Anda di halaman 1dari 14

PROFIL

“BANGUNAN INSTALASI
PENGELOLAAN AIR LIMBAH”
RT 005 DESA NANIA, KEC.BAGUALA KOTA
AMBON

OLEH :

HASANUDDIN

201573091

PROGRAM STUDI
TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON
2018

TUGAS TEKNIK LINGKUNGAN

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa,


karena atas berkat rahmat-Nyalah, saya dapat menyelesaikan Resume “Profil
Bangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah ” tepat pada waktunya.

Tujuan pembuatan Resume ini adalah untuk memenuhi persyaratan wajib


karena telah mengikuti kuliah Teknik linkungan. Di samping itu, juga untuk
mengetahui sejauh mana kemampuan saya dalam menerapkan mata kuliah ini
di dalam kehidupan sehari-hari dan di dalam praktek yang nyata.

Saya menyadari bahwa dalam penyusunan Resume ini masih jauh dari
sempurna. Karena itu, saya mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekurangan
di dalam penyusunan laporan ini. Saya pun sangat mengharapkan saran serta
kritik yang membangun untuk kesempurnaan Resume ini.

Akhir kata saya mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah ,
serta pihak lain yang telah memberikan perhatian pada saya saat
menyusunan resume sehingga saya dapat melaksanakannya sesuai prosedur dan
tata cara kerja yang benar dan sesuai. Saya mengharapkan semoga resume ini
dapat memberikan manfaat bagi kita semua, khususnya Mahasiswa Teknik Sipil
Universitas Pattimura.

Ambon, 15 Maret 2018

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................... i

DAFTAR ISI .......................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1

I.1. Latar Belakang .......................................................................... 1

I.2. Rumusan Masalah .......................................................................... 2

I.3. Tujuan .......................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN .......................................................................... 3

II.1 Profil Bangunan IPAL .......................................................................... 3

II.2 Gambaran Bangunan IPAL Desa Nania .....................................................

BAB III PENUTUP .......................................................................... 14

III.1 Kesimpulan .......................................................................... 14

III.2 Saran .......................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................... 16

ii
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Air merupakan salah satu sumberdaya alam yang perannya sangat penting
bagi kehidupan manusia, baik untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari
maupun untuk kepentingan lainnya seperti pertanian dan industri. Oleh karena itu
keberadaan air dalam masyarakat perlu dipelihara dan dilestarikan bagi
kelangsungan kehidupan. Air tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan, tanpa air
tidaklah mungkin ada kehidupan. Semua orang tahu betul akan pentingnya air
sebagai sumber kehidupan. Namun, tidak semua orang berpikir dan bertindak
secara bijak dalam menggunakan air dengan segala permasalahan yang
mengitarinya. Malah ironisnya, suatu kelompok masyarakat begitu sulit
mendapatkan air bersih, sedangkan segelintir kelompok masyarakat lainnya
dengan mudahnya menghambur-hamburkan air.

Kebutuhan akan pentingnya air tidak diimbangi dengan kesadaran untuk


melestarikan air, sehingga banyak sumber air yang tercemar oleh perbuatan
manusia itu sendiri. Ketidak bertanggung jawaban mereka membuat air menjadi
kotor, seperti membuang sampah ke tepian sungai sehingga aliran sungai menjadi
mampet dan akhirnya timbul banjir jika hujan turun, membuang limbah pabrik ke
sungai yang mengkibatkan air itu menjadi tercemar oleh bahan-bahan berbahaya,
dan lain sebagainya. Oleh karena itu, diperlukan pengolahan air yang telah
tercemar hingga layak digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Pengelolaan limbah rumah tangga dengan membuat Instalasi Pengolahan


Air Limbah (IPAL) Komunal dinilai dapat mengurangi pencemaran air sungai
dan air tanah. IPAL sendiri adalah suatu instalasi pengolahan air baku menjadi air
bersih yang lengkap terdiri dari unit-unit intake, koagulasi, flokulasi, sedimentasi,
filtrasi desinfeksi dan biasanya digunakan untuk mengolah air permukaan yang
keruh menjadi air bersih. Lembaga Secercah Harapan Indonesia bersama BLH
Provinsi DIY membangun percontohan di 2011 atas dukungan Pertamina Peduli.
Tujuan utamanya adalah untuk membangun kepedulian warga terhadap
pengelolaan dan effesisensi air. sehingga masyarakat mampu membedakan antara
fungsi penggunaan drainase,irigasi dan sumur resapan. Ipal anaerob dengan sistem
gravitasi ini di harapkan mampu mengolah air limbah dari kamar mandi menjadi
tersaring dan terurai menjadi air baku kembali tidak tercemar oleh bahan kimia.
Cara kerjanya adalah sebanyak 70 Rumah Tangga dapat mengalirkan limbah
kamar mandi ke penampungan,lalu di saring sebanyak tujuh kali dan air dapat di
gunakan kembali untuk menyiram tanaman dan sejenisnya namun tidak untuk di
konsumsi . Ipal komunal ini dengan sistem anerob dan tanpa menggunakan energi
listrik, sehingga lebih mengutamakan grafitasi atau berdasarkan kemiringan lokasi
sehingga air dapat mengalir dengan perhitungan tertentu tidak terlalu cepat atu
melambat sehingga proses penyaringan akan berjalan sempurna.

1
I.2 Rumusan Masalah

Ditinjau dari uraian latar belakang di atas, maka permasalahan yang akan
diteliti adalah :

a. Bagaiman Profil Bangunan IPAL .?


b. Bagaiman Profil Bangunan IPAL Yang Telah Rampung di Desa Nania
.?
c. Apa Manfaat Bangunan IPAL ?
d. Apa sajakah Masalah Bangunan IPAL di desa Nania?

I.3 Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :

a. Mengidentifikasi Bagaimana Profil Bangunan IPAL .?


b. Mengidentifikasi Bagaiman Profil Bangunan IPAL Yang Telah Rampung
di Desa Nania .?
c. Mengidentifikasi Manfaat Bangunan IPAL ?
d. Mengidentifikasi Masalah Bangunan IPAL di desa Nania?

2
BAB II
TEORI

II.1 Bangunan IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah)

IPAL adalah suatu perangkat peralatan teknik beserta perlengkapannya yang memproses /
memiliki beberapa
mengolah air sisa proses produksi pabrik, rumah tangga, dll. IPAL
manfaat bagi lingkngan dan manusia seperti membuat sungai menjadi
tidak tercemar akibat adanya timbunan limbah cair, selain itu dengan
mengolah air limbah secara benar diharapkan air tersebut dapat
digunakan kembali untuk kebutuhan manusia. dan yang tak kalah
penting adalah dengan mengolah limbah tentunya secara tidak langsung
kita dapat menjaga ekosistem sungai.

Pengolahan air limbah dengan bantuan alat dilakukan pada Instalasi


Pengolahan Air Limbah (IPAL). Pengolahan ini dilakukan melalui beberapa
tahapan, yaitu primary treatment (pengolahan pertama), secondary treatment
(pengolahan kedua), dan tertiary treatment (pengolahan lanjutan).

3
 Pengolahan Awal/Pendahuluan (Preliminary Treatment)
Tujuan utama dari tahap ini adalah usaha untuk melindungi alat-alat yang ada
pada instalasi pengolahan air limbah. Pada tahap ini dilakukan penyaringan,
penghancuran atau pemisahan air dari partikel-partikel yang dapat merusak alat-
alat pengolahan air limba, seperti pasir, kayu, sampah, plastik dan lain-lain.

 Pengolahan Primer (Primary Treatment)


Tujuan pengolahan yang dilakukan pada tahap ini adalah menghilangkan
partikel-artikel padat organik dan organik melalui proses fisika, yakni
sedimentasi dan flotasi. Sehingga partikel padat akan mengendap (disebut
sludge) sedangkan partikel lemak dan minyak akan berada di atas / permukaan
(disebut grease).

 Pengolahan Sekunder (Secondary Treatment)


Pada tahap ini air limbah diberi mikroorganisme dengan tujuan untuk
menghancurkan atau menghilangkan material organik yang masih ada pada air
limbah. Tiga buah pendekatan yang umum digunakan pada tahap ini adalah
fixed film, suspended film dan lagoon system.

 Pengolahan Akhir (Final Treatment)


Fokus dari pengolahan akhir (Final Treatment) adalah menghilangkan organisme
penyebab penyakit yang ada pada air. Hal ini dapat dilakukan dengan cara
menambahkan khlorin ataupun dengan menggunakan sinar ultraviolet

 Pengolahan Lanjutan (Advanced Treatment)


Pengolahan lanjutan diperlukan untuk membuat komposisi air limbah sesuai
dengan yang dikehendaki. Misalnya untuk menghilangkan kandungan fosfor
ataupun amonia dari air limbah. (http://aimyaya.com/)

2.2 MAKSUD DAN TUJUAN IPAL

1. Maksud pembagunan ipal

Adapun maksud dari pembagunan ipal tersebut yaitu dimana dari hasil
proses pengolahan Air Limbah domestik atau industri, tersebut dapat di gunakan
kembali dan dapat meminimalisir pencemaran yang sedang terjadi pada saat ini.

2. Tujuan pembagunan ipal

a. Mencegah pencemaran pada sumber air rumah tangga.


b. Melindungi hewan dan tanaman yang hidup dalam air.
c. Menghindari pencemaran tanah permukaan.
d. Menghilangkan tempat berkembangbiaknya bibit dan vector penyakit

4
e. Untuk menyaring dan membersihkan air yang sudah tercemar baik dari
domestic maupun bahan kimia industry

2.3 contoh air limbah pada iapal

Air limbah dapat berasal dari berbagai sumber, antara lain:

1. Rumah tangga

Contoh: air bekas cucian,air bekas memasak, air bekas mandi, dan sebagainya.

2. Perkotaan

Contoh: air limbah dari perkantoran, perdagangan, selokan, dan dari tempat-
tempat ibadah.

3. Industri

Contoh: air limbah dari pabrik baja, pabrik tinta, pabrik cat, dan pabrik karet.

2.3 persyaratan pengelolahan ipal

sistem pengelolaan air limbah yang diterapkan harus memenuhi persyaratan


berikut.

1. Tidak mengakibatkan kontaminasi terhadap sumber-sumber air minum.

2. Tidak mengakibatkan pencemaran air permukaan.

3. Tidak menimbulkan pencemaran pada flora dan fauna yang hidup di air
didalam penggunaannya sehari-hari.

4. Tidak dihinggapi oleh vector atau serangga yang menyebabkan penyakit.

5. Tidak terbuka dan harus tertutup.

6. Tidak menimbulkan bau atau aroma tidak sedap. (Chandra.B.2007).

2.4 cara pengolahan air limbah

Sekarang bagian ini akan membahas proses singkat cara kerja Instalasi Pengolahan Air
Limbah. Ada lima tahapan yang perlu dilalui oleh air limbah demi mendapatkan hasil
saringan yang bisa digunakan lagi. Untuk penjelasan lebih lanjutnya bisa dilihat di bawah ini:

5
1. Tahap pertama yang dilakukan adalah air limbah tersebut dialirkan ke tempat
instilasi. Karena alat yang disedikan sebuah ruang pengaliran agar air limbah masuk
kedalam tempat penyaringan dengan lancar.
2. Tahap kedua, air limbah akan melalui proses pertama yaitu suatu wadah yang berisi
air yang bercampur dengan pasir. Tujuannya untuk melakukan pengendapan partikel-
partikel kotor yang ada di air limbah itu. Yang akan mengendapkan partikel tersebut
butiran-butiran kecil karbon yang terselip di pasir tersebut yang akan mengikat
partikel kotor yang ada di air limbah tersebut.
3. Tahap ketiga, air limbah yang telah di saring melalui wadah penampungan pasir akan
diteruskan ke wadah yang berisi batu kerikil. Fungsinya hampir sama pada wadah
sebelumnya dimana partikel-parttikel yang tidak berhasil diendapkan oleh pasir akan
diproses wadah berisi kerikil.
4. Tahap keempat, adalah air limbah akan menuju ke wadah berisi tanaman eceng
gondok, ukuran wadah ini lebih besar di banding dua wadah sebelumnya. Karena
dalam proses ini memerlukan banyak tanaman eceng gondok untuk menetralisasi air
limbah. Tanaman eceng gondok yang sering kita lihat di beberapa sungai atau danau
memiliki fungsi untuk menyaring dan membersihkan partikel air yang kotor. Karena
tanaman ini memiliki zat kimia bersifat penyerap seperti amonia dan fosfat.
5. Setelah melewati keempat tahap di atas maka pada tahap yang terakhir ini adalah fase
uji coba, dalam wadah penampung ini berisi air yang terdapat beberapa ekor ikan.
Karena ikan biasanya digunakan sebagai sampel dalam uji coba penyaringan air salah
satunya IPAL ini. Ikan dalam penampungan ini berguna sebagai indikator, untuk
mengetahui seberapa bersihnya air limbah tersebut disaring. Dalam proses kita hanya
memili dua opsi sebagai kesimpulan yaitu jika ikan dalam penampungan tersebut
hidup saat beberapa jam proses penyaringan, maka air tersebut bisa dikatakan bersih
dan begitupun sebaliknya.

6
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 DATA SURVEY

3.3 PERMASALAHAN PADA LAPANGAN

1. Kurangnya kesadaran warga mengenai manfaat IPAL

Kebutuhan akan instalasi pengolahan air limbah sebenarnya sudah sangat


mendesak di pemukiman perkotaan. Namun, tak semua masyarakat
perkotaan memahami pentingnya keberadaan IPAL sehingga
pembuatan IPAL komunal belum menjadi prioritas di sebagian besar
kota besar. Di samping itu, kendala pembangunan IPAL juga muncul
dari kurangnya minat masyarakat setempat untuk turut serta dalam
aktivitas pembuatan maupun perawatan IPAL. Tapi, kendala ini bisa
teratasi apabila masyarakat telah merasakan keuntungan dari hadirnya
IPAL di sekitar mereka.

2. Saluran ipal yang tergangu dan belum mendaptakan penaganan

Saluran ipal yang memiliki manfaat penting bagi masyarakat nania yang
terselenggara atas bantuan kerja sama antara pemerintah Maluku dan
pemerintah Australia ini, seharusnya mendapat perhartian lebih dari
pemerintah agar fasilitas-fasilitas Masyarakat ini dapat selalu berfungsi
dengan baik.

“ Bangunan dan saluran pipa IPAL yang harus diperhatikan dan


dievaluasi setiap 2 bulan sekali oleh pihak pengelola suda kurang
dilakukan sehingga terdapat Pipa-pipa lateral yang tersumbat dan rusak ,
akibatnya air limbah dari pipa lateral tersebut merembes keluar dan
mencemari lingkungan sekitar”. (Bapak ongen warga nania).

Gambar kerusakan (Terlampir)

3. Pembangunan IPAL yang tidak merata keseluruh masyarakat desa


nania.

Masalah pembangunan yang tidak merata dipengaruhi oleh beberapa


faktor diantaranya :

7
a. Pembangunan IPAL terselenggara pada tahun 2015 sehingga
rumah-rumah warga yang baru dibangun di dua tahun terakhir
tidak termasuk dalam kk program IPAL desa nania.
b. Tidak adanya dana berkelanjutan dalam membangun IPAL di desa
nania
c. Minimnya pemahaman masyarakat nania tentang proses
Pengerjaan IPAL.

3.3 PEMBAHASAN PADA LOKASI

Setiap hari jaringan ipal di desa nania beroperasi untuk mengangkut


limbah-limbah dari pemukiman warga dan di tampung dalam satu wadah
penampung. Pada jaringan ipal tersebut. Pekerjaan meliputi sistem yang lengkap :
sambungan Rumah (SR), Pipa Air Limbah, Bak Kontrol, dan Instalasi
Pengelolaan Air Limbah.

Sistem pengolahan air limbah terpusat skala lingkungan untuk 200-400kk


dengan proses: air yang berawal dari Wc warga mengalir ke pipa yang berhujung
pada Bak Kontrol sehingga air limbah dapat disaring dan air limbah yang telah
disaring di proses oleh wadah manhole.

Pemasangan jaringan pipa berisiko tinggi bila salah pemasangan atau


pipanya terlalu kecil akan terjadi penyumbatan. Jika terjadi demikian akan
mengakibatkan hal yang fatal seperti rembesan air limbah yang keluar melalui
pipa tersebut dan mencemari lingkunagan, oleh karna itu proses pemasangan
harus diawasi dengan baik.

Di desa nania pemansangan IPAL, merupakan hasil kerjasama antara


pemerintah Australia dengan Indonesia yang dimana mendapatkan saluran pipa
yang mencapai 600 unit dengan ukuran pipa yang cukup besar. Pipa-pipa tersebut
dipergunakan untuk sambungan dari rumah warga dengan ukuran 4 inc sedangkan
menuju pipa induk ukuran 6 inc dan selanjutnya diteruskan ke bak penampung.

8
BAB III
PENUTUP

III.1 Kesimpulan

Kerusakan pantai merupakan masalah pelik yang dihadapi oleh


masyarakat. Dari penjelasan kami di atas kami dapat menyimpulkan beberapa hal.
Adapun beberapa kesimpulan yang dapat kami sampaikan adalah sebagai berikut :

1. Kerusakan pantai di akibatkan oleh abrasi,kerusakan hutan mangrove,dan


kerusakan terumbu karang
2. Dampak dari abrasi dapat dikurangi dengan membangun alat pemecah ombak
dan juga menanam pohon bakau di pinggir pantai. Alat pemecah ombak dapat
menahan laju ombak dan memecahkan gelombang air sehingga kekuatan
ombak saat mencapai bibir pantai akan berkurang. Demikian juga dengan
pohon bakau yang ditanam di pinggiran pantai. Akar-akarnya yang kokoh
dapat menahan kekuatan ombak agar tidak mengikis pantai.
3. Kerusakan mangrove sebaiknya diatasi dengan cepat dengan melakukan
penanaman pohon mangrove dan melakukan pelestarian agar tetap terjaga
4. Terumbu karang memiliki beberapa fungsi yang dapat membantu seperti
sebagai penahan gelombang dan tempat tinggal mahluk hidup air,sehingga
pelestarian terumbu kurang juga harus lebih di tingkatkan agar tidak merusak
ekosistem yang ada.

III.2 Saran

Adapun saran-saran yang akan dapat di sampaikan adalah sebagai berikut :

1. Sebelum Kerusakan pantai semakin bertambah parah, sebaiknya masyarakat


pesisir harus menyadari akan dampak dari kerusakan pantai yang dapat
merugikan diri sendiri dan sekitarnya. Hal ini masih bisa di cegah dengan cara
mengelola kawasan pantai terpadu seperti menjaga, melestarikan, memelihara
dan memanfaatkannya secara berkelanjutan.

9
2. , masyarakat harus menyadari dan wajib melindungi keberadaan ekosistem
laut sebagai penopang hidup mereka. Hal ini terbukti di beberapa Negara yang
hingga saat ini terjaga kondisi alamnya, karena masyarakat ikut serta dalam
konservasi terumbu karang, baik secara alami maupun buatan.
3. Untuk menjaga, melestarikan, memelihara dan memanfaatkan secara
keseluruhan ekosistem laut hendaknya semua elemen masyarakat baik tokoh
masyarakat, swasta maupun Pendidik dan peserta didik, yang juga di bantu
dengan aparat pemerintah dan penegak hukum secara porporsional di
lapangan, serta memberikan sanksi hukum yang tegas bagi perusak ekosistem
laut.
4. Bagi para pemilik pabrik maupun usaha apapun yang ada di sekitar pantai agar
tidak membuang limbah atau sampah ke laut. Mereka harus menyediakan
sarana kebersihan agar limbah atau sampah yang mereka hasilkan tidak
mencemari pantai.

10
DAFTAR PUSTAKA

https://www.mrtekno.net/2013/05/instalasi-pengolahan-air-limbah-ipal.html

https://dwioktavia.wordpress.com/2011/04/14/%E2%80%9Cinstalasi-pengolahan-air-
limbah-ipal%E2%80%9D/

http://blackbearbigsky.com/cara-kerja-instalasi-pengolahan-air-limbah/

https://apollodatatech.com/beberapa-kendala-utama-instalasi-pengolahan-air-
limbah-yang-menghambat-peningkatan-mutu-kesehatan-lingkungan/

http://www.kelair.bppt.go.id/Publikasi/BukuSOPIPALKinocare/Bab3-
ProsesPengolahanIPAL.pdf

11