Anda di halaman 1dari 2

Regulasi kadar glukosa darah

Konsentrasi glukosa darah normal = 80 – 120 mg/100 ml atau 65 – 110 ml/dL atau 3,6 – 6,61 mmol.
Kondisi hipoglikemia bila konsentrasi glukosa darah di bawah kadar normal. Kondisi hiperglikemia bila
konsentrasi glukosa darah di atas normal. Setelah makan maka kadar glukosa darah naik hingga 120 –
130 mg/100 ml lalau turun menjadi normal setelah pengerapan makanan berkisar antara 4,5 – 5,5
mmol/L. Jika orang tersebut makan karbohidrat kadarnya akan naik menjadi sekitar 6,5 – 7,2 mmol/L.
Aktivitas metabolik yang mengatur kadar glukosa darah dan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor
antara lain :

 Mutu dan jumlah glikolisis dan glukoneogenesis.


 Aktivitas enzim-enzim, seperti glukokinase dan heksokinase.

Glukosa dapat dipakai oleh semua jaringan tubuh disimpan dalam

 Hati dan otot sebagai glikogen


 Jaringan lemak sebagai triasilgliserol (TG)

sumber glukosa darah dapat diperoleh dari karbohidrat makanan dan glikogenolisis hepar. Peristiwa
glukoneogenesis berperan penting dalam penyediaan energi bagi kebutuhan tubuh, khususnya sistem
saraf dan peredaran darah (eritrosit). Kegagalan glukoneogenesis berakibat fatal yaitu terjadinya
disfungsi otak yang berakibat koma dan kematian. Hal ini terjadi bila mana kadar glukosa darah berada
dibawah nilai kritis. Saat puasa atau kelaparan maka kadar glukosa darah turun berkisar 33-39 mmol/L
atau mencapai 60-70 mg/100ml sehingga memacu jalur metabolisme karbohidrat yaitu glikogenolisis
dan glukoneogenesis. Glukosa darah turun dibawah 1,5mmol/L akan mempengaruhi fungsi otak
terganggu => koma => kematian. Bila pada glukosa darah meningkat maka memacu jalur metabolisme
karbohidrat yaitu glikolisis, glikogenesis, HMP Shunt , oksidasi pirufat dan siklus asam sitrat.
Hiperglikemik terjadi bila melewati ambang ginjal 170 atau 180 mg => glukosuria. Pengaturan kadar
glukosa darah dilakukan melalui mekanisme metabolik dan hormonal. Pengaturan tersebut termasuk
bagian dari Homeostasis. Aktivitas metabolik yang megatur kadar glukosa darah dipengaruhi oleh
berbagai faktor antara lain :

a. Mutu dan jumlah glikolisis dan glukoneogenesis


b. Aktivitas enzim-enzim, seperti glukokinase dan heksokinase

Gangguan metabolisme karbohidrat dapat menyebabkan terjadinya Diabetes Mellitus (DM) ada dua tipe
yaitu :

1. Diabetes Tipe I atau insulinDependent Diabetes Mellitus (IDDM)


 Sel pancreas tidak mampu produksi insulin yang cukup
 IDDM memerlukan terapi insulin
2. Diabetes Tipe II atau Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM)
 Umumnya terjadi pada individu lanjut usia atau obesitas
 Insulin diproduksi tetapi sistem respon insulin mengalami kegagalan

Karakteristik gejala Diabetes tipe I dan II

 Sering urinasi (poliurie)


 Intake cairan (polidipsie) atau haus
 Ekskresi ekses glukosa dalam urin, disebut glucosuria

Obat-obat untuk penderita Diabetes Mellitus, seperti Sulfonilurea yang berkhasiat menekan
(menghambat) pompa Kalium, sehingga penderita DM tepe II yang tidak tergantung insulin dari luar
dapat menghasilkan insulinnya sendiri. Senyawa lain yang mendorong pelepasan insulin dari sel-sel B
Langerhans adalah