Anda di halaman 1dari 2

A.

PRINSIP STERILISASI DAN DISINFEKSI

Sebelum diadakan penelitian yang terorganisir dan sistematik tentang cara


menghindarkan pencemaran mikroorganisme, telah disadari misalnya memasak air sebelum
diminum, dan mengubur kotoran manusia. Masyarakat sejak dulu mengawetkan makanan
dengan cara penggaraman, pemanasan dan pengeringan.

Pada saat ini penelitian mikrobiologis umumnya ditujukan untuk mendapat kan
tambahan metode untuk pengawetan makanan dan pencegahan infeksi oleh mikroba yang
merugikan.

Problema utama yang dihadapi semua tenaga kesehatan yaitu terjadinya infeksi
silang. Selama melakukan perawatan gigi dan mulut, sering timbul percikan mikroflora
rongga mulut terutama bila bekerja dengan alat yang berkecepatan tinggi. Tangan operator
dan alat yang digunakan selama perawatan akan berkontak dengan mikroba patogen yang
potensial, bahkan daerah permukaan operasi dapat mengandung bakteri yang membahayakan
baik untuk pasien maupun operatornya.

Pada dasarnya penyakit infeksi dapat ditularkan melalui saluran pernafasan, saluran
pencernaan dan juga melalui kulit yang terluka. Penggunaan jarum suntik atau alat yang
menembus mukosa mulut dapat memindahkan mikroorganisme secara hematogen dari
seorang pasien ke pasien lainnya.

Survey yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 45% dokter gigi
ketularan penyakit dari prakteknya. Yang terbanyak adalah infeksi saluran pernafasan, 14%
menderita infeksi di tangan dan jari, dan 9% mendapat infeksi mata.

Penyakit oleh bakteri seperti tuberkulosa dan sifilis merupakan penderita yang dapat
ditemukan dalam praktek kedokteran gigi. Sputum penderita tuberkulosa mengandung bakteri
yang hidup dengan gejala batuk kronis. Sebaliknya Treponema pallidum yang masih hidup
dapat ditemukan pada luka atau mukosa dalam mulut pasien dengan sifilis primer maupun
sekunder. Bahaya penularan sifilis di antara dokter gigi lebih besar dibandingkan dengan
profesi lainnya.

Bahaya lain yang dihadapi dokter gigi dan pasiennya adalah infeksi terhadap virus
hepatitis B. Dalam penelitian yang dilakukan selama 2 kali epidemi dengan lebih dari 60
penderita hepatitis ditemukan 2 dokter gigi yang terserang penyakit ini : yang seorang tidak
memperlihatkan gejala, sedangkan yang lainnya memperlihatkan gejala penyembuhan dari
serangan virus tersebut.

Berdasarkan hal ini, mutlak diperlukan prosedur sterilisasi dan disinfeksi untuk
perawatan gigi dan mulut yang baik. Walaupun sterilisasi yang lengkap sulit dilaksanakan,
namun harus dipertimbangkan hadirnya sejumlah mikroorganisme patogen pada alat tersebut
setelah perawatan. Dengan demikian untuk mengurangi terjadinya infeksi silang, dilakukan
disinfeksi permukaan, sedangkan untuk alat yang dapat melukai kulit atau mukosa diperlukan
sterilisasi.