Anda di halaman 1dari 20

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Lembar Penilaian (Afektif, Psikomotorik dan Kognitif)

Kertas Kerja Mahasiswa (KKM 6)

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH


Pengembangan Program Pembelajaran IPA
yang dibimbing oleh Bapak Sugiyanto

OLEH
Anindya Primadayuning Putri (130351607603)
Pendidikan IPA / Offering A

\
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PRODI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Februari 2018
Satuan Pendidikan : Sekolah Menegah Pertama
Kelas/Semester : VIII/Semester I
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Topik : Zat Aditif dan Za Adiktif
Pertemuan Ke- : 5 pada Bulan November
Alokasi Waktu : 3 JP (3 x 40 Menit) / 1 pertemuan

A. Kompetensi Dasar
1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan
manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka;
kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari.
3.7 Mendeskripsikan zat aditif (alami dan buatan) dalam makanan dan minuman (segar dan dalam kemasan), dan zat adiktif-psikotropika
serta pengaruhnya terhadap kesehatan.
4.7 Menyajikan data, informasi, dan mengusulkan ide pemecahan masalah untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan zat aditif dalam
makanan dan minuman serta zat adiktif psikotropika.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
1.1.1 Menyadari peran manusia untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain sebagai bentuk syukur atas ciptaan Tuhan Yang Maha
Esa.
2.2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (rasa ingin tahu, jujur dan teliti) saat melakukan pembelajaran zat aditif dalam makanan.
3.7.1 Mengidentifikasi zat aditif (alami dan buatan) dalam makanan (Segar dan dalam kemasan) serta pengaruhnya terhadap kesehatan
manusia.
4.7.1 Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh pewarna makanan pada kesehatan manusia.

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari meteri, peserta didik diharapkan dapat melakukan hal hal berikut:
1. Siswa bersyukur atas ciptaan tuhan Yang Maha Esa dengan menyebutkan cara merawat diri sendiri.
2. Siswa memiliki sikap rasa ingin tahu saat pengenalan macam-macam zat aditif pada makanan.
3. Siswa memiliki sikap jujur dan teliti saat melakukan percobaan dalam menyelidiki pewarna makanan pada kesehatan manusia.
4. Siswa dapat mengidentifikasi pengertian zat aditif buatan dan zat aditif alami .
5. Siswa dapat menyebutkan contoh zat aditif baik buatan maupun alami pada bahan makanan.
6. Siswa dapat menjelaskan mengenai dampak penggunaan zat aditif alami dalam makanan segar terhadap kesehatan manusia.
7. Siswa dapat menjelaskan mengenai dampak penggunaan zat aditif (buatan dan alami) dalam makanan kemasan terhadap kesehatan
manusia.
8. Siswa dapat menyelidiki pengaruh pewarna makanan pada kesehatan manusia dengan percobaan sederhana.

D. Materi Ajar
a. Pengertian Zat Aditif
Setiap hari kita memerlukan makanan untuk mendapatkan energi (karbohidrat dan lemak) dan untuk pertumbuhan sel-sel baru,
menggantikan sel-sel yang rusak (protein). Selain itu, kita juga memerlukan makanan sebagai sumber zat penunjang dan pengatur proses
dalam tubuh, yaitu vitamin, mineral, dan air. Sehat tidaknya suatu makanan tidak bergantung pada ukuran, bentuk, warna, kelezatan,
aroma, atau kesegarannya, tetapi bergantung pada kandungan zat yang diperlukan oleh tubuh.Suatu makanan dikatakan sehat apabila
mengandung satu macam atau lebih zat yang diperlukan oleh tubuh.Setiap hari, kita perlu mengonsumsi makanan yang beragam agar
semua jenis zat yang diperlukan oleh tubuh terpenuhi.Hal ini dikarenakan belum tentu satu jenis makanan mengandung semua jenis zat
yang diperlukan oleh tubuh setiap hari.Supaya orang tertarik untuk memakan suatu makanan, seringkali kita perlu menambahkan bahan-
bahan tambahan ke dalam makanan yang kita olah. Bisa kita perkirakan bahwa seseorang tentu tidak akan punya selera untuk memakan
sayur sop yang tidak digarami atau bubur kacang hijau yang tidak memakai gula. Dalam hal ini, garam dan gula termasuk bahan
tambahan.Keduanya termasuk jenis zat aditif makanan. Zat aditif bukan hanya garam dan gula aja, tetapi masih banyak bahan-bahan
kimia lain.
Zat aditif makanan ditambahkan dan dicampurkan pada waktu pengolahan makanan untuk memperbaiki tampilan makanan,
meningkatkan cita rasa, memperkaya kandungan gizi, menjaga makanan agar tidak cepat busuk, dan lain sebagainya .Bahan yang
tergolong ke dalam zat aditif makanan harus dapat:
 memperbaiki kualitas atau gizi makanan;
 membuat makanan tampak lebih menarik;
 meningkatkan cita rasa makanan; dan
 membuat makanan menjadi lebih tahan lama atau tidak cepat basi dan busuk.
Zat-zat aditif tidak hanya zat-zat yang secara sengaja ditambahkan pada saat proses pengolahan makanan berlangsung, tetapi
juga termasuk zat-zat yang masuk tanpa sengaja dan bercampur dengan makanan. Masuknya zat-zat aditif ini mungkin terjadi saat
pengolahan, pengemasan, atau sudah terbawa oleh bahan-bahan kimia yang dipakai.
b. Macam Zat Aditif
Zat-zat aditif tidak hanya zat-zat yang secara sengaja ditambahkan pada saat proses pengolahan makanan berlangsung, tetapi juga
termasuk zat-zat yang masuk tanpa sengaja dan bercampur dengan makanan. Masuknya zat-zat aditif ini mungkin terjadi saat
pengolahan, pengemasan, atau sudah terbawa oleh bahan-bahan kimia yang dipakai. Zat aditif makanan dapat dikelompokkan menjadi
dua golongan, yaitu:
1. zat aditif yang berasal dari sumber alami, seperti lesitin dan asam sitrat;
2. zat aditif sintetik dari bahan kimia yang memiliki sifat serupa dengan bahan alami yang sejenis, baik susunan kimia maupun
sifat/fungsinya, seperti amil asetat dan asam askorbat.
Ada berbagai macam bahan aditif yang biasa ditambahkan pada makanan.Ada yang dibuat secara alami maupun sintetik. Macam
bahan aditif antara lain adalah sebagai berikut.
a. Bahan pewarna
Bahan pewarna adalah bahan aditif yang berfungsi meningkatkan kualitas kenampakan bahan makanan.Bahan pewarna dapat berupa
pewarna alami dan buatan.Contoh Pewarna Alami adalah kunyit dan pandan.Contoh pewarna buatan adalah eritrosin.
b. Pemanis
Bahan pemanis yang alami dan biasa dipakai pada makanan dan minuman adalah gula pasir, gula aren, gula kelapa, gula lontar, atau
gula bit. Rasa manis dapat muncul karena bahanbahan tersebut mengandung sukrosa. Pemanis buatan yang dapat dipakai pada bahan
makanan dalam batas-batas tertentu antara lain aspartam, sakarin, kalium asesulfam, dan siklamat. Pemanis buatan memiliki tingkat
kemanisan yang melebihi sukrosa beberapa kali lipat. Bahan pemanis dapat berupa pemanis alami dan buatan: Pemanis alami yang
biasa dipakai adalah gula sedangkan pemanis buatan biasa dikonsumsi oleh orang yang menderita sakit kencing manis.
c. Pengawet
Pengawet adalah bahan yang ditambahkan untuk memperpanjang masa simpan produk makanan dan minuman. Pengawetan secara
alami dapat berupa pemanasan, pengasapan, pengeringan, dan pembekuan. Pengawetan secara kimiawi dapat dilakukan dengan
penambahan beberapa macam bahan kimia. Bahan kimia yang boleh ditambahkan pada makanan antara lain asam benzoat, kalsium
benzoat, asam propionat, dan kalsium propionat.
d. Penyedap makanan.
Penyedap makanan dipakai untuk meningkatkan rasa dan aroma.Penyedap rasa adalah bahan tambahan makanan yang dipakai untuk
meningkatkan cita rasa makanan.Penyedap rasa ada yang diperoleh dari bahan alami maupun sintetik.Contoh penyedap makanan
dari bahan alami adalah jahe, ketumbar, dan gula.Sedangkan contoh penyedap makanan dari bahan sintetis adalah MSG.
c. Dampak Penggunaan Zat Aditif
Zat aditif tersebut biasanya muncul pada proses pengolahan makanan. Secara keseluruhan, penggunaan zat- zat aditif untuk campuran
makanan dapat berdampak positif dan negatif.Berikut ini adalah uraiannya.Ayo cermati.
1. Dampak Positif Penggunaan Zat Aditif
Berbagai macam penyakit dapat muncul dari kebiasaan manusia mengkonsumsi makan yang kurang memperhatikan
keseimbangan gizi.Misalnya, penyakit gondok yang berupa pembengkakan kelenjar pada leher.Penyakit gondok disebabkan
karena tubuh kurang mendapatkan zat iodin.Penyakit gondok dapat dicegah dengan mengkonsumsi bahan makanan yang
mengandung zat iodin.Zat iodin dapat kita peroleh dari garam dapur yang biasa digunakan untuk memberikan rasa asin pada
makanan. Selain penyakit gondok, kekurangan iodin dapat pula menyebabkan penyakit kretinisme (kekerdilan).Orang yang
memiliki penyakit diabetes melitus (kencing manis) perlu menjaga kestabilan kadar gula dalam darahnya. Penyakit ini dapat
disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat. Untuk menjaga kestabilan kadar gula dalam darah, bagi penderita diabetes
melitus disarankan untuk mengkonsumsi sakarin (pemanis buatan) sebagai pengganti gula.Kekurangan konsumsi makanan yang
mengandung vitamin dapat menimbulkan berbagai penyakit pada manusia, misalnya
penyakit Xerophtalmia.Penyakit Xerophtalmia merupakan penyakit yang menyerang mata, yaitu terjadinya kerusakan pada
kornea mata. Penyakit ini jika tidak diatasi, maka dapat menimbulkan kebutaan. Untuk menghindari penyakit Xerophtalmia,
perlu mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A.
2. Dampak Negatif Penggunaan Zat Aditif
Kemajuan teknologi di bidang pangan dapat memacu manusia untuk menciptakan bahan makanan dengan kualitas
yang makin baik. Kualitas makanan yang baik tidak dapat dilihat dari bentuk tampilan luarnya saja, akan tetapi yang paling
penting adalah kandungan gizi dalam makanan tersebut.
Saat ini telah banyak ditemukan makanan yang unggul karena telah melalui berbagai proses produksi sehingga
memiliki ketahanan yang lebih lama jika dibandingkan dengan kondisi normalnya. Misalnya, ikan sarden dalam kemasan kaleng
dapat bertahan berbulan-bulan, bahkan hingga satu tahun lamanya tanpa mengalami pembusukan. Ikan sarden tersebut dapat
bertahan lama setelah ditambahkan zat pengawet pada proses produksi makanan tersebut. Namun, bahan makanan yang
menggunakan zat pengawet tidak dapat dikonsumsi setelah melewati masa kadaluarsa.
Beberapa bahan makanan yang berdampak negatif terhadap orang yang mengkonsumsinya adalah sebagai berikut
 Penggunaan sakarin sebagai pemanis buatan secara berlebihan, dapat merangsang tumbuhnya sel-sel tumor kandung kemih.
 Penggunaan garam siklamat dapat membuat proses metabolisme tubuh menghasilkan senyawa sikloheksamina, dimana
senyawa ini dapat menjadi penyebab penyakit kanker, dan mengganggu sistem pencernaan.
 Formalin dan boraks yang sebenarnya merupakan bahan pengawet non-pangan namun masih sering dipakai untuk
mengawetkan makanan, menimbulkan dampak yang kompleks bagi kesehatan, diantaranya: gangguan sistem syaraf,
pendarahan di lambung, komplikasi pada otak, gagal ginjal, dan berbagai jenis penyakit lainnya yang menyerang organ
otak, hati, ginjal, serta kulit (Bahaya Formalin & Bahaya Boraks).
 Monosodium Glutamat (MSG) atau vetsin dapat menyebabkan “Chinese Restaurant Syndrome”, yaitu rasa sakit pada
bagian kepala, seperti kepala berdenyut serta pusing. Selain itu juga dapat merusak jaringan syaraf, trauma, stress,
hipertensi, depresi, alergi kulit dan mempercepat penuaan.
 Zat sulfit serta turunannya merupakan pemicu serangan asthma.
 Hampir semua jenis zat aditif pewarna dapat memicu terjadinya reaksi anapilaksis, yakni reaksi terhadap alergi yang akut
dengan disertai shock secara tiba-tiba.
 Zat nitrat dengan berbagai macam variasinya merupakan pemicu terjadinya reaksi gatal-gatal dan munculnya bilur-bilur
pada kulit.
 Natamysin untuk mengawetkan makanan dapat menyebabkan mual dan muntah, diare, dan menurunnya nafsu makan.
 Kalium Asetat pada zat pengawet dapat menjadi penyebab rusaknya fungsi ginjal.
 Kalsium Benzoat pada zat pengawet dapat memicu serangan asthma.
 Kalsium dan Natrium propionate yang digunakan secara berlebihan, dapat menjadi peyebab penyakit migren, sulit tidur dan
kelelahan.
 Rhodamin B pada zat pewarna dapat menyebabkan kanker, keracunan paru-paru, dan penyakit pada hidung, tenggorokan,
serta usus.
 Sunset Yellow pada zat pewarna dapat merusak kromosom.
 Quinoline Yellow pada pewarna makanan, mengakibatkan hyperplasian, hypertrophy, dan carcinomas kelenjar tiroid.
 Carmoisine pada zat pewarna, menjadi penyebab kanker hati serta menimbulkan alergi.
 Natrium metasulfat untuk pengawet makanan, dapat menyebabkan alergi kulit.
 Ponceau 4R untuk pewarna makanan bisa menimbulkan anemia serta kepekatan hemoglobin.
 Nitrit dan Nitrat pada pengawet makanan, dapat menimbulkan keracunan, sulit bernapas, mengurangi kemampuan sel darah
dalam membawa oksigen ke organ-organ tubuh, anemia, radang ginjal, sakit kepala, dan muntah-muntah.
 Siklamat pada zat pemanis, menjadi penyebab penyakit kanker (karsinogenik).
 Sakarin pada zat pemanis dapat menimbulkan infeksi serta kanker kandung kemih
 Aspartan sebagai pemanis buatan, adalah penyebab gangguan saraf dan tumor otak.
 Sulfur Dioksida pada zat pengawet, dapat mennyebabkan luka lambung, serangan asma, kanker, alergi, serta mutasi genetic.
 CFC dan Tetrazine pada zat pewarna bisa merusak organ ginjal, hati serta meningkatkan risiko hiperaktif pada anak-anak.

E. Metode Pembelajaran
1 Pendekatan : Scientific
2. Metode : Diskusi dan Eksperiment
3. Model : Problem Based Learning
F. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1

Tahapan Dan Kegiatan Siswa Sumber Kegiatan Fasilitas Keterangan


Langkah-Langkah Belajar
PBL
Pendahuluan 1. Siswa berdoa sebelum pembelajaran Video, 1. Melakukan pembukaan dengan salam
2. Siswa menyimak video pewarna makanan dan Produk pembuka dan berdoa untuk memulai (20 Menit)
produk makanan yang mengandung pewarna yang makanan, pembelajaran
Merumuskan Masalah ada di depan kelas(Mengamati) Guru 2. Mengecek absensis siswa, kerapihan
(No 3) 3. Siswa mengemukakan masalah yang timbul dari tempat duduk dan kondisi kebersihan
video dan pengamatan produk makanan. kelas, serta menyebutkan judul materi
Siswa 1, “ Di makanan itu ada bahan-bahan yang yang akan dibahas.
tidak dikenal bu.” “Anak-Anak, hari ini kita akan
Siswa 2, “Jadi makanan itu ada yang berbahaya mempelajari bab Zat Aditif dan Zat
bu.” Adiktif”
Menganalisis Masalah Siswa 3, “ Berarti kita tidak boleh makan makanan 3. Menyuruh siswa untuk memperhatikan
(No 4) itu bu, karena tidak baik bagi kesehatan.”(untuk video, setelah itu memperhatikan
jawaban no.4) berbagai produk makanan.
4. Siswa menjawab apersepsi berupa pertanyaan dari 4. Guru menanyakan siswa mengenai apa
guru. yang dapat ditangkap dari video yang
P1 : telah ditampilkan.
Siswa 1, “tidak tahu bu.” “ Nah, setelah kalian melihat video dan
Siswa 2, “Zat aditif itu tidak baik bagi kesehatan memperhatikan produk makanan ini,
bu” apa yang dapat kalian sampaikan?”
Siswa 3. “Zat Aditif itu tidak baik jika digunakan 5. Mengaitkan materi yang kita pelajari
pada makanan”(untuk jawaban no.6) dengan kebesaran Tuhan
P2 , P3, P4: tidak ditanyakan karena siswa belum “Nah anak-anak ternyata makanan yang
tahu kita makan mengandung bahan-bahan
5. Siswa Bertanya mengenai zat aditif dalam makanan. yang belum tentu baik bagi kesehatan,
Siswa 1, “Ibu, apakah zat aditif itu semuanya tidak ternyata tuhan itu menciptakan banyak
baik?” zat yang kita tidak kita kenal. Oleh
6. Siswa menyimak penjelasan mengenai tujuan karena itu kalian harus lebih hati-hati
pembelajaran dan agenda percobaan yang akan dalam mengkonsumsi makanan disekitar”
dilakukan. 6. Memberi apersepsi dengan
7. Siswa dibagi menjadi 7 kelompok yang terdiri dari 4 mengajukan pertanyaan yang relevan
siswa. dengan materi yang dibahas yaitu
“Apa itu zat aditif?”
“Apa saja macam zat aditif?”
“Apakah Ada zat aditif dalam
makanan?”
“Apakah pengaruh zat aditif dalam
makanan bagi kesehatan manusia?”
8. Menjawab pertanyaan siswa dengan
singkat (tidak berceramah). “Wah,
pertanyaan yang bagus dari siswa 1. Zat
aditif itu tidak semuanya tidak baik.oleh
karena itu tolong simak tujuan dan
percobaan yang akan kalian lakukan.
Nanti kalian akan mengetahui jawaban
dari siswa 1.”
9. Menjelaskan mengenai tujuan, dan
agenda pembelajaran.
“Nah,, karena kalian belum tahu tentang
zat aditif. Hari ini kita akan melakukan
pembelajaran mengenai zat aditif. Dan
juga nanti ada percobaan juga mengenai
zat aditif(pewarna) dalam makanan yang
sering kalian makan”
10. Membagi siswa menjadi 7 kelompok
yang terdiri dari 4 siswa.
Inti 1. Siswa mengamati berbagai produk makanan yang Produk 1. Mengatur siswa untuk duduk bersama (10 Menit)
telah disediakan (saus tomat, cincau cendol). Dan Makanan, kelompoknya dan menyiapkan alat dan
mengamati LKS yang diberi guru. LKS, bahan bagi setiap kelompok.
Merumuskan 2. Siswa diberi kesempatan untuk mengidentifikasi Buku 2. Menyuruh setiap kelompok mengamati 40 Menit
Hipotesis sebanyak mungkin masalah yang berkaitan dengan Teks, LKS dan kemudian berbagai produk (No 4-6)
(No 3) pengertian zat aditif, macam zat aditif dan contohnya Internet, makanan yang telah disediakan (saus
dalam makanan, dampak zat aditif dalam makanan Guru tomat, cincau, dan cendol).
Mengumpulkan Data bagi kesehatan manusia.(Mengamati) 3. Memberi kesempatan untuk
(No 4) 3. Berdasarkan tujuan Pembelajaran dan LKS yang mengidentifikasi zat aditif (pengertian, 30 Menit
telah diterima, siswa memberikan hipotesis dan macam, dan pengaruh zat aditif dalam (No 7)
menuliskannya pada lembar kerja siswa makanan bagi kesehatan manusia)
Pengujian Hipotesis 4. Siswa memulai percobaan. Dan mengumpulkan data 4. Mempersilahkan siswa untuk
(No 7) yang berdasarkan LKS yang telah diberikan. melakukan kegiatan berdasarkan LKS
(Mencoba/Mengumpulkan Data atau Informasi) yang ada
5. Siswa menuliskan data yang telah diambil pada 5. Mengamati aktivitas siswa (Afektif dan
lembar kerja siswa(Mencoba/Mengumpulkan Data Psikomotorik)
atau Informasi) 6. Setelah siswa melakukan percobaan dan
6. Siswa berdiskusi untuk mengisi pertanyaan yang ada mendapatkan data, guru menyuruh
di LKS. siswa untuk memverifikasi jawaban
7. Siswa mencari sumber rujukan untuk memverifikasi data yang mereka peroleh dengan
dan menguatkan hasil pengamatan (melalui internet sumber belajar yang ada (buku dan
dan buku text)(Mengasosiasi/menganalis data) internet)
Penutup 1. Siswa menyimpulkan hasil pengamatan yang telah LKS, 1. Mengamati kegiatan siswa saat 20 Menit
didiskusikan dan menuliskannya pada Buku menyimpulkan hasil percobaan.
Merumuskan LKS.(Mengkreasikan) Teks, 2. Menyuruh siswa untuk memberikan
Rekomendasi dan 2. Siswa memberikan saran menganai cara manusia Guru saran menganai cara manusia menjaga
Pemecahan Masalah menjaga tubuhnya dari zat aditif dalam makanan. tubuhnya dari bahan zat aditif dalam
(No 2) Siswa 1, “Manusia harus lebih teliti dalam memilih makanan.
makanan yang dikonsumsi” “ Setelah kalian percobaan, kalian
Siswa 2, “Manusia harus tau apa saja zat aditif yang sudah tahu makanan apa yang
tidak baik bagi kesehatan” (Mengkomunikasikan) mengandung zat aditif berbahaya,
3. Beberapa siswa mereview hasil kegiatan yang telah menurut kalian bagaimana cara
dilakukan di depan kelas. (Mengkomunikasikan) manusia menjaga tubuh kalian dari zat
3. Siswa bersama guru bersama-sama mereview dan aditif dalam makanan?”
menyimpulkan hasil pembelajaran. 3. Menyuruh beberapa siswa untuk
mereview hasil kegiatan yang telah
dilakukan di depan kelas.
4. Mereview dan menyimpulkan hasil
pembelajaran bersama siswa.
5. Memberikan penghargaan bagi siswa
yang aktif dan kelompok yang terbaik.
6. Memberikan tugas kepada siswa.
7. Menutup pembelajaran dengan
membaca dan doa.
G. Lembar Kerja Siswa
Menyelidiki Pewarna pada Makanan yang Aman bagi Tubuh
Pastikan pewarna pada makanan yang dikonsumsi adalah pewarna yang aman

Apa yang harus disiapkan?


1. Bahan makanan berpewarna yang akan diuji (saus tomat, cincau cendol dll) masing-masing 50 gram
2. Air 50 ml
3. Pistil dan mortal
4. Pipet
5. Benang wol
6. Kaki tiga
7. Kawat kasa
8. Pemanas bunsen/lampu spirtus
9. Gelas kimia
10. Deterjen

Apa yang harus dilakukan?


1. Campurkan 50 gram bahan makanan yang akan diuji dengan 50 ml air, kemudian dihaluskan
2. Masukkan masing-masing bahan makanan yang akan diuji ke dalam gelas kimia yang berbeda
3. Celupkan beberapa potongan benang ke dalam masing-masing gelas kimia
4. Panaskan masing-masing gelas kimia dengan pemanas bunsen/lampu spirtus. Pastikan kaki tiga, kawat kassa dan gelas kimia tersusun
dengan benar. Berhati-hatilah saat menyalakan bunsen. Gunakan sarung tangan tahan panas untuk mengangkat gelas kimia yang telah
dipanaskan.
5. Dinginkan sampai benar-benar dingin.
6. Ambil benang wol yang telah dicelupkan pada larutan bahan makanan. Cucilah benang wol tersebut dengan deterjen.
7. Bandingkan hasilnya dalam tabel dengan memberi tanda centang (V), sesuai dengan hasil pengamatan. Pewarna makanan yang aman
dikonsumsi akan hilang dari benang saat benang dicuci
Tabel hasil pengamatan
No Jenis Bahan Warna Hilang Warna tidak Hilang
1
2
3
4
5

Apa yang dapat kamu simpulkan?


Berdasarkan data pengamatan, buatlah kesimpulan yang menyatakan jenis-jenis bahan makanan yang menggunakan pewarna aman atau
tidak aman.
LEMBAR OBSERVASI AFEKTIF (MENGHARGAI)

KEGIATAN BELAJAR
Ʃ
NO. NAMA SISWA Menghargai Menghargai Menghargai Menghargai Menghargai Menghargai
skor
Mengamati Menanya Mencoba Mengasosiasi Mengkomunikasi Menulis Jurnal
- Siswa Aktif - Siswa menulis - Siswa - Siswa - Siswa - Siswa menulis
Mengamati pertanyaan melakukan mencari memperhatikan jurnal belajar
individu dan kegiatan literatur komukasi (kegiatan yan
kelompok mencoba yang informasi baru siswa lakukan
- Siswa bersama sesuai dari teman saat kegiatan
mengajukan kelompok - Siswa mencoba,
KRITERIA pertanyaan (bekerja memberikan mengasosiasi,
kelompok sama) tanggapan, dan
saran, pendapat mengkomunikasi
dan juga kan serta
sanggahan informasi dari
mengenai guru)
informasi baru
SKOR MAX 5 MAX 5 MAX 10 MAX 10 MAX 10 MAX 10
1 ALIFIA RAHAYU
2 ALVITA KARTIKA
ANINDYA
3 PRIMADAYUNING
4 ANTININGRUM P.
ARINI CATUR
5 LINA
AULIA YUNI
6 PRATIWI
AYU KAMALA
7 PRAKASIWI
DEBBY
8 PUSPITASARI
9 DEVI PURNITA
10 DIAN FEBRIYATI
11 DIANITA FITRI
12 DWI ROMADHONI
13 ELMI RAHMA
FINNY TESSA
14 AVIONITA
FITA NUR
15 CHASANAH
KHOLIDA
16 FARHANIAH
KHUSNUL
17 KHOTIMAH
18 LENA PUJI
LAILATUL FITRI
19 NUR J
MAHDA YULIA
20 ASTARI
21 MEGA SUSANTI
NUR ELIA
22 PUSPITA
OKTAVIANA
23 WAHYUNING
PUTERI
24 LAILATUL FITRI
RIDWAN
25 ANDRIYANTO
RISKA DWI
26 ANGGRAINI
27 SESANTI
SITI AISYAH
28 ROHMATIN
29 SUCI REKAMALA
TITO DWI
30 KURNIAWAN
UTARI
31 RAMADHANTI
VIRNA
32 ROMADHONA
33 ZAKIYAH FAYIZ
Ʃ skor kelas
LEMBAR OBSERVASI PSIKOMOTOR (MEMBUAT KARYA TULIS) HISTOLOGI

KEGIATAN BELAJAR
NO. NAMA SISWA KEGIATAN BELAJAR INTI
max. 15 max. 15 max. 20
Siswa Siswa menuliskan SIswa menyimpulkan
melakukan uji hasil percobaan yang hasil percobaan dan Ʃ skor
zat pewarna sesungguhnya menuliskan hasil
KRITERIA kunyit dan simpulan dalam kolom
tartrazin sesuai tabel
dengan prosedur
percobaan
1 ALIFIA RAHAYU
2 ALVITA KARTIKA
3 ANINDYA PRIMADAYUNING
4 ANTININGRUM P.
5 ARINI CATUR LINA
6 AULIA YUNI PRATIWI
7 AYU KAMALA PRAKASIWI
8 DEBBY PUSPITASARI
9 DEVI PURNITA
10 DIAN FEBRIYATI
11 DIANITA FITRI
12 DWI ROMADHONI
13 ELMI RAHMA
14 FINNY TESSA AVIONITA
15 FITA NUR CHASANAH
16 KHOLIDA FARHANIAH
17 KHUSNUL KHOTIMAH
18 LENA PUJI
19 LAILATUL FITRI NUR J
20 MAHDA YULIA ASTARI
21 MEGA SUSANTI
22 NUR ELIA PUSPITA
23 OKTAVIANA WAHYUNING
24 PUTERI LAILATUL FITRI
25 RIDWAN ANDRIYANTO
26 RISKA DWI ANGGRAINI
27 SESANTI
28 SITI AISYAH ROHMATIN
29 SUCI REKAMALA
30 TITO DWI KURNIAWAN
31 UTARI RAMADHANTI
32 VIRNA ROMADHONA
33 ZAKIYAH FAYIZ
Ʃ skor kelas
RUBIK PENILAIAN ANALITIK KOGNITIF

No. Aspek Penilaian Skor (1) jika Skor (0) Jika tidak
mengerjakan mengerjakan
1. Kegiatan Mengamati
1. Siswa melakukan pengamatan video tentang uji zat pewarna alami dan buatan
(kunyit dan tartrazin)
2. Siswa menulis hasil amatan dalam LK
2. Kegiatan menanya
1. Siswa membuat dan menulis pertanyaan individu dalam LK
2. Siswa mengajukan pertanyaan kelompok dalam kelas
3. Siswa menulis pertanyaan kelompok dalam LK
4. Siswa menulis pertanyaan sesuai tema dalam LK (hasil persetujuan guru)
3. Kegiatan Mencoba
1. Siswa membaca langkah percobaan uji zat pewarna pada kunyit dan tartrazin
2. Siswa melakukan uji zat pewarna pada kunyit dan tartrazin secara kerjasama
3. Siswa menulis hasil/data yang diperoleh dalam LK
4. Kegiatan Mengasosiasi
1. Siswa membaca hand out yang diberikan oleh guru
2. Siswa menggabungkan informasi hasil kegiatan mencoba dengan hand out, untuk
membuat informasi baru dalam LK
3. Siswa menyimpulkan hasil percobaan uji zat pewarna dan manfaatnya dalam bentuk
tabel sesuai LK
5 Kegiatan Mengkomunikasikan
1. Siswa menyampaikan informasi baru pada kelompok lain (kelompok ganjil
(identifikasi zat warna kunyit) dan kelompok genap (identifikasi zat warna
tartrazin))
Misal :
kelompok 1 dengan kelompok 2
kelompok 2 dengan kelompok 4
dst.
2. Siswa memberikan pertanyaan
3. Siswa memberikan argumentasi
4. Siswa memberikan jawaban
5. Siswa menuliskan hasil informasi baru dari hasil diskusi
6 Kegiatan Menulis Jurnal Berlajar
1. Siswa menulis rangkuman kegiatan belajar (individu)
2. Siswa menulis kesulitan yang dialami
3. Siswa menulis rencana tindak lanjut
4. Siswa menulis hasil capaiannya