Anda di halaman 1dari 14

TUGAS KELOMPOK

UN100002. KEWARGANEGARAAN

WAWASAN NUSANTARA

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewarganegaraan

Disusun Oleh Kelompok – 9 :

Moh. Abdul Azis (011602573125010)


Henrico Soros Pasaribu (011601503125051)
Taufiq Irfan Furqani (011401503125011)
Lilian Sivangati

UNIVERSITAS SATYA NEGARA INDONESIA

2018
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
DAFTAR ISI ................................................................................................................. i
BAB 1 PENDAHULUAN ......................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang.............................................................................................. 1
1.2. Rumusan Masalah ......................................................................................... 1
1.3. Maksud dan Tujuan ....................................................................................... 2
BAB 2 PEMBAHASAN............................................................................................ 3
2.1. Pengertian Wawasan Nusantara .................................................................... 3
2.1.1. Menurut Prof. Dr. Wan Usman .............................................................. 3
2.1.2. Menurut Kel. Kerja LEMHANMAS 1999............................................. 3
2.1.3. Menurut Ketetapan MPR Tahun 1993 dan 1998 Tentang GBHN ......... 3
2.2. Unsur Wawasan Nusantara............................................................................ 3
2.2.1. Wadah (Contour).................................................................................... 3
2.2.2. Isi (Content) ........................................................................................... 3
2.2.3. Tata Laku (Conduct) .............................................................................. 4
2.3. Kedudukan, Fungsi dan Tujuan Wawasan Nusantara ................................... 4
2.4. Wawasan Nasional Indonesia ........................................................................ 5
2.4.1. Paham kekuasaan Indonesia ................................................................... 5
2.4.2. Geopolitik Indonesia .............................................................................. 6
2.4.3. Dasar pemikiran wawasan nasional Indonesia ....................................... 6
2.5. Wawasan Nusantara sebagai Wawasan Nasional Indonesia ......................... 9
2.6. Implementasi Wawasan Nusantara................................................................ 9
2.7. Tantangan Implementasi Wasantara............................................................ 10
2.7.1. Pemberdayaan Masyarakat................................................................... 10
2.7.2. Dunia Tanpa Batas ............................................................................... 10
BAB 3 KESIMPULAN ........................................................................................... 11
3.1. Kesimpulan .................................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 12

i
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Salah satu persyaratan mutlak harus dimiliki oleh sebuah negara adalah
wilayah kedaulatan, di samping rakyat dan pemerintahan yang diakui. Konsep dasar
wilayah kepulauan telah diletakkan melalui Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957.
Deklarasi tersebut memiliki nilai sangat strategis bagi bangsa Indonesia, karena telah
melahirkan konsep Wawasan Nusantara yang menyatukan wilayah Indonesia.

Wawasan ialah cara pandang bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan


Undang-Undang Dasar 1945 tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang
sarwa nusantara dan penekanannya dalam mengepresikan diri sebagai bangsa
Indonesia di tengah-tengah lingkungannya yang sarwa nusantara itu. Unsur-unsur
dasar wawasan nusantara itu adalah : wadah, isi dan tata laku.

Sebagai negara kepulauan dengan masyarakatnya yang berbhineka, negara


Indonesia memiliki unsur-unsur kekuatan sekaligus kelemahan. Kekuatannya terletak
pada posisi dan keadaan geografi yang strategis dan kaya akan sumber daya
manusia(SDM). Kelemahannya terletak pada wujud kepulauan dan keanekaragaman
masyarakat yang harus disatukan dalam satu bangsa, satu negara dan satu tanah air.
Dalam kehidupannya, bangsa Indonesia tidak terlepas dari pengaruh interaksi dan
interelasi dengan lingkungan sekitar (regional atau internasional). Salah satu pedoman
bangsa Indonesia wawasan nasional yang berpijak pada wujud wilayah nusantara
disebut WAWASAN NUSANTARA. Karena hanya dengan upaya inilah bangsa dan
negara Indonesia tetap eksis dan dapat melanjutkan perjuangan menuju masyarakat
yang adil, makmur dan sentosa.

1.2. Rumusan Masalah


Di dalam makalah ini mempunyai beberapa rumusan masalah antara lain:

1. Pengertian dari Wawasan Nusantara


2. Unsur-unsur dasar wawasan nusantara
3. Kedudukan, fungsi dan tujuan wawasan nusantara
4. Wawasan Nasional Indonesia

1
2

5. Wawasan Nusantara sebagai Wawasan Nasional


6. Implementasi wawasan nusantara
7. Tantangan Implementasi wawasan nusantara

1.3. Maksud dan Tujuan


Makalah ini mempunyai beberapa tujuan yaitu :

1. Untuk mengetahui pengertian dari wawasan nusantara


2. Untuk mengetahui unsur-unsur dasar dari wawasan nusantara
3. Untuk mengetahui kedudukan, fungsi dan tujuan wawasan nusantara
4. Untuk mengetahui wawasan nasional Indonesia
5. Untuk mengetahui Wawasan Nusantara sebagai Wawasan Nasional
6. Untuk mengetahui implementasi wawasan nusantara
7. Untuk mengetahui tantangan implementasi dari wawasan nusantara
BAB 2
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Wawasan Nusantara


2.1.1. Menurut Prof. Dr. Wan Usman
Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan
tanah airnya sebagai Negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.

2.1.2. Menurut Kel. Kerja LEMHANMAS 1999


Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia
mengenai diri dan lingkungannya yang beragam dan bernilai strategis dengan
mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dan kesatuan wilayah dalam
menyelenggarakan kehidupan bermsyarakat, berbangsa dan bernegara untuk
mencapai tujuan nasional.

2.1.3. Menurut Ketetapan MPR Tahun 1993 dan 1998 Tentang GBHN
Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia
mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan
bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermsyarakat,
berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

Dari berbagai pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa Wawasan


Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan
lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan.

2.2. Unsur Wawasan Nusantara


2.2.1. Wadah (Contour)
Wadah kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara meliputi seluruh
wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan
penduduk serta aneka ragam budaya.

2.2.2. Isi (Content)


Merupakan aspirasi bagsa yag berkembang di masyarakat dan cita-cita serta
tujuan nasional yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945. Isi menyangkut dua hal
yaitu :

3
4

1) Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama dan


perwujudannya, pencapaian cita-cita dan tujuan nasional persatuan.
2) Persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan yang meliputi semua aspek
kehidupan nasional.

2.2.3. Tata Laku (Conduct)


Hasil interasi antara wadah dan isi wawasan nusantara yang terdiri dari:

1) Tata laku batiniah yaitu mencerminkan jiwa, semangat dan mentalitas


yang baik dari bangsa Indonesia .
2) Tata laku lahiriah yaitu tercermin dalam tindakan perbuatan dan perilaku
dari bangsa Indonesia.

2.3. Kedudukan, Fungsi dan Tujuan Wawasan Nusantara


Kedudukan Wawasan Nusantara :
1) Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia
merupakan ajaran yang di yakini kebenarannya oleh seluruh rakyat agar
tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai dan
mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional.

2) Wawasan Nusantara dalam paradigma nasional secara structural dan


fungsional mewujudkan keterkaitan hierarkis piramida dan secara
instrumental mendasari kehidupan nasional yang berdimensi kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Fungsi Wawasan Nusantara :

Wawasan nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan


serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan,
tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggara Negara di tingkat pusat dan daerah
maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bernsyarakat,
berbangsa, dan bernegara.

Menurut Cristine S.T. Kansil, S.H., MH dkk dalam bukunya


pendidikan kewrganegaraan diperguruan tinggi menjelaskan bahwa fungsi
wawasan nusantara:
5

1) Membentuk dan membina persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara


Indonesia
2) Merupakan ajaran dasar nasional yang melandasi kebijakkan dan strategi
pembangunan nasional

Tujuan Wawasan Nusantara :

Wawasan Nusantara bertujuan mewujudkan nasioanalisme yang tinggi


disegala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan
kepentingan nasioanal dari pada kepentingan individu, kelompok, golongan,
suku bangsa atau daerah (kepentingan individu, kelompok, golongan, suku
bangsa atau daerah tetap dihargai selama tidak bertentangan dengan
kepentingan nasional atau kepentingan masyarakat banyak.

Menurut Cristine S.T. Kansil, S.H., MH dkk dalam bukunya


pendidikan kewrganegaraan diperguruan tinggi menjelaskan bahwa tujuan
wawasan nusantara adalah :

1) Tujuan ke dalam mewujudkan kesatuan dalam segenap aspek kehidupan


nasional yaitu aspek alamiah dan aspek sosial

2) Tujuan keluar pada lingkungan bangsa dan Negara yang mengelilingi


Indonesia ialah ikut serta mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia
berdasarkan kemerdekaan keadilan sosial dan perdamaian abadi

2.4. Wawasan Nasional Indonesia


Wawasan nasional Indonesia dikembangkan berdasarkan wawasan nasional
secara universal sehingga dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan, geopolitik dan
Dasar pemikiran wawasan nasional yang dipakai Negara Indonesia.

2.4.1. Paham kekuasaan Indonesia


Dalam website www.wilayahperbatasan.com bangsa Indonesia yang
berfalsafah dan berideologi pancasila menganut paham tentang perang dan damai
berdasarkan : “bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan”.
Maka wawasan nasional bangsa Indonesia tidak mengembangkan ajaran kekuasaan
dan adu kekuatan.
6

2.4.2. Geopolitik Indonesia


Indonesia menganut paham Negara kepulauan berdasarkan Archipelago
concept yaitu laut sebagai penghubung daratan sehingga wilayah Negara menjadi satu
kesatuan yang utuh sebaga Negara kepulauan.

2.4.3. Dasar pemikiran wawasan nasional Indonesia


Bangsa Indonesia dalam menentukan wawasan nasional mengembangkan
dalam kondisi nyata. Indonesia dibentuk oleh pemahaman kekuasaan dari bangsa
Indonesia yang terdiri dari latar belakang dan kesejarahan Indonesia.

Untuk penjelasan latar belakang filosofi sebagai dasar pemikiran dan


pembinaan nasional Indonesia ditinjau dari:

1) Pemikiran berdasarkan falsafah pancasila


Wawasan nasional merupakan pancaran dari pancasila oleh kerena itu
menghendaki terciptanya kesatuan dan persatuan dengan tidak menghiangkan
cirri,sifat dan karakter dari kebhinekaan unsur-unsur pembentuk bangsa (suku
bangsa,etnis dan golongan).

2) Pemikiran berdasarkan aspek kewilayahan


Wilayah Indonesia pada saat merdeka masih berdasarkan peraturan
tentang wilayah territorial yang dibuat oleh belanda yaitu “territorial Zee en
Maritime Kringen Ordonantie 1939” (TZMKO 1939), dimana lebar laut
wilayah/territorial Indonesia adalah 3 mill diukur dari garis air rendah masing-
masing pulau Indonesia.

TZMKO 1939 tidak menjamin kesatuan wilayah Indonesia sebab


antara satu pulau dengan pulau yang lain menjadi terpisah-pisah, sehingga
pada 13 desember 1957 pemerintah mengeluarkan Deklarasi Djuanda yang
isinya: ”segala perairan di sekitar, di antara dan yang menghubungkan pulau-
pulau atau bagian pulau-pulau yang termasuk daratan Negara Republik
Indonesia, dengan tidak memandang luas atau lebarnya adalah bagian-bagian
yang wajar daripada wilayah daratan Negara Republik Indonesia dan dengan
demikian merupakan bagian daripada perairan nasional yang berada di bawah
kedaulatan mutlak daripada Negara Republik Indonesia. Lalu-lintas yang
damai diperairan pedalaman ini bagi kapal-kapal asing dijamin selama dan
7

sekedar tidak bertentangan dengan/mengganggu kedaulatan dan keselamatan


negara Indonesia”.

Dalam peraturan, yang akhirnya dikenal dengan sebutan Deklarasi


Djuanda, disebutkan juga bahwa batas laut teritorial Indonesia yang
sebelumnya tiga mil diperlebar menjadi 12 mil diukur dari garis yang
menghubungkan titik-titik ujung terluar pada pulau-pulau dari wilayah Negara
Indonesia pada saat air laut surut. Dengan keluarnya pengumuman tersebut,
secara otomatis

Ordonantie 1939 tidak berlaku lagi dan wilayah Indonesia menjadi


suatu kesatuan antara pulau-pulau serta laut yang menghubungkan antara
pulau-pulau tersebut.

Tujuan deklarasi juanda sebagai berikut:

1) Perwujudan bentuk wilayah Negara kesatuan republic Indonesia yang


bulat dan utuh
2) Penentuan batas-batas wilayah Negara Indonesia disesuaikan dengan asas
Negara kepulauan
3) Peraturan lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keselamatan
dan keamanan Negara kesatuan NKRI

Sesuai dengan hukum laut internasional yang telah disepakati oleh PBB
tahun 1982 wilayah perairan laut Indonesia dapat dibedakan menjadi 3 macam
yaitu:

a. Zona laut territorial


Batas laut territorial adalah garis khayal yang berjarak 12 mil dari garis
dasar kearah laut lepas. Garis dasar adalah garis khayal yang menghubungakan
titik-titik dari ujung-ujung pulau terluar.

b. Zona landas kontinen


Landas kontinen ialah dasar laut yang secara geologis maupun
morfologis merupakan lanjutan dari sebuah benua, kedalaman lautnya kurang
dari 150 m. Adapun batas landasan kontinen tersebut diukur dari garis dasar
yaitu paling jauh 200 mil laut.
8

c. Zona ekonomi eksklusif (ZEE)


Zona ekonomi eksklusif adalah jalur laut selebar 200 mil kearah laut
terbuka diukur dari garis dasar. Pengumuman tentang ZEE dikeluarkan oleh
pemerintah Indonesia pada tanggal 21 maret 1980.

Melalui konferensi PBB tentang hukum laut Indonesia ke-3 tahun


1982, pokok-pokok Negara kepulauan berdasarkan Archipelago Concept
Negara Indonesia diakui dan dicantumkan dalam UNCLOS 1982. Berlakunya
UNCLOS 1982 berpengaruh dalam upaya pemanfaatan laut bagi kepentingan
kesejahteraan seperti bertambah luas ZEE dan landas kotinen Indonesia.
Perjuangan tentang kewilayahan dilanjutkan dengan menegakkan kedaulatan
dirgantara yaitu wilayah Indonesia secara vertical terutama dalam
memanfaatkan wilayah Geo Stationery Orbit ( GSO ) .

Ruang udara adalah ruang yang terletak di atas ruang daratan dan atau
ruang lautan sekitar wilayah Negara dan melekat pada bumi dimana suatu
Negara mempunyai hak yurisdiksi. Ruang udara, ruang daratan dan ruang
lautan merupakan satu kesatuan ruang yang tidak dapat dipisah-pisahkan.

3) Pemikiran berdasarkan aspek sosial budaya


Budaya atau kebudayaan secara etimologis adalah segala sesuatu yang
dihasilkan oleh kekuatan budi manusia. Sosial budaya adalah faktor dinamik
masyarakat yang terbentuk oleh keseluruhan pola tingkah laku lahir batin yang
memungkinkan hubungan sosial antara anggota – anggotanya.

Berdasar ciri dan sifat kebudayaan masyarakat Indonesia sangat


hiterogen dan unik sehingga mengandung potensi konflik yang sangat besar,
terlebih kesadaran nasional masyarakat yang relatif rendah sejalan dengan
terbatasnya masyarakat terdidik.

Proses sosial dalam menjaga persatuan nasional sangat membutuhkan


kesamaan persepsi/ kesatuan cara pandang diantara segenap masyarakat
tentang eksistensi budaya yang sangat beragam namun memiliki semangat
untuk membina kehidupan bersama secara harmonis.
9

4) Pemikiran berdasarkan aspek kesejarahan


Perjuangan suatu bangsa dalam meraih cita – cita pada umumnya
tumbuh dan berkembang akibat latar belakang sejarah.

Penjajahan disamping menimbulkan penderitaan dan juga


menumbuhkan semangat untuk merdeka yang merupakan awal semangat
kebangsaan yang diwadahi Boedi Oetomo (1908 ) dan sumpah pemuda (1928).

Wawasan nasional Indonesia diwarnai oleh pengalaman sejarah yang


menginginkan tidak terulangnya lagi perpecahan dalam lingkungan bangsa
yang akan melemahkan perjuangan dalam mengisi kemerdekaan untuk
mewujudkan cita – cita dan tujuan nasional sebagai hasil kesepakatan bersama
agar bangsa Indonesia setara dengan bangsa lain.

2.5. Wawasan Nusantara sebagai Wawasan Nasional Indonesia


Sebagai bangsa majemuk yang telah menegara, bangsa Indonesia dalam
membina dan membangun atau menyelenggarakan kehidupan nasionalnya, baik pada
aspek politik, ekonomi, sosisl budaya, maupun hankamnya, selalu mengutamakan
persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah.

Wawasan nusantara sebagai wawasan nasional indonesia merupakan cara


pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba
beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah
dan tetap menghargai serta menghormati kebinekaan dalam setiap aspek kehidupan
nasinal untuk mencapai tujuan nasional.

2.6. Implementasi Wawasan Nusantara


Penerapan Wawasan Nusantara harus tercemin pada pola piker, pola sikap dan
pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan Negara.

a) Implementasi dalam kehidupan politik, adalah menciptakan iklim


menyelenggaraan Negara yang sehat dan dinamis,mewujudkan pemerintahan
yang kuat ,aspiratif , dipercaya.
b) Implementasi dalam kehidupan Ekonomi , adalah menciptakan tatanan ekonomi
yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan
kemakmuran rakyat secara merata dan adil.
10

c) Implementasi dalam kehidupan sosial budaya adalah menciptakan sikap batiniah


dan lahirniah yang mengakuai, menerima dan menghormati segala bentuk
perbedaan sebagai kenyataan yang hidup disekitarnya dan merupakan karunia
sang pencipta.
d) Implementasi dalam kehidupan pertahanan keamanan,adalah menumpuhkan
kesadaran cinta tanah air dan membentuk sikap bela Negara pada setiap WNI.

2.7. Tantangan Implementasi Wawasan Nusantara


2.7.1. Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan masyarakat dalam arti memberikan peranan dalam bentuk
aktivitas dan partisipasi masyarakat untuk mencapai tujuan nasional hanya dapat
dilaksanakan oleh Negara-negara maju dengan Buttom Up Planning, sedang untuk
Negara berkembang dengan Top Down Planning karena adanya keterbatasan kualitas
sumber daya manusia, sehingga diperlukan landasan operasinal berupa GBHN.
Kondisi Nasional (Pembangunan) yang tidak merata mengakibatkan keterbelakangan
dan ini merupakan ancaman bagi integritas.

2.7.2. Dunia Tanpa Batas


a) Perkembangan IPTEK, mempengaruhi pola, pola sikap dan pola tindak
masyarakat dalam aspek kehidupan.

b) Kenichi Omahe dalam buku Borderless Word dan The End of Nation State
menyatakan : dalam perkembangan masyarakat global, batas-batas wilayah
Negara dalam arti geografi dan politik relatif masih tetap.

Perkembangan Iptek dan perkembangan masyarakat global dikaitkan


dengan dunia tanpa batas dapat merupakan tantangan Wawasan Nusantara,
mengingat perkembangan tersebut akan dapat mempengaruhi masyarakat
Indonesia dalam pola pikir, pola sikap dan pola tindak didalam bermsyarakat,
berbangasa dan bernegara.
BAB 3
KESIMPULAN

3.1. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas kita dapat menyimpulkan Secara umum Wawasan
Nusantara adalah keutuhan nusantara/nasional, dalam pengertiannya yaitu cara
pandang yang secara utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan
nasional.

Tujuan dari wawasan nusantara tersebut yaitu mewujudkan nasioanalisme


yang tinggi disegala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan
kepentingan nasioanal dari pada kepentingan individu, kelompok, golongan, suku
bangsa atau daerah (kepentingan individu, kelompok, golongan, suku bangsa atau
daerah tetap dihargai selama tidak bertentangan dengan kepentingan nasional atau
kepentingan masyarakat banyak.

11
DAFTAR PUSTAKA

Artikelsiana. 2015. Pengertian, Fungsi, Tujuan Wawasan Nusantara pada


http://www.artikelsiana.com/2015/04/wawasan-nusantara-pengertian-
fungsi-tujuan.html (Diakses pada tanggal 08 Juni 2018 pukul 11:05)
Informasi Sosiologi.2018. Pengertian, Hakekat, Contoh Wawasan Nusantara pada
http://sosiologis.com/wawasan-nusantara (Diakses pada tanggal 08 Juni
2018 pukul 11:10)
ZonaReferensi.com. 2018. Fungsi dan Tujuan Wawasan Nusantara Bagi Indonesia
Secara Umum Pada https://www.zonareferensi.com/fungsi-dan-tujuan-
wawasan-nusantara/ (Diakses pada tanggal 08 Juni 2018 pukul 11:13)

12