Anda di halaman 1dari 26

Biaya/Pengeluaran

Yg Boleh Dikurangkan
PENGHASILAN (Ph) BRUTO
Ph-OP Ph-OP
Ph-BOP
Non Final Final

terkait terkait terkait

Boleh
Tidak Boleh Dikurangkan
Dikurangkan (PP 94/2010)
(Ps.6(1) UU PPh)

PENGELUARAN/BIAYA
Tidak boleh dikurangkan
berdasarkan
Ps. 9(1) UU PPh dan
ketentuan lainnya
Dana Pensiun A yg pendiriannya telah mendapat pengesahan dari
Menteri Keuangan memperoleh penghasilan bruto yg terdiri dari:
a. penghasilan yg bukan merupakan objek pajak Rp100.000.000
sesuai dgn Pasal 4 ayat (3) huruf h UU PPh
b. penghasilan bruto objek pajak tidak final Rp300.000.000 (+)
Jumlah penghasilan bruto Rp400.000.000

Apabila seluruh biaya adalah sebesar Rp 200.000.000, berapa biaya yg


boleh dikurangkan untuk 3M penghasilan ?

Biaya yang boleh dikurangkan untuk 3M penghasilan adalah sebesar


3/4 x Rp200.000.000 = Rp150.000.000.
Pengeluaran yg
mempunyai
Biaya tahun
masa manfaat
ybs.
tidak lebih dari
1 tahun

Pengeluaran yg
Pembebanannya
mempunyai
melalui
masa manfaat
penyusutan/
lebih dari 1
amortisasi
tahun

Penjelasan Ps. 6 (1) UU PPh


BIAYA BOLEH DIKURANGKAN BAGI WP DN & BUT
(Ps. 6 Ayat (1) UU PPh

a. Terkait dg kegiatan usaha baik B b. Penyusutan dan amortisasi


secara langsung/tidak langsung I sdd Ps. 11 & 11A UU PPh
A
c. Iuran kepada Dana Pensiun yg Y d. Kerugian krn penjualan/
pendiriaannya disahkan MenKeu A pengalihan harta yg dimiliki dan
e. Kerugian selisih kurs mata digunakan/dimiliki untuk 3M Ph
3M
uang asing
f. Biaya litbang perusahaan yg
g. Biaya beasiswa, magang, dan Ph dilakukan di Ind
pelatihan
N h. Piutang yg nyata-nyata tidak
i. Sumbangan dlm rangka O dapat ditagih dgn syarat ttt
penanggulangan bencana N
nasional j. Sumbangan dlm rangka
k. Biaya pembangunan F penelitian dan pengembangan
infrastruktur sosial I yang dilakukan di Ind
N
m. Sumbangan dlm rangka A l. Sumbangan fasilitas
pembinaan olah raga L pendidikan
Biaya yang secara langsung atau tidak
langsung berkaitan dgn kegiatan usaha
antara lain:
1. biaya pembelian bahan;
2. biaya berkenaan dgn pekerjaan atau jasa termasuk
upah, gaji, honorarium, bonus, gratifikasi, dan
tunjangan yang diberikan dalam bentuk uang;
3. bunga, sewa, dan royalti;
4. biaya perjalanan;
5. biaya pengolahan limbah;
6. premi asuransi;
7. biaya promosi dan penjualan yg diatur dgn atau
berdasarkan PMK
8. biaya administrasi; dan
9. pajak kecuali Pajak Penghasilan.
Mengenai pengeluaran untuk promosi perlu
dibedakan antara biaya yg benar-benar
dikeluarkan untuk promosi dan biaya yg pada
hakikatnya merupakan sumbangan.

Pajak-pajak yg menjadi beban perusahaan


dalam rangka usahanya selain PPh, misalnya
PBB, BM, Pajak Hotel, dan Pajak Restoran,
dapat dibebankan sebagai biaya.
BIAYA PROMOSI
 Wajib Pajak wajib membuat daftar nominatif atas
pengeluaran Biaya Promosi yg dikeluarkan kepada
pihak lain.
 Daftar nominatif paling sedikit harus memuat data
penerima berupa nama, NPWP, alamat, tanggal,
bentuk dan jenis biaya, besarnya biaya, nomor
bukti pemotongan dan besarnya PPh yg dipotong.
 Daftar nominatif dibuat sesuai format
sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran PMK ini.
 Daftar nominatif dilaporkan sebagai lampiran saat
Wajib Pajak menyampaikan SPT Tahunan PPh
Badan.
 Dalam hal persyaratan tsb. di atas tidak dipenuhi,
Biaya Promosi tidak dapat dikurangkan dari
penghasilan bruto.
PMK No. 02/PMK.03/2010
DAFTAR NOMINATIF BIAYA PROMOSI

No. Urut
Data Penerima:
 Nama
 NPWP
 Alamat
 Tanggal
 Bentuk dan Jenis Biaya
 Jumlah (Rp)
 Keterangan
Pemotongan PPh
 Jumlah PPh
 Nomor Bukti Potong

Tempat, Tanggal, Tanda Tangan dan Nama Wajib Pajak yang


menandatangani
PAJAK YANG DAPAT DIKURANGKAN
DARI PENGHASILAN BRUTO

Pajak-pajak selain PPh, dapat dikurangkan dari


Penghasilan Bruto, sepanjang digunakan untuk
3M Penghasilan objek pajak tidak final.
Misalnya PBB, BM, Pajak Hotel, dan Pajak
Restoran, dapat dibebankan sebagai biaya.
PAJAK MASUKAN YG TIDAK DAPAT DIKREDITKAN

(1) Pajak Masukan yg tidak dapat dikreditkan sdd Ps. 9 ayat


(8) UU PPN dapat dikurangkan dari penghasilan bruto
sepanjang dapat dibuktikan Pajak Masukan tsb:
a. benar-benar telah dibayar; dan
b. berkenaan dgn pengeluaran yg berhubungan dgn
kegiatan untuk 3M penghasilan.
(2) Pajak Masukan yg dapat dikurangkan dari penghasilan
bruto sdp ayat (1) sehubungan dgn pengeluaran untuk
memperoleh harta berwujud dan/atau harta tidak
berwujud serta biaya lainnya yg mempunyai masa
manfaat lebih dari 1 tahun sdd Ps. 11 dan Ps. 11A UU
PPh, harus dikapitalisasi dgn pengeluaran atau biaya tsb
dan dibebankan melalui penyusutan atau amortisasi.

Ps. 10 PP 94/2010
Iuran Pensiun/JHT,
JPK, JKK, JKM
 Iuran pensiun yg dibayarkan kepada dana pensiun yg
pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan dan
JHT yg dibayarkan kepada BPJS Ketenagakerjaan oleh WP
Orang Pribadi boleh dikurangkan dari penghasilan bruto WP
Orang Pribadi tsb.

 JPK, JKK, JKM yg dibayarkan kepada BPJS Kesehatan dan


BPJS Ketenagakerjaan, premi asuransi kecelakaan, premi
asuransi jiwa, premi asuransi beasiswa dan premi asuransi
dwiguna yg dibayarkan oleh WP Orang Pribadi tidak boleh
dikurangkan dari penghasilan bruto WP Orang Pribasi tsb.
kecuali dibayarkan oleh pemberi kerja dan premi tsb.
merupakan penghasilan bagi karyawan/orang pribadi tsb.
SE-02/PJ.31/1996, 5-Jun-96
JAMSOSTEK

JKK JKM JPK JHT

= =

PREMI ASURANSI IPEN-DP (MK)

Dibayar pemberi kerja Dibayar pemberi kerja

KARYAWAN PEMBERI KERJA KARYAWAN

Penghasilan Pengenaan
Objek Boleh Dikurangkan PPh-nya
Pph Pasal 21 ditangguhkan
13
Kerugian karena Penjualan/
Pengalihan Harta
 Boleh dikurangkan:
Kerugian karena penjualan/pengalihan harta
yang dimiliki dan digunakan dalam
perusahaan/3M penghasilan.

 Tidak boleh dikurangkan:


Kerugian karena penjualan/pengalihan harta
yang dimiliki tetapi tidak digunakan dalam
perusahaan/3M penghasilan.
Kerugian Selisih Kurs
Mata Uang Asing

Kerugian karena fluktuasi kurs mata uang


asing diakui
 berdasarkan sistem pembukuan yang
dianut dan dilakukan secara taat asas
 sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan yang berlaku di Indonesia.
Biaya Penelitian dan Pengembangan
yang Dilakukan di Indonesia

 Yang dimaksud dgn biaya penelitian dan


pengembangan adalah biaya yg nyata-nyata
dikeluarkan untuk pengembangan produksi
(product development), serta biaya untuk
meningkatkan efisiensi perusahaan termasuk
teknologi untuk pengembangan proses (process
technology).

KMK No. 769/KMK.04/1990


Biaya Penelitian dan Pengembangan
yang Dilakukan di Indonesia
Pembebanan biaya penelitian dan pengembangan dibedakan
dalam 3 (tiga) kategori :
1. Biaya yg dikeluarkan dlm rangka penelitian dan
pengembangan yg menurut ket. peraturan per-UU-an
perpajakan harus disusutkan/diamortisasi.
2. Biaya yg dikeluarkan dalam rangka penelitian dan
pengembangan yg menurut ketentuan peraturan per-UU-an
perpajakan merupakan biaya usaha sehari-hari, dibebankan
sebagai biaya dalam tahun pajak ybs.
3. Biaya di luar biaya sdd butir 1 dan butir 2 antara lain biaya
konsultan, perlakuan perpajakannya disesuaikan dgn prinsip-
prinsip akuntansi yg berlaku.

KMK No. 769/KMK.04/1990


Biaya Beasiswa, Magang, dan
Pelatihan
Biaya yg dikeluarkan u/ keperluan beasiswa,
magang, dan pelatihan dlm rangka
peningkatan kualitas SDM dapat dibebankan
sebagai biaya perusahaan
 dgn memperhatikan kewajaran,
 termasuk beasiswa yg dapat dibebankan
sebagai biaya adalah beasiswa yg
diberikan kepada pelajar, mahasiswa, dan
pihak lain.
Piutang yang Nyata-nyata
Tidak Dapat Ditagih
Syarat:
1. telah dibebankan sbg biaya dlm laporan laba rugi
komersial;
2. WP harus menyerahkan daftar piutang yg tidak dapat
ditagih kepada DJP; dan
3. telah diserahkan perkara penagihannya kepada
 Pengadilan Negeri atau instansi pemerintah yg
menangani piutang negara; atau
 adanya perjanjian tertulis mengenai penghapusan
piutang/pembebasan utang antara kreditur dan
debitur yang bersangkutan; atau
Piutang yang Nyata-nyata
Tidak Dapat Ditagih
 telah dipublikasikan dalam penerbitan umum
atau khusus; atau
 adanya pengakuan dari debitur bahwa utangnya
telah dihapuskan untuk jumlah utang tertentu;
4. syarat sebagaimana dimaksud pada angka 3 tidak
berlaku untuk penghapusan piutang tak tertagih
debitur kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4
ayat (1) huruf k UU PPh;
 yang pelaksanaannya diatur lebih lanjut dgn atau
berdasarkan PMK (PMK No. 105/PMK.03/2009 stdd
PMK No. 57/PMK.03/2010)
PMK No.105/PMK.03/2009 stdd
PMK No.57/PMK.03/2010
 Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih kepada debitur kecil adalah
piutang debitur kecil yang jumlahnya tidak melebihi Rp100.000.000,00,
yang merupakan gunggungan jumlah piutang dari beberapa kredit yang
diberikan oleh suatu institusi bank/lembaga pembiayaan dalam negeri
sebagai akibat adanya pemberian:
a. Kredit Usaha Keluarga Prasejahtera (Kukesra);
b. Kredit Usaha Tani (KUT);
c. Kredit Pemilikan Rumah Sangat Sederhana (KPRSS);
d. Kredit Usaha Kecil (KUK);
e. Kredit Usaha Rakyat (KUR; dan/atau
f. Kredit kecil lainnya dalam rangka kebijakan perkreditan Bank
Indonesia dalam mengembangkan usaha kecil dan koperasi.
 Piutang yang nyata-nyata tidak ditagih kepada debitur kecil lainnya
adalah piutang debitur kecil lainnya yang jumlahnya tidak melebihi
Rp5.000.000,00.
PMK No.105/PMK.03/2009 stdd
PMK No.57/PMK.03/2010

Apabila Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih


dibayar seluruhnya atau dibayar sebagian oleh debitur,
jumlah piutang yang dibayar seluruhnya atau dibayar
sebagian tersebut merupakan penghasilan bagi kreditur
pada tahun pajak diterimanya pembayaran.
Sumbangan
Ps. 6(1) huruf i,j,k,l,m UU PPh jo PP 93/2010

• Sumbangan dalam rangka penanggulangan


bencana nasional
• Sumbangan dalam rangka penelitian dan
pengembangan yang dilakukan di Indonesia
• Biaya pembangunan infrastruktur sosial
• Sumbangan fasilitas pendidikan
• Sumbangan dalam rangka pembinaan
olahraga
Sumbangan dan/atau Biaya Yang Dapat Dikurangkan
Sampai Jumlah Tertentu, dengan Syarat :

1 Mempunyai penghasilan neto fiskal pada Tahun Pajak


sebelumnya;
2 pemberian sumbangan dan/atau biaya tidak
menyebabkan rugi pada Tahun Pajak sumbangan
diberikan;
3 didukung oleh bukti yang sah; dan
4 lembaga yang menerima sumbangan dan/atau biaya
memiliki NPWP, kecuali badan yang dikecualikan
sebagai subjek pajak
5 nilai tidak melebihi 5% dari penghasilan neto fiskal
Tahun Pajak sebelumnya
5 Tidak ada hubungan istimewa.
Ps. 1 PP 93/2010
 Pengeluaran-pengeluaran yg dapat dikurangkan dari
penghasilan bruto harus dilakukan dalam batas-batas
yg wajar sesuai dengan adat kebiasaan pedagang yg
baik.

Apabila pengeluaran yg melampaui batas kewajaran


dipengaruhi oleh hubungan istimewa, jumlah yg
melampaui batas kewajaran tsb. tidak boleh
dikurangkan dari penghasilan bruto.
Pengeluaran Berupa
Pembayaran di Muka

 misalnya sewa untuk beberapa


tahun yang dibayar sekaligus,
 pembebanannya dapat dilakukan
melalui alokasi.