Anda di halaman 1dari 123

ANALISIS VARIABEL KOMPLEK

kg

Oleh
Dwi Purnomo

Oleh
Mahasiswa Program Studi
Pendidikan Matematika 2009

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


IKIP BUDI UTOMO MALANG
TAHUN 2012
DAFTAR ISI

Halaman

Bab I

Bab II

Bab III

Bab IV

Bab V

Bab VI

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo ii


Halaman 1
Bab I
BILANGAN KOMPLEK

Sistem Bilangan Real (R)


Sistem bilangan seperti yang kita kenal sekarang adalah hasil dari
pengembangan secara bertahap seperti yang ditunjukkan dalam daftar berikut.
1. Bilangan asli 1, 2, 3, 4,. . , Juga disebut bilangan bulat positip, pertama kali
digunakan dalam menghitung. Simbol bervariasi dengan waktu, misalnya yang
digunakan bilangan Romawi I, II, III, IV. . ., jika a dan b adalah bilangan asli,
jumlah a + b dan perkalian a. b, (a) (b) atau ab juga disebut bilangan asli. Untuk
alasan ini himpunan bilangan asli dikatakan tertutup di bawah operasi penjumlahan
dan perkalian atau untuk memenuhi sifat penutupan terhadap operasi ini.
2. Bilangan bulat negatip dan nol, dilambangkan dengan - 1, - 2, - 3. . . dan 0
masing-masing, muncul untuk memungkinkan solusi dari persamaan seperti
x + b = a. dimana a dan b adalah setiap bilangan asli. Hal ini mengarah pada
operasi pengurangan, atau invers penjumlahan, dan kita tulis dengan x = a-b
himpunan bilangan bulat positip, negatip dan nol disebut himpunan bilangan bulat
dan tertutup di bawah operasi-operasi penjumlahan, perkalian, dan pengurangan.
3 8
3. Bilangan rasional dan pecahan seperti - , - . . . muncul untuk memungkinkan
4 3

persamaan solusi seperti bx = a untuk semua bilangan bulat a dan b di mana b≠0
ini mengarah ke operasi divisi atau invers perkalian, dan kita tulis dengan
x = a/b atau a+b [disebut hasil bagi a dan b] di mana a adalah pembilang dan b adalah
penyebut. Himpunan bilangan bulat adalah bagian atau subset dari bilangan rasional,
karena bilangan bulat sesuai dengan bilangan rasional a / b dimana b = 1. Himpunan
bilangan rasional tertutup di bawah operasi-operasi penjumlahan, pengurangan,
perkalian, dan pembagian, selama pembagian dengan nol tidak termasuk.

4. Bilangan irasional seperti √2 =1.41423. . . dan π = 3. 14159. . .adalah bilangan


yang tidak rasional, yang tidak dapat dinyatakan dengan a/b dimana a dan b
adalah bilangan bulat dan b≠0

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo iii


Himpunan bilangan rasional dan irasional di sebut dengan himpunan bilangan
ril. diasumsikan bahwa siswa sudah mengetahui dengan berbagai operasi pada
bilangan real.

Representasi Bilangan Real


Bilangan real dapat direpresentasikan oleh titik-titik pada garis yang disebut
sumbu real, seperti ditunjukkan pada gambar 1.1 titik yang sesuai dengan nol
disebut asal

−2 3 3
√3 - 2 atau 1,5 4
√2
𝜋

-4 -3 -2 -1 0 1 2 3

Gbr.1.1

sebaliknya untuk setiap titik pada baris ada satu dan hanya satu bilangan real. jika
titik A sesuai dengan bilangan real yang terletak di sebelah kanan titik B sesuai
dengan b bilangan real, kita katakan bahwa a lebih besar dari b atau kurang dari a
dan menulis masing-masing a > b atau b < a.

Halaman 2
Susunan dari nilai-nilai x termaksud a < x <b disebut interval
terbuka,sumbu yang asli ketika 𝑎 ≦ 𝑥 ≦ 𝑏,yang mana juga termaksud nilai akhir
a dan, disebut interval tertutup berarti symbol x,yang mana dapat berdiri untuk
semua susunan dari nilai – nilai asli ,yang disebut variabel asli.
Nilai mutlak dari sebuah bilangan asli a , dinotasikan oleh |𝑎|, yang sama
untuk a jika a > 0,,untuk –a’ adalah a < 0 dan untuk 0 jika a = 0. Jarak antara dua
titik a dan b disumbu yang asli adalah |𝑎 − 𝑏|.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo iv


Sistem Bilangan Komplek (C)
Tidak ada bilangan asli x yang memenuhi persamaan 𝑥 2 + 1 = 0 untuk
memberikan solusi–solusi untuk ini dan persamaan–persamaan yang sama
susunan dari bilangan komplek telah di perkenalkan. Kita dapat mengangap sebuah
bilangan komplek yang mana dengan bentuk a + bi dimana a dan b adalah bilangan
asli dan i ,yang mana disebut bilangan imajiner ,mempunyai kelengkapan 𝑖 2 =
−1 . z = a + bi , kemudian a disebut bilangan asli dari z dan b disebut bagian
bilangan imajiner dari z dan didenotasikan oleh Re {𝑧} dan lm {𝑧} berturut-turut,
symbol z,yang mana dapat berdiri untuk semua susunan bilangan-bilangan
komplek ,disebut variabel komplek.
Dua bilangan komplek a + bi dan c + di adalah sama jika dan hanya jika a = c
dan b = d. Kita dapat mengangap bilangan asli sebagai sebuah bagian dari susunan
bilangan komplek dengan b = 0. Bilangan komplek 0 + 0i dan -3 +0i kembali
ditunjukan bilangan asli 0 dan -3 berturut-turut.Jika a = 0 ,bilangan komplek 0 +
bi atau disebut bilangan imajiner asli.
Konjuget komplek ,atau konjuget singkat , dari sebuah bilangan komplek a
+ bi adalah a-bi . Konjuget komplek dari sebuah bilangan komplek z sering
diindikasikan oleh 𝑧̅ atau z .

Operasi dasar pada bilangan Komplek


Operasi yang ditunjukan dengan bilangan komplek kita dapat
memprosesnya seperti aljabar dari bilangan – bilangan asli ,menganti 𝑖 2 oleh -1
ketika ini terjadi .
1. Penjumlahan
(𝑎 + 𝑏𝑖) + (𝑐 + 𝑑𝑖) = 𝑎 + 𝑏𝑖 + 𝑐 + 𝑑𝑖 = (𝑎 + 𝑐) + (𝑏 + 𝑑)𝑖
2. Pengurangan

(𝑎 + 𝑏𝑖) − (𝑐 + 𝑑𝑖) = 𝑎 + 𝑏𝑖 − 𝑐 − 𝑑𝑖
= (𝑎 − 𝑐) + (𝑏 − 𝑑)𝑖
3. Perkalian
(𝑎 + 𝑏𝑖)(𝑐 + 𝑑𝑖) = 𝑎𝑐 + 𝑎𝑑𝑖 + 𝑏𝑐𝑖 + 𝑏𝑑𝑖 2 = (𝑎𝑐 − 𝑏𝑑) + (𝑎𝑑 + 𝑏𝑐)𝑖

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo v


4. Pembagian
𝑎 + 𝑏𝑖 𝑎 + 𝑏𝑖 𝑐 − 𝑑𝑖 𝑎𝑐 − 𝑎𝑑𝑖 + 𝑏𝑐𝑖 − 𝑏𝑑𝑖 2
= . =
𝑐 + 𝑑𝑖 𝑐 + 𝑑𝑖 𝑐 − 𝑑𝑖 𝑐 2 − 𝑑2 𝑖 2
𝑎𝑐 + 𝑏𝑑 + (𝑏𝑐 − 𝑎𝑑)𝑖 𝑎𝑐 + 𝑏𝑑 𝑏𝑐 − 𝑎𝑑
= = 2 2 + 2 2 𝑖
𝑐 2 + 𝑑2 𝑐 +𝑑 𝑐 +𝑑

Nilai Mutlak
Nilai Mutlak atau modulus dari sebuah bilangan komplek 𝑎 + 𝑏𝑖 adalah
defenisinya adalah sebagai |𝑎 + 𝑏𝑖| = √𝑎2 + 𝑏 2 .
Contoh: |−4 + 2𝑖| = √(4)2 + (2)2 = √20 = 2√5
Jika 𝑧1 , 𝑧2 , 𝑧3 ,….,𝑧𝑚 adalah bilangan komplek,mengikuti sifat-sifat berikut
1. |𝑧1 𝑧2 | = |𝑧1 ||𝑧2 | atau |𝑧1 𝑧2 … 𝑧𝑚 | = |𝑧1 ||𝑧2 | … |𝑧𝑚 |
𝑧 𝑧
2. |𝑧1 | = |𝑧1 | jika 𝑧2 ≠ 0
2 2

3. |𝑧1 + 𝑧2 | ≦ |𝑧1 | + |𝑧2 | atau |𝑧1 + 𝑧2 + ⋯ + 𝑧3 | ≦ |𝑧1 | + |𝑧2 | + ⋯ +


|𝑧𝑚 |
4. |𝑧1 + 𝑧2 | ≧ |𝑧1 | − |𝑧2 | atau |𝑧1 − 𝑧2 | ≧ |𝑧1 | − |𝑧2 |

Halaman 3

DASAR SISTEM AXIOMETIC DALAM ANGKA-ANGKA YANG


KOMPLEKS

Dari suatu segi pandangan yang logis dapat digambarkan angka-angka


complex sebagai pasangan ( a,b) dari bilangan riil a dan b menunjuk pada yang
definisi yang beragam ternyata sama dengan definisi diatas. Semua definisi yang
digambarkan ini, dimana semua angka menggantikan angka-angka riil.
a. Persamaan (a,b) = (c,d) jika dan hanya jika a = c, b = d

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo vi


b. Penjumlahan (a,b) + (c,d) = (a+ c, b+ d)
c. Produk (a, b) (c, d) = (ac-bd, ad + bc)
m(a, b) = (ma, mb)
Dari ini kita dapat menunjukkan bahwa ( a,b) = a ( 1,0)+ b ( 0,1) dan kita
berhubungan dengan ini a + bi di mana lambang untuk ( 0,1) dan mempunyai i2 =
(0,1) (0,1) = (-1,0) (yang dipertimbangkan setara dengan bilangan riil - 1) dan ( 1,
0) jadilah setara dengan bilangan riil 1. Pasangan yang diinginkan ( 0,0) sesuai
dengan bilangan riil 0.

Dari pernyataan di atas kita dapat membuktikan bahwa jika z1, z2, z3, bagian dari S
bilangan kompleks :
1. z1 + z2 dan z1 z2 tergolong S Hukum Tertutupan
2. z1 + z2 = z2 +z1 Hukum Komutatif Penjumlahaan
3. z1 + (z2 + z3)= (z1+z2)+z3 Hukum Asociative Penjumlahaan
4. z1 z2 = z2 z1 Hukum Komutatif Perkalian
5. z1 (z2 z3) = (z1z2) z3 Hukum Asosiatif Perkalian
6. z1 (z2 + z3) = z1 z2 + z1z3 Hukum Penyebaran
7. z1 + 0 = 0 + z1 = z1, 1.z1 = z1.1 = z1, 0 adalah terpanggil identitas
berkenaan dengan tambahan, 1 adalah terpanggil identitas berkenaan
dengan perkalian.
8. Untuk apa pun bilangan kompleks z1 ada z bilangan unik dalam S seperti z +
z1 = 0; z adalah terpilih searah z1 untuk penjumlahan yang ditunjukan oleh –
z1.
9. Untuk apa pun z1 0 ada jumlah anuique dalam S seperti z1z = zz1= 1;
z adalah terpilih berlawanan z1 berkenaan dengan perkalian dan ditunjukan
oleh z1 -1 atau 1/z1.
.
Penyajian Grafis Dari Bilangan Kompleks
Jika perbandingan riil dipilih pada dua bagian tegak lurus X'OX dan Y'OY
yang disebut x dan y bagian berturut-turut seperti 1-2, maka kita dapat

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo vii


menempatkan titik manapun, di dalam bidang yang ditentukan oleh bentuk ini,
dengan penghembus yang ditentukan dari bilangan riil
(x,y) segi-empat yang disebut koordinat titik. Contoh-contoh lokasi titik seperti
itu diindikasikan oleh P, Q, R, S and T dalam Fig. 1 – 2.

Karena suatu bilangan kompleks x + iy dapat dianggap sebagai suatu


pasangan berurut bilangan real, maka kita dapat menjumlahkan angka-angka yang
ditunjukan oleh xy yang terhubung pada bidang kompleks atau argand diagram.
Bilangan kompleks yang diwakili oleh P, sebagai contoh, kemudian dapat dibaca
sebagi ( 3, 4) atau 3+ 4i. Bagi setiap bilangan kompleks disana bersesuaian atau
berpasangan satu-satu pada titik didalam bidang, dan sebaliknya bagi masing-
masing titik didalam bidang disana bersesuaian satu-satu pada satu bilangan
kompleks. Oleh karena itu kita sering mengacu pada bilangan kompleks z sebagai
titik z. Kadang-kadang kita melihat x dan y tampak khayal dan riil yang berturut-
turut pada bidang yang kompleks ketika z dalam bidang. Jarak antar dua bilangan
z1= x1+ iy1 dan z2= x2 + iy2 didalam bidang yang kompleks diberi oleh | z1- z2|=

x1  x2 2   y1  y2 2

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo viii


Y
4 P(3,4)

Q(-3,3) 3

2 r(2,5,0)

1
X’
-4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4
1
S(2,-
2
2)
R(-2.5,- 3
1.5)

Fig. 1-2

Halaman 4
Kadang-kadang kita menunjuk sumbu x dan y sebagai sumbu real dan imajiner
masing-masing untuk bidang kompleks sebagai bidang z. Jarak antara dua titik
z1  x1  iy 1 dan z 2  x2  iy 2 pada bidang kompleks ditentukan oleh

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo ix


z1  z 2  ( x1  x2 ) 2  ( y1  y 2 ) 2
.

BENTUK POLAR DARI BILANGAN KOMPLEKS


Jika P adalah titik pada bidang kompleks sama dengan bilangan kompleks
(x, y) atau x + iy, maka kita lihat dari Gambar. 1-3 bahwa
x  r cos  , y  r sin 
Y
P(x,y)
r
𝜃 y
X’ 0 x X

Y’
(Gambar. 1-3)

Dimana r  x 2  y 2  x  iy disebut nilai modulus atau nilai mutlak dari

z
z  x  iy 1 [dinotasikan dengan z atau ]; dan  , disebut amplitude atau

argument(penjelasan) dari z  x  iy [dinotasikan dengan arg z], adalah sudut yang


membuat garis OP dengan sumbu x positif.
Oleh karena itu,
z  x  iy 1 r (cos   i sin  ) (1)
Yang disebut bentuk polar dari bilangan kompleks, r dan θ disebut koordinat
polar(kutub). Kadang-kadang mudah untuk menulis singkatan cis θ untuk
cos  i sin  .
Untuk setiap bilangan kompleks z ≠ 0 terdapat hanya satu nilai yang sesuai
dengan θ untuk 0 ≦ 𝜃 < 2π. Namun, interval lain dari panjang 2π, misalnya - π < θ
≦ π, dapat digunakan. Setiap pilihan utama, diputuskan terlebih dahulu, disebut
jarak utama, dan nilai θ disebut nilai utamanya.
THEOREMA DE MOIVRE'S

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo x


Jika z1  x1  iy 1  r1 (cos 1  i sin 1 ) dan z 2  x2  iy 2  r2 (cos  2  i sin  2 )
kita dapat menunjukkan pada [ lihat halaman 19]
z1 z 2  r1 r2 {cos( 1   2 )  i sin(  1   2 )} (2)
z1 r1
 {cos( 1   2 )  i sin(  1   2 )} (3)
z 2 r2
Sebuah pernyataan dari (2) menyebabkan
z1 z 2 ......z n  r1 r2 ......rn {cos(1   2 .....   n )  i sin( 1   2 .....   n )} (4)

dan jika z1  z 2  .........  z n  z ini menjadi

z n  {r (cos   i sin  )}n  r n (cos n  i sin n ) (5)


Yang sering disebut Teorema De Moivre

AKAR DARI BILANGAN KOMPLEKS


Sejumlah w disebut akar n dari bilangan kompleks z jika wn=z, dan kita
tulis w=z1/n. Dari teorema De Moivre kita dapat menunjukkan bahwa jika n adalah
bilangan bulat positif,
z1/ n  {r (cos   i sin  )}1/ n

    2k     2k 
 r 1/ n cos   i sin   k = 0,1,2, ........, n-1 (6)
  n   n 
Dari yang berikut ini bahwa n adalah nilai yang berbeda untuk z1/ n , yaitu n akar
yg berbeda dari z. asalkan z ≠ 0.

Halaman 5
RUMUS EULER’S
x2 x3
Di asumsi oleh perluasan deret berhingga e x  1  x    .... hubungan dari
2! 3!
kalkulus elementer ketika x  i , kita dapat mengambil hasil

e i  cos   i sin  e  2,71828 (7)


Yang mana kita sebut rumus Euler’s yang sesuai ,bagaimanapun secara sederhana
kita mendefinisikan e i . umumnya kita definisikan

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo xi


e x  e x iy  e x e iy  e x cos y  i sin y) (8)
Misalnya untuk contoh dimana y = 0 turunan dari e x
Dengan catatan bahwa bentuk dari(7) pada dasarnya turunan dari teorema De

 
Moivre’s untuk e i
n
 e in
PERSAMAAN PANGKAT BANYAK
Sering dalam hal-hal praktis kita menemukan solusi persamaan pangkat banyak
dengan bentuk umum :
a 0 z n  a1 z n 1  a 2 z n  2  ...  a n 1 z  a n  0
(9)
Dimana a 0  0, a1 ...., a n adalah bilangan kompleks dan n pangkat positif di sebut
persamaan berpangkat. Sebagaimana solusi juga disebut z0 dari pangkat banyak dar
sebelah kiri (9) atau persamaan akar-akar.
Teorema ini sangat penting sehingga disebut teorema mendasar dari aljabar
( dapat dibuktikan dalam bab 5 ) bahwa setiap persamaan polynomial dari bentuk
(9) mempunyai satu akar kompleks. Dari ini kita menunjukkan bahwa mempunyai
factor n dari akar-akar kompleks, beberapa atau semuanya yang mungkin sama.
Jika z1,z2,…..zn dengan n akar-akar, dapat di tulis
a0(z – z1)(z – z2)…(z – zn) = 0 (10)
yang mana di sebutbentuk pemfaktoran dari persamaan polynomial ,sebaliknya jika
kita dapat menulis (9) pada bentuk (10) kita dapat determinankan akar-akarnya
dengan muda.
AKAR-AKAR DARI N KE UNSUR SATUAN
Solusi dari persamaan z n  1 dimana n adalah pangkat positif di sebut unit akar-
akar dan di berikan oleh :
2 k
cos 2k i sin 2k
z  e n
k  0,1,2,3,....., n  1
n n (11)

2i
cos 2k i sin 2
Missal jika   e n
, dimana n akar-akar dari 1,
n n
,  2 ,.......,  n 1 . secara geometri menunjukkan bahwa n vertical dari sbuah
polygon teratur dimana di samping n di tuliskan pada sebuah lingkaran dari jarak

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo xii


satudengan pusat yang sebenarnya. Lingkaran ini mempunyai persamaan z  1 dan

sering di sebut kesatuan lingkaran.


INTERPRESTASI VEKTOR DARI BILANGAN-BILANGAN KOMPLEKS
Bentuk bilangan kompleks z = x + iy dapat dipandang vector OP yang
menunjukkan titik asal O dan titik akhir P. dengan titik (x,y) lihat gambar 1.4
kadang-kadang kita sebut OP = x+iy sebagi vector posisi dari P. dua vector ini
memiliki panjang sama atau ukuran dan arahnya sama tetapi titik awalnya berbeda,
sehingga OP dan AB lihat gambar1.4. hal ini menunjukkan kesamaan sehingga kita
dapat menulis OP =AB = x + iy.
y
B
A
( x,y)
O X gambar 1.4

Halaman 6
Jumlah dari bilangan kompleks berkorespondensi dengan jumlah jajargenjang dari
jumlah untuk vector ( lihat gambar. 1-5). Dengan jumlah bilangan kompleks z1 dan
z2, kita melengkapi jajargenjang OABC dimana untuk sudut OA dan OC
berkorespondensi z1 dan z2. Untuk diagonal OB dari jajargenjang bekorespondensi
dengan z1 + z2. Lihat masalah 5.
A z2 B
Z1 z1+ z2 z1
C
Z2
O
Gambar. 1-5

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo xiii


REPRESENTASI BILANGAN KOMPLEKS SECARA ROYEKSI
STEREOGRAPHIC

Misalnya P (gambar 1-6) bidang kompleks dan memahami unit bulatan

 ( jari-jari satu) untuk tangent P di z = 0. Untuk diameter NS tegaklurus dengan P

dan titik N dan S kita sebut bagian utara dan bagian selatan dari  . Beberapa

korenspondensi titik A di P kita dapat membuat garis NA berpotongan dengan

 pada titik A’. setiap titik di bidang bilangan kompleks dimana korespondensi

satu-satu dan hanya satu titik dari bulatan  ,dan kita dapat menggambarkan

beberapa bilangan kompleks oleh bulatan di setiap titik. Kita katakan Untuk
melengkapi titik N hal itu berkorespondensi dengan “ jumlah pada titik” dari
bidang tersebut. Dari himpunan semua titik-titik termasuk bidang kompleks untuk
jumlah pada titik disebut semua bidang kompleks, semua bidang z, atau bidang
kompleks secara luas.
Cara sulit dari untuk memetakan bidang pada bulatan disebut proyeksi
stereographich. Bulatan setiap saat disebut Riemann sphere.

SSssss

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo xiv


HASIL KALI TITIK DAN SILANG (DOT AND CROSS PRODUCT)

Misalnya z1 = x1+ iy1 dan z2 = x2 + iy2 da bilangan kompleks (vector). Hasil


kali titik ( disebut juga hasil kali titik) dari z1 dan z2 didefenisikan sebagai

z1  z 2  z1 z 2 cos   x1 x 2  y1 y 2  Re z1 z 2   z1 z 2  z1 z 2 


1
2
(12)
Dimana  adalah sudut diantara z1 dan z2 yang mana terletak antara 0 dan  .

Hasil kali silang dari z1 dan z2 didefenisikan sebagai

z1 x z 2  z1 z 2 sin   x1 y 2  y1 x 2  Im z1 z 2   z1 z 2  z1 z 2 


1
(13)
2i
z 1 z 2   z 1  z 2   i  z 1  z 2   z 1 z 2 e i (14)

Jika z1 dan z2 bukan nol, maka


1. Diperluan dan kondisi yang cukup dalam z1 dan z2 tegak lurus pada
z1  z 2  0
2. Diperlukan dan kondisi yang cukup pada z1 dan z2 sejajar dengan z1 x z2 =
0.
3. Jarak proyeksi dari z1 di z2 adalah z1  z 2 / z 2 .

4. Bidang pada sebuah jajargenjang ada pada sudut z1 dan z2 adalah z1  z 2 .

Halaman 7
KOORDINAT KOMPLEKS SEKAWAN
Suatu titik di bidang kompleks, dapat diletakkan pada koordinat tegak lurus
(𝑥, 𝑦) atau koordinat kutub (𝑟, 𝜃). Namun banyak juga kemungkinan yang
1
lain. Salah satunya adalah menggunakan kenyataan bahwa 𝑥 = 2 (𝑧 + 𝑧̅),
1
𝑦= (𝑧 − 𝑧̅) dimana 𝑧 = 𝑥 + 2𝑦. Koordinat (𝑧, 𝑧̅) yang menentukan letak
2𝑖

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo xv


suatu titik dinamakan Koordinator Kompleks Sekawan atau disingkat
Koordinat Sekawan dari titik tersebut (Perhatikan soal 43 dan 44).

HIMPUNAN TITIK
Sebarang kumpulan titik-titik di bidang kompleks dinamakan suatu himpunan
titik berdimensi dua, dan setiap titiknya dinamakan suatu anggota atau unsur
himpunan tersebut.
Definisi dasar berikut ini diberikan sebagai bahan rujukan.
1. Lingkungan (neighbourhoods)
Suatu lingkungan delta (atau 𝛿) dari titik 𝑍𝑜 adalah Himpunan semua
titik 𝑧 sehingga |𝑧 − 𝑍𝑜| < 𝛿 dimana 𝛿 adalah suatu bilangan positif yang
diberikan. Suatu lingkungan – 𝛿 yang dihilangkan dari 𝑍𝑜 adalah Suatu
lingkungan dari 𝑍𝑜 yang titik 𝑍𝑜 nya dibuang, yaitu 0 < |𝑧 − 𝑍𝑜| < 𝛿 .
2. Titik limit (limit points)
Suatu titik 𝑍𝑜 disebut titik limit, titik gabung, atau titik kumpul dari
himpunan titik 𝑆. Jika setiap lingkungan – 𝛿 yang dihilangkan dari 𝑍𝑜
memuat titik di himpunan 𝑆, karena 𝛿 adalah Suatu bilangan positif
sebarang, maka himpunan 𝑆 harus memiliki banyak titik yang tak
berhingga. Perhatikan bahwa 𝑍𝑜 mungkin terletak di dalam atau di luar
himpunan 𝑆.
3. Himpunan tertutup (closed sets)
Sebuah himpunan 𝑆 disebut tertutup jika setiap titik limit dari 𝑆 termasuk
di dalam 𝑆, yaiut 𝑆 memuat semua titik limitnya. Sebagai contoh,
himpunan semua titik 𝑧 sehingga |𝑧| ≤ 1 adalah suatu himpunan
tertutup.
4. Himpunan terbatas (bounded sets)
Sebuah himpunan 𝑆 disebut terbatas jika kita dapat menemukan suatu
konstata 𝑀 sehingga |𝑧| ≤ 𝑀 untuk setiap titik 𝑧 dan 𝑆. Suatu himpunan
tak terbatas adalah himpunan yang tidak memiliki batas. Suatu himpunan
yang terbatas dan tetutup dinamakan Kompak.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo xvi


5. Titik dalam, titik luar, dan titik terbatas (interior, exterior, and
boundary points)
Suatu titik 𝑍𝑜 disebut titik dalam dari himpunan 𝑆 jika kita dapat
menentukan suatu lingkungan 𝛿 dari 𝑍𝑜 yang semua titiknya termasuk
pada 𝑆. Jika setiap lingkungan 𝛿 dari 𝑍𝑜 memuat titik di 𝑆 dan juga titik
di luar 𝑆, maka 𝑍𝑜 dinamakan titik batas. Jika suatu titik bukan suatu titik
dalam atau titik batas dari suatu himpunan 𝑆, maka titik ini dinamakan
titik luar dari 𝑆.
6. Himpunan terbuka (open sets)
Suatu himpunan terbuka adalah suatu himpunan yang hanya terdiri dari
titik dalam. Sebagai contoh, himpunan titik 𝑍 sehingga |𝑧| < 1 adalah
suatu himpunan terbuka.
7. Himpunan tersambung (connected sets)
Suatu himpunan terbuka 𝑆 disebut tersambung jika untuk setiap dua titik
di himpunan tersebut dapat dihubungkan oleh suatu lintasan yang
berbentuk garis lurus (lintasan segi banyak) yang semua titiknya terletak
di dalam 𝑆.
8. Daerah terbuka atau domain (open regions or domains)
Suatu himpunan terbuka tersambung dinamakan suatu daerah terbuka
atau domain.
9. Penutup suatu himpunan (closure of a set)
Jika suatu himpunan 𝑆 kita gabungkan semua titik limitnya, maka
himpunan baru yang terbentuk disebut penutup himpunan 𝑆 dan
merupakan suatu himpunan tertutup.
10. Daerah tertutup (closed regions)
Penutup suatu daerah terbuka atau domain disebut suatu daerah tertutup.
11. Daerah (regions)
Jika pada suatu daerah terbuka atau domain kita gabungkan beberapa,
semua atau tidak sama sekali titik limitnya, maka kita menemukan suatu
himpunan yang disebut daerah. Jika semua titik limitnya digabungkan,
maka daerahnya tertutup dan jika tidak digabungkan sama sekali, maka

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomoxvii


daerahnyaterbuka. Dalam buku ini bilamana kita menggunakan istilah
daerah tanpa mengelompokkannya, kita akan mengartikannya sebagai
daerah terbuka atau domain.

Halaman 8
12) Gabungan dan irisan dari himpunan. sebuah himpunan terdiri dari semua titik
yang tergabung dalam himpunan S1 dan himpunan S2 atau kedua-duanya yang
dinamakan union/gabungan dari himpunan S1 dan S2 yang ditandai dengan
himpunan S1 + S2 / 𝑠1 ∪ 𝑠2
Suatu himpunan terdiri dari semua titik yang terdapat dalam himpunan S1 dan
S2 dinamakan irisan S1 dan S2 yang ditandai dengan S1 , S2 / 𝑠1 ∩ 𝑠2
13) Komplemen sebuah himpunan. Suatu himpunan yang tergabung dari semua
titik yang tidak termasuk dalam himpunan S dinamakan komplemen S dan
~
dinyatakan dengan 𝑆

14) Himpunan kosong dari sub himpunan. Menarik untuk memikir sebuah himpuan
yag tak bernilai, himpunan ini dinamakan himpunan kosong ( ∅). Jika dua
himpunan S1 dan S2 tidak memiliki nilai (dimana kedua himpunan tersebut
dinamakan himpunan yang tak berkaitan/saling keterkaitan), kita dapat
menjelaskannya dengan menulis S1 - S2 = ∅. Setiap himpunan yang dibentuk
melalui pemilihan semua nilai / tanpa nilai dari sebuah himpunan dinamakan
sub himpunan dari S. bila kita menjelaskan himpunan ini dimana semua nilai S
telah dipilih maka himpunan itu dinamakan sebuah himpunan yang benar dari
S.
15) Himpunan tak terhingga. Jika bagian sebuah himpunan dapat ditempatkan
dalam sebuah persamaan dengan angka-angka 1,2,3………maka himpunan itu
dinamakan himpunan yang dapat dihitung, jika tidak dapt dihitung maka
himpunan tersebut dinamakan himpunan tak terhingga.
Berikut ini ada dua teori penting mengenai nilai-nilai himpunan:

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomoxviii


1. Welerstrass-Bolzano Theorem. Teori ini menyatakan bahwa setiap
himpunan dasar terikat memiliki paling sedikit satu batas nilai.
2. Heine-Borel Theorem. Teori ini menyatakn bahwa S merupakan sebuah
himpunan terpadu masing-masingnya mengandung satu atau lebih
himpunan A1, A2.....( yang kemudian dikatakan meliputi himpunan S tak
terhingga). Kemudian akan terjadi sejumlah himpunan dasar A1, A2 yang
meliputi S tak terhingga.

Soal-soal yang telah dikerjakan


Penyelesaian-penyelesaian dasar dengan bilangan kompleks.

1. Membuat penyelesaian pada masing-masing bilangan kompleks.


(a) ( 3 + 2 i) + (-7- i ) = 3 – 7 + 2i –I = -4 = i
(b) (-7- i ) + ( 3 + 2 i) = -7 +3 – I + 2i = -4 + i
Hasil bilangan komleks (a) dan (b) menunjukan penyelesaian yang dapat
dimengerti.
(c) (8 – 6i) - (2i - 7) = 8 – 6i -2i + 7 = 15 – 8i
(d) (5 + 3i) + {( -1 + 2i) + (7 – 5i)} = (5 + 3i) + {-1 + 2i +7 – 5i} = (5 + 3i) + (6
– 3i) = 11
(e) {( 5 + 3i) + (-1 + 2i) } + (7 – 5i) = {5 + 3i -1 + 2i} + (7 – 5i) = (4 + 5i ) + (7
– 5i) = 11
Hasil (d) dan (e) menunjukan hasil yang berkaitan.
(f) (2 – 3i) (4 + 2i) = 2(4 + 2i) - 3i(4 + 2i) = 8 + 4i -12i - 6i2 = 8 + 4i -12i + 6 =
14 – 8i
(g) (4 + 2i) (2 – 3i) = 4(2 – 3i) + 2i(2 – 3i) = 8 – 12i + 4i - 6i2 = 8 -12i + 4i + 6
= 14 – 8i
Hasil (f) dan (g)menunjukan hasil yang dapat dipahami.
(h) (2 – i) {(-3 + 2i)(5 - 4i)} = (2 - i){-15 + 12i + 10i – 8i2}
= (2 - i)(-7 + 22i) = -14 + 44i + 7i – 22i2 = 8 + 51i
(i) {(2 – i) (-3 + 2i)} (5 - 4i) = {-6 + 4i + 3i -21i2} (5 - 4i)
= (-4 + 7i) (5 - 4i) = -20 + 16i + 35i – 28i2 = 8 + 51i

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo xix


Hasil (h) dan (i) menjelaskan hasil perkawinan yang saling berkaitan satu
dengan yang lainnya.

Halaman 9
(j). (−1 + 2i){(7 − 5i) + (−3 + 4i)} = −4 + i + 8i − 2i2 = −2 + 9𝑖
metode yang lain. (−1 + 2𝑖){(7 − 5i) + (−3 + 4i)}
= (−1 + 2i)(−5i) + (−1 + 2i)(−3 + 4i)
= (−7 + 5i) + 14i − 10i2 ) + (3 − 4i − 6i + 8i2 )
= (3 + 11i) + (−5 − 10i) = −2 + 9i
Ini memberikan penjelasan pembagian rumus yang lain.
3−2𝑖 3−2𝑖 −1−𝑖 −3−3𝑖+2𝑖+2𝑖 2 −5−𝑖 5 1
(k) −1+𝑖 = . −1−𝑖 = = = −2 − 2𝑖
−1+𝑖 1−𝑖 2 2

dengan metode yang lain


Menurut definisi, (3 − 2𝑖)⁄(−1 + 𝑖) 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑎 + 𝑏𝑖 𝑖𝑡𝑢,
dimana a dan b adalah bilangan reall seperti itu
(−1 + 𝑖)(𝑎 + 𝑏𝑖) = −𝑎 − 𝑏 + (𝑎 − 𝑏)𝑖 = 3 − 2𝑖. 𝑘𝑒𝑚𝑢𝑑𝑖𝑎𝑛 − 𝑎 − 𝑏 = 3,
𝑎 − 𝑏 = −2 dan kemudian pecahkan secara bersamaan,
𝑎 = −5⁄2 , 𝑏 = −1⁄2 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑎 + 𝑏𝑖 = −5⁄2 − 𝑖⁄2.
5+5𝑖 20 5+5𝑖 3+4𝑖 20 4−3𝑖 15+20𝑖+15𝑖+20𝑖 2 80−60𝑖 −5+35𝑖
(l) + 4+3𝑖 = . 3+4𝑖 + 4+3𝑖 . 4−3𝑖 = + 16−9𝑖 2 = +
3−4𝑖 3−4𝑖 9−16𝑖 2 5
80−60𝑖
=3−𝑖
25
15 9
3𝑖 30 −𝑖 19 3(𝑖 2 ) −(𝑖2 ) 𝑖 3(−1)15− (−1)9 𝑖 −3+𝑖 −1−2𝑖 5+5𝑖
(m) = = = . −1−2𝑖 = =1+𝑖
2𝑖−1 2𝑖−1 −1+2𝑖 −1+2𝑖 5
1 √3
2.jika 𝑧1 = 2 + 𝑖, 𝑧2 = 3 − 2𝑖 𝑑𝑎𝑛 𝑧3 = − 2 + 𝑖,
2

menilai masing − masing dari berikut ini.


(𝑎) |3𝑧1 − 4𝑧2 | = |3(2 + 𝑖) − 4(3 − 2𝑖)| = |6 + 3𝑖 − 12 + 18𝑖| =
|−6 + 11𝑖| = √(−6)2 + (11)2 = √157

(b) 𝑧13 − 3𝑧12 + 4𝑧1 − 8 = (2 + 𝑖)3 − 3(2 + 𝑖)2 + 4(2 + 𝑖) − 8

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo xx


= {(2)3 + 3(2)2 (𝑖) + 3(2)(𝑖)2 + 𝑖 3 } − 3(4 + 4𝑖 + 𝑖 2 ) + 8 + 4𝑖
−8
= 8 + 2𝑖 − 6 − 𝑖 − 12 − 12𝑖 + 3 + 8 + 4𝑖 − 8 = −7 + 3𝑖
4 4 2 2
1 √3 1 √3 1 √3
(c) (𝑖3 )4 = (− 2 + 𝑖) = (− 2 − 𝑖) = [(− 2 − 𝑖) ]
2 2 2

2 2
1 √3 3 1 √3 1 √3 3
= [ + 𝑖 + 𝑖 2 ] = (− + 𝑖) = − 𝑖 + 𝑖2
4 2 4 2 2 4 2 4

1 √3
= − − 𝑖
2 2
2
2𝑥2 +𝑧1 −5−𝑖 2 2(3−2𝑖)+(2+𝑖)−5−𝑖 2 3−4𝑖 2 |3−4𝑖|2 (√(3)2 +(−4)2 ))
(d) |2𝑥 | = |2(2+𝑖)−(3−2𝑖)+5−𝑖| = |3+4𝑖| = |3+4𝑖|2 = 2 =1
2 −𝑧2 +3−𝑖 (√(4)2 +(3)2 ))

3. temukanlah bilangan real x dan y seperti yang 3𝑥 + 2𝑖𝑦 − 𝑖𝑦 + 5𝑦 = 7 + 5𝑖.


Kemudian berikan hubungan persamaan tertulis sebagai berikut 3𝑥 + 5𝑦 +
𝑖(2𝑦 − 𝑥) = 7 + 5𝑖. kemudian menyamakan bagian bilangan real dan imagenari,
3𝑥 + 5𝑦 = 7, 2𝑦 − 𝑥 = 5. kemudian pemecahan secara bersamaan, 𝑥 = −1, 𝑦 = 2
4. Buktikan: (a) 𝑧1 + 𝑧2 = 𝑧1 + 𝑧2 , (𝑏) |𝑧1 𝑧2 | = |𝑧1 ||𝑧2 |
Misalkan = 𝑧1 = 𝑥1 + 𝑖𝑦1 , 𝑧2 = 𝑥2 + 𝑖𝑦2 . kemudian
(a) 𝑧1 + 𝑧2 = 𝑥1 + 𝑖𝑦1 + 𝑥2+ 𝑖𝑦2 = 𝑥1 + 𝑥2 + 𝑖(𝑦2 + 𝑦1 )
= 𝑥1 + 𝑥2 − 𝑖(𝑦2 + 𝑦1 ) = 𝑥1 − 𝑖𝑦1 + 𝑥2 − 𝑖𝑦2 = 𝑥1 + 𝑖𝑦1 + 𝑥2 + 𝑖𝑦2
= 𝑧1 + 𝑧2
(b) |𝑧1 𝑧2 | = |(𝑥1 + 𝑖𝑦1 )(𝑥2+ 𝑖𝑦2 )| = |𝑥1 𝑥2 − 𝑦1 + 𝑦2 + 𝑖(𝑥1 𝑦2 + 𝑦1 𝑥2 )|

√(𝑥1 𝑥2 − 𝑦1 + 𝑦2 )2 + (𝑥1 𝑦2 + 𝑦1 𝑥2 )2 = √(𝑥12 + 𝑦12 ) (𝑥22 + 𝑦22 ) =

√𝑥12 + 𝑦12 √𝑥22 + 𝑦22 = |𝑧1 ||𝑧2 |

𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑡𝑜𝑑𝑒 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑎𝑖𝑛.


|𝑧1 + 𝑧2 |2 = (𝑧1 𝑧2 )( 𝑧1 𝑧2 ) = 𝑧1 𝑧2 𝑧1 + 𝑧2 = (𝑧1 𝑧1 )(𝑧2 𝑧2 )
= |𝑧1 |2 |𝑧2 |2 𝑜𝑟 |𝑧1 𝑧2 | = |𝑧1 ||𝑧2 |

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo xxi


dimana kita sudah menggunakan fakta bahwa hasil konjugasi dari dua bilangan
kompleks yang sama dengan produk konjugatif yang lain (lihat Soal 55).)

Halaman 10
ANALISIS VARIABEL
UNTUK MEMENUHI TUGAS AKHIR SEMESTER VI

NAMA : ADRIANA BULU


NPM : 2091000210060
JURUSAN : MATEMATIKA 2009 A
TUGAS : MENERJEMAHKAN B. INDONESIA
HALAMAN 10

BILANGAN KOMPLEKS
A.Gambar Grafis Dari Bilangan Kompleks
5.Mengerjakan,menunjukan pembedahan, menganalisa dan gambarkan.
(3+4𝑖)+(5+2𝑖),
(6-2𝑖)-(2-5𝑖),
(-3+5𝑖)+(4+2𝑖)+(5-3𝑖)+(-4-6𝑖)

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomoxxii


A).Menganalisis (3+4)+(5+2𝑖)=3+5+4𝑖+2𝑖=8+6𝑖

Menggambarkan grafis dua bilangan komplek nilai P1 dan P2 yang berturut–turut


seperti gambar dibawah ini 1.7. Sempurnakan garis lintang dengan OP1 dan OP2
seperti berdekatan sisi. Nilai P menggambarkan jumlah 6+8𝑖 dari dua bilangan
komplek. Catatan persamaan garis lintang untuk penjumlahan dari vektor OP1 dan
OP2 memperoleh vektor OP. Pertimbangan ini untuk memudahkan sebuah
bilangan kompleks seperti a +b𝑖 sebuah vektor memperoleh komponen dan b ke
arah dari positip x dan y tanpa hubungan berturut.
у
Р

P1
3+4i 8+6i
5+2i P2
O ᵡ

Gambar 1.7 y
P2
-2+5i P
4+3i
O ᵡ
6-2i
P1
Gambar 1.8
(b) Menganalisa, (6+2𝑖)-(2-5𝑖)=6-2-2𝑖=4+3𝑖
Grafis, (6-2𝑖)-(2-5𝑖)=6-2𝑖+(-2+5𝑖). Menjumlahkan 6-2𝑖 dan((-2+5𝑖)seperti
dibagian (a).Menunjukan hasil untuk OP didalam gambar 1.8 diatas.
(C)Menganalisa.
Grafis, (-3+5𝑖)+(4+2𝑖)+(5-3𝑖)+(-4-6𝑖)=(-3+4+5-4)+(5𝑖+2𝑖-3𝑖-6𝑖)=2-
2𝑖.
Menggambarkan bilangan yang ditambah untuk z1, z2, z3, z4 berturut – turut.
Gambarlah grafis dibawah ini 1.9 untuk memperoleh jumlah yang dibutuhkan
bertambah terus seperti bentuk pertama gambar dibawah ini 1.10.Sebagai nilai dari
vektor z1 konsepsi vektor z2,vektor z2 konsepsi vektor z3,dan nilai dari z3 konsepsi
vektor z4. Pada suatu saat, sebagai hasil dari jumlah yang dibutuhkan adalah
memperoleh vektor OP untuk menyusun huruf awal dari nilai z4,i. E. OP = Z1+ Z2 +
Z3 + Z4 =Z – Z𝑖.
y

z1
z2
O ᵡ
z3
z4

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomoxxiii


y
z2 z3
Gambar 1.9
z1 z4

O ᵡ
P

s
Gambar 1.10
Halaman 11
Jika z1 dan z 2 adalah dua dari Bilangan Kompleks (vektor – vektornya) pada
gambar 1- 11. Buatlah grafiknya
1 5
(a) 3z1  2z 2 (b) z 2  z1
2 3
(a) Pada gambar 1-12 disamping, OA  3z1 adalah sebuah vektor yang
mempunyai panjang 3 kali vektor z1 dan
OB  2z 2 adalah sebuah vektor yang mempunyai panjang 2 kali vektor
z 2 dan

Dan vektor OC  OA  OB  3z1  2z 2


y y

Q
z1
z1 x P x

1
O z2
2
z2 R
Gambar 1-11 Gambar 1-13

y
C

3z1  2z 2

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomoxxiv


B A

 2z 2 3z1
x

Gambar 1-12

(b) Persamaan vektor (Bilangan kompleks) ditunjukkan oleh OP pada


gambar 1-13 diatas

7. Buktikan :
(a). z1  z 2  z1  z 2 , (b). z1  z 2  z3  z1  z 2  z3 , (c). z1  z 2  z1  z 2

dan gambarkanlah grafiknya


(a). Penyelesaian
Misal z1  x1  iy1 , z 2  x2  iy 2 dan kita harus menunjukkan bahwa
( x1  x2 ) 2  ( y1  y2 ) 2  x1  y1  x2  y2
2 2 2 2

Kuadaratkan Persamaan kedua diatas, akan benar jika

( x1  x2 ) 2  ( y1  y 2 ) 2 x1  y1  2 ( x1  y1 )( x2  y2 )  x2  y2
2 2 2 2 2 2 2 2

x1 x2  y1 y2  ( x1  y1 )( x2  y 2 )
2 2 2 2
i.e. jika
atau jika ( Kuadratkan Kedua persamaan lagi)
x1  x 2 2 x1 x 2 y1 y 2  y1  y 2 x1 x 2  x1 y 2  y 1 x2  y1 y 2
2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

2 x1 x 2 y1 y 2 x1 y 2  y 1 x 2
2 2 2 2
Atau

Tetapi ini sama untuk ( x1 y 2  x2 y1 ) 2 0 jika benar. Balikkan langkah –langkah


yang reversibel. Buktikan hasilnya.
Grafis. Secara grafis hasil dari fakta bahwa z1 , z 2 , z1  z 2 ditunjukan panjang

dari sisi – sisi sebuah segitiga (lihat gambar 1-14) dan jumlah panjang dari 2
sisi dari sebuah segitiga yang lebih besar dari atau sama dengan panjang sisi
ketiga.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomoxxv


y

z2

z1
z1  z 2 x
0 Gambar 1-14

z2 z3
z1 z1  z 2  z 3

0 Gambar 1-15

(b). Penyelesaian. Bagian (a)


z1  z 2  z3  z1  ( z 2  z3 )  z 1  z 2  z3  z1  z 2  z3

Grafis. Hasil dari sebuah kesepakatan fakta geometris bahwa sebuah


bidang garis lurus lebih pendek diantara 2 titik O dan P (lihat Gambar 1-15)

Halaman 12
TERJEMAHAN ANALYSIS VARIABEL COMPLEX
8. Misal diberikan vector posisi dari titik A( x1 , y1 ) dan titik B( x2 , y2 ) yang
diwakili oleh z1 dan z 2 berturut-turut.(a) gambar vector AB sebagai bilangan
kompleks.(b) tentukan jarak antara titik A dan B
(a) Dari gambar 1.16 OA  AB  OB

AB  OB  OA  z 2  z1
AB   x 2  iy 2    x1  iy1 
AB  ( x 2  x1 )  i ( y 2  y1 )
z1 AB
z2
(b) Jarak antara titik A dan B dapat di cari dengan rumus
AB  ( x2  x1 )  i( y 2  y1 )  ( x2  x1 ) 2  ( y 2  y1 ) 2

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomoxxvi


9. misal z1  x1  iy1 dan z 2  x2  iy 2 yang diwakili dua vector non kolinear atau
vector non parallel
Jika a dan b adalah bilangan real sedemikian sehingga az1  bz 2  0 dengan
syarat a  0danb  0
Diberikan kondisi az1  bz 2  0 ekuivalen dengan a( x1  iy1 )  b( x2  iy 2 )  0
atau ax1  bx2  i(ay1  by2 )  0 jadi ax1  bx2  0 dan ay1  by2  0 persamaan
ini akan mempunyai solusi yang simultan a  0, b  0, jika y1 x1  y2 x2 .jika
vector tersebut adalah vector non kolinear atau vector non parallel.
10. buktikan bahwa diagonal jajaran genjang saling membagi dua
Pada gambar 1.17 OABC akan diberikan jajaran genjang dengan diagonal yang
saling berpotongan pada titik P
Karena z1  AC  z 2 , AC  z 2  z1 jadi AP  m( z 2  z1 )
Dengan syarat 0  m  1
B
Karena OB  z1  z2 , OP  n( z1  z2 ) dengan syarat 0  n  1
tapi OA  AP  OP , z1  m( z2  z1 )  n( z1  z2 ) atau
(1  m  n) z1  (m  n) z2  0 karenanya dari masalah 9 ,

1 1
1  m  n  0, m  n  0 atau m  , n  dan P adalah titik tengah dari kedua
2 2
diagonal
11. menemukan persamaan untuk garis lurus yang melewati dua titik A( x1 , y1 ) dan
B( x2 , y2 )
Misal z1  x1  iy1 dan z2  x2  iy 2 adalah vektor-vektor dari masing-masing titik
A dan B.

Dari gambar 1.18


OA  AP  OP atau z1  AP  z , AP  z  z1
OA  AB  OB atau z1  AB  z2 ,
AB  z2  z1
Karena AP dan AB segaris maka AP  tAB atau z  z1  t ( z2  z1 ) dimana t adalah
bilangan real dan persaman umumnya adalah z  z1  t ( z2  z1 ) atau
z  (1  t ) z1  tz2
Dengan menggunakan z1  x1  iy1 , z2  x2  iy 2 dan z  x  iy , juga dapat ditulis
x  x1 y  y1
x  x1  t ( x2  x1 ) , y  y1  t ( y2  y1 ) atau 
x2  x1 y 2  y1
Ada dua bentuk persamaan ,yang pertama disebut persamaan parametrik garis
dengan t adalah parameternya.yang kedua disebut persamaan garis bentuk standar.
Metode lain. Karena AP dan PB segaris dan m dan n adalah bilangan real maka,
mAP  nPB atau m( z  z1 )  ( z2  z)

xxvii
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
mz1  nz 2 mx  nx2 my  ny 2
Penyelesaian z atau x  1 , y 1
mn mn mn
Bentuk persamaan di atas disebut bentuk simetris.

Halaman 13
Dengan menggunakan 𝑧1 = 𝑥1 + 𝑦1 , 𝑧2 = 𝑥2 + 𝑖𝑦2 dan z =x + 𝑦1 dapat di tuliskan
𝑥−𝑥 𝑦− 𝑦
x-𝑥1 = t ( 𝑥2 - 𝑥1 ) , y- 𝑦1 = t ( 𝑦2 - 𝑦1 atau 𝑥 1 = 𝑦 1
2−𝑥1 2− 𝑦1
Dua yang pertma disebut persamaan parametric garis dan t adalah parameter yang
ke dua di sebut persamaan dari garis yang pertama

mAP=nPB atau m ( z - 𝑧1 ) = n ( 𝑥2 - z )
𝑚 𝑧1+ 𝑛𝑧2 𝑚𝑥1+ 𝑛 𝑚𝑦1 + 𝑛𝑦
𝑥
Dapat di pecahkan z = 𝑚+𝑛 atau x= 𝑚 + 𝑛 2 , y = 𝑚 + 𝑛 2
Dari persamaan di atas dapat di sebut bentuk simetris
12. Misal A ( 1, -2 ), B ( -3 , 4 ), C ( 2 , 2 ) menjadi kesimpulan dari segitiga ABC
.Carilah panjang median dari C kesisi AB .
Vektor posisi A,B dan C di berikan oleh 𝑧1 = 1 – 2i , 𝑧2 = -3 + 4i dan 𝑧3 = 2 +
2i masing masing .Kemudian digambar
AB = 𝑧3 - 𝑧1 = 2 + 2i - ( 1 – 2i ) = 1 + 4i
BC = 𝑧3 - 𝑧2 = 2 + 2i – ( -3 + 4i ) =5 -2i
AB = 𝑧2 - 𝑧1 = -3 + 4i –( 1 – 2i ) = -4 + 6i
1 1
AD = AB = ( -4 + 6i ) = -2 + 3i dimana D adalah titik tengah AB
2 2
AC +CD = AD atau CD =AD – AC = -2 + 3i – ( 1 +4i ) =-3 – i
Maka panjang rata rata dari CD adalah CD =  3,1 =√10

B y
C
D x

A
13. Tentukan persamaan untuk (a ) lingkran berjari 4 dengan pusat ( -2 , 1 ) , (b),
elips dengan sumbu utama yang panjangnya 10dan titik fokusnya di (-3, 0 ) dan
( 3, 0 ).
a) dengan di notasikan atau di tuliskan dengan bilangan kompleks -2 + I
.Jika z adalah setiap titik pada lingkaran (gambar 1.20) jarak dari z -2 +
I adalah z  (2  i) =4

xxviii
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
Kemudian 2  2  1 =4 adalah persamaan yang di perlukan dalam

bentuk empat persegi panjang di berikan oleh ( x  2)  i( y  1) =4,i.e (

x+2)2 + (y -1)2=16
Y
y

y
Z z

(-2,1) x (-3,0) (3,0)


x

b) Jumlah jarak dari setiap z titik pada elips ( gambar 1-2) untuk focus
harus sama=10 maka persamaannya adalah [𝑧 + 3] +[z-3]=10,dalam
empat persegi panjang dapat di kurangi untuk 𝑥 2 /25 +𝑦 2 /16=1(lihat
soal 74)

Aksioma Dasar dari Bilangan Komleks


14. Gunakan defenisi dari sebuah bilangan kompleks sebagai pasangan orderdari
bilangan real dan defenisi pada halaman tiga untuk membuktikan bahwa
(a,b)=a(1,0),b(0,1)dimana (0,1),(0,1)=(-1,0)
=(a,c) + (c,b)
=(a,b)

Halaman 14
BILANGAN KOMPLEK
Dari defenisi jumlah dan produk atau hasil di halaman 3, kita mendapatkan

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomoxxix


(𝑎, 𝑏) = (𝑎, 0) + (0, 𝑏) = 𝑎(1,0) + 𝑏(1,0)
dimana (0,1)(0,1) = (0 ∗ 0 − 1 ∗ 1,0 ∗ 1 + 1 ∗ 0) = (−1,0)
Dari identifikasi (1,0) dengan 1 dan (0,1) dengan 𝑖, kita melihat bahwa
(𝑎, 𝑏) = 𝑎 + 𝑏𝑖
15. Jika 𝑧1 = (𝑎1 , 𝑏1 ), 𝑧2 = (𝑎2 , 𝑏2) dan 𝑧3 = (𝑎3 , 𝑏3 ), membuktikan hukum

persamaan distribusi 𝑧1 = (𝑧2 , 𝑧3 ) = 𝑧1 + 𝑧2 + 𝑧1 𝑧3


Kita mendapatkan
𝑧1 = (𝑧2 , 𝑧3 ) = (𝑎1 , 𝑏1 ){(𝑎2 , 𝑏2 ) + (𝑎3 , 𝑏3 )} = (𝑎1 , 𝑏1 )(𝑎2 , 𝑎3 ) + (𝑏2 , 𝑏3 )
= {𝑎1 (𝑎2 +𝑎3 ) − 𝑏1 (𝑏2 , 𝑏3 ), 𝑎1 (𝑏2 , 𝑏3 ) + 𝑏1 (𝑎2 +𝑎3 )}
= (𝑎1 𝑎2 − 𝑏1 𝑏2 + 𝑎1 𝑎3 − 𝑏1 𝑏3, 𝑎1 𝑏2 + 𝑏1 𝑎2 + 𝑎1 𝑏3 + 𝑏1 𝑎3 )
= (𝑎1 𝑎2 − 𝑏1 𝑏2 , 𝑎1 𝑏2 + 𝑏1 𝑎2 ) + (𝑎1 𝑎3 − 𝑏1 𝑏3 , 𝑎1 𝑏3 + 𝑏1 𝑎3 )
= (𝑎1 , 𝑏1 )(𝑎2 , 𝑏2 ) + (𝑎1 , 𝑏1 )(𝑎3 , 𝑏3 ) = 𝑧1 , 𝑧2 + 𝑧1 , 𝑧3
KOORDINAT POLAR DARI BILANGAN KOMPLEK
16. Nyatakan setiap bilangan komplek berikut dalam bentuk koordinat polar
a) 2 + 2√3𝑖
Nilai penyelesaian atau mutlaknya, 𝑟 = |2 + 2√3 𝑖| = √4 + 12 = 4
3 3 𝜋
Perluasan atau bukti, 𝜃 = 𝑠𝑖𝑛−1 2√4 = 𝑠𝑖𝑛−1 √2 = 600 = (radians)
3

Kemudian
2 + 2√3𝑖 = 𝑟(𝑐𝑜𝑠 𝜃 + 𝑖 sin 𝜃 ) = 4(𝑐𝑜𝑠 600 + 𝑖 sin 600 )
𝜋 𝜋
= 4(𝑐𝑜𝑠 + 𝑖 𝑠𝑖𝑛 )
3 3
𝜋
Hasilnya juga dapat ditulis sebagai 4 𝑐𝑖𝑠 3 atau, menggunakan rumus
𝑖
euler’s, 4𝑒 𝜋3
y

2 + 2√3
Gambar 1 ∙ 22
4
600 2√3
x
2
b) −5 + 5𝑖

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomoxxx


𝑟 = |−5 +5𝑖| = √25 + 25 = 5√2
𝜋
𝜃 = 1800 − 450 = 1350 = 3 4 (radians)

Kemudian
−5 + 5𝑖 = 5√2(cos 1350 + 𝑖 𝑠𝑖𝑛1350 )
𝜋 𝑖
= 5√2 𝑐𝑖𝑠 3 = 5√2 𝑒 3𝜋4
4
y

5√2
5 460
1350
x
-5
Gambar 1 ∙ 23
c) −√6 − √2 𝑖

𝑟 = |−√6 − √2 𝑖| = √6 + 2 = 2√2
𝜋
𝜃 = 1800 + 300 = 2100 = 7 6 (radians)

Kemudian
−√6 − √2 𝑖 = 2√2(cos 2100 + 𝑖 𝑠𝑖𝑛2100 )
𝜋 𝑖
= 2√2 𝑐𝑖𝑠 7 = 2√2 𝑒 7𝜋6
4

y
2100
−√6 x
0
−√2 30
2√2

Gambar 1 ∙ 24

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomoxxxi


d) −3𝑖

𝑟 = |−3 𝑖| = |0 − 3 𝑖|√0 − 9 = 3
𝜋
𝜃 = 2700 = 3 2 (radians)

Kemudian
𝜋 𝜋
−3 𝑖 = 3 (cos 3 + 𝑖 𝑠𝑖𝑛3 )
2 2
𝜋 𝑖
= 3 𝑐𝑖𝑠 3 = 3 𝑒 3𝜋2
2
y

2700 x

-3

Gambar 1 ∙ 25

17. Grafikkan dari setiap bagian berikut:


𝑖 𝑖
(𝑎) 6(𝑐𝑜𝑠2400 + 𝑖𝑠𝑖𝑛2400 ), (𝑏) 4 𝑒 3𝜋5 , (𝑐) 2 𝑒 𝜋4

𝜋 𝑖
(𝑎) 6(𝑐𝑜𝑠2400 + 𝑖𝑠𝑖𝑛2400 ) = 6 𝑐𝑖𝑠 2400 = 6 𝑐𝑖𝑠4 = 6 𝑒 4𝜋3
3
dapat direfresentasikan secara grafik dengan OP di gambar 1 ∙ 26 dibawah
ini.
Jika kita memulai dengan vektor OA yang besaranya adalah 6 dan
yang mana arahnya adalah 𝑥 positif, kita dapat memperoleh OP dengan
merotasikan OA berlawanan dengan arah jarum jam melalui sudut 2400.
Secara umum 𝑟𝑒 𝑖𝜃 sebanding dengan vektor yang diperoleh dengan
merotasikan atau memutar vektor yang besaranya r dengan arah 𝑥 axis
positif, bergerak berlawanan melalui sudut 𝜃.

Halaman 15
Nama : Leo marwan

xxxii
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
NPM : 2091000210059
Jurusan: Matematika,
2009. B

BILANGAN-BILANGAN KOMPLEKS
y y
y
2400 6 p
x 4
o 2 A
O A 1080
450
b
p o x
2 P

Gambar 1-26 Gambar. 1-27


Gambar. 1-28

(b) 4e 3i / 5  4cos 3 / 5  i sin 3 / 5  4cos108 0  i sin  i sin 108 0 


Diwakili oleh pada gambar diatas.1

c.2e i / 4  2cos    


/ 4  i sin  / 4  2 cos  450  i sin  450 
Bilangan kompleks ini dapt dirpesentasikan oleh vector OP pada gambar.
Diatas 1-28 vektor ini dapat diperolah dengan memulai dengan vector OA. Yang
besarnya adalah 2 dan yang arahnya adalah bahwa dari sumbu X positif, dan
memutarnya berlawanan itu memulai sudut -450 (yang sama dengan memutar
secara jarum jam melalui sudut 450).

18. seorang pria perjalanan 12 mil timur laut, 20 mil barat 300 dari utara,
B y
dan kemudian 18 mil 600 selatan barat, menentukan (a) secara analitik 60o
20

xxxiii
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
dan (b) grafis seberapa jauh dan kearah mana ia adalah dari titik tolak 18
30o
nya. C
12 A
(a). Analitis. Biarakan o menjadi titik awal (lihat gambar 1-29). Maka perp-
45o x Indahan berturut-turut diwakili oleh vector OA,AB dan BC, hasil
dari ke- o
Tiga perpindahan diwakili oleh vector.
OC  OA  AB  BC
sekarang  
OA  12 cos 45 0  sin 45 0  12 e i / 4
AB  20cos90  30   i sin 90  30   20 e
0 0 0 0 2i / 3

BC  18cos180  60   i sin 180  60   18 e


0\ 0 0 0 4i / 3

Kemudian
OC  12e i / 4  20e 2i / 3  18e 4i / 3
  
 12 cos 45 o  20 cos 120 o  18 cos 240 o  i 12 sin 45 o  20 sin 120 o  18 sin 240 o 
       
 12 2 / 2  20 1 / 2  18 1 / 2  i 12 2 / 2  20  3 / 2  18  3 / 2   
 6 2  19  6 2 3i 
 
Jika r cos   i sin    6 2  19  6 2  3 i, Maka r  6  
2
2  19  6 2  3 
2

14.7 sekitar dari   cos 1 6 2  19/ r  cos  .717 135 49
1 o '

Sehingga orang itu adalah 14,7 mil dari titik tolaknya dalam arah 135o49,-90o=
45o49, barat utara.
(b) grafis , menggunakan unit yang nyaman panjang seperti PQ dalam ambar 1-29
yang mewakili 2 mil,
Dan busur derajat untuk mengukur sudut, membangun vektor OA,AB dan BA
kemudian dengan menentkan jumlah unit di OC dan sudut yang membuat OC
dengan sumbu V, kita memper oleh hasil perkiraan (a)

DE MOIVRE’S TEOREMA

xxxiv
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
19. if z1  r1 cos 1  i sin 1  dan z 2  r2 cos  2  i sin  2 , Membuktikan :
a  z1 z 2  r1r2 cos1   2   i sin 1   2 
b  z1 
r1
cos1   2   i sin 1   2 .
z2 r2
c  z1 z 2  r1 cos 1  i sin 1  r2 cos  2  i sin  2 
 r1 r2 cos 1 cos  2  sin 1 sin  2   isin 1 cos  2  cos 1 sin  2 
 r1 r2 cos1   2   i sin 1   2 

Halaman 16
z r cos 1  i sin 1  cos  2  i sin  2 
(b) 1  1 
z 2 r2 cos  2  i sin  2  cos  2  i sin  2 

r1  cos 1 cos  2  sin 1 sin  2   isin 1 cos  2  cos 1 sin  2


  
r2  cos 2  2  sin 2  2 
r1
 cos1   2   i sin 1   2 
r2

Pada syarat-syarat rumus Euler e i  cos  i sin  , hasilnya menyatakan

bahwa jika z1  r1e i1 dan z 2  r2 e i2 maka z1 z 2  r1r2 e i 1  2  dan

z1 r1e i1 r
 i 2
 1 e i 1  2  .
z 2 r2 e r2

20. Buktikan teorema De Moivre’s : cos   i sin   dimana n adalah bilangan


n

bulat positif.
Kita gunakan prinsip induksi matematika. Menganggap bahwa hasilnya
benar untuk bilangan bulat positif khusus k, yaitu menganggap
cos   i sin  k  cos k  i sin k kemudian kalikan kedua sisi dengan
cos  i sin  , kita dapatkan
cos   i sin  k   cos k  i sin k  cos   i sin  
 cosk  1   i sin k  1  menurut
soal no.19. Jika benar untuk n  k maka benar untuk n  k  1

xxxv
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
Tetapi sejak hasilnya jelas benar untuk n  1, maka pasti benar untuk
n  1  1  2 dan n  2  1  3 , dst., dan pasti benar untuk semua bilangan
bulat positif.
21. Buktikan identitas : (a) cos 5  16 cos 5   20 cos 3   5 cos 

(b)
sin 5   16 cos 4   12 cos 2   1, if   0,   ,  2
sin  
Kita menggunakan rumus Binomial
a  b n  an   an
1
n 1
b  a
n
2
n2
b 2  .....   a
n
r
nr
b r  ...  b n

Dimana koefisien    r !nn! r  ! ,


n
r juga dinyatakan dengan n C r , yang

disebut koefisien binomial. Bilangan n ! atau n faktorial , didefinisikan sebagai


hasil 1  2  3.......n dan kita definisikan 0 !  1
Dari soal no.20, dengan n  5 , dengan rumus binomial,
cos 5  i sin 5  cos   i sin  
5

 cos 5    cos   i sin     cos   i sin  


5
1
4 5
2
3 2

  cos   i sin      cos   i sin    i sin  


5
3
2 3 5
4
4 5

 cos 5   5i cos 4  sin   10 cos 3  sin 2   10i cos 2  sin 3 

 5 cos  sin 4   i sin 5 

= cos 5  10 cos 3  sin 2   5 cos  sin 4 


 i 5 cos 4  sin   10 cos 2  sin 3   sin 5  
Maka
(a) cos 5  cos 5   10 cos 3  sin 2   5 cos  sin 4 

 cos 5   10 cos 3  1  cos 2    5 cos  1  cos 2  


2

 16 cos 5   20 cos 3   5 cos 


dan
(b) sin 5  5 cos 4  sin   10 cos 2  sin 3   sin 5 
atau

xxxvi
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
sin 5
 5 cos 4   10 cos 2  sin 2   sin 4 
sin 

 5 cos 4   10 cos 2  1  cos 2    1  cos 2  


2

 16 cos 4   12 cos 2   1
dengan sin   0, yaitu   0,   ,  2 ,...

e i  e i e i  e i
22. Tunjukkan bahwa (a) cos   , (b) sin  
2 2i

Kita mempunyai (1) e ie  cos   i sin  , (2) e i  cos i sin 

Halaman 17
𝑒 𝑖𝜃 + 𝑒 −𝑖𝜃
(a) Tambahkan (1) dan (2) 𝑒 𝑖𝜃 + 𝑒 −𝑖𝜃 = 2 cos 𝜃 atau cos 𝜃 = 2
𝑖𝜃 −𝑖𝜃 𝑒 𝑖𝜃 − 𝑒 −𝑖𝜃
(b) Kurangkan (2) dari (1) 𝑒 − 𝑒 = 2𝑖 sin 𝜃 atau sin 𝜃 = 2𝑖

8 1 1
23. Buktikan identitas (a) 𝑠𝑖𝑛3 𝜃 = sin 𝜃 − sin 3𝜃,(b) 𝑐𝑜𝑠 4 𝜃 = cos 4𝜃 +
4 4 8
1 8
cos 2𝜃 +
2 8
3 3
3 𝑒 𝑖𝜃 −𝑒 −𝑖𝜃 (𝑒 𝑖𝜃 − 𝑒 −𝑖𝜃 )
(a) 𝑠𝑖𝑛 𝜃 = ( ) =
2𝑖 8𝑖 3
1 𝑖𝜃 3 𝑖𝜃 2 2 3
= − 8𝑖 {(𝑒 ) − 3 (𝑒 ) (𝑒 −𝑖𝜃 ) + 3 (𝑒 𝑖𝜃 ) (𝑒 −𝑖𝜃 ) − (𝑒 −𝑖𝜃 ) }
1 3 𝑒 𝑖𝜃 − 𝑒 −𝑖𝜃
= − 8𝑖 (𝑒 3𝑖𝜃 − 3𝑒 𝑖𝜃 + 3𝑒 −𝑖𝜃 − 𝑒 −3𝑖𝜃 ) = 4
( 2𝑖
)−
1 𝑒 3𝑖𝜃 − 𝑒 −3𝑖𝜃
( )
4 2𝑖
3 1
= sin 𝜃 − sin 3𝜃
4 4
4 4
4 𝑒 𝑖𝜃 + 𝑒 −𝑖𝜃 (𝑒 𝑖𝜃 + 𝑒 −𝑖𝜃 )
(b) 𝑐𝑜𝑠 𝜃 = ( ) =
2 16
1 𝑖𝜃 4 𝑖𝜃 2 2 2
= {(𝑒 ) + 4 (𝑒 ) (𝑒 −𝑖𝜃 ) + 6 (𝑒 𝑖𝜃 ) (𝑒 −𝑖𝜃 ) +
16
3 4
4 (𝑒 𝑖𝜃 )(𝑒 −𝑖𝜃 ) + (𝑒 −𝑖𝜃 ) }
1 1 𝑒 4𝑖𝜃 + 𝑒 −4𝑖𝜃
= (𝑒 4𝑖𝜃 + 4𝑒 2𝑖𝜃 + 6 + 4𝑒 −2𝑖𝜃 + 𝑒 −4𝑖𝜃 ) = ( )−
16 8 2
1 𝑒 2𝑖𝜃 − 𝑒 −2𝑖𝜃 3
( )+
2 2 8
1 1 3
= cos 4𝜃 − cos 2𝜃 +
8 2 8

xxxvii
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
24. Diberikan bilangan komplek (vektor) z, mengartikan secara geometri 𝑧𝑒 𝑖𝛼

dimana 𝛼 bilangan real.

Misal 𝑧 = 𝑟𝑒 𝑖𝜃 menggambarkan garis vector di gambar 1-30.


Kemudian 𝑧𝑒 𝑖𝛼 = 𝑟𝑒 𝑖𝜃 . 𝑒 𝑖𝛼 = 𝑟𝑒 𝑖(𝜃+ 𝛼) Adalah vector yang diwakili oleh OB.
Maka perkalian vector 𝑧 oleh 𝑒 𝑖𝛼 sebesar putaran 𝑧 yang berlawanan
dari sudut 𝛼. Gambar 1-30
Kita dapat mempertimbangkan 𝑒 𝑖𝛼 sebagai penghubung yang
bertindak pada 𝑧 untuk menghasilkan rotasi ini.

25. Buktikan : 𝑒 𝑖𝜃 = 𝑒 𝑖(𝜃+2𝑘𝜋) , 𝑘 = 0, ± 1, ± 2, …


𝑒 𝑖(𝜃+2𝑘𝜋) = cos(𝜃 + 2𝑘𝜋) + 𝑖 𝑠𝑖𝑛 (𝜃 + 2𝑘𝜋) = cos 𝜃 + 𝑖 sin 𝜃 = 𝑒 𝑖𝜃

26. Evaluasi soal-soal berikut :


(a) [3 (cos 40° + 𝑖 sin 40°)] [4 (cos 80° + 𝑖 sin 80°)] = 3 ∙ 4 [cos(40° +
80°) + 𝑖 sin(40° + 80°)]
= 12 (cos 120° + 𝑖 sin 120°)
1 √3
= 12 (− 2 + 𝑖)
2
= −6 + 6√3 𝑖
(2 𝑐𝑖𝑠 15°)7 128 𝑐𝑖𝑠 105°
(b) (4 𝑐𝑖𝑠 45°)3 = = 2 𝑐𝑖𝑠 (105° − 135°)
64 𝑐𝑖𝑠 135°
= 2 [cos(−30°) + 𝑖 sin(−30°)] = 2 [cos 30° − 𝑖 sin 30°]
= √3 − 𝑖
10
1+ √3 𝑖 2 𝑐𝑖𝑠 (60°) 10
(c) (1− ) = {2 𝑐𝑖𝑠 (−60°)} = (𝑐𝑖𝑠 120°)10 = 𝑐𝑖𝑠 1200° = 𝑐𝑖𝑠 120°
√3 𝑖
1 √3
= − + 𝑖
2 2
Metode lain :
10 10
1+ √3 𝑖 2𝑒 𝜋 𝑖/3 10
(1− ) = (2𝑒 −𝜋 𝑖/3 ) = (𝑒 2𝜋 𝑖/3 ) = 𝑒 20𝜋𝑖/3
√3 𝑖
1 √3
= 𝑒 8𝜋𝑖 𝑒 2𝜋𝑖/3 = (1)[cos(2𝜋/3) + 𝑖 sin(2𝜋/3)] = − 2 + 𝑖
2

xxxviii
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
Halaman 18
27. Buktikan bahwa (a) arg (𝑧1 𝑧2 ) = 𝑎𝑟𝑔 𝑧1 + arg 𝑧2 , (b) arg (𝑧1 /𝑧2 ) =
arg z1 − arg 𝑧2 menyatakan kondisi yang sesuai validitas.

Biarkan, 𝑧1 = 𝑟1 (cos 𝜃1 ) + 𝑖 sin 𝜃1 , 𝑧2 = 𝑟2 (cos 𝜃2 + 𝑖 sin 𝜃2 ),


𝑑𝑎𝑛 arg 𝑧1 = 𝜃1 , arg 𝑧2 = 𝜃2.

a) Sejak 𝑧1 𝑧2 = 𝑟1 𝑟2 (cos(𝜃1 + 𝜃2 ) + 𝑖 sin(𝜃1 + 𝜃2 )), arg(𝑧1 𝑧2 ) = 𝜃1 +


𝜃2 = 𝑎𝑟𝑔 𝑧1 + arg 𝑧2

𝑧1 𝑟 𝑧
b) Sejak = 𝑟1 (cos(𝜃1 + 𝜃2 ) + 𝑖 sin(𝜃1 − 𝜃2 )), arg (𝑧1 ) = 𝜃1 − 𝜃2 =
𝑧2 2 2

arg z1 − arg 𝑧2

Karena ada nilai yang mungkin banyak 𝜃1 = 𝑎𝑟𝑔 𝑧1 𝑑𝑎𝑛 𝜃2 = 𝑎𝑟𝑔 𝑧2 , kita
hanya dapat mengatakan bahwa kedua belah pihak dalam kesetaraan di atas
adalah sama untuk beberapa nilai dari 𝑎𝑟𝑔 𝑧1 dan arg 𝑧2 mereka tidak dapat
memegang bahkan jika nilai-nilai utama yang digunakan.

 AKAR – AKAR BILANGAN KOMPLEKS.

28. (a )Temukan semua nilai dari 𝑍, dimana 𝑍 5 = −32 , dan (b) tempatkan atau
masukkan nilai ini dalam bidang kompleks.
a) Dalam bentuk polar, −32 = 32{cos(𝑟 + 2𝑘𝜋) + 𝑖 sin(𝜋 + 2𝑘𝜋) }, 𝑘 = 0,
± 1, ± 2, … , .
Biarkan 𝑧 𝑟(cos 𝜃 +
𝑖 sin 𝜃). 𝑘𝑒𝑚𝑢𝑑𝑖𝑎𝑛 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑔𝑢𝑛𝑎𝑘𝑎𝑛 "Teorema De Moivre" ,
𝑧 5 = 𝑟 5 (cos 5𝜃 + 𝑖 sin 5𝜃) = 32{cos(𝜋 + 2𝑘𝜋) + 𝑖 sin(𝜋 + 2𝑘𝜋)}

xxxix
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
𝑠𝑒ℎ𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎 𝑟 5 = 32, 5𝜃 = 𝜋 + 2𝑘𝜋, 𝑑𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑟 = 2,
𝜃 = (𝜋 + 2𝑘𝜋)/5.

𝜋+2𝑘𝜋 𝜋+2𝑘𝜋
Oleh karena itu, 𝑧 = 2 {cos ( ) + 𝑖 sin ( )}
5 5

3𝜋 3𝜋
If 𝑘 = 1, 𝑧 = 𝑧2 = 2 (cos + 𝑖 sin )
5 5
3𝜋 3𝜋
If 𝑘 = 1, 𝑧 = 𝑧2 = 2 (cos + 𝑖 sin )
5 5
5𝜋 5𝜋
If 𝑘 = 2, 𝑧 = 𝑧3 = 2 (cos + 𝑖 sin ) = −2
5 5
7𝜋 7𝜋
If 𝑘 = 3, 𝑧 = 𝑧4 = 2 (cos + 𝑖 sin )
5 5
9𝜋 9𝜋
If 𝑘 = 4, 𝑧 = 𝑧5 = 2 (cos + 𝑖 sin )
5 5

Dengan mempertimbangkan 𝑘 = 5, 6 serta nilai-nilai negatif, -1, -2, ...,


pengulangan dari lima nilai di atas 𝑧 diperoleh. Oleh karena itu ini adalah satu-
satunya solusi atau akar dari persamaan yang diberikan. lima akar ini disebut "
lima akar dari – 32 ” dan secara kolektif ditunjukkan dengan (−32)1/5 . Pada
umumnya, 𝑎1/𝑛 mewakili Akar ke-" 𝑛 " dari dan 𝑎. Dan terdapat 𝑛 akar.

b) Nilai-nilai z seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 1-31. mencatat bahwa


mereka memiliki jarak yang sama disepanjang keliling lingkaran dengan
pusatnya di titik pusat dan jari-jari 2. Atau dengan kata lain dapat dikatakan
bahwa, akar - akar diwakili oleh titik- titik dari poligon yang beraturan.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo xl


y

Z2
Z1
π 3π/5
Z3 π/5
x
7π/5 9π/5
Z5
Z4

Gambar 1-31
29. Temukan akar – akarnya dan posisikan akar – akar tersebut dalam grafik.
a) (−1 + 𝑖)1/3

3𝜋 3𝜋
−1 + 𝑖 = √2 {cos ( ) + 𝑖 sin ( + 2𝑘𝜋)}
4 + 2𝑘𝜋 4

3𝜋 3𝜋
(−1 +
1
𝑖)3 =
1
26 {cos ( 4 + 2𝑘𝜋) + 𝑖 sin ( 4 + 2𝑘𝜋)}
3 3

1 𝜋 𝜋
𝐼𝑓 𝑘 = 0, 𝑧1 = 26 (cos + 𝑖 sin ( ))
4 4
1 11𝜋 11𝜋
𝐼𝑓 𝑘 = 1, 𝑧2 = 26 (cos + 𝑖 sin ( ))
12 12
1 19𝜋 19𝜋
𝐼𝑓 𝑘 = 2, 𝑧3 = 26 (cos + 𝑖 sin ( ))
12 12

Semua akar – akar ini dapat terlihat pada grafik 1-32.

11π/12 Z1
Z2 π/4
x
19π/12

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo xli


Z3

Gambar 1-32.

Halaman 19
1
4
(b) (−2√3 − 2𝑖)
7𝜋 7𝜋
−2√3 − 2𝑖 = 4 {cos ( + 2𝑘𝜋) + 𝑖 sin ( + 2𝑘𝜋)}
6 6

7𝜋 7𝜋
6 + 2𝑘𝜋) + 𝑖 sin ( 6 + 2𝑘𝜋)}
1 1
4
(−2√3 − 2𝑖) = 44 {cos (
4 4

7𝜋 7𝜋
𝐼𝑓 𝑘 = 0, 𝑧1 = √2 (cos + 𝑖 sin )
24 24
19𝜋 19𝜋
𝐼𝑓 𝑘 = 1, 𝑧2 = √2 (cos + 𝑖 sin )
24 24
31𝜋 31𝜋
𝐼𝑓 𝑘 = 2, 𝑧3 = √2 (cos + 𝑖 sin )
24 24
43𝜋 43𝜋
𝐼𝑓 𝑘 = 3, 𝑧4 = √2 (cos + 𝑖 sin )
24 24
Hal ini direpresentasikan dan ditunjukkan secara grafis dalam gambar 1-33.
y

19π/24
7π/24
31π/24 x
43π/24

Gambar 1-33

30. Menemukan akar kuadrat dari −15 − 8𝑖


Metode 1.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo xlii


−15 − 8𝑖 = 17{cos(𝜃 + 2𝑘𝜋) + 𝑖 sin(𝜃 + 2𝑘𝜋)} 𝑑𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 cos 𝜃 =
15 8
− 17 , sin 𝜃 = − 17 .

Maka akar kuadrat dari −15 − 8i adalah


𝜃 𝜃
√17 (cos + 𝑖 sin ) … … … … … … … … … … … … … . (1)
2 2
𝜃 𝜃 𝜃
dan √17 {(cos 2 + 𝜋) + 𝑖 sin ( 2 + 𝜋)} = −√17 (cos 2 +
𝜃
𝑖 sin 2) … … … (2)
1−15
𝜃 (1+cos 𝜃) ( ) 1
Sekarang cos 2 = ±√ = ±√ 17

2 2 √17

1 + 15
𝜃 (1 − cos 𝜃) √( 17 ) 4
sin = ±√ =± =±
2 2 2 √17

𝜃
karena Q adalah sudut di kuadran ketiga adalah sudut di kuadran kedua. maka
2
𝜃 1 𝜃 4
cos 2 = − , sin 2 = dan sebagainya dari (1) dan (2 ) akar kuadrat yang
√17 √17

dibutuhkan adalah − 1 + 4i dan dan 1 – 4i.


Sebagai catatan untuk pembuktian (1 + 4𝑖)2 = (1 − 4𝑖)2 = −15 − 8𝑖

Metode 2.
Jadikan 𝑝 + 𝑖𝑞, dimana p dan q adalah bilangan real, dan merupakan akar
kuadrat yang diperlukan. Maka;
(𝑝 + 𝑖𝑞)2 = 𝑝2 − 𝑞 2 + 2𝑝𝑞𝑖 = −15 − 8𝑖 𝑎𝑡𝑎𝑢 ,
𝑝2 − 𝑞 2 = −15 … … … … … … … … … … … … … … . (3)
𝑝𝑞 = −4 … … … … … … … … … … … … … … … … … . (4)

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomoxliii


−4 16
menggantikan 𝑞 = dari (4) ke (3), menjadi 𝑝2 − 𝑝2 = −15 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑝4 +
𝑝

15𝑝2 − 16 = 0.
(𝑝2 + 16)(𝑝2 − 1) = 0 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑝2 = −16, 𝑝2 = 1.

Ketika p adalah bilangan real, 𝑝 = ±1. dari (4) jika p = 1, q = −4 , dan


jika 𝑝 = −1
𝑞 = 4 , dengan demikian akar – akarnya adalah - 1 + 4i dan 1 - 4i.

 PERSAMAAN POLYNOMIAL .
31. Selesaikanlah persamaan kuadrat berikut : 𝑎𝑧 2 + 𝑏𝑧 + 𝑐 = 0, 𝑎 ≠ 0

𝑏 𝑐
Menukar C dan membaginya dengan 𝑎 ≠ 0. 𝑧2 + 𝑎 𝑧 = − 𝑎

𝑏 2
Masing – masing ruas dijumlahkan dengan (2𝑎) (kuadrat sempurna)

2
𝑏 𝑏 2 𝑐 𝑏 2
𝑧 + 𝑧+( ) =− +( )
𝑎 2𝑎 𝑎 2𝑎
𝑏 2 𝑏 2 −4𝑎𝑐
Sehingga, (𝑧 + 2𝑎) = 4𝑎2

𝑏 ±√𝑏 2 −4𝑎𝑐
Menggambil akar kuadrat, 𝑧 + 2𝑎 = 2𝑎

−𝑏±√𝑏2 −4𝑎𝑐
Oleh karena itu, 𝑧= 2𝑎
2
32. Selesaikan persamaan kuadrat berikut : 𝑧 + (2𝑖 − 3)𝑧 + 5 − 𝑖 = 0

 Dari soal nomor 31, diketahui : 𝑎 = 1, 𝑏 = 2𝑖 − 3, 𝑐 = 5 − 𝑖.

 Sehingga penyelesaiaannya adalah sebagai berikut :

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomoxliv


−𝑏±√𝑏 2 −4𝑎𝑐 −(2𝑖−3)±√(2𝑖−3)2 −4(1)(5−𝑖)
𝑧= =
2𝑎 2(1)

3 − 2𝑖 ± √−15 − 8𝑖
=
2
3 − 2𝑖 ± (1 − 4𝑖)
=
2
= 2 − 3𝑖 𝑎𝑡𝑎𝑢 1 + 𝑖

Menggunakan fakta bahwa akar kuadrat dari 8i − 15 −adalah ± (1 − 4i). (lihat


soal no.30). Ini ditemukan untuk memenuhi persamaan yang diberikan.

Halaman 20
TUGAS AKHIR

Nama : Theobaldus B. Ndarung


Kelas : Matematika 2009B
Fakultas : FPIEK
33. Jika bilangan rasional nyata p / q (dimana p dan q tidak
mempunyai faktor umum,kecuali  1, i.e. p / q berada dalam
batas terenda), persamaan polynomial
a0 z n  a1 z n 1  ......  a n  0 ordimana a0 , a1 ,.............an adalah
bilangan bulat,menunjukan bawah p dan q harus menjadi
faktor dari a n dan a 0 dengan masing-masing Subtitusi x  p / q
dalam pemberian persamaan dan pengalihan oleh q n dari hasil
a0 p n1  a1 p n 1 q  .....  a n 1 pq n 1  a n q n  0..................1
Pembagian oleh p dan memindakan batas akhir
an qn
a 0 p n 1  a1 p n 1 q  ......  a n 1 q n 1   ...................2
p
Mulai dari sisi kiri p adalah billangan bulat,begitu juga pada sisi
kanan.tetapi p tidak mempunyai faktor umum dengan q jadi itu
tidak bisah di bagi q n dan harus dibagi a n .begitu juga pada
pembagian 1 oleh q dan perkalian nilai utama,kta
menemukan bahwa q harus dibagi a 0 .
34. Selesaikan 6 z 4  25 z 3  32 z 2  3z  10  0
Faktor integral dari 6 dan -10 adalah masing-masing
 1,2,3,6 dan  1,2,5,10. oleh karena itu dengan soal no

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo xlv


33 mungkin penyelesaian bilangan rasional adalah
 1,1 2 ,1 3,1 6 ,2, 2 3,5, 5 2 , 5 3, 5 6 ,10,10 3.
Dengan percobaan kita menemukan bahwa z  1 2 dan
z  2 3 adalah penyelesaian,jadi bilangan polynomial
2 z  13z  2  6 z 2  z  2 merupakan faktor dari
6 z 4  25 z 3  32 z 2  3z  10 ,faktor lain menjadi z 2  4 z  5
seperti penemuan pada bagian lama. Oleh karena itu :
 
6 z 4  25z 3  32 z 2  3z  10  6 z 2  x  2 z 2  4 z  5  0 . 
Penyelesaiannya dari z  4 z  5  0 (lihat no 31).
2

 4 16  20 4   4 4  2i
z    2  i ,kemudian
2 2 2
penyelesaiannya adalah  1 2, 2 3,2  i,2  i
35. Buktikan bahwa jumlah dan hasil dari semua akar dari
a0 z n  a1 z n 1  ......  a n  0 dimana a0  0 ,jika a1 a0 dan
 1n an a0 dengan masing-masing.jika z1 , z 2 ,................z n
merupkan akar.persamaannya dapat dituis dalam bentuk faktor
dibawah ini:
a0 z  z1 z  z 2 ..........z  z n   0
Persamaan diatas langsung menujukan bawah
 
a0 z n  z1  z 2  .....z n z n1  .....   1 z1 z 2 .....z n  0 itu di
n

 a0 z1  z 2  .....z n   a1 dan ao  1 z1 z 2 ......z n  an


n
ikuti bawah

dari z1  z 2 ......  z n   a1 ao , z1 z 2 .......z n   1 an a0 sebagai


n

syarat.
36. Jika p  qi adalah akar dari a0 z n  a1 z n 1  .........  a n  0

dimana a0  o, a1 ,.......an , p dan q adalah bilangan real,buktian


bawah p  q juga merupakan sebuah akar.

Misalkan p  qi  r dalam bentuk polar. Ya memenui


ei 0

n 1 i  n 10
persamaan ini : a0 r e  a1 r e  .......  a n 1 re io  a n  0
n in 0

ambil konjungsi kedua bagian


a0 r n e in0  a1 r n 1e i n 1  ........  a n 1 re i 0  a n  0 . Kita lihat

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomoxlvi


i 0
bawah re  p  qi juga merupakan sebuah akar yang hasilnya

tidak tetap. Jika a0 .................an bukan sebuah bilangan real


(lihat no 32).
Teorema ini sering dinyatakan dalam bentuk pernyataan; 0
merupakan sebuah polynomial dengan koefisien bilangan real
terjadi dalam konjungsi berpasangan.

Halaman 21
Kristina Nasa

Halaman 22
42. Carilah luas segitiga yang titik – titik sudut di 𝐴(𝑥1 , 𝑦1 ), 𝐵(𝑥2 , 𝑦2 ), dan
𝐶(𝑥3 , 𝑦3 ).

y C(x2,y2
)
Z1
Z2

A(x1,y
1)
B(x2,y2 x
0 )
Gambar 1-35
Vector dari C ke A dan B [ gambar 1-35 ] berturut – turut adalah sebagai
berikut
𝑧1 = (𝑥1 − 𝑥3 ) + 𝑖(𝑦1 − 𝑦3 )
𝑧2 = (𝑥2 − 𝑥3 ) + 𝑖(𝑦2 − 𝑦3 )

Sejak luas segitiga dengan sisi 𝑧1 dan 𝑧2 adalah setengah luas jajaran
genjang yang sesuai, ini tidak sesuai dengan no 41:
1 1
Luas dari segitiga = 2 |𝑧1 × 𝑧2 | = 2 |𝐼𝑚 {[(𝑥1 − 𝑥3 ) − 𝑖(𝑦1 − 𝑦3 )][(𝑥2 − 𝑥3 ) +

𝑖(𝑦2 − 𝑦3 )]}|
1
= |(𝑥 − 𝑥3 )(𝑦2 − 𝑦3 ) − (𝑦1 − 𝑦3 )(𝑥2 − 𝑥3 )|
2 1
1
= |𝑥1 𝑦2 − 𝑦1 𝑥2 + 𝑥2 𝑦3 − 𝑦2 𝑥3 + 𝑥3 𝑦1 − 𝑦3 𝑥1 |
2

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomoxlvii


1 𝑥1 𝑦1 1
= ||𝑥2 𝑦2 1||
2 𝑥 𝑦3 1
3

dalam bentuk determinan.

KOORDINAT – KOORDINAT KONJUGAT BILANGAN KOMPLEKS


43. Tunjukkan setiap persamaan dalam hal konjugasi koordinat : (a) 2𝑥 + 𝑦 = 5,
(b) 𝑥 2 + 𝑦 2 = 36.
𝑧+𝑧̅ 𝑧−𝑧̅
42. Sejak 𝑧 = 𝑥 + 𝑖𝑦, 𝑧̅ = 𝑥 − 𝑖𝑦, 𝑥 = , 𝑦= . Sehingga 2𝑥 + 𝑦 = 5
2 2𝑖
𝑧+𝑧̅ 𝑧+𝑧̅
menjadi 2 ( 2
)+( 2𝑖
) = 5 atau (2𝑖 + 1)𝑧 + (2𝑖 − 1)𝑧̅ = 10𝑖.

Persamaan merupakan garis lurus pada bidang 𝑧.


43. Metode 1. Persamaannya adalah (𝑥 + 𝑖𝑦)(𝑥 − 𝑖𝑦) = 36 atau 𝑧𝑧̅ = 36.
𝑧+𝑧̅ 𝑧+𝑧̅
Metode 2. Gantikan 𝑥 = , 𝑦= pada 𝑥 2 + 𝑦 2 = 36 untuk
2 2𝑖

memperoleh 𝑧𝑧̅ = 36.


Persamaan itu merupakan lingkaran pada bidang 𝑧 dari radius 6
dengan pusat pada titik asal.
44. Buktikan bahwa persamaan dari setiap lingkaran atau garis pada bidang 𝑧 dapat
ditulis sebagai 𝛼𝑧𝑧̅ + 𝛽𝑧 + 𝛽̅ 𝑧̅ + 𝛾 = 0 dimana 𝛼 dan 𝛾 adalah konstanta nyata,
sementara 𝛽 dapat berupa sebuah konstanta kompleks.
Persamaan umum lingkaran pada bidang 𝑥𝑦 dapat ditulis
𝐴(𝑥 2 + 𝑦 2 ) + 𝐵𝑥 + 𝐶𝑦 + 𝐷 = 0

yang pada konjugasi koordinat menjadi


𝑧+𝑧̅ 𝑧+𝑧̅ 𝐵 𝐶 𝐵 𝐶
𝐴𝑧𝑧̅ + 𝐵 ( )+𝐶( ) + 𝐷 = 0 atau 𝐴𝑧𝑧̅ + ( 2 + 2𝑖) 𝑧 + ( 2 − 2𝑖) 𝑖 + 𝐷 = 0
2 2𝑖
𝐵 𝐶
Sebutkan 𝐴 = 𝛼, 2 + 2𝑖 = 𝛽 dan 𝐷 = 𝛾, mengikuti hasilnya.

Dalam kasus khusus 𝐴 = 𝛼 = 0, lingkaran berubah menjadi garis.

HIMPUNAN TITIK

xlviii
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
1 1 1
45. Diberikan himpunan titik 𝑆 ∶ 𝑖, 2 𝑖, 3 𝑖, 4 𝑖, … atau secara singkat 𝑖 ⁄𝑛. (a) Apakah

𝑆 dibatasi? (b) Apakah titik batasnya, jika ad? (c) Apakah 𝑆 tertutup? (d) Apa
interior dan titik batas? (e) Apakah 𝑆 terbuka? (f) Apakah 𝑆 tersambung? (g)
Apakah 𝑆 daerah terbuka atau daerah asal? (h) Apa penutupan 𝑆? (i) Apakah
komplemen dari 𝑆? (j) Apakah 𝑆 dapat dihitung? (k) Apakah 𝑆 tersusun rapat?
(l) apakah akhir 𝑆 tersusun padat?
a) 𝑆 dibatasi karena untuk setiap poin 𝑧 in 𝑆, |𝑧| < 2 [sebagai contoh], yaitu
semua titik S terletak di dalam lingkaran berjari-jari 2 dengan pusat pada
titik asal.
b) Karena setiap lingkungan yang dihapus dari 𝑧 = 0 berisi titik 𝑆, titik
batasnya adalah 𝑧 = 0. Itu adalah hanya titik batas.

Halaman 23
Perhatikan bahwa karena S dibatasi dan tak terbatas teorema Weelerstrass-Bolzano
memprediksi setidaknya satu titik limit.
a) S tidak tertutup karena titik limit z = 0 bukan S.
b) Setiap lingkungan δ dari setiap titik i/n [yaitu setiap lingkaran dari radius δ
dengan pusat di i/n] berisi titik yang termasuk ke S dan titik yang bukan S. Jadi
setiap titik S, dan juga titik z = 0, adalah titik batas. S tidak memiliki titik
interior.
c) S bukan termasuk titik interior. Karena tidak dapat terbuka. Dengan demikian S
adalah tidak terbuka atau tertutup.
d) Jika kita gabungkan dua titik S melalui jalan poligonal, ada titik pada jalan ini
yang bukan S. Jadi S tidak tersambung.
e) Karena S bukan himpunan terhubung terbuka, mak S bukan merupakan wilayah
terbuka atau domain.
f) Yang tertutup dari S termasuk himpunan S bersama dengan limit titik nol, yaitu
{0, i, 1/2 i, 1/3 i, ...}.
g) Yang komplemen dari S adalah himpunan semua titik yang bukan S, yaitu
semua titik z ≠ i, 1/2 i, 1/3 i, ...

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomoxlix


h) Terdapat korespondensi satu-satu antara unsur-unsur dari S dan bilangan asli
1,2,3, ... seperti yang ditunjukkan di bawah ini.
1 1 1
a. 𝑖 𝑖 𝑖 𝑖 . ....
2 3 4
   
1 2 3 4 .....
i)
j) Maka S dapat dihitung.
k) S dibatasi tetapi tidak tertutup. Oleh karena itu tidak kompak.
l) Yang tertutup dari S merupakan dibatasi dan ditutup serta kompak juga.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo l


46. Diketahui himpunan titik 𝐴 = {3, −𝑖, 4, 2 + 𝑖, 5}, 𝐵 = {−𝑖, 0, −1, 2 + 𝑖}, 𝐶 =
1
{−√2𝑖, 2 , 3}. Tentukan (a) A + B atau A ∪ B, (b) AB atau A ∩ B, (c) AC atau

A ∩ C, (d) A (B + C) atau A ∩ (B ∪ C), (e ) AB + AC atau (A ∩ B) ∪ (A ∩ C),


(f) 𝐴(𝐵𝐶) atau A ∩ (B ∩ C).
a. A + B = A ∪ B terdiri titik-titik yang termasuk salah satu titik dari A dan B
atau keduanya dan hasilnya {3, −𝑖, 4, 2 + 𝑖, 5, 0, −1},
b. AB atau A ∩ B terdiri titik-titik yang termasuk dari kedua titik A dan titik B
dan hasilnya {−𝑖, 2 + 𝑖 }.
c. AC atau A ∩ C = {3}, yang terdiri dari hanya anggota 3.
1
d. 𝐵 + 𝐶 atau B ∪ 𝐶 = {−𝑖, 0, −1, 2 + 𝑖, −√2 𝑖, 2 , 3} .

Oleh karena itu A (B + C) atau A ∩ (B ∪ C) = {3, −𝑖, 2 + 𝑖 }, terdiri dari


poin milik A dan B + C.
a. AB = {−𝑖, 2 + 𝑖 }, AC = {3} dari bagian (b) dan (e). Oleh karena itu 𝐴𝐵 +
𝐴𝐶 = {−𝑖, 2 + 𝑖, 3}.
Dari hasil ini dan (d) kita ketahui bahwa A (B + C) = AB + AC atau
A ∩ (B ∪ C) = (A ∩ B) ∪ (A ∩ C), yang menggambarkan bahwa A, B, C
memenuhi hukum distributif. Kita dapat menunjukkan bahwa himpunan
yang menunjukkan banyak sifat-sifat aljabar berlaku dalam bilangan-
bilangan. Hal ini sangat penting dalam teori dan aplikasi.
b. BC = B ∩ C = ∅, himpunan nol, karena tidak ada titik yang sama dari kedua
titik B dan titik C. Oleh karena itu A (BC) = ∅ juga.

MASALAH LAIN-LAIN
47. Suatu bilangan disebut bilangan aljabar jika bilangan itu adalah solusi dari
persamaan polinomial 𝑎0 𝑧 𝑛 + 𝑎1 𝑧 𝑛−1 + … + 𝑎𝑛−1 𝑧 + 0 dimana 𝑎0 , 𝑎1 , … , 𝑎𝑛
adalah bilangan bulat. Buktikan bahwa
3
(𝑎)√3 + √2 dan (𝑏) √4 − 2𝑖 adalah bilangan aljabar.
(𝑎) Misalkan z = √3 + √2 atau 𝑧 − √2 = √3. Dikuadratkan, 𝑧 2 −
2√2 𝑧 + 2 = 3 atau 𝑧 2 − 1 = 2√2 𝑧. Dikuadratkan lagi, 𝑧 4 − 2𝑧 2 + 1 =
8𝑧 2 or 𝑧 4 − 10𝑧 2 + 1 = 0, suatu persamaan polinomial dengan koefisien
bilangan bulat yang memiliki √3 + √2 sebagai akar. Oleh karena itu √3 +
√2 adalah bilangan aljabar.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo li


3 3
(b) Misalkan 𝑧 = √4 − 2𝑖 atau +2𝑖 = √4 . Dipangkat tiga, 𝑧 3 + 3𝑧 2 (2𝑖) +
3𝑧(2𝑖)2 + (2𝑖)3 = 4 atau 𝑧 3 − 12𝑧 − 4 = 𝑖(8 − 6𝑧 2 ). Dikuadratkan,
𝑧 6 + 12𝑧 4 − 8𝑧 3 + 48𝑧 2 + 96𝑧 + 80 = 0, suatu persamaan polinomial
3
dengan koefisien bilangan bulat yang memiliki √4 − 2𝑖 sebagai akar.
3
Oleh karena itu √4 − 2𝑖 adalah bilangan aljabar.

Bilangan yang bukan aljabar, i,e. tidak memenuhi setiap persamaan


polinomial dengan koefisien bilangan bulat, disebut bilangan transendental. Hal
ini telah dibuktikan bahwa angka-angka π = 3,14159... dan 𝑒 = 2,71828 …
adalah transendental. Namun, masih belum diketahui apakah bilangan seperti eπ
atau e + π, contoh transendental atau tidak.

Halaman 24
BILANGAN KOMPLEKS

𝒛−𝟑 𝒛−𝟑
48. Menyatakan grafik himpunan dari nilai z untuk (a) | 𝒛+𝟑 | = 2, (b) | 𝒛+𝟑 | < 2

(a) Diberikan persamaan ekuivalen dengan |𝒛 − 𝟑| = 𝟐|𝒛 + 𝟑| atau jika


z = x + iy, |𝑧 + 𝑖𝑦 − 3| = 2 |𝑧 + 𝑖𝑦 + 3| ekuivalen dengan
√(𝑧 − 3)2 + 𝑦 2 = √(𝑧 + 3)2 + 𝑦 2

Dengan mengkuadratkan dan


menyederhanakan, Menjadi 𝑥 2 + 𝑦 2 +
10𝑧 + 9 = 0 𝑎𝑡𝑎𝑢 (𝑥 + 5)2 + 𝑦 2 = 16
menjadi |𝑧 + 5| = 4, lingkaran berjari-
jari 4 dengan pusat di (-5,0) seperti yang
ditunjukkan pada gambar, 1 - 36
Secara geometri, setiap titik P
pada lingkaran ini sedemikian sehingga
jarak dari P ke titik B (3,0). dua kali jarak Gambar 1 - 36
dari P ke titik A (-3,0).

Metode lain
𝒛−𝟑
| 𝒛+𝟑 | = 2 adalah ekuivalen dengan

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo lii


𝒛−𝟑 𝒛̇ −𝟑
(𝒛+𝟑) (𝒛̇ +𝟑) = 4 atau zż + 5ż + 5z + 9 = 0

Menjadi (z + 5)( 𝑧̇ + 5) = 16 atau |z + 5 | = 4

(b) Diberikan pertidaksamaan ekuivalen dengan |z – 3| < 2 |z + 3| atau


√(𝐳 − 𝟑)𝟐 + 𝐲 𝟐 < 2√(𝐳 + 𝟑)𝟐 + 𝐲 𝟐 Dengan mengkuadratkan dan
menyederhanakan, menjadi 𝒙𝟐 + 𝒚𝟐 + 10z + 9 > 0 atau (𝑥 + 5) 2 + 𝑦 2 >16
diperoleh |z + 5 | > 4

Himpunan yang didapat terdiri dari semua titik eksternal untuk


lingkaran Gambar 1-36.

49. Diberikan himpunan A dan B yaitu |z - 1 | < 3 dan |z – 2i |<2 Nyatakan secara
geometri (a) 𝐴 ∩ B atau 𝐴𝐵, (𝑏)𝐴 ∪ 𝐵 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝐴 + 𝐵
Himpunan yang didapat dari titik yang ditunjukkan diarsir pada Gambar
1-37 dan 1-38.

Gambar 1-37 Gambar 1-38

50. Penyelesaian
Metode 1. Persamaan dapat ditulis
𝑧 4 − 𝑧 2 + 16 = 0, 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑧 4 + 8𝑧 2 + 16 − 9𝑧 2 = 0, (𝑧 2 + 4)2 − 9𝑧 2 =
0atau (𝑧 2 + 4 + 𝑧)(𝑧 2 + 4 − 3𝑧) = 0 maka solusi yang tepat yaitu solusi dari
𝑧 2 + 8𝑧 + 4 = 0

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo liii


3 √7 3 √7
Dan 𝑧 2 − 3𝑧 + 4 = 0 atau − ± 𝑖 𝑑𝑎𝑛 ± 𝑖
2 2 2 2

Metode 2. Diberikan w = 𝑧 2 persamaan dapat ditulis menjadi 𝑤 2 − 𝑤 + 16 = 0


1 3
dan w = 2 ± 2 √7 i
1 3
Untuk mendapatkan solusi dari 𝑧 2 = ± 2 √7 i dapat digunakan metode Soal
2

30.

Halaman 25
51. jika Z1, Z2, Z3 mewakili puncak dari suatu segitiga sama sisi, maka dapat di
buktikan bahwa
𝑍12 + 𝑍22 + 𝑍32 = 𝑍1 𝑍2 𝑍2 𝑍3 + 𝑍3 𝑍1
dari gambar 1.39 kita lihat bahwa

gambar 1.39
𝑍2 − 𝑍1 = 𝑒 𝜋𝑖/3 ( 𝑍3 − 𝑍1 )
𝑍1 − 𝑍3 = 𝑒 𝜋𝑖/3 ( 𝑍2 − 𝑍3
𝑍 −𝑍 𝑍3 − 𝑍1
Maka bentuk pembagian, 𝑍2 −𝑍 1 = atau
1 3 𝑍2 − 𝑍3
𝑍12 + 𝑍22 + 𝑍32 = 𝑍1 𝑍2 𝑍2 𝑍3 + 𝑍3 𝑍1

52. buktikan untuk m = 2, 3, …


𝜋 2𝜋 3𝜋 ( 𝑚−1 )𝜋 𝑚
sin sin sin … sin =
𝑚 𝑚 𝑚 𝑚 2𝑚−1
Akar dari 𝑍 𝑚 = 1 adalah Z = 1 , 𝑒 2𝜋𝑖/𝑚
,𝑒 4𝜋𝑖/𝑚
, … 𝑒 2(𝑚−1)𝜋𝑖/𝑚 . maka dapat
ditulis
𝑍 𝑚 − 1 = (𝑍 − 1)(𝑍 − 𝑒 2𝜋𝑖/𝑚 )(𝑍 − 𝑒 4𝜋𝑖/𝑚 ) . .. 𝑍 − 𝑒 2(𝑚−1)𝜋𝑖/𝑚
Membagi kedua sisi dengan 𝑍 − 1 dan kemudian 𝑍 = 1 [ menunjukan bahwa
(𝑍 𝑚 − 1/(𝑍 − 1) = 1 + 𝑍 + 𝑍 2 + ⋯ 𝑍 𝑚−1 ] kita temukan ,
𝑚 = (1 − 𝑒 −2𝜋𝑖/𝑚 )(1 − 𝑒 −4𝜋𝑖/𝑚 ). . . (1 − 𝑒 −2(𝑚−1)𝜋𝑖/𝑚 )
(-5,0)
…. A ..…(1)
Mengambil konjugat kompleks kemudian menghubungkan kedua hasil dari sisi (1)

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo liv


𝑚 = (1 − 𝑒 −2𝜋𝑖/𝑚 )(1 − 𝑒 −4𝜋𝑖/𝑚 ). . . (1 −
−2(𝑚−1)𝜋𝑖/𝑚
𝑒 )…………(2)
Mengalikan (1) dengan (2) menggunakan
(1 − 𝑒 2𝜋𝑖/𝑚 ) (1 − 𝑒 −2𝜋𝑖/𝑚 ) = 2 − 2 cos(2𝑘𝜋/𝑚)
4𝜋 2(𝑚−1)𝜋
Kita dapatkan 𝑚2 = 2𝑚−1 (1 − cos 𝑚 )…(1 − cos 𝑚
……….………(3)
Dari − cos(2𝑘𝜋/𝑚) = 2 𝑠𝑖𝑛2 (𝑘𝜋/𝑚), (3) menjadi
𝜋 2𝜋 (𝑚−1)𝜋
𝑚2 = 22𝑚−2 𝑠𝑖𝑛2 𝑚 𝑠𝑖𝑛2 𝑚 … 𝑠𝑖𝑛2 𝑚
...……………..(4)
Kemudian mengambil akar kuadrat positif dari kedua sisi menghasilkan hasil yang
diperluka.
MASALAH-MASALAH TAMBAHAN
OPERASI DASAR DENGAN BILANGAN-BILANGAN KOMPLEKS
53. tunjukanlah setiap operasi yang diindikasikan
(a) (4 − 3𝑖) + (2𝑖 − 8) (c) (3 + 2𝑖)(2 − 𝑖)
(b) 3(−1 + 4𝑖) − 2(7 − 𝑖) (d) (𝑖 − 2){2(1 + 𝑖) − 3(𝑖 − 1)}
2−3𝑖 4 2−𝑖
(e) 4−𝑖 (h) (2𝑖 − 1)2 {1−𝑖 + 1+𝑖}
14 +𝑖 9 +𝑖 16
(f) (4 + 𝑖)(3 + 2𝑖)(1 − 𝑖) (i) 2−𝑖 3 +𝑖 10 −𝑖 15
(2+𝑖)(3−2𝑖)(1+2𝑖) 1+𝑖 2 1−𝑖 3
(g) (j) 3(1−𝑖) − 2 (1+𝑖)
(1−𝑖)2

Jawab : (a) −4 − 𝑖 (c) 8 + 𝑖 (e) 11/7 – (10/17)𝑖 (g)


−15/2 + 5𝑖
(b) −17 + 14𝑖 (d) −8 + 7𝑖 (f) 21+𝑖 (h)
−11/2 − (23/2)𝑖
(i) 2 + 𝑖 (j) −3 − 2𝑖

54. jika Z1 = 1−𝑖, Z2 = −2 + 4𝑖, Z3 = √3 − 2𝑖 , hitunglah setiap hasil-hasil


dibawah ini
𝑍 +𝑍 +1
(a) 𝑍12 + 2𝑧1 − 3 (e) | 𝑍1 −𝑍2 +𝑖 | (i) Re{2𝑧12 +
1 2
3𝑧22 + 5𝑧32 }
1 𝑍 𝑖
(b) |2𝑧2 − 3𝑧1 |2 (f) 2 ( 𝑖 3 + 𝑍3 ) (j) Im{𝑧1 𝑧2 /
3 3
𝑧3 }
(c) (𝑧3 − 𝑖3 )3 (g) (𝑧2 + 𝑧3 )(𝑧1 − 𝑧3 )
(d) |𝑧1 𝑖2 + 𝑧2 𝑖1 | (h) [𝑧12 + 𝑧22 ]2 + [𝑧32 + 𝑧22 ]2
Jawab :
(a) −1 − 4𝑖 (c) 1024𝑖 (e) 3/5 (g) −7 + 3√3 + √3𝑖
(b) 170 (d) 12 (f) −1/7 (h) 765 +128√3

(𝑖) − 35 (j) (6√3 + 4)/7

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo lv


Halaman 26
55.Buktikan bahwa , (a). z1 z 2    
= z 1 z 2 , (b). z1 z 2 z 3 = z 1 z 2 z 3 .

56. Buktikan bahwa , (a). z1 z 2  = z1 z 2 , (b). z1 z 2 = z1 z 2 , jika z 2  0 .

57. Carilah bilangan real x dan y dari: 2x – 3iy + 4ix – 2y – 5 – 10i = ( x + y +2 )


– (y – x + 3)i
Jawab : x = 1 , y = - 2
 
58. Buktikan bahwa (a). Re z = z  z 2 , (b). Im z = z  z 2i .  
59. Buktikan jika hasil dari dua bilangan kompleks adalah 0 < 1 dari bilangan nol.
2
60. Jika w = 3iz – z 2 dan x = x + iy, carilah w dari x dan y.

Jawab : x 4  y 4  2 x 2 y 2  6 x 2 y  6 y 3  9 x 2  9 y 2

MENGGAMBAR GRAFIK VEKTOR DARI BILANGAN KOMPLEKS


61. Bentuklah operasi-operasi berikut secara analitik dan grafik.
a) (2 + 3i) + (4 – 5i) (c) 3(1 + 2i) – 2(2 – 3i)
b) (7 + i) – (4 – 2i) (d) 3(1 + i) + 2(4 – 3i) – (2 + 5i)

1 3
(e) (4 − 3𝑖) + (5 + 2𝑖)
2 2

Jawab : (a). 6 – 2i, (b). 3 + 3i, (c). -1 + 12i, (d). 9 – 8i, (e). 19⁄2 + (3⁄2)i

62. Jika z 1 ,z 2 dan z 3 merupakan vektor yang ditunjukan dalam gambar 1.40,
buatlah grafik :
1 3 2
(a). 2z 1 + z 3 (c). z 1 + (z 2 + z 3 ) (e). z 2  z1  z 3
3 4 3
(b). (z 1 + z 2 ) + z 3 (d). 3z 1 - 2z 2 + 5z 3
s

y
z2
z1

z3

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo lvi


Gambar 1.40
63. Jika z 1 = 4 – 3i dan z 2 = -1 + 2i, buatlah grafik dan analitik:

(a). z1  z 2 (b). z1  z 2

(b). z1  z 2 (d). 2z1  3z 2  2

Jawab : (a). 10 (b). 5 2 (c). 5 + 5i (d). 15


64. Letak vektor dari titik A,B dan C dari segitiga ABC masing-masing diberi
z 1 = 1 + 2i, z 2 = 4 - 2i dan z 3 = 1 – 6i. Buktikan bahwa ABC merupakan
segitiga samakaki dan hitunglah panjang sisinya.
Jawab : 5, 5, 8
65. Misalkan z 1 ,z 2 , z 3 , z 4 ,letak vektor tegak lurus untuk segi empat ABCD.
Buktikan bahwa ABCD adalah sebuah jajaran genjang jika dan hanya jika
z1  z 2  z 3  z 4  0
66. Jika diagonal sebuah segi empat saling membagi dua,buktikan bahwa segi
empat merupakan sebuah jajaran genjang.
67. Buktikan bahwa median dari sebuah segitiga dihubungkan dalam satu titik.
68. Misalkan segi empat ABCD dan E,F,G,H titik tengah dari sisinya. Buktikan
bahwa EFGH adalah sebuah jajaran genjang.
69. Dalam jajar genjang ABCD , titik E membagi dua sisi AD. Buktikan bahwa
dimana titik BE dihubungkan dengan titik AC membagi AC.
70.Letak vektor dari titik A dan B berturut-turut adalah 2 + i dan 3 – 2i.
(a). carilah sebuah persamaan garis AB. (b). carilah sebuah persamaan garis
yang tegak lurus ke AB pada titik tengahnya.
Jawab:(a). z  (2  i )  t (1  3i ) atau x  2  t , y  1  3t atau 3 x  y  7

(b). z  ( 5  i )  t (3  i) atau x  3t  5 , y  t  1 atau x–3y = 4


2 2 2 2
71.Gambar dan grafik bentuk manakah yang ditunjukan di bawah ini:
(a). z  i  2, (b). z  2i  x  2i  6, (c). z  3  z  3  4, (d). z ( z  2)  3,

 
(e). Im z 2  4.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo lvii


Jawab: (a). lingkaran (b). elips (c). hiperbola (d). lingkaran (e). hiperbola
72. Carilah sebuah persamaan (a). sebuah lingkaran jari-jarinya 2 dengan titik pusat
(-3,4) , (b). panjang lingkaran dengan titik pusat pada (0,2) dan (0,-2) yang
mana sumbu utama mempunyai panjang 10.
Jawab: (a). z  3  4i  2 atau ( x  3) 2  ( y  4) 2  4,

(b). z  2i  z  2i  10

REINELDIS EBU WEA


NPM : 2091000210035
MATEMATIKA 2009 A
Halaman 26

Halaman 27
73.jelaskansecaragrafiswilayahdiwakiliolehmasing-masingberikutini :
(a) 1 <|𝑧 + 𝑖| ≤ 2, (b) Re (𝑧 2 ) > 1, (c) |𝑧 + 3𝑖|> 4, (d) |𝑧 + 2 − 3𝑖| +
|𝑧 − 2 + 3𝑖|< 10.
74.menunjukkanbahwaelips|𝑧 + 3|+ |𝑧 − 3|=10
dapatdinyatakandalampersegipanjangdarisebagai 𝑥 3 ⁄25 + 𝑦 2 ⁄16 = 1
(lihatmasalah 13(b).

AKSIOMA DASAR DARI BILANGAN KOMPLEK


75. menggunakandefinisibilangankomplekssebagaipasanganbilangan real
untukmembuktikanbahwajikaprodukdariduabilangankompleksadalahnolmakapadat
erakhirdarinomorharussamadengan nol.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomolviii


76. buktikanhukumkomutatifberkenaandengan (a) penjumlahan, (b) perkalian.
77. buktikanhukumasosiatifberkenaandengan (a) penjumlahan, (b) perkalian.
78.(a) caribilangan real x dan y sedemikiansehinga (c,d).(x,y) = (a,b) di mana (c,d)
≠ (0,0).
(b)bagaimanacara
(x,y)terkaitdenganhasilnyauntukpembagianbilangankompleksdiberikan di halaman
2?
79. buktikanbahwa
(cos 𝜃1 ,sin𝜃1 ) (cos 𝜃2 ,sin𝜃2 ) . . . (cos 𝜃𝑛 ,sin𝜃𝑛 ) = (cos⌈𝜃1 + 𝜃2 + . . . +𝜃𝑛 ⌉,sin⌈𝜃1 +
𝜃2 + . . . +𝜃𝑛 ⌉)
80. (a) bagaimanaandamendefinisikan(a. b)1⁄𝑛 di mana n
adalahbilanganbulatpositif ?
(b) tentukan(a, b)1⁄2 dalam bentuk a dan b

BENTUK POLAR BILANGAN KOMPLEKS


81.nyatakansetiapbilangankompleksberikutdalambentuk polar
(a) 2-2𝑖, (b) -1+√3𝑖 , (c) 2√2 + 2√2 𝑖, (d) -𝑖, (e) -4, (f) -2√3 − 2𝑖, (g) √2𝑖, (h)
√3⁄2 - 3𝑖 ⁄2.
Jawaban. (a) 2√2𝑐𝑖𝑠 315° 𝑎𝑡𝑎𝑢 2√2𝑒 7𝜋𝑖⁄4 , (b) 2 𝑐𝑖𝑠 120° 𝑎𝑡𝑎𝑢 2 𝑒 2𝜋𝑖⁄3 , (c)
4𝑐𝑖𝑠 45° 𝑎𝑡𝑎𝑢 4𝑒 𝜋𝑖⁄4 , (d) 𝑐𝑖𝑠27° 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑒 3𝜋𝑖⁄2 , (e) 4𝑐𝑖𝑠 180° 𝑎𝑡𝑎𝑢 4𝑒 𝜋𝑖 , (f) 4
𝑐𝑖𝑠 210° 𝑎𝑡𝑎𝑢 4 𝑒 7𝜋𝑖⁄6 , (g) √2𝑐𝑖𝑠 90° 𝑎𝑡𝑎𝑢 √2𝑒 𝜋𝑖⁄2 , (h)
√3𝑐𝑖𝑠 300° 𝑎𝑡𝑎𝑢 √3𝑒 5𝜋𝑖⁄3
−1 (1⁄2)
82. tunjukanbahwa 2 + 𝑖 = √5𝑒 −1 tan .
83. nyatakandalambentuk polar (a) -3-4𝑖, (b) 1-2𝑖
−1 4⁄3) −1 2
Jawaban. (a) 5𝑒 𝑖(𝜋+tan , (b) √5𝑒 −𝑖 tan
84. gambargrafiksetiaphalberikutdantunjukkandalambentukpersegipanjang.
(a) 6 (cos 135° + 𝑖 sin 135°), (b) 12 𝑐𝑖𝑠 90°, (c) 4 𝑐𝑖𝑠 315°, (d) 2𝑒 5𝜋𝑖⁄4 , (e)
)5𝑒 7𝜋𝑖⁄6 , (f) 3𝑒 −2𝜋𝑖⁄3 .
Jawaban.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo lix


-3√2 + 3√2𝑖, (b) 12𝑖, (c) 2√2 - 2√2𝑖, (d) -2√2- 2√2𝑖, (e) -5√3⁄2 + (5⁄2) 𝑖, (f) -

3√3⁄2-(3⁄2) 𝑖
85.sebuahperjalananpesawat 150 km sebelahtenggara, 100 km barat, 225km utara
30° timur, dankemudiantimurlaut 323km. tentukan (a) secaraanalitisdan,
(b)secaragrafisseberapajauhdankearahmanaitudarititikawal. Jawaban . 375km,
23°utaradaritimur (sekitar)
86. tigagayasepertipadagambar. 1-41
seumpamasebuahpesawatpadaobjekditempatkan di O. tentukan (a) secaragrafisdan
(b) gayasecaraanalitisapa yang dibutuhkanuntukmencegahobjektersebutbergerak.
[gayainisering kali disebut equilibrant .]
87. buktikanbahwapadalingkaran𝑧 = 𝑅𝑒 𝑖𝜃 , |𝑒 𝑖𝑧 |= 𝑒 −𝑅 sin 𝜃
88. (a)buktikanbahwa𝑟1 𝑒 𝑖𝜃1 + 𝑟2 𝑒 𝑖𝜃2 = 𝑟3 𝑒 𝑖𝜃3 di mana

𝑟3 = √𝑟12 + 𝑟22 + 2 𝑟1 𝑟2 cos(𝜃1 + 𝜃2 )


𝑟 sin 𝜃 + 𝑟 sin 𝜃
𝜃3 = tan−1( 𝑟1 sin 𝜃1 +𝑟2 sin 𝜃 2)
1 1 2 2

(b) samaratakan hasil di (a)

Halaman 28
Nama : Antonius isak
NPM : 2091000210062
Jurusan : Pendidikan Matematika 2009 B
Tugas : Analisis Variabel Kompleks

BILANGAN KOMPLEKS
28
TEOREMA DE MOIVRE’S
89. evaluasikan setiap soal dibawah ini:

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo lx


 c  8 cis 40  d  3e 2e 6e 
0 3 i / 6 5i / 4 5i / 3
a  5 cis 20 3 cis 40
0 0

2 cis 60  0 4
4e 
2i / 3 2

4
 3  i   1  i 5
b  2 cis 50  e
0 6
 
 3  i   1  i 
 

Ans. a 15 / 2  15 3 / 2 i  b  32  32 3 i, c   16  16 3 i
d  3 
3/ 2  3 3 / 2 i 
e  3 / 2  1 / 2i

90. Buktikan bahwa a  sin 3  3 sin   4 sin 3  b cos 3  4 cos 3   3 cos
91. Buktikan bahwa solusi-solusi dari
z 4  3z 2  1  0 bila diberikan z  2 cos 36 0 , 2 cos 72 0 , 2c0s 216 0 , 2 cos 252 0

92. Tunjukan bahwa


a  cos 36 0   5  1/ 4 b cos 72 0   5  1/ 4
 petunjuk : gunakan masalah nomor 91
a  sin 4  8 cos 3   4  2 cos 3  6 cos   4
93. Buktikan bahwa sin 
b cos 4  8 sin 4   8 sin 2   1
a  int egral negatif
94. Buktikan theorema De moivre’s
b  bilangan  bilangan rasional

AKAR-AKAR DARI BILANGAN-BILANGAN KOMPLEKS


95. Carilah setiap akar-akar indikasi dan letak grafiknya

a  2 3  2i  , b   4  4i  5 c  2  2  d   16i  4
1
1 1 1
2 3,
3i
e  64 6  f  i  3
1 2

jawaban :
a  2cis165 0 , 2cis 345 0
b  2 cis 27 0 , 2 cis 99 0 , 2 cis 1710 , 2 cis 2430, 2 cis 315 0
c  3 4 cis 20 0 , 3 4 cis 140 0 , 3 4 cis 260 0 ,
d  2 cis 67,5 0 , 2 cis 157,5 0 , 2 cis 247,5 0 , 2 cis 337,5 0
e  2 cis 0 0 , 2 cis 60 0 , 2 cis 120 0 , 2 cis 180 0 , 2 cis 240 0 , 2 cis 300 0
 f  cis 60 0 , cis 180 0 , cis 300 0
96. carilah semua akar-akar indikasi dan letaknya dalam bidang kompleks

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo lxi


a  akar  akar kubus dari 8 b  akar  akar persegi dari 4 2  4 2i,
c  akar  akar segi lim a dari  16  16 3i
d  akar  akar segi enam dari  27i
jawaban :
a  2 cis 0 0 , 2 cis 120 0 , 2 cis 240 0 b  8 cis 22,5 0 , 8 cis 202,5 0 ,
c  2 cis 48 0 , 2 cis 120 0 , 2 cis 192 0 , 2 cis 264 0 , 2 cis 336 0
d  3 cis 45 0 , 3 cis 1050 , 3 cis 165 0 , 3 cis 225 0 , 3 cis 285 0 , 3 cis 345 0.

97. Selesaikan persamaan –persamaan a  z 4  81  0, b  z 6  1  3i

jawaban : a  3 cis 450 , 3 cis 1350 , 3 cis 2250 , 3 cis 3150


b 6 2 cis 100 0 , 6 2 cis 160 0 , 6 2 cis 220 0 , 6 2 cis 280 0 , 6 2 cis 340 0
98. Carilah akar-akar persegi dari a  5  12i, b  8  5i

jawaban : a  3  2i,  3  2i. b  10  2i,  10  2i


99. Carilah akar-akar kubus dari -11-2i

 
jawaban : 1  2i, 12  3  1  12 3 i,  12  3  1
2

3 1 i

PERSAMAAN-PERSAMAAN PANGKAT BANYAK


100. Selesaikan persamaan-persamaan dibawah ini, berlaku semua akar-akar :
a  5z 2  2 z  10  0, b z 2  i  2z  3  i   0
jawaban : a   1  7i  / 5, b  1  i,1  2i

101. selesaikan z 5  2 z 4  z 3  6 z  4  0 jawaban : 1,1,2,1  1

102. a  Carilah semua akar-akar dari z 4  z 2  1  0 dan b letaknya dalam


bidang kompleks

jawaban : 1
2
1  i 3,  1  i 3
1
2

103. Buktikan bahwa jumlah akar-akar dari a 0 z n  a1 z n 1  a 2 z n  2  ...  a n  0

dimana a0  0 ambilkan r pada perkalian  1 ar / a0 dimana 0  r  n .


r

104. Carilah dua bilangan yang jika dijumlahkan hasilnya 4 dan jika dikalikan
hasilnya 8.
jawaban : 2  2i, 2  2i

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo lxii


Halaman 29

Halaman 30
120. Jawablah pertanyaan no 118 jika S adalah himpunan semua titik didalam atau
diuar persegi.
Jawab. (a) Ya. (b) setiap titik pada S adalah limit point. (c) Ya. (d) Semua
titik didalam persegi adalah titik bagian dalam persegi (interior
point), ketika semua titik pada batas persegi disebut titik batas
(boundary point). (e) tidak. (f) Ya. (g) tidak. (h) S itu sendiri. (i)
semuat titik diluar persegi. (j) Tidak. (k) Ya. (l) Ya.

121. Diberikan himpunan titik-titik A = {1,i,-i}, B = {2,1,-i}, D = {0,-i,1}.


Carilah:
(a).A + (B+C) atau A⋃(𝐵 ⋃ 𝐶), (b) AC + BD atau ( A ⋂ 𝐶) ∪ (B ∩ D),
(c) (A + C) (B + D) atau (A ∪ C) (B D).
Jawab. (a) {2,1,-i,i,1+i}, (b) {1,i,-i}, (c) {1,-i}

122. jika A< B< C dan D adalah titik-titik sembatrang, buktikan bahwa:
(a) A + B = B + A, (b) AB = BA, (c) A + (B+C) = (A + B) + C, (d) A(BC) =
(AB)C. (e) A (B + C) = AB + AC. Gunakan notasi ∩ dan untuk notasi-
notasi ekuivalen. Diskusikan bagaimana notasi ini bisa digunakan untuk
mendefinisikan himpunan-himpunan aljabar.

123. Jika A,B dan C adalah himpunan semua didefinisikan sebagai │z + i│ 3,


│z│< 5, │z + 1│< 4, gambarkan secara grafis masing – masing titik
berdasarkan
(a) A ∩ 𝐵 ∩ 𝐶 (b) A ∪ 𝐵 ∪ 𝐶 (C) A ∩ 𝐵 ∪ 𝐶, (d) (A ∪ 𝐵) ∩ (𝐵 ∪ 𝐶),
(e) AB + AC + CA, (f) A𝐵̃ + B𝐶̃ + C𝐴̃.

124. Buktikan bahwa komplemen dari himpunan S adalah terbuka atau tertutup
menurut definisi bahwa S tertutup dan S terbuka.

125. Jika 𝑆1, 𝑆2 , … , 𝑆𝑛 adalah himpunan-himpunan terbuka, buktikan bahwa


𝑆1+𝑆2 + … + 𝑆𝑛 adalah terbuka

126. jika sebuah limit point adalah himpunan yang tidak termasuk pada himpunan,
buktikan bahwa limit point tersebut haruslah sebuah titik batas dari himpunan.

BERBAGAI MACAM PERMASALAHAN

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomolxiii


127. diberikan sebuah jajar genjang ABCD. Buktikan bahwa
(𝐴𝐶)2 + (𝐵𝐷)2 = (𝐴𝐵)2 + (𝐵𝐶)2+(𝐶𝐷)2 + (𝐷𝐴)2 .

128. jelaskan pendapat yang keliru dibawah ini:


-1 = √−1 √−1 = √(−1)(−1) = √1 = 1. Sehingga 1 = -1.

129. (a) Tunjukan bahwa persamaan 𝑧 4 + 𝛼1 𝑧 3 + 𝛼3 z𝛼4 + = 0 dimana


𝛼1 , 𝛼2 , 𝛼3 𝛼4 adalah konstanta – konstanta real yang berbeda tidak 0, akan
mempunyai akar – akar imajiner jika 𝛼32 + 𝛼12 𝛼4 = 𝛼1 𝛼2 𝛼3 .
(b) apakah konvers dari (a) ada ?

130. (a) Buktikan bahwa:


𝑛(𝑛−1)
𝑐𝑜𝑠 𝑛 𝛷 = {𝑐𝑜𝑠 𝑛𝛷 + 𝑛 𝑐𝑜𝑠 (𝑛 − 2)𝛷 + 2! 𝑐𝑜𝑠 (𝑛 − 4)𝛷 + … + 𝑅𝑛 }
𝑐𝑜𝑠𝛷 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑛 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑔𝑎𝑛𝑗𝑖𝑙
Dimana 𝑅𝑛 = { 𝑛! jika n adalah genap
2
[(𝑛⁄2)]
(b) Perolehlah hasil yang sama untuk 𝑠𝑖𝑛𝑛 𝛷.

𝜋𝑖⁄
131. Jika z = 6е 3, tentukan │ е𝑖𝑧 │. Jawab. е−3√3

−1𝑝 𝑝𝑖 + 1 𝑚
132. Tunjukan bahwa untuk setiap bilangan real p dan m, е2𝑚𝑖 𝑐𝑜𝑡 {𝑝𝑖 − 1} = 1.

133. Jika P 〈𝑧〉 adalah persamaan polinomial didalam z dan koefisien –


koefisiennya real

134. jika 𝑧1 , 𝑧2 dan 𝑧3 kolinear, buktikan bahwa konstanta bilangan real α, β, γ,


dan semuanya tidak 0 sedemikian sehingga α𝑧1 + β𝑧2 + γ𝑧3 = 0 dimana α + β
+α=0

135. Diberikan bilangan kompleks z, gambarkan secara grafis


(a) 𝑧̃ , (b) –z, (c) 1⁄𝑧, (d) 𝑧 2 .

135. diberikan dua bilangankompleks yang berbeda 𝑧1 dan 𝑧2 dan tidak sama
dengan 0, tunjukan bagaimana menggambar secara grafis hanya
1⁄
menggunakan penggaris dan busur (a) 𝑧1 𝑧2 , (b) 𝑧12 + 𝑧22 , (d) 𝑧1 2 , (e)
3⁄
𝑧2 4 .

137. Buktikan bahwa sebuah persamaan untuk sebuah garis yang melalui titik 𝑧1
dan titik 𝑧2 adalah
(𝑧 − 𝑧1 )
Arg { ⁄(𝑧 − 𝑧 )} = 0
2 1

138. jika z = x + iy, bu

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomolxiv


Halaman 31
139 . Apakah sebaliknya untuk pertanyaan 51 benar?jelaskan jawaban Anda?
140. Tunjukan persamaan untuk lingkaran yang melalui titik-titik 1 - i, 2i, 1+ i.
z  1  5 dan x  1  y 2  5
2
Jawaban.

141 . Tunjukkan bahwa lokus dari z sedemikian sehingga z 1 z 1  a2 ,


a> 0 adalah lemniscate sebagai pertunjukan pada Gambar. 1.43

a√2 x

Gambar 1.43

142 . Misal pn = a2n b2n, n = 1,2,3, ... di mana an dan bn adalah bilangan bulat
positif. Buktikan bahwa untuk setiap bilangan bulat positif M kita akan dapat
menunjukan bilangan bulat positif A dan B yang seperti p1p2 ... pM = B2 + A2.

(Contoh: Jika 5  2  1 dan 25  3  4 , demikian 5.25  2  11 . )


2 2 2 2 2 2

143. Buktikan bahwa

sin
1
n 1a  1 
cos   cos   a   ...  cos   na   2 cos  na 
1
sin a  2 
2

sin
1
n 1a  1 
sin   s in   a   ...  sin   na   2 sin   na 
1
sin a  2 
2
144 . Buktikan bahwa (a) Re {z}> 0 dan (b) z  1 < z  1 adalah pernyataan

yang setara!
145 . Sebuah roda dengan jari-jari 1,2 meter (Gambar 1,44) yang berputar
berlawanan terhadap suatu sumbu melalui pusat di 30 putaran per menit.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo lxv


(a) Tunjukkan bahwa posisi dan kecepatan dari setiap titik P pada waktu
dalam detik pada saat P pada sumbu x positif.
(b) Cari posisi dan kecepatan saat t = 2/3 dan t = 15/4

1.2m P x

Gambar 1.44

146. Buktikan bahwa untuk sebarang bilangan bulat,

z  a 2m  z  a 2m  4maz {𝑧 2 a 2 cot 2 k / 2m } merupakan hasil

dari faktor-faktor dari k = 1 untuk m-1


147. Jika titik-titik P1 dan P2, yang diwakili oleh z1 dan z2 masing-masing
adalah seperti z1  z 2 z1  z 2 , Buktikan bahwa (a) z1/z2 adalah bilangan

imajiner sejati, (b)


P1OP2  900
148 . Buktikan bahwa untuk setiap bilangan bulat m> 1,

cot

cot
2
cot
3
.. cot
m  1  1
2m 2m 2m 2m
149. Buktikan dan generalisasi:

csc 2  / 7  csc 2 2 / 7  csc 2 4 / 7  2

tan 2  / 16  tan 2 3 / 16  tan 2 5 / 16  tan 7 / 16  28

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomolxvi


150 . Jika massa m1, m2, m3 berada pada titik masing-masing z1,z2,z3 ,buktikan
m1 z1  m2 z 2  m3 z 3
bahwa pusat massa diberikan oleh 𝑧̂ =
m1  m2  m3
Generalisasikan untuk massa n.

151 . Cari titik pada garis yang menghubungkan titik z1 dan z2 yang membaginya
dalam rasio p:q
Jawaban. qz1  pz 2  /q  p

152. Tunjukkan bahwa persamaan untuk lingkaran yang melewati 3 titik,


diberikan oleh

Halaman 32
SOAL HALAMAN : 32

BILANGAN KOMPLEKS
153. Buktikan bahwa median dari sebuah segitiga dengan simpul di z, z , z
1 2 3

berpotongan dititik
1
z  z
1 2
 z
3
3
154. Buktikan bahwa bilangan rasional antara 0 dan 1 dapat di hitung
1 1 2 1 3 1 2 3
(hint. Susunan angkanya sebagai berikut 0 , , , , , , , , ....... )
2 3 3 4 4 5 5 5
155. Buktikan bahwa semua bilangan rasional dapat dihitung.
156. Buktikan bahwa bilangan irasional antara 0 dan 1 tidak dapat dihitung.
157. Mewakili secara grafis nilai z, yang mana untuk (a) z  z  1 , (b)

z  2  1 z  2.

158. Tunjukan bahwa (a) 3


2  3 dan (b) 2  2 i bilangan aljabar

159. Buktikan bahwa 2  3 adalah bilangan irasional

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomolxvii


160. ABCD....PQ merupakan poligon reguler sisi n inseribed dalam lingkaran
berjari – jari satuan. Buktikan bahwa produk dari panjang diagonal AC,

AD,.....AP adalah
1
4
n csc  .
2
n
 
161. Buktikan bahwa sin   0,
sin n
  n 
n 1
 cos   cos 
n 1
(a)  2
sin  k 1

 

sin 2n  1 sin  .
2

 2n  1  1 
n
(b)
sin  k 1
 sin 
2

 2n  1
 
1  
2

162. Buktikan cos 2n 


n n
 1  cos 
k 1
 cos
2
2 k  1 
 4n 
163. Jika produk dari dua bilangan kompleks z
1
dan z 2
adalah bilangan real dan

tidak sama dengan nol, buktikan bahwa p bilangan real sehinga z1  p z 2

164. Jika z adalah setiap titik pada lingkaran z  1  1 . buktikan bahwa arg

z  1  2 arg z
2
3
arg z 2

 z dan berikan interprestasi geometris.

mn

m n
165. Buktikan bahwa dibawah pembatasan cocok (a) z z z , (b)

z 
m
n
 z
mn
.

166. Buktikan (a) Re z z  Re z  Re z   Im z  Im z 


1 2 1 2 1 2

(b) Im z z   Re z  Imz   Im z  Re z .
1 2 1 2 1 2

167. temukan bidang poligon dengan simpul 2  3i , 3  i , 2  4i , 4  i  1  2i .

Ans. 47
2

lxviii
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
168. a , a ......., a
1 2 n
dan b1 , b2 ......, bn beberapa bilangan kompleks. Buktikan
2
n  n 2  n 2
ketidaksamaan Schwarz `s  a k bk    a k    b k 
k 1  k 1   k 1 

Halaman 33
BAB 2
FUNGSI, LIMIT, dan KONTINUITAS

VARIABEL DAN FUNGSI


Lambang z, yang dapat menjelaskan sembarang himpunan bilangan kompleks
disebut variabel kompleks.
Jika setiap nilai variabel kompleks z berpasangan satu atau lebih nilai variabel
kompleks w, dapat dikatakan w adalah fungsi z dan ditulis w = f(z) atau w = G(z),
dan lainnya. Variabel z terkadang disebut variabel bebas, sedangkan w disebut
variabel terikat. Nilai fungsi pada z = a sering dituliskan f(a). Demikian jika f(z) =
z2, kemudian f(2i) = (2i)2 = -4.
FUNGSI TUNGGAL DAN GANDA
Jika hanya satu nilai w berpasangan pada setiap nilai z, dapat dikatakan w
merupakan fungsi tunggal z atau f(z) merupakan fungsi tunggal. Jika lebih dari satu
nilai w berpasangan pada setiap nilai z, dapat dikatakan w merupakan fungsi ganda
z.
Fungsi ganda dapat diartikan sebagai kumpulan fungsi tunggal, setiap anggotanya
disebut cabang fungsi. Ini lazim untuk mengartikan satu anggota bagian sebagai
cabang utama fungsi ganda dan nilai fungsi memasangkan ke cabang sebagai nilai
utama.
Contoh 1 : Jika w = z2, kemudian setiap nilai z hanya ada satu nilai w. Maka w = f(z) = z2
merupakan fungsi tunggal z.
Contoh 2 : Jika w = z1/2, kemudian setiap nilai z terdapat dua nilai w. Maka w = f(z) = z1/2
merupakan fungsi ganda z (terdapat dua nilai).

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomolxix


Sewaktu-waktu kita berbicara fungsi yang kita dapat, kecuali sebaliknya,
menganggap fungsi tunggal.
FUNGSI INVERS
Jika w = f(z), kemudian dapat juga diartikan z sebagai fungsi w, dituliskan z = g(w)
= f -1 (w). Fungsi f -1 sering disebut invers fungsi memasangkan ke f. Demikian w =
f(z) dan w = f -1 (z) merupakan fungsi invers yang lainnya.
TRANSFORMASI
Jika w = u + iv (dimana u dan v real) merupakan fungsi tunggal z = x + iy (dimana x
dan y real), dapat ditulis u + iv = f(x +iy). Dengan menyamakan bagian real dan
imajiner agar menjadi ekuivalen pada
u = u(x, y), v = v(x, y)
(1)
Demikian diberikan titik (x, y) pada bidang z, misal P pada gambar 2-1 di bawah
ini, berpasangan titik (u, v) pada bidang w, yaitu P’ pada gambar 2-2 di bawah ini.
Himpunan persamaan (1) [atau ekuivalen, w = f(z)] disebut transformasi. Kita dapat
katakan bahwa titik P dipetakan ke titik P’ dengan transformasi dan P’ bayang-
bayang P.

Halaman 34
FUNGSI, LIMIT DAN KEKONTINUAN
Contoh: jika 𝑤 = 𝑧 2 , 𝑡ℎ𝑒𝑛 𝑢 + 𝑖𝑣 = (𝑥 + 𝑖𝑦)2 = 𝑥 2 − 𝑦 2 + 2𝑖𝑥𝑦 dan
transformasi adalah 𝑢 = 𝑥 2 − 𝑦 2 , 𝑣 = 2𝑥𝑦. Bayangan 𝑡𝑖𝑡𝑖𝑘 (1,2) adalah
d𝑖 𝑡𝑖𝑡𝑖𝑘 (−3,4) pada bidang 𝑤. Y

Y
P’
Q Q
P ’
X X

Gbr.2-1 Gbr.2-2

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo lxx


Secara umum, transformasi dibawah satu titik seperti pada kurva 𝑃𝑄 dari Gbr.2-1
dipetakan ke dalam korepondensi satu-satu, seperti pada kurva ′𝑃′𝑄 di Gbr.2-2.
Karakteristik tertentu dari gambar atau tergantung pada jenis fungsi 𝑓 (𝑧), yang
terkadang disebut fungsi pemetaan. Jika 𝑓 (𝑧) adalah fungsi banyak, titik (atau
kurva) di bidang 𝑧 dipetakan dari titik (atau kurva) di bidang 𝑤.

KOORDINAT KURVA LINEAR


Mengingat transformasi 𝑤 = 𝑓 (𝑧) atau, sama, 𝑢 = 𝑢 (𝑥, 𝑦), 𝑣 = 𝑣 (𝑥, 𝑦), kita
sebut (𝑥, 𝑦) pada koordinat persegi panjang sesuai dengan 𝑃 Point di bidang
𝑧 𝑑𝑎𝑛 (𝑢, 𝑣) koordinat kurva linear 𝑃.

W plane
v
V=q1

. P .
p’

Kurva 𝑢 (𝑥, 𝑦) = 𝑐1, 𝑣 (𝑥, 𝑦) = 𝑐2,


dimana 𝑐1 dan 𝑐2 adalah konstanta, disebut 𝑘𝑜𝑜𝑟𝑑𝑖𝑛𝑎𝑡 𝑘𝑢𝑟𝑣𝑎 [lihat Gbr.2-3] dan
setiap pasangan kurva ini memotong di suatu titik. Kurva ini memetakan ke lini
saling ortogonal pada bidang w [lihat Gbr. 2-4].

Halaman 35
FUNGSI, LIMIT DAN CONTINUITY
(35)

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomolxxi


p( z )
 Fungsi al jabar rasional di artikan w  (3)
q( z )

Dimana P(z) dan Q(z) adalah polynomial.kita kadang menyebut(s) sebuah


rasional transformasi.
az  b
Bentuk aslinya w  dimana ad-bc  0 sering di sebut liniar atau fransional
cz  d
liniar transformasi.
 Fungsi al jabar di difisinikan sebagai w  e z  e xiy  e z (cos y  i sin y) (4)

Dimana e=2.71828……………..bentuk asli dari logaritme.jika a nyata dan


positof,kita membagi
a z  e zina dimana di dalam logaritme dari a.menghasilkan untuk (4)jika a=e
Fungsi al jabar complek mempunyai kesamaan properties/sifat dengan fungsi al
jabar nyata,
e z1 .e z 2  e z1 z 2 , e z1 / e z1 z 2 .
 Fungsi trigonometri.kita mengartikan trigonometri/fungsi circular sin z,cos z,
sebangaimana fungsi al jabar berikut

e iz  e iz e iz  e eiz
sin z  cos z 
2i 2
1 2 1 2i
sec z   z iz
csc z   iz
cos z e  e sin z e  e iz
sin z e iz  e iz cos z i(e iz  e iz )
tan z   iz cot z   iz
cos z i(e  e iz sin z e  e iz
Banyak kemiripan sifat dalam bentuk trigonometri nyata juga mengandung
persamaan fungsi dengan trigonometri complek. contoh kita miliki
sin 2  cos 2 z  1 1  tan 2 z  sec 2 z 1  cot 2 z  csc 2 z
sin( 2)   sin z cos( z )  cos z tan(  z )   tan z
sin( z1  z2 )  sin z1 cos z2  cos z1 sin z2
cos( z1  z2 )  cos z1 cos z2  sin z1 sin z2
tan z1  tan z 2
tan( z1  z 2 ) 
1  tan z1 tan z 2
 Fungsi hyperbolic di artikan sebagai berikut

e z  ez e z  ez
sin z  cos z 
2 2
1 2 1 2
sec z   z csc z   z
cos z e  e  z sin z e  e  z

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomolxxii


sin z e z  e  z cos z e z  e  z
tan z   z cot z  
cos z e  e  z sin z e z  e  z
Sifat berikut properties
cos 2 2  sin 2 z  1 1  tan 2 z  sec 2 z cot 2 z  1  csc 2 z
sin( z)   sin z cos( z)  cos z tan(  z)   tan z
sin( z1  z2 )  sin z1 cos z2  cos z1 sin z2
cos( z1  z2 )  cos z1 cos z2  sin z1 sin z2
tan z1  tan z 2
tan( z1  z 2 ) 
1  tan z1 tan z 2

NAMA: SALIM
NPM: 2091000210038
JURUSAN: PEND.MATEMATIKA
ANGKATAN: 2009

Halaman 36
FUNGSI,LIMIT-LIMIT DAN KONTINUAN
Berikut ini relasi –relasi di luar antara trigonometri atau fungsi lingkaran dan
fungsi hiperbolik.
sin iz  i sinh z cos iz  cos z
sinh iz  i sin z tan iz  i tanh z
cos iz  cosh z tanh iz  i tan z
6. fungsi logaritma
Jika z  e w ,kemudian kita tulis w  ln z ,disebut logaritma biasa dari z. fungsi
logaritma natural adalah invers dari fungsi eksponensial dan dapat di
defenisikan sebagai invers dari pada fungsi eksponensial dan dapat kita
defenisikan sebagai:
w  ln z  ln r  i (  2k ) k  0,1,2,..., Dimana z  re i  re i   2 k  .
Bahwa ln z adalah sebuah fungsi nilai banyak.itu nilai terpenting atau cabang
terpenting dari ln z adalah waktu sementara dengan defenisi ln r + i  dimana
o   < 2 .

lxxiii
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
Fungsi logaritma dapat kita defenisikan sebagai dasar yang nyata daripada e.
jika z   w , kemudian w  log  z dimana 𝛼 > 0 dan   0,1 . Sejauh ini kotak

z  e w ln  dan w  (ln z ) /(ln  ).


7. fungsi trigonometri invers
Jika z =sin w dimana w =sin 1 adalah Invers sinus (sine) dari z atau arc sin dari
z.kita dapat mendefenisikan bahwa invers trigonometri atau fungsi lingkaran
cos 1 z, tan 1 z, dan seterusnya.
kemudian fungsi,akan mempunyai nilai banyak, dapat di sebut di dalam fungsi
logaritma berikutnya. Di dalam semua kita menyebutkan konteks penjumlahan
2ki, k  0,1,2,..., di dalam logaritma.

1 1 1 1+√𝑧 2 −1
sin z = ln ( iz +√1 − 𝑧 2 csc 1 z = ln ≠( )
𝑖 𝑖 𝑧

2
1 1 1+√1−2
cos 1 z = ln ( z +√𝑧 2 − 1) sec 1 z = ln ( )
𝑖 𝑖 𝑧
1 1+𝑖𝑧 1 𝑧+𝑖
tan 1 z = ln ( 1−𝑖𝑧 ) cot 1 z = ln ( 𝑧−𝑖 )
2𝑖 2𝑖

8. fungsi hiperbola invers


Jika z = sinh 𝜔 dimana 𝜔 = sinh 1 z adalah mendefenisikan hiperbola invers dari
sinus (sine) z. kita defenisikan semua fungsi hiperbola invers cosh-1z, tanh-1z dan
seterusnya.kemudian fungsi akan memiliki nilai banyak, dapat di sebut di dalam
logaritma biasa sebagai berikut. Di dalam semua kotak kita menghilangkan
konteks penjumlahan 2ki k  0,1,2,... di dalam logaritma.

1 1+√𝑧 2 +1
Sinh z = ln ( z +√𝑧 2 + 1) csch 1 z = ln ( )
𝑧

2
1 1 1+√1−2
Cosh z = ln ( z +√𝑧 2 − 1) sech z = ln ( )
𝑧

1 1 1+𝑧 1 1 𝑧+1
Tanh z =2 ln ( 1−𝑖𝑧 ) coth z =2 ln ( 𝑧−1 )

9 fungsi z  dimana 𝛼 bilangan komplek,adalah defenisi daripada e  ln z .jika f


(z) dan g (z) memberikan dua fungsi dari z ,kita dapat mendefenisikan
g(z)
bahwa f (z) = e g ( z ) ln f ( z ) . sacara umum bahwa fungsi mempunyai nilai
banyak .

lxxiv
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
10. aljabar dan fungsi transsendental
Jika w adalah sebuah solusi dari pertayaan dari polonomial maka:
po ( z )u n  p1 ( z ) w n 1  ...  p n 1 ( z ) w  p n ( z )  0 ….dimana

po  0, p1 ( z ),..., pn ( z ) dimana polonomial-polonomial di dalam z dan n

adalah hitungan positif kemudian w  f (z ) adalah mendefenisikan fungsi


aljabar dari z.
Misalkan: w  z 1 / 2 adalah sebuah solusi dari pertanyaan w2-z = 0. Dan ini
adalah fungsi aljabar dari z

Halaman 37
FUNGSI, LIMIT DAN KEKONTINUAN
Setiap fungsi yang tidak dapat dinyatakan sebagai sebuah penyelesaian dari
(6) disebut sebagai fungsi transedental. Fungsi logaritma, trigonometri dan
hiperbola dan invers korespondensi adalah contoh dari fungsi transedental.
Fungsi-fungsi yang disebutkan pada 1-9 diatas, bersamaan dengan fungsi-
fungsi turunannya oleh bilangan berhingga dengan operasi penambahan,
pengurangan, perkalian, pembagian dan akar disebut sebagai fungsi dasar.

TITIK CABANG DAN GARIS CABANG


1
Misal kita diberikan fungsi 𝑤 = 𝑧 2 . Misalkan lebih jauh lagi kita
memperbolehkan 𝑧 untuk membuat suatu lintasan yang lengkap (berlawanan arah
jarum jam) di sekitar titik asal A [𝐹𝑖𝑔. 2 ∙ 5]. Kita mempunyai 𝑧 = 𝑟𝑒 {𝜃 , 𝑤 =
𝜃 𝜃
{ { 1
√𝑟𝑒 2 jadi A, 𝜃 = 𝜃1 dan 𝑤 = √𝑟𝑒 2 . Setelah lintasannya lengkap kembali pada A
𝜃 +2𝜋 𝜃1
{( 1 )
𝜃 = 𝜃1 + 2𝜋 dan 𝑤 = √𝑟𝑒 2 = −√𝑟 𝑒 2 . Maka kita tidak dapat
Bagaimanapun, dengan membuat lintasan terhadap kedua kembali ke A, misalnya
𝜃 +4𝜋 𝜃1
{( 1 )
= 𝜃1 + 4𝜋, 𝑤 = 𝑤 = √𝑟𝑒 2 = √𝑟 𝑒 2 . dan kemudian kita memperoleh nilai
yang sama dengan apa yang ada pada awal kita mulai.
Kita dapat mendeskripsikan hal diatas dengan menyatakan bahwa

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomolxxv


1
0 ≤ 𝜃 < 4𝜋 kita berada pada satu cabang dari fungsi nilai ganda 𝑧 2 , sementara jika
2𝜋 ≤ 𝜃 < 4𝜋 kita berada pada cabang fungsi yang lain.
Ini jelas bahwa setiap cabang dari fungsi tersebut bernilai tunggal. Untuk
menjaga fungsi bernilai tunggal, kita mengadakan sebuah rintangan buatan seperti
halnya OB dimana B adalah pada tidak terbatas [meskipun beberapa garis lain dari
O dapat digunakan] yang mana kita setujui untuk tidak melaluinya . Rintangan ini
[digambarkan tebal dalam gambar] disebut garis cabang atau potongan cabang dan
titik O disebut titik cabang. Perlu dicatat bahwa sebuah lintasan disekitar semua
titik kecuali 𝑧 = 0 tidaklah menuju ke nilai yang berbeda; maka 𝑧 = 0 adalah satu-
satunya titik cabang yang terbatas.

bidang z

𝒊 = 𝜽𝟏
0 B

Gambar 2.5

BIDANG RIEMANN
Ada cara lain untuk mencapai tujuan dari garis cabang yang digambarkan
diatas, untuk melihat ini kita bayangkan bahwa 𝑧 seperti bidang yang terdiri dari
dua lembaran yang diletakkan diatas satu sama lain. Kita sekarang memotong
lembaran tersebut sepanjang OB dan bayangkan bahwa ujung lebih rendah dari

lxxvi
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
dasar lembaran digabung dengan yang paling atas dari lembaran tersebut.
Kemudian dimulai di dasar lembaran dan buat satu lintasan yang lengkap sekitar O
kita sampai pada lintasan teratas. Sekarang kita bayangkan ujung potongan lainnya
yang digabung bersamaan sehingga dengan melanjutkan lintasan tersebut kita pergi
dari lembaran teratas menuju lembaran dasar.
Kumpulan dari 2 lembaran yang disebut bidang Riemann menyesuaikan
1
dengan fungsi 𝑧 2 . Setiap lembaran menyesuaikan ke sebuah cabang fungsi dan
setiap lembaran fungsi adalah nilai-tunggal.
Konsep bidang Riemann memiliki keuntungan dimana berbagai macam
nilai dari fungsi bernilai-ganda diperoleh dari sebuah bentuk
berkesinambungan/berkelanjutan.
1
Gagasan tersebut nudah dikembangkan. Sebagai contoh, untuk fungsi 𝑧 2
bidang Riemann mempunyai 3 lembaran, untuk ln 𝑧 bidang Riemann mempunyai
banyak lembaran tak terhingga.

LIMIT
Biarkan 𝑓(𝑧) dibatasi dan benilai tunggal disekitarnya dari 𝑧 = 𝑧0 dengan
kemungkinan pengecualiaan dari 𝑧 = 𝑧0 sendiri (misalnya dalam penghapusan
sekitar 𝛿 pada 𝑧0 ). Kita menyatakan bahwa jumlah

Halaman 38
Kita lihat bahwa jumlah l adalah limit dari f(z) dengan z pendekatan z0 dan di tulis
lim f ( z)  l jika untuk bilangan positif  ( namun kecil) kita dapat menemukan
z z0

beberapa bilangan positif  (biasanya bergantung pada) sedemikian sehingga


f ( z )  l  dim ana 0  z  z0   .

Dengan demikian kita juga mengatakan bahwa f(z) mendekati l sebagai z


pendekatan z0 dan di tulis f(z)  l sebagai z  z0 Limit tersebut harus independen
dari cara dimana z mendekati z0

lxxvii
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
Secara geometris, jika Z0 adalah titikpada bidangkompleks,dari lim f ( z)  l
z z0

jika perbedaandalamnilai absolutantara f(z) danldapat dibuatsekecilkami


berharapdengan memilihtitik-titk zcukupdekat denganz0(tidak termasukz =z0 ).
 z 2 z  i
Contoh:Misalkan f(z)  ketika zsemakin dekat dengani (yaitu mendekatii),
0 z  i

f (z)semakin dekatdengan i 2  1 .Dengan demikian kitamemperkirakan


lim f ( z)  1 . Untuk membuktikanini kita harusmelihat apakahdefinisi di atas
z z0

benar .Untukbukti inilihat masalah23.


Perhatikan bahwa lim f ( z)  f (i) yaitu limitdari f (z) dengan z→i adalahtidak
z z0

sama dengannilaidari f (z) di z= i, karenaf(i) = 0 dengan definisi.Limit


tersebutsebenarnya akanmenjadi-1bahkanjika f(z) tidak didefinisikandi z= i
Ketika limit dari suatu fungsi adalah unik,yakniadalah satu dan hanya
satunya(lihatmasalah26).
Jika f(z) adalahbeberapa-nilai, limit z→z0mungkin tergantung padacabang tertentu.
TEOREMA TEOREMA LIMIT
Jika lim f ( z)  A dan lim g ( z )  B maka
z z0 z z0

1. lim  f ( z)  g ( z)   lim f ( z)  lim g ( z)  A  B


z z0 z z0 z z0

2. lim  f ( z)  g ( z)   lim f ( z)  lim g ( z)  A  B


z z0 z z0 z z0

3. lim  f ( z) g ( z)    lim f ( z)  lim g ( z)   AB


z z0 z z0 z z0

f ( z ) zlim
z
f ( z) A
4. lim  0  jika B  0
z  z0 g ( z ) lim g ( z ) B
z  z0

TAKTERHINGGA
Melaluitransformasiw= 1 /ztitikz=0 (yaituasal)dipetakanke w=∞, disebut titikdi tak
terhinggapada bidangw.Demikian pula kitamenunjukkandengan z=∞titikdi tak
terhinggapada bidangz.Untuk mempertimbangkanperilakudari f (z) di z=∞, cukup
dengan membiarkans =1 /w danmengkaji perilakuf(1 / (w)) di w= 0.

lxxviii
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
Kita mengatakan bahwa lim f ( z)  l atau f(z)mendekati l tak terhinggaz, jika untuk
z z0

setiapN >0 kitadapat menemukanm > 0 sehingga|f (z)-l| < e setiap kali|z|>M.
Kita katakan bahwa lim f ( z )   dari f (z) mendekati tak
z  z0

terhinggasebagaizpendekatanz0, jika untuk setiapN >0 kitadapat menemukanδ > 0


sehingga|f (z) |>N dimana 0 <| z-z0| <δ.

KONTINUITAS
Misalkan f(z)didefinisikan danbernilai tunggalmendekati z =z0serta pada z=z0
(yaitu di lingkunganδdari z0). Fungsi f(z)dikatakankontinu diz =z0jika
lim f ( z )  f ( z0 )
z  z0

Catatan bahwa mengimplikasikantiga kondisiyang harus dipenuhiagarf (z)


kontinudi z=z0.
1. lim f ( z)  l harus ada
z z0

2. lim f ( z)  l harus ada yaitu f(z) di definisikan oleh z0


z z0

3. l  f ( z 0 )

Halaman 39
FUNGSI, LIMIT DAN KONTINUITAS

1. lim 𝑓(𝑧) = 𝑙 harus terdefinisi


z→z0

2. 𝑓(𝑧0 ) harus terdefinisi, dimana 𝑓(𝑧) didefinisikan pada 𝑧0


3. 𝑙 = 𝑓(𝑧0 )
Ekuivalen, jika 𝑓(𝑧) kontinyu pada 𝑧0 kita dapat menulis ini dalam bentuk

lim 𝑓(𝑧) = 𝑓 ( lim z)


z→z0 z→z0

𝑧2 𝑧 ≠ 1
Contoh 1: Jika 𝑓(𝑧) = kemudian dari contoh pada halaman 38,
0 𝑧=1

lxxix
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lim 𝑓(𝑧) = −1. Untuk 𝑓(𝑖) = 0
z→i

Sehingga lim 𝑓(𝑧) ≠ 𝑓(𝑖) dan fungsi tersebut tidak


z→i

kontinyu di 𝑧 = 𝑖.
Contoh 2: Jika 𝑓(𝑧) = 𝑧 2 untuk semua 𝑧, maka lim 𝑓(𝑧) = 𝑓(𝑖) = −1 dan 𝑓(𝑧)
z→i

adalah kontinu di 𝑧 = 𝑖.

Titik pada garis 𝑧 dimana 𝑓(𝑧) tidak kontinu disebut diskontinuitas dari
𝑓(𝑧), dan 𝑓(𝑧) dikatakan diskontinuitas pada titik-titik ini. Jika lim 𝑓(𝑧)
z→z0

terdefinisi tapi tidak sama dengan 𝑓(𝑧0 ), kita sebut 𝑧0 diskontinuitas lepas karena
dengan mendefinisikan 𝑓(𝑧0 ) harus sama dengan lim 𝑓(𝑧) pada fungsi menjadi
z→z0

kontinu.
Alternatif untuk definisi kontinuitas diatas, kita dapat mendefinisikan 𝑓(𝑧)
sebagai kontinu di 𝑧 = 𝑧0 jika untuk setiap 𝜄 > 0 kita dapat menemukan 𝛿 > 0
sedemikian sehingga |𝑓(𝑧) − 𝑓(𝑧0 )| < 𝜄 dimana |𝑧 − 𝑧0 | < 𝛿 . keterangan ini
hanyalah definisi limit dengan 𝑙 = 𝑓(𝑧0 ) dan tidak berlaku pada 𝑧 ≠ 𝑧0 .
Untuk menguji kontinuitas dari 𝑓(𝑧) di 𝑧 = ∞, kita masukkan 𝑧 = 1/𝑤 dan
memeriksa kontinuitas dari 𝑓(1/𝑤) dimana 𝑤 = 0.

KONTINUITAS DI DAERAH A
Sebuah fungsi 𝑓(𝑧) dikatakan kontinu di suatu daerah jika kontinu di semua
titik daerah.

TEOREMA PADA KONTINUITAS


Teorema 1. Jika 𝑓(𝑧) dan 𝑔(𝑧) adalah kontinu pada 𝑧 = 𝑧0 , sehingga fungsi
𝑓(𝑧)
𝑓(𝑧) + 𝑔(𝑧), 𝑓(𝑧) − 𝑔(𝑧), 𝑓(𝑧) 𝑔(𝑧) dan , jika dan hanya jika
𝑔(𝑧)

𝑔(𝑧0 ) ≠ 0. Hasil yang sama berlaku untuk kontinuitas di suatu daerah.


Teorema 2. Di antara fungsi-fungsi kontinu di setiap daerah dengan batas (α) semua
polinomial, (b) ez, (c) sin z dan cos z.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomolxxx


Teorema 3. Jika 𝑤 = 𝑓(𝑧) kontinu pada 𝑧 = 𝑧0 dan 𝑧 = 𝑔(𝜁) kontinu pada 𝜁 = 𝜁0
dan jika 𝜁0 = 𝑓(𝑧0 ), maka fungsi 𝑤 = 𝑔[𝑓(𝑧)], yang disebut fungsi
dari fungsi atau fungsi komposit, adalah kontinu pada 𝑧 = 𝑧0 .
biasanya secara khusus dinyatakan sebagai: Sebuah fungsi kontinu
dari sebuah fungsi kontinu adalah kontinu.
Teorema 4. Jika 𝑓(𝑧)kontinu di daerah tertutup, dibatasi di daerah ini, terdapat M
konstan sehingga |𝑓(𝑧)| < 𝑀 untuk semua titik 𝑧 pada daerah itu.
Teorema 5. Jika 𝑓(𝑧) kontinu di suatu daerah, maka bagian real dan imajiner dari
𝑓(𝑧) juga berada di daerah ini.

KONTINUITAS SERAGAM
𝑓(𝑧) berada di daerah. Maka menurut definisi pada setiap titik 𝑧0 ke daerah
dan untuk setiap 𝜄 > 0, kita dapat menemukan 𝛿 > 0 (pada umumnya tergantung
pada kedua 𝜄 dan titik tertentu 𝑧0 ) sama halnya |𝑓(𝑧) − 𝑓(𝑧0 )| < 𝜄 dimana
|𝑧 − 𝑧0 | < 𝛿. Jika kita dapat menemukan 𝛿 pada 𝜄 tapi tidak pada titik tertentu 𝑧0 ,
kita mengatakan bahwa 𝑓(𝑧) adalah kontinu seragam di daerah tersebut.

Halaman 40
Alternatif f(z) penggunaanya yaitu berlangsung pada daerah jika ada 𝜀 > 0 kita
dapat menemukan 𝛿 > 0 seprti |f(z1) – f(z2)|< 𝜀 yang mana z1 – z2 < 𝛿 dimana z1 dan
z2 mempunyai dua poin dari daerah.
Teorema. Jika f(z) berada pada daerah tertutup, penggunaannya yaitu berlangsung
di sana.
URUTAN
Fungsi dari sebuah integral variabel positif di tandai dengan f(n) atau u n dimana n
=1, 2, 3....disebut sebuah urutan. Urutan seperti itu merupakan pasangan dari
angka-angka u1, u2, u3. . . Dalam sebuah batas pesanan dari pengaturan dan di
bentuk menurut batas aturan. Masing-masing nomor pada urutan di sebut batas dan
un disebut batas ke n. Urutan u1, u2, u3. . .juga ditandai dengan singkatan (un). Pada
urutan disebut terbatas atau tidak terbatas sesuai dengan adanya batas angka atau

lxxxi
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
tidak. Kecuali jika cara lainnya telah di tetapkan kita akan menganggap hanya batas
urutan.
Contoh 1: pasangan dari angka-angka i, i2, i3…i100 merupakan sebuah batas urutan;
pada istilah batas ke n. Yaitu pemberian dengan un = in, n=1, 2, ...100.
(1+𝑖)2 (1+𝑖)3
Contoh 2 : pasangan dari angka-angka 1 + i, , merupakan sebuah batas
2! 3!

urutan; pada istilah batas ke n. Yaitu pemberian dengan un = (1+i)n/n!, n =1, 2, 3, . .


.
BATAS DARI URUTAN
Angka l di sebut limit dari batas urutan u1, u2, u3. . . jika untuk angka yang positif
kita dapat menemukan sebuah angka positif 𝜀 tergantung pada N seperti itu |
𝑢𝑛 – 𝑙| < 𝜀 untuk semua n > N. Seperti dalam kurung kita menulis lim 𝑢𝑛 jika
𝑛→~

limit dari sebuah urutan ada,pada urutan di sebut konvergen; atau cara lainnya itu di
sebut divergen. Sebuah urutan dapat konvergen hanya untuk satu limit jika sebuah
limit itu tidak berbanding.
Suatu yang lebih intiutif hanyalah cara unrigorous dari gambaran konsep ini pada
limit menyatakan bahwa sebuah urutan u1, u2, u3. . . mempunyai sebuah limit l jika
memperoleh batas-batas urutan”semakin dekat dan semakin dekat” untuk l. Ini
sering digunakan untuk menyiapkan sebuah”kemungkinan” sebagai nilai dari limit,
yang mana pada devinisi telah diterapkan untuk melihat jika kemungkinan benar.
TEOREMA PADA LIMIT DAN URUTAN
Selanjutnya diskusikan salah satu urutan pada BAB 6
Jika lim 𝑎𝑛 = A dan Jika lim 𝑏𝑛 = B, lalu
𝑛→~ 𝑛→~

1. lim 𝑎𝑛 + bn = lim 𝑎𝑛 + lim 𝑏𝑛 = A + B


𝑛→~ 𝑛→~ 𝑛→~

2. lim 𝑎𝑛 - bn = lim 𝑎𝑛 − lim 𝑏𝑛 = A - B


𝑛→~ 𝑛→~ 𝑛→~

3. lim 𝑎𝑛 . bn = (lim 𝑎𝑛 )( lim 𝑏𝑛 ) = A B


𝑛→~ 𝑛→~ 𝑛→~

𝑎 lim 𝑎 𝐴
𝑛→~ 𝑛
4. lim 𝑏𝑛 = = 𝐵 jika B # 0
𝑛→~ 𝑛 lim 𝑏 )
𝑛→~ 𝑛

RANGKAIAN TAK TERHINGGA


misalkan u1, u2, u3. . . .menjadi salah satu urutan.

lxxxii
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
Bentuk urutan baru 𝑠1 , 𝑠2 , 𝑠3 dibatasi oleh 𝑠1 = 𝑢1, 𝑠2 = 𝑢1, + 𝑢2 , 𝑠3 = 𝑢1, + 𝑢2 +
𝑢3 . . . , 𝑠𝑛 = 𝑢1, + 𝑢2 + 𝑢3 . . . ,+ 𝑢𝑛
Dimana 𝑠𝑛 disebut batas bagian penjumlahan, pada penjumlahan dari n batas
pertama dari urutan{ un}.

Halaman 41
Tugas UAS Menerjemah Hal. 41
Urutan disimbolkan dengan
Yang disebut dengan urutan tak tentu apabila maka disebut dengan
Konvergan dan S sebagai jumlah. Maka urutan-urutan sebaliknya disebut Divergan.
Suatu keadaan dimana suatu urutan berkumpul adalah
Namun pembahasan ini belum lengkap (lihat hal.40 & 150)
Pembahasan selanjutnya dari urutan tak tentu ini disajikan pada bab 6.

Sontoh Soal (Pemecahan Masalah)


Fungsi dan transformasi
1. Jika . carilah nilai W yang cocok dengan (a)
dan (b) serta tunjukan korespondensinya ke dalam bentuk
grafik.

(a)

(b) 3i)=(1-3i

lxxxiii
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
Titik , dicerminkan oleh titik P pada bidang z.

Mempunyai titik gambar yang digambarkan dengan P’.


Pada bidang W dari gambar 2.7 anggap saja bahwa P dipetakan pada P’ dengan
cara pemetaan fungsi atau transformasi Sama halnya dengan
(titik Q pada gambar 2.6) dipetakan pada (titik Q’ pada gambar 2.7).
untuk masing-masing titik pada bidang z hanya terdapat satu korespondensi pada
bidang w, sehingga w adalah satu fungsi z tunggal yang terukur.
2. Buktikan bahwa garis yang mengikuti titik P dan Q pada bidang z yang
terdapat pada gambar 2.6 dipetakan oleh terhadap titik P’ Q’ pada
gambar 2.7 serta tentukan persamaannya?

Titik P dan Q mempunyai kordinat (-2,1) dan (1,-3) kemudian persamaanya


adalah

Persamaan P dan Q adalah

lxxxiv
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
Sedangkan

Karena w=x+iy maka persamaannya adalah..

Sehingga bisa di grafikkan

Halaman 42
Belum

Halaman 43
a. Daerah asal di z berinduksi dari sebagian bayangan di PQRS terdapat pada
gambar 2-10. Daerah yang memetakan kedalam daerah yang berada pada
pada P’ Q’ R’ S’ yang menunjukkan bayangan terdapat pada gambar 2-11.
Yang akan ditulis pada kurva PQRSP yang dipindahkan searah jarum jam
dan kurva gambar P’ Q’ R’ S’ P’ yang juga dipindahkan searah jarum jam.
b. Daerah asal di z menunjukkan bahwa sebagian bayangan PTUVWXYZ
terdapat pada gambar 2-10. Daerah yang memetakan daerah yang berada
pada daerah gambar P’ T’ U’ V’ terlihat bayangan seperti terdapat pada
gambar 2-11.

Hal itu menarik untuk ditulis, ketika berbatasan dengan daerah


PTUVWXYZ yang dipindahkan hanya sekali, batasan dari daerah pada
gambar P’ T’ U’ V’ dipindahkan dua kali. Daerah itu harus dikembalikan
faktanya ada delapan titik P dan W, T dan X, U dan Z di daerah asal z
memetakan kedalam empat titik P’ atau W’. T’ atau X’, U’ atau Y’, V’ atau
Z’ berkesinambungan.
Walaupun ketika batasan pada daerah PQRS dipindahkan hanya
sekali , batasan dari daerah pada gambar itu juga dipindahkan hanya sekali.
Berbeda jika dikembalikan faktanya pada pemindahan kurva PTUVWXYZ
melingkari daerah asal z = 0. Sedangkan ketika kita memindahkan kurva
PQRSP kita tidak dapat melingkari daerah asalnya.

lxxxv
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
c. 𝑢 = 𝑥 2 − 𝑦 2 = (2)2 − (−1)2 = 3, 𝑣 = 2𝑥𝑦 = 2(2)(−1) =
−4. 𝑘𝑒𝑚𝑢𝑑𝑖𝑎𝑛 𝑘𝑜𝑜𝑟𝑑𝑖𝑛𝑎𝑡 𝑘𝑢𝑟𝑣𝑎 𝑙𝑢𝑟𝑢𝑠 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑢 = 3, 𝑣 = −4.

FUNGSI NILAI PERKALIAN


6. Diberikan 𝑤 5 = 𝑧 dan tujuannya berkorespondensi khusus titik 𝑧 = 𝑧1 kita
mempunyai 𝑤1 = 𝑤2.
a. Jika kita memulai dari titik 𝑧1 ketitik sumbu z ( Lihat gambar 2-12). Membuat
kelengkapan satu keliling searah jarum jam dengan daerah asalnya. Lihat nilai pada
w dikembalikan pada 𝑧1 adalah 𝑤1 𝑒 2𝜋𝑖⁄5 .
b. Apakah nilai di w jika dikembalikan ke 𝑧1 , setelah 2, 3,....lengkapi lintasan
disekitar daerah asalnya.
c. Diskusikan bagian a dan b jika dengan cara satu satunya tidak dapat menemukan
daerah asalnya.

lxxxvi
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
a. Kita dapatkan 𝑧 = 𝑟 𝑖𝜃 , jadi 𝑤 = 𝑧 1⁄5 = 𝑟 1⁄5 𝑒 𝑖𝜃⁄5 . Jika 𝑟 = 𝑟1 𝑑𝑎𝑛 𝜃 = 𝜃1 ,
kemudian 𝑤1 = 𝑟1 1⁄5 𝑒 𝑖𝜃1⁄5 .
Seperti 𝜃 menambahkan dari 𝜃1 𝑘𝑒 𝜃2 + 2𝜋. Yang mana terjadi ketika
kelengkapan satu keliling disekitar daerah asal yang diputar searah jarum jam, kita
temukan
⁄ ⁄
𝑤 = 𝑟11 5 𝑒 𝑖(𝜃1 +2𝜋)⁄5 = 𝑟11 5 𝑒 +2𝜋𝑖⁄5 = 𝑤1 𝑒 2𝜋𝑖⁄5
b. Setelah lintasan disekitar daerah asal 2 lengkap, kita temukan
⁄ ⁄
𝑤 = 𝑟11 5 𝑒 𝑖(𝜃1 +4𝜋)⁄5 = 𝑟11 5 𝑒 +4𝜋𝑖⁄5 = 𝑤1 𝑒 4𝜋𝑖⁄5
Setelah lintasan disekitar daerah asal 3 dan 4 lengkap, kita temukan
w = 𝑤1 𝑒 6𝜋𝑖⁄5 𝑑𝑎𝑛 w = 𝑤1 𝑒 8𝜋𝑖⁄5
Setelah lintasan disekitar daerah asal 5 w lengkap nilai yang diperoleh adalah w =
𝑤1 𝑒 10𝜋𝑖⁄5 = 𝑤1, jadi nilai dari daerah asal w adalah diperoleh setelah daerah asal
disekitar 5 berubah. Setelah itu lingkaran diulang ( Lihat gambar 2-13 ).
Cara Lain. Dimulai 𝑤 5 = 𝑧, kita mempunyai arg z = arg w berubah dari arg 𝑤 =
1
( 𝑑𝑖𝑢𝑏𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 arg 𝑧).
5

Selanjutnya jika arg z ditambah


2, 4𝜋, 6𝜋, 8𝜋, 10𝜋, … , arg 𝑤. 𝑑𝑖𝑡𝑎𝑚𝑏𝑎ℎ 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 2𝜋⁄5 , 4𝜋⁄5 , 6𝜋⁄5 , 8𝜋⁄5 , 2𝜋, …
tunjukkan hasil yang diperoleh sama dengan (a) dan (b).

lxxxvii
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
c.Jika dengan cara lain tidak dapat menemukan daerah asal, selanjutnya ditambah
dengan arg z dengan 0 dan penambahan arg w selalu 0. Dalam hal ini dari w adalah
𝑤1. Maka pembuat angka dilintasan tidak diperoleh.

Halaman 44
FUNGSI, LIMIT, dan KONTINUITAS

7.a) di soal sebelumnya telah dijelaskan tentang alasan mengapa kita dapat
menganggap w sebagai kumpulan dari nilai tunggal dari fungsi z.
b) jelaskan secara geometris tentang hubungan antara fungsi-fungsi dari nilai
tunggal tersebut.
c) tunjukkan secara geometris bagaimana kita dapat membatasi diri kita dengan
fungsi dari nilai-nilai tunggal tertentu.
(a) karena w3= reiθ= re (iθ + 2kπ) dimana k adalah bilangan bulat, kita memiliki
1⁄ 1 1⁄
𝑤=𝑟 5 𝑒 𝑖(𝜃 +2𝑘𝜋) ⁄5 =𝑟 3 (cos(𝜃 + 2𝜋)/5) + 𝑖 sin(𝜃 + 2𝑘𝜋/5)
Dan karena w memiliki 5 nilai fungsi dari z, maka 5 nilai tersebut diberikan oleh k=
0,1,2,3,4
Kita juga dapat menganggap w sebagai sebuah kumpulan dari 5 nilai fungsi yang
disebut cabang dari banyak nilai fungsi, dengan cara membatasi θ. Oleh karena itu,
contohnya, kita dapat menulis
1⁄
𝑤=𝑟 3 (cos 𝜃/5) + 𝑖 sin(𝜃/5)
Dimana kita dapat mengambil 5 kemungkinan interval untuk θ yang diberikan oleh
0 ≤ 𝜃 < 2𝜋, 2𝜋 ≤ 𝜃 < 4𝜋, … ,8𝜋 ≤ 𝜃 < 10𝜋,
Interval pertama adalah 0 ≤ 𝜃 < 2𝜋, yang biasanya disebut dengan jarak utama
dari θ dan sama dengan cabang pokok dari banyak nilai fungsi.
Interval lain untuk θ dari panjang 2π juga dapat diambil; misalnya −𝜋 ≤ 𝜃 <
𝜋, 𝜋 ≤ 𝜃 < 3𝜋, etc, pertama-tama persamaan ini dapat diambil sebagai jarak
pokok/utama.
(b) kita mulai dengan cabang (utama) yang asli
Setelah 1 putaran mengenai asal dari garis z telah lengkap, θ ditingkatkan oleh 2π
untuk memberi fungsi bagi cabang lain. Setelah putaran yang lain lengkap, cabang

lxxxviii
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
fungsi lain masih didapatkan sampai semua dari 5 cabang tersebut telah ditemukan,
setelah kita kembali pada cabang (utama) yang asli.
karena nilai yang berbeda dari f(z) diperoleh dengan berturut-turut mengelilingi z=0
kita sebut z = 0 titik cabang
(c) kita dapat membatasai diri kita dalam fungsi nilai tunggal tertentu, biasanya
pada cabang utama, dengan menjamin bahwa tidak lebih dari 1 putaran lengkap
yang dibuat, conth: membatasi θ dengan tepat.
Dalam kasus jarak utama dengan persamaan 0 ≤ 𝜃 < 2𝜋, persamaan ini
telah telah diselesaikan dengan menyusun sebuah potongan yang diindikasikan
dengan OA pada gambar 2-14 dibawah ini, yang disebut sebuah potongan
cabang/garis cabang, pada poros posotif yang benar, maksut dari gambar ini adalah
kita tidak boleh melewati garis pemotong tersebut (jika kita melewatinya, maka
akan didapatkan fungsi cabang lain).
Jika interval yang lain untuk θ telah dipilih, maka garis cabang / garis pemotong
tersebut akan ditarik garis lain dalam garis bujur z yang berasal dari titik pusat.
Untuk tujuan tertentu, sebagaimana yang akan kita lihat selanjtnya, bahwa kita
dapat melihat kurva dalam gambar 2-15 yang mana pada gambar 2-14 adalah
merupakan sebuah kasus yang langka/jarang terjadi.
y y
H

E
F G
I
O A x D A x
B
C

J
Gambar 2-14 Gambar 2-15

Fungsi Dasar
8. buktikan bahwa (a) 𝑒 𝑧1 . 𝑒 𝑧2 = 𝑒 𝑧1+𝑧2 , (b) |𝑒 𝑧 | = 𝑒 2 , (c) 𝑒 𝑧+2𝑘𝜋𝑖 = 𝑒 𝑥 , 𝑘 =
0, ±1, ±2 … ..

lxxxix
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
a)dengan definisi 𝑒 𝑧 = 𝑒 𝑧 (cos 𝑦 + 𝑖 sin 𝑦) dimana z = x+iy. maka jika 𝑧1= 𝑥1 +
𝑖𝑦2

Halaman 45
Belum

Halaman 46
FUNGSI, LIMIT, dan KONTINUITAS

12. buktikan: a) 1- tan ℎ2 𝑧 = sec ℎ2 𝑧 c) cos iz = cosh z


b) sin iz = i sinh z d) sin ( x + iy) = sin x cosh y + i cos x sinh y
𝑒 𝑧 +𝑒 −𝑧 𝑒 𝑧 − 𝑒 −𝑧
a) dengan definisi, cosh z = , sinh 𝑧 = . kemudian
2 2

𝑒 𝑧 +𝑒 −𝑧 2 𝑒 𝑧 − 𝑒 −𝑧 2 𝑒 2𝑧 + 2 + 𝑒 −2𝑧 𝑒 2𝑧 – 2+ 𝑒 −2𝑧
𝑐𝑜𝑠ℎ2 𝑧 − 𝑠𝑖𝑛ℎ2 𝑧 = ( ) − ( ) = − =1
2 2 4 4
𝑐𝑜𝑠ℎ2 𝑧 − 𝑠𝑖𝑛ℎ2 𝑧 1
dibagi dengan 𝑐𝑜𝑠ℎ2 𝑧, = 𝑎𝑡𝑎𝑢 1 − 𝑡𝑎𝑛ℎ2 = 𝑠𝑒𝑐ℎ2 𝑧
𝑐𝑜𝑠ℎ2 𝑧 𝑐𝑜𝑠ℎ2 𝑧

𝑒 𝑖(𝑖𝑧) −𝑒 −𝑖(𝑖𝑧) 𝑒 −𝑧 −𝑒 𝑧 𝑒 𝑧 − 𝑒 −𝑧
b) 𝑠𝑖𝑛 𝑖𝑧 = = = 𝑖( ) = 𝑖 sin ℎ𝑧
2𝑖 2𝑖 2

𝑒 𝑖(𝑖𝑧) +𝑒 −𝑖(𝑖𝑧) 𝑒 −𝑧 +𝑒 𝑧 𝑒 𝑧 +𝑒 −𝑧
c) 𝑐𝑜𝑠 𝑖𝑧 = = = = cos ℎ𝑧
2 2 2

d) dari soal nomor 9 (a) dan bagian (b) dan (c), kita memiliki
sin(𝑥 + 𝑖𝑦) = sin 𝑥 cos 𝑖𝑦 + 𝑐𝑜𝑠𝑥 sin 𝑖𝑦 = 𝑠𝑖𝑛𝑥 cos ℎ 𝑦 + 𝑖𝑐𝑜𝑠 𝑥 sin ℎ 𝑦

13. a) jika 𝑧 = 𝑒 𝑤 dimana 𝑧 = 𝑟 (cos 𝜃 + 𝑖 sin 𝜃 ) dan 𝑤 = 𝑢 + 𝑖𝑣)


b)tentukan nilai dari ln( 1 − 𝑖 ), apa yang dimaksud dengan nilai utama?
a) Karen 𝑧 = 𝑟 (cos 𝜃 + 𝑖 sin 𝜃 ) = 𝑒 𝑤 = 𝑒 𝑢+𝑖𝑣 = 𝑒 𝑢 (cos 𝑣 + 𝑖 sin 𝑣)a
Kita memiliki persamaan riil dan baian bayangan
(1) 𝑒 𝑢 cos 𝑣 = 𝑟 𝑐𝑜𝑠𝜃 (2) 𝑒 𝑢 sin 𝑣 = 𝑟 𝑠𝑖𝑛𝜃
Dengan menaruh (1) dan (2) dalam tanda kurung dan
menambahkannya, maka kita menemukan 𝑒 2𝑢 = r 2 atau 𝑒 𝑢 = 𝑟 dan u = ln
r. kemudian dari (1) dan (2) 𝑟 cos 𝑣 = 𝑟 𝑐𝑜𝑠𝜃, sin 𝑣 = 𝑟 𝑠𝑖𝑛𝜃 yang mana
dari 𝑣 = 𝜃 + 2𝑘𝜋, maka 𝑤 = 𝑢 + 𝑖𝑣 = ln 𝑟 + 𝑖 (𝜃 + 2𝑘𝜋.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo xc


Jika 𝑧 = 𝑒 𝑤 kita menyebut bahwa 𝑤 = ln 𝑧 kemudian kita melihat
bahwa 𝑙𝑛 𝑧 = ln 𝑟 + 𝑖 (𝜃 + 2𝑘𝜋). Sebuah cara yang sama dalam menyebut
persamaan yang sama adalah dengan menulis 𝑙𝑛 𝑧 = ln 𝑟 + 𝑖𝜃 dimana θ
dapat dianggap memiliki banyak nilai yang berbeda dari 2π.
Ingat bahwa secara formal 𝑙𝑛 𝑧 = ln 𝑟𝑒 10 = ln 𝑟 + 𝑖 𝜃. menggunakan
hokum logaritma yang mirip dengan matematika dasar.
7𝜋𝑖⁄ +2𝑘𝜋𝑖
b) Karena 1 − 𝑖 = √2 𝑒 4 , kita memiliki ln(1 − 𝑖) = 𝑙𝑛√2 +
7𝜋𝑖 1 7𝜋𝑖
( + 2𝑘𝜋𝑖) = 2 ln 2 + + 2𝑘𝜋𝑖.
4 4
1 7𝜋𝑖
Nilai utamanya adalah 2 ln 2 + yang diperoleh dari persamaan k=0.
4

14. buktikan bahwa 𝑓(𝑥) = ln 𝑧 mempunyai titik pusat pada z = 0.


Kita memiliki persamaan ln 𝑧 = ln 𝑟 + 𝑖𝜃. Andaikan kita mulai pada
beberapa titik z1≠0 dalam bujur yang rumit untuk 𝑟 = 𝑟1 , 𝜃 = 𝜃1 maka ln 𝑧1 =
ln 𝑟1 + 𝑖𝜃1 (lihat gambar 2-16). Kemudian setelah mebuat 1 putaran lengkap
mengenai asal persamaan tersebut dengan searah jarum jam atau melawan arah
jarum jam, kita menemukan arah kembali pada z1, yang mana 𝑟 = 𝑟1 , 𝜃 = 𝜃1 + 2𝜋,
maka ln 𝑧1 = ln 𝑟1 + 𝑖(𝜃1 + 2𝜋). Oleh karena itu kita berada pada fungsi cabang
yang lain, dan z=0 adalah titik pusat.

z
r1 1
θ1 x

Gambar 2-
16
Putaran lengkap selanjutnya tetntang arah awal yang berubah/berpindah ke
1⁄ 1⁄
cabang lain dan (tidak seperti persamaan fungsi lain, misalnya 𝑧 2 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑧 3) kita
tidak akan pernah kembali pada cabang yang sama.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo xci


Hal ini mengikuti bahwa ln 𝑧 adalah sebuah fungsi yang memiliki banyak
nilai dari z yang memiliki banyak cabang. Cabang tertentu dari z adalah riil dan
positif maka disebut dengan cabang utama. Untuk memperoleh cabang ini maka
kita membutuhkan θ=0 ketika z> 0.
Untuk menyelesaikan persamaan ini, kita dapat menggunakan persamaan ln 𝑧 =
ln 𝑟 + 𝑖𝜃 dimana θ dipilih, maka 0 ≦ 𝜃 < 2𝜋 𝑎𝑡𝑎𝑢 − 𝜋 ≦ 𝜃 < 𝜋 , dst.
Sebagai sebuah generalisasi, kita mengingatkan/menekankan bahwa ln (z-a)
memiliki sebuah titik cabang pada z=a.

Halaman 47
15.Pertimbangkan transformasi w = ln z. Tunjukkan bahwa (a) melingkar dengan
pusat pada titik asal bidang z yang dipetakan ke dalam garis paralel sumbu v pada
bidang w, (b) garis atau sinar keluar dari titik asal bidang z yang dipetakan ke
dalam garis paralel sumbu u pada bidang w, (c) bidang z dipetakan pada lebar 2
pada bidang w. Ilustrasi hasil grafik.
Kita mempunyai w = u + iv = ln z = ln r + i  sedemikian sehingga u = In r, v =
.
Pilih cabang utama w = ln r + i  dimana 0   2
(a) melingkar dengan pusat pada titik asal dan jari-jari a dengan persamaan
z  r  a . Ini dipetakan ke dalam garis bidang w dengan persamaan u  ln a.

Gambar 2-17 dan 2-18 lingkaran dan garis yang memetakan a = 1/2, 1, 3/2, 2 yang
tertandai.
(b) garis atau sinar keluar dari titik asal bidang z (lihat gambar 2-17) mempunyai
persamaan   a . Ini dipetakan ke dalam garis bidang w (lihat gambar 2-18)
dengan persamaan v  a . Kita sudah menunjukkan pemetaan garis untuk
a  0,  / 6,  / 3, and  / 2 .

(c) memetakan titik P pada bidang z yang digambarkan oleh z  0 dan


mempunyai koordinat kutub r,   dimana 0    2 , r  0, ada P’ dengan lebar
2 yang ditunjukkan gambar 2-20. Kemudian bidang z dipetakan ke dalam titik

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo xcii


potong. Titik z  0 dipetakan ke dalam titik potong sering disebut titik pada
ketidakterbatasan.
Jika  sedemikian hingga 2    4 , bidang z dipetakan pada titik potong

2    4 pada gambar 2-20. Dengan cara yang sama, kita memperoleh titik
potong lain yang ditunjukkan gambar 2-20.
Di bawah ini diberikan titik z  0 pada bidang z, ada tidak terbatas titik gambar
pada bidang w memetakan titik gambar.`
Yang harus dicatat bahwa jika kita yang telah mengambil  seperti
      ,     3 , dll, titik potong gambar 2-20 akan digeser tegak lurus
sejauh 𝜋.

Halaman 48
. Jika kita memilih cabang utama dari sin-1z sehingga sin-1 0 = 0,buktikan bahwa
1
sin-1z = 𝑖 ln (iz + √1 − 𝑧 2 )
𝑒 𝑖𝑤 −𝑒 −𝑖𝑤
jika w = sin-1z, maka z =sin w = sehingga
2𝑖
𝑒 𝑖𝑤 − 2𝑖𝑧 − 𝑒 −𝑖𝑤 = 0 atau 𝑒 2𝑖𝑤 − 2𝑖𝑧𝑒 𝑖𝑤 − 1 = 0
2𝑖𝑧 ± √4−4𝑧 2
Selesaian, 𝑒 𝑖𝑤 = = 𝑖𝑧 ± √1 − 𝑧 2 = 𝑖𝑧 + √1 − 𝑧 2
2
Karena ± √1 − 𝑧 2 digantkan dengan √1 − 𝑧 2 sekarang 𝑒 𝑖𝑤 = 𝑒 𝑖(𝑤−2𝑘𝜋) ,
𝑘 = 0, ±1, ±2 … sehingga
1
𝑒 𝑖(𝑤−2𝑘𝜋) = 𝑖𝑧 + √1 − 𝑧 2 atau w= 2𝑘𝜋 𝑖 + ln (iz + √1 − 𝑧 2 )
Sehingga cabang 𝑤 = 0 bilamana 𝑧 = 0diperoleh dengan mengambil k=0 dari
1
sini didapat w = sin-1z = 𝑖 ln (iz + √1 − 𝑧 2 ) seperti yang diinginkan

17.jika kita memilih cabang utama dari tanh-1z sehingga tanh-10 = 0,buktikan
bahwa
1 1+𝑧
tanh-1z = 2ln (1−𝑧)
sin 𝑤 𝑒 𝑤 −𝑒 −𝑤
jika w = tanh-1z , maka z = tanh w = cosh 𝑤 = 𝑒 𝑤 +𝑒 −𝑤 sehingga
(1 − 𝑧)𝑒 𝑤 = (1 + 𝑧)𝑒 −𝑤 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑒 2𝑤 = (1 + 𝑧)/(1 − 𝑧)
Karena 𝑒 = 𝑒 2(𝑤−𝑘𝜋𝑖) , maka kita memperoleh
2𝑤
1+𝑧 1 1+𝑧
𝑒 2(𝑤−𝑘𝜋𝑖) = 1−𝑧 atau w = k𝜋𝑖 + 2ln (1−𝑧)
Cabang utama untuk 𝑘 = 0 memberikan hasil yang diinginkan.

18.(a) Jika 𝑧 = 𝑟𝑒 𝑖𝜃 ,buktikan bahwa 𝑧 𝑖 = 𝑒 −(𝜃+2𝑘𝜋) {cos(ln 𝑟) + 𝑖 sin(ln 𝑟)}


di mana 𝑘 = 0, ±1, ±2 …

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomoxciii


(b) Jika z adalah suatu titik pada lingkaran satan yang berpusat di O,buktikan
bahwa 𝑧 𝑖 menyatakan tak berhingga banyaknya bilangan riil dan tentukan
nilai utamanya.
(c) Tentukan nilai utama dari 𝑖 𝑖
(a) Menurut definisinya 𝑧 𝑖 = 𝑒 𝑖 ln 𝑧 = 𝑒 𝑖(ln 𝑟+𝑖(𝜃+2𝑘𝜋))
= 𝑒 𝑖 ln 𝑟−𝑖(𝜃+2𝑘𝜋) = 𝑒 −(𝜃+2𝑘𝜋) {cos(ln 𝑟) + 𝑖 sin(ln 𝑟)}
Nilai utama fungsi bernilai banyak 𝑓(𝑧) = 𝑧 𝑖 diperoleh dengan
mengambil 𝑘 = 0 dan ditentukan oleh 𝑒 −𝜃 {cos(ln 𝑟) + 𝑖 sin(ln 𝑟)} di
mana kita memilih 𝜃sehingga 0 ≤ 𝜃 < 2𝜋
(b) Jika 𝑧 adalah suatu titik pada lingkaran satuan yang bepusat di 𝑂,maka |𝑧| =
𝑟 = 1.Karena itu menutut (𝑎),karena ln 𝑟 = 0,maka 𝑧 𝑖 = 𝑒 −(𝜃+2𝑘𝜋) yang
menyatakan tak berhingga banyaknya bilangan riil.Nilai utamanya adalah
𝑒 −𝜃 di mana kita memilih 𝜃 sehingga 0 ≤ 𝜃 < 2𝜋
𝜋
(c) Menurut definisinya 𝑖 𝑖 = 𝑒 𝑖 ln 𝑖 = 𝑒 𝑖{𝑖(2 +2𝑘𝜋)} = 𝑒 −(𝜋/2+2𝑘𝜋) karena 𝑖 =
𝜋
𝑒 𝑖{𝑖(2 +2𝑘𝜋)}
𝜋
dan ln 𝑖 = 𝑖 ( 2 + 2𝑘𝜋).
Metode lain. Menurut bagian (b), karena 𝑧 = 𝑖 terletak pada lingkaran
satuan yang berpusat di titik 𝑂 dan karena 𝜃 = 𝜋/2 ,maka nilai utamanya
adalah 𝑒 −𝜋/2 .

TITIK CABANG,GARIS CABANG DAB PERMUKAAN RIEMANN


19. Misalkan = 𝑓(𝑧) = (𝑧 2 + 1)1/2 . (a) Tunjukan bahwa 𝑧 = ±𝑖 adalh titik
cabang dari 𝑓(𝑧). (b) Tunjukan bahwa suatu lintasan lengkap di sekeliling kedua
titik cabangnya tdak menghasilkan perubahan dalam cabang dari 𝑓(𝑧)
(a) Kita mempunyai 𝑤 = (𝑧 2 + 1)1/2 = {(𝑧 − 1)(𝑧 + 1)1/2 }.
1 1
Maka arg 𝑤 = 2 arg(𝑧 − 1) + 2 arg(𝑧 + 1) sehingga
1
Perubahan dalam arg w = 2 {𝑃𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 arg(𝑧 −
1
1)} + 2 {𝑃𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 arg(𝑧 + 1)}

Halaman 49
“Fungsi, Limit dan Kekontinuan”
Misal C (gambar 2.21) menjadi kurva tertutup yang memuat titik i tapi bukan
titik –i. Kemudian titik z adalah suatu kejadian melawan arah jarum jam
disekitar C.
Ubah dalam arg ( z - i ) = 2π Ubah dalam arg ( z +i ) = 0
Kemudian
Ubah dalam arg w = π

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomoxciv


Oleh karena itu w tidak boleh kembali ke nilai aslinya. Perubahan ke cabang
mengkin terjadi. Sejak sirkuit komplit tentang z=i merubah cabang dari fungsi,
menjadi cabang fungsi z=i. Dengan cara yang sama jika C adalah kurva
tertutup yang mendekati titik –i tapi bukan i, kita dapat melihat z=i sebagai
titik cabang

Z Plane

z
i

Gambar 2.21
-i

Metode lain :
Misal z  i  r1e i1 , z  i  r2 e i2 . maka


w  r1r2 e i (1 2 ) 
1
2
 r1r2 e i1 / 2 e i2 / 2
Jika kita mulai dengan fakta-fakta bahwa nilai dari hubungan

1  1 dan  2   2 . Maka w  r1r2 e i1 / 2 e i2 / 2 . Selama z melawan arah

jarum jam disekitar i , 1 diperluas ke 1  2 . Saat  2 tinggal serupa. 1   2


. Oleh karena itu

w  r1r2 e i1 / 2 e i2 / 2

  r1r2 e i1 / 2 e i2 / 2


Perhatikan jika kita tidak mendapatkan nilai asli dari w, perubahan dari cabang
terjadi, lihat z i adalah titik cabang.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo xcv


(b) Jika C menyertakan kedua titik cabang z=  i sebagaimana gambar 2.22
kemudian titik z menuju melawan arah jarum jam disekitar C.
Ubah dalam arg ( z – i ) = 2π
Ubah dalam arg ( z + i ) = 2π
Kemudian
Ubah arg w = 2π
Oleh karena itu sirkuit komplit disekitar kedua titik cabang hasil tidak dapat
diubah ke cabang.

Metode lain
Dalam hal ini, menunjuk cara kedua dari bagian (a) 1 meningkat dari

 1 ke 1  2 saat  2 meningkat dari  2 ke  2  2 .


Demikian w  r1r2 e i (1 2 ) / 2 e i (1 2 ) / 2  r1r2 e i (1 / 2 e i 2 / 2 dan tidak
dapat diubah dalam cabang seperti yang diamati.
Z Plane

C z

i
x

-i

Gambar 2.23

20. Menentukan Garis Cabang untuk Permasalahan Fungsi 19

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomoxcvi


Garis cabang dapat mengakibatkan Menandai salah satu gambar 2.23-
2.24. dalam kejadian ini, dari tidak memotong salah satu garis ini, kita dapat
memastikan nilai tunggal dari fungsi.

y y

i i
x x

-i
-i

Gambar 2.23

Halaman 50
FUNGSI, LIMIT, DAN KONTINUITAS

21. Selidikilah permukaan Riemen untuk fungsi pada masalah 19

Kita mempunyai permukaan Riemann yang berbeda dan berkorespondensi

untuk gambar 2-23 atau 2-24 dari masalah pada nomor 20. Dengan mengganti

gambar 2-23, sebagai contoh kita bayangkan bahwa bidang z terdiri dari dua lembar

lapisan yang lain dan memotong sepanjang garis cabang. Sebaliknya tepi dari

potongan itu digunakan, dibentuk permukaan Riemenn . Pada pembuatan salah

satu sirkuit yang lengkap sekitar z=i , kita mulai pada salah satu cabang dan

kehabisan yang lain. Bagaimana pun, jika kita membuat salah satu sirkuit

mengenai keduanya z = i dan z = -i, kita tidak dapat mengubah semua cabang. Ini

sesuai dengan hasil pada permasalahn 19.

xcvii
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
22. Selidikilah permukaan Riemann untuk fungsi f  z  = ln z ( perhatikan

masalah 14 )

Dalam hal ini kita membayangkan bahwa sumbu z terdiri dari lapisan

banyak helai yang tidak terbatas terhadap yang lain. dan memotong sepanjang

garis cabang yang berasal dari pusat z=0 keluar dari z=0. Kemudian kita

menghubungkan setiap potongan tepi atau pinggir untuk berhadapan dengan

potongan pinggir dari sebuah pinggir yang berhadapan. Kemudian setiap kali kita

membuat sirkuit z=0 adalah pada korespodensi lembar lain untuk sebuah turunan

fungsi cabang. Kumpulan dari lembaran lembaran itu disebut survei Riemmann.

Kenyataan ini masalah yang tidak suka pada 6 dan 7, sirkut berturut-berturut

membawa kita kembali cabang yang asli.

LIMIT

23. a  If f  z  =Z 2 , akar dari lim  z 02


z  zo

z2 z  z0
b). temukan lim f z  jika f(z) = { 0 z  zo

a  . Kita harus tunju kkan bahwa diberikan sembarang  > 0 kita dapat

menemukan  ( tergantung pada hal-hal umum) sedemikiansehingga

z 2  z 02   demikian juga 0  z  z 0  

Jika  ≤ 1 dan o < z  z 0   menyatakan bahwa

xcviii
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
z 2  z 02  z  z 0 z  z 0   z  z 0  2z 0
 { z  z0  2z0 }   1  2 z0 


Ambilah  = 1 atau yang terkecil. Kemudian kita mempunyai
( 1  2 zo )

z 2  z 02   begitu pula z  z 0   , dan hasil yang kita cari dapat

dibuktikan.

b  Tidak terdapat perbedaan di antara masalah ini dan pada bagian a  ,

karena kedua kasus ini kita dapat menyimpulkan z = z 0 kembali ke bentuk

semula. Karena lim f ( x)  z 2 ,dengan catatan bahwa limit dari f(z)


0
x x 0

dimana z  z 0 , tidak memiliki nilai apapun yang diperoleh dari nilai f(z)

pada z 0

24. tafsirkanlah secara geometris dari masalah pada nomor 23

a). Persamaan w  f ( z )  z 2 didefenisikan sebagai sebuah transformasi

atau pemetaan pada bidang z yang ditunjuk menuju bidang w. berdasarkan

keterangan,kita dapat menyimpulkan bahwa titik z 0 adalah dipetakan

kedalam w0  z 02

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomoxcix


z v

.z0

Dalam masalah pada nomor 23 (a) kita membuktikan hasil yang diberikan,

speperti  0 kita dapat menemukan  0 sedemikian sehingga

w  w0   bilamana,. z  z 0   Secara geometri ini mengartikan bahwa, jika

kita menginginkan w berada didalam jari-jari lingkaran, (lihat gambar 2-26) kita

harus memilih  (tergantung pada  ) sehinga z berada didalam jari-jari lingkaran

 . Menurut masalah pada nomor 23 (b) ini tentu bagus,jika   1 dan


(1  2 z 0 )

b) . Pada masalah nomor 23 (a) w  w0  z 02 adalah bayangan dari z = z 0 .

Bagaimanapun, dalam masalah 23(b), w=0 adalah bayangan dari z = z 0 . Kecuali

untuk hal ini, penafsiran geometrik adalah serupa dengan yang diberikan pada

bagian ( a )

Halaman 51
FUNGSI ,BATAS DAN URUTAN

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo c


3𝑧4−2𝑧3+8𝑧2−2𝑧+5
25 .membuktikan bahwa lim = 4 + 4𝑖.
𝑧→𝑖 𝑧−𝑖
kita harus menunjukkan
bahwa untuk setiap kita dapat menemukan 𝜖 > 0. .𝛿 > 0. Sehingga
3𝑧4−2𝑧3+8𝑧2−2𝑧+5
│ − (4 + 4𝑖)│ < 𝜖 . ketika 0< │𝑧.−𝑖│ < 𝛿.
𝑧−𝑖
[3𝑧4−2𝑧3+8𝑧2−2𝑧+5
karena kita dapat menulis𝑧 ≠ 𝑖, =
𝑧−𝑖
3𝑧3−(2−3𝑖)𝑧2+(5−2𝑖)𝑧+5𝑖][𝑧−𝑖]
.
𝑧−𝑖
= 3𝑧2 − (2𝑧 − 𝑖 )𝑧2 + (5 − 2𝑖 )𝑧 + 5𝑖
untuk membatalkan faktor umum 𝑧 − 𝑖 ≠ 0
maka kita harus menunjukkan bahwa untuk setiap𝜖 > 0 kita dapat menemukan𝛿 >
0.
sehingga ketika │3𝑧3 − (2 − 3𝑖)𝑧2 + (5 − 2𝑖)𝑧 − 4 + 𝑖│ < 𝜖.
jika 0 < │𝑧 − 𝑖│ < 𝛿...𝛿 ≦ 1,0 < │𝑧 − 𝑖│ < 𝛿 berarti │3𝑧3 − (2 − 3𝑖)𝑧2 +
(5 − 2𝑖)𝑧 − 4 + 𝑖│ = │𝑧 − 𝑖││3𝑧2 + (6𝑖 − 2)𝑧 − 1 − 4𝑖│

=│𝑧 − 𝑖││3(𝑧 − 1 + 𝑖)2 + (6𝑖 − 2)(𝑧 − 𝑖 +


𝑖) − 1 − 4𝑖│.
=│𝑧 − 𝑖││3(𝑧 − 𝑖)2 + (12𝑖 − 2)(𝑧 − 𝑖) − 10 −
6𝑖│
<
𝛿{3|𝑧 − 𝑖│2 + │12𝑖 − 2││𝑧 − 𝑖│ + │ − 10 − 6𝑖│}
<𝛿(3 + 13 + 12) = 28𝛿

mengambil 𝛿 sebagai yang lebih kecil dari I dan .𝜖/28, hasil yang dicari berikut.

THEOREMS PADA BATAS


26 .jika lim 𝑓(𝑧) ada, membuktikan bahwa itu harus unik
𝑧−𝑧𝑜
kita harus menunjukkan bahwa jika lim 𝑓(𝑧) = 𝑖1 dan lim 𝑓(𝑧) = 𝑖2, maka 𝑖1 =
𝑧−𝑧𝑜 𝑧−𝑧𝑜
𝑖2.
dengan hipotesis, diberi 𝜖 > 0 kita dapat menemukan 𝛿 > 0 seperti itu
│f(z)-𝑖1│ < 𝜖/2 ketika 0<│z-𝑧𝑜│ < 𝛿.
│f(z)-12│<𝜖/2 saat 0<│z-zo│<𝛿.
kemudian │𝑖1 − 𝑖2│ = │𝑖1 − 𝑓(𝑧) + 𝑓(𝑧) − 𝑖2│ < 𝜖/2 + 𝜖/2 = 𝜖.│𝑖1 − 𝑖2│
kurang dari 𝜖 tiap 𝜖 angka positif (betapapun kecilnya)
dan sebagainya harus nol. dengan demikian𝑖1 = 𝑖2.

27 .jika lim 𝑔(𝑧) = 𝐵 ≠ 0, membuktikan bahwa ada 𝛿 > 0 sehingga


𝑧−𝑧𝑜
1
│𝑔(𝑧)│ > 2│B│ karena 0<│𝑧 − 𝑧𝑜│ < 𝛿 kita dapat menemukan 𝐵 = 𝐵 − 𝑔(𝑧) +

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo ci


𝑔(𝑧),sehingga
1 1
menulis │𝐵│ ≦ │𝐵 − 𝑔(𝑧)│ + │𝑔(𝑧)│<2 │𝐵│ + │𝑔(𝑧)│ kami memiliki│𝐵│ < 2
│𝐵│ +
1
│𝑔(𝑧)│ dari mana │𝑔(𝑧)│ > 2 │𝐵│

28 .diberikan lim 𝑓(𝑧) = 𝐴 dan 𝑔(𝑧) = 𝐵 membuktikan bahwa (a) lim [𝑓(𝑧) +
𝑧−𝑧𝑜 𝑧−𝑧𝑜
1 1
𝑔(𝑧)] = 𝐴 + 𝐵, (𝑏) lim 𝑓(𝑧)𝑔(𝑧) = 𝐴𝐵, (c) lim = 𝐵 jika B≠ 0,
𝑧−𝑧𝑜 𝑧−𝑧𝑜 𝑔(𝑧)
𝑓(𝑧) 𝐴
(d) lim = 𝐵 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝐵 ≠ 0.
𝑧−𝑧𝑜 𝑔(𝑧)
a) kita harus menunjukkan bahwa untuk setiap 𝜖 > 0 kita dapat
menemukan 𝛿 > 0
seperti itu│[f(z)+𝑔(𝑧)] − (𝐴 + 𝐵)│<𝜖 saat 0 <│𝑧 − 𝑧𝑜│ < 𝛿 kami memiliki
│[𝑓(𝑧) + 𝑔(𝑧)] − (𝐴 + 𝐵)│ = │[𝑓(𝑧) − 𝐴] + [𝑔(𝑧) − 𝐵]│ ≦ │𝑓(𝑧) − 𝐴│ +
│𝑔(𝑧) − 𝐵│
dengan hipotesis, mengingat𝜖 > 0 kita dapat menemukan 𝛿 1>0 dan 𝛿 2>0 seperti
itu │𝑓(𝑧) − 𝐴│ < 𝜖/2 jika 0<│𝑧 − 𝑧𝑜│ < 𝛿 1
│𝑔(𝑧) − 𝐵│ < 𝜖/2 jika 0 <│𝑧 − 𝑧𝑜│ < 𝛿 2.

Halaman 52

Halaman 53
z3  8
(c) limi / 3
z 2 e z 4  4 z 2  16
Dalam hal ini limit dari pembilang dan penyebut tiap-tiap nol dan teorema pada
limit tidak digunakan. Sebagaimana,dihasilkan oleh faktor dari polinomial bisa kita
lihat berikut ini.
z3  8


z  2 z  2ei / 3 z  2e 3i / 3  
limi / 3
z 2 e
lim
  
z 4  4 z 2  16 z 2ei / 3 z  2e i / 3 z  2e 2i / 3 z  2e 4i / 3 z  2e 5i / 3  
 limi / 3
z  2 
e i / 3  1
z 2 e z  2e 2i / 3
z  2e 4i / 3
 
2 e i / 3 
 e 2i / 3  e i / 3 e 4i / 3 

3 3
  i
8 8
Cara lain,sejak  
z 6  64  z 2  4 z 4  4 z 2  16 ,  masalahnya ditemukan

z 2
 4z 3  8

z 2  4 e 2i / 3  1 3
  
3
z  8 2e  1 8 8
persamaan limi / 3 lim 
i
z 2e z  64
6 z 2 e i / 3 3 i

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo cii


z
30. menunjukan bahwa lim tidak ada. Jika limit ada, itu berarti harus berdiri
z 0 z
sendiri dari cara yang z mendekati nilai 0.berikutnya z  0 sampai x ada.
Kemudian y = 0 dan z = x + iy = x dan z  x  iy  x dan z  x  iy  x , jadi,
x
bahwa limit memerlukan lim  1 . Kemudian z = 0 sampai y ada, kemudian x = 0,
x 0 x
 iy
dan z  x  iy  iy , jadi bahwa limit memerlukan lim  1 . sejak dua tidak
y 0 iy
bisa mendekati dan memiliki kesamaan jawaban, maka limit tidak ada.
KONTINUITAS
31. a) menunjukan bahwa f(z) = z2 termasuk pada z = z0
z 2 z  z0
f z   
b) menunjukan bahwa 0 z  z 0 , dimana z ≠0 tidak termasuk pada z

= z0
a) Dengan rumusan 23(a) lim f z 0   z 02 dan selanjutnya f(z) termasuk pada z
z  z0

= z0 .

Cara lain. Kita harus menunjukan bahwa dengan memberikan > 0 kita bisa ,
fi. ˏ
  0 (pendalaman pada ) seperti bahwa f z   f z 0   z 2  z 02 ,

ketika z  z 0   , sebuah bentuk yang memberikan rumusan 23(a).

b) Dengan rumusan 23(b) lim f z   z 02 , tetapi f z 0   0 . Oleh sebab itu


z  z0

lim f z   0  f 0 , dan selanjutnya f(z) tidak termasuk pada z = z0 jika z0


z  z0

≠0

jika z0 = 0, ketika f(z) = 0: dan sejak lim f z   0  f 0 , kita mengetahui bahwa
z  z0

termasuk fungsi.
3z 4  2 z 3  8 z 2  2 z  5
32. fungsi dari f z   termasuk pada z = i?
z i

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo ciii


F(i) tidak ada i.e. f(z) tidak dapat dijelaskan pada z = i. Dengan demikian
f(z) tidak termasuk pada z = i.
Didefinisikan pada f(z) jadi bahwa f i   lim f  z   4  4i (lihat rumusan 25),itu
z i

termasuk pada z = i. Seperti dalam kotak kita menyebutnya z = i, tidak berubah.


33. menunjukan bahwa jika f(z) dan g(z) termasuk pada z = z 0, jadi bisa juga (a)
f z 
f(z) + g(z) (b) f(z) g(z), (c) jika g(z0) ≠ 0.
g z 
Mengikuti hasil dari rumusan 28 yang diambil A = f(z0), B = g(z0) sebelum
menuliskan 0  z  z0   karena z  z0   i.e. masukan z = z0

Halaman 54

FUNGSI-FUNGSI,LIMIT DAN KEKONTINUAN


54
34. Buktikan bahwa f z   z 2 kontinu di daerah z  1

Misalkan z0 di dembarang titik pada daerah z  1. Pada soal 23 (a), f(z)

kontinu di z0. Kemudian f(z) kontinu pada daerah sejak kontinu di sembarang
titik pada daerah itu.
35. Karena nilai z diikuti oleh fungsi-fungsi kekontinuan?

a  f z   z

z
. sejak bilangan pecahan nol ketika z=  i,
z  1 z  i z  i 
2

fungsi kontinudimanapun kecuali z  i

b  f z   csc z  1
. Pada soal 10 (a), sin z=0 untuk z=o,   ,2 ,.... oleh
sin z

karena itu f(z) kontinu dimanapun kecuali pada titik-titik tersebut.

KESAMAAN KEKONTINUAN
36. buktikan bahwa f z   z 2 adalah bentuk kesamaa kontinu dalam daerah z  1

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo civ


Kita harus menunjukkan bahwa dibverikan sembarang   0, , kita dapat

menemukan   0, sedemikian sehingga z 2  z 02  apabila z  z 0   ,

dimana  bergantung hanya pada e dan tidak pada titik utama z 0 dari bidang.

Jika z dan z 0 adalah sembarang titik pada z  1, kemudian

|𝑧 2 − 𝑧02 |= |𝑧 + 𝑧0 ||𝑧 − 𝑧0 | ≦ {|𝑧| + |𝑧0 |}|𝑧 − 𝑧0 |< 2|𝑧 − 𝑧0 |


Jadi jika |𝑧 − 𝑧0 | <  berarti |𝑧 2 − 𝑧02 |< 2𝛿. Pilih 𝛿 = 𝔢⁄2 kita lihat bahwa
|𝑧 2 − 𝑧02 |< 𝔢 ketika |𝑧 − 𝑧0 |< 𝛿 dimana 𝛿 bergantung hanya pada e dan bukan
pada z 0 . oleh karena itu ƒ(z) = 𝑧 2 merupakan kesamaan kontinu dalam bidang.

37. buktikan bahwa ƒ(z) = 1⁄𝑧 bukan merupakan kesamaan kontinu dalam daerah
|𝑧| < 1
Metode 1.
Misalkan ƒ (z) adalah kesamaan kontinu di bidang tersebut. Kemudian untuk
sembarang 𝔢 > 0 kita akan dapat mencari 𝛿, misalkan antara 0 dan 1,
sedemikian sehingga |𝑓(𝑧) − 𝑓(𝑧0 | < 𝔢 ketika |𝑧 − 𝑧0 |< 𝛿 untuk semua z dan
𝑧0 dalam bidang.
𝛿 𝛿 𝔢
Misalkan z = 𝛿 dan 𝑧0 = 1+ 𝔢 . kemudian |𝑧 − 𝑧0 | = │𝛿 - 1+ 𝔢│= 1+ 𝔢 𝛿 < 𝛿.
1 1 1 1+ 𝔢 𝔢
Bagaimanapun │𝑧 − 𝑧 │= │𝛿 − │= 𝛿 > 𝔢 (sejak 0 < 𝛿 < 1).
0 𝛿

Dengan demikian kita memiliki kontradiksi, dan kontradiksi berikut ƒ(z) = 1⁄𝑧
tidak dapat disamakan kontinu dalam bidang.
Metode 2.
Misalkan 𝑧0 dan 𝑧0 + i disembarang dua titik bidang sedemikian sehingga
1 1
|𝑧0 + 5 − 𝑧0 | = |5| = 𝛿. Kemudian |𝑓(𝑧0 − 𝑓(𝑧0 + 5)| =│ − │=
𝑧0 𝑧0 + 5
|5| 𝛿
|𝑧0 ||𝑧0 +5|
= |𝑧 dapat dibuat lebih besar daripada bilangan positif dengan
0 ||𝑧0 +5|

memilih 𝑧0 yang mendekati 0. Oleh karena itu fungsinya tidak dapat


disamaknan kontinu dalam bidang.

BARISAN DAN DERET


38. selidiki konvergensi dari barisan ini:

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo cv


𝑖𝑛 (1+𝑖)𝑛
a) 𝑢𝑛 = , = 𝑛 = 1, 2, 3, …, b) 𝑢𝑛 = .
𝑛 𝑛
𝑖2 𝑖3 𝑖4 𝑖5
Istilah pertama yang muncul dari barisan adalah 𝑖, , 3 , 4 , 5 , dst, atau
2
1 −𝑖 1 𝑖
𝑖, 2 , , 4 , 5 , ….pada ploting titik-titik korespondensi dalam bidang z, kita
3

menduga bahwa batas tersebut adalah nol. Untuk membuktikan ini kita
harus menunjukkan bahwa. |𝑢𝑛 − 𝑙| = |𝑖 𝑛⁄𝑛 − 0| < 𝔢 ketika n > N
sekarang |𝑖 𝑛⁄𝑛 − 0| = |𝑖 𝑛⁄𝑛| = |𝑖 𝑛⁄𝑛| = 1⁄𝑛 < 𝔢 ketika n >
1⁄
𝔢
misalkan kita pilih N = 1⁄𝔢. Kemudian kita lihat bahwa (1) benar, dan
sehingga barisan konvergensi kearah nol.

Halaman 55
𝑢𝑛 +1 (1+𝑖)𝑛 +1⁄(𝑛+1) 𝑛 𝑛√2
b. Dengan menghitung | |=| (1+𝑖)𝑛⁄ | = 𝑛+1 |1 + 𝑖| = 𝑛+1.
𝑢𝑛
𝑛

𝑛√2 6
Untuk semua 𝑛 ≥ 10 (sebagai contoh), kita memiliki >5=
𝑛+1

1,2. Sehingga |𝑢𝑛 + 1| > 1,2|𝑢𝑛 | untuk semua 𝑛 ≥ 10, yaitu |𝑢11 | >

1,2|𝑢10 |, |𝑢12 | > 1,2|𝑢11 | > (1,2)2 |𝑢10 |, dan pada umumnya |𝑢𝑛 | >

(1,2)𝑛−10 |𝑢10 |. Untuk mengikuti |𝑢𝑛 | dapat dibuat lebih banyak dari pada

jumlah positif ( tidak peduli sebarapa besar ) dan sehingga limit dari |𝑢𝑛 |
tidak ada, dan karenanya limit dari 𝑢𝑛 tidak ada sehingga urutannya
menyimpang.

39. Jika lim 𝑎𝑛 = 𝐴 dan lim 𝑏𝑛 = 𝐵 buktikan bahwa lim (𝑎𝑛 + 𝑏𝑛 ) = 𝐴 + 𝐵.


𝑛→∞ 𝑛→∞ 𝑛→∞

Dengan definisi, diberikan 𝜖 kita dapat menemukan 𝑁 sehingga


|𝑎𝑛 − 𝐴| < 𝜖⁄2, |𝑏𝑛 − 𝐵| < 𝜖⁄2 untuk 𝑛 > 𝑁.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo cvi


Kemudian untuk 𝑛 > 𝑁,

|(𝑎𝑛 + 𝑏𝑛 ) − (𝐴 + 𝐵)| = |(𝑎𝑛 − 𝐴) + (𝑏𝑛 − 𝐵)| ≦ |𝑎𝑛 − 𝐴| +


|𝑏𝑛 + 𝐵| < 𝜖 yang membuktikan hasilnya.
Terbukti bahwa ini berhubungan dengan bukti untuk limit - limit fungsi
(masalah 28).
40. Untuk membuktikan bahwa jika deret 𝑢1 + 𝑢2 + 𝑢3 . … adalah menuju ke satu

titik, kita harus memiliki lim 𝑢𝑛 = 0.


𝑛→∞

Jika 𝑆𝑛 adalah jumlah dari 𝑛 suku pertama dari deret, kemudian 𝑆𝑛 − 1 = 𝑆𝑛 +


𝑢𝑛 . Maka jika lim 𝑆𝑛 ada dan sama 𝑆, kita memiliki lim 𝑆𝑛 + 1 = lim 𝑆𝑛 +
𝑛→∞ 𝑛→∞ 𝑛→∞

lim 𝑢𝑛 atau 𝑆 = 𝑆 + lim 𝑢𝑛 yaitu lim 𝑢𝑛 = 0.


𝑛→∞ 𝑛→∞ 𝑛→∞

Sebaliknya, bagaimanapun, jika lim 𝑢𝑛 = 0 deret itu mungkin atau tidak


𝑛→∞

mungkin akan bertemu disatu titik.


1
41. Buktikan bahwa 1 + 𝑧 + 𝑧 2 + 𝑧 3 + ⋯ = 1−𝑧 if |𝑧| < 1.

Misalkan 𝑆𝑛 = 1 + 𝑧 + 𝑧 2 + ⋯ + 𝑧 𝑛−1
Kemudian 𝑧𝑆𝑛 = 𝑧 + 𝑧 2 + ⋯ + 𝑧 𝑛−1 + 𝑧 𝑛
1−𝑧 𝑛
Eliminasi (1 − 𝑧)𝑆𝑛 = 1 − 𝑧 𝑛 atau 𝑆𝑛 =
1−𝑧

Jika |𝑧| − 1, kita mengira bahwa lim 𝑧𝑛 = 0. Untuk membuktikan ini,


𝑛→∞

kita harus menunjukan bahwa diberi beberapa 𝜖 > 0 kita dapat menemukan 𝑁
sehingga |𝑧 𝑛 − 0| < 𝜖 untuk semua 𝑛 > 𝑁. Hasilnya adalah memang benar
jika𝑧 = 0; maka kita dapat menghilangkan 𝑧 ≠ 0.
Sekarang |𝑧 𝑛 | = |𝑧|𝑛 < 𝜖 kemudian 𝑛 𝑙𝑛 |𝑧| < ln 𝜖 atau 𝑛>
(ln 𝜖)⁄(𝑙𝑛|𝑧|) = 𝑁 [ sejak jika |𝑧| < 1, ln|𝑧| adalah neegatif. Karena itu kita
menemukan yang diperlukan 𝑁, dan lim 𝑧𝑛 = 0.
𝑛→∞
1−𝑧 𝑛 1−0 1
Sehingga 1 + 𝑧 + 𝑧 2 + ⋯ = lim 𝑆𝑛 = lim = 1−𝑧 = 1−𝑧.
𝑛→∞ 𝑛→∞ 1−2

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo cvii


𝑎
Deret 𝑎 + 𝑎𝑧 + 𝑎𝑧 2 + ⋯ = 1−𝑧 disebut deret
𝑎
geometri dengan suku pertama 𝑎 dan rasio 𝑧, dan jumlahnya adalah (1−𝑧)

dengan |𝑧| < 1.

JENIS – JENIS MASALAH


42. Misalkan 𝑤 = (𝑧 2 + 1)1⁄2 . (a) Jika 𝑤 = 1 sedangkan 𝑧 = 0, dan 𝑧
menggambarkan kurva 𝑐1, ditunjukkan pada gambar 2-27 dibawah, didapati
nilai 𝑤 jika 𝑧 = 1. (b) Jika 𝑧 menggambarkan kurva 𝑐2 , ditunjukkan pada
gambar 2-28 dibawah, adalah nilai dari 𝑤 jika 𝑧 = 1 sama dengan yang
diperoleh pada (a)?
a) Titik cabang 𝑤 = 𝑓(𝑧) = 𝑓(𝑧) = (𝑧 2 + 1)1⁄2 = {(𝑧 − 𝑖)(𝑧 + 𝑖)}1⁄2
adalah 𝑧 = ±𝑖 pada masalah 19.

Halaman 56

C1

i 1
r1
z 0 1
2
r2
i

Gambar 2.27

1
i

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomocviii


C2
0 1

i
gambar 2.28
Misalkan (1) z  i  r1
ei1
, 2 z  i  r2 ei . karena 1 dan  2
1
ditentukan hanya
tegak lurus ke dalam perkalian bilangan bulat dari 2ri ,maka kita bisa menulisnya
atau dapat ditulis:

w  r1r2 e i 1 2  / 2 e 2ki / 2  r1r2 e i 1 2  / 2eki s


Berdasarkan gambar 2-27 (atau menggunakan persamaan) (1) dan (2) kita ketahui
bahwa ketika z berada di 0, r1  1,1  3 / 2 dan r2  1, 2   / 2 ketika w  1 di z

= 0, yang diambil dari s , 1  e k 1i dan kita dapat memilih k  10,1,3,..... .

Kemudian w   r1r2 ei 1 2  / 2

Seperti z sebagai garis lintang C1 dari 0 ke 1, r1 diganti dari 1 ke 2 ,1 diganti dari

3 / 2 ke   / 4, r2 diganti dari 1 ke 2, 2 diganti dari  / 2 ke  / 4 . Kemudian

w  2  2 e  i  / 4 / 4  / 2
2

(b) seperti dibagian (a), w  r1r2 ei    / 2 .berdasarkan gambar 2-28 kita ketahui
1 2

bahwa z sebagai garis lintang C1, r2 diganti dari 1 ke 2 ,1 diganti dari

3 / 2 ke 7 / 4, r2 diganti dari 1 ke 2 dan  2 diganti dari  / 2 ke  / 4 . Kemudian

w  2  2 e  i 7 / 4 / 4  / 2
2 . Yang mana tidak sama dengan nilai yang di
peroleh di bagian(a).

43. misalkan 1  z 2  1 karena 2 = 0. Ditunjukan bahwa z dirubah dari 0 ke p  1

sepanjang poros sebenarnya, 1  z 2 dirubah dari 1 ke  i p 2  1 .

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo cix


z C1
r
A B  E
x 1 F
P

Gambar 2.29
Jika dipertimbangkan dimana z garis lintang mendekati garis edar ABCDF,dimana
BDE adalah setengah lingkaran seperti yang ditunjukan bahwa pada gambar 2-29
dari bentuk ini kita memiliki 1  z  1  z  iy  r co    ir sin 

Maka 1  z 2  1  z 1  z   r cos  / 2  i sin  / 2 2  r cos   ir sin 

Mendekati AB: z  x, r  1  x,  0 dan 1  z 2  1  x 1  x  1  x 2

Mendekati EF : z  x, r  x  1,   dan 1  z 2  i x  1 x  1  i x 2  1

Sebab z sebagai bentuk dari 0 (dimana x=0) ke p (dimana z=p), 1  z 2 bentuk

dari 1 ke  i p 2  1

Halaman 57
44. Temukan fungsi pemetaan yang memetakan titik-titik z =  i,2i,3i.....
dari bidang z ke titik w = 1 (lihat gambar 2.30 dan 2.31)
Bidang zBidang w
y v
3i
2i
i
x u
0 1
i
 2i

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo cx


ketika titik berada pada bidang z yang jarak sama,kita lihat masalah 15,
untuk memahami fungsi logaritma yang tipe z = ln w

jika sehingga titik w  1  e 2ki , k  0,1,2...., maka z  ln w  2ki jadi


titik w = 1dipetakan ke dalam titik-titi 0,  2i,4i,....

 ln w 
bagaimana jika, z    kita pandang w = 1 dipetakan, z  0,i,2i,....
 2 
dengan cara ini fungsi pemetaan titik-titik z  0,i,2i,.... yang dipetakan
ke titik w = 1
 ln w  2z
maka fungsi pemetaan yang cocok adalah z    atau w  e
 2 

45. Jika lim z n  l , membuktikan bahwa lim Re  z n   Re l  dan


n  n 

lim Imzn   Iml .


n 

misal. zn  xn  iy n dan l  l1  il 2, dimana x n, y n dan l1, l 2 bagian bilangan

real dan imajiner dari masing-masing zn dan l .


Dengan hipotesis, diberi beberapa e > 0 kita dapat menemukan N
sedemikian sehingga z n  l <e untuk n> N, yaitu ....

xn  iy n  l1  il 2  <e, untuk n> N

Atau xn  l1 2   yn  l2 2 <e, untuk n> N


Dari sini berarti bahwa
xn  l1 <e dan yn  l 2 <e untuk n> N

lim x n  l1 dan lim y n  l 2 , .bila di perlukan.


n  n 

46. Buktikan bahwa jika a < 1

1  a cos 
a) 1  a cos   a 2 cos 2  a 3 cos 3  ......... 
1  2a cos   a 2
a sin 
b) a sin   a 2 sin 2  a 3 sin 3  ......... 
1  2a cos   a 2

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo cxi


misal z  ae i lihat masalah 41. Kita bisa melakukan ini ketika z  a < 1..

kemudian
i 1
1  ae i  a 2 e 2  a 3 e 3i  .... 
1  ae i
atau
1  ae  i
  
1  a cos   a cos 2  ....  i a sin   a sin 2  .... 
2 2 1
 
1  ae i 1  ae i

1  a cos   ia sin 

1  2a cos   a 2

Hasil yang diperlukan mengikuti pada bagian bilangan real dan imajiner
yang disamakan.

Halaman 58
tentukan fungsi grafik yang poin z=0, ±i ±2i ,±3i,……. Dalam plan z
dalam poin w=1di dalam plan

Sejak titk plan z spasi perkalian kita biarkan karna masalah lima 15 terhadap
fungsi
Logaritma tipe z=1n w

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo cxii


Sekarang jika w=1,𝑒 2𝑘𝜋𝑖 k=0,± 1,±2…….sehingga z=1n w=2kπi sehinga titik
w = 1lalu titik masuk kedalam grafik 0,=±2πi ,±4πi……
Jika z=(1n.w)/2n,titik w=1di dalam grafik sehingga z=0=i, =2i,dst
Maksud dan fungsi dalam grafik ini adalah titik z=0,±I,±2i…..dst. ini semua
merupakan w=1
n >N
𝑥𝑛 +𝑖𝑣𝑛 _(𝑙1 + 𝑙2)<,untuk n>N
√(𝑥𝑛 − 𝑙1 )2 + (𝑦𝑛 − 𝑙2 )2 < untuk n>N
Dari penyelesain di atas dapat menghasilkan

lim 𝑧𝑛, = 𝐿1 dan lim 𝑣𝑛 = 𝐿1 sebagai sarat


𝑛→∞ 𝑛→∞
6.buktikan bahwa jika (a)>1
1−𝑎 cos 𝜃
(a).1+𝑎 cos 𝜃+cos 2𝜃+𝑎3 cos3 𝜃+………= 2
1−2𝑎 cos 𝜃+𝑎
𝑎 sin 𝜃
(b).asin 𝜃+𝑎^2 𝑠𝑖𝑛 2𝜃 + 𝑎^3 𝑠𝑖𝑛 3𝜃 + ⋯ ……=1−2𝑎 cos 𝜃+𝑎2
Jika z=𝑎𝑒 10 dari perasalahan 41kita dapat mengerjakan IzI=IaI< 1 sehingga
1
1+𝑎𝑒 10 +𝑎2 𝑒 210 +𝑎3 𝑎310 +…………=1−𝑎𝑒 10
1
(1+𝛼 cos 𝜃+𝑎2 cos 2𝜃+……………) +(𝛼 sin 𝜃+𝛼 2 sin 𝜃+………) =1−𝑎𝑒 10
1−𝑎𝑒−10
.1−𝑎𝑒 −10

1−𝛼 cos 𝜃+𝑖𝛼 sin 𝜃


=
1−2𝛼 cos 𝜃+𝛼2

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomocxiii


Halaman 59
Nama:Aris Wibowo
NPM:2091000210008
Jurusan:Pendidikan Matematika 2009b

FUNGSI,LIMITS,DAN KELANJUTAN
66.Buktikan jika sin x  1 untuk x semua bilangan real.
67.Tunjukkan bahwa (a) Sinx = Sin x, (b) Coshx = Cos zx (c) Tanx  Tan x.
68.Untuk Setiap fungsi berikut ini ux, y  dan vx, y  sedemikian sehingga
f x   u  vi
Pisahkan kedalam bagian imajiner dan real (a) f x  3iv ,(b) f x   cos x (c)
f x  sin 2 x (d) f x   x 2  2 x
Jawab (a) u   3 y cos 3x, v   3 y sin 3x (b) u  cos x cos y, v   sin x sin y, (c)
u  sin 2 x cos 2 y
  
v  cos 2 x sin 2 y, (d) u   2 x x 2  y 2 cos 2 y  2 xy sin 2 y , v=
 
 2 xy cos 2 y  x  y sin 2 y
2x 2 2
 
69.Buktikan bahwa (a) sinh  x  Sinhx (b) Cos x  Coshx (c)
Tan x  Tanx
70.Buktikan bahwa (a) Sinhx1  x2   Sinhx1Cosx2  Cosx1  Sinx 2 (b)
Cosh2 x  Cosh 2 x  Sinh 2 x
71.Buktikan bahwa (a) Sin 2 x / 2  cos 1 (b) Cos 2  x / 2  cos x  1
1 1
2 2
72.Tentukan ux, y  dan vx, y  sedemikian sehingga (a) sin 2x  u  iv , (b)
x cos x  u  iv
(a)u  sin 2 x cos 2 y, v  cos 2 x sin 2 y
Jawab
(b)u  x cos x cos y  y sin x sin y, v  y cos x cos y  x sin x sin y
73.Carilah hasil dari (a) 4 Sinh 2 i / 3, (b)cosh 2k  1i /2, k=0,  1,2,......
(c)Cosh 3 i /4
Jawab (a)2i 3 (b) 0 (c) i

 1 3
 =  
4x
74. (a ) Tunjukkan bahwa (a) ln      2k  i, k = 0  1,0,..... (b)
 2 2   3 
Apakah nilai terpenting/utamanya???
Jawab (b) 4i / 3

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomocxiv


75.Cari semua nilai dari (a ) ln  4 (b)ln (3i ), (c) ln( 3  i dan temukan nilai
utama disetiap
Jawab
(a) 2 ln 2    2k i
(b) ln 3   / 2  2k i, ln 3  i / 2.
(c) ln 2  11 /   2k i, ln 2  11i / 
1
2
2

76.Tunjukkan bahwa ln x  1 = ln x  1  y 2  i tan 1  / x  1, berikan 
batasan jika.
1
i
 1  x  1
77.Buktikan bahwa (a) cos x 1 x  ln x  x 2  1, , b  cot 1 x  ln  
2i  x  1 

menunjukkan adanya pembatasan.

78.Buktikan bahwa (a) sin 1 x  ln x  x 2  1, (b) cot 1 x  ln 
1  x 1
2  x 1
 
79.Temukan semua nilai dari sin 1 x 2 ,(b) cos 1 i
Jawab
 
(a)  i ln 2  3   / 2  2k (b)  i ln 2  1   / 2  2k  
,i ln  
2  1  3 / 2  2k
80.Tentukan semua nilai dari(a) cos 1 i (b) sin 1 ln  1
Jawab
  
(a) ln ln 2  1  i / 2  2ki, ln 2  1   3ki / 2  2ki 
(b) ln 2k  1   
2k  1  2  1 + i / 2  2mi,
2

ln  2k  1  2  1  2k  1   3i / 2  2mi, k , m  0,1  2,....


2
 
1

81.Tentukan semua nilai determinan yang benar dari (a) 1  i  , (b) 1


i 2
.
Jawab
 1  1 
  / 4 2 k  cos ln 2    i sin  ln 2 , (b)cos 2 2k  i sin 2 2k    
 2  2 
82.Tentukan (a) Re 1  i   11,
 (b)  i  1

 1
1 ln 2  7 / 4  2 ln 
Jawab (a)  2
cos 7 / 4  ln 2  (b)  3 / 2 2 k
 2 
83.Tentukan bagian imajiner dan real x dimana x  x  iy
2

 
84.Tunjukkan bahwa (a) f z   z 2  1 1 3 ,(b) f x   z 1 / 2  z 1 / 3 ,adalah fungsi
algebraic.
Titik Cabang,Garis Cabang,dan Bidang Riemann
85.Buktikan bahwa x  i adalah titik cabang dari x 2  1
1
3

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo cxv


1
 x  2
x  1
1 1 1
2
3
86.Gambarlah bidang Riemann dari fungsi (a) x 2
(b) x 2
(c)  
 x2
1 1
87.Tunjukkan bahwa bidang Riemannuntuk fungsi x 2  x 3 mempunyai  lembar
88.Gambarlah bidang Riemannuntuk fungsi(a) ln x  2 ,(b)sin 1 x (c) tan 1 x

Halaman 60
FUNGSI LIMIT DAN KESEIMBANGAN

LIMIT
89 . (a) Jika f(z) = 𝑧 2 + 2𝑧 , buktikan lim 𝑓(𝑧) = 2𝑖 − 1
𝑧→𝑖
2
𝑧 + 2𝑧 𝑧≠𝑖
(b) Jika f(z) = , temukan lim 𝑓(𝑧) dan
𝑧→𝑖
3 + 2𝑖 𝑧=𝑖 benarkan jawabanmu.

𝑧 2 − 𝑧 +1 − 𝑖 1
90 .Buktikan lim = 1−2 𝑖
𝑧−1+𝑖 = 𝑧 2 − 2𝑧 + 2
1−𝑧 𝑧 2 − 2𝑖𝑧
91 Membenarkan suaru nilai untuk (a). lim , (b). lim dan
𝑧→2 +𝑖= 1+𝑧 𝑧 →2 +𝑖 = 𝑧 2 + 4
selidiki mana yang benar untuk terkaanmu .
92 Jika lim 𝑓(𝑧) = 𝐴 𝑑𝑎𝑛 lim 𝑔(𝑧) = 𝐵 𝑏𝑢𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛 (𝑎) lim {2 𝑓(𝑧) −
𝑧 →𝑧0 𝑧→𝑧0 𝑧→𝑧0
3𝑖 𝑔(𝑧)} = 2𝐴 (b) lim {𝑝 𝑓(𝑧) + 𝑞 𝑔(𝑧)} = 𝑝𝐴 + 𝑞𝐵 dimana p dan q
𝑧→𝑧𝑜
adalah constanta (tetap).
93 Jika Jika lim 𝑓(𝑧) = 𝐴 buktikan (a) lim {𝑓(𝑧)}2 =
𝑧 →𝑧0 𝑧→𝑧𝑜
𝐴2 , (𝑏) lim {𝑓(𝑧)}3 = 𝐴3 .Dapatkah kamu menjawab mirip pernyataan
𝑧→𝑧𝑜
untuk lim {𝑓(𝑧)}𝑛 ? Apakah membatasi , bila ada , apakah mengharuskan
𝑧→𝑧𝑜
?
94 Mengevaluasai menggunakan teorema pada limit . Pada setiap kasus
menyatakan dengan tepat teorema yang mana yang digunakan.,
𝑧2 (2𝑧−3 )(4𝑧+𝑖)
(a) lim (𝑖𝑧 4 + 3𝑧 2 − 10𝑖) (b) lim (c) lim
𝑧 →2𝑖 𝑧→8𝜋/4 𝑧 4 + 𝑧+1 𝑧→8𝜋/4 (𝑖𝑧−1)2

𝑧 2+ 1 𝑧−1−𝑖
(d)lim 𝑧 6 + 1 (e) lim {𝑧 2 −2𝑖+2}2
𝑧→𝑖 𝑧→1+𝑖
4 1
Jawab ; (a) −12 + 6𝑖 , (𝑏)√2 (1 + i )/2 (𝑐) − 3 − 4𝑖 (d) 1/3 (e) − 4
𝑧 1
95 Temukan lim (𝑧 − 𝑒𝜋𝑖/3)(𝑧 3 +1) 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏 ∶ 6 − 𝑖√3/6
𝑧→𝑒𝜋 𝑖/3
𝑓(𝑧)−𝑓(𝑧𝑜)
96 Buktikan jika 𝑓(𝑧) = 3𝑧 2 + 2𝑧 , 𝑙𝑎𝑙𝑢 lim = 6𝑧𝑜 + 2.
𝑧→𝑧𝑜 𝑧−𝑧𝑜

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomocxvi


2𝑧−1 𝑓(𝑧𝑜+ℎ)− 𝑓(𝑧𝑜) 7
97 Jika 𝑓(𝑧) = 3𝑧+2 buktikan lim = (3𝑧𝑜+2)2 menyediakan
ℎ→𝑜 ℎ
2
𝑧𝑜 ≠ − 3.

98 Jika kita membatasi diri kita untuk cabang 𝑓(𝑧) = √𝑧 2 +


√𝑧 2 +3−2 1
3 𝑑𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑓(0) = √3 , 𝑏𝑢𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛 lim =2
𝑧→1 𝑧−1

99 Menjelaskan sama apa yang dimaksut pernyataan (𝑎) lim 1/(𝑧 − 𝑖)2 =
𝑧→𝑖
2𝑧 4 +1
∞ , (𝑏) lim =
𝑧→∞ 𝑧 4 +1
2 4𝑧
100Menunjukkan bahwa lim (sin 𝑧)/𝑧 = 𝜋 , (𝑏) lim 𝑧 2 cos = 𝜋 2 /8
𝑧→𝜋/2 𝜋𝑖 3
𝑧→
2
101 Menunjukan bahwa jika kita membatasai diri untuk f(z) =
tan −1z seperti yang f(0) = 0 , lim f(z) = 3πi/4.
z→−1

KESEIMBANGAN
𝑧 2 +4
102Membiarkan 𝑓(𝑧) = 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑧 ≠ 2𝑖 𝑠𝑒𝑑𝑎𝑛𝑔 𝑓(2𝑖) = 3 + 4𝑖 .
𝑧−2
(a)buktikan
lim 𝑓(𝑧)𝑎𝑑𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑑𝑒𝑡𝑒𝑟𝑚𝑖𝑛 , (𝑏)𝑓(𝑧)𝑏𝑒𝑟𝑙𝑎𝑛𝑗𝑢𝑡 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑧 =
𝑧→1
2𝑖? 𝑗𝑒𝑙𝑎𝑠𝑘𝑎𝑛 , (𝑐)𝑓(𝑧)𝑏𝑒𝑟𝑙𝑎𝑛𝑗𝑢𝑡 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑡𝑖𝑡𝑖𝑘 𝑧 ≠ 2𝑖? 𝑗𝑒𝑙𝑎𝑠𝑘𝑎𝑛.
103Jawaban masalah 102 jika 𝑓(2𝑖) digambarkan sebagai sepadan dengan 4i
jelaskan perbedaannya.
104Buktikan 𝑓(𝑧) = 𝑧/(𝑧 4 + 1) berlanjut di mana di dalam dan pada unit
melingkar|𝑧| = 1. 𝑗𝑒𝑙𝑎𝑠𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑑𝑎 4 𝑝𝑜𝑖𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑛𝑡𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑜𝑖𝑛 −
𝑝𝑜𝑖𝑛𝑡 𝑖𝑡𝑢
105Jika 𝑓(𝑧)𝑑𝑎𝑛 𝑔(𝑧)𝑏𝑒𝑟𝑙𝑎𝑛𝑗𝑢𝑡 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑧 = 𝑧𝑜 𝑏𝑢𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛 3𝑓(𝑧) −
4𝑖𝑔(𝑧)𝑗𝑢𝑔𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑙𝑎𝑛𝑗𝑢𝑡 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑧
106Jika 𝑓(𝑧)𝑏𝑒𝑟𝑙𝑎𝑛𝑗𝑢𝑡 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑧 =
𝑧𝑜 𝑏𝑢𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛 (𝑎){𝑓(𝑧)}3 𝑏𝑒𝑟𝑙𝑎𝑛𝑗𝑢𝑡 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑧.
Dapatkah kamu menjabarkan hasil untuk {𝑓(𝑧)}𝑛 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑛 adalah bilangan
bulat positif.

Halaman 61
107. Carilah semua titik yang tidak kontinu pada bilangan fungsi-fungsi berikut :

cxvii
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
2𝑧 −3 3𝑥 2 +4 1
(a) f(z) = , (b) f(z) = 𝑧 4−16, (c) f(z) = cot z, (d) f(z) = 𝑧 − sec 𝑧,
𝑧 2 +2𝑧 +2
tanh 𝑧
(e) f(z) = 𝑧 2 +1
1
Jawablah (a) -1 ± i (c) kπ, k = 0, ± 1, ± 2,... (e) ± i, (k+2)πi, k = 0, ± 1, ± 2,

..
1
(b) ± 2, ± 2i (d) 0,(k+2)π, k = 0, ± 1, ± 2, …

108. Buktikan bahwa f(z) = z2-2z+3 adalah kemana saja kontinu pada bilangan
yang terbatas.
𝑧 2 +1
109. Buktikan bahwa f(z) = adalah (a) kontinu dan (b) membatasi dalam
𝑧 3 +9
suatu bagian │z│≤ 2.
110. Buktikan jika f(z) adalah kontinu tertutup, yang di batasi dalam sebuah baian
tersebut.
1
111. Buktikan bahwa f(z) = adalah kontinu untuk semua z seperti bahwa│z│˂ 0,
𝑧
tetapi tidak dibatasi.
112. Buktikan bahwa polynomial adalah kontinu kemana saja dalam bilangan
yang terbatas
𝑧 2 +1
113. Bahwa f(z) = 𝑧 2 −3 adalah kontinu pada semua z di luar │z│= 2.
𝑧 +2

cxviii
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
BILANGAN BERURUTAN YANG TIDAK TERBENTUK
114. Buktikan bahwa f(z) = 3z – 2 tidak dibentuk dengan terus menerus dalam
bagian │z│≤ 0
1
115. Buktikan bahwa f(z) = (a) tidak kontinu dalam sebuah bagian │z│≤ 1 tetapi
𝑧2
1
(b) tidak kontinu dalam bidang ≤ │z│≤ 1
2
116. Buktikan bahwa jika f(z) adalah kontinu dalam sebuah bagian yang tertutup R
adalah yang beragam secara kontinu dalam R
RANGKAIAN DAN RENTETAN
𝑛2 𝑖 𝑛 𝑛 𝑖𝑛
117. Buktikan bahwa (a) 𝑙𝑖𝑚
𝑛→∞ 3 = 0, (b) 𝑙𝑖𝑚
𝑛→∞ (𝑛+3𝑖 − 𝑛+1) = 1- i.
𝑛 +1
3𝑧
118. Buktikan bahwa beberapa dari bilangan komplek z, 𝑙𝑖𝑚
𝑛→∞ (1 + 𝑛2 ) = 1.
1+𝑖 𝑛
119. Buktikan bahwa 𝑙𝑖𝑚
𝑛→∞ n ( ) = 0.
2
120. Buktikan bahwa 𝑙𝑖𝑚 r
𝑛→∞ ni tidak tetap
121. Jika 𝑙𝑖𝑚 𝑙𝑖𝑚
𝑛→∞ │un│= 0, buktikan bahwa 𝑛→∞ un = 0. Apakah bertentangan
dengankenyatan? Berikan kesimpulanmu.
122. Jika 𝑙𝑖𝑚 𝑙𝑖𝑚 𝑙𝑖𝑚
𝑛→∞ an = A dan 𝑛→∞ bn = B, buktikan bahwa (a) 𝑛→∞ (an + bn) =
A+B,
𝑙𝑖𝑚 𝑎𝑛
(b) 𝑙𝑖𝑚 𝑙𝑖𝑚
𝑛→∞ (an - bn) = A-B, (c) 𝑛→∞ anbn = AB, (d) 𝑛→∞ 𝑏 = A / B jika B
𝑛
≠0
123. gunakan teori limit terbuka untuk mengeluarkan tiap-tiap bagin ini.
𝑖𝑛2 − 𝑖𝑛+1−3𝑖
(a) 𝑙𝑖𝑚
𝑛→∞ (c) 𝑙𝑖𝑚
𝑛→∞ √𝑛 + 2𝑖 - √𝑛 + 1
(2𝑛 + 4𝑖−3)(𝑛−𝑖)
(𝑛2 + 3𝑖)(𝑛−1)
(b) 𝑙𝑖𝑚
𝑛→∞ │ │ (d) 𝑙𝑖𝑚
𝑛→∞ √𝑛 (√𝑛 + 2𝑖 − √𝑛 + 1)
𝑖𝑛2 −3𝑛+ 4−𝑖
1 1
Jawablah (a) 2i, (b) 1, (c) 0, (d) 2i.
𝑙𝑖𝑚 𝑢1 +𝑢2 + …+𝑢𝑛
124. Jika 𝑙𝑖𝑚
𝑛→∞ un = 1, buktikan bahwa 𝑛→∞ = 1.
𝑛

𝑖 2 ∑ 𝑛−1
125. Buktikan bahwa pada rentetan 1 + 3 + (𝑖/3) + ⋯ = 𝑛=1(𝑖/3) pada
kelompok yang berlawanan dan temukan jumlahnya
126. Buktikan bahwa rentetan i – 2i + 3i – 4i + … yang berbeda
∞ ∞
∑ ∑
127. Jika rentetan 𝑛=1 𝑎𝑛 bertemu dengan A, dan 𝑛=1 𝑏𝑛 bertemu dengan B,


buktikan bahwa 𝑛=1 (𝑎𝑛 + 𝑖𝑏𝑛 ) bertemu dengan A + iB. apakah kebalikan itu
benar.

∑ 𝑤𝑛
128. Cari pertemuan dari 𝑛=1 5𝑛,2 dimana w = √3 + i. Jawablah yang berlawanan.

Halaman 62
FUGSI, LIMIT dan KEKONTINUAN

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomocxix


Bermacam – macam Masalah
129.Misal w  4  z z 2  42 . Jika w  4
1
y
saat z  0, tunjukkan bahwa jika z me-
nggambarkan kurva C dari gambar 2-32,
kemudian nilai w pada z  6
adalah  4i 5 . 0 6
130.Buktikan bahwa kondisi yang cukup dan memenuhi untuk
f z   ux, y   ivx, y  berkelanjutan pada z  z 0  x0  iy 0 adalah bahwa
ux, y  dan vx, y  berkelanjutan pada x0 , y 0  .
131.Buktikan bahwa persamaan tan z  z hanya mempunyai akar real.
132.Seorang siswa berkata bahwa 1 dicapai pada sembarang kekuatan adalah sama
dengan 1. Apakah dia benar? Jelaskan.
sin  sin 2 sin 3 2 sin 
133.Tunjukkan bahwa    ...  .
2 2 2
2 3
5  4 cos 
134.Tunjukkan bahwa hubungan f x  iy   f x  f iy  dipenuhi oleh
f x   sin z. Dapatkah kamu menemukan fungsi lain yang benar?
z 3  3z  2
135.Buktikan bahwa lim 4  0.
z  z  z 2  3 z  5

136.Buktikan bahwa csc z  2e / e 2  1 jika y  1.

137.Tunjukkan bahwa Resin 1 z  1


2

x 2  y 2  2x  1  x 2  y 2  2x  1 .

138.Jika F z  berkelanjutan dalam wilayah tertutup terikat  , buktikan bahwa a 


ada a angka positif seperti bahwa untuk semua z dalam  ,
f z   M , b f x  mempunyai sebuah ikatan lebih  dalam  dan ada
paling tidak satu nilai z 0 dalam  seperti bahwa f x0   .
139.Tunjukkan bahwa tanh  1  i  / 4  1.
140.Buktikan bahwa semua nilai dari 1  i  terletak pada satu garis lurus.
2i

141.Evaluasi (a) cosh i / 2, (b) tanh 1  . Jawaban (a) 0, (b) 2k  1i / 2,
k  0,1,2,......
sin 2 x
142.Jika tan z  u  iv , tunjukkan bahwa u  ,
cos 2 x  cosh 2 y
sinh 2 y
v
cis 2 x  cosh 2 y
143.Evaluasi terhadap 3 ketepatan tempat desimal (a) 6 3 2i , (b) sin 5  4i .
1  i tan  / 2
144.Buktikan Re    cos  , menggindikasikan nilai pengecualian.
1  i tan  / 2 

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo cxx


145.Jika lim f z   A dan lim g z   B  0, buktikan bahwa
x  x0 x x0

lim f x  / g x   A / B tanpa membuktikan bahwa lim 1 / g x  1 / B.


x x0 x x0

1
jika z adalahrasional
146.Misal f z    buktikan bahwa f (z ) tidak berkelanjutan pada
 0 jika z adalahirrasional
semua nilai z.
147.Buktikab bahwa jika f z   ux, y   ivx, y  berkelanjutan pada satu wilayah
a , kemudian a Re f x  ux, y  blm f z   vx, y  berkelanjutan dalam
satu wilayah.
148.Buktikan bahwa semua akar dari z tan x  k , dimana k  0, adalah real.
149.Buktikan bahwa jika limit dari sebuah rangkaian yang ada itu harus unik.

150. a  Buktikan bahwa lim n  1  n  0.
n

b  Buktikab bahwa rangkaian   

n  1  n berbeda, dengan
n 1
menunjukkan bahwa sebuah rangkaian ke – n mendekati 0 tidak butuh
bertemu.
151.Jika z n 1  z n  1 / z n , n  0,1,2,... dan   / 2  arg x0   / 2, buktikan
1
2
bahwa lim x n  1.
n 

Halaman 63
Bab 3
Turunan Kompleks dan Persamaan Cauchy-Riemann

TURUNAN
Jika 𝑓(𝑧) merupakan fungsi ganjil pada R di bidang z, turunan f(z)
didefinisikan sebagai
𝑓(𝑧+ ∆𝑧)− 𝑓(𝑧)
f ‘(z) = lim (1)
∆𝑧 ∆𝑧→0
dibuktikan bahwa keberadaan sumbu limit di ∆𝑧 → 0. Dalam hal ini dikatakan
bahwa f(z) adalah turunan pada z. Pada definisi (1) sering digunakan h sebagai
pengganti ∆𝑧. Walaupun sifat turunannya kontinu, rujukannya tidak tepat (lihat
permasalahan 4).

FUNGSI ANALITIK
Jika turunan f ‘(z) terletak pada semua titik bidang z di R, maka 𝑓(𝑧)
dikatakan analitik dalam R dan ditujukan sebagai fungsi analitik di R atau fungsi
analitik di R. Istilah umum dan holomorfik sering digunakan sebagai persamaan
analitik.
Fungsi f(z) dikatakan analitik pada titik z0 jika terdapat pendekatan |𝑧 −
𝑧0 | < 𝛿 pada semua titik f ‘(z).

PERSAMAAN CAUCHY-RIEMANN

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomocxxi


Merupakan hal penting bahwa 𝑤 = 𝑓(𝑧) = 𝑢(𝑥, 𝑦) + 𝑖𝑣(𝑥, 𝑦) analitik pada
R, u dan v memenuhi persamaan Cauchy-Riemann
𝛿𝑢 𝛿𝑣 𝛿𝑢 𝛿𝑣
= 𝛿𝑦, = − 𝛿𝑥 (2)
𝛿𝑥 𝛿𝑦
Jika turunan parsial pada (2) kontinu di R, maka persamaan Cauchy-Riemann
merupakan keadaan yang cukup bahwa 𝑓(𝑧) analitik di R. Lihat permasalahan 5.
Fungsi 𝑢(𝑥, 𝑦) dan 𝑣(𝑥, 𝑦) sering disebut fungsi konjugat. Terdapat satu yang
dapat ditemukan di lainnya (konstan tambahan yang berubah-ubah) maka 𝑢 + 𝑖𝑣 =
𝑓(𝑧) analitik (lihat permasalahan 7 dan 8).

FUNGSI KESERASIAN
Jika turunan parsial kedua u dan v bergantung sumbu x dan y dan kontinu di
R, maka ditemukan persamaan (2) (lihat permasalahan 6)
𝛿2 𝑢 𝛿2 𝑢 𝛿2 𝑣 𝛿2 𝑣
+ = 0, + =0 (3)
𝛿𝑥 2 𝛿𝑦 2 𝛿𝑥 2 𝛿𝑦 2
Mengikuti di bawah kondisi bagian real dan imajiner dari fungsi analitik memenuhi
persamaan Laplace yaitu
𝛿2𝑢 𝛿2 𝑢 𝛿2 𝛿2
+ = 0 atau ∇2 Ψ = 0 dimana ∇2 ≡ + (4)
𝛿𝑥 2 𝛿𝑦 2 𝛿𝑥 2 𝛿𝑦 2
2
Operasi ∇ sering disebut Laplacian.

Halaman 64
Fungsi-fungsi misalnya ux, y  dan vx, y  yang memenuhi persamaan Laplace pada
daerah R disebut fungsi harmonik dan disebut juga harmonik di R .
INTERPRETASI GEOMETRI TURUNAN
Misal z 0 ( gambar 3-1) titik P pada bidang z dan misal w0 (gambar 3-2)

gambar P ' pada bidang w pada transformasi w  f z  . Sejak kita menganggap

bahwa f z  bernilai tunggal, titik z 0 memetakan hanya pada satu titik di w0 .

bidang z bidang w
y
Q’
Q w0  w  f z 0  z  w  f z 0  z   f z 0 
z 0  z P’
z0 P x u
w0  f z 0 
Gambar 3-1 Gambar 3-2
Jika kita memberi pertambahan z kita mendapat titik Q dari gambar 3-1.
Titik ini memiliki gambar Q ' pada bidang w . Kemudian dari gambar 3-2 kita
melihat bahwa P 'Q ' merepresentasikan bilangan komplek w  f z 0  z   f z 0  .
Melanjutkan bahwa turunan pada z 0 ( jika ada) dinyatakan oleh :

cxxii
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
f z 0  z   f z 0  Q' P'
lim  lim (5)
z 0 z Q  P QP
yaitu limit dari rasio Q ' P ' ke QP untuk titik Q mendekati titik P . Interpretasi di
atas secara jelas mempertahankan dimana z 0 digantikan oleh sembarang titik z .
DIFERENSIAL.
Misal z  dz pertambahan diberikan ke z . Maka
w  f z  z   f z  (6)
Disebut pertambahan pada w  f z  . Jika f z  kontinu dan punya turunan pertama
yang kontinu pada suatu fungsi, maka
w  f ' z z  e z  f ' z dz  e dz (7)
Dimana e  0 untuk z  0 Menyatakan bahwa :
dw  f ' z dz (8)
disebut diferensial dari w atau f z  , atau bagian utama dari w . Catat bahwa
w  dw . Kita sebut dz diferensial dari z.
Dikarenakan definisi ( 1 ) dan ( 8 ), kita sering menulis :
f  z  z   f z  w
 f ' z   lim
dw
 lim (9)
dz z 0 z z 0 z

cxxiii
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo