Anda di halaman 1dari 21

RUK HIV 2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan YME yang telah memberi
limpahan rahmat taufiq dan hidayahnya, sehingga kami dapat menyelesaikan
rencana kegiatan tahunan (PKT) Program Kesehatan Lingkungan Tahun 2015
sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan selama 1 (satu) tahun ke depan.

Rencana Kegiatan Tahunan (PKT) ini kami buat berdasarkan indikator


MDG’S, indikator SPM , serta indikator PKM dengan tujuan megevaluasi atau
menilai sampai sejauh mana tingkat keberhasilan program Kesehatan lingkungan di
wilayah kerja Puskesmas Jambon selama 1 tahun berjalan dan akan digunakan
sebagai pedoman untuk perencanaan kegiatan tahun berikutnya.

Tidak lupa kami menyampaikan banyak terima kasih kepada banyak pihak
yang telah membantu kami terutama kepada lintas program dan lintas sektor, serta
atas bimbingan Kepala Puskesmas, Kepala Seksi, Kepala Bidang, dan Kepala Dinas
Kesehatan Ponorogo sebagai rencana kegiatan tahun ini dapat tersusun.

Kami menyadari walaupun sudah berusaha semaksimal mungkin, tentunya


masih banyak kekurangan dan kelemahannya dalam penyusunan RUK ini, untuk itu
kami mohon adanya kritik dan saran maupun masukan yang sifatnya membangun
dari semua pihak, semoga RUK ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

Ponorogo, Desember 2016

Pelaksana Program HIV/AIDS


Puskesmas Jambon

AGUS PRAYITNO, Amd.Kep.


NIP. 19760308 201406 1 003

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..........................................................................................................ii

DAFTAR ISI....................................................................................................................iv

DAFTAR TABEL...............................................................................................................v

BAB 1 PENDAHULUAN...................................................................................................1

A. Latar Belakang............................................................................................1
B. Tujuan.........................................................................................................
C. Manfaat......................................................................................................
BAB 2 ANALISA SITUASI................................................................................................
A. Gambaran Umum Program HIV .............................................................
1. Program HIV .............................................................
2. Wilayah Kerja Program HIV................................................................
B. Data Cakupan Program Kesehatan Lingkungan........................................
1. Sasaran Program HIV..............................;............................................
2. Struktur Organisasi Program HIV........................................................
BAB 3 ANALISA MASALAH...........................................................................................
A. Identifikasi Masalah...................................................................................
B. Penentuan Prioritas Masalah....................................................................
C. Identifikasi Faktor Penyebab Masalah......................................................
D. Penentuan Alternatif Pemecahan Masalah..............................................
BAB 4 RENCANA KEGIATAN TAHUN 2017...................................................................
BAB 5 PENUTUP...........................................................................................................

BAB 1
2
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Puskesmas merupakan penanggung jawab penyelenggara upaya
kesehatan tingkat pertama. Untuk menjangkau seluruh wilayah kerjanya,
Puskesmas diperkuat dengan Puskesmas Pembantu, Upaya Kesehatan
Berbasis Masyarakat ( UKBM ) yang disebut sebagai Puskesmas dan
jejaringnya. Sedangkan daerah yang jauh dengan sarana pelayanan rujukan,
didirikan Puskesmas Rawat Inap . Menurut data dari Pusat Data dan
Informasi, Kementrian Kesehatan tahun 2011 jumlah puskesmas diseluruh
Indonesia Indonesia adalah 9.321 unit, diantaranya 3.025 unit Puskesmas
Rawat Inap, dan selebihnya yaitu 6.296 unit Puskesmas Non Rawat Inap.
Puskesmas dan jejaringnya harus membina Upaya Kesehatan Berbasis
Masyarakat.
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini
menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus ini melemahkan kemampuan tubuh
dalam melawan infeksi dan penyakit.
AIDS adalah kependekan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome.
Acquired berarti didapat, bukan keturunan. Immune terkait dengan system
kekebalan tubuh kita. Deficiency berarti kekurangan. Syndrome atay sindrom
berarti penyakit dengan kumpulangejala, bukan gejala tertentu. Jadi AIDS
berarti kumpulan gejala akibat kekurangan atau kelemahan system kekebalan
tubuh yang dibentuk setelah kita lahir. AIDS disebabkan oleh virus yang
disebut HIV atau Human Immunodeficiency Virus. Bila kita terinfeksi HIV,
tubuh kita akan mencoba menyerang infeksi.
Gejala lain terkait AIDS termasuk kehilangan berat badan yang
berlebihan, dan masalah kesehatan lain. Jika tidak diobati, IO dapat gawat.
AIDS berbeda untuk setiap Odha. Ada orang yang sampai ke AIDS beberapa
bulan setelah terinfeksi, tetapi kebanyakan dapat hidup cukup sehat selama
bertahun-tahun, bahkan setelah AIDS. Sebagian kecil Odha tetap sehat
bertahun-tahun bahkan tanpa memakai terapiantiretroviral (ART).
HIV hanya dapat ditularkan melalui:
• Seks tanpa pengaman (seks tanpa kondom)
• Pemakaian bersama jarum dan peralatan lain untuk menyuntik obat.
• Tindik atau tattoo yang tidak steril.
• Ibu dan anak selama masa kehamilan, persalinan dan menyusui.
• Transfusi darah dan atau produk darah di beberapa negara lain.
Di Australia, transfusi darah dan produk darah termasuk aman.
3
HIV tidak dapat ditularkan melalui:
• Batuk
• Bersin
• Meludah
• Berciuman
• Menangis (air mata)
• Alat-alat makan dan piring
• Seprei dan sarung bantal
. Toilet dan kamar mandi
• Melalui kontak sosial biasa.
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat HIV AIDS dalam rangka
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

2. Tujuan Khusus
1. Mengetahui dan mengevaluasi adanya kesenjangan antara pencapaian dan
target yang diharapkan
2. Mengetahui permasalah dan hambatan serta strategi dalam mengatasi
hambatan dan permasalah dalam mencapai cakupan program.
3. Mengevaluasi dan menganalisa kegiatan yang akan dilakukan dalam
mencapai cakupan program.

3. MANFAAT
a. Dapat menjadi bahan perencanaan tahunan Program HIV AIDS di
Puskesmas Jambon sehingga lebih fokus dalam melaksanakan kegiatan
program pelayanan kesehatan.
b. Sebagai bahan masukan (usulan) kegiatan/program dalam penyusunan
Rencana Kerja dan Anggaran Puskesmas Jambon Kabupaten Ponorogo

BAB 2
ANALISA SITUASI

4
1. Gambaran Umum Program HIV AIDS
Program HIV AIDS adalah upaya untuk mencegah dan mengurangi
serta menanggulangi bertambah banyak penderita HIV AIDS di
masyarakat, serta meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang HIV
AIDS sehingga tidak terjadi stigma dan diskriminasi dimasyarakat. Secara
operasional, Program HIV AIDS di Puskesmas dilakukan agar masyarakat
mengerti apa itu HIV AIDS dan cara penularan dan pencegahannya.
Disamping itu, petugas Program HIV AIDS Puskesmas diharapkan mampu
menjadi teladan bagi pasien, keluarga dan masyarakat dalam pencegahan
dan penanggulangan HIV AIDS.

a. Tugas Program HIV AIDS didalam gedung


1) Promosi penyakit HIV AIDS
2) Pencegahan / Preventif HIV AIDS
3) Membuat pencatatan dan pelaporan kegiatan serta visualisasi
data sebagai bahan informasi
4) Perncanaan program pengendalian HIV AIDS
5) Monitoring dan evaluasi program pengendalian HIV AIDS
b. Tugas program HIV AIDS diluar gedung
1) Promosi HIV AIDS
2) Kunjungan rumah pasien HIV AIDS

2. Wilayah kerja program HIV AIDS

5
Gambar 1. Wilayah kerja Puskesmas Jambon
Wilayah kerja Puskesmas Jambon dilalui oleh 1 buah anak sungai
yang melalui desa Blembem, Pulosari, dan Menang. Wilayah kerja
Puskesmas Jambon merupakan daerah dataran rendah. Adapun batas-batas
wilayah Puskesmas Jambon adalah sebagai berikut:
a. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Sampung
b. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Kauman
c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Balong
d. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Badegan

3. Data Sasaran Program HIV AIDS


Tabel 2.1 Penemuan Penderita HIV AIDS puskesmas Jambon tahun 2016
Jumlah
No DESA Jumlah Penduduk
Penderita
1 SRANDIL
2 MENANG
3 PULOSARI
4 BLEMBEM
5 JAMBON
6 KREBET 1
7 SIDOHARJO 1
8 BULU
9 KARANGLO
10 SENDANG
11 BRINGINAN
12 POKO
13 JONGGOL
TOTAL

Tabel 2.2. Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit HIV/AIDS 2015

6
No Jenis Kegiatan Target Hasil
Absolut % Absolut %
1. Sosialisasi HIV/AIDS pada
630 100 80 12,6
anak remaja

Penetapan target capian program HIV puskesmas Jambon tahun 2016


mengacu pada target PKP (pencapaian kinerja puskesmas) serta survey
harapan dan kebutuhan masyarakat. Berikut ini target yang dicapai
program HIV masyarakat pada tahun 2016 serta hasil survey kebutuhan
masyarakat tahun 2016.

Tabel.2.3 target capaian program HIV 2015


No Indikator program HIV Target 2016 Target absolut
1 Sosialisasi HIV/AIDS pada 80
630
anak remaja

Tabel 2.4. tabel hasil survey kebutuhan dan harapan masyarakat


No Masukan masyarakat
1 menambah volume sosialisasi dan penyuluhan HIV

2 pembentukan kader HIV

BAB 3
ANALISA MASALAH

Penyusunan rencana usulan kegiatan dilaksanakan dengan memperhatikan


hal-hal sebagai berikut yaitu menyusun rencana kegiatan yang bertujuan untuk
mempertahankan kegiatan yang sudah dicapai pada periode sebelumnya dan
memperbaiki program yang masih bermaslaah dan menyusun rencana kegiatan
baru yang disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi.

7
A. Identifikasi Masalah
Masalah adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Identifikasi
masalah dilaksanakan dengan membuat daftar masalah. Adapun hasil identifikasi
masalah adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1. Target pencapaian HIV dari penilaian kinerja puskesmas (pkp) 2016

No Program Target Pencapaian Kesenjangan


2016
1 Sosialisasi HIV/AIDS pada anak 630 12,6% 87,4%
remaja

Berdasar dari survey kebutuhan dan harapan masyarakat didapatkan data


harapan dan kebutuhan yang di usulkan adalah

Tabel 3.2. Hasil survei kebutuhan dan harapan masyarakat 2016


No Masukan masyarakat
1 menambah volume sosialisasi dan penyuluhan HIV

2 pembentukan kader HIV

Tabel 3.3. Hasil survey umpan balik pada tahun 2016


No Hasil Survey
1 Lebih sering mengadakan penyuluhan untuk usia
remaja dan ke desa-desa

2 Pembentukan kader HIV di desa

Berdasarkan hasil identifikasi tersebut di atas, maka didapatkan


permasalahannya adalah sebagai berikut :
1. Masih rendahnya angka cakupan anak remaja yang ikut penyuluhan hiv di
puskesmas Jambon (.12,6 % dari target 100%)
2. Kebutuhan masyarakat akan tambahan volume sosialisasi dan penyuluhan
HIV
3. Kebutuhan masyarakat akan kader HIV

B. Menetapkan Prioritas Masalah


Mengingat keterbatasan kemampuan mengatasi masalah sekaligus, maka
perlu dilakukan prioritas masalah berdasarkan pendekatan metode USG (Urgency,
Seriousness, Growth). Berikut ini adalah hasil penetapan prioritas masalah,
yaitu sebagai berikut:

8
Tabel 3.4. Penetapan prioritas masalah

Kriteria Masalah 1 Masalah 2


Tingkat urgensi (Urgency) 4,5,4 =13/3 =4,3 4,3,4 = 11/3 =3,6
Tingkat keseriusan 4,3,4 = 11/3 = 3,6 3,3,4 = 10/3 = 3,3
(Seriousness)
Tingkat Perkembangan 4,4,4 = 12/3 = 4 3,3,3 = 9/3 = 3
(Growth)
Total (UxSxG) 61,9 ( I ) 35,6 ( II )

Berdasarkan hasil analisa prioritas masalah, maka prioritas masalah Program


HIV / AIDS Puskesmas Jambon tahun 2016
1. Masih rendahnya angka cakupan anak remaja yang mengikuti penyuluhan
HIV dipuskesmas Jambon (.12,6 %)

2. Kebutuhan masyarakat akan tambahan volume sosialisasi dan penyuluhan


HIV

3. Kebutuhan masyarakat akan kader HIV

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan hasil penentuan prioritas masalah, maka rumusan


masalahnya adalah sebagai berikut:
1. Masih rendahnya angka cakupan anak remaja yang mengikuti
penyuluhan HIV dipuskesmas Jambon (.12,6.%)
2. Kebutuhan masyarakat akan tambahan volume sosialisasi dan
penyuluhan HIV

9
10
D. Penentuan Penyebab Masalah

METODE MANUSIA

Jumlah kader HIV kurang


Koordinasi lintas program
kurang Sebagian masyarakat malu
Koordinasi dengan dikatakan berpenyakit HIV
Tingkat pengetahuan masyarakat tentang
aparat desa, toma, toga penyakit HIV rendah
kurang

Kurangnya informasi tentang


pemeriksaan HIV

Kurang patuhnya petugas pada sop yang ada


Masih rendahnya
angka cakupan
Anak Remaja yang
paham tentang
Kurangnya dukungan dari keluarga
HIV dipuskesmas
jambon 12,6%)
Kurangnya rujukan interent
Penderita takut mengetahui hasil puskesmas
pemeriksaan HIV Keterbatasan Sarana prasarana Kurangnya dana untuk
Sosialisasi tentang pemeriksaan
HIV

LINGKUNGAN ALAT/SARANA DANA


MENENTUKAN PRIORITAS PENYEBAB MASALAH DENGAN NGT
11
Tabel 3.5. Menentukan prioritas masalah dengan NGT

PENYEBAB MASALAH TIM MANAJEMEN PUSK TOTAL

Koordinasi lintas program kurang 7 9 9 25 ( III )


Tingkat pengetahuan masyarakat tentang penyakit HIV rendah 8 8 7 23
Kurang nya dukungan dari keluarga 7 6 4 17
Kurangnya informasi tentang hiv pada remaja
Kurangnya informasi tentang pemeriksaan HIV 9 11 10 31 ( I )
Kurang patuhnya petugas pada sop yang ada 8 9 3 20
Kurangnya dana untuk sosialisasi tentang pemeriksaan HIV 9 9 6 24
Kurangnya rujukan interent puskesmas

E. Penentuan Alternatif Pemecahan Masalah


a.Penentuan Prioritas Pemecahan Masalah (Metode CARL)
12
Program UKP
Tabel 3.6. Penyebab 1 : Kurangnya informasi tentang pemeriksaan HIV
NO PEMECAHAN MASALAH SKOR HASIL RANKING
C A R L C xAxRxL
1 Pembuatan brosur 4;4;3=11/ 4;4;4=12/ 2;3;3=8/3 3;2;3=8/3 97,344 1
3=3,6 3=4 =2,6 =2,6
2 Pembuatan poster 4;4;3=11/ 4;3;3=10/ 2;3;3=8/3 2;2;2=6/3 67,392 2
3=3,6 3=3,6 =2,6 =2

Tablel 3.7. Penyebab 2 : Kurangya kesadaran pasien TB untuk periksa HIV


NO PEMECAHAN MASALAH SKOR HASIL RANKING
C A R L C xAxRxL
1 Penyuluhan pada pasien TB 4;4;3=11/ 4;4;3=11/ 2;3;2=7/3 3;2;3=8/3 97,344 1
tentang cara pemeriksaan HIV 3=3,6 3=3,6 =2,3 =2,6

Tabel 3.8. Penyebab 3 : Koordinasi lintas program kurang


NO PEMECAHAN MASALAH SKOR HASIL RANKING
C A R L C xAxRxL

1 Mengadakan koordinasi 4;4;3=11/ 4;4;3=11/ 2;3;3=8/3 2;2;2=6/3 67,92 1


dengan pemegang poli lainnya 3=3,6 3=3,6 =2,6 =2
2 Meningkatkan pelayanan 3;3;3=9/3 3;3;3=9/3 2;3;3=8/3 2;2;2=6/3 46,8 2
terpadu =3 =3 =2,6 =2

a. Penentuan Pemecahan Masalah Terpilih


13
Tabel 3.9. Penentuan masalah terpilih

No Prioritas Masalah Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Pemecahan Ket


Masalah Masalah Terpilih
1. Masih rendahnyaangka Kurangnya informasi - Pembuatan brosur Pembuatan
tentang pemeriksaan - Pembuatan poster brosur
cakupan pasien TB yang HIV

periksa HIV di Puskesmas


Kurangya kesadaran Penyuluhan pada pasien TB Penyuluhan pada
Jambon (23,6%) pasien TB untuk tentang cara pemeriksaan pasien TB
periksa HIV HIV tentang cara
pemeriksaan HIV
Koordinasi lintas - Mengadakan koordinasi Mengadakan
program kurang dengan pemegang poli koordinasi
lainnya dengan
- Meningkatkan pelayanan pemegang poli
terpadu lainnya

F. Penentuan Penyebab Masalah

METODE MANUSIA Masih


Masih rendahnya
rendahnya
angka
angka cakupan Ibu
cakupan Ibu
14 Koordinasi lintas Hamil
Hamil yang
yang di di tes
tes
polikurang HIV
HIV dipuskesmas
dipuskesmas
Jambon
Jambon (13,5%)
(13,5%)
Kurangnya motivasi dari petugas
Ibu hamil takut untuk periksa
Kurangnya rujukan HIV
interent puskesmas
Kesadaran ibu hamil untuk
Tidak semua ibu hamil wajib
periksa HIV kurang
periksa HIV
Kurang patuhnya petugas pada
Kurangnya informasi tentang pemeriksaan sop yang ada
ibu hamil resiko tinggi

Anggapan HIV penyakit yang


memalukan Kurangnya alat pemeriksaan
kesehatan

Keterbatasan Sarana prasarana


Kadang pasien tidak membawa
uang

LINGKUNGAN ALAT/SARANA DANA


MENENTUKAN PRIORITAS PENYEBAB MASALAH DENGAN NGT

Tabel 3.10. Menentukan prioritas penyebab masalah dengan NGT

15
PENYEBAB MASALAH TIM MANAJEMEN PUSK TOTAL

Koordinasi lintas poli kurang 12 7 10 29( III )


Kesadaran ibu hamil untuk periksa HIV kurang 10 12 11 33( I )
Kurangnya alat pemeriksaan kesehatan 6 6 8 20
Keterbatasan sarana dan prasarana 11 4 2 17
Kurangnya informasi tentang pemeriksaan Ibu Hamil resiko tinggi 4 9 6 19
Kadang pasien tidak membawa uang 7 10 9 26
Ibu Hamil takut periksa HIV 3 2 3 8
Kurangnya dukungan dari pihak keluarga 9 8 7 24
Kesadaran Ibu Hamil untuk periksa kurang 5 3 5 13
Kurangnya rujukan interent puskesmas 1 5 1 7
Anggapan penyakit HIV adalah penyakit yang memalukan 8 11 12 31( II )
Kurang patuhnya petugas pada sop yang ada 2 4 4 10

G. Penentuan Alternatif Pemecahan Masalah


16
a. Penentuan Prioritas Pemecahan Masalah (Metode CARL)

Program UKP
Tabel 3.11. Penyebab 1 : Kesadaran ibu hamil untuk periksa HIV kurang
NO PEMECAHAN MASALAH SKOR HASIL RANKING
C A R L C xAxRxL
1 Pembuatan brosur 4;4;3=11/3 4;4;4=12/3 2;3;3=8/3= 3;2;3=8/3= 97,344 1
=3,6 =4 2,6 2,6
2 Pembuatan poster 4;4;3=11/3 4;4;3=11/3 2;3;3=8/3= 2;2;2=6/3= 67,392 2
=3,6 =3,6 2,6 2

Tabel 3.12. Penyebab 2 : Anggapan penyakit HIV adalah penyakit yang memalukan
NO PEMECAHAN MASALAH SKOR HASIL RANKING
C A R L C xAxRxL
1 Sosialisasi penyakit HIV pada 4;4;3=11/ 4;4;3=11/ 2;3;3=8/3 2;2;2=6/3 67,392 1
kelas Ibu Hamil 3=3,6 3=3,6 =2,6 =2

Tabel 3.13. Penyebab 3 : Koordinasi lintas poli kurang


NO PEMECAHAN MASALAH SKOR HASIL RANKING
C A R L C xAxRxL

1 Mengadakan koordinasi 4;3;3=11/3 4;4;3=11/3 2;3;2=7/3= 3;2;3=8/3= 97,344 1


dengan pemegang poli lainnya =3,6 =3,6 2,3 2,6

b. Penentuan Pemecahan Masalah Terpilih

Tabel 3.14. Penentuan pemecahan masalah

17
No Prioritas Masalah Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Pemecahan Masalah Ket
Masalah Terpilih
1. Masih rendahnya angka Kesadaran ibu hamil -. Pembuatan brosur Pembuatan brosur
cakupan Ibu Hamil yang di tes untuk periksa HIV -. Pembuatan poster
HIV dipuskesmas Jambon kurang
(13,5%)
Anggapan penyakit HIV Sosialisasi penyakit HIV pada Sosialisasi penyakit HIV
adalah penyakit yang kelas Ibu Hamil pada kelas Ibu Hamil
memalukan

Koordinasi lintas poli Mengadakan koordinasi Mengadakan koordinasi


kurang dengan pemegang poli dengan pemegang poli
lainnya lainnya

BAB 4

18
RENCANA USULAN KEGIATAN ( RUK )

Tabel 4.1. Rencana usulan kegiatan


N UPAYA KEGIATA TUJU SASAR TARGET PENANG KEBUTUHAN JUM HARGA VOLUME MITR WAKTU KEBUTU INDIKAT SUMB
O KESEH N AN AN SASARAN GUNG SUMBER LAH SATUAN KEGIATA A PELAKSA HAN OR ER
ATAN JAWAB DAYA N KER NAAN ANGGAR KINERJ PEMBI
JA AN A AYAA
N

1 HIV Sosialisas Menin Seluruh Seluruh Programe Transportasi 5 40.000 1 kali Pera Maret 200.000 90%
i terhadap gkatka penderit pasien TBC r petugas wat 2018 penderit
penderita n a TBC (38 orang) dan a TBC
TBC pasien bidan mengiku
TBC desa ti
untuk sosialisa
diperik si
sa HIV sekaligu
s
mengiku
ti
pemerik
saan
HIV

Konsumsi 45 10.000 1 kali 450.000

Fotocopy 38 2.000 1 kali 76.000


materi

Transportasi 38 30.000 1 kali 1.140.000


peserta

2 Sosialisas Menin Ibu Ibu Hamil Programe Transportasi 5 40.000 1 kali Pera Mei 2018 200.000 90%
i kepada gkatka Hamil usia wat pada

19
kelas Ibu n (25 kehamilan r petugas dan Kelas
Hamil kesad orang) diatas 5 bidan Ibu
tentang aran bulan di desa Hamil
pemeriks Ibu Desa mau
aan HIV Hamil Pulosari menjala
tentan ni
g pemerik
pentin saan
gnya HIV
pemeri
ksaan
HIV

Konsumsi 30 10.000 1 kali 300.000

Transportasi 25 30.000 1 kali 750.000


peserta

20
BAB VI

PENUTUP

Demikian Rencana Usulan Kegiatan (RUK) Program HIV AIDS Tahun 2017

UPTD Puskesmas Jambon Kabupaten Ponorogo ini kami susun, kritik dan saran

yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kemajuan dan peningkatan

mutu pelayanan Program HIV AIDS di UPTD Puskesmas Jambon.

Semoga Rencana Usulan Kegiatan (RUK) dapat terlaksana dengan baik pada

tahun 2017 yang akan datang, sehingga dukungan dana dan partisipasi dari semua

pihak sangat kami harapkan.

Ponorogo, Desember 2016

Mengetahui Penanggung Jawab Program HIV AIDS


Puskesmas Jambon
Kepala Puskesmas Jambon

Dr. PENI SAYEKTI AGUS PRAYITNO, Amd.Kep.


NIP.19750618 200801 2 008 NIP 19760308 201406 1 003

21