Anda di halaman 1dari 8

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT

NOMOR .........../......../........
TENTANG
KEBIJAKAN PELAYANAN PASIEN KOMA DAN PASIEN DENGAN ALAT
BANTU HIDUP
DIREKTUR RUMAH SAKIT

Menimbang ; Bahwa pelayanan pasien koma dan pasien dengan alat bantu hidup merupakan salah satu
pelayanan pada pasien beresiko tinggi, maka perlu ditetapkan kebijakan pelayanan pasien koma
dan pasien dengan alat bantu hidup dengan Surat Keputusan Direktur RS

engingat ; 1. Undang – undang RI no 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit


2. Peraturan Mentri Kesehatan RI no 1691/ MENKES/PER/VIII/2011 tentang Keselamatan Pasien
Rumah Sakit

MEMUTUSKAN

Menetapkan ;
Pertama ; Keputusan Direktur Rumah Sakit tentang Kebijakan Pelayanan Pasien Koma dan Pasien dengan
Alat Bantu Hidup
Kedua ; Setiap pasien koma dan pasien yang membutuhkan alat bantu hidup diberikan penanganan awal
sesuai kebutuhan pasien untuk kemudian dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai
Ketiga ; Setiap pelayanan pasien koma dan pasien yang membutuhkan alat bantu hidup di RS harus
dilaksanakan secara seragam sesuai dengan standart prosedur operasional yang ditetapkan di RS
Keempat ; Dalam memberikan pelayanan kepada pasien, informasi mengenai keadaan pasien, rencana
tindakan dan rencana pengobatan sesuai dengan yang tercatat di dalam rekam medis, harus
diinformasikan kepada pasien dan keluarga
Kelima ; Pelayanan pasien koma dan pasien yang membutuhkan alat bantu hidup tidak diberikan pada
pasien dan atau keluarga yang menandatangani surat pernyataan penolakan tindakan.
Keenam ; Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pelayanan pasien koma dan pasien dengan alat
bantu hidup di RS dilaksanakan oleh Manajer Pelayanan Rumah Sakit
Ketujuh ; Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan , apabila dikemudian hari terdapat
perubahan, maka akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya

Ditetapkan di Tangerang
Tanggal ....../......./.....
Direktur Rumah Sakit

________________
LAMPIRAN
PERATURAN DIREKTUR RS
NOMOR :
TANGGAL :
KEBIJAKAN PELAYANAN PASIEN KOMA
DAN PASIEN DENGAN ALAT BANTU HIDUP
DI RUMAH SAKIT

1. Pasien yang mengalami gagal nafas yang dirawat di ICU harus dipasang ventilasi mekanik.
2. Pemasangan ventilasi mekanik harus memakai surat persetujuan keluarga dan dicatat di Rekam
Medis.
3. Pasien yang telah dipasang ventilasi mekanik diberi perawatan yang maksimal seperti
penghisapan lendir supaya tidak terjadi hipoksia dan depresi pernafasan.
4. Pasien yang telah terpasang ventilasi mekanik dilakukan fisioterapi dada setiap satu hari sekali.
5. Pembersihan selang ventilasi mekanik (tubing) dilkukan setelah 24 jam pemasangan.
6. Untuk mencegah terjadinya decubitus, pasien yang memakai ventilasi mekanik dilakukan
perubahan posisi tidur setiap 4 jam.
7. Apabila pernafasan sudah adekuat dan proses weaning dilakukan ventilasi mekanik bisa dilepas,
selanjutnya extubasi dilakukan.

Direktur Rumah Sakit


KEGIATAN PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN
No. Dokumen No. Revisi Halaman
2
STANDAR
PROSEDUR
Tanggal Terbit Ditetapkan
Pengertian
Suatu tata cara menata, menyimpan, memelihara keamanan bahan
makanan kering dan basah baik kualitas maupun kuantitas di
gudang/tempat penyimpanan bahan makanan kering dan basah serta
pencatatan laporannya.
Tujuan
Agar setiap waktu diperlukan dapat melayani dengan tepat, cepat dan
aman digunakan dengan cara yang efesien.
Kebijakan
1. Pedoman Penyelenggaraan Makanan Rumah Sakit, 2007.
2. Prinsip dasar : tepat tempat, tepat waktu, tepat mutu, tepat jumlah
dan tepat nilai.
Peralatan
1. Fasilitas penyimpanan bahan makanan : freezer, chiller, lemari, rak,
wadah tertutup, dsb
2. Kartu stock/buku catatan keluar masuknya barang
Prosedur
1. Setelah bahan makanan di cek di penerimaan barang, segera
masukkan bahan makanan ke tempat penyimpanan sesuai
jenisnya, yakni untuk bahan kering di lemari/rak, sayuran&buah-
buahan chiller, daging-dagingan di freezer.
2. Untuk daging dapat langsung dilakukan proses persiapan tahap
awal sebelum disimpan.
3. Penyimpanan kering :
a. Cek stock bahan yang tersedia dikartu stock/buku catatan
keluar masuknya barang sebelum barang yang baru datang
dimasukkan.
b. Susun bahan makanan beraturan, sesuai dengan jenisnya dan
beri pembatas.
c. Beri label tanggal diterima bahan untuk bahan yang
pemakainya lebih dari sehari.
d. Bahan yang segera dipakai diletakkan di tempat yang mudah
terjangkau.
e. Bahan makanan yang berbau tajam dipisahkan dan tidak
dekat dengan bahan makanan yang menyerap bau.
f. Hitung bahan yang masuk dan total stock yang ada kemudian
cacat di kartu stock/buku keluar masuknya barang.
g. Gunakan lebih dulu bahan makanan sesuai urutan datang
(FIFO).
h. Catat bahan makanan yang diambil di buku keluar masuknya
barang.
4. Penyimpanan basah :
a. Bahan makanan dimasukkan ke dalam wadah tertutup dan
terpisah sesuai dengan jenisnya untuk mencegah kontaminasi
bahan makanan.
b. Beri label tanggal penerimaan bahan makanan untuk yang
penyimpanannya lama.
c. Untuk daging yang penyimpanannya cukup lama dapat
disimpan di freezer (bagian bawah) dengan suhu sekitar
-10˚C.
d. Untuk daging yang akan digunakan tidak lebih dari 3 hari
dapat disimpan di freezer atas dengan suhu (-5)-0˚C.
e. Untuk buah dan sayuran dapat disimpan di chiller bagian
bawah yang bersuhu antara 10-15˚C.
f. Catat bahan makanan yang masuk dan yang digunakan di
kartu stock/buku keluar masuknya bahan makanan.
g. Gunakan lebih dahulu bahan makanan yang datang awal
(FIFO).
Unit terkait
1. Unit Pantry
Dokumen
1. Kartu stock/buku keluar masuknya barang/bahan makanan.
PENYALUR MAKANAN

Pengertian

Rangkaian kegiatan penyaluran makanan sesuai dengan jumlah porsi dan jenis makanan pasienyang di
layani (makanan biasa dan diit)

TUJUAN

Agar pasien mendapat makanan sesuai dengan pemesanan diit

KEBIJAKAN

1. Distribusi makan tepat waktu


2. Tidak terjadi kesalahan dalam pemberian makanan kepada pasien

PROSEDUR
1 pramusaji memorsi makanan yang telah disiapkan sesuai dengan jenis diet dan kelas
perawatan
2 pengecekan dilakukan oleh petugas piket instalasi gizi di bantu ahli gizi operasional agar tidak
terjadi kesalahan pemberian makanan
3 waktu distribusi makanan
a. Makan pagi : 06.30-07.30
b. Makan siang: 11.30-12.30
c. Makan sore:16.30-17.30
4 makanan didistribusikan ke bagian ruang rawat inap

UNIT TERKAIT
1. Petugas piket instalasi gizi
2. Ahli gizi
3. Pramusaji
PAP 5. PEMBERIAN TERAPI NUTRISI
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
PENGERTIAN Merupakan sarana dalam upaya pemenuhan zat gizi pasien
TUJUAN
Memberikan makanan yang tepat kepada pasien sesuai
dengan penyakit dan kondisi umum maupun kondisi
saluran cerna pasien
KEBIJAKAN
Kebijakan Direktur RSUD dr.R.Soeprapto Cepu No
445/ /PP/2015 tentang Pelayanan Pasien
Kebijakan Direktur RSUD dr.R.Soeprapto Cepu No
445/ /PP/2015 tentang Manajemen makanan dan Terapi nutrisi
PROSEDUR
1. Pasien yang datang ,dilakukan pengisian data di
RM dan dilakukan assesment nutrisi.
2. Assesment nutrisi meliputi IMT (Indeks Masa
Tubuh) bila termasuk gizi kurang atau malnutrisi
dilakukan terapi gizi lanjut dan dilakukan
konsultasi gizi, dan yang mempunyai riwayat
penyakit seperti
hipertensi,DM,jantung,kolesterol,asam urat dll.
3. Petugas/ahli gizi melakukan skreening gizi kepada
pasien.
4. Petugas/ahli gizi melakukan penentuan status gizi
lebih lanjut.
5. Jika status gizi pasien kurang bahkan gizi buruk
maka dilakukan assesmen gizi lebih lanjut dan
dilakukan konsultasi gizi.
6. Jika status gizi pasien adalah normal maka diet
yang diberikan adalah biasa/normal sesuai dengan
kondisi dan penyakit pelanggan dengan bentuk
makanan berupa cair, saring, lunak, biasa dan
makanan diberikan secara per oral. Makanan untuk
pasien pembedahan dengan diit TKTP (Tinggi
Kalori Tinggi Protein)
7. Perhitungan kebutuhan kalori perhari pada pasien
yang memerlukan terapi.
8. Ahli gizi melakukan edukasi ke pasien dan
keluarga pasien (konsultasi gizi )
9. Monitoring meliputi keadaan pasien,hasil
laboratorium ,pola makan dan kepatuhan pasien
menjalankan diit.
10. Evaluasi meliputi perubahan pola makan ,status
gizi mendekati normal.
UNIT TERKAIT
Instalasi Gizi