Anda di halaman 1dari 10

Nursing News Hubungan Pola Makan Dengan Produksi ASI Pada

Volume 2, Nomor 3, 2017 Ibu Menyusui Di Posyandu Mawar Kelurahan


Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang

HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN PRODUKSI ASI PADA


IBU MENYUSUI DI POSYANDU MAWAR KELURAHAN
TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG

Sanima1), Ngesti W. Utami 2), Lasri 3)

1)
Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
2)
Dosen Program Studi Keperawatan Poltekkes Kemenkes Malang
3)
Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
E-mail : sanima13@gmail.com

ABSTRAK

Bagi seorang ibu menyusui merupakan kewajiban yang harus dijalankan, karena
kelancaran produksi ASI sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nitrisi dan gizi bayi,
salah satu cara meningkatkan produksi ASI yaitu dengan melakukan pola makan yang baik
seperti makan teratur, tercukupi dan bergizi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan
pola makan terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Posyandu Mawar Kelurahan
Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain
analitik korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam
penelitian ini sebanyak 30 ibu menyusui dengan penentuan sampel penelitian
menggunakan total sampling yang berarti seluruh populasi dijadikan sampel penelitian.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di
gunakan yaitu korelasi spearmen rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian
membuktikan pola makan ibu menyusui lebih dari separuh (66,7%) masuk kategori baik
dan produksi ASI ibu menyusui lebih dari separuh (60,0%) masuk kategori sangat baik.
Hasil korelasi spearmen rank didapatkan p-value= (0,002) < (0,050) sehingga dapat
disimpulkan bahwa ada hubungan pola makan dengan produksi ASI pada ibu menyusui di
Posyandu Mawar Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.
Berdasarkan hasil penelitian maka cara ibu untuk meningkatkan produksi ASI yaitu
dengan memperhatikan pola makan seperti makan tepat waktu dan mengkonsumsi
makanan secukupnya berupa sayuran, daging, kacang-kacangan, buah-buahan, susu dan air
putih.

Kata Kunci : Ibu menyusui, pola makan, produksi ASI.

154
Nursing News Hubungan Pola Makan Dengan Produksi ASI Pada
Volume 2, Nomor 3, 2017 Ibu Menyusui Di Posyandu Mawar Kelurahan
Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang

THE RELATIONSHIPS BETWEEN DIET WITH BREASTFEED PRODUCTION IN


BREASTFEEDING MOTHERS IN POSYANDU MAWAR TLOGOMAS VILLAGE
LOWOKWARU DISTRICTS OF MALANG CITY

ABSTRACT

For a mother breastfeeding is an obligation that must be executed, because the smooth
production of breast milk is very important to meet the needs of nitrition and nutrition of
infants, one way to increase milk production was doing a good diet such as eating regular,
fulfilled and nutritious.The purpose of the study to determine the relationship of diet to the
production of breastfeeding in breastfeeding mothers in Posyandu Mawar Tlogomas
village district Lowokwaru Malang . The research design uses correlation analytic design
using cross sectional approach. The population in this study were 30 breastfeeding
mothers with the determination of the sample of the study using the total sampling which
means the entire population is used as the research sample. Data collection techniques
used were questionnaires. Data analysis method was used is spearmen rank correlation by
using SPSS. The results prove breastfeeding feeding mothers more than half (66.7%) good
and breastfeeding mothers breastfeeding more than half of (60.0%) are very good. The
result of spearmen rank correlation was obtained p value = (0.002) <(0.050) so it can be
concluded that there was relationship of pattern with milk production at breastfeeding
mother at Posyandu Mawar Tlogomas village district Lowokwaru Malang. Based on the
results of the study, the mother's way to increase the production of breast milk is to pay
attention to diet such as eating on time and consuming enough food in the form of
vegetables, meat, beans, fruits, milk and water.

Keywords : Breastfeeding Mother, Eating, Breast Milk Production.

PENDAHULUAN makanan ibu menyusui berpedoman pada


Pedoman Gizi Seimbang (PGS) sebanyak
Bagi seorang ibu, menyusui 6 kali perhari namun, ibu-ibu sangat
merupakan kewajiban yang harus menjaga pantangannya, bahkan ada
dijalankan, karena kelancaran produksi diantara mereka yang mengkonsumsi
ASI sangat penting untuk memenuhi makanan seperti biasanya, tidak seperti
kebutuhan sibuah hati. Nutrisi dan gizi wanita menyusui yang harus makan
memegang peranan penting dalam hal ekstra (Depkes RI, 2010).
menunjang produksi ASI yang maksimal,

155
Nursing News Hubungan Pola Makan Dengan Produksi ASI Pada
Volume 2, Nomor 3, 2017 Ibu Menyusui Di Posyandu Mawar Kelurahan
Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang

Data Riset Kesehatan Dasar sedangkan Jawa Timur sendiri


(Riskedas) 2013 menunjukkan cakupan menempati urutan 6 terendah yaitu
ASI di Indonesia hanya 42 persen. Angka sebesar 34,38% (Dinkes, 2013).
ini jelas berada di bawah target WHO Menurut Wiji (2013) faktor-faktor
yang mewajibkan cakupan ASI hingga 50 yang mempengaruhi produksi ASI antara
persen. Dengan angka kelahiran di lain adalah makanan, ketenangan jiwa
Indonesia mencapai 4,7 juta per tahun, dan fikiran, penggunaan alat kontrasepsi,
maka bayi yang memperoleh ASI, selama perawatan payudara, anatomis payudara,
enam bulan hingga dua tahun, tidak faktor fisiologi, pola istirahat, faktor
mencapai dua juta jiwa.Salah satu faktor isapan anak atau frekuensi penyusuan,
yang terkait pemberian ASI eksklusif berat badan bayi, umur kehamilan saat
adalah aspek psikologis, menyusui tidak melahirkan, konsumsi rokok dan alkohol.
sekadar memberi makanan kepada Penggunaan pil kontrasepsi kombinasi
bayinya tetapi sangat dipengaruhi oleh estrogen dan progestin berkaitan dengan
emosi ibu dan kasih sayang terhadap penurunan volume dan durasi. Upaya
bayi. Perasaan kasih sayang antara ibu yang dapat diterapkan oleh bidan untuk
dan bayi bisa meningkatkan produksi mendukung menyusui yaitu mempunyai
hormon terutama oksitosin yang akhirnya kebijakan tertulis tentang menyusui,
dapat meningkatkan produksi ASI melatih semua staf pelayanan kesehatan
(Prasetyono, 2012). dengan keterampilan untuk menerapkan
Kebaikan ASI mendorong WHO kebijakan tersebut, menjelaskan kepada
merekomendasikan pemberian ASI ibu hamil tentang manfaat dan
selama 6 bulan secara eksklusif. manajemen laktasi, membantu ibu-ibu
Pemberian ASI eksklusif yang dimaksud mulai menyusui bayinya dalam 30 menit
adalah memberi ASI saja tanpa tambahan setelah melahirkan, memperlihatkan
cairan atau makanan pada bayi kecuali kepada ibu bagaimana cara menyusui dan
vitamin, mineral atau obat dalam bentuk mempertahankan, tidak memberikan
tetes atau sirup. Selanjutnya, UNICEF makan atau minuman apapun selain ASI
bersama Worldo Health Assembly kepada bayi baru lahir, melaksanakan
(WHA) dan beberapa negara lain rawat gabung, mendukung pemberian
menetapkan jangka waktu pemberian ASI ASI tanpa jadwal, tidak memberikan dot
eksklusif selama 6 bulan (Amiruddin, atau kempeng, membentuk dan
2007). Menurut data Profil Kesehatan membantu pengembangan kelompok
Indonesia pada tahun 2012 persentase pendukung ibu menyusui (Yuli, 2014).
cakupan pemberian ASI di Indonesia Pola makan adalah sebagai karateristik
sebesar 48,6%. Persentase pemberian dari kegiatan yang berulang kali dari
ASI tertinggi adalah di provinsi Nusa individu dalam memenuhi kebutuhan
Tenggara Barat sebesar 69,84% dan akan makanan, sehingga kebutuhan

156
Nursing News Hubungan Pola Makan Dengan Produksi ASI Pada
Volume 2, Nomor 3, 2017 Ibu Menyusui Di Posyandu Mawar Kelurahan
Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang

fisiologis, sosial dan emosionalnya dapat Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota


terpenuhi (Sulistyoningsih, 2011). Malang.
Fenomena yang terjadi di masyarakat
bahwa ibu yang tidak memberikan ASI
lebih memilih memberikan susu formula METODE PENELITIAN
atau makanan tambahan pada bayi usia
kurang dari enam bulan sampai 24 bulan Metode penelitian mengunakan
itu di karenakan asi yang tidak lancar. desain analitik korelasi dengan
Makanan pendamping ASI adalah menggunakan pendekatan cross
makanan yang diberikan pada anak usia sectional. Populasi dalam penelitian ini
6–24 bulan. Berdasarkan Riskesdas 2010, sebanyak 30 ibu menyusui dengan
angka kekurangan gizi balita menurun penentuan sampel penelitian
dari 28% pada tahun 2005 menjadi 17,9% menggunakan total sampling yang berarti
dan gizi buruk 4,9% pada tahun 2010. seluruh populasi dijadikan sampel
Berdasarkan data hasil kegiatan hasil penelitian. Pengambilan responden
pemantauan status gizi pada tahun 2009, berdasarkan kriteria inklusi yaitu bersedia
di Jawa Timur terdapat 12,7% angka menjadi responden, wanita yang
kejadian gizi buruk dan gizi kurang, menyusui mulai postpartum sampai 6
sedangkan angka pencapaian nasional bulan, ibu berusia 20-35 tahun dan ibu
17,9%. Kabupaten Malang, jumlah balita datang ke posyandu. Variabel
kurang gizi mencapai 1,53 % pada tahun indenpenden yaitu pola makan dan
2010, sedangkan untuk tahun 2011, variabel dependen yaitu produksi ASI.
jumlah balita yang masuk garis merah Instrumen penelitian adalah kuisioner.
sekitar 1,35%. Jumlah balita di kota Metode analisa data yang di gunakan
Malang 140.000 anak (BPS Kab. Malang, yaitu korelasi spearman rank dengan
2011). menggunakan SPSS.
Hasil studi pendahuluan berdasarkan
hasil wawancara pada tanggal 09
Desember 2016 di kelurahan Tlogomas
terhadap 5 ibu memberikan ASI yang HASIL DAN PEMBAHASAN
tidak lancar, jadi ibu memberi anaknya
dengan susu selingan yaitu susu formula, Berdasarkan Tabel 1 didapatkan
ibu yang memberikan susu formula separuh (50%) responden berumur 26-30
karena produksi ASI tidak banyak dan tahun, kurang dari separuh (33,3%) anak
tidak mau keluar. Tujuan penelitian ini berumur 5 bulan.
adalah untuk mengetahui hubungan pola
makan terhadap produksi ASi pada ibu
menyusui di Posyandu Mawar Kelurahan

157
Nursing News Hubungan Pola Makan Dengan Produksi ASI Pada
Volume 2, Nomor 3, 2017 Ibu Menyusui Di Posyandu Mawar Kelurahan
Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang

Tabel 1. Distribusi frekuensi karakteristik Tabel 3. Distribusi frekuensi pola makan


responden di Posyandu Mawar ibu menyusui di Posyandu
Kelurahan Tlogomas Kecamatan Mawar Kelurahan Tlogomas
Lowokwaru Kota Malang Kecamatan Lowokwaru Kota
Keterangan Kategori f (%) Malang
Umur Ibu 20-25 tahun 14 47 Pola Makan f (%)
26-30 tahun 15 50 Kurang 0 0
31-35 tahun 1 3
Cukup 8 26,7
Total 30 100
Baik 20 66,7
Umur Bayi 1 bulan 1 3,3
2 bulan 4 13,3 Sangat baik 2 6,7
3 bulan 5 16,7 Total 30 100
4 bulan 8 26,7
5 bulan 10 33,3 Berdasarkan Tabel 4 didapatkan
6 bulan 2 6,7 lebih dari separuh (60,0%) responden
Total 30 100
mengalami produksi ASI sangat baik.
Tabel 2. Distribusi frekuensi karakteristik
Tabel 4. Distribusi frekuensi produksi
responden di Posyandu Mawar
ASI pada ibu menyusui di
Kelurahan Tlogomas Kecamatan
Posyandu Mawar Kelurahan
Lowokwaru Kota Malang
Tlogomas Kecamatan
Keterangan Kategori f (%)
Pekerjaan IRT 26 86,7 Lowokwaru Kota Malang
PNS 1 3,3 Produksi ASI f (%)
Wiraswasta 3 10,0 Kurang 0 0
Total 30 100 Cukup 0 0
Pendidikan SD 1 3,3 Baik 12 40,0
SMP 7 23,3 Sangat baik 18 60,0
SMA 13 43,3 Total 30 100
S1 9 30,0
Total 30 100 Penelitian ini mengunakan uji
spearman rank untuk menentukan
Berdasarkan Tabel 2 didapatkan hubungan pola makan dengan produksi
sebagian besar (86,7%) responden asi pada ibu menyusui di Posyandu
bekerja sebagai ibu rumah tangga dan Mawar Kelurahan Tlogomas Kecamatan
kurang dari separuh (43,3%) responden Lowokwaru Kota Malang, keapsahaan
berpendidikan SMA. data dilihat dari tingkat signifikasi (α)
Berdasarkan Tabel 3 didapatkan kurang dari 0,050, adapun data disajikan
lebih dari separuh (66,7%) responden sebagai berikut:
melakukan pola makan baik. Hasil uji spearman rank didapatkan
p value = (0,002) < (0,050) sehingga H0

158
Nursing News Hubungan Pola Makan Dengan Produksi ASI Pada
Volume 2, Nomor 3, 2017 Ibu Menyusui Di Posyandu Mawar Kelurahan
Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang

ditolak yang artinya ada hubungan pola faktor pengetahuan ibu tentang penting
makan dengan produksi asi pada ibu memperhatikan pola makan untuk
menyusui di Posyandu Mawar Kelurahan meningkatkan porduksi asi, hal ini
Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota dikarenakan sebanyak 43,3% ibu
Malang. Berdasarkan hasil tabulasi silang berpendidikan SMA dimana ibu
didapatkan dari 19 (63,3%) responden memahami dan mengetahui jenis-jenis
yang melakukan pola makan baik makanan yang sehat untuk dikonsumsi
berdampak terhadap produksi ASI sangat pada masa menyusui, faktor penyebab
baik pada 14 (46,7%) ibu menyusui. lain seperti umur ibu yang masih
produktif sebanyak 50% ibu berumur 26-
Pola Makan Ibu Menyusui 30 tahun sehingga sering melakukan
Berdasarkan Tabel 3 didapatkan interaksi dengan sesama ibu yang
bahwa lebih dari separuh (63,3%) menyusui untuk meningkatkan
responden melakukan pola makan baik pengetahuan tentang cara mengkonsumsi
di Posyandu Mawar Kelurahan Tlogomas makanan yang teratur dan tepat waktu,
Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. sedangkan faktor pekerjaan sebanyak
Pola makan ibu menyusui dikatakan baik 86,7% ibu bekerja sebagai ibu rumah
karena sebayak 87% ibu melakukan tangga sehingga mampu memenuhi dan
sarapan pagi antara jam 06.00-09.00 mengurusi segala kebutuhan makanan
setiap hari, sebanyak 77% ibu melakukan yang dibutuhkan saat menyusui.
makan dengan jarak antara ≤ 6 jam, Berdasarkan data didapatkan juga
setiap hari melakukan makan siang dan sebanyak 10% ibu melakukan pola
makan malam serta mengkonsumsi makan sangat baik hal ini perlu di
makanan yang bisa melancarkan produksi pertahankan untuk menjaga produksi asi
asi seperti sayur rebus, buah-buahan dan agar tetap cukup bagi anaknya dan
kacang-kacangan. mampu memenuhi kebutuhan energi bagi
Responden yang melakukan pola ibunya. Pola makan pada ibu menyusui
makan baik didasarkan oleh adanya sebagai kegiatan terencana sebuah acuan
informasi yang diberikan perawat yang dalam pemilihan makanan dan
bertugas di Posyandu Mawar tentang cara penggunaan bahan makanan dalam
melakukan pola makan sehat seperti konsumsi pangan setiap hari yang
makan teratur atau tepat waktu, meliputi jenis makanan, jumlah makanan,
mengkonsumsi makanan yang baik bagi dan frekuensi makan (Djaeni, 2009).
pencernaan seperti sayuran rebus dan Sesuai penjelasan Budiarti (2009),
buah-buahan sehingga berdampak menjelaskan ibu menyusui membutuhkan
terhadap produksi asi lancar untuk nutrisi yang cukup seperti kebutuhan
memenuhi kebutuhan konsumsi anaknya. karbohidrat (nasi, gandum dan umbi-
Pola makan baik berhubungan dengan umbian), protein (daging), vitamin (buah-

159
Nursing News Hubungan Pola Makan Dengan Produksi ASI Pada
Volume 2, Nomor 3, 2017 Ibu Menyusui Di Posyandu Mawar Kelurahan
Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang

buahan), lemak (kacang-kacangan), mengalami peningakatan berat badan


mineral (susu) dan air. bayi setiap bulan kerena di beri ASI
Hasil penelitian didapatkan juga ekslusif.
sebanyak 26,7% ibu melakukan pola Responden yang mengalami
makan cukup sehingga perlu di produksi asi sangat baik didasarkan
tingkatkan dengan memberikan informasi adanya pengetahuan yang baik tentang
seputar menfaat asi bagi tumbuh cara melakukan pola makan baik, karena
kembang anak sehingga ibu termotivasi produksi asi tidak akan lancar apabila
untuk melakukan pola makan yang lebih kebutuhan makanan ibu tidak tercukupi.
baik. Cara melakukan pola makan yang Produksi asi yang sangat baik diketahui
baik yaitu dengan melakukan sarapan dari cukupnya kebutuhan pemberian asi
pagi antara jam 06.00-09.00 setiap hari, kepada bayi didukung oleh beberapa
teratur dan tepat waktu melakukan makan faktor seperti ketenangan jiwa dan
siang dan makan malam, serta mencukupi pikiran, perawatan payudara, pola
kebutuhan konsumsi makanan yang bisa istirahat dan isapan anak. Ibu yang
melancarkan produksi asi seperti sayuran, menyusui harus memiliki ketenangan
daging, buah-buahan, kacang-kacangan, jiwa dan pikiran baik serta melakukan
susu dan air putih. istirahat yang cukup sehingga tidak
menganggu penurunan produksi asi
Produksi Asi Ibu Menyusui karena keadaan psikologis ibu yang
Berdasarkan Tabel 4 didapatkan tertekan, sedih dan tegang akan
bahwa lebih dari separuh 18 (60,0%) menurunkan kinerja otot payudara untuk
responden mengalami produksi asi sangat menghasilkan volume ASI (Bahiyatun,
baik di Posyandu Mawar Kelurahan 2009). Faktor perawatan payudara
Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota dengan membersihkan payudara dengan
Malang. Produksi asi ibu yang sangat air hangat untuk merangsang payudara
baik diketahui dari sebanyak 100% ibu mempengaruhi hipofise untuk
merasa bangga bisa menyusui bayi, mengeluarkan hormonprolaktin dan
sebanyak 93% ibu pernah mendapatkan oksitosin guna melancarkan pengeluaran
penjelasan tentang ASI, bayi tenang ASI. Faktor isapan anak akan
setelah menyusui dan ibu merasakan melancarkan pengeluaran asi karena
adanya sensasi pengeluaran ASI karena mendapatkan tarikan atau hinsapan untuk
terdengar bunyi saat bayi menelan ASI. memaksa asi keluar dari payudara
Hasil penelitian didapatkan juga sehingga tidak terjadi penyumbatan pada
sebanyak 90% ibu mengalami kedua pembuluh atau jaringan asi, hal ini
payudara terasa penuh sebelum disebabkan anak sudah bisa menghisap
menyusui, hal tersebut memberi puting susu dengan baik karena
kecukupan nutrisi pada bayi sehingga didapatkan sebanyak 33,3% anak

160
Nursing News Hubungan Pola Makan Dengan Produksi ASI Pada
Volume 2, Nomor 3, 2017 Ibu Menyusui Di Posyandu Mawar Kelurahan
Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang

berumur 5 bulan. Menurut payudara menggunakan air hangat,


Sulistyoningsih (2011), menjelaskan melakukan istirahat cukup dengan tidur
bahwa setiap kali bayi menghisap akan tidak larut malam dan memberikan asi
merangsang ujung syaraf di sekitar kepada anak setiap 2-3 jam sekali sampai
payudara, rangsangan tersebut disalurkan usia 6 bulan (Riksani, 2011).
ke otak dan merangsang kelenjar
hipofisis bagian depan (anterior Hubungan Pola Makan Dengan
pituitary) untuk memproduksi hormon Produksi Asi Pada Ibu Menyusui
prolaktin sehingga ASI yang dikeluarkan Berdasarkan analisis data dengan
menjadi lancar. mengunakan uji spearman rank
Berdasarkan data didapatkan juga didapatkan bahwa p value = (0,002) <
sebanyak 40,0% mengalami produksi asi (0,050) sehingga H0 ditolak yang artinya
baik sehingga untuk menjaga produksi ada hubungan pola makan dengan
tetap stabil ibu perlu menjaga pola makan produksi asi pada ibu menyusui di
dengan makan teratur dan tepat waktu Posyandu Mawar Kelurahan Tlogomas
pada pagi, siang dan malam hari serta Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.
mengkonsumsi makanan yang sehat Berdasarkan hasil tabulasi silang
sehingga mampu mencukupi kebutuhan menunjukan dari 19 (63,3%) responden
pangan bayi. ASI sangat dibutuhkan bayi yang melakukan pola makan baik
karena memiliki semua kandungan zat berdampak terhadap produksi ASI sangat
penting seperti; DHA, AA, Omega 6, baik pada 14 (46,7%) ibu menyusui.
laktosa, taurin, protein, laktobasius, Pola makan yang melancarkan
vitamin A, kolostrum, lemak, zat besi, produksi asi seperti adanya asupan
laktoferin and lisozim yang semuanya makanan yang cukup di konsumsi ibu
dalam takaran dan komposisi yang pas sehingga kebutuhan energi tubuh
untuk bayi, oleh karenanya ibu perlu terpenuhi, energi yang dalam tubuh
melakukan pola makan yang baik untuk berubah menjadi hormon prolaktin.
meningkatkan produksi asi (Amiruddin, Keluarnya hormon prolaktin
2007). menstimulasi sel di dalam alveoli untuk
Cara mempertahankan produksi asi memproduksi ASI. Menurut Jannah
yang sangat baik oleh ibu yaitu dengan (2012), hormon prolaktin berkaitan
mencukupi kebutuhan nutrisi seperti dengan nutrisi ibu, semakin asupan
mengkonsumsi makanan bergizi, nutrisinya baik maka produksi yang
secukupnya serta tepat waktu pada pagi, dihasilkan juga banyak, untuk
siang dan malam hari, menjaga mengeluarkan asi diperlukan hormon
ketenangan jiwa dan pikiran agar tetap oksitosin yang kerjanya dipengaruhi oleh
bahagia sehingga tidak menganggu proses isapan bayi semakin puting susu
produksi ASI, melakukan pembersihan

161
Nursing News Hubungan Pola Makan Dengan Produksi ASI Pada
Volume 2, Nomor 3, 2017 Ibu Menyusui Di Posyandu Mawar Kelurahan
Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang

dihisap oleh bayi maka semakin banyak SARAN


pula pengeluaran asi.
Hasil penelitian ini sepaham dengan Peneliti selanjutnya dapat melakukan
penelitian yang dilakukan oleh penelitian untuk mengetahui pola makan
Permatasari (2015), membuktikan ada menggunakan takaran saji (food record)
hubungan asupan gizi dengan produksi sehingga mengetahui jumlah kalori yang
asi pada ibu yang menyusui bayi umur 0- di konsumsi ibu yang berdampak
6 bulan. Berdasarkan hal tersebut dapat terhadap peningkatan produksi ASI.
dipahami bahwa makanan yang
dikonsumsi ibu mempengaruhi jumlah asi
yang dikeluarkan sehingga mencukupi DAFTAR PUSTAKA
untuk kebutuhan bayi. Cara untuk
meningkatkan produksi asi yaitu dengan Amiruddin. 2007. Promosi Susu Formula
memperhatikan pola makan seperti Menghambat Pemberian ASI
makan tepat waktu dan mengkonsumsi Eksklusif Pada Bayi 6 –11 Bulan Di
makanan secukupnya berupa sayuran, Kelurahan Pa’Baeng –Baeng
daging, kacang-kacangan, buah-buahan, Makasar Tahun 2007. Skripsi.
susu dan air putih. Universitas Hasanudin.

Bahiyatun. 2009. Buku Ajar Asuhan


KESIMPULAN Kebidanan Nifas Normal. Jakarta:
EGC.
1) Pola makan ibu menyusui baik di
Posyandu Mawar Kelurahan Budiarti. 2009. Efektivitas Pemberian
Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Paket Sukses ASI terhadap Produksi
Kota Malang. ASI Ibu Menyusui di Wilayah Depok
2) Produksi ASI ibu menyusui sangat Jawa Bara. Jakarta: EGC.
baik di Posyandu Mawar Kelurahan
Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Depkes RI. 2010. Penanganan Fasilator
Kota Malang. Kelas Ibu Hamil. Jakarta: Kemenkes.
3) Ada hubungan pola makan dengan
produksi ASI pada ibu menyusui di Depkes RI. 2013. Profil Kesehatan
Posyandu Mawar Kelurahan Indonesia Tahun 2013. Jakarta:
Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kemenkes.
Kota Malang.
Djaeni, A. S. 2009. Ilmu Gizi untuk
Mahasiswa dan Profesi. Jakarta:
Dian Rakyat.

162
Nursing News Hubungan Pola Makan Dengan Produksi ASI Pada
Volume 2, Nomor 3, 2017 Ibu Menyusui Di Posyandu Mawar Kelurahan
Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang

Jannah, N. 2012. Buku Ajar Asuhan


Kebidanan: Kehamilan. Yogyakarta:
Andi OF SET.

Permatasari, E. 2015. Hubungan Asupan


Gizi Dengan Produksi Asi Pada Ibu
Yang Menyusui Bayi Umur 0-6
Bulan Di Puskesmas Sewon I Bantul
Yogyakarta. Skripsi: Sekolah Tinggi
Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah
Yogyakarta.

Prasetyono, D. 2012. ASI Eksklusif.


Yogyakarta: DIVA Press.

Sulistyoningsih, H. 2011. Gizi untuk


Kesehatan Ibu dan Anak.
Yogyakarta: Graha Ilmu.

Wiji. 2013. ASI dan Panduan Ibu


Menyusui. Yogyakarta: Nuha
Medika.

Yuli, A. R. 2014. Payudara dan Laktasi.


Jakarta: Salemba Medika

163