Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN PRAKTIKUM KRISTAL MINERAL

Materi :

Mineralogi

LAPORAN PRAKTIKUM KRISTAL MINERAL Materi : Mineralogi Nama : Devi Marissa NPM : 0551 17 016

Nama : Devi Marissa

NPM

: 0551 17 016

Tanggal Praktikum Tanggal Pengumpulan

: 7 Juni 2018 : 8 Juni 2018

LABORATORIUM TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PAKUAN BOGOR 2018

DESKRIPSI MINERAL I

Pada tanggal 7 Juni 2018, saya melakukan praktikum deskripsi mineral. Mineral ini memiliki warna abu-abu keemasan. Mineral ini jika digorekan pada porselen maka akan menghasilkan warna gores abu-abu, ketika mendapatkan cahaya akan menghasilkan kilap logam. Mineral ini ketika digoreskan pada kikir baja, tidak terkelupas atau tergores, jadi mineral ini sudah pasti memiliki kekerasan > 5,5 Skala mohs. Belahan merupakan kenampakan belahan pada bidang mineral yang mengikuti bidang belahannya. Mineral ini memiliki belahan dodekahedral, tetapi dari kenampakan bidangnya, terlihat berbentuk seperti cubic. Pecahan merupakan belahan pada mineral yang tidak mengikuti arah bidang belahnya dan pecahan pada mineral ini adalah bergerigi, yakni permukaan pecahnya kasar dan mendekati bidang datar. Berdasarkan dari ciri-ciri fisik diatas, maka dapat disimpulkan bahwa mineral ini adalah Pyrite (FeS 2 ). Genesa pembentukan mineral ini berasal dari proses hidrotermal pada suatu jenis endapan sulfida masif yang berasosiasi dengan batuan sedimen. Selain itu, pyrite juga terbentuk pada endapan sulfida masif vulkogenik. Pyrite biasa berasosiasi dengan mineral lain seperti kalkopirit, malacit, galena, dan kuarsa. Pyrite juga digunakan untuk produksi sulfur oksida, industry kertas, sebagai cermin, digunakan sebagai batu hias, kolektor, perhiasan seperti cincin, kalung, dan gelang.

SKETSA MINERAL I

DESKRIPSI MINERAL II

Pada tanggal 7 Juni 2018, saya melakukan praktikum deskripsi mineral. Mineral ini memiliki warna abu-abu coklat kemerahan. Mineral ini jika digoreskan pada porselen akan menghasilkan warna gores coklat, ketika mendapatkan cahaya akan menghasilkan kilap logam. Mineral ini ketika digoreskan pada kikir baja, terkelupas atau tergores, jadi mineral ini memiliki kekerasan 5,5 Skala mohs. Belahan merupakan kenampakan belahan pada bidang mineral yang mengikuti bidang belahannya. Mineral ini memiliki belahan yang prismatik, Pecahan merupakan belahan pada mineral yang tidak mengikuti arah bidang belahnya dan pecahan pada mineral ini adalah menyerat, yakni permukaan pecahnya kasar dan terbentuk serat-serat. Berdasarkan dari ciri-ciri fisik diatas, maka dapat disimpulkan bahwa mineral ini adalah Hematite (Fe 2 O 3 ). Genesa pembentukan mineral ini berasal dari

SKETSA MINERAL II