Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH

BAHASA INDONESIA

SEBAB-SEBAB BAHASA MELAYU DIJADIKAN BAHASA


NASIONAL

Untuk memenuhi salah satu tugas

Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Dosen Pembimbing : Nisa Afifah, Ss M.hum

Disusun Oleh :

Deni Laksono Putro - 63010170403

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN SALATIGA
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb, Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah


memberikan rahmat taufiq dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah “Kajian Terhadap Bahasa Indonesia” ini dengan baik. Terima kasih
kepada Ibu Nisa Afifah, Ss M.hum, Yang telah memberikan tugas ini kepada
kami.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan


dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki
bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin


masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini, semoga bermanfaat. Wassalamualaikum Wr.Wb.

Salatiga, 23 februari 2018


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................ 1

KATA PENGANTAR ...................................................................... 2

DAFTAR ISI .................................................................................... 3

BAB 1 PENDAHULUAN ................................................................. 4

1.1 LATAR BELAKANG ..................................................... 5

1.2 RUMUSAN MASALAH ................................................. 6

1.3 TUJUAN PENULISAN .................................................. 7

BAB 2 PEMBAHASAN ................................................................... 8

2.1 ALASAN BAHASA MELAYU (RIAU) DIANGKAT

MENJADI BAHASA INDONESIA....................................... 8

2.2 ALASAN BAHASA MELAYU DIPILIH UNTUK

DIJADIKAN SEBAGAI BAHASA PERSATUAN

REPUBLIK INDONESIA .................................................... 9

BAB 3 PENUTUP .......................................................................... 10

3.1 KESIMPULAN ............................................................. 11

3.2 SARAN ......................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................... 13


BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki wilayah yang


luas, serta mempunyai berbagai macam suku,ras, budaya dan bahasa yang
berbeda. Dan untuk menjaga keanekaragaman ini diperlukan alat pemersatu,
salah satunya adalah Bahasa.

Bahasa merupakan suatu alat komunikasi yang disampaikan seseorang


kepada orang lain agar bisa mengetahui apa yang menjadi maksud dan
tujuannya. Pentingnya bahasa sebagai identitas manusia, tidak bisa dilepaskan
dari adanya pengakuan manusia terhadap pemakaian bahasa dalam kehidupan
bermasyarakat sehari-hari. Untuk menjalankan tugas kemanusiaan, manusia
hanya punya satu alat, yakni bahasa. Dengan bahasa, manusia dapat
mengungkapkan apa yang ada di benak mereka. Sesuatu yang sudah dirasakan
sama dan serupa dengannya, belum tentu terasa serupa, karena belum terungkap
dan diungkapkan. Hanya dengan bahasa, manusia dapat membuat sesuatu terasa
nyata dan terungkap.

Dengan kesempatan ini saya bermaksud ingin membahas asal mula


bahasa Indonesia yang notabenya adalah bahasa Melayu, dan alasan kenapa
bahasa melayu dijadikan bahasa Indonesia.

1.2 RUMUSAN MASALAH

A. Mengapa bahasa melayu (Riau) diangkat menjadi bahasa


Indonesia ?

B. Mengapa bahasa Melayu dipilih untuk dijadikan sebagai bahasa


persatuan Republik Indonesia ?

1.3 TUJUAN PENULISAN

A. Agar pembaca bisa mengerti dan memahami mengapa bahasa

Melayu (Riau) diangkat menjadi bahasa Indonesia.

B. Agar pembaca bisa mengerti dan memahami mengapa bahasa

Melayu dijadikan bahasa persatuan Republik Indonesia.


BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 ALASAN MENGAPA BAHASA MELAYU (RIAU) DIANGKAT


MENJADI BAHASA INDONESIA.

Bahasa kita yang dinamai bahasa Indonesia, berasal dari bahasa Melayu,
yaitu salah satu bahasa daerah di bumi nusantara ini. Bahasa Indonesia,
digunakan sebagai salah satu bahasa alat yang mempersatukan bangsa yang
bersuku-suku, untuk mengusir penjajah Belanda dan meraih kemerdekaan.
Selanjutnya, bahasa ini digunakan dalam berbagai kehidupan secara luas, maka
tidak ada yang memprotes ketika bahasa Melayu dinobatkan menjadi bahasa
Indonesia.

Bahasa Melayu mulai dipakai di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7.
bukti-bukti yang menyatakan itu ialah dengan ditemukannya prasasti di Kedukan
Bukit berangka tahun 683 M (Palembang), Talang Tuwo berangka tahun 684 M
(Palembang), Kota Kapur berangka 686 M (Bangka Barat), Karang Brahi
berangka tahun 688 M (Jambi). Prasasti-prasasti itu bertuliskan huruf Pranagari
berbahasa Melayu Kuna. Bahasa Melayu Kuna itu tidak hanya dipakai pada
zaman Sriwijaya saja karena di Jawa Tengah (Gandasuli) juga ditemukan
prasasti berangka tahun 683 M dan di Bogor ditemukan prasasti berangka 942 M
yang juga menggunakan bahasa Melayu Kuna.

Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa


kebudayaan, yaitu bahasa buku pelajaran agama Budha. Bahasa Melayu dipakai
sebagai bahasa perhubungan antarsuku di Nusantara. Bahasa Melayu dipakai
sebagai bahasa perdagangan, baik sebagai bahasa antarsuku di Nusantara
maupun sebagai bahasa yang digunakan terhadap para pedagang yang datang
dari luar Nusantara.

Perkembangan dan pertumbuhan bahasa Melayu tampak makin jelas dari


peninggalan-peninggalan kerajaan Islam, baik yang berupa batu bertulis, seperti
tulisan pada batu nisan di Minye Tujoh, Aceh, berangka 1380 M, maupun hasil-
hasil susastra (abad ke-16 dan ke-17), seperti Syair Hamzah Fansuri, Hikayat
Raja-Raja Pasai, Sejarah Melayu, Tajussalatin, dan Bustanussalatin.

Bahasa Melayu yang dipakai di daerah-daerah di wilayah Nusantara


dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa Melayu
menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa
Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Bahasa Melayu pun dalam
perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek.