Anda di halaman 1dari 17

OBESITAS

DISUSUN OLEH :

1. I Gusti Ngurah Lanang Alit Putra 15700002


2. Yogi Prayogo 15700004
3. Mega Febriana 15700006
4. Luh Tut Jayantini 15700008
5. Ni Made Kosiki 15700010
6. Muhammad Iqbal Cahyani 15700012
7. Ratih Kusuma Diarti 15700016
8. Nella Nabella Fardillah 15700018
9. Nanda Lilian Putri Dianti Hakim 15700020
10. Mohammad Bagas Rinaldi 15700022

KELAS : 2015 B

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA

2015-2016

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur Penulis panjatkan kepada kehadiran Tuhan Yang Maha Esa,
serta rasa syukur Kami atas terselesaikannya penulisan makalah FGD yang berjudul
Makalah OBESITAS.
Makalah ini disusun untuk memenuhi dan melengkapi tugas dan penilaian
pada FGD. Makalah ini membahas mengenai tentang kasus OBESITAS. Yang
mana dalam penulisan makalah ini penulis menyadari bahwa banyak kekurangan
dan hambatan yang penulis temukan dalam penulisan ini. Maka saran dan kritik
dari berbagai pihak, sangat Penulis harapkan untuk memperkaya penulisan makalah
ini.
Akhir kata Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari
sempurna. Maka dari itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan
dan semoga penulisan makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Surabaya, 7 Desember 2016

Penulis

2
DAFTAR ISI

Judul

Kata Pengantar ................................................................................ 2

Daftar Isi .......................................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang………………………………….……….….4


1.2 Rumusan masalah……………………………….………….5
1.3 Tujuan…………………………………………….………...5

BAB II ANALISIS DAN PEMBAHASAN

2.1 Skenario………………………………………..……….….6

2.2 Analisis……………………………………………..….…..8

2.3 Pembahasan……………………………………..….…..…10

BAB III RENCANA PROGRAM

3.1 Prioritas Penyelesaian Masalah ……………..…….…...….14

3.2 Pemecahan Masalah berdasarkan POA……….….……...….15

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN………..……….……......16

DAFTAR PUSTAKA………………………………….......……17

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seiring dengan berkembangnya zaman, urbanisasi dan modernisasi terus


terjadi.Urbanisasi dan modernisasi ini menyebabkan perubahan pola dan gaya
hidup masyarakat terutama di daerah perkotaan. Perubahan pola dan gaya hidup
yang dapat kita lihat salah satunya adalah banyak tempat-tempat makan cepat
saji yang menjual “Junk Food”. Junk food adalah makanan yang memiliki kadar
nutrisi yang sangat rendah. Jenis makanan ini mengandung lemak jenuh
(saturated fat), garam dan gula, serta bermacam - macam additive seperti
monosodium glutamate dan tartrazine dengan kadar yang tinggi. Junk food
hampir tidak mengandung protein, vitamin serta serat yang sangat dibutuhkan
tubuh. (Depkes, 2009)

Tanpa kita sadari, pengonsumsian makanan jenis ini dapat membawa kita
menuju penyakit degenerative. Penyakit degeneratif adalah sebuah penyakit
dimana fungsi atau struktur dari jaringan atau organ yang terpengaruh oleh
penyakit memburuk dari waktu ke waktu . (National Cancer Institute, USA)
Penyakit yang masuk dalam kelompok ini antara lain diabetes melitus, stroke,
jantung koroner, kardiovaskular, dislipidemia dan sebagainya. Penyakit
degeneratif yang tidak menular ini sejak beberapa dasawarsa silam telah
menjadi permasalahan yang cukup serius bagi banyak negara di seluruh dunia.
World Health Organization (2009) mengatakan bahwa penyakit degeneratif ini
telah menambah peliknya kondisi kesehatan sebagian negara di dunia, yang
selama ini telah dihimpit permasalahan banyaknya kasus penyakit menular dan
infeksi yang tergolong non degeneratif.

Obesitas adalah suatu keadaan dimana terjadi akumulasi lemak yang


berlebihan atau abnormal yang dapat mengganggu kesehatan (WHO, 2011).
Obesitas Merupakan suatu keadaan tubuh yang perlu ditakuti, karena obesitas
dapat membawa kita menuju penyakit lain yang lebih parah, yaitu penyakit

4
degeneratif. Ada banyak faktor – faktor risiko yang dapat menyebabkan
obesitas. Beberapa faktor - faktor tersebut adalah umur , jenis kelamin, kondisi
sosial ekonomi, asupan makanan dan status gizi. (Mayo Clinic, 2011)

1.2 Rumusan Masalah

1) Mengapa tn obeng menderita sejak kecil?


2) Mengapa dokter menganjurkan Tn.obeng untuk melakukan medical
check up?
3) Apa dasar dokter menyatakan bahwa Tn.Obeng dikatakan menderita
sindroma metabolic?
4) Mengapa Tn.obeng berisiko tinggi untuk menderita penyakit
jantung, stroke, dan penyakit ginjal?
5) Bagaimana penatalaksanaan yang dapat dilakukan terhadap masalah
yang sedang dialami oleh Tn.obeng?

1.3 Tujuan Umum

1) Untuk mengetahui penyebab terjadinya obesitas dan mengetahui


bagaimana cara penatalaksanaanya

1.4 Tujuan Khusus


1) Mengetahui definisi obesitas
2) Mengetahui apa yang menjadi faktor resiko obesitas
3) Mengetahui hubungan obesitas dengan sindroma metabolic
4) Mengetahui penyakit lain yang dapat menyertai obesitas
5) Mengetahui tindakan yang harus diambil karena obesitas

5
BAB II

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

2.1 SKENARIO

Tn. Obeng, 30 tahun, berkonsultasi pada dokter puskesmas tentang masalah


yang dihadapinya. Tn. Obeng sudah dari kecil menderita obesitas, dan segala usaha
menurunkan berat badan ini telah dilakukan termasuk diet dan olahraga. Dari
anamnesis dokter mengetahui bahwa ibu dan tante Tn. Obeng juga gemuk. Dokter
menganjurkan untuk dilaksanakan Medical Check Up. Hasilnya: lingkar perut 104
cm, tekanan darah 120/80 mmHg, gula darah puasa 120 mg/dl dan 2 jam post
prandial 180 mg/dl, dan trigliserida 200 mg/dl. Dokter menerangkan pada Tn.
Obeng tentang penyakitnya yang sudah dapat dikategorikan sebagai Sindroma
Metabolik. Keterangan dokter yang paling diperhatikan Tn. Obeng adalah bahwa
Tn. Obeng beresiko tinggi untuk terkena penyakit jantung, stroke, dan penyakit
ginjal. Terlintas dalam pikiran Tn. Obeng untuk dilakukan operasi saja agar berat
badannya bisa turun. Bagaimana Anda menjelaskan apa yang terjadi pada Tn.
Obeng?

Didapatkan prevalensi kejadian obesitas di wilayah kerja puskesmas bulan kemarin


sebesar 41% karakteristik di puskesmas dalam makanan sehari-hari dengan santan
serta makanan yang berlemak. Posyandu yang kurang berjalan dan senam lansia
programnya tidak pernah berjalan. Di wilayah puskesmas tersebut tergolong
masyarakat seni urbanisasi dengan banyaknya restoran yang menyediakan fast
food.

6
2.1.1 Learning Objective

1. Obesitas pada anak (epidemiologi, klasifikasi, etiologi, faktor risiko,


patofisiologi, pathogenesis, manifestasi klinis, diagnosis, pemeriksaan penunjang,
tatalaksana, follow up, prognosis dan komplikasi).
2. Obesitas pada dewasa.
3.Hubungan obesitas dengan sindroma metabolic

4.Farmakologi obat hipolipidemik

5.Melakukan identifikasi masalah obesitas sebagai masalah kesehatan masyarakat


di wilayah tersebut melalui teori fish bond

6.Menyusun rencana program yang terpilih melalui teori menentukan prioritas


solusi masalah

7
2.2 ANALISIS

Diagram Fishbone

Masukan:

1.Dana

2.Data

Penu
runan

Angka Obesitas

Proses : Lingkungan :

1. kurangnya 1. Menerapkan makan


penyuluhan tentang makanan yang banyak
penurunan BB serat dan tidak banyak
2. kurangnya senam lemak.
lansia yang rutin 2. Perbanyak olah raga dan
beraktivitas

8
Analisis Fishbone

1. Masukan
a. Dana
Dengan dana yang cukup kita dapat melakukan kegiatan yang dapat
berguna.
b. Data
Memerlukan data yang jelas tentang obesitas yang telah terjadi
sebanyak apa dan separah apa agar dapat diperbaiki dari mananya.

2. Proses
a. Kurangnya penyuluhan tentang penurunan berat badan

Masyarakat kurang memahami tentang penyakit-penyakit yang dapat


ditimbulkan jika tidak menjaga berat badannya dan juga
penatalaksanaannya. Jenis makanan yang dimakan merupakan salah
satu faktor yang mempengaruhi berat badan. Karena itu, makan
makanan yang sehat juga perlu dijelaskan agar masyarakat mengerti
dan tau apa kelebihan dari makan makanan yang sehat tersebut dan
tidak makan makanan yang sembarangan dan terutama makanan yang
mengandung banyak lemak.

b. Senam lansia
Untuk senam lansia ini juga sangat penting dan seharusnya dapat
dilakukan serutin mungkin karena pada orang yang sudah lanjut usia
agar tetap mendapatkan olahraga dan tidak hanya berdiam diri dan
tidak menyebabkannya terjadi obesitas.
3. Lingkungan
a. Menerapkan makan makanan yang sehat
Hal ini sangat penting karena jika dilingkungan atau di rumah tangga
sudah menerapkan makan makanan yang sehat akan meminimalisir
penyakit yang akan datang terutama obesitas, karena makanan yang
dimakan akan yang sehat-sehat saja bukan yang enak tetapi banyak
lemaknya.
b. Perbanyak olah raga dan beraktivitas

9
Program ini adalah hal yang dapat kita lakukan tanpa kita sadari seperti
bekerja dan lain-lainya, dan pastinya akan mengeluarkan keringan itu
lebih baik dari pada hanya berdiam saja.

2.3 PEMBAHASAN

1. Obesitas pada anak

 Epidemiologi

Salah satu kelompok umur yg beresiko terjadinya gizi lebih adalah


kelompok umur usia sekolah (anak). Hasil penelitian Husaini yang
dikutip oleh Hamam (2005), menemukan bahwa, dari 50 anak laki-laki
yang mengalami gizi lebih, 86% akan tetap obesitas hingga dewasa dan
dari 50 anak perempuan yang obesitas akan tetap obesitas sebanyak 80%
hingga dewasa. Obesitas perempaun cenderung akan terjadi bila
kemunculannya pada saat anak usia 5-7 tahun dana anak berusia 4-11
tahun, maka perlu upaya pencegahan terhadap gizi lebih obesitas sejak
dini (usia sekolah) Aritonang, 2003)

 Pemeriksaan klinis

Pengukuran berat badan (BB) yang dibandingkan dengan standard dan


disebut obesitas bila BB > 120% BB standar.

Pengukuran berat badan dibandingkan dengan tinggi badan (BB/TB).


Dikatakan obesitas bila BB/TB > persentile ke 95 atau 120% atau Z-
score = +2 SD.

Pengukuran lemak subkutan dengan pengukuran skinfold thickness (tebal


lipatan kulit/TLK). Sebagai indicator obesitas bila TLK triceps >
persentile ke-85.

10
Pengukuran lemak secara laboratotik, misalnya desintometri, hidrometri
dsb, yang tidak digunakan pada anak karena sulit dan tidak praktis. DXA
adalah metode yang paling akurat, tetapi tidak praktis untuk dilapangan.

Indeks massa tubuh (IMT), > persentile ke 95 sebagai indicator obesitas.

 Faktor resiko

Ada beberapa faktor yang diketahui dapat mempengaruhi terjadinya


kegemukan (obesitas) antara lain : jenis kelamin, tingkat sosial ekonomi,
factor lingkungan, aktivitas fisik, kebisaan makan, factor psikologis dan
factor genetic (Salam, 1989)

 Patofisiologi dan pathogenesis

Menuerut Dietz terdapat 3 periode kritis dalam masa tumbuh kembang


anah dalam kaitannya dengan terjadinya obesitas, yatu : periode prenatal,
terutama trisemester 3 kehamilan, periode adiposity rebound pada usia 6-
7 tahun dan periode adolescene.

Pada bayi dan anak yang obesitas, sekitar 26,5% akan tetap obesitas
untuk 2 dekade berikutnya dan 80% remaja yang obesits akan menjadi
dewasa yang obesitsas. Menurut Taitz, 50% remaja yang obesitas sudah
mengalami obesitas sejak bayi. Sedang penelitian di jepang menunjukan
1/3 dari anak obesitas tumbuh menjadi obesitsa dimasa dewasa dan
resiko obesitas ini deperkirakan sangat tinggi, dengan OR 2,0 – 6,7.
Penelitian di amerika menunjukan bahwa obesitas pada usia 1-2 tahun
dengan orang tua normal, sekitar 8% menjadi obesitas dewasa, sedang
resiko pada usia 10 – 14 tahun dengan orang tuanya obesitas, 79% akan
menjadi obesitas dewasa.

 Penatalaksanaan

Mengatur aktivitas fisik

Mengubah pola hidup/perilaku

11
Perlunya peran serta orang tua, anggota keluarga, teman dan guru

2. Obesitas pada dewasa

 Epidemiologi

Prevelansi obesitas makin meningkat hamper setengah milyar penduduk


dunia saat ini tergolong overweight atau obesitas(Rossner,2002).
Keadaan ini tidak hanya terjadi di Negara maju tapi sudah mulai
meningkat di Negara berkembang.

>30% populasi Eropa Timur obesitas (data statistic International Obesity


Task Force). Di Amerika, (1991) 19,7%(p) dan 24% (w) obesitas dan
diprediksikan 2031 seluruh AS obesitas. Waspaji dkk (1993) prevelansi
obes di Jakarta 17,8% , 7,7% menderita DM, 9,3% hiperkolesterolemia,
7,1% hipertrigliserida. Jawa tengah (2000) 10% obes, 32% di Jakarta
(2000) dan di Sumatra Barat 25% (2001), Riskesdas 2007 sumbar 16%.

 Etiologi

Obesitas primer, merupakan interaksi antara factor lingkungan dengan


factor genetic.

Obesitas sekunder, penyakit herediter familier, bagian dari suatu penyakit


sistemik tertentu dsb.

 Klasifikasi dan kriteria

Obesitas terbagi 2: obesitas sentral/abdominal dan obesitas perifer.

Kriteria obesitas antara lain : BMI > 25kg/m2, obesitas I, obesitas II dan
obesitas morbid.

 Patofisiologi dan pathogenesis

Energy yang masuk tidak sesuai denga energy yang keluar (depengaruhi
oleh secondary life, yaitu gaya hidup aktivitas fisik sedikit tetapi asupan

12
makanan cukup banyak) sehingga menyebabkan penumpukan lemak
dalam sel lemak. Baik ambilan energy berlebihan pengeluaran
pengurangan ataupunkeduanya, mencetuskan akumulasi lemak dalam sel
lemak sehingga terjadi hipertrofi sel lemak/adiposity, terjadi
perangsangan diferensiasi preadiposit menjadi adiposity dan terjadi
hyperplasia jaringan lemak, sehingga timbul obesitas.

 Diagnosis

Distribusi jaringan lemak : sentral / visceral / android (subkutan, intra


abdomen), perifer/ginekoid.

Ukur lingkaran pinggang ½ (sias+arcus costarum)

Ukur lingkar abdominal, nomal perempuan <80cm, pria<90cm..

 Farmakologi obat hipolipidemik.

 Klofibrat. Menurunkan kadar VLDL.

 Gemfibrozil. Efektif menurunkan trigliserida plasma.

 Kolestiramin dan Kolestipol. Menurunkan kadar kolesterol plasma


dengan cara menurunkan LDL.

13
BAB III

RENCANA PROGRAM

A. Prioritas Penyelesaian Masalah

Efektivitas Efisiensi Hasil


No Alternatif Jalan Keluar
𝑀𝑥𝐼𝑥𝑉
M I V C P=
𝐶
1 Penyuluhan cara menurunkan berat badan 3 4 3 2 18

2 Senam lansia rutin 4 3 4 4 12

P : Prioritas jalan keluar

M :Maknitude, besarnya masalah yang bias diatasi apabila solusi ini


dilaksanakan (turunnya prevalensi dan besarnya masalah ini)

I : Implementasi, kelanggengan selesainya masalah.

V : Valiability, sensitifnya dalam mengatasi masalah

C : Cost, biaya yang diperlukan

14
B. Pemecahan Masalah berdasarkan Rencana Kegiatan Plan Of Activity ( POA )

Volume Rincian Lokasi Tenaga Kebutuhan


No Kegiatan Sasaran Target Jadwal
kegiatan pelaksanaan pelaksanaan pelaksanaan pelaksanaan

1 Penyuluhan seluruh warga 100 % Seluruh Menjelaskan puskesmas Team hari a. Data
cara warga warga dan mendata kesehatan minggu seluruh
menurunkan anak balita dan tenaga pagi warga
berat badan yang sudah di b. Alat dan
atau gejala puskesmas bahan/
obesitas, dan materi
orang tua penyuluhan
yang sudah
obesitas dan
yang belum

15
BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Obesitas adalah keadaan terjadinya akumulasi lemak berlebihan yang dapat


mengganggu kesehatan dan faktor – faktor risiko penyebab obesitas antara lain
umur , jenis kelamin, kondisi sosial ekonomi, asupan makanan dan status gizi.

B. Saran

Obesitas merupakan suatu keadaan tubuh yang perlu ditakuti, karena


obesitas dapat membawa kita menuju penyakit lain yang lebih parah, yaitu penyakit
degeneratif. Sehingga, obesitas harus diatasi sejak dini.

Obesitas dapat dicegah dengan:

1.Mengatur aktivitas fisik

2.Mengubah pola hidup/perilaku

3.Perlunya peran serta orang tua, anggota keluarga, teman dan guru.

16
DAFTAR PUSTAKA

Hidayatulloh, Agus., dkk. 2011. Hubungan Faktor Resiko Obesitas dengan Rasio
Lingkar Pinggang Pinggul Mahasiswa FKM UI. Jawa Barat.

Sihombing, Marice dan Sulistyowati Tuminah. 2015. Hubungan Komponen


Sindrom Metabolik Dengan Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 Di Lima
Kelurahan Kecamatan Bogor Tengah. Bogor.

17