Anda di halaman 1dari 47

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Proses menua ( aging) merupakan suatu perubahan progresif pada organisme yang telah

mencapai kematangan instrintik dan bersif irrevelsibel serta menunjukan adanya

kemunduran sejalan dengan waktu proses aalami yang di sertai dengan adanya penurunan

kandisi fisik, psikologis maupun sosial akan saling berinteraksi satu sama lain . Proses

menua yang terjadi pada lansia secara linier dapat di gambarkan melalui tiga tahap yaitu ,

kelemahan (imfairmen) keter batasan fungsional (functional limitations) ketidak mampuan

(disability),dan keter hambatan (handicap) yang akan di alami bersama dengan proses

kemunduran (Bondan,2009 di kutip dari http//inna –ppni.or.id/index.php

1. Keperawatan gerontik, berkisar pada pengkajian kesehatan dan status fungsional lansia

diagnosa perencanaan dan imflementasi perawatan dan pelayanan kesehatan untuk

memenuhi kebutuhan yang teridentifikasi, dan mengevaluasi keefektivan perawatan

tersebut (Potter & Perry,2005).

2. Keperawatan gerontik secara holistik menggabungkan aspek pengetahuan dan

keterampilan dari berbagai macam di siplin ilmu dalam mempertahankan kondisi

kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual lansia . Hal ini di upayakan untuk

memfasilitasilansia ke arah perkembangan kesehatan yang lebih optimum, dengan

pendekatan pada pemulihanA kesehatan, memaksimalkan kualitas hidup lansia baik

dalam kondisi sehat, sakit maupun kelemahan serta memberikan rasa aman, nyaman,

terutama dalam menghadapi kematian (Bondan, 2009 dikutip dari http//inna-

ppni.or.id/index.php).

1
3. Hal yang pertama perwat lakukan dalam memberikan asuhan keperawatan pada lansia

adalah pengkajian . Menurut Potter & perry,(2005), pengkajian keperawatan adalah

proses sistemis dari pengumpulan, verifikasi dan komunikasi data tentang klien proses

keperawatan ini mencakup data dua langkah yaitu pengumpulan data dari sumber primer

(klien) daan sumber sekunder ( keluarga tenaga kesehatan) dan analisis data sebagai dasar

untuk diadnosa keperawatan.

4. Tujuan pengkajian adalah menetapkan dasar data tentang kebutuhan masalah kesehatan,

pengalaman yang berkaitan, praktik kesehatan, tujuan nilai dan gaya hidupyang

dilakukan klien pengumpulan data harus berhubungan dengan masaaalah kesehatan

terutama dengan masalah kesehatan utama yang dimiliki pasien,sehingga data yang

didapatkan relevan dengan asuhan keperawatan yang akan dilakukan pada pasien

tersebut.penggunaan format pengkajian standarisasi dianjurkan,karena dapat memberikan

tanggung jawab minimal dari profesi keperawatan .penggunaan format memberikan

pengkajian pada tingkat yang komprehensif(potter dan perry 2005)

5. Pengkajian yang akan dilakukan oleh mahasiswa K3S bidang keperawatan gerontik b

erpedoman kepada format yang telah diberikan.susunan format pengkajian adalah sebagai

berikut:riwayat klien/data biologis,riwayat keluarga,riwayat pekerjaan,riwayat

lingkungan hidup,riwayat rekreasi,sumber/sistem pendukung yang digunakan status

kesehatan saat ini,status kesehatan masalalu,riwayat penggunaan obat-obatan,riwayat

kesehatan keluarga & penyakit keluarga,pola kebiasaan sehari-hari,pengkajian

fisik,pengkajian keseimbangan,pengkajian fungsional & pengkajian status mental.

6. Oleh karena itu lansia telah mengalami penurunan pada berbagai sistem tubuh yang

bersifat fisiologis,termasuk fungsi kognitis,dan juga mungkin interaksi sosial,pengkajian

2
yang kompleks ini direncanaankan akan diselesaikan dalam waktu dua hari (lebih dari

dua kali pertemuan).hal ini juga dimaksudkan untuk menghindari kebosanan dan kesalah

pahaman lansia jika lansia berpikir dijadikan objek pembelajaran oleh maha siswa.

1.2 Tujuan

- Untuk memperluas pengetahuan peserta didik tentang prakerin .

- Untuk mengaplikasikan ilmu yang di dapat selama prakerin .

- Melatih peserta didik agar terampil dalam menyusun , menyimpulkan pengalaman

prakerin yang di dapat dari tempat praskerin ke dalam bentuk laporan .

- Agar peserta didik dapat mengenal dan mengetahui keadaan dunia kerja yang

sesungguhnya .

1.3 Manfaat laporan

1. Bagi penulis

Laporan ini di harap kan dapat menambah dan memperluas pengetahuan serta wawasan

pada dirimya sendiri.

2. Hasil laporan ini dapat di gunakan sebagai informasi yang berguna bagi para pembaca

untuk menambah wawasan, pengetahuan dan juga sebagai acuan pembelajaran tentang

konseling petugas kesehatan dan family life support.

3
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Teori Gerontik

Teori Lansiaa. Definisi dan Batasan Lansia

1) Definisi

Usia lanjut dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia.

Sedangkan menurut Pasal 1 ayat (2), (3), (4) UU No. 13 Tahun 1998 tentang kesehatan dikatakan

bahwa usia lanjut adalah seseorang yang telah mencapai usia lebih dari 60 tahun (Maryam dkk,

2008). Berdasarkan defenisi secara umum, seseorang dikatakan lanjut usia (lansia) apabila

usianya 65 tahun ke atas. Lansia bukan suatu penyakit, namun merupakan tahap lanjut dari suatu

proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan

stres lingkungan. Lansia adalah keadaan yang ditandai oleh kegagalan seseorang untuk

mempertahankan keseimbangan terhadap kondisi stres fisiologis. Kegagalan ini berkaitan dengan

penurunan daya kemampuan untuk hidup serta peningkatan kepekaan secara individual (Efendi,

2009).

Batasan Lansia

Klasifikasi Lanjut Usia (Maryam dkk, 2008).a. Pralansia (prasenilis) : Seseorang yang

berusia 45 – 59 tahun

b. Lanjut usia : Seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih

c. Lanjut usia risiko tinggi : Seseorang yang berusia 70 tahun atau lebih/ seseorang yang berusia

60 tahun atau lebih dengan masalah kesehatan

d. Lanjut usia potensial : Lanjut usia yang masih mampu melakukan pekerjaan dan atau kegiatan

4
yang dapat menghasilkan barang atau jasa

e. Lanjut usia tidak potensial : Lanjut usia yang tidak berdaya mencari nafkah, sehingga

hidupnya bergantung pada bantuan orang lain.

Karakteristik Lanjut Usia. Menurut Budi Anna Keliat (1999 );

a. Berusia lebih dari 60 tahun (sesuai Pasal 1 ayat (2) UU No. 13 tentang Kesehatan ).

b. Kebutuhan dan masalah yang bervariasi dari rentang sehat sampai sakit, dari kebutuhan

biopsikososial sampai spiritual, serta dari kondisi adaptif hingga kondisi maladptif

c. Lingkungan tempat tinggal yang bervariasi

b. Perubahan – Perubahan yang terjadi pada lansia

1) Perubahan Fisik :a) Sel : Jumlahnya lebih sedikit, ukurannya lebih besar , TBW (jumlah

cairan tubuh berkurang) dan cairan intra seluler menurun, menurunnya proporsi protein di otak,

ginjal, otot darah dan hati, jumlah sel otak menurun, terganggunya mekanisme perbaikan sel.

b) Sistem Persarafan : Berat otak menurun 10-20% (sel saraf otak tiap individu berkurang setiap

hari), respon dan waktu untuk bereaksi lambat, atropi saraf panca indra (berkurangnya

penglihatan, pendengaran, pencium & perasa, lebih sensitif terhadap perubahan suhu dengan

rendahnya ketahanan terhadap dingin), kurang sensitif terhadap sentuhan.

c) Sistem Pendengaran : Prebiakusis (hilangnya kemampuan untuk daya pendengaran pada

telinga dalam, terutama terhadap suara nada tinggi, suara yg tidak jelas, sulit mengerti kata-kata)

50% terjadi pada usia >65th, atropi membran tympani, menyebabkan otosklerosis (kekakuan pada

tulang bagian dalam), terjadinya pengumpulan cerumen dapat mengeras karena peningkatan

keratin, pendengaran bertambah menurun pada lansia yang mengalami ketegangan jiwa/stress.d)

Sistem Penglihatan : Lensa lebih suram (kekeruhan lensa) menjadi katarak, kornea lebih

berbentuk sferis (bola kecil), respon terhadap sinar menurun, daya adaptasi terhadap gelap lebih

5
lambat, hilangnya daya akomodasi mata, lapang pandang menurun, sulit membedakan warna

biru dan hijau pada skala.

e) Sistem Kardiovaskuler : Elastisitas dinding aorta menurun, katup jantung menebal dan

menjadi kaku, kemampuan jantung memompa darah menurun 1% setiap tahun sesudah berumur

20 tahun sehingga menurunnya kontraksi dan volume jantung, kehilangan elastisitas pembuluh

darah, oksigenisasi tidak adekuat, mengakibatkan pusing mendadak, tekanan darah cenderung

tinggi karena meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer.

f) Sistem Respirasi : Otot - otot pernafasan kehilangan kekuatan (lemah) dan menjadi kaku,

menurunnya aktivitas silia, elastisitas paru berkurang, kapasitas residu meningkat, menarik nafas

berat, dan kedalaman bernafas menurun O2 arteri menurun menjadi 75 mmHg; CO2 arteri tidak

berganti kemampuan untuk batuk berkurang, kemampuan dinding, dada & kekuatan otot

pernafasan menurun sejalan dengan tambah usia.

g) Sistem Genitourinari : Ginjal mengecil dan nefron atropi, aliran darah ke ginjal menurun

sampai 50%, fungsi tubulus berkurang; kurangnya kemampuan mengkonsentrasi urin; berat jenis

urin menurun, proteinuria (+1), otot-otot vesika urinaria melemah, kapasitasnya menurun 200ml

sedangkan frekuensi buang air kecil meningkat. Pada pria lansia, vesika urinari sulit dikosongkan

akibatnya meningkatkan retensi urin. Prostat membesar (dialami 75% pria usia 65 tahun keatas),

atropi vulva, selaput lendir kering, elastisitas menurun, permukaan lebih licin, perubahan warna.

Seksual intercourse masih.h) Sistem Reproduksi : Menciutnya ovari dan uterus, atropi

payudara, pada laki-laki, testis masih dapat memproduksi spermatozoa, meski ada penurunan

secara berangsur-angsur, selaput lendir vagina menurun, permukaan lebih halus, sekresi

berkurang, reaksi sifatnya alkali, perubahan- perubahan warna, dorongan Seksual masih.

i) Sistem Gastrointestinal : Kehilangan gigi, karena kesehatn gigi buruk atau gizi buruk, indra

6
pengecap menurun, iritasi kronis selaput lendir, atropi indra pengecap, hilangnya sensisitifitas

saraf pengecap di lidah tentang rasa manis, asin, dan pahit, dilambung, sensisitifitas rasa lapar

menurun, asam lambung menurun, waktu pengosongan juga menurun, peristaltik lemah sehingga

biasa timbul konstipasi, daya absorbsi terganggu.

j) Sistem Endokrin : Produksi hormon menurun, termasuk hormon tiroid, aldosteron, kelamin

(progesteron, estrogen, testosteron), menurunnya aktivitas tiroid, menurunnya BMR= basal

metabolic rate, fungsi paratiroid & sekresinya tidak berubah.

k) Sistem Integumen : Kulit keriput, akibat kehilangan jaringan lemak, permukaan kulit kasar

dan bersisik, (kaku, rapuh dan keras), karena kehilangan proses keratinisasi, perubahan ukuran

dan bentuk - bentuk sel epidermis, menurunnya respon terhadap trauma, mekanisme proteksi

kulit menurun : Produksi serum menurun, gangguan pigmentasi kulit. Kulit kepala dan rambut

menipis berwarna kelabu, rambut dalam hidung dan telinga menebal, berkurangnya elastisitas,

akibat menurunnya cairan & vaskularisasi, pertumbuhan kuku lebih lambat, kuku pudar dan

kurang bercahaya, kuku jari menjadi keras dan rapuh, kuku kaki tumbuh secara berlebihan dan

seperti tanduk, kelenjar keringat berkurang jumlah dan fungsi.

l) Sistem Muskuloskeletal : Tulang kehilangan density (cairan), makin rapuh, kifosis, pinggang,

lutut dan jari pergelangan, pergerakannya terbatas, Discus intervertebralis menipis, menjadi

pendek (tingginya berkurang), persendian membesar dan kaku, tendon mengerut dan mengalami

sklerosis, atropi serabut otot bergerak menjadi lambat, otot- otot kram dan tremor, otot polos

tidak begitu terpengaruh.

2) Perubahan Psikososiala) Pensiun : Produkdivitas dan identitas – peranan (kehilangan

financial, kehilangan status, kehilangan relasi),b) Sadar akan kematian,

c) Perubahan dalam cara hidup,

7
d) Penyakit kronis dan ketidakmampuan,

e) Hilanganya kekuatan dan ketegapan fisik, perubahan terhadap body image, perubahan konsep

diri.

3) Perubahan Mentala) Faktor-faktor yang pengaruhi perubahan mental :Perubahan fisik,

organ perasa, kesehatan umum, tingkat pendidikan, herediter, lingkungan,

b) Perubahan kepribadian yang drastic,

c) Ungkapan tulus perasaan individu,

d) Tidak senang pada perubahan,

e) Berkurangnya ambisi dan kegiatan,

f) Kecenderungan egosentris, perhatian menurun,

g) Berkurangnya adaptasi untuk kebiasaan baru,h) Berkurangnya kemampuan nyatakan sopan

santun,

i) Merasa kadang tidak diperhatikan atau dilupakan,

j) Cenderung menyendiri, bermusuhan,

k) Mudah tersinggung akibat egoisme atau reaksi kemunduran ingatan,

l) Tidak memperhatikan kebersihan, penampilan,

m)Kegiatan seksual berlebihan atau perilaku tidak senonoh,

n) Orientasi terganggu, bingung, sering lupa, hilang dan tersesat,

o) Lupa meletakan barang, menuduh orang mencuri,

p) Gelisah, delirium pada malam hari,

q) Disorientasi waktu,

r) Pola tidur berubah (tidur seharian atau sulit tidur di malam hari),

s) Mengumpulkan barang yang tidak berharga

8
4) Perubahan Memoria) Kenangan jangka panjang : berjam-jam sampai berhari,

b) Kenangan jangka pendek atau seketika : 0-10 menit, kenangan buruk.

5) IQ (Intellgentia Quotion)a) Tidak berubah degan informasi matematika dan perkataan

verbal,

b) Berkurangnya penampilan, persepsi dan ketrampilan psikomotor, terjadi perubahan pada daya

membayangkan karena tekanan - tekanan dari faktor waktu.6) Perkembangan Spirituala)

Maslow, 1970: Agama atau kepercayaan makin terintegrasi dalam kehidupannya.b) Murray &

Zenner, 1970: Lansia makin matur dalam kehidupan keagamaannya, hal ini terlihat dalam

berfikir dan bertindak di kehidupan sehari-hari.

c) Folwer,1970: lansia 70 tahun Universalizing, pada tingkat ini adalah berfikir dan bertindak

dengan cara memberikan contoh cara mencintai dan keadilan

9
2.2 Sejarah panti secara umun

Pengertian panti jompo menurut kampus besar bahasa indonesia , kata panti

jompo di artikan sebagai tempat merawat dan menampung jompo , dan perda No , 15

Tahun 2002 mengenai perubahan atas perda No . 15 tahun 2000 tentang dinas daerah

, panti sosial tresna wreda berganti nama menjadi balai perlindungan sosial tresna

wredha tetapi dalam skripsi ini tetap menggunakan panti jompo sebagai objek

penelitian .

Pasilitas di panti jompo di atur dalam peraturan perundang – undangan dan

penyelenggaraan penyandang cacat pasal 12 , pasal 13 , pasal 14 dan pasal 15 yang

mencakup akses ke dan dari dalam bangunan , pintu , tangga , lip , tempat parki ,

toilet, dan beberapa lainnya dalam aksebilitas pada bangunan umum . dalam

departemen sosial manula di masukkan ke dalam kategori penyandang cacat , mental

maupun fisik .

Meningkatnya usia harapan hidup manusia di ikuti dengan bertambahnya

jumlah lanjut usia . hal ini dapat di lihat data pada tahun 2006 dari dinas sosial

profinsi jawa barat bahwa jumlah lansia terlantar di jawa barat seluruhnya 2.880.548

jiwa , da pada tahun 2020 jumlah populasi lansia di perkirakan mencaoai 28 juta

jiwa mencapai usia 71 tahun , sehingga perlu di bimbing dengan penyedian salah

satunya adalah balai perlindungan sosial tresna wredha ( BPSTW) yang merupakan

pelaksana teknik dinas , di lingkungan dinas sosial prov.jawa barat yang memberikan

perlindungan bagi lanjut usia . selain itu penyelenggaraan balai perlindungan sosial

tresna wredha ( BPSTW ) Merupakan salah satu respon terhadap berkembangannya

jumlah dan masalah pada lansia , dan di pastikan makin di perlukan seiring dengan

meningkatnya jumlah lansia bersama masalahnya . Oleh karena itu keberadaan

10
BPSTW tidak semata-mata sebagai sebuah unit yang memberikan pelayanan bagi

lansia juga sebagai lembaga perlindungan perawatan setra pengembangan dan

pemberdayaan lansia, hal ini sesuai dengan undang-undang nomor 13 tahun 1998

tentang kesejahteraan lanjut usia. Selain itu balai ini juga merupakan sasaran

penelitian dan pendidikan bagi perguruan tinngi dan masyarakat luas yang ingin

mengetahui lebih jauh tentang lansia.

Sesuatu pasti memiliki sisi positif dan negatif, begitu pula dengan panti

jompo. Sampai saat ini panti sosial tresna werdha (PSTW) masih bercerita agak

negatif. Selain karena tempatnya yang di kotasikan dengan kekumahan, panti juga

disebut-sebut sebagai tempat pembuangan lansia. Dan salah satu sisi positif panti

jompo adalah sebagai tempat bersosialisasi manula sehingga dapat membuat manula

tidak merasa kesepian atau merasa di buang. Selain itu juga di tempat ini manula

banyak memiliki atau di libatkan dalam sebuah aktifitas yang melibatkan fisik dan

mentalnya agar selalu terjaga juga sarana penghibur, contohnya senam sehat,

melakukan hobi seperti kerajinan tangan atau sekedar membaca.

11
BAB III

GAMBARAN OBJEK PRAKERIN

3.1 Sejarah Panti Werda Siti Khadijah

Panti werda siti khadijah kota cirebon didirikan pada tanggal 1 juni-1 Oktober 1979 di

bawah naungan Yayasan Aisiyah Cirebon yang di bantu penuh oleh STICHTING RC

MAAGDENHUIS De klencke 11 Amsterdam Buitenveldert tepatnya di JI Karang Jalak RT.

02 RW. 09 Sunyaragi Kesambi Cirebon 45123. Panti ini di bangun oleh arsitek dari Belanda

dengan tanah yang diberikan oleh PEMDA, Awal berdiri panti ini menggunakan dana pribadi

dari ketua Yayasan Aisiyah dan di bantu oleh masyarakat sekitar, panti ini merupakan panti

yang mandiri secara material karena tidak semuanya mengandalkan bantuan dari pemerintah.

Panti ini juga tidak hanya menampung lansia yang di titipkan oleh keluarganya yang

menggunakan dana tetapi dana tetapi panti ini menerima lansia yang tidak mempunyai

keluarga, lansia yang memiliki status ekonomi rendah, dan lansia yang benar-benar

membutuhkan perawata, kasih sayang, perhatian, dan lain-lain. Pada awal panti ini di bangun

panti ini hanya memiliki 8 kamar, setelah beberapa tahun kemudian panti ini membeli tanah

dan di bangun kamar panti dan halaman panti sengga sampai sekarang ada sekitar 17 kamar,

8 kamar untuk orang yang memang sehat 1 kamar terisi untuk orang, 3 kamar untuk para

lansia yang sosial dan setiap 1 kamar di isi oleh 2 orang, dan 6 kamar sebai panti baru atau

panti titipan dari keluarga yang setiap kmar diisi oleh 1 orang.

Panti ini juga bekerja sama dengan Tim Medis yang berada di Puskesmas maupun di Rumah

Sakit, untuk melakukan pemeriksaaan pada lansia setiap satu minggu atau bulan sekali.

12
3.2 Struktur dan Jobdes Organisasi Panti Wreda Siti Khadijah

Penasihat : PDA Kota Cirebon

Penanggung jawab : Majelis PKS PDA Kota Cirebon

Kepala : Maliyah

Sekertaris : Endang Lusianti

Bendahara : Hj Hasanah Gojan

Seksi-seksi

1. Humas /infentaris : Hj Chfsah

2. Logistik : Hj Delphia

3. Medis : Elin

4. Kerohanian : Hj Hamid

Ibu panti : Suketi

Keamanan/kebersihan : Maman

Juru masak : Isah

Juru cuci : Hamidah

13
3.3 Tata Tertib Penghuni Panti Wreda Siti Khadijah Cirebon

1. Melaksanakan ibadah sesuai dengan ketentuan ajaran agama islam

2. Menjaga kebersihan diri dari kamar masing-masing

3. Menjalani pemeriksaan kesehatan pada jadwal yang telah di tentukan

4. Mengikuti kegiatan keagamaan atau pengajian pada jadwal yang telah di tentukan

5. Mengikuti acara yang di jadwalkan untuk kegiatan kunjugan atau observasi

6. Meminta ijin kepada petugas jika akan berpergian keluar panti

7. Keluarga yang berkunjung tidak menginap di panti

8. Tidak merokok

9. Menjaga ketertiban, menunjukan rasa kebersamaan dan belaku sopan

14
3.4 Data Lansia di panti wreda siti khadijah

No Nama Tanggal masuk Asal Umur Kondisi

1. Suhaemi 20 Oktober 2008 Bandung 80 Kemunduran

2. Iti Rudiati 9 Agustus 2009 Ciamis 83 Sehat

3. Kapsah 16 September 2010 Cirebon 65 Sehat

4. Sugiarti 29 Oktober 2010 Cirebon 81 Kemunduran

5. Sinih 2 Februari 2012 Cirebon 76 Lemah

6. Hj Arofah 10 September 2014 Brebes 94 Sehat

7. Amanah 7 Januari 2015 Cirebon 60 Sehat

8. Holilah 21 Februari 2015 Tanggerang 65 Sehat

9. Garnesih 28 September 2015 Cirebon 73 Sehat

10. Siti Aisyah 13 Oktober 2015 Garut 70 Sehat

11. Emi 12 April 2016 Indramayu 77 Sehat

12. Wayi 22 April 2016 Cirebon 66 Sehat

13. Aminah Mei 2016 Bogor 76 Sehat

15
BAB IV

AKTIVITAS PRAKERIN

4.1 Kegiatan PRAKERIN (hari pertama-terakhir)

LAPORAN KEGIATAN HARIAN SISWA PRAKERIN

DI PANTI WREDA SITI KHADIJAH

Tanggal praktek: 01 September 2016

Pembimbing DU / DI : Maman suparman

Hal yang dilakukan pada hari ke 1

- Memberikan makan pada klien


- Berinteraksi dengan klien
- Mengantar ketempat tidur

Tanggal praktek : 02 September 2016


tt
Pembimbing DU / DI : Maman suparman

ttaTttanggal ttt
Hal yang dilakukan pada hari ke 2

- Berinteraksi dengan klien


- Membersihkan tempat tidur
- Memberi makan

Tanggal praktek : 03 September 2016

Pembimbing DU / DI : Maman suparman 16

Hal yang dilakukan pada hari ke 3


Tanggal praktek : 04 September 2016

Pembimbing DU / DI : Maman suparman

Hal yang dilakukan pada hari ke 5

- Memberikan makan dan minum


- Membantu klien keluar dari kamar
- Mengantar klien ke kamar mandi

Tanggal praktek : 06 September 2016

Pembimbing DU / DI : Maman suparman 17

Hal yang dilakukan pada hari ke 6


Tanggal praktek : 07 September 2016

Pembimbing DU / DI : Maman suparman

Hal yang dilakukan pada hari ke 7

- Memberikan makan
kkk
- Mengisi format pengkajian
- Menjaga kebersihan di tempat tidur klien

Tanggal praktek : 08 September 2016

Pembimbing DU / DI : Maman suparman 18

Hal yang dilakukan pada hari ke 8


Tanggal praktek : 09 September 2016

Pembimbing DU / DI : Mman suparman

Hal yang dilakukan pada hari ke 9

- Memberikan makan kepada klien


- Mengantar ke kamar mandi
- Membantu memakaikan baju
- Membantu jalan ke ruang tv

Tanggal praktek : 10 September 2016

Pembimbing DU / DI : Maman suparman 19

Hal yang dilakukan pada hari ke 10


Tanggal praktek : 13 September 2016

Pembimbing DU / DI : Maman suparman

Hal yang dilakukan pada hari ke 13

- Memberikan makan
- Mengantar klien ke tempat tidur
- Membersihkan tempat tidur (perbed)

Tanggal praktek : 14 September 2016

Pembimbing DU / DI : Maman suparman 20

Hal yang dilakukan pada hari ke 14


Tanggal praktek : 15 September 2016

Pembimbing DU / DI : Maman suparman

Hal yang dilakukan pada hari ke 16

- Membantu memenuhi kebutuhan nutrisi


(Memberikan makan)
- Membantu berjalan ke ruang tv
- Mengajak klien keluar dari kamar

Tanggal praktek : 16 September 2016

Pembimbing DU / DI : Maman suparman 21

Hal yang dilakukan pada hari ke 16


Tanggal praktek : 17 September 2016

Pembimbing DU / DI : Maman suparman

Hal yang dilakukan pada hari ke 17

- Memberikan makan dan minum


- Menjaga kebersihan sekitar tempat tidur
- Mengantar klien ke tempat tidur

Tanggal praktek : 19 September 2016

Pembimbing DU / DI : Maman suparman 22

Hal yang dilakukan pada hari ke 19


Tanggal praktek : 20 September 2016

Pembimbing DU / DI : Maman suparman

Hal yang dilakukan pada hari ke 20

- Memenuhi kebutuhan nutrisi


(memberikan makan dan minum)
- Mengajak klien berinteraksi

Tanggal praktek : 21 September 2016

Pembimbing DU / DI : Maman suparman 23

Hal yang dilakukan pada hari ke 21


Tanggal praktek : 22 September 2016

Pembimbing DU / DI : Maman suparman

Hal yang dilakukan pada hari ke 22

- Memberikan makan dan minum


- Mengantar klien ke tempat tidur
- Mengajak klien berinteraksi

Tanggal praktek : 23 September 2016

Pembimbing DU / DI : Maman suparman 24

Hal yang dilakukan pada hari ke 23


Tanggal praktek : 24 September 2016

Pembimbing DU / DI : Maman suparman

Hal yang dilakukan pada hari ke 24

- Menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman


- Memberikan makan

Tanggal praktek : 26 September 2016


25
Pembimbing DU / DI : Maman suparman

Hal yang dilakukan pada hari ke 26


Tanggal praktek : 27 September 2016

Pembimbing DU / DI : Maman suparman

Hal yang dilakukan pada hari ke 27


- Membantu memenuhi kebutuhan nutrisi
 Memberikan makan sesuai diet
 Mengatur jadwal istirahat klien

Tanggal praktek : 28 September 2016


26
Pembimbing DU / DI : Maman suparman

Hal yang dilakukan pada hari ke 28


- Memberikan makan dan minum sesuai diet
Mengetahui September 2016

Pembimbing sekolah Pembimbing DU/DI

Windri Dewi Ayu S.Kep Ners Maman Suparman

27
4.2 FORMAT PENGKAJIAN KEPERAWATAN LANSIA

1. PENGKAJIAN

a. Identitas Klien

Nama : Ny.S.A

Umur : 70 tahun

Jenis Kelamin : perempuan

Agama : islam

Pendidikan : SD

Pekerjaan : ibu bhayangkari

Tanggal Masuk panti : 13 oktober 2015

Tanggal Pemgkajian : 03 september 2016

No Medrek :

Diagnosa Medis : gastritis

Alamat: garut

b. Identitas Penanggung jawab

Nama :

Umur : 50 tahun

Jenis Kelamin : perempuan

Agama : islam

Pendidikan : SMA

Pekerjaan : dagang

Hub. Dengan klien : anak

Riwaya Masuk Panti

28
1. Alasan Masuk Panti

Menurut klien, klien di masukan ke panti oleh dines tanpa

sepengetahuan keluarga.

2. Proses masuk panti


Menurut klien dimasukan ke panti karena sering melamun dan suka berpergian

sendiri.

c. Keluhan Utama

Kelihan utamanya maag kadang-kadang suka pusing.

d. Riwayat Kesehatan Sekarang

Riwayat kesehatan sekarang klien mengatakan mempunyai


riwayat penyakit gastriti.

e. Riwayat Kesehatan Dahulu


Menurut klien dulu klien pernah mengalami penyakit amandel tapi sekarang

sudah di obati

f. Riwayat Kesehatan Keluarga ( buat genogram 3 generasi dari atas klien


jika ada penyakit keturunan )

Menurut klien ibunya memiliki penyakit yang sama di derita oleh


klien.

29
= Ibu dari klien klien yang sudah meninggal

= = Ayah dari klien yang sudah meninggal

=Ibu dari suami klien yang sudah meninggal

= Ayah dari suami klien yang sudah meninggal

= Klien

= suami klien

= Anak perempuan klien

= Anak laki laki klien yang sudah meninggal

g. Data Spiritual
Klien ini merupakan orang yang rajin beribadah

h. Aktivitas Kehidupan Sehari-hari


Kegiatan Di Rumah Di Rumah Sakit

a. Makan

- Frekuensi 3× sehari 3× sehari

- Jumlah 1 porsi 1 porsi


Nasi,lauk,sayur Nasi,lauk,sayur
- Jenis

b. Minum

- Frekuensi 2kali 2 kali


- Jumlah 2 gelas 1 gelas
Jenis
Teh Teh

30
c. Personal Hygiene

- Mandi 2× sehari 2× sehari


- Gosok Gigi 2×sehari 2× sehari
- Mencuci Rambut Seminggu 3 kali Seminggu 3 kali
- Menggunting Seminggu 1 kali Seminggu 1 kali
Kuku

d. Istirahat tidur

- Kebiasaan sebelum Do'a Doa


Tidur

- Waktu

- Lama Tidur

8 jam 8 jam

e. Eliminasi

- BAK 2× sehari 4× sehari


- BAB 1× sehari 1× sehari

f. Rekreasi

- Rekreasi

- Olahraga
Senam 1 minggu 1× Tidak pernah

g. Kebiasaan /ketergantungan

- Alkohol Tidak pernah Tidak pernah

- Obat-obatan Tidak pernah Tidak pernah

- Rokok Tidak pernah Tidak pernah

- Kopi Tidak pernah Tidak pernah

31
i. Data Pemeriksaan Umum

1. Pemeriksaan Fisik

Penampilan : Baik

Kesadaran : komposmetis Eye:4 Verbal:5 Motorik:6

Berat Badan : 63 kg

Tinggi Badan :

Berat Badan :

Tekanan Darah : 130/60 Mmhg

Respirasi : 20×/ menit

Nadi : 61×/ menit

Suhu Tubuh :36°C

2. Kepala

Bentuk Kepala : Oval

Kelainan : Tidak ada

Keadaan Rambut : Tidak merata

Kulitkepala :Berketombe

3. Mata

Sclera : Putih

Konjungtiva : Ada

Kornea : Simetris

Lensa : Simetris

Pupil : Simetris

Reflek Cahaya : Miosis

32
Kelainan: Tidak ada

4. Telinga

Fungsi Pendengaran : Jelas

Bentuk : Simetris

Serumen : Ada

Tes Garputala : Tidak ada

Kelainan: Tidak ada

5. Hidung

Fungsi Penciuman : Normal

Bentuk : Simetris

Serumen : Tidak ada

Kelainan : Tidak ada

6. Mulut

Fungsi Pengecapan : Normal

Kebersihan gigi : Bersih ( ada yang berlubang )

Mukosa bibir : Lembab

Kelainan : Tidak ada

7. Leher

Kelenjar getah bening : Tidak ada

Kelenjar tiroid : Tdak ada

Pergerakan leher : Normal

8. Dada

Bentuk : Simetris

Suara nafas : Normal

33
Frekuensi nafas : 20×/ menit

Nyeri : Tidak ada

Kelainan : Tidak ada

9. Punggung

Bentuk : Simetris

Kelainan : Tidak ada

10.Abdomen

Bising usus : Ada

Kelainan : Tidak ada

11.Genetalia

Bentuk : Tidak terkaji

Kebersihan : Tidak terkaji

Pembengkakan :Tidak terkaji

Lesi : Tidak terkaji

Kelainan :Tidak terkaji

12. Anggota Gerak Atas dan Bawah

Reflek trisep : Ada

Reflek bisep : Ada

Reflek patela : Tidak ada

Reflek babinski : Ada

Kelainan : Tidak ada

13. Kulit

Warna kulit : Sawo matang

Tekstur kulit : Kasar

34
14. Pengkajian Fungsional Klien

( KATZ indeks )

Termasuk / kategori yang manakah klien :

a. Mandiri dalam makan, kontinensia ( BAK / BAB ), menggunakan

pakaian, pergi ke toilet, berpindah dan mandi.

b. Mandiri semuanya kecuali salah satu saja dari fungsi di atas

c. Mandiri, kecuali mandi dan satu lagi fungsi yang lain.

d. Mandiri, kecuali mandi, berpakaian, dan satu fungsi yang lain.

e. Mandiri, kecuali mandi, berpakaian, ke toilet dan satu fungsi yang

lain.

f. Mandiri, kecuali mandi, berpakaian, ke toilet, berpindah dan satu

fungsi yang lain.

g. Ketergantungan untuk semua fungsi.

h. Lain-lain.

Keterangan:

Mandiri berarti tanpa pengawasan, pengarahan atau bantuan aktif dari

Orang lain. Seseorang yang menolak untuk melakukan suatu fungsi

Dianggap tidak melakukan fungsi, meskipun ia anggap mampu.

Modifikasi dari Barthel indeks

Termasuk yang manakah klien?

35
No KRITERIA DENGAN MANDIRI KET.

BANTUAN

1 Makan 5 10 Frekuensi

Jumlah

Jenis

2 Minum 5 10 Frekuensi

Jumlah

Jenis

3 Berpindah 5-10 15

Dari kursi roda

Ketempat tidur ,

Sebaliknya

4 Personal toilet 0 5 Frekuensi

(cuci muka, menyisir

Rambut, gosok gigi).

5 Keluar masuk 5 10

Tolet (mencuci pakaian,

Menyeka tubuh,

Menyiram)

6 Mandi 5 15 Frekuensi

7 Jalan di 0 5

Permukaan

Datar

36
8 Naik turun 5 10

Tangga

9 Mengenakan 5 10

Pakaian

10 Kontrol 5 10 Frekuensi

Bowel (BAB) Konsisten

11 Kontrol 5 10 Frekuensi

Bladder Warna

(BAK)

12 Olah raga 5 10 Frekuensi

Atau latihan Jenis

13 Rekreasi atau 5 10 Frekuensi

Pemantapan Jenis k

Waktu luang

Keterangan :

a. ≥130 : Mandiri

b. 65-125 : Ketergantungan sebagian

c. ≥60 : Ketergantungan total

37
Pengkajian Status Mental Gerontik

Identifikasi tingkat kerusakan intelektual dengan menggunakan Short Portable

Mental Status Quesioner (SPMSQ)

Instruksi :

Ajukan pertanyaan 1-10 pada daptar dan catat semua jawaban :

Catat jumlah kesalahan total berdasarkan 10 pertanyaan

BENAR SALAH NO PERTANYAAN

 01 Tanggal berapa hari ini?

 02 Hari apa sekarang?

 03 Apa nama tempat ini?

 04 Dimana alamat anda?

 05 Berapa umur anda?

 06 Kapan anda lahir (minimal

Tahun lahir)

 07 Siapa presiden indonesia

sekarang?

 08 Siapa presiden indonesia

sebelumnya?

 09 Siapa nama ibu anda?

 10 Kurangi 3 dari 20 dan tetap

Pengurangan 3 dari setiap angka

baru, semua secara

Menurun

38
Jumlah : 7 Jumlah : 3

Interpretasi hasil :

a. Salah 0-3 : fungsi intelektual utuh

b. Salah 4-5 : kerusakan intelektual ringan

c. Salah 6-8 : kerusakan intelektual sedang

d. Salah 9-10 : kerusakan intelektual berat

4.3 Temuan praktek


Saat melakukan pengkajian klien memiliki riwayat penyakit gastritis
Yang sering kambuh klien mengatakan sering pusing kepalanya dan perut nya
suka perih. Klien mengatakan aktivitas nya sangat terganggu bila maag nya
kambuh

39
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Menurut saya membuat laporan ini untuk sebagai bukti yang hidup untuk laporan ke panti
atau kesekolah bahwa telah melakukan PRAKERIN di panti Wreda Siti Khadijah Cirebon
serta telah melaksanakan tugas yang di berikan oleh sekolah.

5.2 Saran

Menurut penulis sudah melakukan tugas di prakerin di panti saran penulis yaitu harus
melaksanakan aturan yang sudah di tetap kan di panti agar siswa yang praktek lebih bi siplin.
Dan untuk seklah harus mempertahan kan kegiatan PRAKERIN.

40
DAPTAR PUSTAKA

Brunner & Suddarth. 2008. Buku Ajar : Keperawatan Medikal Bedah Vol 2, Jakarta, EGC.
Smeltzer, Suzanne; and Benda G Bare. (2008), Buku Saku Ajar Keperawatan Medikal Bedah.
Jakarta: E, 3. Etiologi
Dep Kes RI, 2010. Diet Rendah garam, Pozi Pusat Dep Kes RI, Jakarta
Mansjoer Arief. 2010. Kapita Selekta Kedokteran, edisi 4. Jakarta : Media
AesculapiusMaryam, dkk. 2008. Mengenal Usia Lanjut dan perawatannya. Jakarta: Salemba
MedikaSoeparman dkk, 2007, Ilmu Penyakit dalam, Jilid 1, edisi 2. UI Press, Jakarta.

41
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT . Atas segala rahmat dan karunia-Nya penulis

dapat menyusun laporan hasil Praktek Kerja Industri ( prakerin) di Panti Wreda Siti Khadijah

Cirebon. Laporan ini di susun untuk memenuhi salah satu tugas Prakerin di SMK Kesehatan

Bhakti Kencana Jatiwangi . Prakerin ini bertujuan untuk membandingkan teori yang telah di

peroleh di bangku sekolah dengan keadaan sebenarnya dalam kegiatan sehari – hari di

lingkungan kerja . semoga dengan adanya laporan ini memberikan informasi dan gambaran

mengenai kerja perawat khususnya di Panti Wreda Siti Khadijah Cirebon .

Keberhasilan dalam penulisan ini berkat kerja keras dan usaha dari penulis , di

antaranya semua itu tidak lepas dari bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak secara

langsung maupun tidak langsung , baik berupa materi maupun non materi . Penulis

mengucapkan banyak terimaksih kepada semua pihak yang telah membantu sehhingga

terselesainya laporan ini . Adapun ucapgan terimakasih saya tunjukkan kepada :

1. Bapak Drs.H.Dadan Fauzan S . Selaku kepala sekolah SMK Kesehatan Bhakti

Kencana Jatiwangi.

2. Ibu Windri Dewi Ayu , S.Kep,Ners Selaku panitia sekaligus pembimbing praktek

kerja indrusti di SMK Bhakti Kencana Jatiwangi .

3. Terimakasih kepada semua Pengurus Panti Wreda Siti Khadijah Cirebon yang telah

membantu saya dalam melaksankan tugas praktek kerja industi .

4. Kepada seluruh staf guru di SMK Kesehatan Bhakti Kencana Jatiwangi .

5. Ibunda dan ayahanda serta keluarga yang telah banyak membantu doa dan

mendukung terlaksananya prakerin ini .

42
6. Semua rekan yang telah banyak membantu dan mendukung saya , sehingga laporan

ini dapat terselesaikan dengan baik .

Penulisan dapat menyadari bahwa masih banyak kekurangan di dalam penyusun laporan

ini . Di karenakan keterbatasan pengetahuan penulis untuk itu penulis mohon maaf yang

sebesar – besarnya dan mengharapkan kritik dan saran untuk menyempurnakan laporan

ini . Atas perhatiannya penulis mengucapkan banyak terimaksih .

Jatiwangi , September 2016

Penulis

43
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN

KATA PENGANTAR....................................................................................................ii

DAFTAR ISI..................................................................................................................iii

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang .........................................................................

1.2 Tujuan ......................................................................................

1.3 Manfaat Laporan .....................................................................

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1 Teori Gerontik .........................................................................

2.2 Sejarah Panti Secara Umum .................................................

BAB III GAMBARAN OBJEK PRAKERIN

3.1Sejarah Panti Tempat PRAKERIN .......................................

3.2 Struktur dan Jobdes Organisasi ............................................

3.3 Data Pegawai ...........................................................................

3.4 Tata Tertib Bagi Kepegawaian ......................................................

3.5 Data Lansia di Panti ......................................................................

44
BAB IV AKTIVITAS PRAKERIN

4.1 Kegiatan PRAKERIN (hari pertama-terahir) .............................

4.3 Temuan Praktik................................................................................

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan ...................................................................................

5.2 Saran .................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

Lampiran-lampiran

1. Agenda Kegiatan Harian

2. Lampiran-lampiran lainnya

45
LEMBAR PENGESAHAN

PRAKTEK KERJA ASISTEN PERAWAT

DI

PANTI WREDA SITI KHADIJAH

Jln karang jalak No.45132 kel.Sunyaragi kab.Cirebon

Telp 0231 235828

01-30 September 2016

Disetujui,

Pembimbing sekolah Kepala Panti

______________________________________

Mengetahui,

Kepala Sekolah Ketua Praktek Kerja Industri

SMK Kes BHAKTI KENCAN SMK Kes BHAKTI KENCANA

JATIWANGI JATIWANGI

46
LAMPIRAN-LAMPIRAN

47