Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Setiap hari kita sering memanfaatkan adanya potensial listrik dalam
sebuah perangkat kelistrikan contohnya radio, televisi dan bahkan komputer atau
laptop.Kita juga sering menggunakan alat yang terdiri dari komponen bernama
kapasitor. Namun kita sering tidak mau tahu tentang apa dan bagaimana alat yang
kita gunakan bekerja, sehingga bila ada kerusakan atau kesalahan dalam
menggunakan kita sering tidak sadar dan berakibat fatal bagi perangkat tersebut.
Selain itu kita sering susah membedakan antara potensial listrik
dengan medan listrik,tegangan listrik, hambatan listrik maupun kuat arus listrik.
Namun bukan itu yang akan kami jelaskan dalam makalah kali ini, melainkan apa
itu potensial listrik .

1.2. Rumusan Masalah

1. Apa itu potensial listrik ?


2. Bagaimana prinsip kerja potensial listrik?
3. Bagaimana cara menghitung potensial listrik ?

1.3. Tujuan Penulisan Makalah

1. Pembaca dapat memahami apa itu potensial listrik.


2. Pembaca dapat memahami prinsip kerja potensial listrik
3. Pembaca dapat memahami cara menghitung potensial listrik.

D. Batasan Masalah

1. Pengertian potensial listrik.


2. Prinsip kerja potensial listrik.
3. Cara menghitung potensial listrik.

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Potensial Listrik

Potensial Listrik merupakan besarnya energi potensial listrik pada


setiap satu satuan muatan. Potensial listrik juga merupakan besaran skalar yang
berkaitan dengan kerja dan energi potensial pada medan listrik. Potensial Listrik
dapat dirumuskan sebagai berikut:

𝐸𝑝
𝑉= 𝑞

Karena potensial listrik adalah energi potensial elektrostatik per satuan


muatan, maka satuan SI untuk beda potensial adalah joule per coulomb atau volt
(V).
1𝐽
1𝑉 =
𝐶
Karena diukur dalam volt maka beda potensial terkadang disebut voltase
atau tegangan. Jika diperhatikan dari persamaan beda potensial yang merupakan
integral dari medan listrik E terhadap perubahan jarak dl, maka dimensi E dapat
juga disebut:
1𝑁 1 𝑉
=
𝐶 𝑚

Oleh karenanya maka Beda Potensial (V) = Medan Listrik (E) x Jarak (L)
Satuan V = (V/m).(m)

2.2 Potensial Listrik Akibat Satu Muatan Titik


Sebuah titik yang terletak di dalam medan listrik akan memiliki potensial
listrik. Potensial listrik yang dimiliki titik tersebut besarnya ditentukan oleh:

𝑄 𝑄
𝑉 = 𝑘 𝑟, karena 𝐸 = 𝑘 𝑟 2 , maka V= E x r.

2
Dari rumus di atas terlihat bahwa titik-titik di permukaan bola berjari-jari r
(lihat gambar), potensialnya sama. Dari sini dapat disimpulkan bahwa bidang
ekuipotensial (bidang dimana titik-titik di dalamnya mempunyai potensial sama)
suatu muatan titik terletak permukaan-permukaan bola konsentris dengan mutan
titik sebagai pusat bola.

Gambar di samping melukiskan bidang ekuipotensial akibat sebuah muatan


dan sebuah konduktor netral yang diletakkan di dekatnya.Perhatikan bahwa
muatan konduktor hanya tersebar di permukaan saja.Di dalam konduktor
muatannya nol.

2.3 Potensial Listrik Akibat Beberapa Muatan


Apabila terdapat beberapa muatan listrik maka potensial listrik pada suatu
titik merupakan jumlah aljabar potensialnya terhadap tiap-tiap muatan. Misalnya
jika kita mempunyai tiga buah muatan yaitu q1, q2, q3, maka potensial listrik di
titik yang berjarak r1, r2, r3 dari ketiga muatan tersebut adalah :

𝑞 𝑞 𝑞
𝑉 = 𝑘 𝑟1 + 𝑘 𝑟2 + 𝑘 𝑟3………..Potensial listrik akibat beberapa muatan.
1 2 3

2.4 Potensial Listrik Pada Dua Keping Sejajar

+ -
+ - Konduktor dua keping sejajar
+ -
adalah dua keping logam sejajar yang
+ q -
F’ F dihubungkan dengan sebuah baterai
+ + -
+ B d A
- sehingga kedua keping mendapatkan
r=d r=0
V

Gambar: Dua keping sejajar yang terpisah


pada jarak d diberi muatan yang sama dan
berlawanan tanda oleh baterai dengan beda
potensial V 3
muatan yang sama tetapi berlawanan tanda. Bentuk keping sejajar seperti ini
disebut kapasitor. Di antara dua keping akan dihasilkan medan listrik yang serba
sama dengan arah dari keping positif ke keping negatif. Medan listrik yang serba
sama seperti ini disebut medan listrik homogen.
Pada muatan positif q bekerja gaya listrik F = qE yang arahnya ke kanan.
Untuk memindahkan muatan positif q dari A ke B (ke kiri) kita harus melakukan
gaya F’ yang melawan gaya F, tetapi besar gaya F’ sama dengan besar F (F’=F).
Usaha luar yang dilakukan untuk memindahkan muatan q dari A ke B adalah:

𝑊𝐴𝐵 = 𝐹 ′ 𝑑 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝐹 ′ = 𝐹 = 𝑞𝐸
Usaha luar WAB haruslah sama dengan ∆𝐸𝑃𝐴𝐵,
𝑊𝐴𝐵 = ∆𝐸𝑃𝐴𝐵 = 𝑞∆𝑉𝐴𝐵 = 𝑞(𝑉𝐵 − 𝑉𝐴 ) 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑉𝐵 − 𝑉𝐴
= ∆𝑉𝐴𝐵 (𝑡𝑒𝑔𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑡𝑒𝑟𝑎𝑖)

𝑊𝐴𝐵 = 𝑞∆𝑉𝐴𝐵

Karena𝑞∆𝑉𝐴𝐵 = 𝑞𝐸𝑑

𝑚𝑎𝑘𝑎 ∆𝑉𝐴𝐵 = 𝐸𝑑

∆𝑉𝐴𝐵
𝑎𝑡𝑎𝑢 𝐸 =
𝑑

2.5 Formulasi Energi Potensial Listrik


Gambar disamping menunjukkan muatan uji qo yang mula-mula
2 + qo
berada di titik 1, dengan jarak r1 dari muatan sumber q, berpindah ke titik 2,
dengan jarak r2 dari muatan sumber q. Gaya Coulomb yang bekerja pada
muatan uji qo dirumuskan oleh: dr F

𝑘𝑞𝑜 𝑞
𝐹= +
𝑟2 1 qo

Gambar : Muatan uji qo


r1 r2
berpindah dari titik 1 ke titik 2

4 +
Jika muatan qo dan q dipindahkan searah dengan arah gaya F yang bekerja
pada qo dan searah dengan arah perpindahan dr. Dengan demikian, usaha yang
dilakukan oleh gaya Coulomb F untuk perpindahan dr searah dari titik 1 ke titik 2
dapat dihitung dengan menggunakan integral.

𝑟2 𝑟2

𝑊12 = ∫ 𝐹𝑑𝑟 cos Ө = ∫ 𝐹𝑑𝑟 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 Ө = 0, 𝑚𝑎𝑘𝑎


𝑟1 𝑟1

𝑟2
𝑘q o q
𝑊12 = ∫ 𝐹 = 𝑑𝑟
𝑟2
𝑟1

Karena k, q0, dan q tak bergantung pada variable integral r, maka dapat
1
dikeluarkan dari tanda integral; sedangkan = 𝑟 −2, sehingga
𝑟2

𝑟2
𝑟 𝑟
−2
𝑟 −2+1 2 𝑟 −1 2 1 𝑟2
𝑊12 = 𝑘q o q ∫ 𝑟 𝑑𝑟 = 𝑘q o q ( ) = 𝑘q o q ( ) = −𝑘q o q ( )
−2 + 1 𝑟 −1 𝑟 𝑟 𝑟1
𝑟1 1 1

2
1 1
𝑊12 = −𝑘q o q ( − ) = − ∫ 𝐹. 𝑑𝑠
𝑟2 𝑟1 1

Sebagaimana halnya medan gaya gravitasi, medan gaya Coulomb juga


merupakan medan gaya konseravtif. Gerak partikel bermuatan q dalam ruang
bermedan listrik dapat dianalogikan dengan gerak partikel bermassa m dalam
medan gravitasi dekat permukaan bumi. Karena gaya Coulomb termasuk gaya
konservatif, sehingga memenuhi persamaan:
∆𝐸𝑃12 = 𝐸𝑃2 − 𝐸𝑃1 = −𝑊12
Jika W12 pada ruas kanan kita substitusikan ke dalam persamaan ini, maka
kita peroleh:

1 1
∆𝐸𝑃12 = 𝐸𝑃2 − 𝐸𝑃1 = 𝑘q o q ( − )
𝑟2 𝑟1

5
Persamaan di atas tidak mendefinisikan energi potensial listrik. Untuk
mendapatkan definisi potensial listrik, kita anggap r1 tak berhingga, dan kita
definisikan EP1 =0. Dengan menggunakan persamaan di atas kita peroleh definisi
energi potensial sistem dua muatan ini.

1 1
𝐸𝑃2 − 𝐸𝑃1 = 𝑘q o q ( − )
𝑟2 𝑟1

1 1
𝐸𝑃2 − 0 = 𝑘q o q ( − )
𝑟2 ∞

qo q
𝐸𝑃2 = 𝑘
𝑟2

Atau rumus energi potensial secara umum yaitu:

qo q
𝐸𝑃 = 𝑘
𝑟

Rumus energi potensial di atas mendefinisikan energi potensial dari sistem


dua muatan q dan q0 yang berjarak r sebagai usaha yang diperlukan untuk
memindahkan muatan penguji q0 dari titik tak berhingga ke titik yang berjarak r
dari muatan q.

Dalam bentuk integral rumus energi potensial dapat ditulis,

𝑟2
2
𝐸𝑃 = −𝑞0 ∫ 𝐸. 𝑑𝑠 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 ∆𝐸𝑃 = − ∫ 𝐹. 𝑑𝑠
1

Contoh Soal:

1. Dua buah muatan q1=6µC dan q2=8µC berada pada titik A dan B yang
berjarak 6 cm. Jika jaraknya dibuat menjadi 12 cm, hitunglah energi
potensialnya terhadap kedudukan awal…?
Solusi:
Dik: q1=6µC dan q2=8µC
r1=6cm dan r2=12cm

6
Dit: Hitung perubahan energi potensial terhadap kedudukan awal….?

Awal Akhir
q1=6µC q2=8µC q2=8µC
rawal= 6 cm
Rakhir= 12 cm

1 1
∆𝐸𝑃12 = 𝐸𝑃2 − 𝐸𝑃1 = 𝑘q1 q 2 (𝑟 −𝑟 )
𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 𝑎𝑤𝑎𝑙

1 1
∆𝐸𝑃12 = (9𝑥109 )(6𝑥10−6 )(8𝑥10−6 ) ( −2
− )
12𝑥10 8𝑥10−2

1 1
∆𝐸𝑃12 = (432𝑥10−3 ) ( − ) 𝑥102 = −1,35 𝐽𝑜𝑢𝑙𝑒
12 8

Tanda negatif menyatakan bahwa energi potensialnya berkurang.

2.6 Energi Potensial Dari Beberapa Muatan

Anggap ada tiga muatan yang diletakkan seperti pada


B q2
gambar.Energi potensial merupakan besaran scalar, sehingga
energi potensial dari sistem 3 muatan merupakan r12 r23

penjumlahan skalar dari energi potensial tiap dua muatan


dalam sistem ini. q1 r13 q3
A C

𝑞1 𝑞2 𝑞1 𝑞3 𝑞2 𝑞3
𝐸𝑝 = 𝑘 ( + + )
𝑟12 𝑟13 𝑟23

Rumus di atas dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

Untuk mudahnya anggap semua muatan positif.Anggap mula-mula diruang


tempat titik A, B dan C tidak ada muatan. Bawa muatan q1 dari titik tak terhingga
ke titik A. Disini tidak diperlukan usaha, karena tidak ada gaya yang bekerja.
Bawa muatan q2 dari titik tak terhingga ke titik B. Selama perjalanan, muatan q1
akan menolak muatan q2 sehingga harus melakukan usaha untuk memindahkan

7
muatan q2 ini agar tiba di titik B. Usaha yang dilakukan ini diterima oleh sistem
dan diubah menjadi energi potensial sistem sehingga energi potensial sistem naik
𝑞1 𝑞2
menjadi 𝑘 . Selanjutnya bawa muatan q3 dari titik tak berhingga ke titik C.
𝑟12

Selama perjalanan muatan q3 ini akan mengalami gaya tolak dari muatan q1 dan q2
sehingga harus memberikan gaya yang lebih besar (usaha lebih besar) untuk
membawa muatan ini ke titik C. Usaha yang dilakukan ini kembali akan diubah
menjadi energi potensial sistem, dalam hal ini sistem menerima tambahan energi
𝑞1 𝑞3 𝑞3 𝑞2
potensial sebesar: 𝑘 dan 𝑘 . Sehingga total energi potensial sistem adalah
𝑟13 𝑟23

seperti pada persamaan di atas.

2.7 Beda Potensial Listrik

Perbedaan potensial (beda potensial - tegangan listrik) adalah perbedaan


jumlah elektron yang berada dalam suatu materi. Di satu sisi materi
terdapat elektron yang bertumpuk sedangkan di sisi yang lain terdapat jumlah
elektron yang sedikit. Hal ini terjadi karena adanya gaya magnet yang
memengaruhi materi tersebut. Dengan kata lain, materi tersebut menjadi
bertegangan listrik.

Jika materi tersebut disentuh oleh materi yang dapat


menghantarkan listrik maka aliran elektron tersebut akan mengalir melalui materi
yang menyentuhnya. Jika manusia menyentuh materi yang memiliki beda
potensial tersebut maka manusia tersebut akan teraliri listrik pada tubuhnya
(tersetrum). Besarnya efek dari aliran listrik tersebut tergantung dari besarnya
perbedaan elektron yang terkumpul di suatu materi (beda potensial).

1. Beda Potensial Listrik Dalam Medan Uniform

Pada gambar disamping menunjukkan


E
titik A dan B dipengaruhi oleh medan listrik
r
homogen. Dalam keadaan ini kita dapat d
menentukan berapa beda potensial kedua A d
Acu

8
titik tersebut dengan menggunakan rumus

(𝐸𝑝)𝐵 − (𝐸𝑝 )
𝐴
𝑉𝐵 − VA =
𝑞0
rB rA rB
𝑉𝐵 − VA = − ∫ E. ds + ∫ E. ds = − ∫ E. ds
∞ ∞ rA

rB rB
o
𝑉𝐵 − VA = − ∫ E. dx cos 0 = −E ∫ dx = −E(rB − rA )
rA rA

𝑎𝑡𝑎𝑢 ∆𝑉 = −𝐸𝑑

Catatan : Disini beda potensial ∆V didefinisikan sebagai selisih potensial


akhir dengan potensial awal.

Agar terjadi aliran muatan (arus listrik) dalam suatu rangkaian tertutup,
maka haruslah ada beda potensial/beda tegangan di kedua ujung rangkaian. Beda
potensial listrik adalah energi tiap satu satuan muatan. Dua buah benda bermuatan
listrik yang terletak berdekatan akan mengalami gaya listrik di antara keduanya.
Suatu usaha diperlukan untuk memindahkan (atau menggeser) salah satu muatan
dari posisinya semula. Karena usaha merupakan perubahan energi, maka besar
usaha yang diperlukan sama dengan besar energi yang dikeluarkan. energi dari
muatan listrik disebut energi potensial listrik. Beda potensial dari suatu muatan
listrik di suatu titik di sekitar muatan tersebut dinyatakan sebagai potensial
mutlak atau biasa disebut potensial listrik saja.

2. Prinsip kerja Potensial Listrik


Suatu muatan uji hanya dapat berpindah dari satu posisi ke posisi lain yang
memiliki perbedaan potensial listrik sebagaimana benda jatuh dari tempat yang
memiliki perbedaan ketinggian. Besaran yang menyatakan perbedaan potensial
listrik adalah beda potensial. Beda potensial dari sebuah muatan uji q’ yang
dipindahkan ke jarak tak berhingga dengan usaha W adalah

9
Dimana V adalah potensial listrik dengan satuan volt (V).Beda potensial dari
suatu muatan listrik di suatu titik di sekitar muatan tersebut dinyatakan sebagai
potensial mutlak atau biasa disebut potensial listrik saja. Potensial listrik dari
suatu muatan listrik q di suatu titik berjarak r dari muatan tersebut dapat
dinyatakan sebagai berikut
Dari persamaan di atas tampak bahwa potensial listrik dapat dinyatakan
dalam bentuk kuat medan listrik, yaitu
V=Er
Berbeda dengan gaya listrik dan kuat medan listrik, potensial listrik
merupakan besaran skalar yang tidak memiliki arah. Potensial listrik yang
ditimbulkan oleh beberapa muatan sumber dihitung menggunakan penjumlahan
aljabar.Untuk n muatan, potensial listriknya dituliskan sebagai berikut.
Catatan: tanda (+) dan (–) dari muatan perlu diperhitungkan dalam
perhitungan potensial listrik.
Potensial Konduktor bermuatan
Adalah muatan konduktor yang mengelililingi muatan kontiniu dan
mengandung medan listrik yang positif dan penyebaran dari energy dari
konduktor selalu tegak lurus.

Konduktor

HUKUM GAUUS

 Muatan pada konduktor selalu


tersebar pada permukaannya.
 Medan listrik pada permukaan
konduktor tegak lurus bidang
 Medan listrik didalam konduktor
nol

10
2.8 Kapasitor Atau Kapasitansi
Kapasitor adalah komponen elektronika yang digunakan untuk menyimpan
muatan dan energy listrik.pada prinsipnya,kapasitor terdiri dari dua konduktor
yang berdekatan namun terpisah satu sama lain,yang membawa muatan yang
sama besar namun berlawanan jenis.
Sifat-sifat dari kapasitor, yaitu :
 Dapat menyimpan dan mengosongkan muatan listrik.
 Tidak dapat mengalirkanarussearah.
 Dapat mengalirkan arus bolak-balik.
 Untuk arus bolak-balik berfrekuensi rendah.
Beberapa kegunaan kapasitor, antara lain sebagi berikut :
a. Menyimpan muatan listrik,
b. Memilih gelombang radio (tuning),
c. Sebagai perata arus pada rectifier,
d. Sebagai komponen rangkaian starter kendaraan bermotor,

Gambar : simbol Kapasitor

11
Gambar : Aliran Kapasitor
𝑄
C=𝑉 beda pontensial antara muatan +q dan –q

Satuan kapasitansi dalam SI : farad (F)


1 F = 1 C/V
1µF = 10-6 F
Kapasitas kapasitor
Didefenisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat
menmpung muatan electron untuk level tegangan tertentu.
Dengan rumus dapat ditulis :
Q = C.V
Jadi kapasitas kapasitor untuk ruang hampa adalah :
Q = muatanelektrondalam C (coulombs)
C = nilai kapasitansi dalam F (farads)
V = besar tegangan dalam V (volt)
Dari rumus tersebut dapat diturunkan rumus kapasitansi kapasitor, yaitu :
C = Q/V
Contoh soal.
Jika muatan dan kapasitas kapasitor diketahui berturut-turut sebesar 5µC dan
20µF, tentukan
beda potensial kapasitor tersebut!
Dik. :Q = 5µC = 5x10-6 C
C = 20µF = 5x10-5 F
Dit. : V = ...?

12
Jawab :
C = Q / V V = Q / C = 5x10-6 / 5x10-6 = 5x10-1 / 2 = 0,25 volt
Menentukan Kapasitansi / Kapasitor Kapasitor Bola Konduktor
Kapasitor keeping sejajar adalah kapasitor yang terdiri dari dua keeping
konduktor yang dipisahkan oleh bahan dielektrik.

Bila luas masing masing keping A maka :


𝜎 𝑞
E= 𝜀0 = 𝜀0𝐴

Jadi kapasitas kapasitor untuk ruang hampa adalah :


𝑄 𝐴
C0 = 𝑉 = 𝜀 0 𝑑

C = kapasitas kapasitor (F)


𝜀 0 = permitivitas vakum (8,85 x 10-12 C2N-1m2)
A = luas penampang masing masing keping (m2 )
d = jarak antar keping (m)
bila di dalamnya di isi bahan lain yang mempunyai konstanta dielektrik
K,maka kapasitasnya menjadi :
𝐴
C =K 𝜀 0 𝑑

Hubungan C0 dan C adalah :


C = K C0 karena 𝜀 = K 𝜀 0
Kapasitas kapasitor akan berubah harganya bila K,A dan d diubah.dalam
hal ini C tidak tergantung Q dan V,hanya merupakan perbandingan perbandingan
yang tetap saja,artinya meskipun harga Q diubah ,harga C tetap.
Contoh soal :
Suatu kapasitor keeping sejajar berbentuk bujursangkar dengan sisi 10 cm
dan jarak pemisah 1 mm
a. Hitung kapasintansinya

13
b. Jika kapasitor ini diamati sampai 12 v,berapa banyak muatan yang
dipindahkan dari satu keeping ke yang lain.
Penyelesaian :
a. Kapasintansinya :
𝐴𝜀0 (0,1m)2 (8,85pF/m)
C= = = 8,85 x 10 -11 F
𝑑 0,001𝑚

b. Muatan yang dipindahkan adalah :


Q = CV = ( 8,85 x10-11F) (12V) = 1.06x 10-9 C

Kapasitor Bola Konduktor

Kapasitor bola adalah kapasitor yang berbentuk bolaberongga dengan jari‐


jari tertentu. Perhitungan kapasitansi :
a. Beda potensial pada bola
V=K
b. Kapasitas kapasitor bola
C = 4 ε0R
Kapasitas kapasitor bola tidak tergantung padamuatan dan beda potensial
kapasitor.
c. Kapasitor Tabung
Kapasitor tabung atau silnder terdiri dari dua silinder konduktor berbeda jari-jari
yang
mengapit bahan dielektrik diantaranya.

Gambar : kapasitor silinder


Bola potensial diantara silinder adalah :
1 𝑄 𝑅2
V12 = 2𝜋𝜀0 𝑙 ln 𝑅1

14
Dengan demikian :
𝑄 2𝜋𝜀0.1
C = V12 =𝑙𝑛𝑅2/𝑅1

Contoh :
Satu kabel koaksial terdiri dari kabel berjari-jari 0,5 mm dan lapisan
konduktor terluar
dengan jari-jari 1,5 mm. Tentukan kapasitansi persatuan panjang.
Penyelesaian :
𝑝𝐹
𝑄 2𝜋𝜀0.1 𝐶 2𝜋𝜀0.1 2𝜋(8,85 )
𝑚
C= = = = = 50,6 pF/m
V12 𝑙𝑛𝑅2/𝑅1 𝐿 𝑙𝑛𝑅2/𝑅1 ln(1,5 𝑚𝑚/0,5𝑚𝑚)

Rangkaian kapasitor
1. Rangkaian seri

15
2. Rangkaian paralel

3. Rangkaian seri-paralel kapasitor

Pada gambar dibawah ini dapat kita lihat sebuah rangkaian kapasitor
kombinasi yang terdiri dari rangkaian kapasitor serial dan rangkaian kapasitor
parallel. Untuk mencari nilai capasitansi total kita dapat menggunakan kombinasi
dari persamaan capasitor serial dan persamaan capasitor parallel.
Persamaan Capasitor serial : 1/Ct = 1/C1 + 1/C2 + .........+ 1/Cn
Persamaan Capasitor parallel : Ct = C1 + C2 + .... + Cn
Dari kedua persamaan diatas kita dapat mengkombinasikanya untuk menghitung

16
nilai capasitansi pengganti dari rangkaian capasitor serial-parallel seperti yang
terlihat pada gambar. Berikut adalah kombinasi dari kedua persamaan diatas :
Diketahui :
C1 = C2 = C3 = C4 = C5 = 10F
Maka :
1/Cs = 1/C3 + 1/C4
1/Cs = 1/10 + 1/10
1/Cs = 2/10
Cs = 10/2 = 5F
Cp = C2 + Cs1
Cp = 10 + 5 = 15F
1/Ct = 1/C1 + 1/Cp + 1/C5
1/Ct = 1/10 + 1/15 + 1/10
1/Ct = 3/30 + 2/30 + 3/30
1/Ct = 8/30
Ct = 30/8 = 3.75F
Keterangan :
* Cs = Capasitor Seri
* Cp = Capasitor Parallel
* Ct = Capasitor total

Setelah kita kombinasikan kedua persamaan, dapat kita temukan nilai


capasitansi total dari rangkaian kombinasi kapasitor serial-parallel tersebut.
Besarnya nilai yang kita dapatkan dari hasil perhitungan adalah sekitar 3.75F.

ENERGI KAPASITOR
Adalah Usaha yang diperlukan untuk memindahkan muatan dq dari
lempeng –q ke +q /memindahkan lempeng yang satu dengan yang lainnya guna
membentuk suatu energy kapasitor.

17
Gambar energi kapasitor

Dielektrik
Bahan non konduktor jika disisipkan pada kapasitor yangmeningkatkan
kapasitornya

Gambar macam macam kapasitansi kapasitor dan dielektrik

18
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari analisa dan pembahasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahawa
potensial listrik adalah beda potensial dari suatu muatan listrik di suatu titik di
sekitar muatan sehingga membentuk perputaran muatan listrik dari positif ke
negatif, potensial listrik disebut juga tegangan listrik, dimana

Kapasitor adalah komponen elektronika yang digunakan untuk menyimpan


muatan dan energi listrik dengan kapasitas kapasitansinya adalah .
Dengan begitu hubungan antara potensial listrik dengan kapasitor adalah
kapasitor digunakan untuk menyimpan muatan dimana muatan itu sendiri
bergerak, dan muatan itu disebut potensial listrik. Tanpa potensial listrik sutatu
rangkaian tertutup tidak akan bekerja karena tidakada listrik yang bergerak.

19
DAFTAR PUSTAKA

Konsep dan Pengertian Arus dan Tegangan pada Rangkaian Listrik - Elang Sakti
http://www.elangsakti.com/2013/03/konsep-dan-pengertian-arus-dan-
tegangan.html

fisikaunram08: Laporan Praktikum Fisdas II


http://fisikaunram08.blogspot.com/2010/05/laporan-praktikum-fisdas-
ii.html

Tegangan dan Gaya Gerak Listrik | Fisikanesia


http://fisikanesia.blogspot.com/2013/04/tegangan-dan-gaya-gerak-
listrik.html

20