Anda di halaman 1dari 1

JAKARTA, KOMPAS.

com - Pemerintah tetap melantik Bupati Tulungagung terpilih Syahri


Mulyo meski berstatus tersangka dugaan kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan
Korupsi. Namun, setelah dilantik, Syahri langsung dinonaktifkan. Wakil Bupati
Tulungagung Maryoto Wibowo kemudian ditunjuk sebagai Plt Bupati Tulungagung.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memastikan, Syahri Mulyo tidak akan mendapat
gaji meski sempat dilantik. Baca juga: Tiga Menit Setelah Dilantik, Bupati
Tulungagung Langsung Dinonaktifkan "Ya, tidak (digaji), karena sudah berhenti dan
diserahkan ke Plt (pelaksaan tugas)," ujar Tjahjo di Kantor Kementerian Dalam
Negeri, Jakarta, Selasa (25/9/2018). "Itu formalitas dilantik kemudian kami
menyerahkan SK Plt-nya kepada wakil bupati tugasnya sehari -hari membangun
pemerintahan berkoordinasi dengan Pemda Provinsi," kata Tjahjo. Baca juga: KPK
Izinkan Tersangka Syahri Mulyo Dilantik Jadi Bupati Tulungagung Selasa Siang Syahri
merupakan tersangka KPK setelah terjerat bersama Wali Kota Blitar Muhammad
Samanhudi Anwar dalam kasus dugaan suap terkait proyek-proyek di Tulungagung dan
Blitar. Awalnya Syahri akan dilantik bersama sejumlah kepala daerah terpilih
lainnya di Kantor Pemprov Jawa Timur. Namun karena di luar kota, KPK tidak
mengizinkannya. Gubernur Jawa Timur Soekarwo lantas meminta KPK untuk bisa melantik
Syahri di Jakarta meski berstatus tersangka dan ditahan KPK. Lanjutkan membaca
artikel di bawah Video Pilihan KPK Sita Total Uang Rp 2,5 Miliar dalam OTT di Jawa
Timur Pelantikan itu sesuai amanat Pasal 164 ayat (6) Undang-undang tentang
Pilkada. Akhirnya KPK memberikan izin pelantikan Syahri di Kantor Kementerian Dalam
Negeri, Jakarta. PenulisYoga Sukmana EditorSandro Gatra

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sempat Dilantik Jadi Bupati
Tulungagung, Syahri Mulyo Tak Akan Dapat Gaji ",
https://nasional.kompas.com/read/2018/09/25/16040341/sempat-dilantik-jadi-bupati-
tulungagung-syahri-mulyo-tak-akan-dapat-gaji.
Penulis : Yoga Sukmana
Editor : Sandro Gatra