Anda di halaman 1dari 2

PT PETRO OXO NUSANTARA merupakan perusahaan yang meproduksi 2-Ethyl Hexanol (2-

EH), Normal Butanol (NBA), Iso-butanol (IBA), dan CO2 liquid dengan menggunakan bahan baku
utama propylene, natural gas dan bahan baku pembantu karbon dioksida dan steam.

Proses pembuatan Syn gas

Syn gas atau Syntetic gas merupakan campuran dari gas CO + H2 atau CO2. Proses
pembuatannya dimulai dengan proses desulfurasi dimana gas alam akan diserap kandungan
sulfurnya melalui proses hidrogenasi menggunakan katalis COMO untuk merubah sulfur yang ada
dalam gas alam menjadi gas hidrogen sulfida. Kemudian gas hidrogen sulfida akandiserap
menggunakan katalis ZnO sehingga kandungan sulfur dalam gas alam akan berkurang dan kemudian
habis.

Proses pre revorming

Gas alam yang telah besih dari sulfur kemudian proses pre revormer dimana gas alam yang
beantai panjang akan diubah menjadi karbon dioksida dan hidrogen. Reaksinya :

CnHm + n H2O  n CO + (n+1/2 m) H2 - panas

CO + 3 H2  CO2 + H2O + panas

Proses steam revorming

Proses ini merupakan proses untuk memproduksi gas OXO dan karbondioksida dengan
menggunakan katalis nikel. Reaksi yang terjadi dalam revormer :

CH4 + H2O  CO + 3 H2 - Panas

CH4 + CO2  2CO + 2 H2 - Panas

CO + 3 H2  CO2 + H2O + Panas

Reaksi pembakaran yang terjadi dalam reformer :

CH4 + 2 O2  CO2 + 2 H2O

Setelah melewati tahap ini gas OXO dan CO2 yang dihasilkan akan dipisahkan melalui proses
CO2 removal. Karbon dioksida berlebih yang telah dipisahkan melalui proses CO2 removal nantinya
akan digunakan dalam proses CO2 recovery plant dan menghasilkan karbondioksida liquid.
CO2 removal

Proses ini merupakan proses untuk memisahkan antara CO2 dan gas OXO yang dihasilkan
dari proses steam revorming. Gas hasil proses reforming dimasukkan dalam adsorber untuk
menyerap CO2 yang masih ada dalam campuran gas dengan menggunakan MDEA yang
berkonsentrasi 40 – 45%. Gas yang telah diadsorbsi dimasukkan dalam water scrubber untuk
menyerap solvent yang terikut. Gas yang telah bersih dari solvent dimasukkan dalam membrane
refersh osmisis (RO) untuk memisahkan antara hidrogen dan gas CO2. Gas hidrogen yang keluar dari
membrane memiliki konsentrasi 95% kemudian dimasukan dalam pressure swing adsorber untuk
meningkatkan kemurniannya menjadi 99%.

Sedangkan liquid dari adsorber dimasukkan dalam stripper untuk dipisahkan antara solvent
dengan CO2 yang terserap dengan menggunakan temperatur yang tinggi. Solvent yang telah bersih
dari CO2 didinginkan terlebih dahulu kemudian dimasukkan kembali ke dalam absorber dan CO2 yang
terlepas digunakan untuk CO2 recovery plant.

CO2 recovery plant

Gas CO2 yang telah terpisahkan kemudian dilakukan proses absorbsi menggunakan pelarut
MEA. Gas yang tidak terabsorbsi lansung dibuang ke atmosphere dan campuran pelarut dengan CO2
terserap dimasukkan ke dalam stripper untuk dipisahkan. Pelarut yang telah bersih dikembalikan ke
absorber dan CO2 yang telah terpisah dimasukkan dalam water scrubber untuk menyerap solvent
terikut. Gas CO2 yang telah bersih dari pelarut kemudian dimasukkan dalam dehumidifier untukk
menghilangkan kelembapannya. Setelah kelembapannya hilang gas CO2 dimasukkan dalam
dehydrator untuk menghilangkan kandungan air yang masih tersisa.

Gas yang telah bersih dimasukkan ke dalam kondensor untuk merubah fase dari gas menjadi
cairan dengan menggunakan amonia sebagai pendingin. Proses ini berlangsung pada suhu -630C
karena pada suhu ini CO2 dapat berubah fase menjadi liquid. Gas amonia yang dihasilkan setelah
digunakan dalam kondensor kemudian dimasukkan kompresor untuk merubahnya menjadi liquid
dan digunakan dalam kondensor kembali. CO2 liquid dari kondensor kemudian dimasukkan dalam
menara destilasi untuk dipisahkan antara CO2 liquid dengan sisa gas CO2 yang belum menjadi liquid.
Sisa gas CO2 yang belum menjadi liquid dikembalikan ke kondensor untuk didinginkan kembali.
Sedangkan CO2 liquid dari menara destilasi didinginkan dengan cooler terlbih dahulu kemudian
disimpan dalam storage tank dan siap dipasarkan.