Anda di halaman 1dari 1

Analisis Data Uji Acrolein

Uji Acrolein dilakukan pada lima sampel yaitu gliserol, minyak kelapa,
minyak zaitun, minyak wijen, dan minyak jagung. Pecobaan pertama dilakukan
dengan memasukkan kristal KHSO4 anhidros dan 2 tetes gliserol ke dalam cawan
porselin kemudian dipanaskan dan dihasilkan perubahan warna menjadi kuning
kecoklatan dan bau seperti karamel gosong (tengik), bau tersebut dihasilkan dari
terbentuknya akrolein.
Percobaan kedua dilakukan dengan memasukkan kristal KHSO4 anhidros
dan 2 tetes minyak kelapa ke dalam cawan porselin kemudian dipanaskan dan
dihasilkan perubahan warna menjadi coklat kehitaman dan bau seperti karamel
gosong (tengik) yang lebih menyengat daripada bau yang dihasilkan pada
percobaan pertama, bau tersebut dihasilkan dari terbentuknya akrolein.
Percobaan kedua dilakukan dengan memasukkan kristal KHSO4 anhidros
dan 2 tetes minyak zaitun ke dalam cawan porselin kemudian dipanaskan dan
dihasilkan perubahan warna menjadi coklat kehitaman dan bau seperti karamel
gosong (tengik) yang sama dengan percobaan kedua, bau tersebut dihasilkan dari
terbentuknya akrolein.
Percobaan keempat dilakukan dengan memasukkan kristal KHSO4 anhidros
dan 2 tetes minyak wijen ke dalam cawan porselin kemudian dipanaskan dan
dihasilkan perubahan warna menjadi hitam dan timbul bau seperti karamel gosong
(sangat tengik) yang lebih menyengat daripada bau yang dihasilkan pada semua
percobaan, bau tersebut dihasilkan dari terbentuknya akrolein.
Percobaan kelima dilakukan dengan memasukkan kristal KHSO 4 anhidros
dan 2 tetes minyak jagung ke dalam cawan porselin kemudian dipanaskan dan
dihasilkan perubahan warna menjadi coklat kehitaman dan timbul bau seperti
karamel gosong (tengik) yang sama seperti pada percobaan kedua dan ketiga, bau
tersebut dihasilkan dari terbentuknya akrolein.