Anda di halaman 1dari 2

Kasus 2

Tn. L 40 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan perut membesar sejak sebulan
terakhir dan bertambah besar, pasien cepat merasa kenyang. Pemeriksaan fisis :
icterus (-), asites (+), edema dorsum pedis (+), wasting pada lengan (+). Lab: tidak
ada peningkatan enzim hati, HbsAg (+), anti HCV (-). BB: 57kg, TB: 176 cm. pada
hari kedua perawatan pasien mengalami penurunan kesadaran

Subjective:
Perut membesar, cepat kenyang, mengalami penurunan kesadaran
Objective:
Ikterus (-), asites (+), edema tungkai (+), wasting, (+), HbsAg (+), Anti HCV (-)

 Diagnosis klinis : Asites

 Diagnosis
BB/TB2 = 57/1,76 = 57/3,09 = 18,4

 BEE
= 66,5 + (13,7 x BB) + 5 x (TB) – 6,8 x (U)
= 66,5 + (13,7 x 57) + 5 x (176) – 6,8 x (40)
= 66,5 + 781 + 317 – 272
= 893

 TDE
= BEE x AF x IF
= 892,5 x 1,2 x 1,5
= 1,606 kkal

 Karbohidrat 55% = 883/4 = 220 gram


 Protein 20% = 321/4 = 80 gram
 Lemak 25% = 402/9 = 45 gram

Plan :
Syarat diet penyakit Hati dan Kandung Empedu
1. Energi tinggi untuk mencegah pemecahan protein, yang diberikan bertahap sesuai
kemampuan pasien, yaitu 40-45 kkal/Kg BB.
2. Lemak cukup, yaitu 20-25 % dari kebutuhan energi total, dalam bentuk yang
mudah dicerna atau dalam bentuk emulsi. Bila pasien mengalami steasorea,
gunakan lemak dengan asam lemak rantai sedang. Pemberian lemak sebanyak 45
Kg dapat mempertahankan fungsi imun dan proses sintesis lemak.
3. Protein agak tinggi, yaitu 1,25-1,5 g/Kg BB agar terjadi anabolisme protein.
Asupan minimal protein 0,8-1 g/Kg BB, protein nabati memberikan keuntungan
karena kandungan serat yang dapat mempercepat pengeluaran amoniak melalui
feses.
4. Vitamin dan mineral diberikan sesuai dengan tingkat defisiensi. Bila perlu,
diberikan suplemen vitamin B kompleks C, dan K serta minimal Zn dan Fe bila
pada anemia.
5. Natrium diberikan rendah, tergantung tingkat edema dan asites. Bila pasien
mendapat diuretika, garam natrium dapat diberikan lebih leluasa.
6. Cairan diberikan lebih dari biasa, kecuali bila ada kontraindikasi
7. Bentuk makanan lunak bila ada keluhan mual dan muntah, atau makanan bisa
sesuai kemampuan saluran cerna.

Makanan Jumlah Kkal Protein Lemak KH


Snack pagi
Bubur nasi 150 109,3 1,9 0,2 24,0
Telur dadar 50 93,5 5,8 7,3 0,6
Kacang 20 82,8 3,8 7,2 2,4
tanah kulit
Snack siang
Nasi putih 150 195,0 3,6 0,3 42,9
Kacang 25 83,8 5,8 0,3 15,1
merah
Daging sapi 35 94,1 8,7 6,3 0,0
Snack
malam
Nasi tim 80 112,0 4,6 2,4 17,2
ayam
Tempe 100 199,1 19,0 7,7 17,0
gembus
Perkedel 40 109,2 3,5 8,6 4,7
kentang
belu