Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

MESIN PENEPUNG JAGUNG DAN BIJI-BIJIAN


TIPE AGR-MD15

Tugas ini diajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah Perbengkelan yang Diampu Oleh
Bapak Retno Damayanti, S.TP. MP

Septian Garin Wahyu N (165100201111052)

Aini Cahyani Ijtimah (165100201111053)

Heni Malemna Tarigan (165100201111055)

Thegar Cahya Copa R (165100201111056)

Nurul Rachma (165100201111057)

JURUSAN KETEKNIKAN PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan

hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini sebagai tugas alat

dan mesin pasca panen yang berjudul “Mesin Penepung Jagung dan Biji-Bijian Tipe AGR-

MD15”.

Sebagai rasa syukur penulis ucapkan terimakasih kepada para pembimbing yang turut

membantu memberikan arahan dalam pembuatan makalah ini sampai selesainya makalah ini,

penulis juga mengucapkan terima kasih kepada :

1. Kedua Orang Tua yang telah membantu baik dalam bentuk material serta doa selama

penulis menyusun makalah ini.

2. Bapak Retno Damayanti, S.TP, MP selaku dosen penanggung jawab mata kuliah Alat dan

Mesin Pasca Panen.

3. Rekan-rekan Mahasiswa/Mahasiswi Kelas E yang turut membantu dalam pembuatan

makalah ini.

Dengan selesainya makalah ini, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari

kesempurnaan baik dari segi bahasa maupun dari segi penulisan. Untuk itu penulis

mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang sifatnya membangun demi

menyempurnakan makalah ini pada masa yang akan datang.

Malang, September 2018

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


1.2. Rumusan Masalah
1.2.1.
1.3. Tujuan
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Pasak


Menurut Agung (2015), pasak adalah elemen mesin yang berguna untuk menetapkan
bagian-bagian mesin seperti roda gigi, pulley, kopling dan lain-lain pada poros. Suatu
pasak dapat juga digunakan untuk memindahkan daya putar. Untuk menghindari
kerusakan pada poros, maka bahan pasak harus lebih lunak dari pada bahan poros
sehingga didapat rumus untuk merencanakan pasak yaitu :
𝑑
𝑇=𝐹
2

Keterangan :
T = Torsi yang ditransmisikan oleh poros
F = Gaya pada poros
d = Diameter poros

Tegangan geser pasak (𝜏𝑘 )


𝐹𝑡
𝑇=
𝑏𝑙
Keterangan :
Ft = gaya tangensial pada permukaan poros
b = lebar pasak (mm)
l = panjang pasak (mm)

2.2. Jenis-Jenis Pasak


Jenis-jenis pasak menurut Pratiwi (2013) yaitu sebagai berikut;
a. Pasak Paralel Persegi
Salah satu jenis pasak yang banyak dipakai dalam berbagai aplikasi adalah
pasak paralel persegi atau pasak paralel bujur sangkar. Untuk poros berdiameter
hingga 6,5 inch, pasak berpenampang lebih disukai sedangkan pasak berpenampang
persegi panjang diterapkan untuk poros berdiameter lebih besar.
b. Pasak Pin
Pasak jenis ini dipasangkan antara hub (bagian dari puli, spocket atau roda gigi)
dan poros dengan menggunakan sebuah pin dengan berpenampang lingkaran.Untuk
keperluan pemasangannya dibutuhkan sebuah lubang menembus antara hub dan
poros. Pemasangan dengan pasak pin akan lebih menguntungkan karena mudah
dalam pemasangannya. Keuntungan kedua adalah lebih mudah membuat alur
pasaknya(dibuat pin).
c. Pasak Pin Ulir
Pemasangan Pasak pin ulir sama dengan pasak Pin hanya metode
pemasangannya dan pengencangannya dengan ulir. Umumnya pada bagian hub saja
lubang pasaknya dibuat berulir, sedang pada porosnya lubang biasa. Lubang pada
hub dibuat tembus, sedang pada poros tidak perlu tembus. Bisa diganti perannya
dengan baut berkepala segienam. Gaya pada pasak pin ulir adalah gaya gesre(sama
dengan pasak Pin). Gaya gesernya bekerja pada satu luas penampang saja.

2.3. Prinsip Kerja

Pada prinsipnya pasak merupakan suatu benda yang dimasukan sebagian, pada
bidang sambungan, dalam tiap tiap bagian yang disambung untuk memindahkan beban
dari suatu bagian ke bagian lain.

Pengunci yang disisipkan di antara poros dan hub (bos) sebuah roda pulli atau
roda gigi agar keduanya tersambung dengan pasti sehingga mampu meneruskan momen
putar/torsi. Pemasangan pasak antara poros dan hub dilakukan dengan membenamkan
pasak pada alur yang terdapat antara poros dan hub sebagai tempat dudukan pasak
dengan posisi memanjang sejajar sumbu poros.

2.4. Bagian-Bagian Pasak


BAB III

KESIMPULAN

3.1. Kesimpulan
3.2. Saran
DAFTAR PUSTAKA

Agung, R. Abdul. 2015. Rancang Bangun Mesin Pencacah Usus Unggas Untuk Pakan Ikan
Ternak. Palembang: Politeknik Negeri Sriwijaya

Pratiwi, D. Theresia. M Fahlevi Rizal. 2013. Restorasi Mahkota Logam dengan Pasak Fiber
Komposit pada molar Permanen Muda. Universitas Indonesia: Jakarta