Anda di halaman 1dari 6

A.

Macam-macam Jenis Pintu


1. Pintu Swing
Jenis pintu yang paling umum dan selalu digunakan di
bangunan manapun adalah pintu swing atau pintu kupu-
kupu, yaitu pintu biasa yang dapat
membuka danmenutup dengan cara didorong ke depan
atau ditarik kebelakang dengan putaran satu arah
maupun dua arah.

2. Pintu Geser (Sliding Door)


Pintu model ini sering disebut juga dengan sliding door.
Cara membukanya dengan menggeser pintu ke samping
kanan atau kiri. Pintu geser ini biasanya digunakan
pada ruang yang sempit karena tidak memerlukan
ruang unntuk mengayunkan pintu seperti pintu swing.
Pintu geser juga mulai banyak digunakan pada lemari
pakaian. karena memberikan kesan rapi.
Namun, kekurangan pintu ini adalahpemasangannya
lebih sulit dan memerlukan struktur bantalan yang kuat
untuk menggantung, dan dapat merepotkan bila roda keluar dari rel pengaman.
3. Pintu Lipat (Folding Door)
Pintu ini sering disebut juga dengan folding door. Cara
membukanya pun tidak berbeda dengan pintu geser,
yaitu dengan digeser kesamping dan menggunakan
bantalan rel, namun bedanya pintunya dilipat. Jenis
pintu ini biasanya sering digunakan pada ruang keluarga
yang menghadap ke taman belakang atau pada pintu
garasi.
4. Pintu Putar Otomatis (Revolving Door)
Putar otomatis atau revolving door digunakan pada mall,
hotel, dan gedung perkantoran. Pintu ini akan berputar
secara otomatis saat terdapat gerakan orang yang hendak
memasuki ruangan.

5. Pintu Rel
Pintu yang lebih tua ini dibuat dari serpihan kayu atau
kompresan kayu. Sebutannya tergantung pada komponen-
komponennya. Untuk komponen vertikal disebut stiles
dan komponen horizontal disebut rel.

B. Jenis Pintu Berdasarkan Bahan Pembuatan


1. Pintu Alumunium
Pintu jenis ini biasanya dilapisi dengan warna kesukaan
anda. Bisa cocok dikebanyakan desain interior kontenporer.
Pintu aluminium secara umum dibuat dari bahan kaca yang
dibingkai aluminium.
Keunggulannya:
Tidak memerlukan perbaikan atau perawatan cat ulang.
Kekurangan:
Tidak bisa dilapisi lagi.
2. Pintu Kayu
Kebanyakan pintu kayu dibuat bukan dari bahan kayu
solid (padat). Beberapa pintu dibuat dengan kepadatan
medium fibreboard inti. Ada juga yang dibuat dari bahan
polyboard. Pilihan paling ringan adalah pintu yang
menggunakan bahan inti honeycomb yang terbuat dari
karton.
Keunggulan: Cocok untuk rumah bergaya klasik, rapi
dan elegan. Lebih murah gaya, dan kayu stained
menciptakan suasana ruangan yang hangat.
Kekurangan: Hati-hati memilih pintu berbahan inti honeycomb yang kualitasnya buruk bisa mengurangi
kekuatan dan kurang kedap suara. Butuh pemeliharaan rutin seperti sering dicat dan divernis.
3. Pintu Louvre
Pintu jenis ini mempunyai irisan-irisan horizontal yang
dapat dibuka untuk aliran udara apabila menginginkan
privasi dan keamanan.
Keunggulan: Tetap ada aliran udara bahkan bila pintu
ditutup.
Kekurangan: Lebih sulit dibersihkan dan harus
memastikan pekerjaan mekaniknya halus dan dapat menghalangi pemandangan.
4. Pintu Flush
Ini adalah pintu paling sederhana dari pintu-pintu yang ada.
Ini karena permukaan pintu rata seluruhnya. Pintu flush
biasanya digunakan untuk bagian dalam rumah dan dibuat
dari fiberglass atau kayu.
Keunggulan : Harga lebih murah dan sesuai dengan
berbagai keuangan.
Kerugian : Permukaan dapat tidak tembus cahaya.dan
tanpa dekor, tidak cocok untuk pintu utama.
1. Jendela Nako atau Krepyak
Jendela nako atau biasa disebut juga
dengan jendela krepyak. disebut jendela krepyak
karena saat dibuka akan mencul suara ‘krepyak’ dari
kaca dan besi yang saling bersinggungan. Jendela
ini sangat populer di tahun sebelum 2000-an dan
terkesan vintage. Jendela nako sangat cocok untuk
rumah mungil yang berhimpitan dengan tetangga,
sehingga tidak menyisakan banyak jarak di antara
rumah yang satu dengan rumah sebelahnya.
Jendela nako lebih aman dari gangguan para pencuri, karena sulit dicongkel. Kelemahannya,
frame kaca bisa longgar dan kaca lepas lalu jatuh. Jika jarang dirawat, besi bukaannya akan seret
dan berkarat, sehingga sulit dibuka-tutup. Jendela jenis ini juga kurang aman jika terjadi
kebakaran, karena penghuni akan sulit keluar lewat jendela. Jendela nako membutuhkan kusen
yang tebal jika Anda ingin bisa memasang korden dan kasa nyamuk.

2. Jendela Swing atau Casement atau Ayun


Jendela swing atau jendela casement ini memiliki
berbentuk seperti pintu rumah, terbuka
keluar. Jendela ini cocok untuk ruangan yang
menghadap ke taman. Untuk memaksimalkan jumlah
cahaya yang masuk, gunakan material kaca, bukan
kayu. Selain itu, material kaca juga relatif lebih murah
daripada kayu.

3. Jendela Kaca Mati


Jendela kaca mati ini terdiri atas kaca yang dipasang
‘mati’ pada kusen, sehingga tidak bisa dibuka-tutup.
Fungsinya adalah menyalurkan cahaya ke dalam ruangan.
Biasanya jendela ini sebagai pendamping jendela lain di
rumah. Jendela kaca mati juga cocok untuk rumah modern
yang menggunakan AC sebagai pengatur udara dalam
ruangan. Kelemahannya, jika sewaktu-waktu listrik mati,
pemilik rumah tidak bisa membuka jendela untuk sirkulasi
udara. Karenanya, sebelum Anda membangun rumah,
sebaiknya pastikan tidak hanya memasang jendela kaca mati.

4. Hung Window
Jenis jendela yang satu ini jarang ditemui di Indonesia, karena jendela
ini banyak diminati oleh orang luar negeri. Jendela ini memiliki
bentuk yang unik. Dalam 1 kusen, terdapat 2 daun jendela yang
disusun secara vertikal (tumpang-tindih). Jendela ini bisa dibuka
secara sliding/ geser atau dibuka keluar. Hati-hati saat melongokkan
kepala di jendela ini. Pastikan Anda sudah membukanya dengan baik,
agar jendela yang ditambatkan ke atas tidak geser ke bawah secara
tiba-tiba dan mengenai kepala Anda.
5. Jendela Awning dan Jendela Hopper
Pada dasarnya kedua jendela ini memiliki bentuk yang
sama. Saat ditutup pun kenampakannya persis. Hanya
saja, jendela awning terbuka di bawah, sedangkan
jendela hopper terbuka di atas. Dari segi keamanan dan
kekuatan, jendela awning dinilai lebih unggul karena
mekanisme tidak terbebani oleh berat jendela.
Sementara pada jendela hopper, penahannya harus
menahan beban berat daun jendela agar tidak jatuh.
Jendela awningjuga lebih baik dalam melindungi ruangan saat hujan.

6. Jendela Pivot
Jendela pivot lain daripada yang lain karena menggunakan engsel pivot
yang diletakkan di tengah-tengah kusen. Jadi, daun jendela melekat di
bagian tengah, bukan pinggir. Jendela pivot banyak digunakan untuk
rumah-rumah minimalis. Bisa dibuat terbuka secara vertikal maupun
horisontal. Kelemahannya, jendela ini bisa merusak korden rumah, tidak
bisa diberi teralis pengaman, dan tidak bisa dipasangi kasa nyamuk.

7. Jendela Sliding atau Geser


Jendela ini sangat praktis, tidak boros tempat, mudah dibersihkan,
mudah dirawat, serta mampu menyalurkan udara dan cahaya dengan
baik. Anda pun bisa memiliki korden sekaligus memasang kasa
nyamuk di jendela ini. Sayangnya, karena merupakan jendela sliding,
Anda tidak bisa membuka kedua sisi secara bersamaan. Jendela
sliding sangat cocok untuk rumah yang rapat dengan rumah tetangga.

8. Jendela Bay
Seperti namanya, bay, jendela ini menjorok ke depan, keluar dari
garis batas dinding bangunan. Jendela ini sangat cocok untuk rumah
bertema mediterania atau klasik Eropa. Jendela bay bisa dibuat
menjorok secara melengkung ataupun kotak. Selain tampak klasik
dan mewah, bagian dalam/ interior jendela bay bisa dimanfaatkan
untuk window seating, sebagai area membaca dan bersantai.

9. Jendela Mata Sapi


Jendela mata sapi berbentuk lingkaran dan biasanya diletakkan di
tempat tinggi (void), misalnya di tangga rumah. Jendela ini juga
banyak ditemukan di tempat ibadah dengan dihiasi kaca patri (kaca
warna-warni motif). Umumnya, jendela mata sapi dibuat
sebagai jendela mati. Tetapi, bisa juga dibuat sebagai jendela pivot
ataupun swing.
10. Jendela Pita
Jendela pita adalah jendela kaca horisontal yang cukup
panjang. Jendela ini biasa terdapat di gedung perkantoran. Di
rumah, jendela pita sangat cocok dijadikan backsplash dapur,
sehingga asap masakan bisa langsung keluar ruangan. Jendela pita
sangat cocok diletakkan di ruangan berukuran besar.
Sayangnya, jendela ini relatif sulit diberi korden, sehingga tidak
ada tampias cahaya yang masuk. Untuk keluar masuknya udara,
jendela ini menggunakan sistem sliding/geser. Tetapi, sebagian
besar jendela pita merupakan kaca mati.

C. Jenis Utama Bekerjanya Jendela


1. Jendela gantung ganda, mempunyai daun-daun jendela yang didorong secara vertikal. Daun-daun
jendela ini ditempatkan pada alur depan rangka atau pada alat atau rel. Bagian jendela dapat dibuka ±
50%.
2. Jendela sayap, mempunyai daun-daun jendela yang digantung pada ambang atas, bawah, atau pada
tiang. Daun-daun jendela ini ditempatkan pada engsel depan atau belakang. Bagian jendela dapat
dibuka penuh.

D. Jenis Jendela Berdasarkan Cara Membukanya


1) Jendela yang dipasang mati dalam kusen
2) Jendela dengan daun jendela yang dibuka kedalam atau keluar
3) Jendela dengan daun pintu yang dibuka dengan digeser ke atas ataukebawah
4) Jendela dengan kaca-kaca krepyak (terpisah kecil-kecil)
5) Jendela dengan daun yang dibuka dengan diputar dalam sumbu horizontal
6) Jendela dengan daun seperti dibawah ini biasanya dibuka kedalam agar tidak tampias hujan

E. Macam-macam Kusen Pintu dan Jendel


a) Kusen pintu tunggal : untuk satu daun pintu
b) Kusen pintu tunggal dengan ventilasi : menggunakan ventilasi atas
c) Kusen pintu dobel : untuk dua daun pintu
d) Kusen pintu gendong : Kusen pintu yang menyatu dengan kusen jendela.
e) Kusen pintu lipat : kusen untuk pintu garasi.
f) Kusen jendela : untuk satu daun jendela
g) Kusen jendela dobel : untuk dua daun jendela
h) Kusen jendela dengan ventilasi : dengan ventilasi pada bagian atas