I. Pengertian Reumatik
adalah penyakit yang menyerang persendian dan struktur di sekitarnya. Rematik bisa menyerang
bagian kepala sampai kaki. Rematik biasa disebut juga dengan nama arthritis Secara umum
penyakit ini ditandai dengan sejumlah gejala, seperti pembengkakan, kemerahan, nyeri di lutut,
siku, pergelangan maupun di bagian sendi-sendi lain, gangguan di otot dan tendon. gejala
rematik memang cukup luas.

Rematik terdiri dari 150-an jenis. Tetapi ada empat jenis rematik yang paling sering dijumpai di
masyarakat kita yaitu:
- osteoarthritis yang disebabkan oleh pengapuran,
- rematik luar sendi yang menyerang jaringan di luar tulang rawan,
- rematik peradangan,
- rematik yang disebabkan oleh pengeroposan.

A. Penyebab (etiologi)
Etiologi penyakit ini tidak diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor resiko yang
diketahui berhubungan dengan penyakit ini, antara lain;

1. Usia lebih dari 40 tahun


Dari semua faktor resiko untuk timbulnya osteoartritis, faktor penuaan adalah yang terkuat. Akan
tetapi perlu diingat bahwa osteoartritis bukan akibat penuaan saja. Perubahan tulang rawan sendi
pada penuaan berbeda dengan eprubahan pada osteoartritis.

2. Jenis kelamin wanita lebih sering


Wanita lebih sering terkena osteosrtritis lutut dan sendi. Sedangkan laki-laki lebih sering terkena
osteoartritis paha, pergelangan tangan dan leher. Secara keseluruhan, dibawah 45 tahun, frekuensi
psteoartritis kurang lebih sama antara pada laki-laki dan wanita, tetapi diats usia 50 tahunh (setelah
menopause) frekuensi osteoartritis lebih banyak pada wanita daripada pria. Hal ini menunjukkan
adanya peran hormonal pada patogenesis osteoartritis.
3. Suku bangsa
Nampak perbedaan prevalensi osteoartritis pada masingn-masing suku bangsa. Hal ini mungkin
berkaitan dnegan perbedaan pola hidup maupun perbedaan pada frekuensi kelainan kongenital dan
pertumbuhan tulang.

4. Genetik
5. Kegemukan dan penyakit metabolik
Berat badan yang berlebih, nyata berkaitan dengan meningkatnya resiko untuk timbulnya
osteoartritis, baik pada wanita maupun pria. Kegemukan ternyata tidak hanya berkaitan dengan
oateoartritis pada sendi yang menanggung beban berlebihan, tapi juga dnegan osteoartritis sendi
lain (tangan atau sternoklavikula). Olehkarena itu disamping faktor mekanis yang berperan (karena
meningkatnya beban mekanis), diduga terdapat faktor lain (metabolit) yang berpperan pada
timbulnya kaitan tersebut.

6. Cedera sendi, pekerjaan dan olahraga


Pekerjaan berat maupun dengan pemakaian satu sendi yang terus menerus berkaitan dengan
peningkatan resiko osteoartritis tertentu. Olahraga yang sering menimbulkan cedera sendi yang
berkaitan dengan resiko osteoartritis yang lebih tinggi.

7. Kelainan pertumbuhan
Kelainan kongenital dan pertumbuhan paha telah dikaitkan dengan timbulnya oateoartritis paha
pada usia muda.

8. Kepadatan tulang
Tingginya kepadatan tulang dikatakan dapat meningkatkan resiko timbulnya osteoartritis. Hal ini
mungkin timbul karena tulang yang lebih padat (keras) tidak membantu mengurangi benturan
beban yang diterima oleh tulang rawan sendi. Akibatnya tulang rawan sendi menjadi lebih mudah
robek.

III. Tanda dan Gejala Reumatik.

Gejala utama dari osteoartritis adalah adanya nyeri pada sendi yang terkena, etrutama waktu
bergerak. Umumnya timbul secara perlahan-lahan. Mula-mula terasa kaku, kemudian timbul rasa nyeri
yang berkurang dnegan istirahat. Terdapat hambatan pada pergerakan sendi, kaku pagi, krepitasi,
pembesaran sendi dn perubahan gaya jalan. Lebih lanjut lagi terdapat pembesaran sendi dan krepitasi.
Tanda-tanda peradangan pada sendi tidak emnonjol dan timbul belakangan, mungkin dijumpai
karena adanya sinovitis, terdiri dari nyeri tekan, gangguan gerak, rasa hangat yang merata dan warna
kemerahan, antara lain;

1. Nyeri sendi
Keluhan ini merupakan keluhan utama. Nyeri biasanya bertambah dengan gerakan dan sedikit
berkurang dengan istirahat. Beberapa gerakan tertentu kadang-kadang menimbulkan rasa nyeri
yang lebih dibandingkan gerakan yang lain.

2. Hambatan gerakan sendi


Gangguan ini biasanya semakin bertambah berat dengan pelan-pelan sejalan dengan bertambahnya
rasa nyeri.

3. Kaku pagi
Pada beberapa pasien, nyeri sendi yang timbul setelah immobilisasi, seperti duduk dari kursi, atau
setelah bangun dari tidur.

4. Krepitasi
Rasa gemeretak (kadqang-kadang dapat terdengar) pada sendi yang sakit.

5. Pembesaran sendi (deformitas)


Pasien mungkin menunjukkan bahwa salah satu sendinya (lutut atau tangan yang paling sering)
secara perlahan-lahan membesar.

6. Perubahan gaya berjalan


Hampir semua pasien osteoartritis pergelangan kaki, tumit, lutut atau panggul berkembang menjadi
pincang. Gangguan berjalan dan gangguan fungsi sendi yang lain merupakan ancaman yang besar
untuk kemandirian pasien yang umumnya tua (lansia).

IV. Komplikasi Reumatik

Mudah memar

RA dapat menimbulkan komplikasi penurunan trombosit pada darah, hal inilah yang mebuat
tubuh menjadi mudah memar.s

Masalah Perut
obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen atau naproxen biasanya digunakan
untuk mengobati rheumatoid arthritis. Namun obat ini dapat menyebabkan radang perut dan
membuat dinding dalam perut berdarah.

Penting: Penyakit Degeneratif Tulang : Osteoporosis dan Penyebabnya

Demam tinggi dan tanda-tanda infeksi

demam tinggi (lebih dari 102 derajat Fahrenheit), batuk, atau area kulit yang sangat panas,
merah, dan bengkak adalah gejala lanjutan dari RA. Infeksi dapat menyebar dengan sangat cepat
dan sulit untuk kontrol, karena pasien rheumatoid arthritis telah mengalami penurunan sistem
kekebalan tubuh.

Merasa Tidak enak badan

gejala seperti kehilangan energi, keringat malam, penurunan berat badan mendadak, kelelahan,
atau demam ringan merupakan tanda lanjutan pada penderita RA.

Fraktur Tulang (patah tulang)

Patah tulang pada penderita rheumatoid arthritis dapat disebabkan oleh osteoporosis, khususnya
pada wanita. Inflamasi akibat rheumatoid arthritis dapat menyebabkan tulang keropos tulang.
Selain itu penggunaan prednisone (obat rematik) juga dapat meningkatkan resiko osteoporosis.

Sesak napas atau nyeri dada

Rheumatoid arthritis dapat mempengaruhi pembuluh darah dan otot jantung. Orang dengan
kondisi berada pada risiko yang lebih besar untuk serangan jantung dan gagal jantung.

Mati rasa atau kesemutan

Rheumatoid arthritis dapat menyebabkan jaringan ikat di tangan atau kaki meradang dan
mendorong untuk melawan saraf, menyebabkan mati rasa dan kesemutan.

Penting: Pantangan Penyakit Gula atau Diabetes

Ketidakmampuan untuk memindahkan atau mengangkat tangan atau kaki

Ketidakmampuan untuk mengangkat atau memindahkan tangan atau kaki merupakan komplikasi
yang jauh lebih parah dari rheumatoid arthritis.
Bintik merah di sekitar ujung jari Anda

Sedikit bintik-bintik merah atau hitam pada area di sekitar kuku bisa dimungkinkan karena
adanya jaringan di sekitarnya mati akibat pembuluh darah kapiler (kecil) yang meradang dan
menyempit.

Mata merah dan meradang

Pembuluh darah di sekitar mata adalah target selanjutnya dari rheumatoid arthritis. Jika lapisan
luar mata terasa kering atau teriritasi, obat tetes mata biasanya dapat mengobatinya.

FAKTOR PENYEBAB REUMATIK

1. Pekerjaan / aktivitas sehari-hari yang memicu rematik


2. Adanya infeksi
3. Faktor pola makanan
4. Gangguan immunitas atau kekebalan daya tahan tubuh
5. Pengaruh kelenjar/hormon
6. Faktor usia
7. Faktor keturunan
8. Faktor psikologis
9. Faktir lingkungan
10. Obesitas (kelebihan berat badan)
11. Cedera pada alat gerak tubuh
12. Radikal bebas
13. Gaya hidup yang tidak teratur
14. Komplikasi dari berbagi penyakit

V. Pencegahan Reumatik
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit rematik:
1. Luangkan waktu (walaupun sebentar) untuk berjalan kaki

Untuk dapat mencegah penyakit rematik ada beberapa hal sederhana yang dapat kita lakukan, hal
sederhana pertama yang pelu dilakukan adalah berjalan kaki walaupun sebentar...

Karena dengan berjalan kaki akan dapat membakar kalori, menguatkan otot, lalu dapat membuat
tulang semakin berkembang dan kuat.

Dengan melakukan hal tersebut, mudah-mudahan kita dapat terhindar dari rematik, terutama
yang karena Asam urat.
Tetapi ada hal yang perlu diperhatikan dalam melakukam aktivitas, terutama untuk orang yang
sudah terserang penyakit rematik, hindari melakukan olahraga yang terlalu berat dengan
membebani lutut, seperti misalnya olahraga voli yang cukup memberatkan lutut.

Selain itu ada juga olahraga yang lebih bak dihindari untuk orang yang sudah terkena penyakit
rematik, seperti olahraga bulu tangkis, dan juga olahraga bertarung bela diri.

Untuk ativitas sehari-hari, orang yang sudah terkena rematik juga tidak dianjurkan untuk berdiri
terlalu lama.

2. Minum air putih yang cukup setiap hari.

Seperti sudah diketahui oleh banyak orang bahwa minum air putih itu cukup menyehatkan...

Apabila Anda segang haus, maka utamakan untuk minum air putih saja. Hal ini sangat baik
untuk kesehatan tubuh secara umum

3. Rajin Memakan Buah

Selain kita dapat sehat dengan mengutamakan minum air putih...

Dianjurkan juga untuk mengkonsumsi buah, Anda dapat memakan buah yang enak dan sehat
seperti buah Apel, Alpukat, Semangka, Stawberry dan beberapa buah lainnya.

Selain memakan buah, maka makan juga sayur-sayuran, karena kandungan di dalamnya sangat
dibutuhkan oleh tubuh.

4. Perhatikan sepatu

Gunakanlah sepatu yang benar-benar nyaman, hindari menggunakan sepatu yang sangat ketat
sehingga kaki akan merasa sempit.

Sepatu yang ketat dan sempit tersebut sangat berbahaya untuk kaki, terutama ibu jari kaki yang
sulit untuk bergerak. Selain itu, hindari penggunaan sepatu / sandal dengan hak tinggi.

5. Kurangi tidur dengan kipas angin

Sangat dianjurkan apabila kita ingin terhindar dari penyakit rematik lebih baik tidur tanpa
menggunakan kipas angin...

Apabila Kamu tidak kuat jika tidur tanpa kipas angin, maka hindari menggunakan kipas angin
dengan mengarahkannya langsung kepada tubuh,

Kamu dapat membuat arah tembah kipas angin berputar, sehingga tidak hanya satu tempat saja
yang ditembak kipas angin.
6. Ketika melakukan olahraga, maka lakukan pemanasan yang cukup

7. Hindari bekerja atau beraktivitas yang berlebihan atau terlalu berat

8. Penting untuk selalu berusaha menjaga berat badan agar tetap ideal, sehingga terhindar dari
obesitas.

9. Batasi mengkonsumsi makanan sumber lemak hewani

10. Rajin mengkonsumsi buah dan sayur

11. Sering-sering lakukan relaksasi tubuh

12. Hindari menonton tv dan bekerja di depan komputer terlalu lama

13. Mengkonsumsi suplemen, seperti S Lutena 2 x 3 butir pagi dan malam, atau Izumio 2 x 1 pcs
pagi dan mala

PENUTUP

KESIMPULAN

Penyakit reumatik adalah kerusakan tulang rawan sendi yang berkembang lambat
dan berhubungan dengan usia lanjut. Secara klinis ditandai dengan nyeri, deformitas,
pembesaran sendi, dan hambatan gerak pada sendi – sendi tangan dan sendi besar yang
menanggung beban.
Artritis rematoid adalah merupakan penyakit inflamasi sistemik kronik dengan
manifestasi utama poliartritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh. Terlibatnya
sendi pada pasien artritis rematoid terjadi setelah penyakit ini berkembang lebih lanjut
sesuai dengan sifat progresifitasnya. Pasien dapat juga menunjukkan gejala berupa
kelemahan umum cepat lelah.
Wanita lebih sering terkena osteoartritis pada lutut dan sendi, sedang pria lebih
sering terkena osteoartritis pada paha, pergelangan tangan dan leher. Secara keeluruhan
dibawah 45 tahun frekuensi osteoartritis kurang lebih sama pada pria dan wanita, tetapi
diatas 50 tahun frekuensi oeteoartritis lebih banyak wanita dari pada pria hal ini
menunjukkan adanya peran hormonal pada patogenesis osteoartritis.

Diketahui Ketua Diketahui Pembimbing


( ) ( )

DAFTAR PUSTAKA

https://www.google.com/search?q=REUMATIK&ie=utf-8&oe=utf-8#

http://caracegahan.blogsport.com/2013/06/cara-pencegahan-rematik.html?m=1

http://kesehatantubuh-tips.blogspot.com/2013/08/cara-mencegah-penyakit-rematik.html?m=1

http://sehat.link/komplikasi-rematik-rheumathoid-arthritis.info