Anda di halaman 1dari 2

RUMAH SAKIT TK IV 13.07.

01

WIRABUANA PALU PELAYANAN PASIEN DENGAN RESTRAINT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


0 1/

JL.SisingaMangaraja NO. 4 PALU


Ditetapkan
Kepala Rumkit Tk.IV 13.07.01

Wirabuana Palu

SPO Tanggal Terbit

dr.Dudy Kusmartono Sp.B

Mayor Ckm NRP 11010016080375


Pelayanan pasien adalah penyediaan jasa oleh Rumah Sakit
kepada orang sakit yang dirawat di Rumah Sakit yang bertujuan
untuk mengurangi atau menyembuhkan keluhan yang
berhubungan dengan kesehatan orang sakit tersebut.
PENGERTIAN Restraint adalah suatu metode/cara pembatasan/restriksi yang
disengaja terhadap gerakan/perilaku seseorang. Dalam hal ini,
‘perilaku‘ yang dimaksudkan adalah tindakan yang
direncanakan, bukan suatu tindakan yang tidak disadari/tidak
disengaja/sebagai suatu refleks.
Sebagai acuan kepada staf medis mengenai teknik membatasi
ruang gerak pasien yang bertujuan untuk melindungi atau
TUJUAN
menghindari menciderai diri, orang lain dan lingkungan baik
secara fisik, mekanis maupun kimia.
Surat Keputusan Kepala Rumkit Tk.IV 13.07.01 Wirabuana Palu

No. :
KEBIJAKAN
tentang Pelayanan Pasien dengan restrain di rumkit Tk.IV
13.07.01 wirabuana Palu
1. Perawat melakukan skrining terhadap pasien yang dirasa
P memerlukan tindakan restrain.
R 2. Apabila skrining menyatakan bahwa tindakan restraint
O diperlukan, maka perawat segera mengidentifikasi pasien
S sesuai dengan kondisi pasien.
E 3. Perawat menjelaskan kepada pasien secara meyakinkan
D untuk menghentikan perilakunya.
U 4. Perawat mengulangi penjelasan jika pasien tidak
R menghentikan perilakunya akan dilakukan pengikatan.
5. Perawat menjelaskan kepada pasien dan/atau keluarga
mengenai alasan dilakukannya tindakan retsraint.
6. Perawat dengan rekannya mempersiapkan alat-alat yang
diperlukan untuk tindakan restraint apabila tindakan restraint
yang akan dilakukan kepada pasien berupa pembatasan fisik
atau mekanis.
7. Setelah selesai melakukan tindakan restraint berupa
pembatasan fisik atau mekanis tanpa instruksi dokter,
perawat wajib segera melaporkan kepada dokter
penanggung jawab pasien untuk legalitas .
8. Perawat menyiapkan medikasi segera setelah pembatasan
fisik atau mekanis, disesuaikan dengan kondisi pasien.
9. Perawat memberikan medikasi kepada pasien sesuai
instruksi dokter penanggung jawab pasien.
10. Perawat melakukan observasi setiap 1x 24 jam dan
didokumentasikan ke dalam formulir Rekam Medis yang
tersedia.
11. Perawat menghentikan tindakan restraint apabila pasien
telah mampu bekerja sama dengan staf Rumah Sakit untuk
tetap tenang selama perawatan.
1. Instalasi Gawat Darurat
UNIT TERKAIT 2. Ruang Rawat Inap
3. Unit Perawatan Intensif