Anda di halaman 1dari 2

BAB III

PEMBAHASAN

BAB III
KEWAJIBAN TERHADAP PASIEN

Pasal 18
Dokter Hewan memperlakukan pasien dengan penuh perhatian dan kasih sayang sebagaimana arti
tersebut bagi pemiliknya, dan menggunakan segala pengetahuannya, keterampilannya dan
pengalamannya untuk kepentingan pasiennya.

Pasal 19
Dokter Hewan siap menolong pasien dalam keadaan darurat dan atau memberikan jalan keluarnya
apabila tidak mampu dengan merujuk ke sejawat lainnya yang mampu melakukannya.

Pasal 20
Pasien yang selesai dikonsultasikan oleh seorang sejawat wajib dikembalikan kepada sejawat yang
meminta konsultasi.
Pasal 21

Dokter Hewan dengan persetujuan kliennya dapat melakukan Euthanasia (mercy sleeping), karena
diyakininya tindakan itulah yang terbaik sebagai jalan keluar bagi pasien dan kliennya.

Pasal 22
Dokter Hewan yang melakukan praktek pada suatu peternakan, mengutamakan kesehatan hewan
dan pencegahan terhadap perluasan penyakit yang dapat berakibat kerugian ekonomi dan sosial.
BAB IV

KEWAJIBAN TERHADAP KLIEN

Pasal 23
Dokter Hewan menghargai klien untuk memilih Dokter Hewan yang diminati.

Pasal 24
Dokter Hewan menghargai klien untuk setuju / tidak setuju dengan prosedur dan tindakan medik
yang hendak dilakukan Dokter Hewan setelah diberi penjelasan akan alasan-alasannya sesuai
dengan ilmu Kedokteran Hewan.

Pasal 25
Dokter Hewan tidak menanggapi keluhan (complain) versi klien mengenai sejawat lainnya.

Pasal 26
Dokter Hewan melakukan client education dan memberikan penjelasan mengenai penyakit yang
sedang diderita hewannya dan kemungkinan – kemungkinan lainnya yang dapat terjadi. Dalam
segala hal yang penting dan harus dilakukan demi kebaikan pasien dengan segala resikonya maka
dokter hewan menyampaikan secara transparan termasuk segala resiko yang terburuk sekalipun.

Pasal 27
Dokter Hewan yang melakukan praktek, tehnical service, tehnical sales dan konsultan veteriner
tidak memaksakan kehendak dalam pemakaian obat, vaksin maupun imbuhan pakan tanpa
argumentasi ilmiah.